SuaraPemerintah.IDÂ – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) resmi menghapus utang Indonesia sebesar 35 juta dolar AS atau sekitar Rp565 miliar melalui skema Debt Swap to Marine Conservation Reservation Agreement, yang berarti menukar utang untuk konservasi laut. Skema ini terutama difokuskan untuk konservasi terumbu karang.
“Tujuannya untuk ikut memperkuat dan menjaga kelestarian laut dan terumbu karang yang dilakukan Indonesia melalui berbagai inisiatif,” kata Sri Mulyani usai pertemuannya dengan US Treasury Department Assistant Secretary for International Trade and Development Alexia Latortue di Jakarta, Jumat (12/7/2024), sebagaimana dilansir Antara.
Melansir laman Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk Indonesia, kesepakatan tersebut dilakukan pada 3 Juli 2024. Dengan ini, AS menukar utang Indonesia dan mengalihkan dananya untuk melindungi ekosistem terumbu karang.
Kesepakatan itu merupakan yang keempat di bawah Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis, yang disahkan kembali pada 2019 sebagai Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis dan Terumbu Karang (TFCCA), dan yang pertama berfokus terutama pada ekosistem terumbu karang.
Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) Kedubes AS Michael Kleine mengatakan, kesepakatan itu merupakan bukti hubungan bilateral yang kuat antara AS dengan Indonesia.
Selain membahas perjanjian tukar utang, pertemuan antara Sri Mulyani dan Alexia Latortue juga mendiskusikan perkembangan transisi energi di Indonesia.
Mereka membicarakan soal pendanaan yang mulai mengalir di bidang energi terbarukan dengan melibatkan tim Just Energy Transition Partnership (JETP). JETP adalah inisiatif kerja sama untuk transisi menuju energi rendah karbon yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada KTT G20 di Bali tahun 2022.
“JETP didukung oleh berbagai negara, utamanya AS, Jepang dan Eropa, juga Multilateral Development Bank dan pendanaan swasta serta filantropis,” ujar Sri Mulyani.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “AS Hapus Utang RI Rp 565 Miliar, Gantinya Perbaiki Terumbu Karang”
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News






