Beranda blog Halaman 1032

Pemkab Indramayu Sinergi Kembangkan Kawasan Rebana sebagai Jantung Investasi Nasional

Pemkab Indramayu menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Rebana. Hal ini disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai menghadiri detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Senin (19/5/2025).

Sebagai bagian integral dari Kawasan Rebana yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, Pemkab Indramayu terus melakukan pembenahan dari berbagai aspek untuk meningkatkan daya saing daerah dan menarik investasi. Dalam mendukung rencana tersebut, Pemkab telah menetapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare melalui Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu Tahun 2024–2044.

“Dari luas KPI tersebut, sekitar 3.340 hektare sudah dimanfaatkan, dan masih tersedia 10.770 hektare lahan siap investasi. Ini adalah langkah nyata dalam menyambut geliat industrialisasi dan hilirisasi yang akan datang,” ujar Bupati Lucky.

Indramayu juga memiliki potensi strategis di sektor energi, khususnya dengan keberadaan Kilang Minyak Balongan yang berperan penting dalam mendukung industrialisasi di kawasan Rebana. Selain sebagai penyedia energi, Balongan juga menjadi pusat industri petrokimia dan simpul logistik yang potensial.

Tidak hanya itu, sektor pertanian juga tetap menjadi perhatian. Indramayu merupakan daerah dengan lahan pertanian yang luas, termasuk Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dengan demikian, Pemkab mendorong sinergi antara industrialisasi dan ketahanan pangan serta energi secara berkelanjutan.

Dalam rangka membangun generasi unggul dan berdaya saing, Pemkab Indramayu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Indramayu Belajar, Indramayu Sehat, serta pelatihan keterampilan dan kompetensi kerja.

Sementara dari sisi infrastruktur, pembangunan jalan Tol Indramayu–Kertajati (Indrajati) menjadi prioritas untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Tol ini akan membuka akses dari wilayah pesisir ke Bandara Kertajati dan kawasan industri di Rebana, sehingga menekan biaya logistik dan mempercepat arus barang dan tenaga kerja,” tambah Bupati.

Saat ini, berbagai kawasan industri tengah dikembangkan di Indramayu, seperti Kawasan Industri Losarang, pengembangan kawasan petrokimia Balongan, serta industri manufaktur sepatu di Krangkeng. Namun, belum optimalnya konektivitas ke Tol Cipali menjadi tantangan yang sedang diatasi melalui rencana tol baru tersebut.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara tersebut menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia di Jawa Barat, mengingat 64 persen dari 50 juta penduduknya berada dalam usia produktif. Tito mendorong peningkatan pendidikan vokasi dan optimalisasi anggaran pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan pelestarian kawasan hijau. Menurutnya, ruang terbuka hijau tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kunjungan masyarakat yang berdampak pada ekonomi lokal.

Detikcom Regional Summit 2025 menjadi forum strategis dalam mempertemukan para pengambil kebijakan, investor, dan pemangku kepentingan di wilayah Rebana. Acara ini menghadirkan berbagai narasumber nasional, termasuk Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Dedi Latip, serta tujuh kepala daerah dari kawasan Rebana.

Melalui forum ini, Bupati Lucky Hakim menegaskan kembali tekadnya untuk menjadikan Indramayu sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan Rebana. Dengan dukungan kebijakan, potensi strategis, dan sinergi lintas sektor, Indramayu siap menjadi destinasi investasi unggulan di Jawa Barat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Harkitnas 2025: Refleksi Semangat Persatuan dan Kedaulatan Digital

Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-117 tingkat kabupaten di halaman Pendopo Indramayu pada Selasa pagi (20/5/25).

‎Dipimpin langsung oleh Bupati Indramayu, yang diwakili oleh Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jajang Sudrajat, selaku Inspektur Upacara.

‎Dalam kesempatan ini, Asda Jajang Sudrajat menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang mengangkat tema “Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak, dan Berkelanjutan”.

‎Sambutan Menteri Meutya menegaskan, Harkitnas bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk merefleksikan semangat persatuan dan kesadaran kolektif dalam menjawab tantangan zaman.

‎”Tepat pada tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali salah satu halaman penting dalam sejarah perjuangan bangsa—halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian untuk menolak terus dijajah,” ujarnya.

‎Ditekankan pula, kebangkitan nasional adalah proses yang terus berlangsung, sejalan dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini seperti disrupsi teknologi, krisis pangan global, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital.

‎Menteri Meutya juga mengapresiasi langkah-langkah strategis yang diambil oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam 150 hari pertama masa kepemimpinan mereka. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak, pemeriksaan kesehatan gratis, pembentukan Danantara Investment Agency, dan pembangunan pusat vokasi digital serta AI Centre of Excellence di Papua merupakan bukti nyata komitmen negara dalam mendorong kebangkitan dari akar masyarakat.

‎Tak hanya itu, upaya perlindungan anak di ruang digital juga menjadi prioritas, melalui penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola nya dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS).

‎Di akhir sambutannya, Menteri Meutya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebangkitan ini dengan keteguhan hati dan komitmen yang berkelanjutan.

‎”Kebangkitan yang paling kuat adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” tutupnya.

‎Upacara ini menjadi wujud penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus komitmen untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih adil, berdaulat, dan beradab bagi seluruh rakyat Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Pramono Resmikan Kantin Sehat di Tiga Sekolah Jakarta, Ini Tujuannya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaksanakan program revitalisasi Kantin Sehat Jakarta Cerdas Berkelanjutan di tiga sekolah, yakni SMKN 57 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, dan SMAN Unggulan M.H. Thamrin. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung sekaligus meresmikan secara simbolis revitalisasi Kantin Sehat di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/5). Ia mendorong agar program revitalisasi ini diperluas ke seluruh sekolah di Jakarta untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif.

“Pada siang hari ini, saya bisa meresmikan langsung revitalisasi Kantin Sehat yang secara simbolis dilakukan di SMKN 57 Jakarta. Saya merasa senang melihat fasilitas Kantin Sehat ini yang sangat bagus, dan gizi siswa dapat tercukupi,” ujar Gubernur Pramono.

Ia menambahkan, kehadiran Kantin Sehat tak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tapi juga membawa misi yang lebih luas di bidang pendidikan, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Saya menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan perbaikan kantin di seluruh sekolah di Jakarta, supaya anak-anak yang ingin makan atau jajan tidak perlu lagi keluar sekolah. Kebutuhan mereka dapat dipenuhi di kantin sekolah. Semoga ini dapat menambah semangat anak-anak kita untuk belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta,” ujarnya.

Pelaksanaan revitalisasi Kantin Sehat didasarkan pada tiga pilar utama. Pertama, mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan penggunaan bahan baku lokal, seperti hasil panen dari kebun sekolah dan komunitas, serta pembelajaran langsung tentang urban farming bagi siswa.

Kedua, menjadikan Kantin Sehat sebagai pusat pembelajaran terpadu, di mana setiap kantin akan didampingi oleh tim ahli gizi dan chef profesional untuk memberikan pelatihan penyusunan menu bergizi hingga pengelolaan limbah makanan (food waste management).

Ketiga, mentransformasi desain kantin menjadi ruang sosial yang ramah lingkungan, di mana setiap kantin juga dapat menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bagi siswa, dengan mengusung konsep terbuka, inklusif, dan hijau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan, pengembangan Kantin Sehat di tiga sekolah mengusung konsep sesuai dengan kearifan lokal masing-masing. Untuk SMKN 57 Jakarta dan SMAN Unggulan M.H. Thamrin, Kantin Sehat dirancang sebagai ruang terbuka (open space). Sementara itu, Kantin Sehat di SMKN 63 Jakarta didesain ramah lingkungan dengan mengintegrasikan vertical garden sederhana sebagai cerminan sekolah pertanian.

“Kantin Sehat Jakarta Cerdas Berkelanjutan hadir di sekolah-sekolah Jakarta sebagai bagian integral dari upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan seluruh komunitas sekolah,” ungkap Nahdiana.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang telah merealisasikan program revitalisasi Kantin Sehat di sekolah-sekolah. Ia berharap program ini dapat terus diperluas sehingga kebutuhan gizi peserta didik dapat tercukupi melalui makanan sehat.

“Mudah-mudahan kualitas makanan yang didapatkan anak-anak bisa menjadikan mereka pemimpin yang baik dan sehat demi masa depan Jakarta yang lebih baik,” tandas Wibi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mbak Wali Ingatkan Para ASN Pemerintah Kota Kediri Untuk Bekerja Lebih Cepat dan Responsif

Apel Pagi di Halaman Balaikota Kediri langsung dipimpin oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Senin (19/5). Ada beberapa hal yang ditekankan oleh Mbak Wali, agar para ASN ini lebih semangat dalam melakukan pekerjaan sebagai ASN Pemerintah Kota Kediri.
“Saya mengapresiasi atas kehadiran bapak ibu ASN yang telah konsisten untuk mengikuti apel pada pagi hari ini. Menurut saya, apel pagi ini merupakan wujud integritas kita sebagai ASN, selain itu bukan sekedar formalitas saja melainkan ini juga bisa meningkatkan kesolidan kita dalam bekerja apalagi untuk Kota Kediri,” terang Mbak Wali.
Lebih lanjut, Wali Kota termuda se-Indonesia ini juga menekankan bahwa berdasarkan laporan kehadiran yang disampaikan oleh Kepala OPD yang juga sebagai pemimpin barisan, masih ada pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan. Maka dari itu, Kepala OPD wajib mengingatkan.
“Karena apel pagi ini sebagai salah satu media untuk menyampaikan informasi, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat komitmen sebagai ASN yang punya tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.
Apalagi di era sekarang, Mbak Wali menambahkan bahwa sebagai ASN dituntut untuk bekerja lebih cepat dan responsif. Oleh karena itu, para ASN harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri, dengan terus belajar dan berinovasi agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bisa melakukan yang terbaik sehingga masyarakat juga puas.
Selain itu, sebagai ASN tidak hanya dituntut untuk datang ke kantor secara fisik, namun juga ditutut untuk hadir secara hati dan pikiran. “Kita harus tahu pekerjaan kita, dan harus paham. Kita bekerja harus gesit, adaptif selain itu kita juga bisa melihat permasalahan yang ada di masyarakat dan memberikan solusi secara konkrit,” tutupnya.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, serta pegawai di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Kediri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Instruksi Presiden Soal Kopdeskel, HD Langsung Gerak Cepat Akan Kumpulkan Kepala Daerah

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025.

Rakor dilaksanakan secara luring dari Sasana Bhakti Praja Kemendagri, dan diikuti para Kepala Daerah se-Indonesia. Gubernur Sumsel H Herman Deru hadir secara daring di Sumsel Command Center, Senin, (19/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 9 Tahun 2025 telah diterbitkan terkait percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa dirinya ditunjuk sebagai ketua satuan tugas (satgas) percepatan pembentukan koperasi tersebut di tingkat provinsi Sumsel.

“Sebagai ketua satgas, langkah teknis yang akan kita lakukan adalah mengumpulkan para Kepala Desa, Lurah, Camat, serta Bupati/Walikotanya se-Sumsel pada tanggal 27 Mei mendatang. Namun, secara prinsip, pembentukan koperasi ini sudah berjalan dengan capaian 61 persen,” ujar Gubernur Herman Deru.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI ini menghadirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 27 Maret 2025.

Inpres ini bertujuan untuk mengambil langkah-langkah komprehensif, terkoordinasi, dan terintegrasi dalam rangka optimalisasi dan percepatan pembentukan, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota diminta untuk memfasilitasi pembentukan koperasi ini, memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dan desa, menyelaraskan program dalam dokumen perencanaan daerah, serta mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukungnya, ” Ujarnya.

Selain itu, Kemendagri akan melakukan sosialisasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan ini.

“Larangan dan sanksi bagi kepala desa yang tidak melaksanakan arahan terkait pembentukan koperasi ini. Gubernur dan pemerintah pusat akan memberikan teguran kepada Bupati/Wali Kota jika tidak ada tindakan, dan bahkan dapat dilakukan eksekusi terhadap Bupati/Wali Kota yang memiliki desa bermasalah,” tegasnya.

Tito Karnavian juga mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam mendukung percepatan pembentukan koperasi ini, yang telah diatur dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 500. Beliau juga meminta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dilibatkan secara aktif.

Mendagri menekankan bahwa penguatan ekonomi desa sangat penting untuk mencegah urbanisasi yang berpotensi meningkatkan angka pengangguran. “Pak Presiden membentuk Koperasi Desa ini, mohon para kepala daerah kumpulkan camat-camat dan kades-kades diberikan pengarahan untuk mendorong pembentukan koperasi desa. Berikan timeline sebelum 31 Juni sudah membentuk atau sudah memperkuat yang sudah ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Mei 2025, yang menunjukkan bahwa pada April 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Selatan sebesar 2,74 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,31.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Muara Enim sebesar 4,04 persen (IHK 111,43) dan terendah di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,22 persen (IHK 107,52). Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Sumsel pada April 2025 sebesar 1,39 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,15 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota dan DPRD Cimahi Bahas LKPJ 2024, Fokus Evaluasi dan Peningkatan Kinerja

Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Cimahi terkait penyampaian catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024. Catatan tersebut sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk peningkatan kinerja Pemkot Cimahi.

Kegiatan rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiyatmoko.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPRD Kota Cimahi yang telah mengkaji dan menganalisis LKPJ Pemerintah Kota Cimahi Tahun Anggaran 2024. “LKPJ merupakan bagian dari penjabaran visi-misi dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Cimahi Tahun 2023–2026. Dalam penetapan belanja daerah Kota Cimahi dilandasi kepada aturan yang mengacu kepada arah dan kebijakan umum serta strategis prioritas Pembangunan Kota Cimahi tahun 2024,” ujarnya.

Meski pada tahun anggaran 2024 belum menjabat sebagai Wali Kota Cimahi, namun Ngatiyana memastikan penetapan pendapatan dan belanja daerah Pemkot Cimahi berpedoman pada Permendagri Nomor 15 Tahun 2023 tentang penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024.

Selain itu, kinerja tahun anggaran 2024 juga merupakan bagian dari sinergitas Pemkot Cimahi-DPRD Kota Cimahi. “Tentunya apa yang kita capai di tahun 2024 merupakan hasil kerjasama semua pihak termasuk didalamnya sinergitas eksekutif dan legislatif dalam mendukung program pembangunan,” ungkapnya.

Kesinambungan pembangunan yang terjadi di Kota Cimahi, lanjut dia, diharapkan dapat menjadi modal dan spirit bagi seluruh perangkat daerah yang ada bersama masyatakat dalam membangun Kota Cimahi ke arah yang lebih baik.

“Pada hakekatnya, perlu dipahami bahwa LKPJ merupakan bahan evaluasi terhadap kinerja eksekutif. Atas dasar itu, catatan strategis yang kami terima akan jadi acuan bagi eksekutif dalam rangka perbaikan di masa masa akan datang,” tuturnya.

Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menyampaikan, catatan strategis LKPJ merupakan bentuk evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran 2024. “Sekaligus menjadi bahan rekomendasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

DPRD berharap LKPJ menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih baik oleh Pemkot Cimahi. “Perencanaan pembangunan Kota Cimahi diharapkan dapat lebih efektif, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Ajak Bangkit Bersama di Harkitnas ke-117, Lawan Tantangan Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama menghadapi tantangan global yang kompleks, mulai dari gejolak ekonomi hingga perubahan iklim. Seruan ini disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (20/5).

Mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya kebangkitan kolektif yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan bertujuan menciptakan keadilan serta kesejahteraan bersama.

“Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Jawa Timur harus menjadi contoh kebangkitan yang kokoh, tumbuh dari semangat gotong royong dan kesadaran kolektif,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah menegaskan bahwa berbagai program strategis Pemprov Jatim terus diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat. Fokus utamanya mencakup pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Dari Jawa Timur, kita tunjukkan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci melewati masa-masa sulit dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Upacara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Pakta Integritas antara Pemprov Jatim dan 14 RSUD milik provinsi dalam upaya membangun sistem pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Khofifah, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Erwin, serta para direktur rumah sakit.

“Ini adalah wujud kebangkitan tata kelola yang merefleksikan komitmen membangun sistem layanan kesehatan yang profesional dan bebas dari praktik korupsi,” tegas Khofifah.

Langkah ini juga menjadi bagian dari implementasi program Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK, yang menilai dan mendorong kinerja pencegahan korupsi di daerah. Enam poin utama dalam pakta integritas tersebut mencakup komitmen antikorupsi, transparansi, objektivitas, dan kesiapan menerima sanksi bila terjadi pelanggaran.

Sebagai bagian dari peringatan Harkitnas, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada lima kabupaten/kota serta lima sekretariat DPRD terbaik dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi.

Menutup rangkaian acara, Gubernur Khofifah menyampaikan optimisme bahwa masyarakat Jawa Timur dengan segala keragamannya akan terus mampu menjaga harmoni sosial tanpa konflik horizontal.

“Jangan pernah kehilangan semangat dan harapan. Dari semangat individu yang menyala, akan lahir kekuatan kolektif untuk membawa perubahan menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jaga Kesehatan Jemaah, Kemenkes Imbau Konsumsi Makanan Sesuai Jadwal Saji

Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan di kalangan jemaah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengimbau seluruh jemaah agar mengonsumsi makanan kotak saji sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Sanitarian KKHI Makkah, Dedy Kurniawan, SKM, MKM, menyampaikan bahwa imbauan ini penting untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, terdapat jeda waktu sekitar 4–6 jam sejak proses pengolahan hingga makanan sampai ke tangan jemaah.

“Kami mengimbau dengan sangat agar para jemaah dapat mematuhi jadwal konsumsi makanan yang tertera pada kotak saji,” ujar Dedy saat melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di pemondokan jemaah sektor 6 Daerah Kerja Makkah, 15 Mei 2025.

Makanan yang dibagikan kepada jemaah, lanjut Dedy, telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Namun jika dikonsumsi melebihi waktu yang disarankan, potensi kerusakan dan kontaminasi dapat meningkat.

“Di kotak saji tertera makan pagi sebaiknya dikonsumsi maksimal pukul 09.00 WAS, makan siang hingga pukul 16.00 WAS, dan makan malam maksimal pukul 21.00 WAS,” jelasnya.

Selain mematuhi waktu konsumsi, jemaah juga diingatkan untuk memeriksa kondisi makanan sebelum disantap. Bila terdapat perubahan warna, aroma tidak sedap, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, jemaah diminta untuk tidak mengonsumsinya dan segera melapor kepada petugas kesehatan.

“Kesehatan jemaah adalah prioritas kami. Dengan kerja sama dan kesadaran dari seluruh jemaah untuk mematuhi imbauan ini, kita dapat meminimalkan risiko terjadinya keracunan makanan dan memastikan ibadah haji berjalan lancar dan sehat,” tegas Dedy.

Petugas haji juga diminta untuk terus mengedukasi jemaah tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, termasuk dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Langkah preventif ini diharapkan dapat membantu seluruh jemaah menjalani ibadah dalam kondisi sehat dan prima.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementan Kembangkan Lokasi Baru di Subang untuk Tingkatkan Produksi Bibit Ternak Unggul

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang memperluas peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan dilakukan dengan membuka lokasi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, guna memperkuat produksi benih ternak unggul dan layanan inseminasi buatan bagi peternak rakyat.

Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, menjelaskan bahwa lokasi baru tersebut mencakup lahan seluas 80 hektar yang terbagi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Parung seluas 38 hektar dan Kelurahan Dangdeur seluas 42 hektar. Lahan tersebut merupakan aset pindah kelola dari Badan Perakitan dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian.

“Pengembangan ini merupakan bentuk komitmen BIB Lembang dalam menjawab kebutuhan nasional akan bibit unggul serta memperluas layanan inseminasi buatan yang menjangkau peternak rakyat di berbagai daerah,” kata Gun Gun di Kantor BIB Lembang, Senin (19/5/2025).

Langkah relokasi ini didasari oleh keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan di Lembang yang tidak lagi memungkinkan untuk pengembangan fasilitas. Dengan pemanfaatan lahan baru di Subang, BIB Lembang berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi benih ternak secara berkelanjutan, termasuk untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang menjadi prioritas pemerintah.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menegaskan bahwa pengembangan lokasi ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan peternakan nasional, termasuk dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Langkah ini bukan hanya soal perluasan wilayah kerja, tetapi bagian dari upaya serius dalam mewujudkan swasembada protein hewani. Produksi benih unggul menjadi fondasi utama untuk mendukung peningkatan populasi ternak rakyat dan daya saing produk peternakan nasional,” ujar Hary di Jakarta (19/5/2025).

Ia menambahkan, penguatan sektor pembibitan juga berperan penting dalam pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif berbasis pertanian. Selain itu, integrasi dengan program ketahanan pangan, energi, dan air menjadi kunci dalam membangun kemandirian bangsa.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan peternak menjadi modal penting. Kami mendorong BIB Lembang agar menjadi model pusat pembibitan nasional yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan,” kata Hary.

Dengan pengembangan lokasi baru ini, BIB Lembang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan pelayanan inseminasi buatan, penyediaan benih berkualitas, dan penguatan kapasitas peternak lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ibas Tegaskan Bali Harus Tumbuh Berkelanjutan: Pariwisata Jangan Rakus Lahan

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan bahwa Bali harus tetap tumbuh. Potensi pariwisata Bali adalah berkah, tapi bukan model pariwisata yang rakus terhadap lahan, perlu keseimbangan. Adil bagi masyarakat, baik untuk bisnis, adat, lestari bagi lingkungan dan inklusif untuk semua.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro Ketua FPD DPR RI dalam kuliah umum bertajuk “Dari Alam ke Dunia: Keberkahan Bali untuk Masa Depan Bangsa” di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (17/5/2025).

“Kami memahami ketika masa covid Bali sangat terdampak. Hari ini pun kita masih dalam penyesuaian akibat adanya efisiensi anggaran dan penghematan besar,” ungkap Ibas mengawali dengan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pariwisata Indonesia.

“Kita ingin Bali tetap tumbuh. Potensi pariwisata Bali adalah berkah, tapi bukan model pariwisata yang rakus terhadap lahan, perlu keseimbangan. Adil bagi masyarakat, baik untuk bisnis, adat, lestari bagi lingkungan dan inklusif untuk semua.”

Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini kemudian memaparkan 3 aspek yang perlu untuk diperhatikan dalam mewujudkan Bali sebagai simbol potensi masa depan yaitu: National Connectivity, Regional Cycle, dan Global Cycle.

Sebagai Pimpinan MPR RI Ibas, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin pun menekankan konsistensinya untuk terus memperjuangkan agar Bali semakin siap mendunia. “Kami di DPR/MPR RI terus juga memperjuangkan agar ‘Bali and The New Bali’ lebih siap mendunia! Sebagai destinasi yang lebih maju, lestari, ramah untuk semua.”

Oleh karena itu, di akhir sambutannya Ibas yang juga merupakan lulusan S3 IPB University ini meminta seluruh pihak sama-sama mengawal berbagai program dan kebijakan yang dapat mendorong kemajuan dan pertumbuhan Bali.

“Mari kita juga terus kawal program dan kebijakan terkait. Bali bisa menjadi penyumbang multiplier ekonomi bangsa, menjadi pusat kerjasama, green eco culture tourism dan investasi. Bali miliki energi, pangan, dan pesona alam.”

“Bali punya matahari, angin dan ombak. Bisa menjadi pusat energi nasional. Punya lahan pertanian dan budaya lokal yang khas bisa menjadi pusat pangan organik dan budaya berkelas dunia.”

Selain itu, Ibas Wakil Rakyat Dapil Jatim VII ini juga menyoroti intangible asset, seperti tari kecak, legong, barong, termasuk pusat UKM dan ragam kuliner nusantara, hingga pusat kesehatan sebagai destinasi sehat tersenyum bahagia.

“Dari Bali lahir inspirasi dunia. Dari hati Udayana bergeraklah bangsa menuju cahaya!,” tutupnya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, beserta para pimpinan akademik, mengapresiasi kehadiran dan pemaparan Ibas yang sarat dengan semangat dan visi besar untuk kemajuan Bali dan Indonesia “Kami Universitas Udayana sangat bersyukur mendapat kesempatan sebagai tuan rumah menerima Bapak Wakil ketua MPR RI pada hari ini, sekali lagi kami berterima kasih atas nama Universitas Udayana, universitas tertua di Bali.”

Acara ini dihadiri langsung oleh Prof. I Gede Mahardika, Ketua Senat Universitas Udayana; Prof. I Ketut Sudarsana, Rekotor Universitas Udayana; dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pariwisata, serta Fakultas Ilmu Budaya Universutas Udayana Bali.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News