Beranda blog Halaman 1098

Asosiasi dan Peternak Apresiasi Langkah Kementan Stabilkan Harga Telur

Sejumlah asosiasi perunggasan dan peternak rakyat mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menstabilkan harga telur konsumsi yang dalam beberapa pekan terakhir sempat anjlok di bawah harga pokok produksi.

Kebijakan yang dimaksud berupa surat edaran dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yang menegaskan larangan peredaran telur tetas (hatching egg/HE) sebagai telur konsumsi. Langkah ini dinilai efektif mencegah banjirnya telur non-konsumsi di pasar yang dapat menekan harga.

“Kami mengapresiasi langkah tegas Ditjen PKH yang telah mengeluarkan surat penegasan larangan memperjualbelikan telur HE sebagai telur konsumsi. Harga telur tertekan bukan hanya tahun ini, perusahaan besar harus diingatkan, pelaku peternakan juga harus dirapihkan dan ditata agar tidak ada keributan market, dan dikelompokkan berdasar level,” kata Yeni, Ketua Peternak Layer Lampung, dalam rapat perunggasan, Sabtu, 12 April 2025.

Selain regulasi, Kementerian Pertanian juga mendorong ekspansi pasar, termasuk pembukaan jalur ekspor sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mendukung langkah tersebut. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan ruang lebih besar bagi koperasi peternak untuk memasok gerai ritel serta peluang ekspor agar pasar tidak dikuasai oleh segelintir pihak.

“Produksi pangan di bidang protein berhasil surplus, tetapi peternak harus dijaga dan diberikan perlindungan dgn memberikan perijinan untuk mengisi gerai-gerai dengan produk telur koperasi dan juga diberikan peluang ekspor dan agar pihak-pihak lain tidak menguasai pasar,” ujarnya.

Ketua Koperasi Putra Blitar, Sukarman, berharap program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bantuan sosial dapat menyerap telur langsung dari koperasi guna menjaga kestabilan harga. Ia juga menyoroti potensi gangguan dari peredaran telur blorok, terutama menjelang hari raya.

“Kami berharap program-program seperti MBG dan bansos benar-benar menyerap telur dari peternak atau koperasi, agar harga di tingkat peternak tetap stabil. Apalagi pada saat hari raya, kami juga perlu waspadai peredaran telur blorok yang kerap jadi masalah. Telur blorok ke depan jangan sampai muncul lagi di pasaran,” katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, perlu diperkuat, terutama terkait distribusi DOC Final Stock layer ke industri besar agar tidak melebihi batas populasi 10%.

“Stabilisasi harga memerlukan kolaborasi lintas pihak—dari asosiasi, peternak, pemerintah pusat dan daerah, hingga dunia usaha—agar rantai pasok telur tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Agung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementan Dorong Sinergi Membangun Peternakan, Efisiensi Tepat Sasaran

Dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, subsektor peternakan menjadi garda depan dalam penyediaan protein hewani. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), terus menggalang sinergi antar sektor dalam menghadapi tantangan dan mendorong transformasi sistem peternakan nasional menuju kemandirian yang tangguh.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah harus tetap menjaga komitmen terhadap sektor prioritas, salah satunya peternakan.

“Kebijakan efisiensi memang harus diikuti, namun jangan sampai melemahkan sektor esensial seperti peternakan. Justru dengan efisiensi yang tepat sasaran, kita bisa fokus pada kegiatan berdampak langsung, seperti peningkatan populasi, penguatan kelembagaan, dan modernisasi peternakan rakyat,” ungkap Tri Melasari pada acara Simposium Nasional Dies Natalis ke-2 Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret di Surakarta, hari Senin (14/4/2025).

Salah satu langkah konkret dalam mendorong kemandirian adalah penyusunan Peraturan Presiden tentang Penyerapan Susu, yang akan mewajibkan industri Pengolahan Susu (IPS) untuk menyerap susu lokal dengan skema yang lebih adil dan berpihak pada peternak. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan transformasi industri susu nasional. Regulasi menjadi tulang punggung transformasi sektor peternakan. Kementan bersama lintas kementerian mendorong penyelarasan kebijakan pusat dan daerah guna memperkuat peran peternak lokal. Salah satu fokus adalah penyederhanaan perizinan, penguatan biosekuriti, dan peningkatan sertifikasi mutu produk.

“Peternak sapi perah harus menjadi bagian dari rantai nilai industri susu nasional. Perpres ini akan menjadi pilar utama membangun ekosistem yang adil dan berkelanjutan,” imbuh Tri Melasari.

Lebih lanjut ia katakan dalam paparannya, pasca terjadinya endemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda berbagai sentra peternakan, sektor ini mengalami tekanan luar biasa, baik dari sisi produksi maupun daya tahan ekonomi peternak. Namun pemerintah terus menggulirkan program pemulihan, termasuk dukungan pembiayaan, bantuan reproduksi ternak, dan vaksinasi.

“Kita ingin momentum pemulihan pasca-PMK menjadi titik balik untuk memperkuat sistem kesehatan hewan dan meningkatkan standar biosekuriti nasional,” jelas Tri Melasari.

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Ignasius Hariyanta Nugroho, mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra peternakan nasional, ia menekankan pentingnya integrasi program pusat-daerah dalam penguatan ekosistem peternakan, termasuk dukungan terhadap infrastruktur, pembiayaan, dan teknologi tepat guna.

“Kemandirian pangan hanya tercapai jika daerah diberi ruang lebih besar untuk menyesuaikan kebijakan pusat dengan realitas lokal. Misalnya, penyerapan susu lokal masih terbatas, padahal banyak koperasi sudah siap memasok,” ujar Hariyanta

Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret, Lilik Retna Kartikasari, mendorong agar sinergi lintas sektor ini dapat menghasilkan kebijakan yang adaptif, sesuai dengan kebutuhan lapangan, serta membuka lebih banyak ruang untuk inovasi dan kewirausahaan peternakan, terutama bagi generasi muda. Ia menyebut bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai penyedia riset, teknologi tepat guna, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Kami di perguruan tinggi siap menjadi mitra aktif dalam penguatan sektor peternakan melalui hilirisasi hasil riset, pengembangan sistem pembelajaran berbasis industri, dan program pengabdian kepada masyarakat. Tetapi tentu hal ini membutuhkan jembatan kebijakan yang mendukung serta kemitraan yang saling menguntungkan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Cimahi Hidupkan Semangat Musik Lewat Festival Sarmuchi

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar event bertajuk Pasar Musik Kota Cimahi alias Sarmuchi di Eco Wisata Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara pada Sabtu (12/4/2025). Event itu digelar untuk memperingati Hari Musik Nasional tahun 2025.

“Kegiatan menghadirkan pertunjukan seni musik dari 27 musisi Kota Cimahi itu juga merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Cimahi ke-24, dengan mengedepankan seni budaya yang ada di kota Cimahi. Mudah-mudahan ke depan musik di Kota Cimahi makin berkibar,” kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Dia mengatakan dari festival musik yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi itu akan memunculkan musisi berkualitas yang laik ditampilkan dalam berbagai event dan kesempatan.

Baca juga: Pemkot Cimahi Bekali Bimbingan Manasik Untuk Kesiapan Calon Jemaah Haji 2025

Dirinya berkomitmen memberikan perhatian kepada seniman musik di daerah yang sempat dikenal sebagai kota yang melahirkan musisi seperti grup band bergenre rock, Jamrud.

“Nanti kita berikan perhatian agar muncul lagi musisi generasi berikutnya setelah Jamrud. Pemenang dari festival ini juga akan ditampilkan dalam event di Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Achmad Nuryana pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan dan memasukan kesenian termasuk di Kota Cimahi. Pihaknya bekerjasama dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).

“Memang kami, Pemkot Cimahi bermitra dengan DKKC alam pengembangan seni musik, karena didalamnya ada komite musik, komite tari, literasi dan sebagainya,” kata Achmad.

Kendati diakui hingga kini Cimahi belum memiliki gedung kesenian, namun dirinya meyakinkan jika dorongan dan fasilitasi Pemkot selalu diberikan dalam upaya memajukan seni musik di Cimahi.

Ia berharap ke depannya, cita-cita membangun gedung kesenian dapat terealisasi sesuai harapan dan keinginan para pegiat seni musik serta budayawan di Kota Cimahi.

“Selama ini kami selalu memfasilitasi kemajuan dan pelestarian kebudayaan daerah dan nasioal. Karena sudah menjadi kewajiban Pemkot untuk turut melestarikan kebudayaan,” pungkas dia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kasus Dugaan Penahanan Ijazah, Wali Kota Eri Cahyadi Dampingi Karyawan Lapor ke Polisi

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan untuk mendampingi proses hukum dalam kasus dugaan penahanan ijazah oleh sebuah perusahaan yang beroperasi di Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa pemkot berkomitmen untuk melindungi hak-hak pekerja sekaligus mendukung pengembangan iklim investasi.

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari pengakuan seorang pekerja asal Pare, Kediri, yang mengaku ijazahnya ditahan oleh perusahaan tempat ia bekerja di Surabaya. Namun, pihak perusahaan membantah memiliki hubungan kerja dengan yang bersangkutan.

“Saya sudah telepon semua pihak. Pemiliknya ngomong ini bukan pegawai saya, yang pegawai ngomong saya adalah pegawai di tempat perusahaan ini. Bahkan memiliki tanda bukti untuk penerimaan ijazah dipegang oleh perusahaan ini,” jelas Wali Kota Eri,Senin (14/4/2025).

Maka dari sisi hukum, lanjut Eri Cahyadi, pagi ini Pemkot Surabaya akan mengantarkan sendiri karyawan tersebut ke Polrestabes untuk membuat laporan.

“Saya akan meminta dan mengajak si pegawai yang ijazahnya ditahan untuk lapor ke polisi. Insyaallah nanti pukul 10.00 WIB dikawal oleh Kepala Disperinaker (Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota) Surabaya untuk membuatkan laporan ke Polrestabes,” tegasnya.

“Siapa yang salah, harus bertanggung jawab,” imbuh Eri

Ia juga memastikan, Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan hukum melalui kerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). “Pemerintah kota wajib hukumnya masuk ke ranah hukum dan mendampingi. Kita sudah kerja sama dengan lembaga hukum Peradi. Kita dampingi si pemilik ijazah ini untuk laporan dan kita akan dampingi terus,” ujarnya.

Wali Kota Eri juga mengimbau pekerja lain yang mengalami kasus serupa untuk segera melapor agar dapat ditindaklanjuti secara hukum. “Kalau ada korban lainnya dari perusahaan, monggo sampaikan, wabil khusus warga Surabaya. Ini saja yang bukan warga Surabaya saya belani, apalagi yang warga Surabaya. Karena penyelesaian masalah di Surabaya ini harus berdasarkan hukum dan kemanusiaan,” tandasnya.

Terkait kewenangan pengawasan ketenagakerjaan, Wali Kota Eri menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Karena di Undang-undang (UU) No 23 Tahun 2014 di dalam lampiran, kami (pemerintah kota) tidak punya kewenangan untuk melakukan pengawasan ketenagakerjaan. Tapi kami tidak lepas tangan. Kami melakukan mediasi, bisa kami lakukan,” jelasnya.

Eri juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hak pekerja sekaligus mendukung iklim investasi. “Ayo kita lindungi hak pekerja, kita juga iklim investasi. Tegakkan hukum, dan perkuat prinsip kemanusiaan. Kita jaga Surabaya bareng-bareng, guyub, tetapi yang salah harus ditindak,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sinkronisasi Kebijakan Daerah dengan Visi Misi Gubernur Sumsel, Langkah Strategis Membangun Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) didampingi Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang (CU) menghadiri dan pimpin Rapat Koordinasi Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat tahun 2025 dengan tema Sinergi Pusat dan daerah mewujudkan sumsel maju terus untuk semua di Griya Agung (Senin, 14/4/2025)

Kegiatan rapat ini dihadiri oleh Para Pejabat Instansi Vertikal, Para Bupati/Walikota dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan tujuan untuk mensosialisasikan serta mensinkronkan program kerja Bupati/Walikota dan kebijakan pemerintah daerah sesuai dengan Visi dan Misi serta 12 Program Gerak Cepat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

Dalam sambutannya HD mengatakan bahwa hari ini (Senin, 14/4) merupakan hari ke – 55 dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumsel semenjak dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 yang lalu.

Baca juga: Gubernur Sumsel Resmikan Pemugaran Kelenteng Wie Tin Bio, Dihadiri 3.000 Umat Konghucu

“Ini hari ke55 saya sebagai Gubernur semenjak dilantika. Saya ucapkan terimakasih atas semua perhatiannya selama ini sehingga sumsel terus menorehkan prestasinya yang diakui oleh lembaga kementerian dan juga presiden yang dibuktikan dengan selama satu periode yang lalu Pemprov Sumsel mendapatkan lebih dari 200 penghargaan yang merupakan hasil dari kerjasama kita semua”, tutur HD.

Dilanjutkannya bahwa capaian itu merupakan kerja keras bersama serta kebanggaan bagi Provinsi Sumatera Selatan sekaligus menjadi beban untuk memacu langkah untuk menghasilkan capaian yang lebih baik lagi.

“Dengan penghargaan tersebut masyarakat dapat menilai bahwa Pemprov Sumsel telah bekerja keras dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan provinsi sumatera selatan”, Ungkapnya.

HD menjelaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi yang dilakukan bertujuan untuk menyatukan frekuensi, bukan hanya mensukseskan program gubernur tapi juga dalam kapasitas kita menjalankan pemerintah provinsi Sumatera Selatan dengan baik dan benar.

“Hari ini kita berkumpul dalam rangka menyatukan visi kita dan misi kita. Apapun yang menjadi persoalan yang ada didaerah ini merupakan tanggung jawab Gubernur maka saya pikir hari ini sangat penting kita lakukan untuk menyamakan frekuensi dalam mencarikan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi”, tutur HD.

HD juga menghimbau kepada setiap OPD agar disetiap kantor masing – masing dapat menonjolkan kebudayaan lokal sesuai dengan perda yang ada dan tidak meninggalkannya karena itu merupakan simbol pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

“Saya ingin sumsel ini menjadi provinsi yang memberikan layanan kepada masyarakat yang berkeadilan. Selain itu kita juga harus menjadi solusi bagi permasalahan – permasalahan yang dihadapi oleh Daerah, karena jika tidak segera diselesaikan persoalan daerah tersebut akan menjadi persoalan nasional”, tegas HD.

Selain itu HD juga meminta kepada Para Pejabat yang hadir untuk bekerja dengan kooperatif serta selalu berkoordinasi sesuai dengan visi & misi yang akan dicapai.

Adapun Program Gerak Cepat HDCU yang akan dilaksanakan dalam periode ini adalah Mewujudkan New Palembang Port Tanjung Carat, Melanjutkan Program Berkat (Berobat Gratis Ber-KTP), Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Pendidikan yang Berkeadilan, Infrastuktur Tuntas Merata, Sumsel Interkoneksi, 100.000 Sultan Muda Sumsel, Sumsel Religius, Toleransi dan Berbudaya, Sumsel Wonderful 2030, Sumsel Berintegritas dan Melayani, Program Kesejahteraan dan Kesehatan Perempuan dan Anak, Dan Revitalisasi Pasar Tradisional.

Berkaitan hal tersebut, HD mengatakan Visi Misi dan 12 Program Gerak Cepat, tentunya telah sesuai dengan Visi dan Misi Presiden yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Jateng dan Tanoto Foundation Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi akan meningkatkan kerja sama dengan Tanoto Foundation, untuk mengakselerasi beberapa program kerja terkait bidang pendidikan dan kesehatan.

Luthfi menjelaskan, Tanoto Foundation sudah lama bekerja sama dengan Pemprov Jateng dan instansi terkait lainnya. Sejak 2018, Tanoto Foundation telah membantu mengintervensi peningkatan kompetensi pendidikan. Tahun ini akan kembali meningkatkan intervensi dalam penurunan stunting.

“Tanoto Foundation ini sudah lama bekerja sama. Sejak saya menjadi Kapolda, mereka sudah membangun beberapa fasilitas kesehatan. Beliau akan menegaskan kembali kerja sama mulai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” kata Luthfi, seusai bertemu dengan perwakilan Tanoto Foundation, di kantor gubernur, Senin (14/4/2025).

Baca juga: Gubernur Jateng Dorong Akselerasi Program MBG dengan Manfaatkan Aset Pemprov

Penegasan kerja sama tersebut, lanjutnya, akan memudahkan dalam mengekplorasi program pendidikan dan kesehatan secara bersama-sama. Apalagi, kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih 9,58 persen, sehingga butuh kebersamaan untuk menuntaskannya.

Dalam bidang pendidikan, Luthfi ingin menciptakan pendidikan yang berorientasi pada kesiapan kerja. Karenanya, pendidikan vokasi dan peningkatan program Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi fokus utama. Harapannya, mampu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, sesuai dengan kebutuhan investasi.

Senior Advisor Tanoto Foundation, Ari Gudadi mengatakan, sudah mengerjakan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (Pintar) di lima kabupaten/ kota di Jateng selama 2018-2022. Meliputi Kota Semarang, Kabupaten Tegal, Kendal, Banyumas, dan Cilacap.

Cakupan intervensinya meliputi 174 sekolah mitra, 209 fasilitator daerah, 1.778 kepala sekolah dan guru penerima manfaat, 57.149 siswa terdampak, dan 27.059 kepala sekolah dan guru terdampak.

“Kegiatannya tentang pengembangan kompetensi usia dini. Juga bagaimana peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, untuk peningkatan kompetensi anak didik kita,” terangnya.

Sementara itu, sejak 2022 Tanoto Foundation juga ikut mengintervensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Berdasarkan data Tanoto Foundation, prevalensi stunting di Jawa Tengah masih cukup tinggi yaitu sekitar 20,7 persen. Bahkan masih ada sekitar 14 daerah yang prevalensinya di atas rata-rata provinsi.

Selama 2022-2025, intervensi terkait pencegahan dan penurunan stunting dilakukan di empat kabupaten/ kota, yaitu Brebes, Kabupaten Tegal, Banyumas, dan Kota Semarang. Terdiri atas 8 kecamatan dan 16 desa/kelurahan.

“Mudah-mudahan praktik baik yang kita lakukan, dapat didiseminasi oleh pemerintah daerah setempat,” bebernya.

Ari menjelaskan, penurunan stunting di Jawa Tengah secara umum sudah bagus, tetapi daerah-daerah tertentu masih perlu percepatan dan pengembangan, agar penurunan stunting bisa signifikan. Maka dari itu, dibutuhkan regulasi dan kolaborasi dengan Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/ kota.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kepala BKN Serahkan SK Pengangkatan 79 CPNS & 124 PPPK Pemkot Tasikmalaya

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengikuti Seleksi CASN T.A 2024 secara resmi menerima keputusan pengangkatan dengan Terhitung Masa Tanggal atau TMT 01 April 2025. Oleh karena itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 79 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 124 Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Pemerintah Kota Tasikmalaya secara simbolik, Senin (14/04/2025).

Penyerahan SK tersebut juga diikuti dengan pemberian apresiasi dari BKN kepada Instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya atas komitmennya dalam melakukan percepatan pengangkatan CASN Tahun 2024. Kepala BKN menyampaikan apresiasi tersebut secara langsung kepada Walikota Tasikmalaya sebagai salah satu pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional III BKN yang dinilai cepat dalam menyelesaikan pengangkatan CPNS dan CPPPK tahun 2024.

Di hadapan para ASN baru Pemkot Tasikmalaya tesebut, Prof. Zudan menyampaikan pesan penting agar para CPNS dan CPPPK yang baru saja menerima SK, mampu menunjukkan karya sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. “Saya berharap kepada calon ASN yang baru saja menerima SK dapat menunjukkan karya-karyanya. ASN itu akan dicatat dan dikenang karena karyanya,” imbaunya.

Baca juga: Sebagai Organisasi Profesi ASN, Kepala BKN Sebut KORPRI Punya Sejumlah Peran Penting

Prof. Zudan juga mengimbau pentingnya peran ASN senior dalam mendampingi dan membimbing ASN baru agar mampu menghasilkan inovasi dan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“ASN senior tolong dibimbing ASN baru agar bisa memiliki karya nyata, karya yang dimaksud adalah segala sesuatu yang memberikan manfaat dan membuat masyarakat bahagia,” ujarnya.

Selain itu, Kepala BKN memberikan dorongan semangat kepada para ASN baru untuk terus berkarya dengan penuh optimisme. Ia menekankan pentingnya memiliki semangat tinggi, mental tangguh, dan menjalin pertemanan dengan lingkungan yang positif.

“Kepada para calon ASN, jangan mudah menyerah, terus semangat, milikilah spirit yang tinggi dan bertemanlah dengan orang-orang yang tepat,” pesannya.

Melalui momentum ini, Prof. Zudan menyampaikan bahwa BKN berharap semangat profesionalisme dan budaya kerja berbasis kinerja serta integritas dapat terus ditanamkan sejak dini kepada para ASN baru, sebagai pondasi dalam membangun birokrasi yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Jabar Terbitkan Surat Edaran Penertiban Pungutan di Jalan Umum

Pemda Provinsi Jawa Barat menerbitkan Surat Edaran Nomor 37/HUB.02/KESRA tentang Penertiban Jalan Umum dari Pungutan/Sumbangan Masyarakat di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh Bupati/Wali Kota, Camat, Lurah, hingga Kepala Desa di Jawa Barat.

Langkah ini diambil sebagai upaya Pemdaprov Jabar dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan ketenteraman umum, khususnya dari maraknya pungutan di jalan umum yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Dalam surat edaran tersebut, kepala daerah di seluruh tingkatan diminta untuk membentuk jejaring pengawasan di wilayah masing-masing guna menertibkan pungutan atau sumbangan masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh juru parkir liar.

Baca juga: Gubernur Jabar Siapkan Insentif Industri Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta melakukan pembinaan kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga ketertiban umum dan lingkungan, serta memiliki pemahaman dan sikap yang bijak dalam mengumpulkan maupun menggunakan sumbangan kepada sesama.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan ini mulai berlaku pada Senin, 14 April 2025.

“Jadi, berbagai kegiatan pungutan atas nama sumbangan tempat ibadah atau sumbangan-sumbangan yang lainnya, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keselamatan lalu lintas, kami akan sampaikan surat edaran larangan,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala daerah di semua tingkatan untuk segera mengantisipasi dampak dari kebijakan ini.

“Untuk itu kepada para kepala desa, para kepala kelurahan, camat, para bupati dan wali kota, kita segera melakukan langkah-langkah antisipasi dampak dari pelarangan tersebut,” katanya.

KDM — sapaan akrab Dedi Mulyadi menyadari sebagian kegiatan pungutan dilakukan untuk tujuan baik, seperti pembangunan tempat ibadah.

Oleh karena itu, pemerintah siap hadir dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara bersama.

“Misalnya lagi ada pembangunan masjid, lagi ada pembangunan musala dan sejenisnya. Maka kita akan bersama-sama menyelesaikan problem dari pembangunan tersebut,” katanya

“Karena itu menyangkut martabat kita semua sebagai umat Islam dan yang paling utama adalah kita tidak boleh menggunakan jalan di luar kepentingan lalu lintas itu sendiri,” ungkapnya

Pemda Provinsi Jawa Barat mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kebijakan ini demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Ambon Matangkan Rencana Penertiban Pasar Mardika 17-22 April 2025

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mematangkan Rencana jelang penertiban pedagang di pasar dan terminal Mardika, yang akan dilaksanakan pada 17-22 April 2025 mendatang.

PJ.Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Roby Sapulette, Senin (14/4/25), di Balai Kota, mengatakan koordinasi telah dilakukan baik secara internal Pemkot maupun eksternal sehingga penertiban diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Konsolidasi dilakukan dengan stakeholder internal yakni dari SatPol-PP, Dinas perindag, Perhubungan, Damkar, dan Dinas PUPR. Kemudian nanti akan dilakukan konsolidasi juga dengan kepolisan, dalam hal ini Polresta Pulau Ambon & PP. Lease. serta Kodim 1504 dalam kerangka mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan penertiban pedagang pasar Mardika,” ujarnya.

Sapulette mengungkapan, surat pemberitahuan telah diedarkan kepada para pedagang, dan pada tanggal 17 April nanti Tim Penertiban akan langsung melakukan sosialisasi di lapangan, sebelum dilanjutkan deng eksekusi pada 22 April 2025.

“Diharapkan sungguh masyarakat bisa tertib, tidak perlu menunggu aparat melakukan proses pembongkaran lapak, tapi bagaimana masyarakat dengan kesadaran sendiri dalam melakukan pembongkaran secara mandiri supaya Ambon ini semakin tertib, dan tidak ada lagi yang menggunakan trotar dan badan jalan untuk aktivitas berjualan,” harapnya.

Pj. Sekkot menandaskan kawasan yang masuk rencana penertiban adalah ruas jalan menuju terminal A1, dan jalan pantai Mardika depan Taman Victoria sampai pertokoan Batu Merah.

“Pedagang yang ditertibkan akan diarahakan masuk ke Gedung Pasar Mardika yang baru, karena kapasitasnya mencukupi dan nanti dapat berkoordinasi dengan Dinas Perindag Provinsi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Penataan Pasar dan Terminal Mardika merupakan salah satu dari 17 Program Prioritas Pemkot dibawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali (Wawali), Ely Toisutta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek dan KLH Jalin Sinergi Strategis untuk Tangani Isu Lingkungan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofik dalam agenda memperkuat kolaborasi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan sektor lingkungan, Senin, (14/04).

“Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memiliki berbagai program yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup. Termasuk keberadaan kampus-kampus kami yang cukup banyak, 126 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan ada kurang lebih 4.400 total kampus dari Negeri dan Swasta, jadi ini sumber daya yang sangat besar. Tentunya dapat berkontribusi pada pengembangan keilmuan, maupun layanan-layanan kepakaran,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Pada agenda ini, Kemdiktisaintek dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan bersinergi untuk bekerja sama membangun program terkait sumber daya, pendidikan, pangan, dan air sesuai dengan ruang lingkup kedua kementerian. Salah satu program yang akan digarap bersama yaitu mengembangkan teknologi lingkungan dari dalam negeri.

Fenomena hasil penelitian di perguruan tinggi yang belum dikomersilkan, ke depan juga akan didorong, sehingga sektor industri akan lebih tertarik untuk bekerja sama dengan Kemdiktisaintek dan KLH, terutama terkait produk-produk riset yang berkaitan dengan lingkungan.

KLH juga menggandeng Kemdiktisainek untuk pengawasan pelanggaran aturan lingkungan dan berharap keterlibatan akademisi dalam pengelolaan lingkungan. Menyikapi hal tersebut, Kemdiktisaintek ke depan juga akan mendorong kampus untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah, dengan memperhatikan sektor lingkungan.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan, juga akan menjadi garda terdepan untuk bersinergi, mengawal fokus kedua kementerian ini. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa bersiap menghadapi tantangan lingkungan hidup jelang Indonesia emas 2045.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan KLH akan membuat perjanjian kerja sama dan mengadakan pertemuan dengan majelis rektor, agar rencana program dan kebijakan yang telah dirumuskan, dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan setelah ini bisa segera diimplementasikan, sehingga instrumen-instrumen yang kami lakukan, kontrol dan penegakan hukum yang kami lakukan terkait dengan penataan lingkungan di negara kita benar-benar kemudian dapat menjamin proses keberlanjutan lingkungan hidup di tanah air, kami berterima kasih untuk kerja sama ini,” ungkap Menteri Hanif.

Pada kesempatan ini, Mendiktisaintek didampingi oleh Wakil Menteri, Fauzan, Dirjen Dikti Khairul Munadi, Direktur Kelembagaan, Muhammad Najib, dan Kepala Biro Hukum, Inneke Indraswati. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup didampingi oleh Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rijal Irawan, Deputi Tata Lingkungan Sumberdaya Alam Berkelanjutan, Sigit Reliantoro, serta Staf Ahli Menteri Antarlembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News