SuaraPemerintah.ID-Umat Islam hari ini merayakan maulid nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, perayaannya jatuh pada 12 Rabiul Awal di kalender Hijriyah. Tahun ini ada yang berbeda,lantaran adanya pandemi corona yang belum kunjung usai.
Beberapa waktu lalu juga pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, digawangi Kementerian PMK menggeser hari libur nasional perayaan maulid. Pergeseran libur ini untuk menghindari klaster penularan Covid-19 di Indonesia.
Dampak dari pandemi tentu menjalar ke sektor pedagang kecil, tiap tahun mengais berkah maulid, ada yang berjualan songkok, kain, pakaian, makanan, dan aneka ragam pernak pernik maulid.
Sudah menjadi tradisi umum jika adanya maulid, jemaah dari berbagai penjuru kampung tumpah ruah menjadi satu di mesjid sampai pelataran. Para kerabat, handai taulan kumpul, remaja muda mudi hilir mudik mengitari arena perhelatan perayaan ‘ulang tahun’ kangeng nabi Muhammad SAW.
Suara lantunan maulid barjanji dan ceramah keagamaan terdengar ditelinga, hingga menembus bilik-bilik rumah sampai ke kampung-kampung. Sayup-sayup para penceramaah, mengobarkan semangat, mengingatkan perjuangan nabi Muhammad, membawa risalah Ketuhanan kepada manusia di seluru penjuru dunia.
Jemaah di diingatkan kembali, bahwa maulid adalah momentum reminder atas kemuliaan manusia agung diturunkan ke muka bumi. Manusia pilihan, nabi akhir zaman dan pencontoh akhlakul karimah.
“Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak,” begitu petikan ucapan yang sering terdengar ditelinga.
Konteks penyempurnaan akhlak, pada zaman nabi Muhammad tentu masih relevan dengan kondisi saat ini.
Di mana, manusia sebagian tidak lagi empati terhadap sesama. Aturan dilibas, kejahatan merajarela dan adab antar sesama kiat terkikis dimakan usia dunia. Kini saatnya kembali kepada keteladanan nabi Muhammad SAW.
Maka, tidak heran jika Kementerian Agama RI pada perayaan maulid tahun ini megusung tagline, berempati dan perkokoh Silaturahim antar sesama.
Semoga maulid nabi muhammad SAW tahun ini membawa perubahan kita dari perilaku hedonisme, mejadi saling berempati, saling memperkuat kegotong royongan dan perekat kebinekaan.
Selamat bermaulid. Jaga protokol ksehatan, ciptakan suasana harmonisasi, mari kita berdamai dengan situasi, siap berdampingan hidup dengan pandemi, yang bakal menjadi endemi di kemudian hari.


.webp)

















