Beranda blog Halaman 1111

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus Ngayah Nopeng serangkaian Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod bertepatan dengan Anggarakasih Wuku Julungwangi pada Selasa (8/4). Upacara tersebut dilaksanakan guna melengkapi rangkaian upacara setelah proses renovasi dan nangiang pelawatan tuntas dilaksanakan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Tananjaya Asmara Putra, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwita, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra serta undangan lainya.

Ketua Prajuru Pura Dalem Pejarakan, I Made Suwindra disela-sela upacara menjelaskan bahwa Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod ini dilaksanakan guna melengkapi aci di pura tersebut. Dimana puncak karya berlangsung pada Selasa (8/3) yang bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi.

Dikatakannya, Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod ini diempon oleh tiga banjar di wilayah tersebut. Yakni Banjar Umadui, Banjar Jaba Pura dan Banjar Batu Bolong dengan jumlah krama sebanyak 300 lebih. Dimana, setelah rangkaian puncak karya berlangsung, turut dilaksanakan upakara peselang, nyejer, penyineban hingga berakhir nanti pada Nutug Bulan Pitungdina Karya.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselanggaranya upacara yadnya ini, semoga keseimbangan alam semesta dapat terus kita jaga sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana,” ujarnya

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas kerja keras dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat pengempon Pura Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod dalam mendukung pembangunan parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara.

Dikatakan Walikota Jaya Negara, Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Hal ini juga merupakan wujud sradha bhakti krama pengempon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Hal ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Walikota Jaya Negara.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wali Kota Hasto Wardoyo Komitmen Jaga Harmonisasi Beragama di Kota Yogya

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya terus berkomitmen dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan antar umat beragama. Komitmen ini dikatakan Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo saat menghadiri acara internalisasi harmoni umat beragama yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogya, Rabu (9/4/2024).

Pihaknya pun menegaskan bahwa Pemkot Yogya selalu menjamin kebebasan bagi seluruh umat beragama dalam menyelenggarakan ibadah serta melaksanakan kegiatan keagamaan, sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Menurutnya dengan menjaga toleransi beragama, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat di masyarakat.

“Sikap toleransi dalam kehidupan beragama sangat penting. Sikap toleransi yang telah terjalin dengan baik di masyarakat harus terus dijaga dan dipertahankan, sehingga tercipta keamanan dan kondisi yang kondusif,” kata Hasto Wardoyo.

Pada kesempatan tersebut Hasto Wardoyo menyambut baik acara ini karena sejalan dengan visi misi Pemkot Yogya dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia pun juga meminta kepada Kemenag Kota Yogya agar membantu Pemkot Yogya dalam menjaga harmonisasi umat beragama di Kota Yogya.

“Terutama dalam mendidik generasi muda yang dewasa ini sering mengalami kesehatan mental. Dalam Islam sendiri menjaga kesehatan mental adalah bagian dari menjaga keseimbangan hidup,” ungkapnya.

Hasto Wardoyo berharap dengan upaya tersebut dapat menambah dan meningkatkan harmonisasi antar umat beragama.

“Karena kesehatan mental ini juga dapat memicu konflik baik di lingkungan keluarga ataupun di masyarakat. Ini bisa memecah belah bangsa,” ujar Hasto Wardoyo.

Diakhir sambutan Hasto Wardoyo mengajak seluruh warga Kota Yogya agar senantiasa menjaga dan mempererat hubungan toleransi antar umat beragama.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kota Yogya, Nadhif mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan Pemkot Yogya. Dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Yogya, pihaknya juga telah bersinergi dengan berbagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.

“Kami juga telah bermitra dengan ormas-ormas kegamaan baik dari ormas agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu yang Insyaallah siap menjaga kerukunan umat beragama. Intinya kami siap mendukung penuh visi misi dan kebijakan Pemkot Yogya,” jelasnya.

Dalam acara tersebut diisi ceramah oleh Udztad Jamaludin Ahmad yang membahas tentang kerukunan umat beragama.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemkot Yogyakarta Rampungkan RTRW dan RDTR Sesuai UU Cipta Kerja

Sebagai bentuk pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan peraturan daerah dan peraturan wali kota terkait tata ruang. Langkah ini memperkuat arah pembangunan yang tertib, legal, dan selaras dengan kebijakan pusat, meskipun keterbatasan lahan dan kompleksitas kota tetap menjadi tantangan tersendiri.

Ketua DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menegaskan bahwa isu penataan ruang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keadilan sosial, kelestarian lingkungan, dan kedaulatan ruang bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari fungsi konstitusional DPD RI untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan pengawasan atas kebijakan nasional, khususnya yang berdampak langsung pada daerah.

“Rapat kerja ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi praktik dan kebijakan pemerintah daerah terkait penataan ruang pasca lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja, serta menyoroti pembagian kewenangan antara pusat dan daerah yang semakin sentralistik,” ujar GKR Hemas pada Rapat Kerja Reses bertajuk Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang digelar di Kantor DPD RI DIY, Rabu (9/4).

Lebih lanjut, GKR Hemas menyoroti pentingnya integrasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan penataan ruang. Ia juga menekankan perlunya mendorong partisipasi publik dalam proses perencanaan dan pengendalian ruang, agar kebijakan yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Dalam rapat kerja tersebut, dibahas pula sejumlah isu strategis seperti efektivitas mekanisme pengawasan, sanksi atas pelanggaran tata ruang, serta peran masyarakat dalam menjaga kawasan yang telah ditata. Keistimewaan Yogyakarta sebagai daerah dengan otonomi khusus juga menjadi perhatian dalam konteks kebijakan tata ruang yang ideal dan adil.

“Melalui forum ini, kami berharap bisa mengidentifikasi pokok-pokok permasalahan dan menyusun rekomendasi kebijakan sebagai bahan evaluasi, bahkan revisi, terhadap kebijakan nasional yang menyangkut ruang hidup masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa perubahan regulasi akibat berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah berdampak signifikan pada pola peraturan tata ruang di daerah. Kini, rencana detail tata ruang (RDTR) tidak lagi ditetapkan melalui Peraturan Daerah, melainkan melalui Peraturan Kepala Daerah, sehingga mengubah dinamika kebijakan dan teknis perencanaan.

“Perubahan ini harus kita respons dengan menyesuaikan regulasi daerah. Kota Yogyakarta telah menetapkan Perda RTRW Tahun 2021–2041 dan Perwal Nomor 118 Tahun 2021 tentang RDTR dan Peraturan Zonasi,” ungkap Hasto.

Ia menambahkan bahwa sebagai kota dengan wilayah yang nyaris seluruhnya telah terbangun, Yogyakarta menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ketentuan teknis penataan ruang. “Kami tidak lagi memiliki lahan kosong. Maka, penataan ruang di Kota Yogyakarta adalah penataan ulang terhadap ruang yang sudah termanfaatkan,” ujarnya.

Wali Kota Yogyakarta juga menyoroti pentingnya Kawasan Sumbu Filosofis—yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia—untuk dilindungi secara ketat dalam RDTR. Hal ini mencakup aturan arsitektur tradisional, ketinggian bangunan maksimal 18 meter, serta larangan membangun melintang di atas jalan yang berada di sepanjang sumbu filosofi.

“Ketentuan teknis ini harus menjadi perhatian serius. Bangunan baru di zona inti tidak boleh mengganggu nilai budaya yang ada. Kami juga telah menyelaraskan aturan dengan Pergub DIY No. 2 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan pentingnya integrasi dalam pembangunan kawasan aglomerasi Yogyakarta yang melibatkan Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Dalam hal ini, jaringan transportasi, air bersih, sanitasi, persampahan, dan sistem tata ruang harus dirancang secara lintas batas wilayah.

Meski menghadapi keterbatasan ruang, Pemkot Yogyakarta tetap berupaya memenuhi amanat UU Penataan Ruang terkait keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen, serta perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Namun Hasto mengakui, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Wahyu Handoyo Hardjono Putro mengatakan Pemerintah Kota telah menyelesaikan proses legalitas tata ruang, baik RTRW maupun RDTR, sesuai ketentuan dalam Permen ATR/BPN. Kewajiban pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen sebagaimana diamanatkan dalam UU menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Yogyakarta, namun tetap diupayakan melalui berbagai inovasi.

“Kami menyadari bahwa secara spasial, sulit memenuhi target 30 persen RTH secara konvensional. Maka kami mengembangkan program-program alternatif, seperti penanaman sayur di pekarangan warga, pemanfaatan ruang vertikal, serta taman-taman mikro berbasis komunitas,” ungkapnya.

Selain itu, Wahyu menambahkan bahwa pemenuhan ketentuan seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) juga menghadapi kendala karena kondisi lahan yang sudah hampir seluruhnya terbangun. Ia mengusulkan agar pemenuhan aspek ini dilihat dalam konteks aglomerasi perkotaan yang melibatkan kabupaten tetangga seperti Sleman dan Bantul.

“Karena itu kami mengembangkan pendekatan-pendekatan baru, seperti urban farming, pemanfaatan ruang vertikal, taman komunitas, dan integrasi fungsi ruang lintas batas administrasi dalam kerangka aglomerasi perkotaan,” jelas Wahyu.

Pihaknya juga menyampaikan pemerintah kota akan menindaklanjuti penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) pada skala 1:2000 untuk sejumlah kawasan. Ini dilakukan untuk memperjelas pemanfaatan ruang secara spasial, termasuk dimensi infrastruktur dan bangunan, serta kesinambungan antar wilayah.

“RTBL ini akan menjabarkan lebih detail penataan lingkungan di kawasan tertentu, sehingga pembangunan yang ada betul-betul terhubung dan selaras dengan infrastruktur kota,” tutup Wahyu.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Dana KJP Plus April Sudah Cair! Cek Jumlah dan Jadwal Pencairan di Sini

Pemprov DKI Jakarta mulai mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk Tahap I 2025 dan Tahap II 2024 secara bertahap pada Selasa, 8 April 2025. Proses pencairan ini diumumkan oleh Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (UPT P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui unggahan di Instagram pada Rabu, 9 April 2025.

“Pencairan dana KJP Plus Tahap I Tahun 2025 bulan Februari 2025 akan dilaksanakan secara bertahap mulai 8 April 2025,” tulis akun UPT P4OP Disdik DKI Jakarta di Instagram.

Menurut pengumuman yang disampaikan, KJP Plus Tahap II 2024 akan diterima oleh 523.622 peserta didik, sementara KJP Plus Tahap I 2025 disalurkan kepada 707.622 siswa.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menambahkan bahwa terdapat penambahan 126.000 peserta didik dalam data penerima KJP Plus Tahap I 2025. “Hari ini secara resmi KJP Plus yang berjumlah 707.622 siswa kami sampaikan. Ada penambahan kurang lebih 126.000,” ujar Pramono di Balaikota Jakarta, 20 Maret lalu seperti dikutip Antara.

Adapun besaran dana KJP Plus yang diberikan berbeda-beda di setiap tahap dan tingkat pendidikan. Jumlah tertinggi didapatkan oleh peserta didik dari SMK dan SMA.

Jumlah Penerima dan Besaran Dana

Berikut adalah rincian jumlah penerima dan besaran dana yang diterima oleh peserta didik di masing-masing tahap:

  1. KJP Plus Tahap II 2024

    • SD/MI: 242.919 siswa, dana rutin Rp135.000, biaya berkala Rp115.000

    • SMP/MTs: 147.341 siswa, dana rutin Rp185.000, biaya berkala Rp115.000

    • SMA/MA: 48.876 siswa, dana rutin Rp235.000, biaya berkala Rp185.000

    • SMK: 83.403 siswa, dana rutin Rp235.000, biaya berkala Rp215.000

    • PKBM: 1.083 siswa, dana rutin Rp185.000, biaya berkala Rp115.000

  2. KJP Plus Tahap I 2025

    • SD/SDLB/MI: 341.879 siswa, dana per bulan Rp250.000

    • SMP/SMPLB/MTs: 189.437 siswa, dana per bulan Rp300.000

    • SMA/SMALB/MA: 62.295 siswa, dana per bulan Rp420.000

    • SMK: 111.315 siswa, dana per bulan Rp450.000

    • PKBM: 2.696 siswa, dana per bulan Rp300.000

Besaran dana KJP Plus ini bervariasi tergantung pada jenjang pendidikan dan status sekolah. Untuk tingkat SMA dan SMK, dana yang diberikan lebih besar dibandingkan dengan tingkat pendidikan lainnya.

Proses Pengambilan Dana KJP Plus

Bagi penerima KJP Plus yang baru, proses pengambilan dana dapat dilakukan setelah menyelesaikan serangkaian tahapan administrasi, termasuk pembukaan rekening, cetak buku tabungan dan kartu ATM, serta pemindahbukuan dana ke rekening penerima yang dilakukan oleh Bank DKI.

Pemprov DKI Jakarta berharap program KJP Plus ini dapat meringankan beban pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan di Ibu Kota.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Lucky Hakim Tinjau Pemulihan Korban Angin Puting Beliung di Desa Bugis

Bupati Indramayu Lucky Hakim, melakukan kunjungan kembali ke Desa Bugis, Kecamatan Anjatan pada Rabu (9/4/2025), guna memantau perkembangan pemulihan pasca bencana angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya setelah bencana terjadi, guna memastikan bantuan dan proses rehabilitasi berjalan sesuai target.

Diketahui bencana angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (16/3/25) telah merusak ratusan rumah warga.

Dalam kunjungannya, Bupati Lucky Hakim meninjau langsung beberapa rumah warga yang terdampak. Bupati juga menyerahkan bantuan kepada korban.

“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, serta stakeholder lainnya untuk berupaya membantu pemulihan pasca bencana,” ujarnya.

Bupati Lucky Hakim menambahkan, pihaknya pun akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana mengingat potensi bencana yang dihadapi Indramayu seperti banjir rob, banjir sungai, serta angin puting beliung.

“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. Kemudian untuk anggaran bencana juga kami sudah alokasikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirinya juga turut bercengkerama dengan masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral kepada warga terdampak dan menegaskan komitmen Pemkab Indramayu dalam mendampingi korban bencana hingga pemulihan tuntas.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Buka Akses Baru ke IKN, Gubernur Kaltim Usul Pembangunan Jalan Bangon-Sotek

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima kunjungan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimoeljono di Kantor Gubernur Kaltim.

Kepada mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, Gubernur Kaltim mengusulkan pembangunan jalan dari Bongan di Kutai Barat (Kubar) menuju Sotek di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Pak Bas, Bongan ke Sotek itu sekitar 97 km, maksimal 100 km. Kira-kira dua jam sudah bisa tembus ke IKN dari Bongan, Kubar,” katanya.

Gubernur Kaltim menjelaskan di jalur tersebut saat ini sudah ada badan jalan. Jalan yang ada tersebut perlu dilakukan peningkatan kualitas agar lebih nyaman dan mudah dilalui, serta akan menjadi jalur transportasi umum.

Selain akan jauh mempersingkat waktu tempuh, dibangunnya jalan Bongan-Sotek juga akan membuka interkoneksi Pulau Kalimantan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dibukanya jalur Bongan-Sotek maka masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu akan lebih mudah masuk ke IKN. Begitu juga warga provinsi tetangga, Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Kabupaten Murung Raya dan Kalimantan Utara (Kaltara) bisa datang ke IKN melalui jalur Bongan-Sotek.

Sementara warga lain dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) bisa ke IKN melalui jalur Kabupaten Paser.

“Saya sangat ingin region Kalimantan bisa lebih mudah masuk ke IKN,” harap Gubernur Kaltim.

“Membangun jalan Bongan-Sotek ini maksimal mungkin 100 km, tapi koneksinya luar biasa. Banyak waktu bisa dipotong. Jadi buka jalan ini, bagus sekali manfaatnya untuk IKN Pak Bas,” tambahnya.

Gubernur Kaltim juga sangat berharap dengan dibukanya jalur tersebut maka secara otomatis pemerintah pusat akan meningkatkan jalan nasional menuju Kutai Barat, Mahakam Ulu, Murung Raya (batas Kalteng) hingga Mahulu-Malinau (batas Kaltara).

“Kasihan saudara-saudara kita di Kubar dan Mahulu, dari dulu sampai sekarang tidak bisa bahagia karena jalannya tidak mulus-mulus,” keluh Gubernur Kaltim.

Sementara Kepala Otorita IKN Basuki Hadimoeljono menyambut baik usul Gubernur Kaltim.

“Beliau (Gubernur Harum) menyampaikan keinginan untuk meningkatkan konektivitas region Kalimantan menuju IKN. Nanti akan ditindaklanjuti agar wilayah di region Kalimantan terkoneksi dengan IKN,” kata Basuki Hadimoeljono.

Pekerjaan pembangunan jalan ini rencananya akan disinergikan antara pembiayaan provinsi dan pusat (APBN).

Pertemuan juga diikuti Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Plt Deputi Sarana dan Prasarana OIKN Danis Hidayat Sumadilaga.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud Tegaskan Sekolah dan Kuliah Gratis Dimulai Tahun Ini

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menerima audiensi Wali Kota Bontang dr Hj Neni Moerniaeni di ruang rapat Gubernur Kaltim, Rabu 9 April 2025.

Wali Kota Bontang didampingi Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam, Sekretaris Kota Bontang Hj Aji Erlinawaty dan Kepala Bappeda Bontang Amirudin Syam, serta pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kota Bontang.

“Saya sangat bangga Bu Wali Kota. Ternyata program kita sangat sinergis,” puji Gubernur Rudy Mas’ud.

Salah satunya, program pendidikan gratis yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bontang bagi mahasiswa, termasuk pelajar dari tingkat dasar (sekolah dasar) dan sekolah tingkat pertama (SMP).

Sementara tingkat atas, baik SMA maupun SMK dan sederajatnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Tidak hanya sekolah gratis, tapi kita juga belikan seragamnya untuk siswa siswi semester pertama (siswa baru),” kata Gubernur Rudy Mas’ud.

Sedangkan mahasiswa juga diberikan kuliah gratis untuk semester awal di seluruh perguruan tinggi di Kaltim.

“Kita sudah hitung semua. Dan uang kuliah tunggal (UKT) dijamin Pemprov Kaltim,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud.

Wali Kota Bontang dr Hj Neni Moerniaeni sangat bersyukur atas komitmen Gubernur Rudy Mas’ud menggratiskan pendidikan di Kaltim.

“Untuk anak-anak SMA-SMK di Bontang, mungkin seragamnya (putih abu-abu) komplit dari topi hingga sepatu ya Pak Gubernur,” pintanya.

Demikian halnya, kuliah gratis bagi mahasiswa mahasiswi berkuliah di luar Kota Bontang dalam wilayah Kaltim.

“Kan ada UKT di atas Rp 5 juta. Nah, kekurangan biaya dari Pemprov Kaltim, kami yang tanggung,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menambahkan Pemprov Kaltim akan memberikan dukungan atas permohonan Pemkot Bontang terkait sektor kesehatan dan infrastruktur.

“Yang mana bisa kita penuhi, akan kita penuhi di 2026, termasuk usulan bankeu (bantuan keuangan),” jelasnya.

Pemprov Kaltim siap sharing pembiayaan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dengan Pemkot Bontang.

“Seperti kawasan kumuh. Pemkot Bontang harus sudah menyiapkan DED-nya, sehingga kita mudah intervensi setelah PU melakukan review,” bebernya.

Tampak hadir Kepala Dinas PU Aji Muhammad Fitra Firnanda, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rahmat Ramadhan, dan Kepala Biro Kesra Setda Prov Kaltim Dasmiah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wabup Syaefudin Tegaskan Komitmen Kembangkan PMI Demi Kemanusiaan dan Sinergi Daerah

Wakil Bupati atau Wabup Indramayu, Syaefudin menghadiri acara Halalbihalal Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indramayu yang digelar di Markas PMI Jl. Yos Sudarso No. 35, Senin (8/4/2025).

Acara tersebut dihadiri para sekretaris kecamatan se-Kabupaten Indramayu, serta jajaran pengurus PMI Kabupaten Indramayu.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Ketua PMI Indramayu, Mulya Sedjati, menyampaikan amanah kepada seluruh peserta terkait pelaksanaan Musyawarah Kabupaten PMI yang akan digelar pada 15 April mendatang. Dia meminta seluruh Sekretaris Kecamatan dan ketua PMI kecamatan untuk aktif menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami yang berada di PMI akan berjuang mati-matian untuk terus meningkatkan loyalitas dan pelayanan. Mudah-mudahan rencana kita berjalan dengan baik, karena tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Syaefudin yang juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Indramayu, dalam arahannya menegaskan, PMI adalah garda terdepan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana. Wabup secara resmi juga mengesahkan kepengurusan PMI se-Kabupaten Indramayu.

“Atas nama Bupati Indramayu, kami menyampaikan salam hangat dan apresiasi kepada seluruh pengurus dan relawan PMI. PMI hadir bukan hanya karena moral, tetapi karena semangat kemanusiaan yang tinggi,” tegas Wabup Syaefudin.

Wabup Syaefudin juga menyampaikan, PMI memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indramayu Reang. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antar pengurus sangat penting untuk memperkuat pelayanan.

“Kita tidak bisa berharap kemajuan PMI datang dari orang lain. Itu dimulai dari diri kita sendiri, dari kesungguhan dan semangat relawan yang luar biasa,” ungkapnya.

Wabup Syaefudin mengajak seluruh Sekretaris Camat untuk turut menyukseskan Musyawarah Kabupaten PMI yang akan datang. Dia juga meminta agar nilai-nilai solidaritas dan gotong royong menjadi semangat dalam seluruh gerakan PMI.

Di akhir acara, Wabup Syaefudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader PMI yang terus bekerja dengan tulus tanpa pamrih.

Wabup Syaefudin juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai kekuatan utama PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Jangan pernah lelah untuk bersinergi dan terus bergerak bersama dalam beberes Indramayu tercinta. PMI harus selalu hadir dengan semangat kemanusiaan dan keselamatan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Lucky Hakim Segera Manfaatkan Program 20 Ribu Unit Rumah Subsidi dari Kementerian PKP

Bupati Indramayu Lucky Hakim segera memanfaatkan program rumah subsidi yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk para nelayan.

Jumlahnya tak main-main, sebanyak 20 ribu unit rumah!.

Bupati Lucky Hakim langsung menginstruksikan SKPD terkait yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) untuk segera membuat permohonan kepada Kementerian PKP.

“Nanti kita kejar,” ujar Bupati Lucky Hakim saat meninjau lokasi pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Rabu (9/4/25).

“Pengajuan jumlah rumah sebanyak-banyaknya. Nanti saya yang langsung temui pak Menteri Ara,” sambung dia.

Bupati Lucky Hakim menyatakan, jumlah nelayan di Bumi Wiralodra sangat banyak.

Lantaran, secara geografis Kabupaten Indramayu memang berada di daerah pesisir sehingga banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

Sementara di sisi lain, nelayan yang belum memiliki rumah jumlahnya masih sangat banyak. Ada pula nelayan yang masih hidup di hunian yang tidak layak.

“Bahkan banyak sekali nelayan yang tidak punya rumah. Dari zaman dia kecil sampai dia punya anak kecil, cuman ngontrak. Kadang-kadang mereka tinggal di bantaran-bantaran muara, tanah timbul,” kata Bupati Lucky Hakim.

Sehingga dengan adanya program rumah subsidi dari pemerintah pusat itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para nelayan.

Seiring dengan itu, Pemkab Indramayu juga siap untuk menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan rumah bagi para nelayan tersebut.

Meski diakuinya, menyediakan lahan bagi perumahan nelayan tidak mudah.

Sebab biasanya mereka tidak ingin lokasinya jauh dari tempat tinggal semula yang sekaligus dimanfaatkan sebagai mata pencaharian.

“Tetapi prinsipnya, Pemkab siap. Kita akan cari lokasi yang sesuai, layak dan dapat meningkatkan kualitas hidup para nelayan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Lucky Hakim menjelaskan, kunjungannya di lokasi Kampung Nelayan Sejahtera Eretan Kulon adalah untuk memastikan proses pembangunannya berjalan optimal serta tepat sasaran bagi penerima manfaat.

Dalam kunjungan itu dia juga langsung mengecek kondisi rumah yang dibangun serta bangunan yang akan digunakan sebagai pusat kuliner dan sentra kerajinan UMKM yang merupakan tempat pemasaran hasil produk pemberdayaan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup para keluarga nelayan tersebut.

“Kunjungan saat ini untuk memastikan semua progres pembangunan baik dari bangunan rumah maupun sarana dan prasarana pendukung berjalan secara optimal. Selain itu kami juga bersama dengan instansi terkait akan melakukan pengecekan data sehingga penerima bantuan relokasi ini dapat tepat sasaran,” terangnya.

Diketahui Kampung Nelayan Sejahtera tersebut dibangun di atas lahan seluas 9.977.15 M2 yang pengadaan tanahnya disediakan Pemkab Indramayu dengan anggaran mencapai 4,6 Miliar.

Sedangkan untuk bangunan rumah sebanyak 93 unit dari anggaran Kementerian Sosial RI dan fasilitas lainnya berupa masjid dan zakat center serta UMKM dibangun oleh Baznas RI.

Bupati Lucky Hakim berharap pembangunan rumah bagi warga terdampak banjir rob ini bisa ditambah dan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial mengenai hal tersebut.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Usai Lebaran, 198.727 Jemaah Haji Lunasi Biaya Haji Reguler 1446 H

Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler 1446 H/2025 M terus berjalan. Hingga hari ini, sudah 198.727 jemaah reguler yang melunasi biaya haji.

Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Untuk kuota haji reguler, terbagi atas: 190.897 jemaah haji reguler yang berhak lunas sesuai urutan porsi; 10.166 jemaah haji reguler prioritas lanjut usia; 685 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU); dan 1.572 petugas haji daerah (PHD).

“Alhamdulillah, jemaah reguler yang melunasi biaya haji terus bertambah. Sampai sore ini total 198.727 jemaah sudah melunasi atau 97,74 % dari total kuota,” sebut Diektur Layanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

“Masih ada 2,26 % kuota yang belum terisi. Semoga jemaah bisa segera melunasi sampai penutupan pada 17 April 2025,” sambungnya.

Muhammad Zain merinci, bahwa mereka yang melunasi terdiri atas 176.891 jemaah berhak lunas tahun ini, baik pada pelunasan tahap I maupun tahap II. Selain itu, ada 20.241 jemaah yang awalnya masuk dalam cadangan, 1.486 petugas haji daerah atau (PHD), dan 109 pembimbing pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Hingga hari ini, lanjut Muhammad Zain, masih ada dua provinsi dengan serapan kuota belum mencapai 80%, yaitu: DKI Jakarta (79,73 %) dan Gorontalo (76,65 %). Sebanyak 14 provinsi, serapannya sudah di atas 90%, yaitu: Aceh (93,30 %), Sumatera Barat (90,13%), Bengkulu (92,64 %), Jawa Tengah (92,51 %), DI Yogyakarta (90,10 %), Bali (95,36 %), Kalimantan Tengah (96,55 %), Kalimantan Selatan (97,09 %), Sulawesi Selatan (94,98 %), Sulawesi Tenggara (96,05 %), Bangka Belitung (96,77 %), Maluku Utara (90,82 %), Sulaswesi Barat (95,00 %), dan Kalimantan Utara (92.25 %).

“Serapan pada provinsi lainnya pada kisaran 80 – 90 %, dari masing-masing kuota di wilayahnya masing-masing,” sebut Muhammad Zain.

Selain pelunasan, Direktorat Layana Haji Dalam Negeri kini juga sudah mengurus kesiapan dokumen jemaah. Proses ini diperlukan sebagai bagaian dari tahapan pengurusan visa jemaah melalui e-Hajj. “Dokumen jemaah secara beratahap juga sudah kita proses. Sehingga, jika proses penerbitan visa melalui e-Hajj sudah dibuka, maka kita sudah bisa langsung memprosesnya,” tandas Muhammad Zain.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari berikutnya, jemaah haji reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News