Beranda blog Halaman 1029

Munafri Arifuddin Usulkan Kolam Retensi Baru untuk Tangani Banjir Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menerima kunjungan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (19/5/2025).

Pertemuan ini dalam rangka mencari solusi jangka panjang untuk permasalahan banjir yang kerap terjadi di beberapa titik rawan Kota Makassar.

Seperti di kawasan Blok 10, Antang Kecamatan Manggala, serta di BTN Kodam 3, Kecamatan Biringkanaya serta di area dalam Kota Jl. AP Pettarani menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Munafri Arifuddin menunjukkan beberapa hasil kajian sementara mengatakan perlunya langkah strategis, termasuk kemungkinan pembangunan kolam retensi baru di pemukiman warga.

Munafri menyebutkan, fokus Pemkot saat ini adalah pada wilayah Sungai Tallo, yang masuk dalam kewenangan kota.

Dimana pembangunan alur air baru yang mengalirkan genangan banjir dari Blok 10 Antang.

Namun, opsi ini menghadapi tantangan besar karena adanya rumah-rumah yang berdiri di atas jalur yang direncanakan.

Apalagi diperlukan biaya yang cukup besar. Diperkirakan mencapai Rp 400 miliar, mengingat harus ada pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur baru.

“Sejak awal kita minta bantuan juga dari tim Unhas untuk menganalisis solusi pola banjir di wilayah ini,” ucap Appi.

“Hasilnya kami padukan dengan data dari BBWS agar dapat menemukan solusi yang tepat dan sesuai kewenangan masing-masing,” sambungnya.

Sebagai alternatif lain, Pemkot juga mengkaji opsi relokasi sekitar 400 rumah yang saat ini berada di zona genangan.

Dengan estimasi biaya relokasi mencapai sekitar Rp1 miliar per rumah, sehingga total anggaran juga diperkirakan sebesar Rp400 miliar.

Opsi ini dinilai memberikan manfaat jangka panjang berupa ruang terbuka yang berfungsi sebagai kolam retensi baru, sekaligus solusi banjir yang lebih permanen.

“Kalau ini tidak segera ditangani, maka wilayah ini akan terus terendam setiap tahun. Kita ingin membahas ini bersama-sama, mana yang bisa lebih dahulu dikerjakan, mana yang perlu disusun dalam rencana jangka menengah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Munafri juga menyoroti pentingnya payung hukum bersama untuk penataan kanal dan saluran kota.

Pembersihan kanal menurutnya tidak bisa hanya sebatas pengerukan sedimen.

Selain itu, penataan kanal juga harus mencakup penertiban bangunan liar di sekitar kanal. Apalagi banyak kanal yang dipasangi atap.

“Dijadikan gang, bahkan menjadi tempat pembuangan sampah. Ini membuat kanal gelap, kumuh, dan menyulitkan pengelolaan. Padahal, sudah ada aturan soal jalur inspeksi,” lanjutnya.

Dengan sinergi antara Pemkot Makassar dan BBWS, diharapkan solusi banjir yang bersifat menyeluruh dapat segera diwujudkan, terutama melalui perencanaan lima tahunan yang realistis dan bertahap.

Ia mengakui bahwa kewenangan Pemkot Makassar terbatas dalam beberapa aspek penanganan banjir, terutama yang bersinggungan dengan wilayah kerja Balai Pompengan.

Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi lintas lembaga dianggap penting untuk menghasilkan solusi yang efektif.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim memberikan solusi dalam hal pencegahan banjir di Kota Makassar.

Menurutnya, pihak BBWS Pompengan Jeneberang terus menekankan pentingnya pengelolaan wilayah sungai secara terpadu, termasuk di dalamnya Wilayah Sungai Pohon yang merupakan gabungan dari sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) strategis.

Mengacu pada Permen PUPR Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai Pohon di Sulawesi Selatan meliputi cakupan kerja pada 21 kabupaten dan 3 kota.

Salah satu proyek strategis yang telah berjalan adalah Bendungan Bili-lili, yang berfungsi ganda sebagai konservasi air dan pengendali banjir.

Air yang tertampung di bendungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai air baku untuk PDAM Makassar.

“Namun, banjir besar yang terjadi pada Februari 2019 menunjukkan bahwa sumber banjir bukan berasal dari Sungai Jeneberang, melainkan dari Sungai Jenelata, yang saat itu belum memiliki pengendalian banjir yang memadai,” ungkapnya.

Proyek ini didanai melalui pinjaman luar negeri dengan target penyelesaian pada tahun 2028. Sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana dan pengurangan risiko banjir di wilayah DAS Jeneberang dan sekitarnya.

Kota Makassar sendiri dipengaruhi oleh dua DAS besar, yaitu DAS Jeneberang dan DAS Tallo. Kedua DAS ini menjadi fokus utama pengelolaan karena beririsan langsung dengan wilayah kota.

Secara total, DAS Jeneberang terdiri atas 58 DAS bagian, termasuk DAS Celah Batu yang juga mencakup wilayah Bone.

Selain bendungan besar, BBWS juga telah membangun dan merencanakan infrastruktur pendukung seperti kolam retensi.

“Beberapa di antaranya termasuk Kolam Regulasi Nipa-nipa, waduk tunggu Pampang, dan Sarana Penanganan Banjir lainnya,” sebutnya.

Namun, tantangan masih banyak, terutama pada area-area resapan air yang telah berubah fungsi seperti kawasan perumahan di Perumnas Antang.

Ia berharap pendekatan ini dapat mendorong sinergi lintas sektor yang kuat dan memastikan setiap wilayah sungai dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir.

“Ini harus kita sinergikan dengan pemerintah daerah. Tidak semua bisa dibangun hanya oleh BBWS,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogya-Provider Tata Kabel FO ke Dalam Tanah Dukung Estetika Kota

Pemerintah Kota Yogyakarta berkolaborasi bersama penyedia infrastruktur pasif telekomunikasi menata jaringan kabel fiber optik (FO) dari udara ke dalam tanah. Penataan untuk keamanan masyarakat dan mendukung estetika Kota Yogyakarta. Penataan kabel FO yang ditanam dalam tanah itu juga menjadi salah satu Quick Wins 100 hari kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta.

Penataan itu secara simbolis dilakukan dengan pemotongan kabel FO di Jalan Kahar Muzakir di depan kampus Universitas Islam Indonesia (UII) oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Hasto naik mobil crane memotong kabel FO didampingi oleh General Manager (GM) Telkom Indonesia Witel Yogya-Jawa Tengah Selatan, Agus Faisal. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan apresiasi piagam penghargaan Wali Kota Yogyakarta kepada sejumlah provider FO atas kontribusi pembangunan sarana prasarana penataan jaringan FO.

“Ini dalam rangka supaya tidak banyak sampah visual. Jadi kita bersih-bersih riil sampah, tapi kita mulai bersih-bersih sampah visual. Baliho-baliho yang tidak penting nggak usah ada, kabel-kabel (FO) yang banyak juga tidak usah ada, di bawah diducting saja,” kata Hasto ditemui usai peresmian Quick Wins pada Diskominfosan Kota Yogyakarta, Senin (19/5/2025).

Menurutnya Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar kota pendidikan harus bisa menjadi contoh. Sebagai kota budaya harus menarik pariwisata. Untuk memenuhi dua hal itu lingkungannya harus bagus, selain bersih juga bebas dari sampah visual. Dia menyebut selama 100 hari kerjanya, penataan kabel fiber optik secara ducting sudah dilakukan sepanjang sekitar 2,1 kilometer. Pihaknya menargetkan selama 5 tahun menjabat Wali Kota Yogyakarta dapat merapikan kabel-kabel FO ke bawah tanah dengan ducting. Prioritas pada ruas jalan kawasan sumbu filosofi.

“Ini untuk menandai bahwa seratus hari kerja ini yang saya maksudkan bahwa kabel-kabel (FO) itu harus ditanam. Tidak harus dengan uang negara terus. Kalau ada mitra-mitra, ini bisa. Ternyata (pemasangan) CCTV juga bisa mitra-mitra,” paparnya.

Hasto bersyukur dan berterima kasih kepada Diskominfosan Kota Yogyakarta dan dinas-dinas terkait karena bisa menyelesaikan program Quick Wins. Ada 4 program strategis Quick Wins pada Diskominfosan yang diresmikan yaitu implementasi data driven-government, sistem informasi pendukung implementasi Satu Kampung Satu Bidan, pemasangan CCTV pemantauan sampah, serta penataan, pengendalian dan pengawasan infrastruktur pasif telekomunikasi.

Sementara itu Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono mengatakan penataan kabel FO ke dalam tanah dengan ducting merupakan wujud kolaboratif antara Pemkot Yogyakarta dengan penyelenggara provider jaringan FO. Sarana prasarana untuk penataan kabel FO ke dalam tanah dibangun provider FO dengan total panjang sekitar 2,1 kilometer. Penataan pada segmen Jalan Kahar Muzakir, Jenderal Sudirman, Cik Di Tiro, C Simanjuntak, Kyai Mojo, Jalan Pasar Kembang dan Jlagran Lor. Trihastono menyatakan penataan kabel FO itu dapat dikatakan tanpa dana APBD.

“Yang menarik adalah ada utilitas-utilitas bawah tanah yang kemudian karena perkembangannya sudah tidak memadai dan tidak digunakan karena dibangun baru, ternyata bisa digunakan untuk menata kabel. Bagaimana kita membuat nilai entitas utilitas yang tidak tidak terpakai. Ada tambahan pengamanan pipa untuk menempatkan kabel FO dan manhole itu dibangun oleh teman-teman penyelenggara (provider FO),” terang Trihastono.

Salah satu provider FO yang berkontribusi dalam penataan kabel FO, General Manager Telkom Indonesia, Witel Yogya-Jawa Tengah Selatan, Agus Faisal menyampaikan PT Telkom Indonesia sebagai BUMN mendukung penuh penataan jaringan kabel FO yang dilakukan Pemkot Yogyakarta. Menurutnya penataan kabel FO ke bawah tanah sejalan dengan rencana perusahaan untuk menurunkan dan memperbaiki kualitas jaringan, sehingga tidak ada masalah dari biaya dan bagian dari investasi.

Sejumlah provider kabel FO yang berkontribusi dalam penataan kabel FO ke dalam tanah mendapatkan apresiasi piagam penghargaan dari Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
“Ketika itu ada kolaborasi dengan pemerintah daerah pasti kami yakin akan jauh lebih baik hasilnya dan lebih mudah dalam pelaksanaanya. Kami secara umum dan khusus melakukan dukungan sepenuhnya untuk suksesnya penataan jaringan untuk keindahan tata kota dan keamanan masyarakat, dan kenyamanan pelayanan,” pungkas Agus.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Ombudsman RI menegaskan komitmennya dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyampaikan bahwa pengawasan ini dilakukan dalam rangka pencegahan maladministrasi yang nantinya akan menghasilkan sejumlah saran perbaikan bagi pemerintah.

“Ombudsman akan melaksanakan uji petik di 34 titik di tingkat provinsi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pelaksanaan MBG,” terangnya dalam Konferensi Pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2025).

Menurut Yeka, pengawasan ini diperlukan karena Ombudsman menemukan sejumlah persoalan krusial selama periode Januari hingga April, khususnya terkait transparansi, akuntabilitas, dan kesiapan anggaran. “Ombudsman melihat program ini (MBG) belum sepenuhnya didukung oleh kebijakan anggaran dan SOP yang memadai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti proses verifikasi yayasan dan dapur penyedia makanan MBG. Ombudsman mendorong Kementerian Hukum untuk menyederhanakan proses legalisasi yayasan, terutama yang telah siap dengan infrastruktur dapur, agar program berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Dalam aspek kualitas, Ombudsman meminta agar seluruh satuan pelayanan dapur menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat guna mencegah insiden seperti keracunan makanan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala BGN, sejumlah pembenahan telah dilakukan pada dua minggu terakhir.

Yeka menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi, saat ini BGN menargetkan 30.000 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG), yang terdiri dari 2.000 SPPG bersumber dari APBN dan 28.000 SPPG dari mitra. Saat ini sebanyak 1.300 SPPG telah beroperasi. Ombudsman juga merekomendasikan penambahan personel verifikasi agar target pemenuhan SPPG dapat tercapai sesuai jadwal.

Ombudsman mengapresiasi adanya mekanisme pembiayaan dengan sistemat cost yang berlaku mulai Mei ini. Sistem pembiayaan program MBG dilakukan dengan skema uang muka untuk 10 hari pertama, yang kemudian dapat diajukan kembali untuk pembiayaan 10 hari berikutnya.

Menanggapi adanya kejadian luar biasa (KLB) akibat keracunan makanan MBG di beberapa wilayah, Yeka menegaskan bahwa korban harus segera mendapatkan penanganan medis dan pemerintah wajib bertanggung jawab. “Program ini merupakan program pemerintah dan menggunakan APBN. Pemerintah tidak boleh abai terhadap dampak langsung yang terjadi di lapangan,” tegasnya. Sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI akan terus memantau dan memberikan saran perbaikan terhadap pelaksanaan MBG.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyambut baik pengawasan yang dilakukan Ombudsman. “Kami terbuka untuk diawasi kapan pun. Kami berharap pengawasan dilakukan secara harian, terutama dalam aspek penggunaan anggaran dan kualitas makanan,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wagub Sani Hadiri IPA Convex ke-49, Dorong Investasi Migas Nasional

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani, mewakili Gubernur Jambi Al Haris, menghadiri ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (Convex) ke-49 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, pada Rabu (21/5/25).

Kegiatan di sektor minyak dan gas bumi ini dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

IPA Convex merupakan acara tahunan terbesar di industri migas Indonesia, yang mempertemukan para pelaku industri, pemangku kebijakan, dan investor dari berbagai negara.

Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama, memperluas jaringan, serta mendorong inovasi dan investasi di sektor energi.

Wagub Sani menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Provinsi Jambi dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan nasional dalam sektor energi.

“Kami siap mendorong potensi daerah untuk ikut ambil bagian dalam pengembangan energi nasional, khususnya di sektor migas,” ujar Wagub Sani.

Momentum Convex 2025 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah industri migas global, sekaligus membuka peluang baru bagi daerah seperti Jambi untuk berkontribusi dalam pembangunan energi berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Buktikan Negara Tak Akan Kalah, BNN Bongkar Peredaran 25 Kg Sabu

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025, BNN bongkar peredaran gelap sabu seberat kurang lebih 25 Kg di Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat. Dalam pengungkapan tersebut dua orang pria berinisial Z dan Y turut diamankan.

Kepala BNN RI Marthinus Hukom yang terjun langsung meninjau tempat kejadian perkara (TKP), menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan pesan keras kepada para bandar dan pengedar narkoba di tanah air.

“Ini pesan keras bagi para bandar dan pengedar bahwa negara tidak akan kalah, negara hadir dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan peredaran gelap narkoba,” tegas Kepala BNN RI.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait akan adanya peredaran narkotika di daerah, Ancol, Jakarta Utara. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap sebuah sebuah mobil yang diduga membawa narkotika di bundaran Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, sekira pukul 16.30 WIB.

Dalam penggeledahan tersebut sebanyak 3 plastik berisi 17 bungkus narkotika jenis sabu berhasil diamankan dari mobil yang dibawa oleh tersangka Z dan Y. Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah tersangka Y yang diketahui seorang mantan anggota TNI, di daerah Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka, petugas kembali menemukan barang bukti sabu sejumlah 13 bungkus. Kini seluruh barang bukti sabu dengan total berat kurang lebih 25 Kg dan kedua tersangka telah diamankan petugas BNN guna proses penyidikan lebih lanjut.

Viral Grup ‘Fantasi Sedarah’, Polri Tangkap 6 Pelaku di Jawa dan Sumatera

Direktror Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 6 pelaku terkait keberadaan grup Facebook (FB) ‘Fantasi Sedarah dan Suka Duka’. Mereka ditangkap di Pulau Jawa dan Sumatera.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan keenam pelaku punya peran berbeda di dalam group FB tersebut. Ada yang berperan sebagai admin, hingga mengunggah foto-foto anak di bawah umur.

“Peran para pelaku adalah sebagai admin grup dan member aktif yang telah mengunggah foto dan video seksual perempuan dan anak di bawah umur,” ujar Brigjen Trunoyudo, Selasa (20/5/2025).

Truno menyebut sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari tangan pelaku mulai dari komputer hingga dokumen foto dan video anak dibawah umur.

“Bersama para pelaku turut diamankan berbagai barang bukti antara lain komputer, handphone, sim card, dokumen video dan foto serta barang bukti lainnya,” kata Brigjen Truno.

Grup Fantasi Sedarah dan Suka Duka yang memiliki ribuan member ini viral di media sosial. Sejumlah netizen geram dan meminta polisi untuk segera menangkap para pelaku. Group ini dinilai kelewatan karena mengeksploitasi anak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Selidiki Grup Incest di FB, Ribuan Anggota dan Unggahan Pornografi Anak Ditemukan

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bersama Direktorat Siber Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap sejumlah grup di platform media sosial Facebook yang memuat konten penyimpangan seksual, termasuk hubungan sedarah (incest), yang saat ini ramai menjadi perhatian publik.

Beberapa grup yang disorot di antaranya bernama Grup Fantasi Sedarah dan Grup Suka Duka, yang diketahui memiliki ribuan anggota aktif. Dalam hasil pemantauan awal, ditemukan adanya unggahan bermuatan pornografi anak dan perempuan, yang jelas melanggar hukum dan norma kesusilaan.

Pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi profil beberapa pelaku yang terlibat aktif di grup tersebut, dan saat ini sedang dilakukan proses pengejaran di sejumlah lokasi.

“Kami sedang melakukan upaya penegakan hukum secara maksimal. Profil pelaku sudah kami identifikasi dan tim kami sedang melakukan pengejaran. Kami juga berkomitmen untuk terus menelusuri dan menindak grup-grup serupa di berbagai platform media sosial,” tegas Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, saat dikonfirmasi, Selasa (20/5).

Lebih lanjut, Kombes Pol. Erdi menegaskan bahwa Polri tidak akan mentolerir segala bentuk penyebaran konten seksual menyimpang, terlebih yang melibatkan anak di bawah umur. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan temuan atau aktivitas mencurigakan di dunia maya.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ruang digital yang sehat dan aman, serta melaporkan bila menemukan konten-konten yang menyimpang dan berpotensi melanggar hukum,” tambahnya.

Polri menyatakan komitmennya untuk terus melakukan patroli siber secara masif dan konsisten guna menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan bermartabat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Indonesia dan Swiss Komitmen Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan dan Investasi

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, di Kementerian Luar Negeri RI pada hari Selasa (20/5). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah peningkatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi keunggulan Swiss, yaitu pendidikan vokasi, riset, serta pengembangan koperasi.

Kedua negara juga sepakat untuk memaksimalkan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan skema Indonesia-EFTA CEPA, dengan Swiss sebagai mitra negara EFTA terbesar bagi Indonesia.

Menlu RI dan Duta Besar Swiss menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal Indonesia-Swiss juga menjadi payung hukum yang bermanfaat untuk meningkatkan kVerja sama investasi Swiss di Indonesia.

Total nilai perdagangan Indonesia dan Swiss pada tahun 2024 mencapai sekitar USD 2,3 miliar, dengan komoditas utama ekspor Indonesia meliputi perhiasan, logam mulia, dan alas kaki.

Sementara itu, Swiss dikenal sebagai salah satu investor Eropa terkemuka di Indonesia, khususnya di sektor industri farmasi dan industri makanan. Kedua negara terus berupaya memperluas peluang ekonomi melalui berbagai mekanisme kerja sama yang dimiliki.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Panggil Kepala Danantara: Bahas Investasi Strategis dan Tata Kelola BUMN

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait arah investasi BUMN ke depan serta penguatan tata kelola dalam proyek-proyek nasional.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Rosan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh investasi yang dilakukan Danantara dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang baik. Prinsip ini diharapkan dapat diterapkan pada seluruh investasi yang dilakukan mulai dari sektor hilirisasi hingga energi bersih.

“Jadi memang penekanan di tata kelola, di transparansi, keterbukaan, dan juga akuntabilitas. Dan juga ditekankan agar BUMN ini menjadi lebih baik, dan menjadi penggerak, terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan. Tadi itu yang disampaikan oleh beliau,” ujarnya.

Rosan menambahkan, Danantara akan menempatkan tim-tim ahli serta membuka ruang bagi keterlibatan para pakar di berbagai bidang untuk memastikan investasi berjalan secara profesional dan berdampak nyata.

“Karena kita juga harus mempunyai pertanggungjawaban dari dana yang kita keluarkan, diharapkan juga kita, kita sampaikan, kita akan menaruh tim-tim yang kuat, dan terbuka juga untuk menaruh expert-expert yang dibutuhkan, agar ke depannya juga menjadi, dari segi governance-nya, dari segi tata kelolanya juga menjadi lebih baik,” tambahnya.

Terkait portofolio proyek Danantara, Rosan menyebutkan bahwa beberapa proyek strategis telah melalui proses due diligence yang komprehensif dan kini memasuki tahap finalisasi. Ia memastikan bahwa seluruh proses telah memenuhi aspek finansial, legal, administrasi, dan teknologi.

“Kita juga akan terbuka kepada publik investasinya apa saja yang kita lakukan. Karena buat kita yang paling penting juga prosesnya ini kita sudah lakukan secara benar, secara komprehensif dan sesuai dengan aturan yang ada,” ungkap Rosan.

Dalam pertemuan yang digelar terbatas tersebut, turut hadir yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Fokus Tingkatkan Lifting Migas Nasional Lewat Kerja Sama K3S

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025. Agenda pertemuan kali ini membahas isu strategis sektor energi nasional, khususnya terkait peningkatan produksi minyak dan gas bumi (lifting migas) serta percepatan program hilirisasi industri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap agenda peningkatan lifting migas nasional. Salah satunya adalah melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S).
“Besok itu adalah ada acara besar yang dihadiri oleh 46 negara tentang kontraktor K3S dalam rangka meningkatkan lifting,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.
Selain isu lifting, pembahasan dalam rapat juga menyoroti percepatan hilirisasi yang telah menjadi prioritas pemerintah. Bahlil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan untuk segera memulai implementasi proyek-proyek hilirisasi strategis.
“Kami juga diskusi tentang bagaimana percepatan hilirisasi dan sekaligus untuk meningkatkan lifting. Nah, dalam waktu dekat, nanti setelah kita laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden sudah berencana untuk dari sekian proyek hilirisasi itu sudah harus ada yang dilakukan  untuk diimplementasikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan fokus hilirisasi pemerintah mencakup sektor nikel sebagai bahan baku utama ekosistem baterai kendaraan listrik, serta pengembangan proyek DME (dimethyl ether) untuk substitusi energi.
“Kita akan melakukan hilirisasi di bidang nikel ya, untuk membangun ekosistem baterai mobil. Kemudian membangun bahan baku baterai mobil. Selain itu kita akan membangun DME,” pungkas Menteri ESDM.
Pertemuan ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengakselerasi transformasi industri dan ketahanan energi nasional sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi jangka panjang.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Invetasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News