Beranda blog Halaman 1103

Menkeu Indonesia dan Menkeu Australia Bahas Respons atas Trump Tariff

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers untuk membahas perkembangan situasi global terkini, khususnya merespons kebijakan tarif Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Trump Tariff”. Kebijakan ini kembali menjadi sorotan karena dampaknya terhadap dinamika perdagangan internasional dan kestabilan ekonomi global.

Dalam perbincangan tersebut, Menkeu menyampaikan langkah-langkah strategis Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Saya sampaikan berbagai kebijakan deregulasi dan penyederhanaan prosedur ekspor-impor dan investasi yang tengah kami lakukan, serta pentingnya dialog dengan dunia usaha dan para pemangku kepentingan untuk merespons perubahan global secara kolektif,” ujar Menkeu pada Sabtu (12/4).

Selain membahas kebijakan domestik, Menkeu juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional dan internasional. Ia membagikan hasil pertemuan para Menteri Keuangan ASEAN yang sepakat mempererat kerja sama intra-kawasan.

Indonesia juga terus menjalin komunikasi dan kerja sama perdagangan serta investasi dengan berbagai mitra global seperti Uni Eropa, negara-negara Teluk, Amerika Latin, dan Kanada.

Sementara itu, Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, mengungkapkan bahwa pasar keuangan Australia sangat sensitif terhadap dinamika global, meskipun kondisi sektor riil di negaranya masih relatif stabil.

Jim menegaskan bahwa Australia memilih pendekatan diplomatik melalui jalur negosiasi dengan Amerika Serikat, alih-alih melakukan tindakan balasan. Jim juga menyampaikan bahwa Australia telah berdiskusi dengan Inggris dan Korea Selatan terkait isu ini.

Menutup pembicaraannya, Jim menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota G20 untuk menghadapi tantangan global secara bersama-sama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wakil Wali Kota Makassar Inspeksi RSUD Daya, Temukan Plafon Rusak dan Alkes Tidak Layak

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melakukan inspeksi langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, Senin (14/4/2025).

Dalam kunjungannya, Aliyah Mustika Ilham didampingi Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Daya.

Mereka meninjau sejumlah area rumah sakit, terutama beberapa poliklinik yang menunjukkan kerusakan, dan cukup menganggu kenyamanan dalam pelayanan.

“Plafon di beberapa titik terlihat rusak parah. Ada rembesan air saat hujan, bahkan bekas rayap yang membuat sebagian plafon nyaris roboh,” ungkap dr. Nursaidah saat mendampingi peninjauan.

Selain kerusakan bangunan, wakil wali kota juga menaruh perhatian pada kelayakan alat-alat kesehatan. Ia meminta dilakukan inventarisasi dan evaluasi menyeluruh terhadap aset rumah sakit guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Kita ingin memastikan semua fasilitas, termasuk alat kesehatan, dalam kondisi layak pakai. Pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu,” tegas Aliyah Mustika Ilham.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dari Pemerintah Kota Makassar untuk segera melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Aliyah Mustika Ilham juga menyempatkan berdialog dengan sejumlah pasien dan tenaga medis untuk mendengar langsung keluhan serta masukan dari mereka.

Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil inspeksi ini dengan langkah-langkah nyata. Aliyah Mustika Ilham berharap RSUD Daya dapat menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga nyaman dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Tangerang Pastikan 3.424 Surat Keputusan PPPK Tahap I Keluar Mei 2025

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi pegawai yang telah dinyatakan lulus pada ujian seleksi Tahap I.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, ada sebanyak 3.424 SK PPPK akan dikeluarkan pada 2 Mei 2025. Selanjutnya, seleksi pemilihan PPPK Tahap II akan dilakukan pada Juni 2025 mendatang secara serentak.

“SK PPPK sudah siap diserahkan sebanyak 3.424 bagi pegawai yang kemarin sudah dinyatakan lulus seleksi. Direncanakan, pada 2 Mei 2025 mendatang akan kami serahkan. Lalu, untuk tahap selanjutnya adalah seleksi Tahap II di bulan Juni. Kami akan terus berkomunikasi dengan BKN serta Kemenpan RB dan Pemkot Tangerang akan berupaya untuk merekrut PPPK secara penuh,” ungkapnya, Senin (14/4/25)

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Tangerang Jatmiko mengungkapkan, SK PPPK akan diupayakan untuk diserahkan seluruhnya secara serentak. Lalu, bagi seleksi Tahap II diperuntukan bagi pegawai yang masa kerjanya di atas dua tahun.

“Bagi yang sudah lulus akan dilakukan pemberkasan dan penetapan NIP untuk menjadi PPPK Penuh Waktu. Lalu, bagi yang belum lulus tetap mendapatkan NIP dengan status PPPK Paruh Waktu. Sehingga, baik lulus maupun tidak lolos akan tetap mendapatkan NIP sesuai janji dari Menteri PANRB dan BKN,” ungkapnya.

Diharapkan, para pegawai yang sudah lulus dan akan menerima SK dapat tetap bekerja dengan baik dan maksimal. Ia juga mengimbau, bagi para pegawai yang akan mengikuti seleksi untuk berusaha semaksimal mungkin.

“Tetap bekerja sebagaimana mestinya, tunjukkan kinerja dengan maksimal untuk melakukan pelayanan kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang sesuai dengan tugasnya masing-masing,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mukhtarudin Harap Proses Penyusunan RUPTL 2025–2034 On Track Sesuai Target

Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin berharap proses penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 melibatkan langkah-langkah yang terstruktur dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin menanggapi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menargetkan proses penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 selesai pada April 2025 ini.

Untuk memastikan penyusunan RUPTL 2025–2034 selesai tepat waktu (target April 2025), maka Mukhtarudin pun membeberkan hal krusial perlu diperhatikan yakni koordinasi yang kuat dan pastikan komunikasi lancar antara PLN, pemerintah daerah, Kementerian ESDM, dan pemangku kepentingan lain.

“Saya kira yang terutama itu tentu pengumpulan data dan konsultasi stakeholders terkait agar tidak ada penundaan,” tutur Mukhtarudin, Jumat 11 April 2025.

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI ini juga mendorong semua pihak menyiapkan langkah mitigasi untuk potensi hambatan, seperti keterlambatan perizinan, pendanaan, atau perubahan kebijakan energi sesuai dinamika ekonomi saat ini.

Artinya, lanjut Mukhtarudin, harus ada langkah mitigasi spesifik terhadap potensi hambatan yang harus dilakukan secara proaktif.

Politisi Dapil Kalteng ini bilang dengan langkah mitigasi ini, potensi hambatan di bulan April dapat diminimalkan, sehingga proses penyusunan RUPTL 2025–2034 tetap on track untuk diselesaikan sesuai target.

Kendati demikian, Golkar Senayan mengharapkan proses penyusunan RUPTL dapat berjalan efisien dan selesai sesuai target yang ditentukan Menteri ESDM tersebut.

“Dengan harapan menghasilkan rencana yang mendukung kebutuhan listrik nasional dengan memprioritaskan keandalan, efisiensi yang keberlanjutan,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proses penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 selesai pada April 2025.

“Proses RUPTL-nya sendiri mungkin dalam bulan ini kami akan selesai,” ucap Bahlil.

Dalam menyusun RUPTL, Ketum Golkar ini menyampaikan bahwa pemerintah berupaya untuk menemukan titik tengah antara isu penurunan emisi karbon dengan kemampuan Indonesia.

Bahlil mengatakan, pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan potensi-potensi sumber daya alam Indonesia, termasuk di dalamnya adalah energi baru dan energi terbarukan.

Ia menyoroti energi panas bumi yang terdapat di Ambon. Menurut Bahlil, Provinsi Maluku memiliki potensi panas bumi sebesar 40 MW yang perlu segera dibangun.

“Itu (potensi panas bumi di Ambon) sudah kami masukkan dalam rancangan RUPTL 2025–2034,” kata Bahlil.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hangatnya Momen Wapres Gibran Nonton Bareng Anak Yatim Film Jumbo

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengajak 168 anak yatim menonton film animasi Jumbo di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (11/04/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan hiburan yang edukatif, sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi muda sejak dini.

Film Jumbo, karya sutradara Indonesia Ryan Adriandhy, mengangkat kisah Don—seorang anak bertubuh besar yang kerap menjadi korban perundungan. Namun, melalui perjalanan hidup yang penuh tantangan, Don mampu menemukan kekuatan dalam dirinya dan menjadi sosok penolong, bahkan bagi mereka yang pernah menyakitinya. Cerita ini mengajarkan pesan penting tentang keberanian, penerimaan diri, serta kekuatan persahabatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengajak para anak yatim untuk tidak takut menjadi diri sendiri, berani bermimpi besar, dan pantang menyerah menghadapi rintangan hidup. Ia pun menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan sesama serta membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi masa depan. Di sisi lain, tayangan ini juga dapat memancing imajinasi dan mendorong tumbuhnya kreativitas anak-anak dalam mengekspresikan diri.

Nilai-nilai dalam film Jumbo sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun generasi muda yang unggul sebagai salah satu pilar menuju Indonesia Emas. Karena itu, pendekatan ini dinilai efektif untuk menumbuhkan pribadi anak-anak Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkarakter.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh anak-anak yatim yang hadir. Sebab menurut mereka, menyaksikan film bersama Wapres bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman baru di tengah rutinitas harian mereka.

“Senang diajak sama Pak Wapres ke bioskop, bagus banget lagi filmnya,” kata salah satu anak yatim usai menyaksikan film.

Sebagai informasi, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini berasal dari lima panti asuhan, yaitu Panti Balita Tunas Bangsa, Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama Tiga, Panti Asuhan Rumah Piatu Muslimin, Panti Putra Utama 2 Plumpang, serta Panti Griya Asih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ketua DPR Kecam Keras Aksi Kekerasan Seksual oleh Dokter PPDS di Bandung

Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terhadap kerabat pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyebut tindakan pelaku sebagai kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi.

“Dunia kedokteran adalah ruang suci untuk menyembuhkan, bukan tempat untuk merusak martabat manusia. Tindakan pelaku adalah bentuk kejahatan yang tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” ujar Puan dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, Kamis (10/4/2025).

Kasus ini menyeret nama dr. Priguna Anugerah Pratama (31), dokter PPDS Anestesi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), yang memerkosa seorang perempuan berusia 21 tahun—anggota keluarga pasien di RSHS Bandung. Saat ini, Polda Jawa Barat telah menetapkan Priguna sebagai tersangka dan menjeratnya dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

Baca juga: Kemenkes Hentikan Sementara Kegiatan PPDS Anestesi di RS Hasan Sadikin

Puan menilai peristiwa ini bukan hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan dan layanan kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan kepercayaan publik. “Ini adalah bentuk pengkhianatan serius terhadap etika kemanusiaan dan nilai moral yang seharusnya menjadi fondasi dunia kedokteran,” tegas Puan.

Menanggapi kasus ini, Universitas Padjadjaran telah resmi memberhentikan Priguna dari program PPDS. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga telah meminta Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk mencabut surat tanda registrasi (STR) dan membatalkan izin praktek pelaku. Program PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSHS Bandung pun diberhentikan sementara sebagai langkah evaluasi.

Puan mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi maksimal kepada pelaku, serta memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan. “Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan dan pendidikan sangat bergantung pada bagaimana kasus ini ditangani secara serius dan berkeadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puan juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk kemungkinan adanya korban lain dan keterlibatan pihak lain. “Harus ditelusuri secara mendalam kemungkinan korban-korban lain, dan kemungkinan ada tidaknya pihak lain yang terlibat. Kasus ini harus diusut tuntas untuk memastikan keadilan bagi para korban,” kata Puan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Jateng Dorong Akselerasi Program MBG dengan Manfaatkan Aset Pemprov

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Salah satunya, memanfaatkan aset milik Pemprov Jateng untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dia sudah menginstruksikan kepada Tim Percepatan Program MBG Jawa Tengah, untuk memetakan aset pemprov yang dapat dimanfaatkan sebagai dapur SPPG. Hasilnya, terdapat 21 aset milik Pemprov Jateng serta 1 aset milik BUMD. Jumlah tersebut terdiri dari 12 bangunan dan 7 bidang tanah.

Selain itu, terdapat 34 SMK di Jateng yang memiliki catering/tata boga/kantin tipe A, yang sudah bersertifikat BPOM. Sejauh ini, sudah ada tujuh satuan pendidikan yang masuk daftar usulan dapur SPPG.

Luthfi mengatakan, koordinasi dengan instansi lainnya seperti TNI dan Polri terus dilakukan, karena keduanya juga memiliki dapur SPPG. Koordinasi dilakukan agar seluruh stakeholder berjalan bersama, untuk kesuksesan program MBG.

“Langkah ke depan kita bentuk tim MBG, tingkat kabupaten kita bentuk. Kemudian kita rapatkan dengan seluruh stakeholder, untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” kata Luthfi, saat rapat koordinasi di kantornya, Sabtu (12/4/2025).

Ditambahkan, langkah lain yang ditempuh adalah bekerja sama dengan pihak swasta, dalam hal ini pengusaha jasa boga. Terkait itu, Luthfi sudah menyiapkan memorandum of understanding (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI).

“Kita sudah rapat dengan beliau (Ketum DPP APJI) dan seluruh jajarannya, terkait program pemerintah yaitu MBG. Di mana mereka akan kita ikut sertakan, dalam rangka menyukseskan program makan bergizi gratis,” bebernya.

Luthfi menjelaskan, Tim Percepatan Program MBG yang dia bentuk, diketuai oleh Wakil Gubernur Taj Yasin, dengan sekretaris Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko. Tim itu bertugas mengonsolidasikan seluruh upaya percepatan MBG di Jawa Tengah, termasuk koordinasi dengan tim tingkat kabupaten/kota.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Suka Bumi Tekankan Sinergi Antar Instansi Dalam Upaya Peningkatan PAD

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Percepatan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar di Balai Kota pada 11 April 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota, Bobby Maulana, Penjabat Sekretaris Daerah, Andang Tjahjandi, serta ASN dari berbagai perangkat daerah pada Pemerintah Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, wali kota menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mengoptimalkan sumber – sumber pendapatan daerah. Ia menegaskan bahwa percepatan peningkatan PAD merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah serta pembangunan yang berkelanjutan.

Ia melanjutkan kemandirian fiskal daerah merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi Sukabumi Emas pada tahun 2034.

“Saya menargetkan tahun 2034 menjadi tonggak pencapaian ‘Sukabumi Emas”, sebuah era baru yang ditandai dengan kemajuan ekonomi, kualitas layanan publik yang prima, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Kegiatan rapat kerja ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan kebijakan serta langkah konkret dalam upaya meningkatkan PAD secara signifikan, sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Kaltim Siapkan Regulasi Pengembangan Desa Wisata Lewat Pergub

Pemprov Kaltim tengah mempersiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai landasan hukum dalam pengembangan desa wisata di wilayah Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan yang digelar di Kreatif Hub eks Bandara Temindung baru-baru ini.

Sekda Kaltim menegaskan bahwa meskipun kewenangan utama atas desa wisata berada di pemerintah kabupaten/kota, namun pemerintah provinsi tetap memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan dan fasilitasi sesuai dengan kewenangannya.

“Kita ingin meletakkan dasar atau fondasi yang kuat bagi pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan desa wisata. Karena itu, regulasi dalam bentuk Pergub menjadi penting untuk memberikan arah dan standar yang jelas,” ujarnya baru baru ini.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa dalam regulasi tersebut akan diatur mengenai identifikasi dan kriteria desa wisata, termasuk standarisasi terhadap kategori desa wisata yang ada, seperti desa wisata rintisan, berkembang, maju, dan mandiri.

“Kriteria ini penting untuk menentukan status sebuah desa. Apakah layak disebut desa wisata, dan jika iya, masuk dalam kategori apa. Ini akan menjadi pedoman dalam proses pembinaan dan penganggaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya surat keputusan (SK) dari kepala daerah dalam menetapkan status desa wisata. Menurutnya, tanpa SK Bupati/Wali Kota, intervensi dalam bentuk program maupun penganggaran dari dinas pariwisata menjadi sulit dilakukan.

“Saya masih ingat, ada beberapa daerah yang tidak bisa leluasa mengembangkan desa wisata karena belum ada SK penetapan. Padahal SK itu penting sebagai dasar hukum untuk melakukan pembinaan, termasuk dari sisi anggaran,” tegasnya.

Selain aspek regulasi dan standarisasi, pemerintah provinsi juga memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi lintas sektoral—baik secara vertikal dengan kementerian maupun horizontal dengan antarprovinsi dan lembaga lain seperti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pak Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, beberapa waktu lalu juga telah berdiskusi dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, agar koneksi antara wilayah Kaltim dan IKN bisa lebih mudah. Ini membuka peluang kerja sama pariwisata lintas wilayah bahkan antarprovinsi,” tambahnya.

Sri Wahyuni menekankan bahwa fungsi pembinaan yang dilakukan Pemprov Kaltim tidak hanya sebatas pelatihan atau peningkatan kapasitas, tetapi juga menyasar peningkatan tiga aspek penting dalam pengembangan pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Fasilitasi dari pemerintah provinsi harus mampu mendorong desa wisata untuk tumbuh dan berkembang. Bukan hanya sekadar menjalankan program, tapi harus ada target yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” katanya.

Pemprov Kaltim sendiri saat ini sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam rencana tersebut, pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus yang akan ditargetkan secara terukur—tidak hanya dari sisi jumlah desa wisata, tapi juga dari sisi kualitas pertumbuhannya.

“Target kita ke depan bukan hanya berapa desa wisata yang ada, tapi bagaimana kualitasnya meningkat. Kita ingin desa wisata di Kaltim menjadi mandiri dan benar-benar bisa mensejahterakan masyarakatnya,” tutup Sri Wahyuni.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud Ajak Pertamina Cari Solusi Atasi Persoalan Energi di Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, mengajak Pertamina MOR VI Kalimantan untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan energi di Kalimantan Timur.

“Ekonomi bisa tumbuh jika distribusi BBM lancar. Saya tidak ingin masyarakat terus mengeluh soal antrean,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud saat acara tasyakuran gelar doktor di Odah Etam, Sabtu (12/4/25).

Gubernur Rudy Mas’ud mengungkapkan telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek isu BBM yang banyak dikeluhkan masyarakat.

GM Pertamina MOR VI Kalimantan, Alexander Susilo, menyatakan pihaknya terbuka untuk berdiskusi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan ketahanan energi, khususnya di Kalimantan Timur.

Alexander menegaskan bahwa sebagian besar antrean BBM terjadi bukan karena kelangkaan, tetapi karena tingginya permintaan. Ia menyebut, solusinya bersifat teknis, seperti menambah jumlah SPBU di wilayah padat seperti khususnya Balikpapan.

“Kalau jumlah outlet ditambah, antrean bisa diurai. Tapi kita butuh investor,” jelasnya.

Di sisi lain, Alexander menjelaskan bahwa kuota hanya berlaku untuk solar subsidi dengan pengawasan ketat lewat sistem barcode.

“Untuk truk roda enam maksimal 40 liter per hari dan di atas itu bisa sampai 200 liter. Data ini dijaga agar tepat sasaran,” bebernya.

Pertamina, sambung Alexander, siap menjalankan kebijakan negara dan memastikan distribusi BBM tetap lancar. Namun ia juga menekankan perlunya partisipasi semua pihak, termasuk pengusaha lokal, agar infrastruktur energi bisa berkembang lebih cepat.

Gubernur Rudy Mas’ud pun berharap pertemuan ini menjadi awal dari komunikasi yang lebih rutin antara Pemprov Kaltim dan Pertamina.

“Kita tidak hanya butuh reaksi setelah ada masalah, tapi harus proaktif membangun sistem distribusi energi yang kuat dan berkeadilan,” tutupnya.

Disisi lain, terkait hasil Rapat Dengan Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim beberapa waktu lalu Alexander telah menindaklanjuti, saat ini sedang on progres.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News