SuaraPemerintah.ID –Â Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan beberapa pelaku usaha ekonomi kreatif di Aceh Besar. Pertemuan ini dalam rangka membahas situasi dan kendala dalam menjalankan usahanya.
Pengembangan sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat berjalan dengan baik seiring segala masalah atau hambatan dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat.
Menurut Sandiaga Uno, sudah saatnya pelaku ekonomi kreatif khususnya UMKM menjadi barisan terdepan dalam membuka lapangan kerja secara luas.
Pertemuan bertajuk “NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi)” yang diadakan di Maha Corner, Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (20/10/21), dihadiri oleh sejumlah pelaku ekonomi kreatif di Aceh Besar. Selain itu, turut hadir Bupati Aceh Besar Mawardi, Staf Ahli Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi Kemenparekraf, Irjen Pol Krisnandi.
Salah satu kendala dan menjadi perhatian Menparekraf adalah masalah sulitnya perizinan produk kuliner dan penyelenggaraan kegiatan (events). Sebagai langkah konkrit, Menparekraf akan membentuk satgas khusus yang menampung secara struktural dan lintas kementerian/lembaga. Sehingga perizinan yang dibutuhkan oleh para pelaku ekonomi kreatif bisa difasilitasi.
“Saya ingin memastikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu segala kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. Jangan sampai pemerintah menjadi ganjalan atau suatu hambatan dalam kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Karena pelaku UMKM inilah yang mendorong pergerakan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan,” tutur Sandiaga.
Dalam kesempatan ini, Bupati Aceh Besar, Mawardi menyampaikan permohonannya untuk pelaku UMKM agar Menparekraf dapat membantu menghadirkan satu galeri khusus ekonomi kreatif di Aceh Besar.
“Supaya nanti penjualan mereka bisa meningkat. Karena salah satu kendala yang juga kita hadapi adalah penjualan ekonomi kreatif di sini terutama kerajinannya yang masih sedikit,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Menparekraf akan menindaklanjuti masukan dari Bupati. Jika dimungkinkan, maka bisa dihadirkan suatu creative hub di Aceh Besar, yang bekerja sama dengan masyarakat, komunitas, serta pemerintah daerah.


.webp)












