Suarapemerintah.id – Daerah Tulungagung, Jawa Timur kemarin meresmikan inovasi terbaru pelayanan untuk masyarakat yang bernama Pos Digital Astuti.
Aplikasi dalam mesin yang menyerupai gerai ATM ini berfungsi sebagai layanan interaktif masyarakat dengan petugas Polres Tulungagung selama 24 jam.
Sehingga diharapkan warga Tulungagung, Jawa Timur dapat dengan mudah langsung berinteraksi dengan Polri terutama tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) seperti sekarang.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, mengatakan Pos Digital Astuti dan aplikasi Kampung Tangguh, dapat mempermudah komunikasi antara masyarakat dengan polisi.
Dia mencontohkan, masyarakat yang membutuhkan pengawalan jenazah COVID-19 dapat menggunakan aplikasi Kampung Tangguh Semeru. Aplikasi ini dapat diunduh di Plays Store ponsel android. Sehingga, polisi bisa cepat merespon jika ada kejadian di lapangan.
Kampung Tangguh merupakan program yang digagas Fadil. Program ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti yang berada di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
“Kampung Tangguh ini dilengkapi ruang isolasi, ruang pemeriksaan kesehatan, kelengkapan tanggap bencana, lumbung desa, dan hasil produk-produk bank sampah,” ujarnya, pada saat mengunjungi Kampung Tangguh Desa Bolorejo, Minggu (7/6/2020).
Ia menegaskan nantinya inovasi serupa akan dikombinasikan dengan inovasi-inovasi lain dari masing masing Polres di Jawa Timur untuk memudahkan pelayanan masyarakat. “Ini ada Pak Pangdam yang tentu memiliki inovasi-inovasi yang akan kita gabungkan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi disampaikan Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, Khofifah berharap adanya sistem keamanan kampung yang memanfaatkan teknologi digital menjadi keunggulan tersendiri bagi Kampung Tangguh Desa Bolorejo.
Itu sebabnya, Khofifah berharap inovasi yang dilakukan Polres Tulungagung untuk memutus penyebaran Covid-19 juga dapat diaplikasikan di desa lain.
Selain itu, Khofifah juga meminta agar Kampung Tangguh yang sudah terbentuk, termasuk Kampung Tangguh Semeru di Desa Bolorejo, tidak hanya berfungsi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tetapi ke depannya dapat difungsikan dengan cakupan yang lebih luas.
“Jadikanlah Kampung Tangguh Semeru menjadi kampung yang mampu menjaga ketangguhan berbagai lini, mulai dari segi sosial, stabilitas nasional, dan lain lain. Sehingga, guyub rukun dan solidaritasnya harus terus dijaga,” terangnya.





