Beranda blog Halaman 1126

Ini Pesan Gubernur Pramono untuk Warga Jakarta yang Mudik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan pesan kepada warga Jakarta yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran. Pramono mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati dan memastikan barang berharga mereka aman, baik dibawa saat mudik maupun ditinggalkan di rumah.

“Untuk warga Jakarta yang mudik, yang paling penting adalah kalau ada barang-barang berharga, apakah itu dibawa ataukah ditinggal, itu harus jelas. Jangan sampai kemudian barang-barang yang berharga ditinggalkan di rumah, ada pencurian,” ujar Pramono di Balai Warga Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (27/3).

Meski demikian, ia berharap tidak ada kejadian pencurian selama musim mudik Lebaran. Pramono mengaku telah meminta aparat keamanan untuk meningkatkan patroli dan poskamling, terutama di daerah-daerah rawan.

“Mudah-mudahan enggak ya, karena saya sudah meminta kepada aparat keamanan untuk meningkatkan poskamling dan sebagainya, terutama di daerah-daerah yang rawan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengimbau warga yang akan mudik untuk menitipkan barang berharga mereka kepada orang yang terpercaya.

“Saya berharap semua warga yang akan mudik, silakan mudik, tetapi untuk barang berharga dan sebagainya harus jelas dititipkan ke siapa,” kata dia.

Sekadar diketahui, pagi tadi, Gubernur Pramono telah melepas 15.049 peserta mudik gratis ke 20 kota di enam provinsi. Total jumlah pemudik gratis yang akan diberangkatkan yakni mencapai 26.392 orang dengan menggunakan 552 unit bus.

Program mudik gratis ini difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan BUMD, Baznas Bazis DKI Jakarta dan beberapa perusahaan swasta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Catat! Ini Layanan Operasional MRT Jakarta Selama Libur Lebaran 2025

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menerapkan pola operasional akhir pekan pada saat Idulfitri 1446 H dan libur Lebaran, atau mulai 28 Maret hingga 7 April 2025.

Pola operasional yang berlaku adalah grafik perjalanan kereta (gapeka) normal saat akhir pekan atau libur, yaitu pukul 05.00 sampai 24.00 WIB dengan selang waktu keberangkatan antarkereta atau headway setiap 10 menit.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan, seluruh stasiun akan dibuka sesuai dengan jam operasional.

Ia menyampaikan, MRT Jakarta menyiapkan 219 jumlah perjalanan kereta dan tujuh rangkaian kereta untuk melayani masyarakat.

“MRT Jakarta akan tetap beroperasi melayani masyarakat selama libur idulfitri mendatang. Seluruh stasiun juga dibuka dengan pelayanan seperti biasa dan juga akan menambah petugas di stasiun untuk memastikan pelanggan MRT Jakarta mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman selama berada di stasiun maupun kereta,” ujar Ahmad Pratomo, Jumat (28/3).

Ahmad menjelaskan, selain jadwal operasional tersebut, MRT Jakarta juga menyiapkan sejumlah program menarik bagi para pelanggan MRT Jakarta untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama liburan Lebaran tahun 2025.

Program tersebut antara lain, promo dan tarif spesial tiket di aplikasi MyMRTJ dengan menggunakan blu by BCA Digital, AstraPay, i.saku dan GoPay. Kemudian ada juga promo feeder, serta program Marti Games THR berhadiah total Rp15 juta.

“Pada periode libur Lebaran tahun 2024, MRT Jakarta mencatat angka keterangkutan sepanjang 6 sampai 15 April 2024 mencapai 376.448 orang dengan total pengguna MRT Jakarta pada hari pertama lebaran mencapai 25.586 orang dan hari kedua mencapai 45.037 orang,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Selama Libur Lebaran

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan, kebijakan ganjil genap pada 25 ruas jalan di DKI Jakarta akan ditiadakan saat libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M atau 28 Maret hingga 7 April 2025.

Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025 serta Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 yang menyatakan pembatasan lalu lintas tidak berlaku pada hari libur nasional.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan ini bertujuan mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

“Dengan ditiadakannya ganjil genap, masyarakat dapat lebih leluasa dalam merencanakan perjalanan mudik atau kegiatan lainnya tanpa khawatir pembatasan kendaraan,” ujarnya, Jumat (28/3).

Meski demikian, Syafrin mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara.

“Kami juga akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan kemacetan agar arus lalu lintas tetap terkendali,” katanya.

Sebagai informasi, ganjil genap akan kembali diberlakukan seperti biasa setelah periode libur Lebaran berakhir.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Serius Melakukan Penanganan Banjir di Jabodetabek Secara Terpadu

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir di Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dam Lembaga. Penanganan banjir juga harus dilakukan secara terintegrasi dari kawasan hulu, tengah, hilir hingga pesisir.

Pemerintah akan membentuk Tim Perumus Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Banjir Jabodetabek 2025-2027 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Keputusan ini diambil dalam Rapat Tingkat Menteri Penanganan Terintegrasi PRB Banjir Jabodetabek yang digelar di Kantor Kemenko PMK, pada Kamis (27/3/2025).

Menko PMK menegaskan bahwa tim ini akan bertugas untuk merumuskan strategi penanganan banjir secara lebih sinergis dan komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, serta memastikan pelaksanaan aksi di lapangan berjalan efektif. Tim ini juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang disusun.

“Tadi forum menyepakati untuk dibentuk tim yang bertugas merumuskan secara detail aksi konkret di lapangan serta melakukan monitoring dan evaluasi. Ini upaya kita untuk menangani banjir secara komprehensif, sinergis, sekaligus sistematis,” ujar Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan bahwa tim ini akan diketuai oleh Wamen Pekerjaan Umum dan beranggotakan eselon satu dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tim tersebut akan menyusun Rencana Aksi PRB Banjir Jabodetabek 2025-2027, yang nantinya akan diajukan menjadi Instruksi Presiden (Inpres) guna memastikan pelaksanaan yang lebih terarah dan terintegrasi.

Selain itu, Menko PMK menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah bencana banjir terus berulang setiap tahun. Ia menyoroti pentingnya perbaikan dari hulu hingga hilir, dengan memastikan kebijakan yang disusun benar-benar mampu menjawab permasalahan di lapangan.

“Ini tim yang ditangani secara komprehensif karena memang kita korbannya sangat besar, pengorbanan ekonomi sangat besar, dan ini tidak bisa dibiarkan terus. Oleh karena itu, kami berusaha untuk menangani lebih optimal,” tegasnya.

Menko PMK menuturkan penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan regulasi, penataan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan ketangguhan masyarakat. Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian dalam strategi mitigasi adalah rusaknya daerah resapan air, penyempitan sungai, serta pertumbuhan permukiman di wilayah rentan banjir.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, dan pejabat terkait lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Cikampek-Kalikangkung Resmi Diberlakukan

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Wakapolri Komjen Pol. Ahmad Dofiri secara resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional Tol Cikampek Utama KM 70 pada Jumat pagi, 28 Maret, pukul 09.00 WIB. Rekayasa one way ini akan diberlakukan sampai KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang. Menhub menyampaikan, rekayasa ini dilakukan dengan mempertimbangkan parameter kepadatan jalan di Tol Cikampek.

“Untuk memberlakukan one way nasional itu ketentuannya jika kepadatan lalu lintas mencapai 8.500 kendaraan per lalin per jam. Kalau kita lihat dengan jumlah kendaraan yang sudah 8.500 per jam saat ini, maka kami bisa menyampaikan bahwa ini adalah puncak arus mudik dan one way nasional secara resmi diberlakukan” ujar Menhub Dudy di Cikampek, Jumat, (28/3).

Pemberlakuan one way nasional ini akan dilakukan selama masih dibutuhkan, sesuai dengan parameter kepadatan kendaraan. Parameter ini ditetapkan oleh Jasa Marga dan pihak Kepolisian. Kemenhub akan terus berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Kepolisian.

“Jadi, sepanjang parameter itu masih memungkinkan untuk dilakukan one way nasional, maka akan tetap diberlakukan. Tapi kalau memang sudah tidak memenuhi, tentunya one way nasional akan diberhentikan,” kata Menhub Dudy.

Menhub menyampaikan saat ini kondisi jalan padat, namun masih aman terkendali. Berdasarkan data Jasa Marga, hingga Jumat pagi tadi (28/3), jumlah kendaraan yang tercatat keluar dari Jakarta sudah mencapai 1,2 juta kendaraan.

Prediksi Jasa Marga, total jumlah kendaraan yang akan keluar dari Jakarta hingga H+2 adalah sebanyak 2,1 juta kendaraan. Artinya, per pagi ini, sebanyak 60% dari total prediksi pemudik keluar Jakarta sudah terealisasi dan sekitar 40% sisanya akan tersebar dalam beberapa hari. Maka, pengaturan arus lalu lintas akan cukup untuk menangani jumlah kendaraan yang memadati tol.

Selain kesiapan rekayasa lalu lintas, kesiapan petugas, baik dari pihak kepolisian maupun Jasa Marga juga telah dilakukan. Personel petugas bersiaga tidak hanya di tol, tetapi juga di sepanjang jalan arteri yang menjadi jalur mudik.

“Personel jaga sudah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, baik di lajur ini maupun di jalan arteri. Kesiapan jalan arteri juga sama. Baik Kepolisian, maupun Jasa Marga sudah menempatkan personelnya di jalan arteri untuk membuat jalan arteri tetap lancar,” ucap Menhub Dudy.

Menhub mengimbau agar masyarakat mengemudi dengan hati-hati dan mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku. Masyarakat juga bisa mengakses berbagai informasi lalu lintas pada kanal-kanal resmi pemerintah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhub Imbau Masyarakat Antisipasi Kepadatan Arus Mudik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, seiring meningkatnya pergerakan masyarakat menuju kampung halamannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Budi Rahardjo menyampaikan bahwa pergerakan pemudik terus naik dibanding hari sebelumnya. Budi pun mengimbau agar masyarakat mengantisipasi terjadinya puncak arus mudik khususnya pada Kamis (27/3) malam.

“Kementerian Perhubungan telah memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran atau pada 28 Maret 2025. Artinya, masyarakat sudah harus mengantisipasi peningkatan kepadatan pada sarana transportasi, jalan tol, maupun jalan arteri mulai Kamis malam,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (27/3).

Berdasarkan Data Harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu, Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api pada H-5 Lebaran atau Rabu (26/3) mencapai 202.041 orang, naik 10% dibanding dari hari sebelumnya yakni 184.460 orang. Sementara penumpang angkutan udara mencapai 275.198 orang, jumlah ini pun naik 7% dibanding dari hari sebelumnya yakni 256.826. Pada angkutan laut, jumlah penumpang mencapai 85.508 orang, naik 38% dibanding dari hari sebelumnya sebesar 17.740 orang.

Penumpang angkutan bus juga mengalami peningkatan sebanyak 9% pada H-5, dari hari sebelumnya 142.469 orang menjadi 155.343 orang. Hanya angkutan penyeberangan yang mengalami penurunan yakni dari hari sebelumnya 221.463 orang menjadi 137.606 orang.

Budi menyampaikan peningkatan pemudik ini juga terjadi pada kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat baik melalui jalan arteri Jabodetabek maupun jalan tol Jakarta.

“Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada pemudik dengan angkutan umum, namun juga pemudik dengan kendaraan pribadi. Kenaikan sangat signifikan hingga mencapai 125% terjadi pada pemudik dengan kendaraan motor pribadi sejumlah 436.507 dibanding hari sebelumnya yakni 192.221 kendaraan,” lanjut Budi.

Sesuai data Posko Angleb 2025, pengguna mobil yang keluar Jabodetabek melalui jalan arteri pada H-5 tercatat meningkat 93% yaitu sebesar 119.361 kendaraan dibanding hari sebelumnya sebanyak 61.723 kendaraan. Begitupun dengan kendaraan golongan I yang melalui jalan tol mengalami kenaikan sebanyak 47 % yaitu sejumlah 126.191 kendaraan dibanding hari sebelumnya 85.772 kendaraan.

Peningkatan jumlah penumpang angkutan umum maupun pemudik kendaraan pribadi dapat berpotensi terhadap kepadatan ataupun antrian panjang. Setiap pemudik khususnya memilih menggunakan kendaraan pribadi diharapkan tetap menjaga kebugaran tubuh dan menghindari kelelahan saat mengemudi ataupun mengendara.

Kemenhub mengimbau agar masyarakat beristirahat setiap 4 jam dan memiliki pengemudi cadangan untuk bergantian setelah 8 jam mengemudi. “Khusus untuk pengendara sepeda motor, kita memahami bersama bahwa sepeda motor bukan untuk jarak jauh, jadi diimbau agar tidak memaksakan diri jika Lelah, utamakan keselamatan,” pungkas Budi.

Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025 berlangsung 24 jam selama 22 Hari, mulai dari 21 Maret sampai dengan 11 April 2025. Selain Kementerian Perhubungan, instansi lain yang mengisi posko terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pariwisata, Korlantas Polri, Basarnas, BMKG, KNKT, PT. Jasa Marga (Persero), Astra Infra Toll Nusantara, PT. Jasa Raharja (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT. Kereta Api Indonesia (Persero),PT. KCIC, PT. PELNI (Persero), PT. Angkasa Pura Indonesia, Perum LPPNPI/AirNav, Senkom Mitra Polri, RAPI dan ORARI.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bamsoet Ingatkan Pejabat Tinggi Negara Perhatikan Soal Komunikasi Publik

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan para pejabat tinggi negara, khususnya para pembantu presiden, agar lebih memperhatikan komunikasi publik guna menjaga citra positif Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan yang dipimpinnya.

“Kita harus menyadari bahwa keputusan dan pernyataan publik dari pejabat tinggi negara akan selalu berimplikasi pada citra kepemimpinan Presiden. Jika komunikasi publik dilakukan secara komunikatif, melayani dan mengayomi, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tetap terjaga,” kata pria yang kerap disapa Bamsoet dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Menurutnya, setiap kebijakan dan pernyataan pejabat tinggi negara memiliki dampak langsung terhadap persepsi masyarakat terhadap presiden dan pemerintah. Karena itu komunikasi yang dijalankan dengan baik dan produktif akan membuat citra pemerintahan yang semakin positif. Sebaliknya, jika komunikasi kurang baik atau melanggar azas kepatutan, maka citra presiden bisa terdampak negatif.

Bamsoet mengingatkan dalam hitungan hari, presiden Prabowo telah dua kali mengingatkan jajaran pembantunya untuk memperbaiki komunikasi dengan publik.

Pertama, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, tanggal 21 Maret 2025. Hal yang sama kembali diingatkan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, tanggal 24 Maret 2025.

“Ketika presiden sampai dua kali mengingatkan hal itu, mudah untuk dibuat kesimpulan bahwa presiden telah mendengarkan keluhan publik tentang belum efektifnya komunikasi para pejabat tinggi negara dengan masyarakat,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Dia menuturkan, setiap kebijaksanaan, inisiatif baru hingga ragam keputusan pemerintah sudah barang tentu tidak bisa memuaskan semua elemen masyarakat.

Mereka yang tidak puas pasti akan menyuarakan kritik, dalam dinamika seperti itulah para pejabat tinggi negara didorong tampil ke depan untuk memberi penjelasan dengan penuh kebijaksanaan, tanpa sikap atau perilaku yang emosional.

“Agar terbangun komunikasi dua arah yang sehat dan produktif, para pejabat tinggi negara diharapkan menyajikan penjelasan atau pernyataan publik yang komunikatif, dilandasi semangat melayani dan mengayomi. Dengan pernyataan publik yang komunikatif dan konstruktif, para pejabat merawat citra positif presiden dan seluruh jajaran pemerintah,” pungkas Anggota Komisi III DPR RI ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Arus Mudik Lebaran 2025: Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, One Way Diterapkan

Volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta dalam arus mudik Lebaran 2025 terus meningkat signifikan. Hingga H-5 Idul Fitri, tercatat sebanyak 955.923 kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Jasa Marga, terjadi lonjakan lalu lintas hingga 13 persen dibandingkan kondisi normal.
“Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 hingga H-5 Idul Fitri 2025 mencapai 955.923 kendaraan,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (27/3/2025).
Arus Kendaraan di Tol, Trans Jawa Paling Padat
Lonjakan arus mudik tercatat dari empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikupa (Merak), GT Ciawi (Puncak), GT Cikampek Utama (Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (Bandung). Dari keempatnya, jalur menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mengalami lonjakan tertinggi, mencapai 72,1 persen dibanding lalu lintas normal.
Berikut rincian volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta:
– Trans Jawa (GT Cikampek Utama): 282.994 kendaraan (+72,1%)
– Arah Merak (GT Cikupa): 284.373 kendaraan
– Arah Bandung (GT Kalihurip Utama): 186.768 kendaraan
– Arah Puncak (GT Ciawi): 201.788 kendaraan
Dengan lonjakan ini, kepadatan di ruas tol utama semakin terasa, terutama di jalur menuju Trans Jawa dan Bandung.
Rekayasa Lalu Lintas: One Way Lokal Diberlakukan
Pada H-4 Lebaran, kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek meningkat tajam. Menyikapi hal ini, Korlantas Polri memberlakukan sistem one way lokal untuk mengurai antrean kendaraan.
“Karena peningkatan arus cukup tinggi, parameter di radar di Km 71 sudah cukup untuk dilakukan one way lokal,” jelas Irjen Agus dari command center Km 29.
Kakorlantas menegaskan bahwa contraflow telah diterapkan sejak pagi, namun karena arus masih padat, pihaknya mengambil langkah tambahan dengan one way lokal dari Km 70 hingga Km 188.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kapolri serta Jasa Marga. Clearance sudah selesai, kurang lebih 10 menit lagi kami akan mulai menerapkan one way lokal dari Km 70,” tambahnya.
Prediksi Puncak Arus Mudik

Dengan peningkatan volume kendaraan yang terus terjadi, puncak arus mudik diperkirakan akan berlangsung pada H-3 dan H-2 Lebaran. Para pemudik diimbau untuk memanfaatkan informasi rekayasa lalu lintas yang berlaku dan mengatur perjalanan dengan bijak untuk menghindari kemacetan ekstrem.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamenag Dukung Budaya Saling Memberi Saat Lebaran, Tolak Aksi Paksa Minta THR

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafii mendukung tradisi saling memberi di momen Idulfitri. Menurutnya, hal itu sudah membudaya sejak zaman dahulu.

Namun demikian, Wamenag Romo Syafii tegas menolak aksi paksa minta THR (tunjangan hari raya) yang dilakukan pihak manapun.

“Yang saya maksud sebagai budaya kita itu saling memberi, terlebih di Hari Idulfitri. Sejak dulu, kita diajarkan untuk peduli,” sebut Wamenag Romo Syafii di Jakarta, Rabu (26/3/2025).

“Sebagai contoh, setiap lebaran, saya siapkan uang khusus untuk diberikan kepada cucu, anak-anak sekitar rumah, dan tetangga yang membutuhkan. Ini juga dilakukan sekaligus mendidik anak untuk peduli dan mau berbagi,” sambungnya.

Ditegaskan Wamenag, memberi adalah hal positif. Puasa juga melatih umat Islam untuk peduli sehingga lahir pribadi-pribadi yang dermawan.

“Kedermawanan penting agar harta tidak hanya bergulir di kalangan orang-orang kaya saja. Ada pemerataan,” sebutnya.

Tentang adanya pihak yang meminta, apalagi dengan cara memaksa, Wamenag Romo Syafii tegas menolak. Aksi semacam itu menurutnya tidak baik.

“Meminta apalagi dengan memaksa, itu jelas bukan budaya kita. Agama tidak mengajarkan hal itu. Karenanya, tidak seharusnya dilakukan. Kita tolak itu,” tegas Wamenag.

“Agama mengajarkan untuk memberi, bukan meminta. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Optimistis Peran Besar Zakat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan optimisme besar terhadap peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kamis (27/03/2025), di Istana Negara, Jakarta.

“Dengan berzakat, kita dapat berbagi dengan sesama, kita dapat menolong kaum duafa, meringankan beban hidup mereka, dan juga menghindarkan hidup dari sifat kikir. Berzakat adalah cerminan dari sikap gotong royong dan upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial. Zakat adalah manifestasi dari keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” ucap Presiden.

Kepala Negara menyadari tantangan besar yang dihadapi oleh banyak masyarakat yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya merayakan Ramadan dengan beribadah, tetapi juga dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Marilah kita berdoa buat mereka, marilah kita mengulurkan tangan buat mereka, salah satunya adalah dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah. Dengan berzakat, kita akan memperdalam rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah Swt. atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita,” tuturnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menyampaikan potensi besar zakat di Indonesia yang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memerangi kemiskinan. Dengan potensi zakat yang besar ini, Presiden optimistis bahwa Indonesia bisa mencapai pengentasan kemiskinan ekstrem dalam waktu yang relatif singkat.

“Tadi dilaporkan bahwa potensi kita masih banyak, masih sangat besar yaitu Rp327 triliun, penerimaan tahun ini Rp41 triliun, dalam perhitungan kita, kita dapat menghilangkan kemiskinan absolut hanya dengan sekitar Rp30 triliun,” ujar Presiden.

Di samping itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan zakat. Presiden berharap pengelolaan zakat dapat dilakukan dengan sebersih-bersihnya dan setertib-tertibnya agar dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Pengeluaran zakat harus dilakukan transparan dan efektif sebagaimana semuanya pekerjaan pemerintahan kita harus transparan, harus efektif, harus sampai kepada mereka yang membutuhkan. Harus dilaksanakan dengan pengelolaan yang sebersih-bersihnya, dan setertib-tertibnya,” tegas Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News