SuaraPemerintah.ID – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu daycare di Pekanbaru kini tengah dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian. Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah seorang orang tua korban mengunggah foto yang menunjukkan anak mereka diikat dengan lakban di kursi makan.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, penyidikan kasus ini sedang berjalan dengan baik. “Kasus sudah dalam tahap penyidikan yang baik,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (8/8/24). Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pengasuh dan pemilik daycare terkait.
Foto yang viral di media sosial memperlihatkan seorang anak yang diikat dan tidak diberi makan, menyebabkan anak tersebut kelaparan. Kasus ini menunjukkan kekerasan yang dilakukan oleh pengasuh di daycare tersebut.
Sementara itu, Polresta Metro Depok juga tengah menyelidiki kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Wensen School. Tersangka Meita Irianty diduga melakukan penganiayaan terhadap anak-anak di daycare tersebut. Dalam video yang beredar, dua anak tampak menjadi korban kekerasan.
Kapolres Metro Depok, Kombes. Pol. Arya Perdana, menjelaskan bahwa tersangka mengaku bahwa anak-anak yang menjadi korban dianggap rewel dan nakal, yang memicu tindakan kekerasan. “Beliau (tersangka) mengaku anak-anaknya rewel, sehingga pelaku melakukan kekerasan terhadap mereka,” jelas Kapolres saat dikonfirmasi pada Selasa (6/8/24).
Kapolres menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tersangka, yang saat ini masih berada di RS Polri Kramatjati. Sejauh ini, sebanyak 14 saksi telah diperiksa dalam kasus ini, termasuk guru-guru dari Wensen School, suami pelaku, orang tua korban, RT, RW, serta sekuriti.
Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini dan berupaya untuk memastikan keadilan bagi korban. Kami akan mengikuti perkembangan lebih lanjut dari kasus ini dan memberikan informasi terbaru.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News






