Beranda blog Halaman 1114

Pemprov DKI Beri Insentif PBB-P2, Wujudkan Keadilan Perpajakan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberikan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 281 Tahun 2025 tentang Kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2025.

Kebijakan yang berlaku mulai 8 April 2025 ini merupakan bentuk kepedulian Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan keadilan perpajakan.

Kebijakan insentif yang diberikan untuk PBB-P2 di tahun 2025 yakni Pembebasan Pokok PBB-P2, Pengurangan Pokok PBB-P2 Tahun Pajak 2025, Keringanan Pokok PBB-P2, dan Pembebasan Sanksi Administratif.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati mengatakan, pajak daerah berperan penting dalam kehidupan bernegara sebagai sumber penerimaan daerah yang digunakan untuk membiayai segala keperluan daerah Provinsi DKI Jakarta.

“Namun, pemerintah juga menyesuaikan beban pajak agar lebih adil dan proporsional dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Lusiana, Selasa (8/4).

Lusiana menyampaikan, adanya insentif PBB-P2 tahun 2025 ini merupakan bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi beban wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya serta meningkatkan kepatuhan pajak.

“Sehingga optimalisasi penerimaan pajak daerah dapat berjalan tanpa membebani wajib pajak secara berlebihan,” katanya.

Adapun kebijakan insentif yang diberikan untuk PBB-P2 di tahun 2025 adalah sebagai berikut:

1) Pembebasan Pokok PBB-P2

Melalui kebijakan pembebasan pokok PBB-P2, masyarakat bisa mendapatkan pembebasan sebesar 100% untuk Tahun Pajak 2025. Adapun syarat untuk mendapatkan insentif ini yaitu:

A. Rumah tapak dengan NJOP maksimal Rp.2.000.000.000 (dua miliar rupiah) atau rumah susun dengan NJOP maksimal Rp.650.000.000 (enam ratus lima puluh juta rupiah)

B. Wajib Pajak orang pribadi

C. Jika memiliki objek lebih dari satu, maka yang dibebaskan hanya satu objek dengan NJOP paling tinggi

D. NIK sudah tervalidasi di akun Pajak Online.

2) Pengurangan Pokok PBB-P2 Tahun Pajak 2025

Insentif ini diberikan secara otomatis oleh sistem yang terdiri dari:

• Pengurangan sebesar 50% dari PBB-P2 terutang tahun 2025 bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kriteria pembebasan pokok.

• Pengurangan sebesar nilai tertentu agar kenaikan PBB-P2 yang harus dibayar tidak melebihi 50 persen dari tahun pajak 2024.

3) Keringanan Pokok PBB-P2

Keringanan pokok PBB-P2 yaitu bentuk insentif yang diberikan kepada masyarakat apabila ingin membayarkan PBB-P2-nya. Besaran keringanan yang didapatkan berdasarkan ketentuan sebagai berikut:

A. PBB-P2 tahun pajak 2025

• Keringanan 10 persen untuk periode pembayaran mulai tanggal 8 April – 31 Mei 2025.

• Keringanan 7,5 persen untuk periode pembayaran 1 Juni – 31 Juli 2025.

• Keringanan 5 persen untuk periode pembayaran 1 Agustus – 30 September 2025.

B. PBB-P2 tahun pajak 2020 – 2024

• Keringanan 5 persen untuk periode pembayaran mulai 8 April sampai 31 Desember 2025.

C. PBB-P2 tahun pajak 2013 – 2019

• Keringanan 50 persen untuk periode pembayaran 8 April sampai 31 Desember 2025.

D. PBB-P2 tahun pajak 2010 – 2012

• Keringanan 25 persen diberikan sebagai tambahan atas keringanan pokok berdasarkan Pergub Nomor 124 Tahun 2017 untuk periode pembayaran 8 April sampai 31 Desember 2025.

4) Pembebasan Sanksi Administratif

A. Pembebasan sanksi administratif berupa bunga angsuran

• Diberikan kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran angsuran PBB-P2 pada periode 8 April sampai 31 Desember 2025.

B. Pembebasan sanksi administratif berupa bunga terlambat bayar juga diberikan untuk periode pembayaran 08 April sampai dengan 31 Desember 2025

• Diberikan kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2013 sampai tahun 2024

• Diberikan kepada wajib pajak yang telah melunasi pokok PBB-P2 sebelum berlakunya Keputusan Gubernur ini, tetapi masih dikenakan sanksi administratif dan belum dilakukan pembayaran, baik yang sudah maupun yang belum diterbitkan surat tagihan pajak daerah atau keputusan pengurangan sanksi administratif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Resmi Luncurkan Rumah Subsidi untuk Wartawan

Pemerintah menunjukkan kepeduliannya kepada para wartawan dengan menghadirkan program rumah subsidi yang terjangkau dan layak huni. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa program subsidi rumah untuk wartawan merupakan bentuk komitmen negara dalam menjawab kebutuhan dasar insan pers.

Program ini digagas oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk memastikan wartawan mendapatkan akses terhadap hunian yang manusiawi dan terjangkau.

“Kami menyampaikan apresiasi karena dulu lama berkecimpung 10 tahun jadi wartawan, bahwa belum semua wartawan sejahtera, belum semua wartawan punya akses pembiayaan perumahan yang terjangkau dan belum semua wartawan bisa hidup dengan standar kelayakan yang baik,” tuturnya dalam Konferensi Pers Dukungan Perumahan Subsidi untuk Wartawan di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (08/04/2025).

Menteri Meutya menyatakan pentingnya program tersebut dalam rangka mendukung profesi wartawan sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia. Terlebih lagi, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap awak media.

“Pak Menteri PKP (Maruarar Sirait) tadi sampaikan Pak Prabowo langsung yang kemudian memberi atensi profesi wartawan juga perlu dilibatkan dalam program rumah subsidi ini. Tentu untuk mendukung kerja-kerja demokrasi, kerja-kerja sebagai pilar keempat, jembatan antara pemerintah dengan rakyatnya,” jelasnya.

Lebih dari sekadar program bantuan perumahan, kolaborasi lintas kementerian ini menjadi simbol nyata bahwa pemerintah menghargai profesi jurnalis sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa. Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus memfasilitasi koordinasi antar pemangku kepentingan agar program berjalan dengan efektif.

“Profesi ini tidak hanya penting, tapi juga esensial dalam menjaga ruang demokrasi. Kesejahteraan wartawan harus menjadi bagian dari agenda strategis negara. Bukan hanya sekadar bentuk simpati, tapi melalui tindakan nyata yang bisa langsung dirasakan,” pungkas Meutya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjadi langkah awal konkret dalam pelaksanaan program yang dirancang lintas kementerian dan lembaga, dengan target awal menyediakan 1.000 unit rumah subsidi bagi wartawan di berbagai daerah.

Menteri PKP Maruarar Sirait menambahkan bahwa peluncuran perdana program ini akan dilakukan pada 6 Mei 2025. Dalam tahap awal tersebut, sebanyak 100 kunci rumah akan diserahkan kepada wartawan terpilih. Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses seleksi, yang akan melibatkan Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Kami menyadari tantangan dalam menentukan prioritas penerima, karena pasti akan ada lebih banyak permintaan daripada unit yang tersedia. Maka kami ingin pastikan seleksi dilakukan secara objektif dan tepat sasaran,” ujar Maruarar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyesuaikan kriteria penerima program agar lebih inklusif. Wartawan yang berdomisili di Jabodetabek dengan penghasilan hingga Rp13 juta (untuk yang sudah berkeluarga) dan Rp11–12 juta (untuk yang masih lajang) tetap dapat mengakses subsidi ini.

“Awalnya kami menetapkan batas penghasilan Rp7–8 juta. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi lapangan dan pentingnya peran wartawan dalam masyarakat, batas ini kami longgarkan. Ini langkah agar lebih banyak jurnalis bisa merasakan manfaat program,” kata Amalia.

Melalui program ini, pemerintah berharap wartawan Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan lebih tenang dan produktif, tanpa harus terus dibebani oleh persoalan dasar seperti tempat tinggal. Sebab wartawan yang sejahtera adalah fondasi kuat bagi demokrasi yang sehat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Puan Maharani: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Kampus

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi praktik kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk di kampus. Ia pun mendorong agar pelaku pelecehan seksual mendapat hukuman setimpal.

“Tidak boleh ada sedikitpun toleransi terhadap kekerasan seksual di dunia pendidikan. Pelaku kekerasan seksual harus dihukum seberat-beratnya,” kata Puan Maharani, Selasa (8/4/2025).

Seperti diketahui, kasus kekerasan seksual di ranah kampus masih menjadi momok dunia pendidikan di Tanah Air. Terbaru, seorang Guru Besar di Universitas Gajah Mada (UGM) dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap belasan mahasiswi di kediaman pribadinya.

Adapun Guru Besar tersebut berasal dari Fakultas Farmasi berinisial EM di mana ia diduga melakukan pelecehan seksual dengan modus bimbingan skripsi atau tesis di luar kampus selama periode 2023-2024. Padahal, UGM telah mengatur aktivitas perkuliahan harus dilakukan di lingkungan kampus.

Puan mengatakan tindakan tersebut telah mencoreng nama baik perguruan tinggi. “Tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan tinggi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap integritas dunia akademik,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menegaskan, seharusnya institusi pendidikan menjadi ruang aman bagi para peserta didik, bukan menjadi tempat yang mengancam masa depan. “Kampus seharusnya jadi ruang aman, bermartabat, dan menjadi benteng utama dalam membangun nilai-nilai etika serta peradaban, bukan malah menjadi tempat pelecehan berulang,” tegas Puan.

Puan pun mendorong agar penegak hukum menangani kasus ini dengan tranparan, dan adil. Ia menegaskan pelaku kekerasan seksual harus dihukum berat tanpa adanya toleransi, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

“Sekali lagi, tidak boleh ada toleransi sedikitpun terhadap kekerasan seksual. Terlebih jika itu terjadi di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi generasi muda kita,” jelas cucu Bung Karno tersebut.

“Dalam UU TPKS juga diatur adanya pemberat hukuman jika pelaku merupakan seorang tokoh pendidik. Saya harap hal ini juga menjadi pertimbangan dalam proses hukum kasus ini,” lanjut Puan.

Adapun saat ini EM telah dipecat sebagai dosen UGM. EM dibebastugaskan dari Tridharma Perguruan Tinggi sejak pertengahan 2024. Sanksi tersebut dijatuhkan berdasarkan temuan dan bukti-bukti dalam proses pemeriksaan Komite Pemeriksa bentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM.

Korban dalam kasus ini perempuan, namun pihak UGM tidak mengungkap berapa jumlahnya dan statusnya. Internal UGM hanya menyatakan sudah ada 13 orang yang dimintai keterangan oleh Satgas PPKS. EM kini juga terancam sanksi pidana berat.

Puan berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional. “Dan tidak boleh ada kekebalan hukum meski pelaku adalah guru besar atau tokoh terkemuka. Hukum harus berdiri tegak, tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” sebut mantan Menko PMK tersebut.

Selain itu, Puan mendorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk memperkuat Implementasi Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Ia menegaskan harus ada sistem yang efektif agar regulasi itu benar-benar dijalankan di lingkungan kampus.

“Satuan Tugas PPKS perlu diberi kewenangan lebih luas dan dukungan yang memadai agar tidak menjadi formalitas semata,” ucap Puan.

Puan juga mendorong evaluasi total dan audit menyeluruh dalam hal mekanisme tata kelola etika serta pembimbing akademik di kampus. “Kasus pelecehan seksual yang melibatkan dosen dengan mahasiswa biasanya terjadi karena relasi kuasa. Maka harus ada audit menyeluruh terhadap sistem pengawasan akademik,” terangnya.

Puan menambahkan, perlu juga adanya sistem pelaporan yang aman dan rahasia, serta menjamin perlindungan saksi dan korban secara konkret.

“Relasi kuasa yang timpang antara dosen dan mahasiswa menjadi celah bagi pelecehan untuk terus terjadi. Karena relasi kuasa ini menyebabkan korban ketakutan untuk melapor, sebab mereka khawatir akan berdampak terhadap nilai akademik di kampus. Budaya seperti ini yang harus diputus,” papar Puan.

Puan juga mendesak pembentukan pusat krisis dan pendampingan nasional terhadap korban pelecehan seksual. Ia menilai, Pemerintah harus menginisiasi pusat pendampingan korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi secara nasional, yang bersifat independen dari kampus dan dapat diakses 24 jam selama 7 hari.

“Kita juga harus menggalakkan kampanye nasional yang menentang adanya relasi kuasa di kampus. Tentunya ini memerlukan dukungan semua pihak, termasuk dari internal kampus itu sendiri,” ungkapnya.

Menurut Puan, publik perlu diberikan edukasi terus-menerus tentang bahaya relasi kuasa dalam sistem pendidikan. Tujuannya agar mahasiswa memiliki kesadaran dan keberanian untuk melapor jika menjadi korban.

Di sisi lain, Puan memastikan DPR RI terus mengawal penanganan kasus ini secara serius dan mendorong reformasi sistemik demi terwujudnya ruang pendidikan yang adil, aman, dan manusiawi bagi seluruh anak bangsa.

“Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat di mana intelektualitas dan nilai-nilai luhur berkembang, bukan ruang di mana kuasa disalahgunakan untuk menindas yang lemah,” tutup Puan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Bekasi Berikan Sepeda untuk Penjual Kue Keliling

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Hari ini berikan sepeda baru kepada Jumiyati, seorang janda penjual kue keliling asal Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat. Sepeda yang ia gunakan sudah rusak dan hampir tidak bisa dipakai lagi untuk berdagang.
Jumiyati, yang sebelumnya harus berkeliling menjual gorengan dan kue kering setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mengungkapkan bahwa ia baru saja ditinggal suaminya yang meninggal dunia setelah lama sakit. Kini, ia harus membesarkan tiga anaknya seorang diri, dua di antaranya masih belum bekerja.
“Sepeda saya sudah rusak, tapi saya tetap berusaha untuk berjualan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Jumiyati, dengan wajah penuh semangat meski tantangan hidup menghimpitnya.
Mendengar langsung cerita ini, Wali Kota Tri Adhianto merasa sangat tergerak, Melihat semangat Jumiyati untuk bertahan hidup dan terus bekerja, ia pun memutuskan untuk memberikan sepeda baru sebagai bentuk dukungan.
“Semoga sepeda baru ini bisa membantu ibu Jumiyati berkeliling lagi untuk berjualan. Saya sangat menghargai semangat beliau yang terus bekerja meskipun menghadapi banyak kesulitan. Semoga ini bisa meringankan beban dan mendukung usaha beliau,” ujar Tri Adhianto saat mengunjungi kediaman Jumiyati di RT 09/02, Kelurahan Bintara Jaya.
Selain memberikan sepeda baru, Wali Kota Tri juga memberikan peluang usaha tambahan berupa modal untuk berjualan cilok. “Usahakan jualan cilok ini bisa membantu menambah penghasilan keluarga. Saya berharap ibu bisa terus berkembang dan lebih sukses lagi,” tambahnya.

Dengan dukungan ini, Wali Kota berharap Jumiyati dapat terus melanjutkan perjuangannya dalam menafkahi keluarga, serta memberi contoh semangat dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Cimahi Pimpin Apel Perdana ASN Pasca Idulfitri 1446 H

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi mengikuti apel perdana pada Selasa (8/4) setelah libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Apel berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Harjdakusumah.

Apel perdana usai libur panjang itu dipimpin Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dan dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira. Usai pelaksanaan apel, para ASN itu bermusafahah atau saling bersalaman dengan berjabat tangah.

“Apel perdana bagi ASN Pemkot Cimahi. Dilaksanakan dengan aman dan lancar. Apel pertama tujuannya pengecekan terhadap personel yang melaksanakan cuti lebaran dan dan cuti bersama selama 10 hari,” kata Ngatiyana.

Ngatiyana mengatakan, kehadiran para ASN di hari pertama bekerja usa libur lebaran ini cukup baik. Kehadiran para ASN di hari pertama bekerja setelah libur lebaran mencapai 2.147 orang atau 94,83 persen dari total 2.264 ASN. Jumlah itu di luar guru ASN yang baru masuk pada Rabu (9/4).

“Memang ada beberapa yang belum masuk 5,17 persen, itu di luar guru karena baru masuk besok. Yang tidak masuk itu alasannya jelas, ada yang sakit, ada yang cuti tahunan karena sebelumnya belum dapat cuti tahunan. Ada juga cuti tahunan,” ujar Ngatiyana.

Selain, Pemkot Cimahi juga akan memberikan izin cuti bagi para ASN yang tidak mendapat jatah libur karena harus bertugas ketika arus mudik dan arus balik lebaran 2025. “Kita akan berikan cuti bagi pelayanan yang kemarin gak curi. Kita berikan untuk gelombang berikutnya,” ucap Ngatiyana.

Ngatiyana melanjutkan, pelayanan kepada masyarakat kembali normal seperti biasanya usai libur lebaran ini. Dirinya mengintruksikan semua pegawai di lingkungan Pemkot Cimahi untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Termasuk mengerjakan program yang merupakan visi misi Wal dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2025-2030.

“Saya tekankan setelah cuti sekarang saatnya kembali untuk bekerja melayani malayani dan melanjutkan program visi misi wali dan wakil agar segera dilaksanakan,” imbuh dia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rekayasa Lalu Lintas Efektif Tekan Kepadatan Arus Balik Lebaran 2025

Memasuki hari keenambelas pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Kepolisian Republik Indonesia mencatat sejumlah perkembangan penting terkait kondisi arus lalu lintas, angka kecelakaan, serta kebijakan rekayasa lalu lintas yang masih diberlakukan selama masa arus balik Lebaran.

“Berdasarkan data yang dihimpun, volume kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta melalui beberapa gerbang tol utama menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan“ ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Melalui Gerbang Tol Cikampek Utama arah Tol Trans Jawa, tercatat sebanyak 57.483 kendaraan keluar dari Jakarta, sementara kendaraan yang masuk hanya 14.100 unit. Di Gerbang Tol Cikupa arah Merak, sebanyak 52.464 kendaraan tercatat keluar, sedangkan yang masuk lebih tinggi, yakni 67.867 kendaraan. Sementara itu, dari arah Bogor melalui Gerbang Tol Ciawi, jumlah kendaraan keluar tercatat 29.977 unit dan yang masuk 28.668 unit. Di jalur Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama, kendaraan yang keluar dari Jakarta sebanyak 30.563 unit, sedangkan yang masuk tercatat 25.061 unit.

Dari sisi keamanan dan keselamatan lalu lintas, tercatat sebanyak 145 kasus kecelakaan pada hari yang sama. Di wilayah delapan Polda prioritas, terdapat tujuh korban meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 218 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp180.100.000. Sementara itu, di wilayah 28 Polda lainnya, terdapat 17 korban meninggal dunia, 36 korban luka berat, dan 152 korban luka ringan, dengan total kerugian materiil sebesar Rp308.950.000.

“Mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode arus balik, berbagai rekayasa lalu lintas masih diberlakukan di sejumlah titik “ Imbuh Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Sistem one way masih berlangsung dari KM 425 Jatingaleh, Semarang hingga KM 70 Cikatama. Selain itu, mulai pukul 10.00 WIB, one way diterapkan di jalur Gadog arah Puncak, dan pukul 12.00 WIB diberlakukan juga di jalur selatan depan Pos Pasar Linggapura. Sementara itu, contraflow satu lajur masih berlaku di Tol Cikampek dari KM 70 hingga KM 470.

Sejalan dengan kebijakan pengaturan lalu lintas, pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas masih diberlakukan hingga 8 April 2025. Kendaraan jenis ini dilarang beroperasi, kecuali untuk kendaraan logistik yang mengangkut kebutuhan pokok, ternak, uang, dan hantaran khusus.

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 agar memastikan kondisi fisik tetap prima, memeriksa kendaraan sebelum berangkat, menjaga jarak aman selama berkendara, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat secara optimal. Selain itu, pengguna jalan tol juga diingatkan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi agar perjalanan berjalan lebih lancar dan aman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Deru Minta Pendangkalan Irigasi di Sumsel Segera Diselesaikan

Dalam rangka silaturahmi, Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) terima Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Feriyanto Pawenrusi, S.T.,M.T beserta jajaran, Ruang tamu Gubernur, selasa (8/04/2025). Pada pertemuan tersebut inten perbincangan mengenai kondisi dan permasalahan irigasi di wilayah Sumsel

Pada kesempatan itu HD menyampaikan butuh pemelihaan secara berlanjut untuk kebersihan irigasi, yang mana saluran irigasi sudah terjadi pendangkalan serta tumbuhan eceng gondok sehingga debit air terhambat.

“Ini pak feri, pada saat kami turun ke daerah adanya irigasi yang alirannya penuh dengan eceng gondok, nah ini bagaimana bisa terjadi dan penyelesaianya gimana”tanya HD dalam ajang silaturahmi tersebut.

Ia melanjutkan sesuai dengan intruksi presiden tentang peningkatan produktifitas hasil panen padi di wilayah Sumsel sehingga butuhnya keseriusan dalam penanganan masalah kedangkalan irigasi.

“Ini tidak lagi bicara kewenangan, namun ini tanggung jawab semua bahwa bagaimana kita bisa menanganinya dengan baik, mulai dengan yang kasat mata hingga ke teknis”lanjutnya.

Pada kesempatan itu Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Feriyanto Pawenrusi,S.T.,M.T menjelaskan bahwa ada tiga (3) Proyek Strategis Nasional terkait Irigasi di Sumsel yang pertama irigasi Lematang, bendungan 3 dihaji,

“Izin pak Gubernur Pesan pak Menteri dalam arahan Silahkan Pak gubernur bersurat ke pak presiden, kita berharap bendungan tiga dihaji di tahun 2026 bisa selesai”ungkapnya

Diakhir acara HD mengajak untuk secara bertahap untuk menyelesaikan permasalahan irigasi yang menjadi tanggung jawab bersama

Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc , Kabid Operasi Pemeliharaan Ir. Arlinsyah. S.T.,M.T dan OPD Lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Demak Tegaskan Komitmen Sinergi di Halal Bi Halal Pemprov Jateng 2025

Bupati Demak, dr. Hj. Esti’anah, S.E., hadir dalam kegiatan Halal Bi Halal 1446 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah ini menjadi wadah silaturahmi serta mempererat komunikasi antara pemerintah provinsi dan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah, para ASN, kepala daerah se-Jawa Tengah, serta Forkopimda kabupaten/kota. Dari Kabupaten Demak, hadir pula perwakilan Kapolres Demak yang diwakili oleh Kabag SDM Polres Demak.

Acara berlangsung pada Selasa, 8 April 2025, dan menjadi momen penting untuk mengevaluasi serta menyampaikan berbagai isu strategis daerah secara langsung kepada Gubernur Jawa Tengah.

Dalam sesi wawancara, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur menjelang lebaran :

“Infrastruktur di seluruh kabupaten/kota harus sudah siap sejak H-15 lebaran. Tahun ini terbukti tidak ada kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik, sebagai bukti sinergi dan kesiapsiagaan yang baik antar pemerintah daerah dan stakeholder terkait”.

Bupati Pati, H. Sudewo, S.T., M.T., mewakili para kepala daerah, menyampaikan bahwa forum seperti ini membuka ruang komunikasi yang cair dan konstruktif.

“Kami merasa dekat dan terbuka kepada Pak Gubernur. Apa yang tidak bisa disampaikan secara formal, bisa kami bahas secara informal di momen seperti ini. Suasana kekeluargaan sangat terasa”, ujarnya.

Kehadiran Bupati Demak dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjaga koordinasi dan menjalin sinergi antardaerah demi terciptanya pelayanan publik yang lebih optimal di Jawa Tengah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkeu: APBN Jadi Instrumen Penting Hadapi Guncangan Ekonomi Global

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menegaskan pentingnya APBN sebagai shock absorber di tengah meningkatnya tensi perang tarif dagang yang sedang terjadi. Hal ini disampaikannya dalam acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional di Tengah Perang Tarif Dagang”.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menekankan bahwa APBN merupakan salah satu instrumen utama dalam pengelolaan ekonomi, khususnya dari sisi makro. Ia menyebut APBN menjadi andalan pemerintah saat menghadapi berbagai guncangan ekonomi.

“Instrumen APBN merupakan salah satu instrumen di dalam pengelolaan ekonomi dan terutama dari sisi makro yang banyak sekali diandalkan pada saat menghadapi shock ataupun guncangan-guncangan,” ujarnya.

Menkeu juga menyampaikan berbagai program subsidi yang telah dilaksanakans merupakan salah satu wujud dari perlindungan APBN kepada masyarakat di tengah gejolak perekonomian global.

“Subsidi BBM, subsidi LPG 3kg, subsidi listrik, semuanya dari sisi volume mengalami kenaikan. Ini artinya APBN bekerja untuk melindungi masyarakat agar mereka yang bebannya terasa dalam situasi saat ini mereka mendapatkan perlindungan dari APBN,” tambahnya.

Hingga akhir Maret 2025, postur APBN menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kinerja penerimaan pajak pada bulan Maret sudah mengalami turn around pada angka positif 9,1. Belanja pemerintah juga tetap terjaga on track, sedangkan dari sisi pembiayaan defisit tetap terjaga sesuai dengan desain dalam UU No. 62 tahun 2024 yang sudah disetujui bersama DPR yakni sebesar 2,53%.

Menkeu menambahkan APBN adalah instrumen untuk membiayai banyak program-program penting pemerintahan Presiden Prabowo. APBN akan terus dikelola dengan baik sehingga program-program yang sudah dicanangkan dapat dilaksanakan dengan profesional dan akuntabel sehingga memberikan assurance kepada investor.

Acara sarasehan ini menjadi ajang diskusi strategis antara Presiden, jajaran Kabinet Merah Putih, serta berbagai asosiasi pelaku ekonomi nasional dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan kondisi geopolitik dan perekonomian global yang terus bergerak dinamis, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengelola APBN dengan prinsip pruden dan sustainable.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Halalbihalal ASN Jatim, Gubernur Khofifah Dorong ASN Tingkatkan Kinerja

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menggelar Halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah dengan puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim di Jatim Expo, Surabaya, pada Selasa (8/5/2025). Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah memberikan semangat kepada para ASN untuk terus meningkatkan kinerja demi kemajuan provinsi.

Gubernur Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono menyampaikan beberapa hal. Khususnya terkait program Nawa Bhakti Satya 2 dan Gerbang Baru Nusantara.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak untuk membangun kepercayaan diri dalam bekerja dan melayani. “Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Maka jangan pernah merasa tidak mampu. Jika kita yakin dan berpikir positif, insyaAllah jalan akan terbuka,” katanya penuh semangat.

Ia juga mengutip pesan dari KH Mohammad Nuh bahwa umat harus sadar sedang mengalami defisit kebaikan, sehingga Halalbihalal ini menjadi momen refleksi bersama untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat semangat pelayanan publik.

Khiofifah menjelaskan, bahwa saat ini hampir seluruh negara di dunia mengalami krisis. Termasuk Indonesia, khususnya akan berdampak pada Jatim. Menurutnya, dinamika yang terjadi di dunia saat ini memberikan kemhawatiran potensi kontraksi ekonomi, kontraksi sosial, kontraksi budaya, bahkan kontraksi pertahanan dan keamanan.

“Saya ingin kita bangun sinergitas, bangun kolaborasi yang kuat. Saya ingin semua melakukan inovasi yang bisa menembus berbagai produktivitas yang bisa kita tingkatkan,” ungkap Khofifah.

Untuk itu, ia menekankan perlu adanya peningkatan indeks kinerja yang dilakukan oleh seluruh ASN pemprov untuk bisa menghasilkan inovasi baru yang berdampak bagi masyarakat. Apalagi, saat ini dihadapi dengan kebijakan efisiensi.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, bahwa efisiensi merupakan sebuah keniscayaan. Bahkan, kini efisiensi telah dilakukan oleh banyak negara. Di sisi lain, pemprov juga harus mencari sumber PAD baru untuk meningkatkan pemasukan daerah.

“Saya minta seluruh Kepala OPD, tim pengawas, tim administrator, kepala sekolah, ayo kita hitung kembali kinerja agar tidak turun tapi efisiensi bisa kita lakukan,” ujarnya.

Acara ini menjadi momen istimewa yang menghadirkan sekitar 10.000 ASN dari berbagai instansi Pemprov Jatim. Tak hanya dihadiri jajaran pemerintahan, Halal Bihalal kali ini juga turut mengundang tokoh nasional Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, DEA, Syuriah PBNU periode 2022–2027, yang memberikan tausiyah penuh hikmah dan motivasi spiritual.

Acara ini juga menghadirkan Qori cilik berbakat, Fathir Zulfiyan Alfi yang menjadi juara MTQ ke-30 Jatim dengan membacakan lantunan ayat suci Al Quran surat Lukman 12-15.

Selain itu juga ada penampilan pelukis pasir Angela Roseli, yang melukis live bertema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, serta penampilan musik religi oleh Padang Howo Group yang mengajak bersholawat bersama dan Gelak tawa hadir lewat aksi kocak dari pelawak senior Kirun dan Percil.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News