BerandaParlemenDPD RI Dorong Perubahan Paradigma Pembangunan Papua Berbasis Pendidikan Berkualitas

DPD RI Dorong Perubahan Paradigma Pembangunan Papua Berbasis Pendidikan Berkualitas

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., menegaskan bahwa stigma yang selama ini dilekatkan kepada Papua sebagai daerah tertinggal, terbelakang dan termiskin bukan hal yang mutlak.

Menurutnya, label tersebut tidak mencerminkan realitas Papua yang sesungguhnya, karena Tanah Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta sumber daya manusia yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Filep Wamafma dalam pandangannya mengenai pentingnya membangun Papua melalui pendidikan yang berkualitas.

- Advertisement -

“Lebih dari enam dekade Papua menjadi bagian dari RI dan sudah menjalani dua periode Otonomi Khusus, namun stigma soal kemampuan masyarakat Papua ini masih sering muncul. Padahal, Papua punya kekayaan hutan, laut, tambang, dan potensi pangan yang luar biasa. Jadi paradigma pembangunan terhadap Papua sudah semestinya bergeser menuju pendekatan yang menghargai potensi dan kapasitas masyarakat Papua,” ujar Filep dalam keterangan yang diterima Kamis (30/7/2026).

Dalam kesempatan yang sama Ketua Ahli Dosen Papua Barat itu menilai program Papua Cerdas merupakan langkah afirmatif pemerintah yang sangat penting dalam mempercepat pembangunan kualitas SDM. Namun, program ini juga harus memiliki tata kelola pendidikan yang baik, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas guru, serta dukungan anggaran yang tepat sasaran.

“Selain itu, arah pembangunan manusia di Papua harus dinamis dan menargetkan peningkatan dari berbagai indikator seperti kualitas hidup, pengetahuan atau pendidikan dan standar hidup yang layak atau sejahtera. Paradigma ini harus terus berkembang progesif, bukan stagnan,” sambung Filep.

“Jadi anggapan bahwa SDM Papua rendah itu bukan hal yang mutlak, sudah banyak putra-putri Papua telah berhasil menjadi sarjana, magister, doktor, profesor, akademisi, birokrat, profesional, maupun pemimpin di berbagai sektor, termasuk di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, SDM Papua juga siap bersaing di sektor manapun untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata Filep lagi.

Dalam bidang pendidikan dasar, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan belajar yang aman, serta penguatan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Papua, menurutnya, harus mampu menjadi contoh keberhasilan tata kelola pendidikan di Indonesia.

Lebih lanjut, Filep menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada guru dan kepala sekolah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, DPRD, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dunia usaha, hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

“Papua tidak kekurangan orang-orang cerdas. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, kepercayaan, tata kelola yang baik, dan kolaborasi semua pihak. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk membangun harkat, martabat, dan masa depan Papua. Sudah saatnya kita menghentikan stigma dan bersama-sama membangun Papua yang maju, cerdas, dan bermartabat,” tegas Filep Wamafma.

Melalui komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, Ketua Alumni Unhas Papua Barat itu optimistis Papua mampu menjadi daerah yang unggul sekaligus menjadi contoh keberhasilan pendidikan yang berbasis keadilan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM