Beranda blog Halaman 1033

Jaga Kesehatan Jemaah, Kemenkes Imbau Konsumsi Makanan Sesuai Jadwal Saji

Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan di kalangan jemaah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengimbau seluruh jemaah agar mengonsumsi makanan kotak saji sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Sanitarian KKHI Makkah, Dedy Kurniawan, SKM, MKM, menyampaikan bahwa imbauan ini penting untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, terdapat jeda waktu sekitar 4–6 jam sejak proses pengolahan hingga makanan sampai ke tangan jemaah.

“Kami mengimbau dengan sangat agar para jemaah dapat mematuhi jadwal konsumsi makanan yang tertera pada kotak saji,” ujar Dedy saat melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di pemondokan jemaah sektor 6 Daerah Kerja Makkah, 15 Mei 2025.

Makanan yang dibagikan kepada jemaah, lanjut Dedy, telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Namun jika dikonsumsi melebihi waktu yang disarankan, potensi kerusakan dan kontaminasi dapat meningkat.

“Di kotak saji tertera makan pagi sebaiknya dikonsumsi maksimal pukul 09.00 WAS, makan siang hingga pukul 16.00 WAS, dan makan malam maksimal pukul 21.00 WAS,” jelasnya.

Selain mematuhi waktu konsumsi, jemaah juga diingatkan untuk memeriksa kondisi makanan sebelum disantap. Bila terdapat perubahan warna, aroma tidak sedap, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, jemaah diminta untuk tidak mengonsumsinya dan segera melapor kepada petugas kesehatan.

“Kesehatan jemaah adalah prioritas kami. Dengan kerja sama dan kesadaran dari seluruh jemaah untuk mematuhi imbauan ini, kita dapat meminimalkan risiko terjadinya keracunan makanan dan memastikan ibadah haji berjalan lancar dan sehat,” tegas Dedy.

Petugas haji juga diminta untuk terus mengedukasi jemaah tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, termasuk dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Langkah preventif ini diharapkan dapat membantu seluruh jemaah menjalani ibadah dalam kondisi sehat dan prima.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementan Kembangkan Lokasi Baru di Subang untuk Tingkatkan Produksi Bibit Ternak Unggul

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang memperluas peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan dilakukan dengan membuka lokasi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, guna memperkuat produksi benih ternak unggul dan layanan inseminasi buatan bagi peternak rakyat.

Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, menjelaskan bahwa lokasi baru tersebut mencakup lahan seluas 80 hektar yang terbagi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Parung seluas 38 hektar dan Kelurahan Dangdeur seluas 42 hektar. Lahan tersebut merupakan aset pindah kelola dari Badan Perakitan dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian.

“Pengembangan ini merupakan bentuk komitmen BIB Lembang dalam menjawab kebutuhan nasional akan bibit unggul serta memperluas layanan inseminasi buatan yang menjangkau peternak rakyat di berbagai daerah,” kata Gun Gun di Kantor BIB Lembang, Senin (19/5/2025).

Langkah relokasi ini didasari oleh keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan di Lembang yang tidak lagi memungkinkan untuk pengembangan fasilitas. Dengan pemanfaatan lahan baru di Subang, BIB Lembang berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi benih ternak secara berkelanjutan, termasuk untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang menjadi prioritas pemerintah.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menegaskan bahwa pengembangan lokasi ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan peternakan nasional, termasuk dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Langkah ini bukan hanya soal perluasan wilayah kerja, tetapi bagian dari upaya serius dalam mewujudkan swasembada protein hewani. Produksi benih unggul menjadi fondasi utama untuk mendukung peningkatan populasi ternak rakyat dan daya saing produk peternakan nasional,” ujar Hary di Jakarta (19/5/2025).

Ia menambahkan, penguatan sektor pembibitan juga berperan penting dalam pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif berbasis pertanian. Selain itu, integrasi dengan program ketahanan pangan, energi, dan air menjadi kunci dalam membangun kemandirian bangsa.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan peternak menjadi modal penting. Kami mendorong BIB Lembang agar menjadi model pusat pembibitan nasional yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan,” kata Hary.

Dengan pengembangan lokasi baru ini, BIB Lembang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan pelayanan inseminasi buatan, penyediaan benih berkualitas, dan penguatan kapasitas peternak lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ibas Tegaskan Bali Harus Tumbuh Berkelanjutan: Pariwisata Jangan Rakus Lahan

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan bahwa Bali harus tetap tumbuh. Potensi pariwisata Bali adalah berkah, tapi bukan model pariwisata yang rakus terhadap lahan, perlu keseimbangan. Adil bagi masyarakat, baik untuk bisnis, adat, lestari bagi lingkungan dan inklusif untuk semua.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro Ketua FPD DPR RI dalam kuliah umum bertajuk “Dari Alam ke Dunia: Keberkahan Bali untuk Masa Depan Bangsa” di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (17/5/2025).

“Kami memahami ketika masa covid Bali sangat terdampak. Hari ini pun kita masih dalam penyesuaian akibat adanya efisiensi anggaran dan penghematan besar,” ungkap Ibas mengawali dengan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pariwisata Indonesia.

“Kita ingin Bali tetap tumbuh. Potensi pariwisata Bali adalah berkah, tapi bukan model pariwisata yang rakus terhadap lahan, perlu keseimbangan. Adil bagi masyarakat, baik untuk bisnis, adat, lestari bagi lingkungan dan inklusif untuk semua.”

Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini kemudian memaparkan 3 aspek yang perlu untuk diperhatikan dalam mewujudkan Bali sebagai simbol potensi masa depan yaitu: National Connectivity, Regional Cycle, dan Global Cycle.

Sebagai Pimpinan MPR RI Ibas, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin pun menekankan konsistensinya untuk terus memperjuangkan agar Bali semakin siap mendunia. “Kami di DPR/MPR RI terus juga memperjuangkan agar ‘Bali and The New Bali’ lebih siap mendunia! Sebagai destinasi yang lebih maju, lestari, ramah untuk semua.”

Oleh karena itu, di akhir sambutannya Ibas yang juga merupakan lulusan S3 IPB University ini meminta seluruh pihak sama-sama mengawal berbagai program dan kebijakan yang dapat mendorong kemajuan dan pertumbuhan Bali.

“Mari kita juga terus kawal program dan kebijakan terkait. Bali bisa menjadi penyumbang multiplier ekonomi bangsa, menjadi pusat kerjasama, green eco culture tourism dan investasi. Bali miliki energi, pangan, dan pesona alam.”

“Bali punya matahari, angin dan ombak. Bisa menjadi pusat energi nasional. Punya lahan pertanian dan budaya lokal yang khas bisa menjadi pusat pangan organik dan budaya berkelas dunia.”

Selain itu, Ibas Wakil Rakyat Dapil Jatim VII ini juga menyoroti intangible asset, seperti tari kecak, legong, barong, termasuk pusat UKM dan ragam kuliner nusantara, hingga pusat kesehatan sebagai destinasi sehat tersenyum bahagia.

“Dari Bali lahir inspirasi dunia. Dari hati Udayana bergeraklah bangsa menuju cahaya!,” tutupnya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, beserta para pimpinan akademik, mengapresiasi kehadiran dan pemaparan Ibas yang sarat dengan semangat dan visi besar untuk kemajuan Bali dan Indonesia “Kami Universitas Udayana sangat bersyukur mendapat kesempatan sebagai tuan rumah menerima Bapak Wakil ketua MPR RI pada hari ini, sekali lagi kami berterima kasih atas nama Universitas Udayana, universitas tertua di Bali.”

Acara ini dihadiri langsung oleh Prof. I Gede Mahardika, Ketua Senat Universitas Udayana; Prof. I Ketut Sudarsana, Rekotor Universitas Udayana; dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pariwisata, serta Fakultas Ilmu Budaya Universutas Udayana Bali.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Nevi Zuairina Desak Pemerintah Percepat Penyusunan RPPLH di Daerah

Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menegaskan bahwa Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat sampah yang sangat mengkhawatirkan.

Dengan total timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 56 juta ton per tahun dan 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih beroperasi dengan sistem ‘open dumping’, kondisi ini menjadi bom waktu bagi lingkungan dan keselamatan warga.

“Masyarakat Indonesia hidup di tengah krisis ekologi yang semakin nyata. Ini bukan lagi soal sampah sebagai limbah rumah tangga, tetapi soal ancaman bencana yang timbul akibat rusaknya lingkungan oleh ulah manusia,” ujar Nevi dalam Rapat Kerja Komisi XII bersama Menteri Lingkungan Hidup, (14/05/2025).

Politisi PKS ini menyoroti rendahnya pengelolaan sampah nasional yang baru mencapai 39,01%. Sementara itu, 39,14% sampah masih dibuang sembarangan ke lingkungan tanpa penanganan memadai, dan sisanya menumpuk di TPA yang tidak memenuhi standar sanitasi. Kondisi ini semakin diperburuk oleh lambannya implementasi Perpres No. 97 Tahun 2017 dan No. 83 Tahun 2018, yang masing-masing akan berakhir tahun ini.

Dalam forum yang sama, Legilator Sumbar ini mendesak percepatan penyusunan dan pelaksanaan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Dari 514 daerah, baru sebagian kecil yang berhasil menyusun RPPLH sesuai amanat UU No. 32 Tahun 2009. Padahal dokumen ini krusial dalam mengarahkan pembangunan yang lestari dan adaptif terhadap risiko iklim.

“Sudah saatnya daerah tidak lagi menunda-nunda. RPPLH bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta jalan penyelamatan lingkungan dan manusia. Pemerintah pusat harus lebih tegas, bahkan bila perlu memberikan sanksi administratif bagi daerah yang abai,” tegas politisi dari Sumatera Barat II ini.

Lebih lanjut, Nevi menyoroti pentingnya percepatan implementasi perdagangan karbon sebagai salah satu langkah konkret untuk menginternalisasi biaya kerusakan lingkungan ke dalam sistem ekonomi nasional.

Ia mendorong agar sistem registri nasional (SPEGRK) dapat difungsikan secara penuh dan transparan, serta mendorong harmonisasi regulasi lintas kementerian agar pasar karbon domestik memiliki kepastian hukum dan integritas tinggi.

“Jika kita tidak segera berubah, bencana hidrometeorologi, pencemaran air dan udara, serta krisis pangan akibat degradasi lingkungan akan semakin sering terjadi. Ini bukan retorika, ini peringatan. Mari kita selamatkan bumi kita,” tutup Nevi Zuairina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Garut Tekankan Empat Kecerdasan untuk Pemimpin Masa Depan

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2024–2026, yang digelar di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota (17/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan pentingnya empat aspek kecerdasan yang perlu dimiliki generasi muda, khususnya para pelajar NU yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial.

“Untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu kecerdasan spiritual dan emosional,” ujarnya.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kader IPNU dan IPPNU yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama telah memiliki dasar-dasar nilai tersebut.

Menurutnya, kecerdasan spiritual menjadi pondasi utama karena para pelajar NU telah diajarkan untuk yakin pada kekuasaan Allah SWT.

“Anggota IPNU dan IPPNU sudah memiliki kecerdasan intelektual karena sebagian besar adalah pelajar, dan kecerdasan spiritual karena dibekali nilai keagamaan,” lanjutnya.

Bupati Garut juga menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Ia mendorong para pelajar NU untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang tersedia.

Namun, ia mengingatkan bahwa rekam jejak atau portofolio yang baik akan menjadi kunci utama dalam mendapatkan kesempatan tersebut.

“Sekarang banyak kesempatan, banyak beasiswa. Tapi pada akhirnya, Anda harus memiliki portofolio yang baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa anggota IPNU dan IPPNU sudah menunjukkan kecerdasan sosial melalui aktivitas organisasi, silaturahmi, dan diskusi.

Meskipun tidak memberikan dampak finansial langsung, hal tersebut dinilainya sebagai investasi sosial jangka panjang.

“Saya yakin IPNU dan IPPNU punya kecerdasan sosial karena rela menghabiskan waktu untuk kerja sama dan diskusi. Ini adalah investasi masa depan,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Bupati Garut mengajak para pelajar NU untuk terus menjaga silaturahmi, komunikasi, kerja sama, saling menghargai, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dorong Kolaborasi Riset, Mendiktisaintek RI Bertemu Wakil Tetap Arab Saudi di Tengah OIC-15

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan bilateral dengan Permanent Representative of the Kingdom of Saudi Arabia to the OIC, Saleh Suhaibani di sela-sela rangkaian Ministerial Meeting of OIC-15 Dialogue Platform. Pertemuan berlangsung di Espinas Palace Hotel, Senin (19/5).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian didampingi oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Kedua pihak menyepakati penguatan kerja sama strategis di bidang riset dan pendidikan tinggi, khususnya dalam kerangka sains dan teknologi. Menteri Brian menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong joint research antarkampus unggulan di kedua negara.

“Kami bersepakat untuk menghubungkan top 5 universitas Indonesia dengan top 5 universitas Arab Saudi sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berdampak global,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Saudi Development Fund (SFD) yang selama ini telah menjadi mitra penting dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Menteri Brian berharap dukungan tersebut dapat diperluas ke bidang riset dan pengembangan kapasitas SDM.

Merespons hal tersebut, Saleh Suhaibani menyambut positif berbagai usulan yang disampaikan dan menyatakan, serta akan segera mengakselerasi proses tindak lanjutnya di tingkat teknis. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif Indonesia dalam pertemuan OIC-15 selanjutnya, yang dijadwalkan akan berlangsung di Riyadh pada tahun 2027.

“Arab Saudi menaruh harapan besar pada sinergi antarnegara anggota OIC-15 untuk menciptakan lompatan kemajuan berbasis ilmu pengetahuan. Kami berharap Indonesia menjadi salah satu motor penggeraknya,” tegas Suhaibani.

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari langkah strategis Indonesia untuk memperkuat diplomasi pendidikan tinggi dan membangun jejaring global dalam menghadapi tantangan era transformasi teknologi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gelar Perkara Kasus Ijazah Jokowi Digelar Minggu Ini, Polisi Tunggu Hasil Forensik

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan proses gelar perkara kasus ijazah palsu mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) akan digelar pekan ini. Gelar perkara untuk menentukan status penyelidikan.

“Tindak lanjut berikutnya penyidik akan melakukan gelar perkara pada minggu ini. Apa yang dihasilkan dalam proses penyelidikan ini akan disampaikan secara terbuka dan transparan,” kata Brigjen Trunoyudo, Selasa (20/5/2025).

Truno memastikan hasil gelar perkara akan disampaikan publik secara transparan. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil identifikasi secara forensik ijazah Jokowi.

“Tahapan tentu dilakukan secara prosedural dan profesional kemudian juga menunggu hasil dari laboratorium forensik,” ujarnya.

Diketahui, Jokowi duduk sebagai terlapor atas tindak lanjut dari aduan dilayangkan oleh Ketua TPUA Egi Sudjana pada 9 Desember 2024 dan diterima sebagai Laporan Informasi dengan Nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.

Jokowi juga hadir hari ini memenuhi panggilan penyidik Bareskrim untuk mengklarifikasi terkait ijazah. Selain itu, Jokowi juga mengambil ijazah miliknya yang sempat dipegang oleh Bareskrim beberapa hari lalu.

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bareskrim Polri. Jokowi akan diperiksa memenuhi panggilan penyidik sebagai terlapor kasus dugaan ijazah palsu.

Jokowi didampingi sejumlah pengacaranya. Dia akan diperiksa atas kasus yang dilaporkannya terkait polemik ijazah palsu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pemeriksaan Jokowi kali ini untuk mengklarifikasi soal keaslian ijazah miliknya.

Jokowi sebelumnya telah menyerahkan ijazah SMA dan kuliah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan uji Laboratorium Forensik.

Penyerahan ijazah itu dilakukan melalui adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, pada Jumat (9/5).

“Hari ini kita sudah serahkan semuanya kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji Laboratorium Forensik,” ujar pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan kepada wartawan di Bareskrim Polri.

Pemeriksaan kali ini merupakan tindak lanjut dari aduan dilayangkan oleh Ketua TPUA Egi Sudjana pada 9 Desember 2024 dan diterima sebagai Laporan Informasi dengan Nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gus Ipul Sambangi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat di Batu, Pastikan Program Tepat Sasaran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi rumah salah seorang calon siswa Sekolah Rakyat di Batu, Jawa Timur, Senin (19/5/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Saat ini lagi berkunjung ke rumah pak Kadis. Pak Kadis ini satu profil keluarga yang masuk di desil 1. Beliau rumahnya masih ngontrak, ya, sangat kecil sekali. Kemudian punya putra-putri tiga, salah satu yang pertama namanya Nayra,” kata Gus Ipul saat melakukan kunjungan didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, pilar sosial dan sekretaris desa setempat.

Nayra Syalisya merupakan calon siswi sekolah rakyat untuk jenjang SMP. Dia masih menjalani proses seleksi administrasi.

Gus Ipul menuturkan bahwa profil keluarga seperti ini yang disasar oleh Presiden Prabowo agar anak-anak dari masyarakat miskin dan miskin ekstrem dapat meneruskan sekolah dan mendapatkan pendidikan yang baik.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga menegaskan terkait adanya Sekolah Rakyat tidak akan mengganggu jalannya sekolah umum.

“Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi mereka yang berada di desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN). Desil 1 itu 10 persen penduduk Indonesia terbawah yang di situ adalah miskin dan miskin ekstrem,” ujarnya.

Saat mengunjungi Nayra dan orangtuanya, Gus Ipul juga mengatakan ketika nanti Nayra masuk di Sekolah Rakyat akan tinggal di asrama dengan lingkungan yang baik sehingga bisa belajar dengan tenang. “Kalau sudah lulus jadi agen perubahan untuk diri sendiri, untuk keluarga dan untuk lingkungan,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga berpesan kepada Nayra untuk tetap bangga kepada orangtuanya apapun keadaannya. “Kita ingin Nayra ini nanti punya pendidikan dan masa depan yang baik. Apapun keadaannya Nayra tetap bangga sama orangtuanya,” ucap Gus Ipul.

Tidak lupa Gus Ipul juga mengingatkan kepada Pemerintah Daerah untuk tidak melakukan KKN dalam proses seleksi siswa Sekolah Rakyat.
“Tidak boleh ada KKN, tidak boleh ada titipan-titipan termasuk dari titipan menteri, titipan gubernur, titipan itu tidak ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan yang akan menjadi siswa di Sekolah Rakyat adalah murni dari masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 DTSEN, kemudian dilakukan kunjungan ke lapangan untuk pengecekan lalu hasilnya disepakati oleh pihak pemerintah daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Apresiasi Langkah Gubri Abdul Wahid Larang Penahanan Ijazah, Masyarakat Sampaikan Terima Kasih

Langkah Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid terkait larangan sekolah untuk menahan ijazah siswa mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk dari masyarakat, dan para orang tua wali murid.

Ucapan terima kasih atas kebijakan Gubri Abdul Wahid disampaikan oleh alumni salah satu SMA/SMK di Pekanbaru, Muhamad Sadam Khadafi. Berkat larangan Gubri tersebut akhirnya ia bisa mendapatkan ijazahnya setelah tertahan selama empat tahun lamanya.

Menurutnya, larangan penahanan ijazah siswa oleh Pemprov Riau merupakan sebuah kebijakan yang bisa membantu banyak orang yang mengalami masalah serupa.

“Terima kasih Pak Gubernur Riau Abdul Wahid. Semoga kebijakan ini bisa membantu banyak orang yang mengalami masalah serupa,” ucapnya, Selasa (20/5/25).

Hal yang sama juga disampaikan Tia Lestari yang berhasil mengambil ijazahnya yang telah tertahan selama sembilan tahun.

“Alhamdulillah berkat kebijakan itu saya bisa mengambil ijazah saya yang tertahan selama sembilan tahun,” ungkapnya.

Selanjutnya, perwakilan orang tua dari Mita Lestari alumni salah satu SMA di Pekanbaru juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengungkapkan, karena terkendala biaya tidak bisa mengambil ijazah anakya setelah tertahan tujuh tahun.

“Akhirnya karena kebijakan Gubernur Riau ini saya bisa mengambil ijazah anak saya, sekali lagi terima kasih Pak Abdul Wahid,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya menyatakan, jika masyarakat yang mengalami ijazah anaknya ditahan di sekolah SMA/SMK negeri di Riau agar mengambilnya ke sekolah, karena sekolah tidak ada hak menahan ijazah.

Erisman mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK negeri di Riau jangan coba-coba melakukan penahanan ijazah siswa.

“Kita sudah ingatkan. Kalau hal ini terjadi, tentu ini akan menjadi evaluasi kita mengambil tindakan tegas kepada kepala sekolah yang menahan ijazah siswa. Tapi InsyaAllah sejauh ini kami belum mendapat laporan adanya kasus penahanan ijazah di SMA/SMK negeri di Riau,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Harkitnas 2025: Bupati Tuban Ajak Pemuda Bangkit dan Berinovasi untuk Indonesia Kuat

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 tahun 2025 menjadi momentum penting yang dimaknai secara mendalam oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE. Menurutnya, semangat Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat bukan sekadar tema seremonial, melainkan ajakan konkret untuk seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar bangkit dan mengambil peran strategis dalam membangun masa depan bangsa.

“Hari ini kita tidak lagi berjuang dengan bambu runcing, tetapi dengan ide, inovasi, dan kolaborasi. Pemuda Indonesia, termasuk di Tuban, harus tampil sebagai motor penggerak perubahan,” ujar Mas Linda-panggilan akrab Bupati Tuban-dalam keteranganya, Selasa (20/05).

Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan tantangan multidimensi seperti perubahan iklim serta ketimpangan sosial, kebangkitan nasional harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh elemen bangsa yang bersatu padu membangun Indonesia dari akar rumput.

“Semangat gotong royong dan kesadaran kolektif yang dulu menyalakan api kebangkitan nasional, hari ini harus kita hidupkan kembali dalam bentuk aksi, baik melalui kewirausahaan, gerakan sosial, pendidikan, maupun kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Mas Lindra juga menyebut bahwa pembangunan tidak cukup hanya dibicarakan di ruang kebijakan. Perlu semangat baru dari para pemuda yang mau bergerak, kreatif, dan tidak takut untuk berinovasi, sekaligus tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai kebangsaan.

“Bangsa ini butuh lebih banyak anak muda yang tidak hanya aktif di media sosial, tapi juga aktif menciptakan solusi. Dari desa, dari komunitas, dari kampus, dari ruang-ruang kecil yang kadang luput dari sorotan,” tambahnya.

Sebagai kepala daerah muda, Mas Lindra berharap peringatan Harkitnas bisa menjadi pemantik agar semangat nasionalisme tidak hanya terasa saat upacara, tapi juga menyala dalam rutinitas sehari-hari: melayani, bekerja, belajar, dan berkontribusi untuk masyarakat.

“Bangkit bersama artinya tidak ada yang ditinggalkan. Dan kuat artinya kita harus saling menopang. Itu semangat yang terus kami bawa di Tuban. Semangat gotong royong, kerja nyata, dan tidak lelah mencintai Indonesia,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News