Beranda blog Halaman 1110

Gubri Abdul Wahid Kembali Tunjuk Pelaksana Tugas Kepala OPD

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid kembali melakukan penunjukan pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Penunjukan ini menambah daftar Plt Kepala OPD yang sebelumnya telah diisi, sehingga total menjadi enam jabatan yang kini diemban oleh Plt.

Adapun tiga pejabat yang baru saja ditunjuk sebagai Plt adalah Helmi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Plt Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Riau.

Selanjutnya, Roni Rakhmat, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, ditunjuk menjadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Terakhir, Daslina, seorang Pengawas Mutu Pakan Ahli Madya di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, kini mengemban amanah sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, membenarkan penunjukan tersebut.

“Ya, Surat Keputusan (SK) Plt untuk ketiga pejabat tersebut sudah diserahkan kemarin,” ujarnya pada Kamis (10/4/2025).

Zulkifli Syukur menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan penunjukan Plt untuk masing-masing jabatan. Kekosongan jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Riau terjadi setelah pejabat sebelumnya, Raja Yoserizan Zein, meninggal dunia pada Oktober 2024. Setelah itu, Hj. Jahrona Harahap sempat menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kebudayaan, namun masa tugasnya tidak diperpanjang.

Untuk jabatan Plt Kepala Biro Ekonomi, Helmi diberikan amanah menggantikan pejabat sebelumnya, Firdaus, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau dan masa tugasnya sebagai Plt tidak diperpanjang. Sementara itu, pejabat definitif sebelumnya, Alzuhra Dini Alinoni, telah memasuki masa purna tugas pada awal Januari 2025.

Sementara itu, penunjukan Daslina sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau dilakukan untuk menggantikan Heri Afrizon, yang sebelumnya juga menjabat sebagai salah satu kepala bidang di dinas tersebut dan masa tugasnya sebagai Plt juga tidak diperpanjang.

Dengan penunjukan tiga Plt Kepala OPD terbaru ini, maka total terdapat enam jabatan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang saat ini diisi oleh pelaksana tugas.

Sebelumnya, Gubernur Abdul Wahid telah menunjuk tiga Plt Kepala OPD lainnya, yaitu Plt Sekretaris Daerah Provinsi Riau yang dijabat oleh Syahrial Abdil (Kepala Dinas Perkebunan Riau), Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Riau yang dijabat oleh M. Job Kurniawan.

Kemudian, Plt Kepala Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Riau yang dijabat oleh Dianto Mampamini. Penunjukan Plt ini dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif sambil menunggu proses pengisian jabatan definitif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogyakarta Rampungkan RTRW dan RDTR Sesuai UU Cipta Kerja

Sebagai bentuk pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan peraturan daerah dan peraturan wali kota terkait tata ruang. Langkah ini memperkuat arah pembangunan yang tertib, legal, dan selaras dengan kebijakan pusat, meskipun keterbatasan lahan dan kompleksitas kota tetap menjadi tantangan tersendiri.

Ketua DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menegaskan bahwa isu penataan ruang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keadilan sosial, kelestarian lingkungan, dan kedaulatan ruang bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari fungsi konstitusional DPD RI untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan pengawasan atas kebijakan nasional, khususnya yang berdampak langsung pada daerah.

“Rapat kerja ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi praktik dan kebijakan pemerintah daerah terkait penataan ruang pasca lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja, serta menyoroti pembagian kewenangan antara pusat dan daerah yang semakin sentralistik,” ujar GKR Hemas pada Rapat Kerja Reses bertajuk Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang digelar di Kantor DPD RI DIY, Rabu (9/4).

Lebih lanjut, GKR Hemas menyoroti pentingnya integrasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan penataan ruang. Ia juga menekankan perlunya mendorong partisipasi publik dalam proses perencanaan dan pengendalian ruang, agar kebijakan yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Dalam rapat kerja tersebut, dibahas pula sejumlah isu strategis seperti efektivitas mekanisme pengawasan, sanksi atas pelanggaran tata ruang, serta peran masyarakat dalam menjaga kawasan yang telah ditata. Keistimewaan Yogyakarta sebagai daerah dengan otonomi khusus juga menjadi perhatian dalam konteks kebijakan tata ruang yang ideal dan adil.

“Melalui forum ini, kami berharap bisa mengidentifikasi pokok-pokok permasalahan dan menyusun rekomendasi kebijakan sebagai bahan evaluasi, bahkan revisi, terhadap kebijakan nasional yang menyangkut ruang hidup masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa perubahan regulasi akibat berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah berdampak signifikan pada pola peraturan tata ruang di daerah. Kini, rencana detail tata ruang (RDTR) tidak lagi ditetapkan melalui Peraturan Daerah, melainkan melalui Peraturan Kepala Daerah, sehingga mengubah dinamika kebijakan dan teknis perencanaan.

“Perubahan ini harus kita respons dengan menyesuaikan regulasi daerah. Kota Yogyakarta telah menetapkan Perda RTRW Tahun 2021–2041 dan Perwal Nomor 118 Tahun 2021 tentang RDTR dan Peraturan Zonasi,” ungkap Hasto.

Ia menambahkan bahwa sebagai kota dengan wilayah yang nyaris seluruhnya telah terbangun, Yogyakarta menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ketentuan teknis penataan ruang. “Kami tidak lagi memiliki lahan kosong. Maka, penataan ruang di Kota Yogyakarta adalah penataan ulang terhadap ruang yang sudah termanfaatkan,” ujarnya.

Wali Kota Yogyakarta juga menyoroti pentingnya Kawasan Sumbu Filosofis—yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia—untuk dilindungi secara ketat dalam RDTR. Hal ini mencakup aturan arsitektur tradisional, ketinggian bangunan maksimal 18 meter, serta larangan membangun melintang di atas jalan yang berada di sepanjang sumbu filosofi.

“Ketentuan teknis ini harus menjadi perhatian serius. Bangunan baru di zona inti tidak boleh mengganggu nilai budaya yang ada. Kami juga telah menyelaraskan aturan dengan Pergub DIY No. 2 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan pentingnya integrasi dalam pembangunan kawasan aglomerasi Yogyakarta yang melibatkan Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Dalam hal ini, jaringan transportasi, air bersih, sanitasi, persampahan, dan sistem tata ruang harus dirancang secara lintas batas wilayah.

Meski menghadapi keterbatasan ruang, Pemkot Yogyakarta tetap berupaya memenuhi amanat UU Penataan Ruang terkait keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen, serta perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Namun Hasto mengakui, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Wahyu Handoyo Hardjono Putro mengatakan Pemerintah Kota telah menyelesaikan proses legalitas tata ruang, baik RTRW maupun RDTR, sesuai ketentuan dalam Permen ATR/BPN. Kewajiban pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen sebagaimana diamanatkan dalam UU menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Yogyakarta, namun tetap diupayakan melalui berbagai inovasi.

“Kami menyadari bahwa secara spasial, sulit memenuhi target 30 persen RTH secara konvensional. Maka kami mengembangkan program-program alternatif, seperti penanaman sayur di pekarangan warga, pemanfaatan ruang vertikal, serta taman-taman mikro berbasis komunitas,” ungkapnya.

Selain itu, Wahyu menambahkan bahwa pemenuhan ketentuan seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) juga menghadapi kendala karena kondisi lahan yang sudah hampir seluruhnya terbangun. Ia mengusulkan agar pemenuhan aspek ini dilihat dalam konteks aglomerasi perkotaan yang melibatkan kabupaten tetangga seperti Sleman dan Bantul.

“Karena itu kami mengembangkan pendekatan-pendekatan baru, seperti urban farming, pemanfaatan ruang vertikal, taman komunitas, dan integrasi fungsi ruang lintas batas administrasi dalam kerangka aglomerasi perkotaan,” jelas Wahyu.

Pihaknya juga menyampaikan pemerintah kota akan menindaklanjuti penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) pada skala 1:2000 untuk sejumlah kawasan. Ini dilakukan untuk memperjelas pemanfaatan ruang secara spasial, termasuk dimensi infrastruktur dan bangunan, serta kesinambungan antar wilayah.

“RTBL ini akan menjabarkan lebih detail penataan lingkungan di kawasan tertentu, sehingga pembangunan yang ada betul-betul terhubung dan selaras dengan infrastruktur kota,” tutup Wahyu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Depok Imbau Pendatang Baru Miliki Keterampilan dan Kesiapan Mental

Usai masa Lebaran, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan adanya potensi peningkatan jumlah penduduk di Kota Depok yang datang dari luar daerah. Fenomena ini, menurutnya, menjadi tren tahunan setelah momentum mudik Lebaran.

“Kami meyakini pasti akan ada penambahan jumlah pendatang baru ke Depok, meskipun data pastinya masih menunggu dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Karena biasanya mereka baru datang dan belum semua langsung mengurus dokumen administrasi,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (08/04/25).

Menanggapi hal tersebut, Supian Suri mengimbau para pendatang yang ingin menetap atau mencari pekerjaan di Kota Depok agar memiliki keterampilan dan kesiapan mental.

Ia menekankan pentingnya kemampuan bekerja agar tidak menambah angka pengangguran di kota tersebut.

“Saya harap yang datang ke Depok adalah mereka yang sudah siap secara mental dan punya keterampilan, entah itu keterampilan khusus atau sekadar kesiapan kerja. Jangan sampai datang ke Depok tanpa rencana dan kemampuan, akhirnya bingung, tidak tahu harus berbuat apa,” katanya.

Ia menambahkan, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terbuka terhadap kehadiran warga dari luar daerah, namun dibutuhkan kesadaran bahwa persaingan kerja di kota ini cukup ketat.

Pendatang harus realistis, termasuk jika hanya tersedia pekerjaan kasar.

“Kalau memang siap kerja, meski itu kerja kasar, silakan. Tapi kalau tidak ada kesiapan, sebaiknya dipertimbangkan kembali. Mungkin lebih baik tetap di kampung dan mengembangkan potensi di sana,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

ASN Kini Bisa Belajar Hukum dengan Mudah Lewat Program PKPA KORPRI

Saat membuka Webinar Ke-106 KORPRI Menyapa ASN dengan tema Webinar Korpri Sosialisasi Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Kamis (10/04/2025) secara daring, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif mengungkapkan bahwa KORPRI terus mendukung advokasi atau pendampingan hukum bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni salah satunya dengan dibentuknya Konsultasi Hukum dan Bantuan Hukum di dalam organisasi KORPRI sendiri.

Prof. Zudan menyampaikan kalau profesi ASN memiliki keterkaitan erat dengan proses hukum sehingga harus memahami yang namanya hukum acara perdata, pidana, tata usaha negara, hingga konstitusi. Oleh karena itu menurutnya, KORPRI yang berfungsi salah satunya untuk menjaga kode etik profesi sebagaimana diamanatkan UU ASN, memiliki peran penting termasuk dalam aspek perlindungan atau advokasi bagi seluruh ASN.

“Peran KORPRI diperlukan untuk pendampingan hukum untuk anggotanya yang bermasalah dengan hukum. Untuk itu kalau nanti sudah dibentuk PKPA ini, ini bisa kita gunakan untuk melakukan antisipasi sekaligus pencegahan pencegahan agar tidak terjadi masalah hukum bagi para ASN,” terangnya.

Prof. Zudan juga mengatakan melalui momentum ini KORPRI dapat meningkatkan perannya bagi seluruh ASN di Kementerian/Lembaga dan Instansi Pemerintah Daerah. Khususnya dengan PKPA ini, Ia berharap KORPRI dapat lebih solid dan dapat memberikan pendampingan atau advokasi bagi para ASN yang tengah dihadapkan dengan permasalahan hukum.

Terakhir, Prof. Zudan juga menyampaikan bahwa sejak masa pandemi COVID-19, KORPRI secara rutin menggelar webinar untuk menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan sesuai amanat UU ASN. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan seluruh pengurus dan anggota KORPRI di manapun, termasuk yang bekerja di perwakilan Indonesia di Luar Negeri.

“KORPRI menjadi sebuah organisasi yang mewadahi para ASN secara konsisten berbagi informasi untuk meningkatkan kompetensi, dan berbagai pengetahuan yang beragam sesuai dengan kebutuhan para ASN.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Wiwit Luncurkan e-Ticketing Pariwisata dan Mobil Samsat Keliling

Ribuan peserta upacara mulai dari siswa SMP, SMA, TNI, POLRI, dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara tampak memenuhi Alun-Alun 1 Jepara, Kamis, (10/4/2025). Upacara yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Jepara yang ke-476 tersebut digelar dengan sederhana dan penuh khidmat.

Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, dan dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda Jepara, dan pimpinan perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Jepara yang ke-476 ini merupakan momentum untuk mengevaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintah serta pembangunan daerah. Hal tersebut menurutnya selaras dengan candra sengkala penobatan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin Jepara yakni “Trus Karya Tataning Bumi”.

“Karena pada dasarnya pembangunan adalah sebuah proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan”, kata Wiwit sapaan akrab Witiarso Utomo.

Untuk itu dirinya menghaturkan ucapan terima kasih kepada para pemimpin Jepara terdahulu serta seluruh masyarakat Jepara yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Jepara.

Saat ini Jepara menurut Wiwit sudah berada di jalur pembangunan yang baik, menurut Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Jepara yang mencapai angka 74,32 dan mengalami peningkatan 0,47 poin dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, Wiwit menyebutkan bahwa angka kemiskinan pada periode yang sama turun menjadi 6,09% dan menjadi yang terendah dalam beberapa dekade terakhir serta menjadi satu dari puluhan prestasi yang berhasil diraih Pemkab Jepara di tahun 2024.

“Seluruh prestasi yang telah kita raih ini adalah batu loncatan yang kokoh untuk mewujudkan tema Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara yang juga selaras dengan visi Bersama Menuju Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius,” tandasnya.

Lebih lanjut, visi tersebut akan tertuang dalam 28 program yang terbagi menjadi 5 MULUS yakni MULUS Birokrasinya, MULUS Pendidikan dan Kebudayaannya, MULUS Ekonominya, MULUS Kesehatannya, serta MULUS infrastrukturnya. la mengambahkan bahwa dalan kurun waktu 1,5 bulan masa kepemimpinannya, beberapa program sudah dilaksanakan terutama terkait infrastruktur jalan.

Sebab di masa mudik dan libur lebaran lalu, masyarakat membutuhkan jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui. Dari target 101 Km, Bupati memastikan 60 Km jalan sudah ditangani dan akan terus bertambah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wiwit dan Wabup Hajar melaunching sejumlah layanan seperti e-Ticketing untuk pariwisata dan Mobil Layanan Samsat Keliling.

“E-Ticketing ini merupakan bentuk modernisasi pelayanan kepariwisataan yang efektif dan efisien melalui digitalisasi,” ucapnya.

Melalui kedua layanan tersebut, Wiwit berharap dapat semakin memperkuat kemampuan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama kendaraan bermotor di Kabupaten Jepara.

“Ini merupakan bentuk transparansi dan konsen kita untuk meningkatkan PAD melalui digitalisasi,” imbuhnya.

Terakhir Bupati berharap dengan layanan e-Ticketing dapat membantu para wisatawan yang berwisata di Jepara. Menurutnya dengan meningkatnya jumlah wisatawan juga akan berdampak positif bagi PAD Kabupaten Jepara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

11 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Kuat Dibunuh KKB

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Papua. Sebanyak 11 warga sipil yang tengah melakukan aktivitas pendulangan emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.

Peristiwa tersebut terjadi pada 6 hingga 7 April 2025 di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum Kabupaten Yahukimo. Informasi awal diperoleh pada 7 April 2025 malam, yang diperkuat dengan kesaksian salah satu korban selamat yang kini mengamankan diri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban pembunuhan mengalami luka bacok, tembakan, serta luka akibat panah. Dari 11 korban meninggal dunia, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi, yakni Aidil, Sahruddin, Ipar Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu. Sementara lima lainnya masih dalam proses identifikasi.

Sebanyak 35 orang penambang lainnya berhasil mengungsi dan kini berada dalam pengamanan aparat TNI-Polri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat. Selain itu, delapan orang lainnya dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya. Sementara dua warga sipil lainnya, yakni Tuan Dusun yang bernama Dani dan istrinya bernama Gebi, diduga masih disandera oleh kelompok KKB.

Pada Rabu pagi, 9 April 2025, sebanyak 12 orang pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri menggunakan speed boat tiba di Pelabuhan Logpon, Distrik Dekai.

Kaops Damai Cartenz 2025 Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan tindak lanjut penanganan kejadian ini.

“Kami sangat mengecam tindakan keji ini. Ini bukan hanya serangan terhadap warga sipil tak bersalah, tetapi juga bentuk nyata pelanggaran hak asasi manusia. Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus memburu para pelaku dan memastikan keamanan warga di Papua tetap terjaga,” katanya.

Tim yang telah dikerahkan terdiri dari 15 personel Polres Asmat dan 11 personel gabungan dari Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz. Tim tersebut kini berada di Kampung Mabul untuk melakukan pengumpulan keterangan saksi, pendalaman informasi, serta penyusunan rencana operasi evakuasi korban.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu hoaks. Mari jaga stabilitas keamanan bersama. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara berkala berdasarkan data valid dan proses penyelidikan di lapangan,” terangnya.

Satgas Ops Damai Cartenz akan menindaklanjuti kasus ini melalui langkah hukum yang terukur dan profesional. Selain itu, Satgas Ops Damai Cartenz juga berkomitmen untuk terus menjaga keberadaan masyarakat sipil dari ancaman KKB agar terciptanya stabilitas keamanan di Papua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Siap Sukseskan Program Ketahanan Pangan Supaya Berjalan Optimal

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, Pemdakab Bogor siap mensukseskan program pemerintah pusat yakni ketahanan pangan, agar dapat berjalan optimal di Kabupaten Bogor.

Demikian dikatakannya saat mengikuti kegiatan panen raya padi serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/4/2024).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto hadir langsung di lokasi panen raya, Kampung Ciukuy, Desa

Rudy Susmanto menjelaskan, agenda panen raya ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Sementara kami hadir melaksanakan panen raya di Kecamatan Jonggol,” ungkapnya.

“Luas lahannya di sini kurang lebih 25 hektar, tapi kalau se-Kabupaten Bogor kurang lebih 39.000 hektar. Dengan hasil panen rata-rata sebanyak 6,75 ton per hektar, artinya sudah berada di atas rata-rata panen nasional,” imbuh Rudy.

Rudy mengajak semua pihak untuk mendukung program pusat yakni ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Bogor kita kembalikan beberapa lahan-lahan yang sudah tidak produktif untuk kita maksimalkan kembali.

“Saya berterima kasih, di Kabupaten Bogor sendiri program ketahanan pangan dibantu oleh TNI dan Polri. TNI fokus pada tanaman padi, dan Polri fokus pada tanaman jagun untuk para petani di Kabupaten Bogor kita akan memaksimalkan bantuan-bantuan pertanian baik untuk lahan persawahan maupun perkebunan,” pungkas Rudy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BRIN Kembangkan Sistem Pemantauan Budi Daya Komoditas Pangan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong inovasi teknologi presisi guna meningkatkan efisiensi sektor pertanian dan perikanan melalui pengembangan Autonomous Monitoring and Controlling System (AMCS).

Sistem ini dirancang untuk memantau dan mengendalikan kondisi lingkungan secara otomatis, mendukung produktivitas serta keberlanjutan budi daya komoditas pangan. Dalam implementasinya, AMCS telah menunjukkan hasil signifikan, termasuk penghematan sumber daya dan peningkatan hasil panen.

Capaian riset, rancang bangun, dan implementasi lanjutan AMCS ini disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN (25/3). Pada kesempatan tersebut, Budi Prawara, Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN menekankan pentingnya riset yang berdampak nyata.

“Selain scientific publication, kami berharap ada output yang bisa diimplementasikan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) sudah pasti bertujuan agar inovasi kita dapat bernilai di Indonesia atau bahkan hingga ke luar negeri,” ujar Budi.

Sementara itu, Bondan Suwandi, perekayasa Pusat Riset Elektronika mengatakan bahwa riset terkait Autonomous Monitoring and Controlling System (AMCS) bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan dan kendali otomatis (mandiri) untuk menciptakan kondisi lingkungan yang optimal dalam budidaya komoditas pangan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

“AMCS merupakan sistem canggih yang dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi perubahan iklim, meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan sektor pertanian dan perikanan melalui pemanfaatan teknologi multidisiplin,” jelasnya.

“Teknologi ini mengintegrasikan pemantauan otomatis dengan kemampuan pengendalian berbasis data sehingga mampu memberikan solusi presisi yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan,” tambah Bondan.

Pada tahun kedua pelaksanaannya, implementasi AMCS menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam penerapan teknologi di berbagai wilayah. Sistem ini terbukti efektif membantu petani dan nelayan dalam memaksimalkan hasil panen sekaligus menekan penggunaan sumber daya yang berlebihan.

“Kegiatan kami tidak hanya terfokus pada pengembangan AMCS, tetapi juga mencakup riset lain yang masih berkaitan dengan sistem ini,” jelas Bondan.

Komitmen Bondan dan timnya untuk terus mengembangkan riset agar lebih efisien dan bernilai tinggi bagi masyarakat tercermin dari berbagai inovasi yang dihadirkan pada tahun kedua pengembangan AMCS. Salah satu terobosannya adalah pengembangan dedicated AMCS board yang telah terintegrasi dengan sistem komunikasi luar awan. Teknologi ini dirancang untuk memperluas jangkauan perangkat di area pertanian yang luas dan terpencil.

“Ini merupakan kebaruan yang kami capai di tahun kedua. Board khusus ini memungkinkan AMCS bekerja secara lebih andal di lapangan, termasuk di wilayah tanpa jaringan internet stabil,” tambahnya.

Tak hanya itu, BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari kalangan industri maupun akademisi, guna mempercepat pengembangan teknologi ini. Dengan dukungan penuh dari Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, AMCS diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai solusi inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu bentuk uji coba teknologi AMCS dilakukan di lahan budi daya jamur tiram, bekerja sama dengan PT Jamur Cikuda Nusantara di Parung Panjang dan CV Puncak Agro Mandiri di Malang.

“Pada tahap awal, sistem kami digunakan untuk memantau lingkungan. Parameter yang diamati meliputi suhu, kadar CO dan CO₂, intensitas cahaya, pH, serta produksi dan konsumsi daya melalui sistem AWS,” terang Bondan.

BRIN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan teknologi ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian dan perikanan presisi di Indonesia. Melalui teknologi seperti AMCS, Indonesia diharapkan mampu menjadi pelopor dalam penerapan teknologi presisi yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lindungi Masyarakat, BPOM dan PSI Sepakat Perkuat Intelijen Pengawasan Obat

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. dr. Taruna Ikrar, M.Si, M.Ed, Ph.D, memimpin pertemuan strategis secara virtual dengan Pharmaceutical Security Institute (PSI) dalam upaya memperkuat pengawasan produk obat pada Senin malam (7/4/2025). Pertemuan yang berlangsung secara online tersebut dihadiri oleh President & CEO PSI Todd Ratcliffe beserta tim.

Dialog antara BPOM dan PSI berfokus pada penguatan mekanisme kerja sama pengawasan obat serta peningkatan sistem pertukaran informasi intelijen. Diskusi ini dilakukan sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat Indonesia dari peredaran obat ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan.

PSI merupakan asosiasi perusahaan farmasi global yang didirikan pada 2002 di Washington, D.C. Saat ini keanggotaannya telah berkembang menjadi lebih dari 40 perusahaan farmasi dari berbagai negara. PSI bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, meningkatkan pertukaran informasi terkait obat palsu, serta mendukung penegakan hukum melalui otoritas yang berwenang.

Dalam pertemuan tersebut, PSI menyampaikan bahwa sejak pertemuan di sela kegiatan PSI Regional Meeting di Jakarta pada September 2024 lalu telah banyak kemajuan yang dicapai dalam kerja sama dengan Indonesia. Salah satu terobosan penting yang dicatat adalah penempatan strategis pegawai BPOM yang saat ini menjalani program prestisius The Hubert H. Humphrey Fellowship Program dengan penugasan magang di kantor pusat PSI. Hal ini dapat mempererat hubungan bilateral dan membangun pemahaman komprehensif tentang sistem pengawasan obat dan makanan di kedua belah pihak.

Tren pemalsuan obat yang teridentifikasi oleh BPOM dalam beberapa tahun terakhir yaitu jenis obat lifestyle seperti obat disfungsi ereksi, penurun berat badan, serta obat yang sering disalahgunakan untuk memberikan euforia maupun penenang seperti tramadol dan triheksifenidil. Laporan obat palsu yang diterima ini beredar di marketplace dan telah ditindaklanjuti dengan operasi siber, intelijen hingga penindakan terhadap pelaku.

Pada periode 2023—2024 BPOM telah dilakukan pengajuan takedown terhadap 161.195 tautan hasil patroli siber-komoditas obat. Sebesar 45% dari temuan tersebut merupakan produk obat ilegal termasuk produk tanpa izin edar, importasi ilegal, dan obat diduga palsu.

Regional Director PSI-Asia Pacific Region Ramesh Raj Kishore menambahkan bahwa saat ini BPOM dan PSI sedang bekerja sama menyelidiki tiga jaringan yang menjual obat palsu atau mencurigakan di berbagai platform online. Sebagai langkah tindak lanjut, anggota PSI telah menunjukkan minat untuk menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran terhadap jaringan ini serta memulai pembelian sampel obat untuk dilakukan pengujian. PSI juga akan mendukung upaya takedown link penjualan online dari jaringan ini serta penegakan hukum yang akan dilakukan BPOM.

President & CEO PSI Todd Ratcliffe menyampaikan juga bahwa kerja sama ini merupakan awal yang baik dan PSI mengapresiasi hubungan erat yang telah terjalin dengan BPOM. PSI juga menilai bahwa hal ini bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat baik anggota PSI maupun BPOM dalam kegiatan intelijen termasuk upaya memerangi sindikat kriminal pemalsuan obat.

Sebagai upaya memperkuat kerja sama, PSI berinisiatif mengusulkan pelaksanaan webinar pelatihan untuk penyidik BPOM. Webinar ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman intelijen dari anggota PSI agar BPOM dapat lebih memahami tentang PSI dan dapat meningkatkan kolaborasi di masa depan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyambut baik inisiatif tersebut, “Kami setuju dengan ide PSI untuk mengadakan sesi pertukaran informasi atau pelatihan. Untuk melindungi masyarakat dari obat ilegal, kita membutuhkan keterampilan khusus dan kolaborasi dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, atau Australia.”

Lebih lanjut, Kepala BPOM mengusulkan agar pelatihan tersebut juga melibatkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Timor Leste. Taruna menekankan pentingnya kolaborasi regional mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan ribuan entry point yang sulit diawasi sepenuhnya, sehingga bisa menjadi celah masuknya obat ilegal.

Dalam kesempatan yang sama, BPOM juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap terapi canggih seperti sel punca (stem cell). Taruna menjelaskan, “Terapi sel punca memiliki potensi yang sangat baik untuk membantu manusia, tetapi kami juga melihat banyak penipuan terkait hal ini. BPOM memiliki wewenang untuk melindungi masyarakat dengan pemberian sanksi hingga 12 tahun penjara dan denda 5 miliar rupiah bagi yang melanggar.”

Pada akhir pertemuan, BPOM dan PSI menyepakati 3 langkah konkret ke depan yaitu (1) memperkuat kolaborasi antara BPOM dan PSI;(2) mengadakan pertemuan, seminar, atau webinar bersama; dan (3) mempersiapkan kerja sama secara resmi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). PSI akan segera menyiapkan draf MoU yang nantinya dibahas lebih lanjut dengan BPOM.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Antusiasme Diaspora dan Mahasiswa Indonesia Sambut Kedatangan Prabowo di Ankara

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai penyambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di salah satu hotel di Ankara, Rabu malam, 9 April 2025. Setibanya di hotel tempatnya bermalam selama kunjungan kenegaraan di Ankara, Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat Indonesia yang bermukim di negeri tersebut.

Turut menyambut Presiden Prabowo di lobi hotel antara lain sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang telah tiba di Ankara, Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie, para pejabat, home staff, dan local staff KBRI Ankara, perwakilan pengusaha Indonesia, hingga para mahasiswa serta diaspora Indonesia di Turkiye.

Salah satu mahasiswa asal Indonesia, Maulidia, yang menempuh pendidikan jurusan Arsitektur Lanskap di Universitas Bartin, menyatakan rasa bangganya bisa bertemu langsung dengan Presiden. Maulidia bahkan menempuh perjalanan selama empat jam demi bisa menyambut Presiden Prabowo secara langsung.

“Saya merasa bahwa ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk saya sendiri dan bisa bertemu Bapak Presiden secara langsung,” ucap Maulidia.

Maulidia berharap hubungan Indonesia dan Turkiye ke depan semakin kuat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan. “Di Turki ini mungkin banyak sekali kuliahnya jadi lebih murah dan mungkin Indonesia bisa banget mengadopsi hal ini di bagian pendidikan,” harapnya.

Harapan serupa disampaikan oleh Cika dari kota Bursa dan Zalta dari Ankara. Keduanya mengaku sangat terharu bisa bertatap muka dengan Presiden Prabowo. Meski pertemuan berlangsung singkat karena kerumunan yang padat, mereka tetap merasa senang bisa berinteraksi langsung dengan kepala negara.

“Wah terharu kali ya, karena sangat eksklusif gitu, jarang-jarang kan didatangi sama Pak Presiden,” katanya.

Muhammad Syarif, mahasiswa sekaligus perwakilan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPIT), juga menyampaikan rasa bahagianya. Syarif menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Turkiye sangat penting untuk mempererat kerja sama bilateral kedua negara.

“Semoga hubungan Turki dan Indonesia selalu membaik ya, apalagi dengan kehadiran bertemunya dua Presiden secara langsung. Semoga terus menerus, dan setiap tahun makin baik antara dua negara,” tutur Syarif.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah diaspora Indonesia di Ankara menjadi momen yang melekat bagi banyak mahasiswa dan warga Indonesia di Turkiye. Selain memperkuat semangat kebangsaan, pertemuan tersebut juga menjadi simbol kuatnya perhatian pemerintah terhadap warganya di luar negeri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News