SuaraPemerintah.ID – Pada tanggal 25 November 2024, Indonesia merayakan momen bersejarah yang menandai 19 tahun pengakuan oleh UNESCO terhadap keris sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage of Humanity). Keputusan UNESCO untuk mengakui keris pada 25 November 2005 memberikan penghormatan besar terhadap nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam senjata tradisional ini.
Keris, senjata tajam dengan bilah bergelombang yang kaya akan makna filosofis, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatra. Selain sebagai senjata, keris juga dihargai sebagai simbol status, seni, dan spiritualitas. Pembuatan keris melibatkan keterampilan tangan yang sangat tinggi, mulai dari penempaan logam hingga ukiran dan hiasan pada gagangnya yang penuh makna.
Dalam kesempatan yang sama Pada hari minggu 24 November tergelarlah diskusi Tematik dalam rangka 19th Keris Indonesia diakui UNESCO sebagai Intangible culture Heritage yang di selenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah Pendapa Anjungan Yogyakarta TMII.
Baca Juga :Â Bangkit Budaya Nusantara Melalui Pameran Keris Kamardikan Award 2024
Menurut Komunitas Cinta Budaya Pak Toni Junus, pelestarian keris bukan hanya memiliki kerisnya saja akan tetapi pembuatan buku literasi terkait keris adalah bagian pelestarian.
” Mengapa KCB setiap kali membuat acara selalu menerbitkan buku, ini sebagai bagian pelestarian literasi generasi tentang keris, sebab keris di peruntutkan untuk orang mapan, dalam arti harga keris ini mahal dan kepemilikannya pun harus di sertakan dengan orang yang mampu (Pekerja atau Berpenghasilan),”kata Toni saat berdiskusi di acara tersebut.
Menurut Toni ada beberapa aspek yang perlu kita pahami tentang muatan keris yang dimaksudkan Intangible.
“ada aspek sejarah, fungsi sosial, tradisi, filosofi, tekhnologi, seni dan aspek mistik, ini menjadi sebuah ketertarikan untuk orang asing terlebih bukan hanya melestarikanya saja tapi memberikan informasi atau pemberitaan bahwa kita benar-benar diakui oleh UNESCO,”Tegas Toni.
Baca Juga :Â Pendiri KCB Harap Fadli Zon Dorong Kebudayaan Nusantara untuk Masa Depan
Pengakuan UNESCO ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Indonesia, tetapi juga mengingatkan dunia akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam. Dalam 19 tahun terakhir, keris telah semakin dikenal di kancah internasional sebagai simbol kebudayaan yang kaya dan beragam.
Peringatan 19 tahun pengakuan ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan mempromosikan keris sebagai bagian penting dari kekayaan budaya nusantara, serta memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang.
Disisi lain, Irwan Riyadi sebagai Penyelenggara dan perwakilan kementerian kebudayaan sekaligus dalang di acara Tematik dalam rangka 19th Keris Indonesia diakui UNESCO sebagai Intangible culture Heritage yang di selenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah Pendapa Anjungan Yogyakarta TMII.
Irwan Mengakui sangat bangga dan bahagia dengan di tanggal 25 November sebagai pengakuan yang ke 19th untuk keris indonesia yang di akui UNESCO.
” pribdi saya mempunyai keinginan untuk generasi muda memandang keris itu bukan sesuatu yang mistik, sebab jika kita mengawalinya dengan kata mistik itu akan berbahaya,”kata Irwan saat diwawancarai.
Menurut Irwan keris adalah Karya Budaya yang luar biasa, dari orang-orang hebat yang memiliki filosofi dan simbol-simbol dan nilai flsafah yang tinggi.
“Bagi generasi muda janganlah memandang keris dari unsur mistiknya saja, yang sebenarnya keris adalah karya yang luar biasa yang dimiliki oleh kita dari orang-orang hbat yang memiliki nilai sejarah dan falsafah,”kata Irwan sebagai perwakilan kementrian kebudayaan direktorat pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan.
Dengan acara ini, Irwan berpesan mari kita bangun kelestarian budaya kita kususnya dibidang keris karna kita harus bangga dengan karya yang dimiliki bangsa kita.
Pemerintah Indonesia dan berbagai komunitas budaya terus berupaya untuk melestarikan pembuatan dan penggunaan keris melalui pendidikan dan pelatihan bagi pengrajin muda. Dengan begitu, keris tidak hanya dihargai di dalam negeri, tetapi juga diakui dunia sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya.(red)
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)


















