Beranda blog Halaman 1037

Gus Ipul Ingatkan Kepala Daerah Objektif Seleksi Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan para kepala daerah tidak main-main dalam proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat. Ia menekankan pentingnya sikap objektif dalam pengambilan keputusan.

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat bertemu 8 kepala daerah di kantor Kemensos, Jumat (16/5/2025). Yaitu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Takalar, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sopeng.

“Mari kita sama-sama menyeleksi peserta didik untuk Sekolah Rakyat seobjektif mungkin. Jadi jangan ada main-main lah di sini. Apa yang diinginkan presiden ini mari kita laksanakan,” kata Gus Ipul.

Dia menjelaskan, tidak ada tes akademik pada proses seleksi peserta didik Sekolah Rakyat. Namun, setiap anak yang berasal dari keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan di sekolah ini tanpa dipungut biaya apapun.

Seluruh fasilitas bagi siswa di Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, peralatan sekolah, hingga kebutuhan makan dan minum ditanggung oleh negara. Oleh karena itu, Gus Ipul menekankan agar tidak ada praktik penyimpangan saat seleksi para siswa. Sebab, program Sekolah Rakyat bertujuan untuk memuliakan masyarakat miskin.

“Nah, ini kalau kita enggak hati-hati, itu KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) lagi nanti untuk siapa yang masuk,” jelas Gus Ipul.

“Ini memuliakan orang miskin betul, memuliakan semulia-mulianya orang miskin,” sambungnya.

Disamping itu, Gus Ipul mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Kementerian Dikdasmen, ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. Dia menyebut, melalui Sekolah Rakyat, hal-hal ini dapat dicegah.

“Maka ke depan ini, mari kita jaga sekolah kita ini lewat bupati, lewat wali kota di sana agar tiga dosa pendidikan ini bisa kita hindari dan kita bisa tekan dan kita bisa cegah dari awal. Apalagi ini sekolah berasrama, ya kan. Nanti ada pendidikan karakternya, maka kita harus kelola dengan baik,” tegas Gus Ipul.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Denpasar Genjot Penataan Jalan Karya Makmur, Tunggu Penyerahan Aset

Pemkot Denpasar menargetkan proses penyerahan Jalan Karya Makmur, Desa Ubung Kaja dapat dilaksanakan pada Tahun 2025 ini. Hal ini dimaksudkan agar penataan kawasan tersebut, mulai dari jalan hingga permukiman kumuh dapat dilaksanakan secara optimal. Mengingat, sebelum dilaksanakan penyerahan aset, Pemkot Denpasar tidak berwenang melaksanakan penataan lantaran lahan terdebut bersifat milik pribadi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja saat dikonfirmasi Sabtu, (17/5), mengatakan bahwa penyerahan jalan PT Karya Makmur yang menghubungkan Citra Land Jalan Cargo menuju Jalan Cokroaminoto, Denpasar Utara tersebut sedang berproses. Sebab, selama ini komunikasi antara pihaknya dengan PT Karya Makmur berjalan dengan baik. Terlebih, kontrak hak guna bangunan (HGB) mereka berakhir dan tidak diperpanjang oleh BPN.

“Sedang berproses dan kami terus melakukan pendekatan,” ucap Cipta Sudewa.

Kata Cipta Sudewa, penyerahan lahan masih terkendala tanah yang ada di ujung jalan paling barat. Dimana, terdapat lahan milik pribadi seluas sekitar 2 are. Sehingga, agar tidak menjadi permasalahan ke depannya, Pemkot meminta agar PT Karya Makmur menyelesaikan permasalahan tembusan jalan terlebih dahulu. Dengan diserahkannya lahan tersebut, maka perbaikan jalan dan kawasan kumuh bisa dioptimalkan.

“Nantinya kawasan itu bisa bersih lagi. Jalan langsung diaspal dan kawasan kumuh bisa ditata. Itu misi pimpinan kami dari dulu. Jadi, kami berharap targetnya proses dengan PT Karya Makmur bisa selesai segara, dan tahapannya masih di BPN, jika sudah diserahkan, maka Pemkot Denpasar siap melaksanakan penataan,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lewat PKP Angkatan II, Wagub Gorontalo Tegaskan Jabatan Tak Datang dengan Instan

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan atau melalui pendekatan pribadi. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (19/5/2025).

“Saya sering mendapat permintaan dari orang tua yang ingin anaknya mendapat jabatan. Jadi hari ini saya ingatkan, jabatan itu akan datang pada waktunya, dengan usaha, doa, dan loyalitas. Tidak perlu pendekatan pribadi. Kalau belum dapat, berarti belum waktunya. Bisa jadi ada hikmah dan rahasia Allah di balik itu,” kata Idah di hadapan 40 peserta pelatihan.

Ia juga berbagi pengalaman pribadi ketika menjabat, di mana ada pihak yang mencoba memengaruhi penempatan jabatan dengan memberikan hadiah. Namun, Idah menegaskan dirinya tak pernah menjanjikan jabatan kepada siapa pun.

“Pernah saya dikasih hadiah, seperti kue-kue. Kuenya saya terima, tapi jabatan tidak bisa saya janjikan. Jabatan itu amanah, bukan untuk dipaksakan,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi peluang strategis bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan organisasi, apalagi saat ini banyak posisi jabatan kosong akibat masa pensiun pejabat sebelumnya.

Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan anggaran nasional maupun daerah, Wagub Idah juga menekankan pentingnya peran pejabat pengawas sebagai garda terdepan dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas program pemerintah.

“Sebagai pejabat pengawas, bapak ibu harus bisa mengelola anggaran dengan bijak, menghindari pemborosan, dan memastikan setiap rupiah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Mantan Ketua PKK dua periode itu juga mengapresiasi pelaksanaan PKP yang kini bisa dilakukan di dalam daerah. Menurutnya, hal ini tidak hanya lebih efisien dari sisi anggaran, tetapi juga memberi fleksibilitas bagi peserta untuk tetap dekat dengan keluarga.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun 2025 ini diikuti oleh 40 peserta dan berlangsung mulai 13 Maret hingga 21 Agustus 2025, dengan berbagai tahapan pembelajaran termasuk self learning, distance learning, studi lapangan, hingga seminar implementasi.Kemenperin Gembleng Wirausaha Industri Fesyen dan Kriya Bisa Naik Kelas

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Gembleng Wirausaha Industri Fesyen dan Kriya Bisa Naik Kelas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mencetak wirausaha baru di berbagai daerah untuk menjadi pelaku industri yang adaptif, bahkan juga mendorong mereka dapat berkembang dan naik kelas melalui beragam program pendampingan bisnis. Salah satu programnya yang rutin digelar, yaitu pendampingan bagi pelaku industri kreatif di bidang fesyen dan kriya melalui Creative Business Incubator (CBI).

Tahun ini, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang menjalin kerja sama dengan praktisi dan akademisi di bidang kewirausahaan dan bisnis, telah melaksanakan Program CBI 2025 untuk mengembangkan wirausaha muda di sektor industri kreatif fesyen dan kriya. Program coaching ini merupakan tahap pendampingan kedua setelah pendampingan klasikal inkubator bisnis yang digelar tahun lalu.

“Penelitian menunjukkan bahwa bisnis akan lebih bertahan dan berkembang jika mendapatkan pendampingan dari mentor. Melalui coaching CBI ini, sebanyak 10 IKM terpilih akan didampingi seorang mentor yang akan membantu menjawab permasalahan yang dialami dalam pengembangan bisnisnya sehingga mampu naik kelas,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (18/5).

Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Ciputra, menunjukkan bahwa sebanyak 74,03 persen bisnis akan bertahan dan berkembang setelah didampingi oleh mentor. Pendampingan yang tepat, menurut riset tersebut, dapat mempercepat pertumbuhan, mengurangi risiko kegagalan, dan mendorong terciptanya bisnis yang lebih berkelanjutan.

Oleh sebab itu, menurut Reni, kerja sama pendampingan di bidang kewirausahaan ini menjadi program penting demi meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku bisnis. Apalagi, dari tahun ke tahun, Program Coaching CBI telah berhasil membantu para alumninya dalam mengatasi permasalahan dan mengembangkan bisnis.

Reni menambahkan, sinergitas dan kolaborasi dalam pendampingan bisnis bagi pelaku industri atau wirausaha muda juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi industri manufaktur nasional. Badan Pusat Statistik menyebutkan, sektor industri pengolahan nonmigas di Indonesia tumbuh sebesar 4,31 persen pada triwulan I Tahun 2025. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB juga mengalami peningkatan, yaitu mencapai 17,50 persen pada triwulan tersebut.

“Program coaching adalah implementasi dari rencana pengembangan bisnis yang disusun pada tahap kelas klasikal (tahun pertama program CBI). Program Coaching 2025 akan dilaksanakan selama kurang lebih lima bulan, dengan target pendampingan yang terstruktur,” jelas Reni.

Adapun 10 peserta terpilih dalam Coaching CBI 2025, yaitu Delova Wardro, Hanabira, CV. Amod Bali, Wira’s Silver Bali, PT Karya Rappo Indonesia, Kalasiris, JB Etnnic, Astraea Leather Craft, dan Ulur Wiji. “Harapannya mereka dapat mengikuti jejak sukses para alumni CBI yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan omzet dan naik kelas dari skala mikro ke kecil atau dari skala kecil ke skala menengah,” papar Reni.

Hal tersebut juga didorong oleh peningkatan pendampingan kewirausahaan yang akan mendongkrak inovasi dan kreativitas dalam rangka menciptakan lapangan kerja sehingga tercapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rasio kewirausahaan

Laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2023 menyebutkan, rasio kewirausahaan Indonesia adalah 21,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (17,8%), Malaysia (13,4%) dan Vietnam (15,2%). Namun, laporan tersebut juga mencatatkan bahwa tingginya nilai ini tidak diikuti dengan nilai tambah dan produktivitas yang tinggi.

“Untuk itu, menjadi tantangan bagi kita semua, khususnya pemerintah, akademisi dan sektor swasta, untuk bersinergi guna menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih baik agar bisa membawa para wirausaha muda naik kelas, sehingga produk lebih bernilai tambah, omset meningkat dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” tegas Dirjen IKMA.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya mengungkapkan, meskipun para peserta yang terpilih masih berusia muda, namun telah memiliki potensi bisnis yang sangat baik. “Hal tersebut dapat dilihat dari capaian omset para peserta pada tahun 2024 yang berkisar pada angka ratusan juta hingga miliaran Rupiah, dan pertumbuhan omset pada triwulan I tahun 2025 yang juga menunjukkan konsistensi bisnis,” teranya.

BPIFK juga sudah mendata tentang target kenaikan omset serta ekspektasi para peserta dalam mengikuti coaching, agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan para peserta. “Tentunya potensi tersebut menunjukkan adanya komitmen dan kemauan dari peserta untuk mau belajar, mengembangkan unit usahanya, serta semakin memberikan dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Sejumlah IKM alumni Program Coaching CBI yang berhasil mencetak prestasi dalam event penghargaan dan berpartisipasi pada pameran internasional, antara lain Rubycraft, Smarbatik, dan Lumos. Jenama Rubycraft dari Yogyakarta berhasil terpilih dalam display Best Pitch di Home in Style Hongkong 2025, serta berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan produk berbahan baku sawit yang akan dipamerkan di Jepang pada tahun ini. Rubycraft juga telah menjadi salah satu supplier di toko retail terbesar Jepang, Tri Koins, untuk produk home décor.

Sementara itu, Smarbatik berhasil mengantongi Penghargaan Majalah Sawit Indonesia Bidang Pemasaran Produk Turunan Sawit dan berpartisiapasi pada Innovation Festival Suzhou China pada tahun 2024. Dan Lumos telah berpartisipasi dalam Trainer Color Theory dan Fashion Style untuk Sheisedo Group.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Nusron Berkomitmen Tuntaskan Sertipikasi Tanah Wakaf dalam Lima Tahun

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, pada Sabtu (17/05/25), menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan sertipikasi tanah wakaf yang belum terdaftar. Upaya sertipikasi akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Kami bertekad dalam dalam lima tahun ini minimal 90% dari tanah wakaf yang belum terdaftar bisa kita tuntaskan. Dengan adanya MoU ini, kami Kementerian ATR/BPN pun merasa sangat terbantu,” ujar Menteri Nusron usai menandatangani Nota Kesepahaman/MoU antara Kementerian ATR/BPN dan DMI, dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Halal Bihalal DMI, di Tavia Heritage Hotel, Jakarta.

Berdasarkan data Kementerian Agama, tercatat ada 561.909 bidang tanah wakaf, namun baru 267.994 bidang yang telah terdaftar dengan total luas 25.874 hektare. Artinya, baru sekitar 47,6% tanah wakaf yang tersertipikasi. Sementara itu, untuk tahun 2025, jumlah tanah wakaf yang sudah disertipikasi adalah sebanyak 2.411 bidang.

Menteri Nusron menjelaskan, sejak 1 Maret 2025, Kementerian ATR/BPN telah membuka loket khusus untuk melayani sertipikasi tanah wakaf, yayasan, dan organisasi masyarakat lainnya. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses administrasi yang selama ini dinilai memerlukan waktu cukup panjang.

“Setiap tahun, kami mengeluarkan sekitar 7 juta sertipikat, termasuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Oleh karena itu, untuk tanah wakaf, kami membutuhkan percepatan agar prosesnya tidak mengalami antrean panjang,” jelas Menteri Nusron.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan DMI dalam pelaksanaan pendaftaran tanah serta pemberian asistensi untuk pencegahan dan penanganan masalah pertanahan atas aset yang dimiliki DMI.

Ketua Umum DMI, M. Jusuf Kalla, dalam sambutannya menegaskan bahwa program sertipikasi tanah wakaf merupakan salah satu fokus utama DMI pada periode 2024–2025. Menurutnya, sertipikasi adalah hal penting yang dapat menghindari potensi terjadinya konflik.

“Di masjid jarang terjadi konflik, namun di sekolah banyak terjadi sengketa antara keturunan pewakif. Kami tidak ingin hal ini terjadi di masjid-masjid,” ungkap Jusuf Kalla.

Hadir pula dalam acara ini, Menteri ATR/Kepala BPN periode 2016–2022, Sofyan A. Djalil; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti; Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; para anggota DMI dari seluruh Indonesia; serta perwakilan dari berbagai lembaga dan organisasi keagamaan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

HMI Denpasar Gelar Training Raya, Viva Yoga: Perkaderan Menjadi Sumber Mata Air untuk Kehidupan HMI

Wamen Transmigrasi Viva Yoga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Latihan Kader (LK) II dan Latihan Khusus Kohati (LKK) yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar.

Training Raya itu digelar mulai tanggal 19 hingga 24 Mei 2025. Sebelum masuk dalam forum pelatihan, 40 peserta LK II dan 17 peserta LKK yang datang dari berbagai cabang lebih dahulu mengikuti screening test.

Training Raya yang digelar oleh HMI Cabang Denpasar tahun ini bertema ‘Revitalisasi dan Sinergitas Spirit Pengkaderan Dalam Mencetak Kader Berkualitas Insan Cita Menuju Emas 2045”.

Viva Yoga mengatakan perkaderan merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi di HMI. Lebih lanjut dikatakan oleh pria yang pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Denpasar 1991-1992 itu tanpa perkaderan organisasi yang didirikan pada tanggal 4 Februari 1947 di Yogyakarta ini tidak bisa melakukan regenerasi. “Di sinilah HMI menjadi organisasi perkaderan”, ujarnya, Jakarta, 19/5/25.

Selain sebagai organisasi perkaderan, organisasi yang telah melahirkan berbagai tokoh bangsa itu juga disebut sebagai organisasi mahasiswa, Islam, perjuangan, dan pengabdian.

Dalam perkaderan, Viva Yoga mengatakan di sana ada internalisasi nilai-nilai keislaman yang inklusif, maju, serta menghargai kemajemukan dan keberagaman.

“Nilai-nilai Islam seperti inilah yang penting untuk menjadi basis kehidupan manusia”, ujar mantan Presidium Majelis Nasional KAHM itu.

Ditegaskan sebagai bagaian dari komponen bangsa, HMI juga menekankan pentingnya dan implementasi nilai-nilai kebangsaan.

Viva Yoga berharap Training Raya yang digelar oleh HMI Denpasar dan HMI di cabang manapun mampu menjadi sumber mata air kader yang selalu mengiringi perjalanan HMI.

Training Raya tersebut dibuka oleh Putri Suastini Koster istri Gubernur Bali. Dalam pembukaan selain dimeriahkan oleh pentas tari Bali juga dihadiri oleh para alumni HMI Cabang Denpasar dan ratusan undangan lainnya dari berbagai unsur masyarakat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Indramayu Dorong Pembangunan Tol Indrajati Dukung Kawasan Industri Rebana

Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Indramayu–Kertajati (Indrajati) merupakan infrastruktur strategis yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, khususnya dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Rebana yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dalam keterangannya menyampaikan bahwa konektivitas antara wilayah pesisir utara dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru seperti Bandara Kertajati dan kawasan industri di wilayah Rebana akan membuka banyak peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat Indramayu.

Menurutnya, saat ini ada Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang tengah dikoneksikan dengan Tol Cipali. Sementara di Kabupaten Indramayu juga telah berdiri Wisma Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, kemudian tengah dibangun Kawasan Industri di Kecamatan Losarang, pengembangan kawasan petrochemical di Kecamatan Balongan, dan Pabrik Sepatu di Kecamatan Krangkeng.

Kawasan-kawasan industri ini belum terkoneksi dengan Tol Cipali sehingga keberadaan Tol Indramayu-Kertajati harus segera dilakukan untuk memangkas biaya produksi dan mempercepat mobilitas.

“Pembangunan Jalan Tol Indramayu–Kertajati bukan hanya kebutuhan daerah, tetapi juga kepentingan strategis nasional. Jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan menjadikan Indramayu sebagai simpul penting dalam rantai pasok kawasan industri Rebana. Kawasan industri saat ini tengah kita kembangkan, selain itu adanya Wisma Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener harus langsung terkoneksi dengan jalan tol” ujar Bupati Indramayu ketika mengunjungi pabrik sepatu di Kecamatan Krangkeng beberapa waktu lalu.

Rebana Metropolitan (Cirebon–Patimban–Kertajati) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang mencakup pengembangan infrastruktur, kawasan industri, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian timur. Dalam skema tersebut, Indramayu memiliki peran vital sebagai daerah penyangga sekaligus sebagai pintu gerbang distribusi barang dan jasa ke berbagai wilayah.

“Kita tidak ingin Indramayu hanya menjadi jalur lintasan. Dengan tol Indramayu – Kertajati ini, kita ingin Indramayu jadi titik pertumbuhan ekonomi baru, terutama di sektor industri, logistik, pertanian modern, dan pariwisata berbasis budaya lokal,” tegas Bupati Indramayu.

Pemerintah Kabupaten Indramayu pun menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat agar proyek ini dapat segera direalisasikan, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan partisipasi masyarakat.

“Kami harap seluruh pemangku kepentingan mendukung percepatan pembangunan jalan tol Indramayu – Kertajati ini demi masa depan ekonomi Indramayu dan kawasan Rebana yang lebih maju dan berdaya saing,” tutup Bupati Indramayu.

Senada dengan Bupati Indramayu, anggota Komisi X DPR RI Daniel Mutaqien Syaefuddin mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim mengenai rencana pembangunan jalan tol Indramayu – Kertajati.

Jalan tol tersebut diyakini menjadi pengungkit perekonomian di Kabupaten Indramayu karena terkoneksi langsung dengan tol Trans Jawa.

“Kajiannya dan hitungannya harus matang, karena pembangunan jalan tol ini harus melibatkan semua pihak dan ini dibiayai APBN. Tapi sebagai orang Indramayu saya sangat setuju dan harus ada magnet ekonomi baru di Kabupaten Indramayu,” kata Daniel ketika menghadiri panen metode IPHA bersama Menteri PU di Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung beberapa waktu lalu.

Daniel menambahkan, adanya jalan tol akan semakin menambah volume kendaraan baik yang masuk dan keluar. Dengan peningkatan volume ini otomatis akan meningkatkan keramaian di wilayah Kabupaten Indramayu.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kepala BNN RI Tinjau Barang Bukti Narkoba Hasil Operasi TNI AL

Kepala BNN RI Marthinus Hukom meninjau langsung barang bukti narkoba hasil operasi laut oleh petugas TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), pada Sabtu (17/5).

Kasus ini berawal dari patroli TNI AL yang mencurigai sebuah kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal pada Rabu (13/5). Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut diketahui mengangkut 5 orang warga negara asing (WNA), 1 orang dari Thailand dan 4 orang lainnya warga Myanmar, serta menyembunyikan narkoba dalam jumlah fantastis, yaitu sekitar kurang lebih 1,9 ton.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kasus ini secara resmi dilimpahkan oleh TNI AL ke BNN untuk dilakukan penanganan dan proses hukum lebih lanjut. Langkah ini sebagai bentuk sinergi antar-lembaga dalam perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencegah dan memberantas narkoba.

Dari kasus ini, BNN akan segera melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dan memastikan para pelaku, baik di dalam maupun luar negeri, dapat diproses hukum hingga tuntas.

BNN terus berkomitmen memperkuat kerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat dalam memerangi narkoba demi melindungi generasi bangsa guna mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba (Bersinar).

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Penjelasan Dirjen PHU tentang Solusi atas Pasangan Jemaah Haji Terpisah di Makkah

Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi Jemaah Haji Indonesia. Sejumlah kebijakan dan penyesuaian dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah, terutama dalam menyongsong puncak haji.

Tahun ini adalah kali pertama layanan jemaah haji disiapkan oleh 8 syarikah, utamanya saat puncak haji. Ada sejumlah penyesuaian yang dampaknya dirasakan jemaah, baik terkait pasangan jemaah yang terpisah maupun nusuk.

Bagaimana solusi terbaik yang disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)? Simak wawancara Tim Humas Kemenag, Minggu (18/5/2025), dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief, sebagai berikut:

Tahun ini kali pertama Kemenag gunakan 8 Syarikah. Bagaimana penjelasannya?

Alhamdulillah pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia terus mencoba melakukan perbaikan layanan untuk jamaah haji Indonesia. Dan tahun ini kami menggunakan beberapa syarikah, tepatnya 8 perusahaan yang akan melayani jemaah haji Indonesia yang diharapkan pada saat layanan armuzna dapat dilayani dengan baik dari mulai tendanya, layanan untuk makannya, transportasi, dan lain-lain.

Dan pada tahun ini, ternyata juga Saudi memiliki aturan yang lebih ketat di berbagai hal, termasuk dan terutama untuk masuk ke Kota Suci Makkah. Itu sangat ketat sekali dan tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke Kota Makkah kecuali memiliki kartu nusuk atau dengan visa haji.

Dengan 8 syarikat, kita harapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut bisa lebih fokus melayani sejumlah jemaah haji Indonesia yang sudah kita membuat kesepakatan dan mereka dengan kontraknya, khususnya pada masa puncak haji, yaitu di Arafah, baik untuk tendanya, baik untuk konsumsinya, maupun juga tentu transportasinya. Begitu juga dengan layanan di Musdhalifah dan di Mina.

Beberapa masalah dihadapi oleh jemaah haji Indonesia yang tentunya pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki, baik di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Pada awal-awal keberangkatan, misalnya kita menyaksikan sebagian visa jemaah kita belum terbit, padahal mereka juga sudah dijadwalkan untuk berangkat atau terbang ke tanah suci. Dan kami konsekuensinya harus mendorong jemaah di kloter berikutnya atau sebagian jemaah di kloter berikutnya untuk mengisi kursi yang kosong, yang belum diisi oleh jemaah yang visanya belum keluar. Dan itu terus berlanjut beberapa hari.

Selain itu, nampaknya jemaah yang bergeser bergabung dengan kloter sebelumnya, jemaah yang berpindah kloter itu ternyata dilayani oleh perusahaan yang berbeda. Dan karena itu memang untuk tahun ini, kejadian-kejadian seperti itu, terus kita antisipasi ke depannya, kami juga sudah mempersiapkan langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Khususnya untuk reunifikasi penggabungan kembali suami-isteri, ataupun penggabungan mahram, dan tentu saja antara lansia dan pendampingnya. Yang memang secara tahapan dalam pembayaran dalam sistem yang ada di tanah air itu berbeda, dan pada saat pengkloteran atau keluarnya visa itu ternyata juga berbeda. Dan mudah-mudahan kami bisa secepatnya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Bagaimana penyelesaian atas masalah kloter terpisah?

Pemerintah Indonesia melalui lisen penyelenggaran haji dan umroh terus-menerus berkoordinasi dengan Kerajaan Saudi melalui kementerian haji dan umrah, dan mengkomunikasikan situasi yang ada di tanah air maupun di tanah suci, khususnya di Madinah. Untuk menyelesaikan masalah tersebut tentu saja kami harus membaca ulang seluruh data yang kita miliki, baik data jemaah yang sudah terbang maupun jemaah yang belum terbang, kemudian juga data jemaah suami-istri yang bergabung, dan juga data jemaah suami-istri yang terpisah satu sama lain, dan juga keluarga. Ini dalam proses tersebut insya Allah kemarin Kerajaan Saudi menunjukkan respon yang sangat positif, dan kita diharapkan bisa menggabungkan kembali bila ada suami-istri yang terpisah.

Jadi perlu dicatat, ada beberapa kasus di mana suami-istri terpisah karena berbeda syarikahnya, dan hal itu sudah diketahui oleh pemerintah Saudi Arabia melalui kementerian haji, dan kita juga didorong untuk membuat pola penggabungannya. Sekian ribu jemaah sudah kami sampaikan datanya untuk proses penggabungan tersebut, dan tentu saja tidak semuanya karena sebagian besar suami-istri itu maupun keluarga itu bergabung, kecuali yang memang penggabungan-penggabungan.

Apa yang harus dilakukan jemaah jika mengalami hal tersebut?

Kami harapkan tentu saja jemaah juga bisa tenang, dan staf kami berusaha keras untuk memproses pergeseran penggabungan sepatnya, khususnya ketika semua jemaah sudah tiba di Makkah.

Ketika sudah tenang, sudah di Makkah, karena yang paling sulit saat ini adalah memasuki kota Makkah, dan yang bisa menjamin masuknya kota Makkah selain kartu nusuk atau kartu identitas haji, itu juga adalah jaminan dari syarikahnya. Ada sebagian jemaah juga yang terinformasi belum mendapatkan kartu nusuk, dan kami dalam koordinasi terakhir yang dilakukan antara kementerian agama, kementerian haji dan umroh, dan terutama dengan perusahaan-perusahaan layanan haji bersepakat untuk melakukan akselerasi pendistribusian kartu nusuk kepada jemaah haji Indonesia. Terkait dengan petugas, tentu saja kami juga terus memantau perkembangannya, termasuk juga masalah administrasi mereka, khususnya petugas kloter yang memang bergabung dengan jemaah.

Dan kami mendapatkan informasi ada beberapa petugas kloter yang kemudian harus terpisah dengan jemaahnya karena dalam proses pemvisaan maupun penetapan syarikahnya itu berbeda. Mudah-mudahan ini bisa kita atasi secepatnya.

Bagaimana dengan Dokter yang terpisah dengan Jemaah?

Kami mendapatkan informasi juga ada petugas haji, dan termasuk di dalamnya ada petugas kesehatan yang terpisah dari jemaahnya, dan kami sampaikan petugas kesehatan ada di semua kloter dan di semua sektor.

Tentu saja dalam konteks ini kami juga meminta kepada Kasektor dan menginformasikan juga kepada petugas kesehatan terdekat untuk bisa melayani jemaah haji di hotel terdekat. Untuk layanan kesehatan, selain ada di sektor sebagai layanan satelit, juga kita menyediakan layanan di KKHI. Mudah-mudahan ini juga bisa mempermudah bagi jemaah yang mendapatkan situasi sulit dengan kesehatannya, dan mudah-mudahan bisa dilayani dengan baik.

Apa yang harus dilakukan jemaah ketika mendapat masalah di Makkah?

Saya harapkan tentu kerjasama dari semua pihak, baik petugas maupun jemaah, bila mendapatkan masalah mohon bisa dikomunikasikan secepatnya, dan kami juga sudah memiliki hotline ataupun whatsapp yang di tanah air dan juga di Saudi, agar jemaah bisa mengkomunikasikannya dengan cepat dan langsung kepada petugas kami. Dalam mengkomunikasikan masalah yang dihadapi, agar mendapatkan solusi yang cepat, tentu kami juga mengharapkan informasi bisa diberikan secara valid, baik lokasinya, baik nomor hp-nya atau kontak person maupun sektor dan hotelnya. Jadi langkah-langkah yang dilakukan petugas bisa lebih terarah dan bisa langsung menyentuh dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh jemaah.

Apakah Kawal Haji dapat menjadi solusi?

Hotline yang dimaksud di sini selain yang instan seperti whatsapp, ada juga yang sudah kami siapkan namanya kawal haji, dan semua hal, masalah, informasi terkait dengan layanan, tentang makanan, transportasi, tentang hotel, tentang ibadah dan lain sebagainya, bisa disampaikan di Kawal Haji, dan kami tentu saja menjadikan platform itu untuk mempercepat proses penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh jemaah. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan jemaah haji Indonesia terus diberikan kemudahan sampai pelaksanaan puncak haji. Nanti di mana jumlah manusia yang akan berkumpul akan jauh lebih banyak dari sekarang dan kita semua diberikan kekompakan, kekuatan, serta kerjasama untuk terus mengawal proses penyelenggaran ibadah haji ini dengan baik.

Dan kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah Indonesia yang terkenal disiplin, sabar, dan mengikuti skema yang telah disiapkan agar memberikan kemudahan kepada mereka.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Patuhi Ketentuan Ihram Saat Tiba di Jeddah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar mematuhi ketentuan ihram sejak tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Hal ini penting untuk diingat Jeddah termasuk wilayah miqat bagi jemaah yang akan melaksanakan umrah wajib sebelum haji.

Pembimbing Ibadah PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara, Hamid, mengatakan masih ditemukan sejumlah pelanggaran ihram, baik oleh jemaah laki-laki maupun perempuan. Pelanggaran ini berisiko menyebabkan jemaah terkena kewajiban membayar dam.

“Saat turun dari pesawat, masih ada jemaah perempuan yang mengenakan masker yang menutup wajah. Sementara pada jemaah laki-laki, ditemukan yang masih memakai celana dalam, celana pendek, atau kaos kaki,” ujar Hamid di Bandara Jeddah, Senin (19/5/2025).

Hamid menegaskan pentingnya kesadaran jemaah akan larangan ihram, seperti tidak mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki, dan tidak menutup wajah dan telapak tangan bagi perempuan. Ia menyarankan agar jemaah menggunakan alas kaki terbuka, seperti sandal yang tidak menutup mata kaki.

“Selama masih di Jeddah, jemaah masih bisa mengulang niat ihram jika terjadi pelanggaran. Ini penting agar tidak terkena dam. Namun jika sudah masuk Makkah, maka konsekuensinya adalah harus membayar dam,” jelasnya.

Untuk menghindari risiko tersebut, Hamid mengimbau para jemaah memahami niat ihram sesuai dengan kondisi masing-masing. Bagi jemaah sehat dan tanpa kendala, cukup dengan niat:
“Labbaika Allahumma umratan.”

Namun bagi jemaah lansia atau berisiko tinggi yang kemungkinan terhalang menyelesaikan umrah, disarankan memakai niat isytirath:
“Labbaika Allahumma hajjan, fa in habasani habisun fa mahilli haitsu habastani.”

“Niat isytirath memberi kemudahan. Jika ada kendala dan jemaah tidak dapat menyelesaikan umrahnya, maka cukup tahallul dan umrah dianggap selesai tanpa kewajiban membayar dam,” tandasnya.

PPIH berharap seluruh jemaah dapat lebih disiplin dan memahami aturan ihram agar ibadahnya sah, tertib, dan sesuai syariat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News