Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengerahkan Satgas Alat Berat Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk melakukan normalisasi sejumlah sungai dan saluran di Kecamatan Candi dan Tanggulangin. Sebanyak delapan ekskavator dikerahkan sebagai upaya mengantisipasi dan menanggulangi banjir, salah satunya di Saluran Sekunder Kedunguling (Kiri), Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan rilis yang diterima Tim JNR Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Rabu (23/9/2026), Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu fokus perhatian Pemkab Sidoarjo, terutama menjelang musim hujan. Titik-titik sungai yang mengalami pendangkalan menjadi sasaran normalisasi, khususnya di wilayah yang kerap terdampak banjir. “Hari ini saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi,” ucapnya.
Di Desa Durungbanjar, normalisasi dilakukan pada Saluran Sekunder Kedunguling (Kiri) sepanjang 1,5 kilometer. Mimik mengatakan, pengerjaan normalisasi akan terus dipantau untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik. Menurutnya, pendangkalan membuat kapasitas aliran sungai berkurang sehingga berpotensi menyebabkan air meluap.
“Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo. Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga menyoroti limbah industri yang mencemari Saluran Kedunguling di Desa Durungbanjar. Ia meminta Pemerintah Desa Durungbanjar dan Kecamatan Candi segera melayangkan surat teguran kepada pihak yang ditengarai menjadi penyebab pencemaran.
Pemilik usaha industri juga diingatkan agar tidak membuang limbah sembarangan, terutama ke aliran sungai, serta mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “IPAL penting dimiliki industri usaha. Kalau tidak, jadinya seperti ini, meresahkan warga. Sungainya jadi hitam kayak gini. Nanti coba kita cek langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo Suprayitno menyampaikan, dua ekskavator dikerahkan untuk menormalisasi Saluran Sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar. Alat berat lainnya akan diterjunkan ke sejumlah titik di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.
“Sedangkan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Tanggulangin dilakukan di Saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, Saluran Sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir, Saluran Sekunder Gedangrowo Desa Ngaban, serta Afvoer Ketapang Desa Ketapang,” ujarnya.
Selain itu, titik normalisasi di Kecamatan Candi berada di Saluran Afvoer Kedunguling Desa Kedungpeluk, Saluran Afvoer Link II Desa Kedungkendo, dan Saluran Afvoer Link III Desa Klurak.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






