BerandaPemerintahKunjungi Pulau Penyengat, Ibu Selvi Apresiasi Pengembangan Wisata Budaya dan UMKM Lokal

Kunjungi Pulau Penyengat, Ibu Selvi Apresiasi Pengembangan Wisata Budaya dan UMKM Lokal

Pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir berjalan beriringan di Pulau Penyengat. Hal tersebut terlihat saat Ibu Selvi Gibran Rakabuming bersama jajaran Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP) mengunjungi Balai Adat Melayu Indera Perkasa, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (24/07/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ibu Selvi meninjau beragam kuliner tradisional dan kerajinan khas Melayu sekaligus berinteraksi langsung dengan perempuan pelaku UMKM setempat.

Kedatangan Ibu Selvi dan rombongan disambut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rocky Adam. Balai Adat Melayu Indera Perkasa merupakan replika bangunan tradisional Melayu jenis Selasa Jatuh Kembar yang didirikan pada 1985 sebagai balai pertemuan masyarakat. Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, kawasan tersebut turut berfungsi sebagai pusat kebudayaan yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah, artefak, seni, adat istiadat, dan tradisi Melayu.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, Rocky Adam memaparkan sejarah Balai Adat sekaligus penataan kawasan Pulau Penyengat. Ibu Selvi mengapresiasi dukungan infrastruktur yang terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam mendukung pengembangan kawasan bersejarah tersebut.

“Bu Selvi bilang, bagus, terintegrasi sama provinsi sama kota ya,” ujar Rocky Adam menyampaikan respons apresiatif dari Ibu Selvi.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat kawasan cagar budaya nasional. PLT Direktur Pengembangan Kawasan Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Kusumawardhani menjelaskan bahwa dukungan infrastruktur di Pulau Penyengat telah dilakukan sejak 2022 hingga akhir 2025 untuk mendukung pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata dan budaya berskala nasional hingga mancanegara.

“Kementerian PU sudah memberikan dukungan infrastruktur di Pulau Penyengat ini sejak tahun 2022 sampai dengan akhir 2025. Dukungan kami ini all out di Pulau Penyengat karena memang kita melihat potensinya yang luar biasa, bukan hanya untuk Kepri saja, bahkan untuk nasional karena sudah menjadi wisata nasional, bahkan mancanegara,” jelas Kusumawardhani.

Di tengah kawasan bersejarah tersebut, Ibu Selvi bersama Seruni KMP kemudian meninjau potensi ekonomi kreatif masyarakat Pulau Penyengat. Sebanyak 13 produk olahan makanan dari 10 UMKM lokal Kelurahan Penyengat dipamerkan, antara lain kue kepal-kepal, serundeng ikan tamban, roti jala, kole-kole, laksa, lempar, serta minuman Air Dohot. Beragam kerajinan khas juga ditampilkan, mulai dari tanjak, bros, minyak bidara, hingga manik-manik dan gantungan kunci yang memanfaatkan limbah kulit gonggong.

Tidak sekadar melihat produk, Ibu Selvi juga menyaksikan langsung proses pembuatan sejumlah kuliner tradisional. Ia mengamati pembuatan otak-otak yang dibungkus menggunakan daun kelapa hingga atraksi penyajian teh tarik. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi Ibu Selvi untuk mengenal lebih dekat keterampilan dan kreativitas perempuan pelaku UMKM dalam mempertahankan kuliner khas Pulau Penyengat.

Suasana semakin hangat ketika Ibu Selvi berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM dan mengikuti setiap tahapan pembuatan kuliner bersama warga. Setelah menyaksikan proses pembuatannya, Ibu Selvi turut menikmati sajian otak-otak yang masih hangat. Momen tersebut mendapat sambutan antusias dari Siti Wahyu Ningsih, pemilik UMKM kuliner yang mendemonstrasikan pembuatan otak-otak di hadapan Ibu Selvi.

“Ibu Selvi pas datang nanya-nanya, ini [dibungkus] daun apa. Ini daun kelapa, memang di Kepulauan Riau, otak-otaknya, ciri khasnya dibungkus sama daun kelapa. Terus pas dibuka, enak ya, katanya dia [Ibu Selvi], terus minta dibungkus. Perasaannya senang, senang juga pulau kecil dikunjungin banyak orang,” tutur Siti dengan penuh antusias.

Selain meninjau produk UMKM, Ibu Selvi bersama rombongan melihat struktur kompleks Balai Adat Melayu Indera Perkasa dan meninjau Perigi 8 atau Sumur 8 yang berada di area bawah bangunan. Sumur tua tersebut telah dipugar dan hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber air bersih. Meski berada tidak jauh dari kawasan pantai, sumur tersebut memiliki air tawar dengan kualitas yang baik dan menjadi bagian dari warisan sejarah kehidupan masyarakat Pulau Penyengat.

Kunjungan tersebut memperlihatkan keterkaitan erat antara pelestarian warisan budaya dan penguatan ekonomi masyarakat. Kuliner tradisional, kerajinan khas, serta keterampilan perempuan pelaku UMKM tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertahankan identitas dan kearifan lokal Melayu di tengah perkembangan pariwisata.

Melalui kunjungan ke Balai Adat Melayu Indera Perkasa, Ibu Selvi bersama Seruni KMP turut menunjukkan dukungan terhadap pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Penguatan UMKM berbasis budaya diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memastikan warisan kuliner, kerajinan, dan tradisi Melayu tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM