Beranda blog Halaman 1072

Hidayat Nur Wahid Dukung RUU Ketahanan Keluarga untuk Atasi Tingginya Angka Perceraian

Wakil Ketua MPR yang juga Anggota DPR RI Komisi VIII yang salah satunya mengurusi bidang keagamaan Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mendukung usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang prihatin dengan tingginya angka perceraian di Indonesia. Menag bahkan  mengusulkan revisi terhadap UU Perkawinan dan atau menghadirkan undang-undang baru tentang ketahanan keluarga sebagai respons terhadap masih terus meningginya angka perceraian di Indonesia yang dinilai telah mencemaskan dan berdampak pada struktur sosial serta stabilitas ekonomi keluarga.

“Usulan ini patut diapresiasi, dan saya yang diamanahkan berada di Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama, menyambut baik keprihatinan dan usulan tersebut. Apalagi bila solusinya lebih mendasar dengan lahirnya kembali RUU Ketahanan Keluarga sebagaimana diwacanakan oleh Menag Prof Nasaruddin Umar,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (24/4).

HNW sapaan akrabnya mengatakan bahwa gagasan tersebut sejatinya menguatkan gagasan yang sudah ada sebelumnya. Karena RUU Ketahanan Keluarga itu sudah berulang kali diusulkan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) di DPR RI pada dua periode pemerintahan sebelumnya. “Namun, sayangnya, ketika itu gagasan tersebut tidak mendapat dukungan positif dari pemerintah dan mayoritas fraksi di DPR. Bila sekarang Menteri Agama (Pemerintah) malah mengusulkan, tentu menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan solusi mendasar mengatasi masalah tidak harmonisnya keluarga yang berujung pada tingginya angka perceraian dengan dampak ikutannya yang meluas,” jelasnya.

Lebih lanjut, HNW mengungkapkan bahwa Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang selama dua periode terakhir sudah berusaha memperjuangkan RUU ini. Bahkan, pada periode lalu, dua anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani, mendapat dukungan dari anggota dari Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra dan Fraksi PAN, telah secara resmi mengusulkan dan mempersiapkan RUU ini, tentu akan kembali bersemangat untuk mengajukan atau mendukung RUU Ketahanan yang kali ini bisa saja inisiatifnya dari Pemerintah (Kemenag).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengatakan bahwa mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan beberapa sumber, angka perceraian di Indonesia memang cukup tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini. Yakni, 408.347 kasus pada 2024, 463.654 kasus pada 2023, 516.344 kasus pada 2022, dan 447.743 kasus pada 2021. Faktor penyebabnya juga berbagai macam, dari masalah ekonomi dan salah satu pasangan berzina, hingga yang paling dominan adalah pertengkaran terus menerus.

“Urgensi untuk menjawab persoalan keluarga yang ada di masyarakat (termasuk tingginya angka perceraian) sudah sangat terlihat, dan bahan-bahan untuk memulai RUU Ketahanan Keluarga itu juga sudah tersedia. Saat ini, tinggal bagaimana ‘political will’ Pemerintah, atau DPR, atau inisiatif bersama Pemerintah dan DPR untuk bersama sama mengusulkan dan memperjuangkan disahkannya RUU Ketahanan Keluarga ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Menag Nasaruddin Umar memang telah menyampaikan kekhawatirannya terhadap angka perceraian yang tinggi. Ia mengusulkan agar ada Bab khusus di dalam UU Perkawinan yang mengatur pelestarian perkawinan atau bila perlu dibuatkan UU khusus mengenai Ketahanan Keluarga.

HNW mengaku lebih setuju dengan usulan menghadirkan RUU Ketahanan Keluarga sebagaimana diusulkan oleh Menag, dibandingkan dengan hanya merevisi UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan menambahkan Bab baru yaitu Bab Pelestarian Keluarga di UU Perkawinan itu. Sekalipun diakui bahwa penambahan satu bab dalam UU Perkawinan bisa jadi lebih cepat bisa diputuskan menjadi rujukan hukum mengatasi masalah perceraian dan masalah keluarga lainnya, tetapi HNW mengingatkan hendaknya dipastikan  bahwa usulan merevisi UU Perkawinan, jangan menjadi seperti membuka ‘Kotak Pandora’, karena ada potensi penumpang gelap yang ingin mengacaukan rezim perkawinan di Indonesia yang berdasarkan agama, dengan berupaya menghadirkan perkawinan beda agama yang sudah ditolak oleh MK, atau bahkan tuntutan legalitas perkawinan sesama jenis yang tidak sesuai dengan UU Perkawinan dan Pancasila.

HNW mengatakan itu semua tentu sudah menjadi perhatian Menag dalam mengusulkan revisi UU Perkawinan. Memang UU Perkawinan pernah direvisi secara terbatas terkait usia perkawinan pada 2019 atas amanat putusan MK. Namun, kita bisa lihat ada beberapa suara belakangan ini yang mencoba menghadirkan perkawinan tanpa landasan agama, perkawinan beda agama, atau yang lebih parah lagi, perkawinan sesama jenis. “Jangan sampai mereka hadir sebagai ‘penumpang gelap’ dalam revisi UU Perkawinan,” jelasnya.

“Karena itu bukan menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru yang makin bisa menjadi potensi besar terjadinya perceraian ketika pernikahan tidak dibasiskan kepada ajaran Agama, hal yang tentu saja bertentangan dengan Pancasila dan Pasal 28B ayat (1) UUD NRI 1945 dan UU Perkawinan yang ada dan juga bertentangan dengan sistem sosial yang diterima masyarakat Indonesia umumnya,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Ibas Dorong Kerjasama Indonesia-Singapura untuk Perekonomian yang Lebih Berkembang

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, parlemen, dan sektor bisnis Indonesia dengan negara lain, salah satunya Singapura. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, dengan harapan Indonesia dapat mencapai pertumbuhan lebih dari 5%-8% dalam beberapa tahun mendatang. Ia menggarisbawahi peluang besar investasi di Indonesia dan bagaimana komitmen bangsa dalam mendukung regulasi yang ramah investor.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro Ketua FPD DPR RI ketika mengunjungi dan berdiskusi langsung dengan Singapore International Chamber of Commerce (SICC), lembaga kamar dagang tertua dan independen di Singapura, yang didirikan pada tahun 1837, Kamis (24/4/25).

“Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas waktunya, karena saya tahu pengusaha menghitung setiap detik, setiap menit adalah uang. Pada kesempatan ini kami tidak hanya ingin berdiskusi untuk mendapatkan banyak peluang tapi juga mengundang anggota bisnis di Singapura untuk dapat ke Indonesia dan berkolaborasi sesuai dengan apa yang telah dilakukan SICC dan Kadin selama ini,” kata Ibas mengawali sambutannya.

“Kami kira anda semua sudah tahu ada Kadin di Indonesia, kami tunggu kedatangannya dan kami berharap bisa banyak berkolaborasi, kerjasama, investasi, dan program perdagangan yang datang ke Indonesia maupun ke Singapura,” lanjutnya.

Edhie Baskoro kemudian menyampaikan bahwa masih banyak peluang walaupun kita sedang menghadapi berbagai tantangan dunia, diperlukan sebuah kolaborasi antar pemerintah, parlemen, maupun pebisnins antar kedua negara.

“Tentu saja sebagai anggota parlemen, kami ingin melakukan pembicaraan yang baik tidak hanya antar pemerintah, eksekutif, tapi dari parlemen ke parlemen dan bisnis ke bisnis, serta hubungan antar masyarakat.”

Pada kesempatan ini, Ibas yang saat ini juga menjabat sebagai  Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin memaparkan bagaimana harapan dan rencana besar Indonesia untuk menumbuhkan perekonomian hingga lebih dari 5% di tahun ini.

“Indonesia juga menargetkan dan berharap tidak hanya beberapa negara di ASEAN, kami ingin menumbuhkan ekonomi lebih dari 5%, mungkin sekarang sedang dalam koreksi, di tahun depan atau beberapa tahun mendatang, kami berharap dapat mencapai pertumbuhan 8% . Itu berarti ada peluang besar yang harus kami lakukan dengan benar dan berkelanjutan.”

Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini menyadari bahwa persaingan bisnis saat ini juga tidak mudah, ditambah adanya perkembangan teknologi baik dalam pemerintahan maupun bisnis.

“Oleh karena itu kami ingin tahu tentang apa bisnis masa depan yang dilihat Kamar Dagang di Singapura (SICC), karena begitu banyak pekerjaan yang dibutuhkan.”

“Juga untuk kaum muda kita. Ada begitu banyak yang diberhentikan karena teknologi, AI, tidak hanya di sektor perbankan tetapi juga di industri, produsen dan juga usaha kecil,” paparnya lebih jelas.

Edhie Baskoro Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini berharap diskusi dan pertemuan ini dapat memberikan gambaran, ide, tentang apa yang dibutuhkan Indonesia, baik regulasi maupun praktik perdagangannya.

Ibas pun menegaskan komitmen Indonesia dalam menyambut baik kerjasama bisnis dengan Singapura, melalui perdaganagan maupun investasi. “Sekali lagi, kami berkomitmen untuk menyambut kerjasama bisnis Singapura. Melakukan lebih banyak perdagangan dan investasi. Kami bersyukur Singapura telah berinvestasi di Indonesia lebih dari $20 Billion . Saya kira, itu akan menjadi yang tertinggi di seluruh kawasan ASEAN dan cukup besar di Asia.”

Di akhir sambutannya, Ibas menyampaikan harapan besarnya Singapura akan memiliki banyak investasi di Indonesia serta bersama-sama membangun kawasan ASEAN yang lebih baik terutama bidang ekonominya.

“Kami berharap meskipun Singapura memiliki lebih banyak investasi, Singapura akan menjadi pusat investasi di Indonesia. Kami hanya ingin Anda tahu bahwa kami orang Indonesia dapat dipercaya, negara kami aman,

serta kami terus berusaha meningkatkan kredibilitas dan keadilan penegakkan hukum, termasuk regulasi dan perizinan yang probisnis sehingga tidak ada rasa takut dan yakin untuk berinvestasi di Indonesia. Presiden kami juga memiliki komitmen yang kuat untuk memerangi korupsi, memerangi semua perilaku buruk dari bisnis dan pemangku kebijakan sebagainya.”

“Sekali lagi, terima kasih. Mari berinvestasi bersama, mari membangun bersama, dan mari kita pimpin kawasan ini bersama-sama untuk menjadikan Singapura, Indonesia, ASEAN, menjadi negara yang lebih baik dalam berusaha,” pungkasnya.

Wong Joo Seng, 2nd Deputy Chairman, SICC Board pun menyambut baik dan memberikan tanggapan positif atas apa yang disampaikan Ibas.

“Hubungan antara Indonesia dan Singapura sangat erat, dimana apa yang baik untuk satu negara juga bermanfaat bagi negara lainnya. Salah satu dorongan utama saat ini yang kami harapkan adalah kebijakan yang lebih ramah investor, dengan harapan struktur persyaratan dan legal yang lebih jelas untuk mempermudah perusahaan Singapura merencanakan investasi di Indonesia. Indonesia memiliki banyak hal yang dibutuhkan Singapura, terutama dalam hal tenaga kerja yang melimpah dan pasar yang berkembang pesat.”

Menurut Wong Joo Seng, dalam hal stabilitas dan prediktabilitas, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan peningkatan yang harus dilakukan secara bertahap agar tidak menciptakan kesulitan bagi bisnis.

Pada acara ini Ibas hadir bersama delegasi, beberapa anggota DPR/MPR/DPD RI, di antaranya ⁠Andreas Hugo Pareira,  Mulyadi, Anton Sukartono Suratto, Abdul Bakri Haji Musa, dan Jialyka Maharani.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Jatim Retreat 2025 Rampung, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas

Jatim Retreat 2025 resmi berakhir pada Minggu (27/4/2025) di Pusat Pendidikan Arhanud TNI AD, Kota Batu, menandai selesainya rangkaian kegiatan penguatan karakter dan kepemimpinan yang diikuti oleh 72 pejabat pimpinan tinggi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selama dua hari, sejak 26 April, para peserta mengikuti serangkaian aktivitas yang dirancang untuk memperkuat sinergi, membangun kepercayaan, dan memperdalam nilai-nilai integritas di dalam birokrasi pemerintahan.

Penutupan Jatim Retreat 2025 berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Prosesi ditandai dengan penanggalan tanda peserta serta penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada dua peserta perwakilan:

  • Dr. Iwan, S.Hut., M.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, dan
  • drg. Vitria Dewi, M.Si., Kepala Rumah Sakit Jiwa Menur.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa kekuatan organisasi pemerintahan tidak hanya terletak pada struktur, tetapi pada karakter dan integritas yang dimiliki setiap individunya. “Karakter dan integritas menjadi kekuatan sebuah institusi untuk menguatkan produktivitas, kepercayaan masyarakat, dan capaian dari Asta Cita yang bersambung dengan Nawa Bhakti Satya. Semoga kegiatan ini dapat menguatkan karakter dan integritas semua OPD Pemprov Jawa Timur,” tegas Khofifah.

Seluruh peserta menyambut baik kegiatan ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, mewakili peserta menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih karena telah memberi kami kesempatan untuk berinteraksi lebih intens, sehingga kami menjadi lebih kompak dan saling mengenal. Semoga setelah kegiatan ini, koordinasi antar OPD akan semakin solid,” ujarnya.

Selama pelaksanaan, peserta terlibat dalam berbagai sesi reflektif, diskusi kelompok, dan kegiatan lapangan yang bertujuan untuk memperkuat ikatan personal sekaligus membangun semangat kolaborasi antar-lembaga. Jatim Retreat 2025 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat kultur kerja pemerintahan yang berbasis karakter, mempercepat koordinasi lintas sektor, serta membangun birokrasi yang lebih tangguh, responsif, dan terpercaya di mata masyarakat.

Dengan semangat baru yang terbangun melalui retreat ini, Pemprov Jawa Timur optimistis akan mampu melangkah lebih kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan terutama untuk menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Ekspor Lampaui USD 273 juta, Kemenperin Wujudkan Kemandirian Industri Alkes

Industri alat kesehatan adalah salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam memacu perekonomian nasional.

“Industri alat kesehatan merupakan salah satu sektor yang masuk kategori high demand. Kondisi ini perlu dimanfaatkan dengan baik dan optimal, termasuk untuk mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (27/4).

Melihat potensi industri alat kesehatan di Indonesia, berdasarkan data SIINas, saat ini sudah ada 393 perusahaan alat kesehatan yang terdaftar memproduksi beragam produk alat kesehatan, antara lain produk tempat tidur rumah sakit, alat suntik, tensimeter, elektromedik, ventilator dan lain sebagainya.

“Kami juga melihat perkembangan yang sangat bagus pada peningkatan transaksi produk alat kesehatan dalam negeri pada e-Katalog yang terus meningkat hingga mencapai 48 persen di tahun 2024. Selain itu, data ekspor alat kesehatan juga mengalami peningkatan sejak tahun 2019, di mana ekspor alat kesehatan pada tahun 2024 lebih dari USD273 juta,” ungkap Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan.

Untuk memperkuat ekosistem industri alat kesehatan, Kemenperin telah melakukan kajian mengenai penguatan bahan baku melalui pembentukan Hub Bahan Baku Alat Kesehatan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan bahan baku dalam negeri dengan para produsen lokal, sehingga industri dalam negeri bisa lebih berdaya saing dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar secara nasional.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan serta kolaborasi yang erat dari seluruh pemangku kepentingan terkait, baik itu dari pemerintah, pelaku industri, maupun akademisi dalam membangun ekosistem hulu alat kesehatan yang kuat,” tutur Solehan.

Sebagai bagian dari alat kesehatan elektromedis, ultrasonografi (USG) memiliki banyak fungsi dalam bidang medis, mulai dari memantau perkembangan janin selama kehamilan hingga mendeteksi masalah pada organ tubuh. Sehingga saat ini keberadaan industri USG dalam negeri akan mendukung kemandirian alat kesehatan nasional.

“Dalam pengembangan sebuah produk, kami menyadari bahwa produk USG juga merupakan produk yang kompleks, memerlukan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari elektronika, permesinan, kedokteran, software, precision engineering, hingga uji klinis dan sertifikasi medis. Serta tahapan pengembangan produk yang panjang mulai dari desain awal, prototipe, pengujian, produksi, distribusi, instalasi dan training terhadap tenaga kesehatan (user),” ujar Solehan.

Menurutnya, Kemenperin mengapresiasi industri dalam negeri seperti GE Healthcare yang telah berhasil menghadirkan produk USG secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa kemampuan industri nasional semakin siap naik kelas. “Ke depannya, kami akan terus mendorong agar industri dalam negeri mampu menguasai sejak dari tahap desain awal sebuah produk alat kesehatan,” jelas Solehan.

Di samping itu, Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin juga gencar mendorong penguatan industri komponen lokal, agar produk USG ini tidak hanya dirakit di Indonesia, tetapi benar-benar tumbuh dari ekosistem dalam negeri. “Selanjutnya adalah pemanfaatan teknologi digital dan manufaktur cerdas, agar kualitas dan efisiensi produksi dapat ditingkatkan. Pada akhirnya akan meningkatkan kemitraan dengan sektor riset dan pendidikan tinggi, agar inovasi terus mengalir dan tidak berhenti di satu generasi produk saja,” papar Solehan.

Kemenperin menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi pelaku industri alat kesehatan dalam negeri, misalnya ketersediaan bahan baku lokal khususnya untuk bahan baku medical grade yang perlu terus ditingkatkan. Selanjutnya, skala produksi yang harus didorong agar kompetitif secara ekonomi, melalui perluasan pasar, baik domestik maupun ekspor, yang membutuhkan dukungan regulasi seperti insentif bagi industri dan promosi bersama.

“Ketika kita berbicara soal alat kesehatan, kita tidak hanya bicara tentang produk industri. Kita sedang bicara tentang ketahanan nasional, tentang kemandirian bangsa, dan tentang kemampuan Indonesia untuk menjawab kebutuhan rakyatnya sendiri,” pungkas Solehan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Dedi Mulyadi Canangkan Revolusi Pendidikan Jabar, SPMB 2025 Harus Bebas Kegaduhan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperbaiki sistem pendidikan di Jawa Barat mulai tahun 2025.

Hal itu disampaikan dalam rapat bersama pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, serta pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar.

KDM – sapaan akrab Gubernur – menegaskan komitmennya untuk mereformasi sistem pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa dan guru.

“Saya tidak mau lagi ada keributan saat penerimaan siswa SMA/MA. Dinas Pendidikan dan Kemenag harus menetapkan daya tampung secara jelas,” katanya

“Bila tidak mencukupi, siswa harus diarahkan ke sekolah swasta yang ditunjuk. Pemdaprov akan bantu pembiayaan siswa yang bersekolah di swasta, asalkan lokasinya jelas,” tegas KDM.

Hal serupa juga berlaku untuk penerimaan siswa tingkat SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Ia mengajak seluruh pihak menyatukan visi dan misi dalam penataan pendidikan di Jawa Barat.

Selain fokus pada siswa, KDM turut memperhatikan kesejahteraan dan kualitas guru, termasuk proses rekrutmen yang harus dilakukan secara transparan dan profesional.

Ke depan, guru di Jabar harus memiliki karakteristik yang terstandar serta mengikuti pelatihan karakter.

Pendidikan Karakter Bersama TNI/Polri

Mulai 2 Mei 2025, KDM menargetkan pelaksanaan pendidikan karakter di beberapa wilayah Jawa Barat bekerja sama dengan TNI dan Polri.

“Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap,” ujarnya.

TNI telah menyiapkan sekitar 30 hingga 40 barak khusus untuk pelaksanaan program ini.

Peserta dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua, dengan prioritas pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal.

“Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya,” jelas KDM.

Pembiayaan program akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemdaprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota yang terlibat.

KDM juga menegaskan beberapa kebijakan lainnya, seperti pelarangan study tour, wisuda, dan kegiatan lain yang membebani orang tua.

Ia juga mengimbau agar siswa tidak menggunakan sepeda motor karena belum cukup umur.

“Harus segera dibuat Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Dinas Pendidikan dan Kemenag untuk mempertegas (kebijakan ini),” ujarnya.

Penghentian Sementara Dana Hibah untuk Yayasan Pendidikan

KDM juga menyoroti penyaluran dana hibah kepada yayasan pendidikan yang dinilai belum merata dan berpotensi salah sasaran.

Untuk itu, penyaluran hibah akan dihentikan sementara sambil menunggu hasil verifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kemenag Jabar.

“Rencana ini sudah didukung DPRD Jabar,” tegasnya.

Langkah ini diambil menyusul temuan adanya yayasan baru yang tidak terverifikasi namun menerima dana miliaran rupiah, yang tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk peningkatan kualitas pendidikan.

“Saya tidak mau dana hibah hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan,” tuturnya

“Saya hentikan dulu. Ke depan, bantuan akan berbasis program pembangunan, bukan aspirasi atau kedekatan politik,” jelas KDM.

KDM juga membuka kemungkinan penyaluran bantuan hibah untuk pembangunan sekolah madrasah dan tsanawiyah yang menjadi kewenangan Kemenag kabupaten/kota.

“Pemdaprov siap membantu pembangunan madrasah yang sudah jelas jumlah siswanya. Saya tidak mau ada lagi penyalahgunaan. Saya tunggu data resmi dari Kemenag Jabar,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang dibangun tidak boleh berdekatan dengan SD/SMP untuk menghindari perebutan siswa.

Dengan pendekatan ini, KDM optimistis target 100 persen partisipasi sekolah hingga jenjang SMA/MA akan tercapai di seluruh wilayah Jawa Barat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Kemhan Buka Kembali Lorong Sejarah, Bangkitkan Kekaguman Pengunjung

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) kembali membuka akses publik Lorong Sejarah Kemhan pada Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat edukasi tentang pertahanan dan sejarah perjuangan bangsa kepada masyarakat luas.

Lorong Sejarah Kemhan merupakan wahana informasi dan edukasi yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan dilanjutkan pengembangannya oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Wahana ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang tidak pernah lelah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Sejak awal tahun 2025, Lorong Sejarah dibuka untuk umum sebulan sekali. Khusus di bulan April 2025, Kemhan memberikan kesempatan lebih luas dengan membuka akses sebanyak dua kali, yaitu pada 12 April dan 26 April.

“Kami ingin masyarakat mengetahui lebih dalam tentang pertahanan dan sejarah bangsa. Melalui Lorong Sejarah ini, kita hidupkan kembali memori kolektif dan mengedukasi semua lapisan masyarakat, dari yang tua hingga generasi muda seperti milenial dan Gen Z, tentang identitas bangsa Indonesia,” ujar Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, yang turut hadir dalam kegiatan edukasi wisata ini.

Lebih lanjut, Karo Infohan menegaskan bahwa Lorong Sejarah Kemhan juga menampilkan bagaimana kemanunggalan antara TNI dan rakyat menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sejarah. Setiap perjuangan bangsa Indonesia, dari masa merebut kemerdekaan hingga menjaga keutuhan NKRI, selalu memperlihatkan bahwa kekuatan TNI sejatinya berpadu erat dengan kekuatan rakyat. “Itulah semangat yang ingin terus kami tanamkan melalui Lorong Sejarah ini,” ungkap Brigjen TNI Frega.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terlihat dari kuota pendaftaran yang selalu penuh. Untuk dapat berkunjung, masyarakat perlu memiliki tiket masuk Museum Nasional Indonesia pada hari yang sama dan melakukan registrasi melalui tautan yang diumumkan di media sosial resmi Kemhan beberapa hari sebelumnya. Kuota kunjungan dibatasi untuk memastikan kenyamanan dan efektivitas penyampaian informasi dari pemandu.

Tur diawali dengan penjelasan singkat tentang sejarah Kemhan, dilanjutkan dengan kunjungan ke Patung Ir. Soekarno menunggang kuda, serta Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam. Rute kemudian berlanjut ke Gedung Jenderal Sudirman dan masuk ke Lorong Sejarah. Di dalam lorong, pemandu menjelaskan berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, mulai dari Serangan Umum 1 Maret, penumpasan berbagai pemberontakan (KNIL, PKI Madiun, DI/TII), operasi militer (Trikora, Seroja), peristiwa heroik (Bandung Lautan Api, pertempuran Surabaya, pertempuran Ambarawa), pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga ekspedisi bersejarah seperti pendakian Mount Everest oleh Kopassus.

Dalam kunjungan tersebut, salah satu pengunjung yang baru pertama kali datang menyampaikan kekagumannya. “Ini pertama kalinya saya berkunjung ke Lorong Sejarah, dan di usia saya yang sudah tidak muda lagi, tempat ini benar-benar membuka wawasan,” ujar salah satu pengunjung.

“Banyak peristiwa sejarah yang sebelumnya tidak saya ketahui, sekarang jadi lebih jelas. Sebagai warga negara, saya merasa punya kewajiban untuk mengajak teman-teman dan keluarga datang ke sini,” tambahnya.

Sebagai penutup, para pengunjung diberi kesempatan mencoba kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad (Persero), yang juga menjadi simbol kemandirian industri pertahanan nasional.

Kemhan berencana untuk kembali membuka Lorong Sejarah bagi publik pada bulan Mei dan bulan-bulan berikutnya. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pengumuman pendaftaran melalui akun media sosial resmi Kemhan RI.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Wali Kota Kediri Tegaskan Jaga Kedisiplinan Hingga Solidaritas ke ASN Kota Kediri

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan beberapa arahan bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Hal itu disampaikan saat memimpin Apel Pagi di Sekretariat Daerah Kota Kediri, Senin (28/04/2025).

“Setiap pagi kita mengikuti apel pagi. Hal ini bentuk dari kedisiplinan serta semangat kita mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien. Kedisiplinan ini menjadi hal penting untuk memperoleh kepercayaan masyarakat ,” ujarnya.

Mbak Wali menjelaskan tugas sebagai ASN tidak hanya menjalankan roda pemerintahan. Namun juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kedisiplinan harus terus dijaga, sebab merupakan pondasi utama dalam membangun birokrasi yang baik. Selanjutnya, ASN juga harus terus berinovasi dalam menjalankan tugasnya. Saat ini dalam bekerja sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Perkembangan informasi dan teknologi harus dimanfaatkan. “Selain itu kita harus meningkatkan literasi kita. Saya ingin nanti di setiap kantor ada link membaca digital. Jadi kita semua tidak hanya menyuruh anak-anak kita untuk membaca  tapi kita juga harus melakukan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Mbak Wali juga meminta seluruh ASN untuk menjaga kekompakan dan solidaritas antar sektor. Untuk mewujudkan cita-cita Kota Kediri harus ada kolaborasi antar sektor, tidak bisa sendiri-sendiri. Dengan kekompakan, solidaritas, dan saling mengingatkan tentu dapat dicapai Kota Kediri yang lebih MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni). “Dalam mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN tentu kita semua harus ikut mengawasi. Inilah pentingnya kekompakan dan saling mengingatkan,” pungkasnya.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Asisten, Staf Ahli, dan Kepala OPD.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Gubernur Jambi Al Haris Hadiri RDP Bersama Komisi II DPR RI

Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan Menteri Dalam Negeri, para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia dengan Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (28/04/25).

Dalam rapat tersebut, sejumlah isu penting dibahas, mulai dari teknis penyelenggaraan pemerintahan daerah, dana transfer pusat ke daerah, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga urusan kepegawaian.

Pada kesempatan itu, Gubernur Al Haris memaparkan potensi besar yang dimiliki Provinsi Jambi, khususnya di sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

Ia menegaskan bahwa meskipun tata kelola pemerintahan di daerah berjalan cukup baik, terdapat kendala dalam hal kewenangan, terutama terkait sektor minerba.

“Kami di Jambi melihat tata kelola di pemerintah daerah cukup baik, hanya saja ada beberapa regulasi yang secara kewenangan tidak melibatkan peran Gubernur, contohnya di undang-undang minerba,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa lahan tambang di Jambi cukup luas dan memiliki potensi pendapatan yang besar. Namun, seluruh regulasi dan pengelolaan sektor tersebut berada di tangan pemerintah pusat, sehingga peran pemerintah provinsi menjadi sangat terbatas. Akibatnya, Jambi tidak dapat secara langsung mengelola pendapatan dari sektor tambang tersebut, dan pengawasan di tingkat daerah pun menjadi lemah.

Ia berharap ke depan ada evaluasi terhadap regulasi yang ada, sehingga pemerintah daerah, khususnya gubernur, dapat diberikan kewenangan untuk turut mengatur dan mengawasi aktivitas pertambangan di wilayah masing-masing.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hadiri RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Al Haris Soroti Minimnya Kewenangan Daerah dalam Sektor Minerba

Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia bersama Komisi II DPR RI, yang digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (28/04/25).

Kegiatan tersebut membahas teknis penyelenggaraan pemerintahan daerah, dana transfer pusat ke daerah, pengelolaan BUMD, BLUD, serta kepegawaian.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris memaparkan potensi besar sektor minerba di Provinsi Jambi serta permasalahan yang dihadapi akibat minimnya kewenangan daerah.

“Kami di Jambi memiliki lahan tambang yang cukup banyak, namun regulasinya diatur penuh oleh pemerintah pusat, sehingga Gubernur tidak memiliki peran dalam pengelolaan maupun pengawasan,” ungkap Gubernur Al Haris.

Ia juga menyoroti persoalan reklamasi pasca tambang yang dinilai tidak terawasi dengan baik.

Gubernur Al Haris berharap ke depan terdapat perubahan dalam Undang-Undang Minerba yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terlibat dalam pengawasan dan pengelolaan sektor pertambangan.

“Setidaknya perusahaan tambang bisa lebih menghormati pemerintah daerah,” tambahnya.

Rapat ini menjadi forum penting bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan sumber daya daerah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News