BerandaPemdaRayakan Kemerdekaan RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Bendera di Bawah Laut Pulau...

Rayakan Kemerdekaan RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Bendera di Bawah Laut Pulau Miang

Mengambil momen sakral peringatan HUT RI ke 81, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan pengibaran bendera merah putih dibawah laut Pulau Miang. Selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan ini, juga untuk promosi wisata Kaltim, khususnya Pulau Miang.

“Bersama-sama Kawan-kawan dari Yekhalis Scuba School dan Pokdarwis Pulau Miang serta rekan Jurnalis Trip, kami berangkat ke Pulau Miang sejauh 335 km dengan lama perjalanan hampir 9 jam, tentu dengan misi dan tujuan yang jelas, plan yang cukup dan strategi yang telah disiapkan,” kata Muhammad Faisal Kepala Dispar Provinsi Kaltim.

- Advertisement -

Upacara digelar pada kedalaman sekitar 10 meter. Kepala Dispar Provinsi Kaltim menjadi inspektur upacara sekaligus membacakan teks Proklamasi dan Pancasila.
Auliansyah bertugas sebagai komandan upacara dan Miftahul Yanuar sebagai ajudan inspektur. Desy Novianti membawa Merah Putih, sementara Muchlis Efendi dan Jarot DM Arizona bertugas mengerek bendera. Penyelam lainnya, Miftahul Raihan, Suyanto Subingat, Suriyatman, Rifki Maulana dan Fajar Nugraha menjadi peserta upacara.

“Setelah selesai upacara kami pawai konvoi menyelam sambil membawa bendera merah putih sebagai ungkapan kegembiraan dan kebanggaan dengan merah putih, dimanapun berada selalu ada dihati,” ungkapnya bangga.

Rencana awal sebenarnya berbeda. Kami ingin pengibaran dilakukan di lokasi kemunculan hiu tutul atau whale shark. Berdasarkan rekaman para penyelam, sekitar enam hingga tujuh hiu tutul pernah terlihat di perairan Pulau Miang.
Namun, kondisi laut tidak memungkinkan. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengubah lokasi penyelaman,

“Rencana awal kita ingin pengibaran bendera bawah laut bersama whale shark dikawasan habitatnya Di Pulau Miang terdeteksi ada enam atau tujuh. Tetapi situasinya tidak memungkinkan, angin kencang sekali dan gelombang tinggi,” kata Faisal.

Sesuai konsep, alternatifnya adalah lokasi kedua di Kawasan Karang Latohan yang memiliki cukup banyak ikan dan pemandangan bawah laut yang bagus. Kedalaman pengibaran juga berubah dari rencana semula 5–10 meter menjadi sekitar 5–8 meter.

“Alhamdulillah sudah berhasil. Kita ingin memperlihatkan keindahan alam bawah laut Pulau Miang,” ujarnya.

Pulau Miang sengaja dipilih agar kawasan tersebut semakin dikenal di luar Kaltim. Peringatan 17 Agustus dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk mengenalkannya.

“Kita ingin promosikan wisata air di Pulau Miang. Cantik, bagus. Kita juga ingin sampaikan bahwa di Pulau Miang ada hiu tutu atau whale shark yang selama ini lebih banyak dikenal di Talisayan,” jelasnya.

Kunjungan wisatawan ke Pulau Miang juga mulai ramai. Pulau tersebut memiliki sekitar 22 homestay dan 20 vila. Informasi yang diterima Faisal dari Pokdarwis dan pemilik penginapan menyebut kamar kerap penuh saat akhir pekan.

“Sekarang weekend penuh terus kamarnya. Bahkan kami saja tidak kebagian Jumat, Sabtu, Minggu ini sehingga harus terpisah menjadi tiga tempat yang agak berjauhan,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM