Beranda blog Halaman 1079

Wali Kota Pekanbaru Pimpin Apel Kesiapan Pasukan Mencegah Karlahut

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, memimpin langsung Apel Kesiapan Pasukan Mencegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kota Pekanbaru tahun 2025. Apel yang diikuti oleh para personel gabungan ini berlangsung di Lapangan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Rabu (23/4/2025).

Agung menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas di Kota Pekanbaru berpotensi menyebabkan kebakaran lahan. Hal ini harus diantisipasi dengan langkah pencegahan kebakaran lahan.

“Harus ada upaya pencegahan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan,” ungkapnya usai memimpin apel.

Agung mendorong personel gabungan bisa melakukan deteksi dini di kawasan rawan kebakaran lahan. Mereka bisa mencegah terjadinya kebakaran lahan agar tidak meluas.

Dirinya berpesan agar jangan sampai kebakaran lahan dianggap biasa. Ia menilai harus ada upaya mencegah kebakaran lahan yang terjadi selama beberapa tahun belakangan.

“Apel kali ini sebagai upaya kita bersama dalam meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Agung menyebut bahwa beberapa kali terjadi kebakaran lahan cukup parah. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dengan sinergi antara semua pihak.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak berpartisipasi dalam menanggulangi Karhutla,” paparnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik, Target Produksi 9 Juta Motor Listrik pada 2030

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) konsisten mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk dalam mendorong produksi baterai kendaraan listrik. Seiring dengan dilaksanakannya program percepatan ini, populasi kendaraan listrik di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, total populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 207 ribu unit atau meningkat sebesar 78 persen dibanding tahun 2023 yang berjumlah 116 ribu unit.

“Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia ini semakin tumbuh, dengan kapasitas yang jauh melampaui perkembangan pasar. Hal ini juga didorong dari berbagai kebijakan strategis dari pemerintah, termasuk memberikan kepastian dan kemudahan usaha, penyusunan roadmap, serta pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/4).

Kemenperin menargetkan, pada tahun 2030 mendatang, industri otomotif di dalam negeri dapat memproduksi 9 juta unit sepeda motor listrik roda dua dan tiga serta 600 ribu unit mobil dan bus listrik. Target tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 21,65 juta barel atau setara pengurangan emisi CO2 sebanyak 7,9 juta ton secara total.

Selanjutnya, hingga saat ini, di Indonesia sudah ada 63 perusahaan yang memproduksi sepeda motor listrik roda dua dan tiga, dengan jumlah kapasitas produksi sebanyak 2,28 juta unit per tahun dan total investasi sebesar Rp1,13 triliun. Kemudian, terdapat 9 perusahaan yang memproduksi mobil listrik dengan jumlah kapasitas produksi sebanyak 70.060 unit per tahun dan investasi sebesar Rp4,12 triliun.

Ada pula, 7 perusahaan yang memproduksi bus listrik, dengan jumlah kapasitas produksi sebanyak 3.100 unit per tahun dan total investasi sebesar Rp0,38 triliun. “Jadi, keseluruhan investasi tersebut sebesar Rp5,63 triliun. Investasi ini yang perlu kita jaga, karena membawa multiplier effect bagi perekonomian kita, termasuk pada peningkatan jumlah tenaga kerja di Indonesia,” ungkap Menperin.

Oleh karena itu, adanya informasi terkait mundurnya LG Energy Solution dari investasi proyek kendaraan listrik (EV) di Indonesia, tidak perlu dikhawatirkan karena akan digantikan dengan mitra investasi baru dari perusahaan Tiongkok, yakni Huayou. Perusahaan yang berkantor pusat di Tongxiang Zhejiang ini bergerak dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan manufaktur material baterai lithium-ion energi serta material kobalt. Komponen tersebut biasanya digunakan untuk elektronik hingga kendaraan listrik.

“Dalam sebuah konsorsium bisnis atau proyek skala besar, pergantian investor merupakan hal yang lazim terjadi. Ini tidak mengganggu dari target program pengembangan EV di Indonesia. Akselerasi pengembangan untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tetap berjalan sesuai perencanaan dan targetnya, apalagi sudah ada yang berproduksi,” tutur Menperin.

Saat ini, sudah ada dua perusahaan yang memproduksi baterai untuk motor listrik, yaitu PT Industri Ion Energisindo yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 10.000 pcs baterai per tahun dan investasi sebesar Rp18 miliar, serta PT Energi Selalu Baru yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 12.000 pcs baterai per tahun dan investasi sebesar Rp15 miliar.

Sementara itu, terdapat 2 industri baterai sel untuk mobil listrik, yaitu PT HLI Green Power, yang merupakan konsorsium antara Hyundai Grup dan LG sebagai produsen sel baterai, dengan kapasitas tahap pertama sebanyak 10 GWh dengan total nilai investasi mencapai USD1,1 miliar dolar AS. Industri sel baterai ini akan memasok 150.000 hingga 170.000 unit kendaraan bermotor listrik melalui PT Hyundai Energy Indonesia selaku industri baterai pack yang memiliki kapasitas produksi mencapai 120 ribu pack baterai kendaraan bermotor listrik dengan total investasi sebesar Rp674 milliar.

Kedua, PT International Chemical Industry yang memiliki kapasitas produksi mencapai 100 MWh per tahun (setara dengan 9 juta sel), dengan target total kapasitas produksi sebesar 256 MWh per tahun (setara dengan 25 juta sel).

Selain PT Hyundai Energy Indonesia terdapat 1 produsen baterai pack lain, yaitu PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia yang memiliki total nilai investasi lebih dari USD8,7 juta dengan kapasitas produksi sebesar 17.952 unit per tahun.

Sejalan kebijakan hilirisasi

Kemenperin juga menyatakan dengan tegas bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang juga menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Semangat ini sesuai dengan misi Asta Cita Bapak Presiden, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” imbuhnya.

Kemenperin telah memacu hilirisasi nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik. “Ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia, khususnya nikel, dan membuat industri baterai EV nasional lebih mandiri dan kompetitif, sehingga tidak lagi bergantung pada impor,” ujar Agus.

Bahkan, Kemenperin turut mendorong pengembangan teknologi daur ulang baterai dalam mendukung terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. “Jadi, kami ingin adanya integrasi industri baterai EV dari hulu (pengolahan nikel) hingga hilir (produksi baterai), termasuk dalam pengembangan teknologi daur ulangnya,” tambah Agus.

Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, pemerintah juga memberikan insentif baik kepada konsumen maupun terhadap industri manufaktur.

Insentif kepada konsumen, antara lain PPnBM 0 persen dan PPN DTP, BBN dan PKB KBLBB 0 persen dari dasar pengenaan pajak, suku bunga yang rendah dan uang muka 0 persen, diskon tambah daya listrik, serta pelat nomor khusus.

Sementara itu, insentif kepada industri manufaktur, meliputi tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, fasilitas Bea Masuk (Master List), BMDTP, dan Super Tax Deduction. “Dengan adanya sejumlah insentif ini untuk produsen, diharapkan akan memicu produksi berbagai jenis kendaraan listrik di Indonesia, sehingga juga terciptanya ekosistem yang kuat dan berdaya saing,” pungkas Agus.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wabup Syaefudin Lakukan Percepatan Tanam di Lahan 11 Ribu Hektar

Wabup Indramayu Syaefudin melaksanakan percepatan tanam padi serentak di 14 provinsi yang dilaksanakan di lahan tadah hujan Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya, Rabu (23/4/2025).

Percepatan tanam serentak juga dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Wabup Syaefudin menjelaskan, percepatan tanam padi di Kabupaten Indramayu dilakukan di 11 ribu hektar lahan yang telah melakukan panen awal terutama wilayah selatan Kabupaten Indramayu, terutama di lahan tadah hujan.

“Bulan April ini masih ada hujan, jadi percepatan tanam kita lakukan terutama di lahan tadah hujan,” kata Wabup Syaefudin.

Wabup Syaefudin menambahkan, percepatan tanam dilakukan untuk mengejar target produksi sebagai upaya menuju swasembada pangan. Selain itu, percepatan tanam sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro mengatakan, percepatan tanam padi di 14 provinsi ini dilakukan di daerah-daerah sentra pertanian. Untuk di Jawa Barat dilakukan di Kabupaten Indramayu.

Dengan percepatan pihaknya optimis produksi di Indonesia terus meningkat dan mewujudkan ketahanan pangan nasional dan dunia.

Pada kesempatan itu, dilakukan penanaman padi menggunakan mesin transplanter dan penyemprotan menggunakan drone.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud Terima Kunjungan Kompas Gramedia, Bahas Program Gratispol

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima kunjungan dari Kompas Gramedia Group di ruang kerjanya, Rabu (23/4/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Kompas TV Kaltim-Kaltara, Jasmin Jafar, Marketing Manajer Lia Tri Lestari, dan Tim Riset Litbang Kompas, Dimas Okto.

Gubernur Rudy Mas’ud menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa Kantor Gubernur Kaltim adalah rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Timur. Ia juga menyampaikan apresiasi atas rencana Litbang Kompas untuk melakukan riset “Teropong Daerah”.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan kompetitif bagi Kaltim.

“Kami sadar, seperti yang pernah disampaikan Presiden RI ketiga, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie, bahwa untuk membangun daerah dan negeri, jangan hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA), karena SDA akan habis. Kita harus fokus pada pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa orientasi pembangunan Kaltim ke depan adalah pendidikan dan kesehatan.

Gratispol yang telah diluncurkan terdapat enam paket program, sambung Gubernur Rudy Mas’ud, yaitu program pendidikan gratis untuk jenjang SMA/SMK/SLB, D3, S1, S2 dan S3

Kedua Pelayanan kesehatan gratis dan bermutu melalui program Jaminan Kesehatan Nasional, ketiga Gratis seragam sekolah SMA dan sederajat (topi, baju, celana/rok, sepatu, dan tas no Keempat Bantuan biaya administrasi kepemilikan rumah bagi masyarakat kurang mampu, kelima Gratis internet di sepuluh kabupaten/kota yang belum terjangkau sinyal, khususnya di kantor-kantor desa dan keenam Gratis umrah dan ibadah bagi marbut/penjaga rumah ibadah semua agama.

Gubernur Rudy Mas’ud berharap program Gratispol dapat meningkatkan kualitas SDM Kaltim dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud Harap Gratispol Internet Perluas Akses Digital

Pemprov Kaltim resmi meluncurkan enam program unggulan Gratispol, yang salah satunya adalah penyediaan internet gratis di setiap desa. Peluncuran ini dilakukan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur, Seno Aji.

Program Gratispol Internet ini akan menjangkau 841 desa yang tersebar di 197 kelurahan dan 105 kecamatan di tujuh kabupaten dan tiga kota di Kaltim.

Gubernur Rudy Mas’ud menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif 100 hari kerjanya bersama Wakil Gubernur H. Seno Aji.

“Sesuai amanah dan perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kami akan memfasilitasi internet gratis, khususnya di kantor-kantor kepala desa, Puskesmas, dan sekolah agar terkoneksi dengan program digitalisasi,” jelas Gubernur Rudy Mas’ud saat bersilaturahmi dengan Kompas Gramedia di ruang kerjanya, Rabu (23/4/25).

Gubernur Rudy Mas’ud mengakui bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum terjangkau sinyal (blank spot). Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, telah mengidentifikasi desa-desa tersebut dan berencana membangun Base Transceiver Station (BTS) agar wilayah blank spot menjadi hotspot. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran program digitalisasi dan konektivitas bagi seluruh masyarakat.

“Dengan implementasi Gratispol Internet di setiap desa, diharapkan pelayanan publik di kantor desa, sekolah, dan Puskesmas dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Begitu juga proses pembelajaran daring atau melalui zoom meeting di sekolah-sekolah dapat terlaksana dengan baik. Kami menyadari bahwa internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.

Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa di era digitalisasi ini, internet bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan pokok. Melalui program Gratispol Internet, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memfasilitasi desa-desa yang masih mengalami kendala sinyal agar masyarakat di desa dapat semakin maju dan berkembang.

“Melalui program Gratispol Internet, masyarakat di desa-desa dan wilayah perbatasan akan lebih mudah mengakses informasi dan komunikasi, mempercepat pelayanan publik, serta mendukung proses belajar dan mengajar,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Indonesia – Denmark Bahas Teknologi Perikanan Berkelanjutan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen di kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (21/4). Keduanya membahas potensi kerjasama teknologi perikanan berkelanjutan untuk diterapkan di Indonesia.

Pada pertemuan yang turut diikuti Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen itu Menteri Trenggono menunjukkan fasilitas Command Center yang dimiliki KKP. Menteri Trenggono juga memaparkan pelaksanaan program Ekonomi Biru yang menjadi kunci tata kelola kelautan dan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

“Kami punya roadmap Ekonomi Biru untuk memastikan pengelolaan kelautan dan perikanan dilakukan secara berkelanjutan. Disamping itu kami juga memiliki Command Center sebagai pusat data monitoring untuk memastikan kegiatan di laut dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Menteri Trenggono.

Teknologi satelit Command Center sejauh ini dipakai untuk monitoring pergerakan kapal-kapal perikanan yang beroperasi di laut Indonesia. Hasil monitoring satelit selanjutnya digunakan tim pengawas KKP untuk melacak kapal-kapal pelaku illegal unreported unregulated fishing (IUUF).

Menteri Trenggono berharap dukungan kerjasama teknologi satelit dari pemerintah Denmark sehingga kinerja Command Center semakin kuat dan terintegrasi. Fasilitas ini memang difokuskan pada pengintegrasian seluruh sistem informasi yang ada di KKP, infrastruktur, data satelit, penyiapan sumber daya manusia, serta sistem pengawasan aktivitas pemanfaatan ruang laut.

Sementara dari pihak Denmark memaparkan teknologi drone laut yang diproduksi oleh perusahaan maritim di sana. Teknologi ini dapat dipakai untuk mendukung pengawasan, serta memantau aktivitas di ruang laut.

“Ini adalah tahun yang sangat istimewa karena sudah 75 tahun hubungan diplomatik antara dua negara, dan meskipun jarak kita jauh, ada banyak kesamaan sebagai negara maritim,” ungkap Menlu Denmark Lars Løkke Rasmussen.

Oleh karena itu, lanjut Rasmussen, Denmark dan Indonesia dapat bekerja sama terutama di bidang pemantauan penangkapan ikan ilegal. Pada kesempatan itu, Rasmussen menyatakan terkesan dengan infrastruktur pemantauan laut yang dimiliki KKP.

Sebagai informasi, Indonesia dan Denmark telah menjalin kerja sama perikanan sejak lama. Pada tahun 2024 lalu, neraca perdagangan produk perikanan Indonesia mengalami surplus dengan nilai ekspor ke Denmark mencapai USD 6.449 juta, sedangkan nilai impornya mencapai USD 5.709 juta

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Trenggono Laporkan Pagu Efektif KKP Setelah Efisiensi Rp3,58 T

Pagu efektif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini tercatat Rp 3,58 triliun setelah adanya efisiensi dari yang semula Rp 4,84 triliun. Hal ini dilaporkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (22/4).

“Setelah adanya efisiensi sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025, maka pagu efektif KKP sebesar Rp3,58 triliun yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 1,92 triliun, belanja barang Rp 1,63 triliun dan belanja modal sebesar Rp 37,93 miliar,” ujar Menteri Trenggono dalam rapat itu.

Pagu efektif ini dipakai memaksimalkan pelaksanaan program prioritas Ekonomi Biru dan pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, KKP telah merancang program bantuan pemerintah yang mencakup berbagai sarana produksi dan pemberdayaan bagi nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan serta masyarakat di pesisir dan pulau- pulau kecil.

Bantuan pemerintah yang dimaksud diantaranya 11.000 unit bantuan alat tangkap, 1.100 unit bantuan mesin kapal, serta premi asuransi nelayan untuk 1 juta orang. Ada juga bantuan 70 juta ekor benih ikan, 60 ribu ekor calon induk, hingga 20 ribu kilogram bibit rumput laut.

Bantuan pemerintah yang akan didistribusikan KKP juga ditujukan untuk pemasar hasil perikanan seperti 5.170 unit coolbox, serta 220 unit chest freezer. “Masih banyak bantuan lainnya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan di berbagai daerah Indonesia,” ungkap Menteri Trenggono.

Selain yang bersumber dari APBN, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengoptimalkan dana hibah serta pinjaman dari luar negeri, diantaranya untuk mendukung program perluasan kawasan konservasi, pembangunan eco fishing port, serta pembangunan infrastruktur budidaya udang. Program-program pembangunan ini akan menambah tenaga kerja baru, seiring hadirnya industri di wilayah setempat.

Rapat kerja ini menghasilkan kesimpulan salah satunya Komisi IV DPR meminta pemerintah membuka pemblokiran anggaran KKP tahun 2025, mengingat pentingnya pembiayaan program KKP untuk mendukung swasembada pangan, pemberdayaan masyarakat skala kecil, menciptakan lapangan kerja dan pelayanan publik, hingga mendukung pelaksanaan proyek-proyek strategis sektor kelautan dan perikanan.

“Ini dalam upaya mencapai swasembada pangan dan implementasi kebijakan ekonomi biru sesuai dengan misi Asta Cita pemerintah,” ujar Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto membacakan kesimpulan rapat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

H-2 Penutupan, 211.699 Jemaah Reguler Lunasi Biaya Haji

Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler 1446 H/2025 M sisakan dua hari. Tahap perpanjangan pelunasan akan berakhir pada 25 April 2025.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain mengatakan, hingga hari ini ada 211.699 jemaah yang sudah melunasi Bipih Reguler.

“Perpanjangan masa pelunasan Bipih Reguler akan berakhir pada 25 April 2025. Hingga hari ini sebanyak 211.699 jemaah reguler sudah melakukan pelunasan,’ terang Muhammad Zain di Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Untuk kuota haji reguler, terbagi atas: 190.897 jemaah haji reguler yang berhak lunas sesuai urutan porsi; 10.166 jemaah haji reguler prioritas lanjut usia; 685 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU); dan 1.572 petugas haji daerah (PHD).

“Dari sisi jumlah, jemaah reguler yang melunasi biaya haji sebenarnya sudah melebihi kuota nasional,” sebut Muhammad Zain.

Namun demikian, lanjut Muhammad Zain, secara kewilayahan, hingga hari ini, masih ada tiga provinsi yang belum 100% terserap kuotanya. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Barat (740 kuota), Gorontalo (21), dan Sumatera Selatan (3). Selain itu, masih ada 60 kuota Petugas Haji Daerah (PHD) dan dua kuota pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang juga belum terisi.

“Masih ada dua hari masa pelunasan. Semoga kuota tiga provinsi yang masih tersisa ini bisa segera terserap optimal,” tandas Muhammad Zain.

“Demikian juga, saya minta PHD dan pembimbing KBIHU segera melakukan pelunasan,” sambungnya.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari berikutnya, jemaah haji reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Ajak Generasi Z Padukan Teknologi dan Spiritualitas

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menyatukan kecerdasan intelektual dan spiritual dalam menghadapi tantangan era digital.

Dalam Kuliah Umum bertema Peran Generasi Z dalam Kemajuan Islam di Era Digital di Universitas Islam Riau (UIR), Menag menyampaikan pesan mendalam dari ayat pertama Al-Qur’an: iqra bismirabbik.

“Kalau hanya iqra, iqra, iqra tanpa bismirabbik itu hanya akan melahirkan monster. Tentu kita tidak akan dipimpin oleh monster. Kita akan dipimpin oleh orang yang arif,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Rabu (23/4/2025).

Menag menjelaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai ketuhanan. Menurutnya, keseimbangan antara pemikiran rasional dan spiritual adalah kunci peradaban yang berkelanjutan.

“IT (Information Technology) itu mengandalkan otak kiri, sedangkan kontemplasi mengandalkan otak kanan. Otak kiri itu sangat rasional, tapi ternyata gak ada apa-apanya dibandingkan dengan otak kanan. Jadi harus ada perpaduan,” katanya.

Menag mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa generasi Z, untuk mengembangkan diri secara utuh, tidak hanya cakap dalam teknologi informasi, tetapi juga dalam kontemplasi dan ibadah.

“Coba kalau kita kombinasikan IT dengan salat Tahajud. Kombinasikan dengan kontemplasi, divine knowledge kita peroleh. Itu pasti kita akan mendapatkan dua kali lipat kehebatan,” tuturnya.

Menag mencontohkan para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam seperti Jabir bin Hayyan, Al-Khawarizmi, dan Ibnu Rusyd yang mampu menyatukan berbagai disiplin ilmu dengan dimensi spiritual.

“Matematika digunakan untuk menemukan Tuhan. Tidak mungkin ada yang banyak tanpa ada yang satu. Ternyata yang banyak itu yang satu itu, dan yang satu itu yang banyak itu,” pungkas Menag Nasaruddin Umar.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Presiden Prabowo Tebar Benih Padi di Sumsel, Gunakan Drone untuk Efisiensi Tanam

Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan tanam padi serentak bersama 14 provinsi secara nasional di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Rabu, 23 April 2025. Kegiatan tanam padi serentak ini menjadi bagian dari percepatan tanam sebagai upaya strategis dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan.

Sesaat setelah tiba, Presiden Prabowo langsung meninjau area peningkatan lahan yang sebelumnya berupa rawa dan tidak produktif. Namun, saat ini area tersebut telah dimanfaatkan menjadi area sawah seluas 105 hektare dengan sistem tanam memanfaatkan teknik modern.

“Alhamdulillah hari ini saya diundang oleh Menteri Pertanian dan Gubernur Sumatra Selatan untuk melihat peningkatan lahan dari yg tadinya rawa dan tidak produktif, dan katanya disini adalah tempatnya buaya. Sekarang sedang dibangun 105 ribu hektare sawah dan teknik-teknik yang paling modern di dunia,” ucap Presiden.

Di area tersebut, Presiden Prabowo secara langsung menjajal penebaran benih padi dengan menggunakan teknologi pertanian yakni drone DJI Agras T40. Menurut Presiden, penebaran benih dengan menggunakan teknologi tersebut dapat menjangkau 25 hektare lahan dalam waktu sehari.

“Tadi saya sendiri mencoba, kaget juga saya untuk pertama kali mengendalikan drone itu yang menyebarkan, menebarkan benih. Ini ternyata bisa 1 hari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektare kalo pake tenaga manusia 25 hari, sekarang 25 hekatre 1 hari,” lanjutnya.

Presiden pun menyampaikan optimisme tinggi terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional dan peran Indonesia di kancah global. Kepala Negara meyakini bahwa Indonesia tidak hanya menuju swasembada pangan, tetapi akan menjadi lumbung pangan dunia.

“Nanti Indonesia akan memimpin revolusi hijau kedua di dunia, yang tadinya banyak yang tidak percaya, tidak yakin, sekarang di depan mata kita, kita sedang melihat ini benar-benar sangat mungkin dan akan terwujud cita-cita kita. Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” katanya.

Presiden juga menekankan pentingnya peran petani sebagai ujung tombak ketahanan nasional. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, kelompok tani, dan seluruh stakeholder pertanian atas kontribusi mereka dalam mewujudkan visi besar ini.

“Semuanya bahu membahu dari semua daerah kita angkat kemampuan kita, kita angkat penerimaan yang didapat oleh para petani kita. Para petani kita adalah kelompok produsen, kelompok yang menghasilkan pangan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kalau pangan kita aman, negara aman,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras demi pemerataan kekayaan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa bukti nyata keberhasilan sudah bisa dilihat langsung di lapangan.

“Ada yang mengatakan ekonomi Indonesia bagus hanya di atas kertas, tidak, di depan mata ekonomi kita di depan mata, ekonomi kita kuat dan akan lebih kuat lagi, kita berjuang,” tutup Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam penebaran benih padi tersebut yakni Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News