Beranda blog Halaman 1036

Kementan Sidak Pangkalan Ayam di Jakarta, Awasi Distribusi dan Harga Ayam Hidup

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga ayam broiler (ayam ras pedaging) di daerah sentra konsumen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kami ingin memastikan distribusi dari sentra produsen ke wilayah konsumen seperti Jabodetabek berjalan lancar. Ini penting untuk menjaga ketersediaan dan harga ayam tetap pada level yang wajar,” ujar Hary Suhada, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, saat kunjungan ke pangkalan ayam dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (16/5/2025).

Dari hasil pemantauan, distribusi ayam hidup ke RPHU Pulo Gadung terpantau tidak mengalami fluktuasi yang berarti. Ketersediaan ayam broiler dinilai cukup stabil. Namun demikian, pelaku usaha menyampaikan masih adanya tantangan terkait fluktuasi harga dan beban biaya logistik relatif tinggi.

“Kami akan dorong efisiensi rantai pasok serta integrasi sistem distribusi ayam. Semua langkah ini bertujuan untuk melindungi peternak rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen,” tegas Hary.

Selain itu, Kementan menekankan pentingnya peran strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi dan kab/kota dalam mengendalikan distribusi anak ayam umur sehari Final Stock (DOC FS), ayam hidup (livebird), serta karkas ayam.

Setiap OPD diharapkan dapat melakukan pengumpulan dan analisis data secara berkala terkait kapasitas produksi dan kebutuhan konsumsi di wilayah masing-masing.

Berdasarkan kalkulasi penyediaan dan kebutuhan, setiap OPD diharapkan merumuskan kebijakan distribusi yang terarah dan berbasis data, sehingga mampu mencegah terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) maupun kekurangan pasokan (shortage), serta menjaga kestabilan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Dalam kesempatan yang sama, Suparno Nojeng, seorang pengusaha ayam yang telah berkecimpung di industri ini sejak tahun 1980 di Jakarta, mengungkapkan bahwa pasokan ayam hidup dan karkas ke wilayah Jakarta sebagian besar berasal dari Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meskipun suplai dinilai stabil mencukupi, harga ayam di tingkat peternak sebagai produsen kerap mengalami fluktuasi, sementara harga di pasar relatif stabil.

“Harga ayam selalu fluktuatif karena ketidaksinkronan antara peternak, pedagang dan pembeli,” ujar Suparno.

Kendati demikian, Suparno menyampaikan optimisme terhadap arah kebijakan pemerintah ke depan.

“Kita percayakan kepada pemerintah, apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menjelajah persoalan di masyarakat dari A sampai Z. Insya Allah, mudah-mudahan berjalan dengan baik dan saya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian,” kata Suparno.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat ditemui terpisah menekankan pentingnya merestorasi sistem tata niaga ayam ras nasional.

“Rantai pasok ayam ras harus ditata ulang agar efisien dengan kolaborasi dan dukungan seluruh unsur pemerintah dan pelaku usaha,” kata Agung di Jakarta (17/5/2025).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bukan Sekadar Kontes! Wamentan Sudaryono Ubah Expo Sapi Jadi Panggung Revolusi Ternak

Kontes dan Expo Sapi APPSI Boyolali 2025 yang awalnya hanya ajang tahunan para peternak, berubah menjadi panggung besar revolusi sektor peternakan nasional. Hal ini tak lepas dari kehadiran Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, yang tampil all out membawa visi besar kemandirian pangan berbasis peternakan lokal.

Dalam acara yang digelar di Pasar Hewan Terpadu, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (18/5/2025) oleh Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) itu, Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi nasional menuju kemandirian pangan.

“Provinsi Jawa Tengah, khususnya Boyolali, telah lama dikenal sebagai sentra sapi unggulan. Melalui acara ini, kita ingin memperkuat daya saing ternak lokal di pasar domestik maupun global,” ujar Wamentan Sudaryono.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat dan antusiasme peternak dalam acara tersebut. Sudaryono menyebut kontes sapi sebagai ajang penting karena mempertemukan langsung peternak dengan konsumen atau pembeli potensial.

“Luar biasa. Ini bukti semangat para peternak. Saya asli Grobogan, dari kecil pelihara sapi. Di Jawa Tengah, sapi bukan sekadar ternak, tapi bagian dari keluarga—bahkan sering tidur serumah,” tutur Mas Dar sapaan akrab Wamentan Sudaryono.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Sudaryono turut menyumbangkan dua ekor sapi berbobot rata-rata 850 kilogram sebagai hadiah tambahan kontes. Ia menegaskan sapi tersebut bukan untuk dijual, melainkan simbol semangat membangun peternakan nasional.

Selain menyumbang untuk tambahan hadiah bagi pemenang kontes, Wamentan Sudaryono juga berhasil memenangkan lelang dua ekor sapi berbobot lebih dari 800 lainnya seharga Rp 135 juta berwarna merah dan Rp 120 juta Sapi jumbo berwarna cokelat. Kedua sapi jumbo tersebut akan disumbangkan kepada masyarakat dalam perayaan hari raya idul adha mendatang.

Tak hanya itu, Wamentan Sudaryono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ternak dan mewaspadai ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK). Ia mengajak masyarakat aktif melaporkan gejala dan melakukan vaksinasi.

“Kementan telah menyiapkan 4 juta dosis vaksin PMK gratis. Jika ingin mandiri, harganya hanya sekitar Rp25 ribu per ekor. Bandingkan dengan harga sapi puluhan juta, ini investasi yang sangat kecil untuk perlindungan,” jelasnya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir menyatakan bahwa kontes dan expo sapi ini digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, sekaligus sebagai momentum memperkuat sektor peternakan nasional.

“Acara ini jadi jembatan antara peternak unggulan dan masyarakat yang ingin berkurban. Kami ingin hewan kurban memenuhi standar kualitas terbaik,” ujarnya.

Muzani juga menyebut tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa peternakan terus tumbuh dan dicintai rakyat. Ke depan, ia membuka peluang agar acara serupa menghadirkan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan bahwa ajang ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Boyolali, yang menjadi tuan rumah event besar pertama di sektor peternakan.

“Boyolali hari ini menjadi pusat perhatian. Ini kontes sapi pertama dengan skala sebesar ini di sini,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan kontribusi Jawa Tengah terhadap pasokan ternak nasional mencapai 18,18% atau sekitar 960 ribu ton, dengan hampir 60% berasal dari Boyolali. Hal ini menegaskan peran strategis Boyolali sebagai sentra peternakan utama di provinsi tersebut.

“Dengan potensi sebesar ini, tak salah kalau Boyolali jadi pusat pengembangan sapi dan domba nasional,” tambahnya.

Gubernur Luthfi menutup sambutannya dengan apresiasi kepada para peternak dan komunitas pecinta sapi, serta berharap agar kontes semacam ini digelar secara rutin.

“Kalau perlu, tiap bulan ada event sapi di berbagai daerah di Jateng. Potensi kita besar. Kegiatan seperti ini bisa memicu semangat peternak agar lebih aktif dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Boyolali, Anggota DPR RI Komisi XIII, Ketua Umum APPSI, Kapolda Jateng, Pangdam IV/Diponegoro, serta jajaran pejabat Kementerian Pertanian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hidayat Nur Wahid Tolak Wacana Legalisasi Kasino: Bertentangan dengan Konstitusi!

Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengkritisi gagasan yang sempat menjadi polemik dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Rapat Komisi XI agar Indonesia ‘melegalkan’ perjudian Kasino sebagai objek baru penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang belakangan sempat ramai menjadi pembicaraan publik.

HNW mengkritisinya sebab sekalipun gagasan itu sudah diklarifikasi oleh pengusulnya, dan tidak menjadi keputusan di Komisi XI DPR, tetapi ‘wacana’ seperti itu tetap perlu dikoreksi, agar tidak terulang lagi dengan segala dampak kegaduhannya, karena usulan sejenis telah pernah ditolak oleh MK lembaga pengadilan yang keputusannya final dan mengikat.

HNW sapaan akrabnya menjelaskan bahwa secara filosofis, UUD NRI 1945 adalah konstitusi yang berdasarkan hukum dan berlandaskan kepada KeTuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dituangkan dalam pembukaan dan dasar negara Pancasila, dan ditegaskan lagi dalam Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 29 ayat (1) UUDNRI 1945. Hal itu juga diperkuat dengan nilai-nilai agama yang berlaku dan diatur ke dalam banyak pasalnya.

“Perjudian dalam segala jenisnya termasuk kasino dan judi on line (judol) jelas ditolak dan bertentangan dengan nilai-nilai Konstitusional tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW juga mengingatkan bahwa MK pernah membuat keputusan menolak usulan untuk melegalkan perjudian melalui uji materi Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Namun, permohonan uji materi tersebut tegas ditolak oleh MK, dengan pertimbangan bahwa perjudian bertentangan dengan nilai-nilai moral, ajaran agama yang dianut masyarakat Indonesia, keamanan dan ketertiban umum yang semuanya diakui oleh Konstitusi yang berlaku di Indonesia.

HNW mengutip dua alasan utama yang diajukan oleh pemohon ketika itu untuk meminta judi dilegalkan, antara lain karena judi sudah mentradisi dan dapat menjadi sumber pemasukan negara.

Alasan tadi serupa dengan yang disampaikan oleh anggota DPR yang dengan dalih ‘mencari terobosan out of the box’ ia ‘mengusulkan’ agar judi (kasino) bisa dilegalkan.

Namun, dua alasan itu sudah ditolak dengan tegas oleh MK melalui putusan Nomor 21/PUU-VIII/2010 pada tahun 2011.

“Pertama, meski judi telah lama dipraktikkan oleh banyak etnis di Indonesia, namun berjudi dianggap suatu perbuatan yang tidak baik menurut nilai-nilai masyarakat,” ungkapnya.

Kedua, lanjut HNW, meski omset perjudian sangat banyak dan dapat memberi keuntungan ekonomi negara, dan negara memang memerlukan banyak anggaran biaya yang banyak, namun tidak berarti bahwa untuk mendapatkan biaya yang banyak itu harus dengan menghalalkan segala cara, termasuk melegalkan perjudian seperti kasino.

“Itu bunyi pertimbangan penolakan MK yang keputusannya final dan mengikat itu. Maka semestinya pemerintah didukung untuk mencari pemasukan tambahan hanya dari sumber yang legal, bukan dari yang illegal dengan melontarkan ‘ ‘wacana’ melegalkan judi (kasino) yang jelas telah ditolak dan dinilai tidak legal oleh MK,” tukasnya.

HNW sependapat dan mendukung keputusan MK tersebut. Ia menegaskan bahwa sesuai ketentuan Konstitusi, maka Indonesia yang merupakan negara hukum, memiliki aturan hukum serta nilai-nilai kemasyarakatannya sendiri, yang berbeda dengan negara-negara lain yang mungkin melegalkan judi (kasino).

“Oleh karena itu, sudah selayaknya sebagai WNI menaati hanya hukum yang berlaku di Indonesia, bukan yang lain. Memang penting anggota DPR membantu memikirkan penambahan pendapatan negara di luar pajak, tapi usaha untuk meningkatkan penerimaan negara tidak dilakukan dengan sumber yang dilarang oleh hukum yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW menjelaskan ada banyak cara lain yang legal dan konstitusional yang bisa diusulkan DPR dan dimanfaatkan oleh pemerintah seperti menyukseskan Danantara yang sedang didorong oleh pemerintah.

“Atau berbagai potensi ekonomi syariah yang sudah diakui legal dalam sistem hukum Indonesia. Atau dengan mendukung pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan lebih dari Rp 700 T keuangan negara dari kejahatan-kejahatan korupsi di Tata Niaga Timah, Pertamina, BLBI dan lainnya,” ungkap HNW.

Termasuk, lanjut HNW, membantu negara menegakkan hukum berantas judi online, agar selamatlah keuangan Rakyat dari judi online yang menurut PPATK peredaran keuangannya pada tahun 2025 melonjak drastis mencapai Rp 1,200 T.

“Padahal tahun 2023 peredarannya baru mencapai Rp 327 T, dan itu menurut Menkominfo ketika itu Budi Arie Setiadi sudah menjadikan Indonesia sebagai ‘negara darurat judi online’ dengan segala dampak negatifnya baik sosial, ekonomi, moral maupun keagamaan. Sekarang dengan peredaran melonjak mendekati empat kali lipat dan apalagi bila dilegalkan salah satu jenis judinya, bisa dibayangkan kedaruratan yang melanda Indonesia yang tidak akan membantunya hadirkan generasi emas menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena dengan tegaknya hukum dan besarnya uang yang bisa diselamatkan dari korupsi, dan terhindar nya kerugian publik akibat judi online, itu semua bisa memberikan manfaat yang besar dan positif kepada (pemasukan) keuangan Negara yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto adalah untuk menegakkan hukum dan menghadirkan pemerintahan yang bersih tentunya termasuk bersih dari korupsi dan perjudian.

“Apalagi, instrumen hukum yang dibuat oleh DPR dan Pemerintah terkait illegalnya perjudian sudah cukup memadai, yakni adanya ancaman hukuman yang tegas bagi penyelenggara dan pelaku perjudian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ujar HNW.

HNW mengatakan Presiden Prabowo juga sempat menyebutkan bahwa kerugian akibat judi online mencapai Rp 900 triliun per tahun dan kerugian itu menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

“Selain kerugian material yang besar, ada juga kerugian lain yang tidak ternilai, yakni kerugian sosial dan etika masyarakat Indonesia akibat dari perjudian. Bila perjudian yang ilegal saja efek rusaknya bisa sangat besar bahkan menjadikan Indonesia darurat judi on line, apalagi apabila perjudian (dimulai dari kasino) tersebut malah dilegalkan. Dampak negatifnya akan jauh lebih besar dibanding ‘manfaat’ ekonomi yang mungkin ingin diraih,” pungkas HNW mengakhiri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamenhan Terima Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LK Kemhan dan TNI TA 2024

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto menerima secara resmi konsep laporan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan (LK) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2024. Penyerahan konsep laporan tersebut dilakukan oleh Bahtiar Arif, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VIII dan Organisasi Internasional BPK RI, dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (16/5/2025).

Pemeriksaan yang dilakukan BPK RI ini bertujuan untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran pertahanan negara. Proses penerimaan konsep laporan menjadi tahap penting dalam evaluasi bersama, serta sebagai bentuk koordinasi dan klarifikasi antara BPK RI dengan Kemhan dan TNI terkait hasil pemeriksaan untuk penyempurnaan laporan akhir yang akurat dan objektif.

Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan BPK RI dan menegaskan komitmen Kemhan RI, serta TNI untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan. Wamenhan juga menekankan agar memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan guna mendukung efektivitas pembangunan pertahanan negara.

Lebih lanjut, Bahtiar Arif menyatakan bahwa pemeriksaan ini dilaksanakan secara independen dan profesional sesuai mandat BPK RI. Bahtiar berharap hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk pengelolaan keuangan negara yang lebih baik ke depan dalam sektor pertahanan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan BKK Desa Senilai Rp4,76 Miliar untuk Warga Ponorogo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa senilai total Rp4,76 miliar kepada masyarakat Kabupaten Ponorogo. Penyerahan dilakukan dalam agenda “Sapa Bansos” di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/5), yang juga dirangkaikan dengan pembagian sepatu gratis bagi anak-anak menjelang tahun ajaran baru.

Bantuan yang disalurkan meliputi Bansos Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk lansia, bantuan operasional pendamping PKH, hingga tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain itu, diserahkan pula bantuan pemberdayaan desa seperti Program Desa Berdaya, Pemberdayaan BUMDes, dan Jatim Puspa.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara bijak dan tidak untuk konsumsi berlebihan, seperti membeli pulsa atau paket internet yang tidak mendesak.

“Agar bantuan yang diterima ini dapat dimanfaatkan untuk anak-anak, jangan dibelikan untuk hal konsumtif terutama beli pulsa maupun paket internet. Kecuali bagi penerima yang memang bekerja dengan mengandalkan internet,” tegasnya.

Gubernur Khofifah juga menyemangati anak-anak penerima bantuan sepatu untuk terus giat belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin.

“Kejarlah ilmu setinggi-tingginya. Bung Karno berpesan gantungkan cita-cita setinggi langit. Jika jatuh, kalian akan berada di antara bintang-bintang,” pesan Khofifah dengan penuh semangat.

Secara rinci, bantuan sosial yang disalurkan di Kabupaten Ponorogo tahun 2025 antara lain sebesar Rp 3,49 miliar untuk 1.276 keluarga penerima PKH Plus, dan Rp 302,4 juta untuk 84 penyandang disabilitas. Pada triwulan I, disalurkan Rp 612 juta untuk 1.224 keluarga PKH Plus dan 83 jiwa ASPD.

Bantuan simbolis juga diberikan kepada berbagai kelompok, antara lain 50 penerima zakat produktif, 30 lansia PKH Plus, dan 10 calon siswa sekolah rakyat. Tak ketinggalan, bantuan juga diberikan kepada pilar sosial seperti pendamping PKH, pendamping ASPD, TKSK, dan Tagana.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Khofifah terhadap warga Ponorogo, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar melalui program bansos.

“Semoga bantuan dari Ibu Gubernur ini bisa memberi keberkahan dan membantu masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Jatim, Budi Sarwoto, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi Asta Cita Presiden dan Nawa Bhakti Satya Jawa Timur. Fokus utamanya adalah memperkuat kemandirian desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Pada tahun ini, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan kewirausahaan inklusif bagi 50 perempuan tangguh di Ponorogo senilai Rp 3 juta per orang. Selain itu, BKK Desa juga disalurkan kepada 10 desa dengan total nilai lebih dari Rp 1 miliar, mencakup program pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Ponorogo, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa-desa di Jawa Timur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Siap Maksimalkan Potensi Geopark Nasional Bogor Halimun Salak

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan keseriusannya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan Geopark Nasional Bogor Halimun Salak sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan langsung saat menerima kunjungan Tim Penilai Geopark Nasional di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati, Senin (19/5/25).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan harapan agar tim penilai memberikan kesempatan kepada Kabupaten Bogor untuk berbenah dan mengevaluasi diri.

“Berikan kami kesempatan untuk bebenah dan mengevaluasi. Kami pastikan salah satu prioritas pembangunan daerah adalah Geopark Bogor Halimun Salak,” tegasnya.

Rudy Susmanto juga menyoroti potensi luar biasa bentang alam yang dimiliki Kabupaten Bogor, khususnya wilayah timur seperti Nanggung. Meski sempat terhambat pandemi COVID-19, saat ini Pemkab Bogor terus membangun kembali dengan semangat baru.

“Hari ini, hampir seluruh usaha di Indonesia mengedepankan wisata alam. Kami yakin Geopark Bogor Halimun Salak memiliki daya tarik besar,” ujarnya.

Bupati Bogor juga mengungkapkan pesan pribadi dari Presiden Republik Indonesia kepadanya: “Bogor halaman rumah saya, tolong jaga lingkungan kami, tolong jaga hutan kami.” Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa Geopark bukan hanya kebanggaan daerah, namun juga tanggung jawab bersama.

Mengenai langkah konkret, Pemkab Bogor akan menyiapkan dukungan anggaran serta program-program yang mendorong pelestarian dan promosi Geopark.

“Kami tidak setengah-setengah. Predikat Geopark Nasional yang diraih pada 2018 bukan sekadar label. Kami siap melangkah lebih jauh,” kata Rudy Susmanto.

Ia juga menyampaikan rencana integrasi promosi Geopark ke berbagai sektor, mulai dari hotel, sekolah, hingga perangkat desa. Ketika masuk ke kamar hotel, yang terbuka bukan hanya menu restoran, tapi juga informasi tentang Geopark Bogor Halimun Salak.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Bogor juga akan menyertakan Geopark Halimun Salak sebagai prioritas dalam postur APBD Perubahan 2025 hingga APBD murni 2029. Upaya perbaikan infrastruktur seperti jalan dan penunjuk arah juga tengah dilakukan untuk menunjang akses menuju kawasan Geopark.

“Kami pastikan, mulai dari Sentul hingga Nanggung, akan ada rambu-rambu penunjuk Geopark. Sekolah-sekolah di 15 kecamatan dan 172 desa juga akan menjadi agen promosi dan edukasi,” tandasnya.

Katanya, Geopark Bogor Halimun Salak adalah warisan Tuhan yang luar biasa.

“Kami siap merawat dan mengembangkannya bersama seluruh elemen masyarakat,”imbuhnya.

Selanjutnya, Ketua Tim pusat Survey Geologi Kementrian ESDM, Aries Kuswono menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempertahankan dan mengembangkan Geopark Nasional Bogor Halimun Salak.

Aries menegaskan bahwa tim penilai tidak datang untuk mencari kesalahan, melainkan untuk bersama-sama mencari jalan terbaik dalam membangun Geopark Halimun Salak menjadi lebih baik.

“Tidak ada Geopark yang sempurna. Semua pasti membutuhkan perbaikan. Evaluasi ini adalah kewajiban yang harus dilakukan setiap empat tahun sekali sesuai aturan UNESCO,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa Geopark Halimun Salak memiliki potensi luar biasa.

“Yang ahli biologi saja belum tentu bisa menjelaskan sebaik ini. Saya pribadi semakin yakin terhadap Geopark Bogor Halimun Salak,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Benyamin Sambut Milad ke-37 KKSS; Budaya dan Kebersamaan Fondasi Membangun Kota Tangsel

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut pentingnya budaya dan kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun kota. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri milad ke-37 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Wisma Syahida Inn, Ciputat Timur, Minggu (18/05/2025).

“Pembangunan yang baik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus berpijak pada akar budaya masyarakat. Tangerang Selatan adalah miniatur Indonesia, dan keberagaman suku serta budaya harus menjadi kekuatan kita bersama,” ujarnya.

Selain itu, persatuan dan pembangunan berkelanjutan menjadi hal penting dalam membangun Kota Tangerang Selatan. Apalagi jumlah penduduk Kota Tangsel yang terus meningkat dan posisi strategis di antara wilayah-wilayah metropolitan seperti Jakarta, Depok, Bogor, dan Tangerang.

Oleh karenanya, pemerintah terus mengarahkan seluruh sumber daya yang dimiliki baik sumber daya manusia, waktu, alam, finansial, maupun kultural untuk pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan.

Dirinya menekankan bahwa, meskipun Tangerang Selatan adalah kota dengan luas wilayah yang terbatas dan tanpa lahan pertanian.

“Potensi demografisnya yang terus berkembang harus diarahkan untuk menciptakan kota yang unggul, inovatif, inklusif, dan lestari,” terangnya.

Terakhir, Benyamin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas eksistensi KKSS yang telah berkontribusi selama 37 tahun dalam mempererat tali persaudaraan antarwarga Sulawesi Selatan serta masyarakat luas di Tangerang Selatan.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan 1,4 juta jiwa lebih masyarakat Tangsel, kami ucapkan selamat Milad ke-37 bagi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Tangerang Selatan,” ucapnya.

Acara Milad ke-37 KKSS ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan keharmonisan antar komunitas yang menjadi bagian penting dari wajah multikultural Tangerang Selatan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tinjau Pembangunan MPP, Wattimena: Ini Dampaknya Bagi Masyarakat dan Pengusaha

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Jumat (15/5/25) meninjau pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi Pusat Perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz).

Wali Kota di sela-sela tinjuannya, mengatakan, MPP dalam proses pengerjaan ini merupakan salah satu implementasi dari 17 Program prioritasnya bersama Wakil Wali Kota.

“Ini salah satu indikator kita membawa kota ini dalam optimalisasi pelayanan publik yang menjamin perizinan dan non-perizinan terintegrasi dalam sebuah gedung,” katanya.

Wattimena meyakini, MPP ini akan berdampak pada optimalisasi pelayanan publik sehingga seluruh pengusaha atau masyarakaat yang mengurus perizinan dan non perizinan, prosesnya dapat berjalan secara transparan dan akuntabel

“Kita berharap MPP ini selesai, akan merubah peta pelayanan publik, yang dulunya masyarakat harus mengurus ke masing-masing OPD walaupun sudah satu pintu, tetapi disini akan terintegrasi, termasuk pengurusan perizinan di instansı-vertikal,”bebernya.

Pembangunan MPP ini sendiri, jelas Wali Kota, dikerjakan oleh PT. Modern Multi Guna, sebagai bagian dari kontrak kerjasama dengan Pemkot dalam pengelolaan Amplaz

Diharapkan, apabila MPP ini telah beroperasi maka akan berdampak pada peningkatan pengunjung dan pemasukan bagi tenant-tenant yang ada di pusat perbelanjaan tertua di kota Ambon ini.

“Ibaratnya Simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Paling tidak diperkirakan 100-150 orang mengurus perizinan setiap harinya dan sambil menunggu dapat juga berbelanja disini,” terangnya.

Wattimena optimis, pembangunan MPP ini dapat selesai pada tahun ini, dan rencananya akan diresmikan paling lambat bulan Januari 2026 mendatang.

“Mudah-mudahan Januari 2026 sudah dapat kita resmikan. Sesuai target pemerintah pusat bahwa semua Kabupaten/Kota harus memiliki MPP,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Kalsel Gelar Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel akan menggelar acara penting bertajuk “Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 Mei 2025 di Gor Babusalam, Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta diharapkan dapat menggugah semangat masyarakat dalam membentuk koperasi desa yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Andie Putra Pratama, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Koordinator Pangan untuk segera melakukan sosialisasi mengenai musyawarah desa atau kelurahan.

Pembentukan koperasi Merah Putih ini merupakan salah satu instruksi dari Presiden dalam rangka peningkatan kelembagaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dinas PMD Kalsel bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMK Kalsel untuk menyukseskan acara ini, yang akan dihadiri oleh 1879 desa dan 144 kelurahan di seluruh Kalsel.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur desa dan kelurahan, karena pembentukan koperasi Merah Putih menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Andie di Banjarbaru, Senin (19/5/2025).

Diharapkan acara ini menjadi momentum penting bagi Kalsel untuk menjadi pionir dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Lebih lanjut, Menteri Desa dan jajarannya direncanakan akan melakukan peninjauan ke desa-desa yang berpartisipasi dalam pembentukan koperasi. Selain itu, akan disajikan video pencapaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait dukungan pembentukan koperasi di seluruh Indonesia.

Sebagai tambahan, laporan dari Gubernur Kalsel mengenai perkembangan pembentukan koperasi desa atau kelurahan Merah Putih akan disampaikan kepada Menteri Desa. Dialog dan tanya jawab antara perwakilan desa dan jajaran Pemprov Kalsel, termasuk Gubernur, diharapkan dapat memberikan solusi dan dukungan bagi masyarakat.

Salah satu desa yang menjadi lokasi penyiapan koperasi Merah Putih adalah Desa Awang Bangkal Barat di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dan Desa Indrasari di Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kalsel dapat lebih berdaya dan sejahtera melalui pembentukan koperasi yang terorganisir dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Setiap Pekan Dievaluasi, Wali Kota Pekanbaru Pastikan Target Infrastruktur Tercapai

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan pentingnya evaluasi rutin setiap pekan. Hal ini guna memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target.

“Rapat ini adalah bagian dari evaluasi rutin setiap pekan. Kami ingin memastikan bahwa kinerja kami selalu on track karena masyarakat menunggu hasil kerja. Target mingguan dan tahunan harus kami kejar secara konsisten,” ujar Agung usai rapar di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (19/5/2025).

Salah satu isu yang dibahas dalam rapat tersebut adalah progres proyek pelelangan dan perbaikan jalan. Sejumlah ruas jalan telah mulai diperbaiki. Dalam pekan ini, proses lelang untuk perbaikan lainnya diharapkan sudah dapat dimulai.

“Saat ini, sudah lebih dari 20 kilometer jalan yang kami overlay atau lapisi ulang. Fokus kami tahun ini adalah memperbaiki ruas jalan yang paling parah terlebih dahulu,” kata Agung.

Setelah itu, penutupan lubang-lubang akan terus dilakukan. Pada tahun depan, overlay secara menyeluruh akan dilanjutkan.

Persoalan utama jalan-jalan di Pekanbaru bukan semata kerusakan. Melainkan, karena aspal yang sudah aus akibat kurangnya perawatan berkala selama ini.

“Kondisi jalan kita ibaratnya sudah waktunya diremajakan. Selama ini tidak ada perawatan menyeluruh secara rutin. Sehingga banyak jalan yang aus dan rusak di berbagai tempat,” ujar Agung.

Perawatan jalan seharusnya menjadi prioritas utama. Ia membandingkan dengan kondisi jalan di daerah lain yang tampak lebih baik karena adanya pemeliharaan rutin.

“Kalau kita lihat dulu Jalan Jenderal Sudirman, itu mulus dan selalu diperbaiki secara berkala. Bahkan subuh-subuh sudah dilakukan pelapisan. Tapi sekarang kondisinya mulai rusak karena sudah beberapa tahun tidak ada peremajaan,” jelas Agung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News