Beranda blog Halaman 1125

ASN Pemkab Tuban Dilarang Pakai Kendaraan Dinas Untuk Mudik Lebaran, Ini Alasannya

Tradisi pulang ke kampung halaman jelang Hari Raya Idulfitri atau biasa dikenal dengan istilah “Mudik” menjadi kegiatan rutin warga Indonesia. Tidak terkecuali, bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tuban.

Di penghujung Ramadan 1446 H/ 2025 M, Pemkab Tuban mengingatkan agar aparatur tidak menggunakan fasilitas kantor dalam perjalanan mudik Lebaran.

Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono mengatakan imbauan ini disampaikan dalam rangka memastikan penggunaan fasilitas negara tetap sesuai dengan peruntukannya dan menghindari penyalahgunaan aset daerah.

Lebih lanjut, kendaraan dinas serta fasilitas lain yang dibiayai oleh negara hanya boleh digunakan untuk kepentingan kedinasan. “Kami mengingatkan seluruh ASN untuk tidak menggunakan kendaraan dinas maupun fasilitas kantor lainnya untuk keperluan pribadi, termasuk mudik Lebaran,” ungkapnya, Kamis (27/03).

Larangan mudik menggunakan fasilitas kantor sudah menjadi aturan tidak tertulis bagi ASN. Kendati demikian, Wabup Tuban yakin aparatur Pemkab Tuban sudah memahami dan menerapkannya sejak lama. Aparatur Pemkab Tuban yang memiliki kendaraan dinas dapat mengamankan kendaraannya di kantor dinas masing-masing. Langkah tersebut menjadi upaya menjaga integritas dan kepatuhan ASN terhadap peraturan yang berlaku.

Sebagai abdi negara, aparatur Pemkab Tuban juga diminta turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. “Harapannya, dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing untuk berlebaran dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Selama libur Lebaran ini, Wabup Tuban Joko Sarwono berpesan kepada warga Kabupaten Tuban yang akan mudik untuk selalu berhati-hati di perjalanan. Mengingat, volume kendaraan di jalanan saat Lebaran sering kali mengalami peningkatan. Di samping itu, tetap mematuhi aturan lalu lintas. “Kami berharap seluruh warga Tuban yang melakukan perjalanan mudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendikdasmen: Pendidikan Sebagai Kunci Patahkan Rantai Kemiskinan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir dalam acara “Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di RS Islam Jakarta Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Senin (24/3). Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan duafa yang dilakukan di tengah-tengah bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Besar Tiongkok atas kontribusinya selama ini dalam berbagai bidang, terutama dalam sektor kesehatan. Ia juga menyampaikan bahwa dalam rapat kabinet terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, mereka membahas perencanaan pendirian Sekolah Rakyat yang berfokus pada masyarakat menengah ke bawah. Sekolah-sekolah ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Mendikdasmen juga mengungkapkan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, untuk berkunjung ke Tiongkok guna mempelajari lebih dalam mengenai sistem pendidikan yang ada di negara tersebut. Hal ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengalaman pendidikan di Indonesia.

Menambah kekhidmatan acara, di akhir acara, panita membagian bingkisan kepada anak-anak yatim dan duafa serta buka puasa bersama antara para tamu undangan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian dan sinergi antar berbagai pihak dalam mewujudkan dunia yang lebih baik melalui pendidikan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementan Kukuhkan Pejabat Baru, Dorong ASN Adaptif dan Berintegritas

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat efektivitas organisasi dengan mengukuhkan pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Direktur Jenderal PKH, Agung Suganda, secara resmi mengukuhkan Ketua Kelompok Substansi dan Ketua Tim Kerja pada Kamis, 27 Maret 2025. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian.

Agung menegaskan bahwa restrukturisasi ini bertujuan meningkatkan responsivitas Ditjen PKH terhadap dinamika subsektor peternakan dan kesehatan hewan yang terus berkembang.

“Perubahan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat Ditjen PKH. Saya menekankan kepada seluruh pejabat yang dikukuhkan hari ini untuk bekerja dengan dedikasi tinggi, menjunjung integritas, dan selalu berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Salah satu langkah strategis dalam restrukturisasi ini adalah pembentukan Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan. Direktorat baru ini akan fokus pada optimalisasi rantai pasok dan akses pasar produk peternakan, memperkuat daya saing industri, serta meningkatkan kesejahteraan peternak. Selain itu, sejumlah posisi dalam kelompok dan tim kerja mengalami penyegaran guna meningkatkan efektivitas organisasi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Agung mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen PKH untuk tetap siaga dalam memantau ketersediaan dan harga komoditas peternakan di pasar tradisional. Ia juga menyoroti potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat mempengaruhi perdagangan hewan ternak selama musim lebaran.

“Hari Raya bukan berarti kita lepas dari tanggung jawab. Saya harapkan seluruh tim tetap waspada, terutama dalam memastikan harga dan stok daging serta produk peternakan tetap stabil. Jika ada indikasi penyebaran PMK atau permasalahan di lapangan, segera koordinasikan agar bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Agung mengapresiasi seluruh pejabat yang dikukuhkan dan menekankan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi profesionalisme.

“ASN Kementan harus mampu beradaptasi dengan perubahan, bekerja dengan integritas, dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” kata Agung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cegah Risiko Perjalanan Selama Mudik dengan Cek Kesehatan Rutin

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pos kesehatan bagi pengemudi di Terminal Kampung Rambutan pada Kamis (27/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesehatan pemudik selama arus mudik Lebaran 2025. Peninjauan ini juga merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik strategis, seperti terminal, bandara, pelabuhan, dan rest area tol.

“Kemarin saya bersama Pak Menko PMK, Pak Kapolri, Pak Panglima, dan Pak Menhub meninjau arus mudik di KM 57 dan Merak. Kami ingin memastikan masyarakat dapat mudik dalam kondisi sehat, tiba di tujuan dengan selamat, merayakan Idul Fitri bersama keluarga, dan kembali ke kota dalam keadaan prima serta siap bekerja kembali,” ujar Menteri Kesehatan.

Pentingnya Kondisi Fisik yang Prima bagi Pengemudi

Menkes menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas selama mudik kerap disebabkan oleh kelelahan dan kondisi kesehatan pengemudi yang kurang optimal.

“Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi kelelahan, kurang istirahat, atau memiliki tekanan darah tinggi. Para sopir disarankan untuk beristirahat setiap 4–5 jam selama 15–30 menit guna menghindari kelelahan. Jika mereka mengantuk atau lelah, respons terhadap situasi di jalan bisa menurun, yang berisiko menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.

Selain itu, Menkes mengimbau para pemudik untuk membawa obat-obatan pribadi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Pemudik

Layanan cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang kini diperluas untuk mendukung kelancaran mudik.

“Ini merupakan bagian dari program Pak Prabowo. Di momen mudik ini, layanan kesehatan diperluas agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sebelum melakukan perjalanan jauh. Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati,” ujar Menkes.

Menkes juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kronis, termasuk di kalangan aparat keamanan.

“Rata-rata usia masyarakat Indonesia ditargetkan 74 tahun. Kalau mau hidup sehat dan bisa lihat cucu, lakukanlah cek kesehatan,” pungkasnya.

Pemeriksaan Kesehatan di Terminal Kampung Rambutan

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Herwin Meyfendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan menjelang Hari Raya, khususnya Idul Fitri. Program ini telah berlangsung sejak 21 Maret dan akan berjalan hingga 11 April 2025.

“Setiap menjelang Idul Fitri, kami mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan awak bus. Selain itu, masyarakat yang hendak mudik juga bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di posko yang telah disediakan,” ujar dr. Herwin di Terminal Kampung Rambutan.

Pemeriksaan dilakukan secara bergilir oleh seluruh Puskesmas di wilayah Jakarta Timur dalam tiga shift, dengan dukungan berbagai mitra lintas sektor.

“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 21 Maret hingga 11 April dengan sistem tiga shift. Setiap Puskesmas di Jakarta Timur memiliki jadwal pemeriksaan bergilir. Program ini juga mendapat dukungan dari PMI, BNN, serta layanan ambulans gawat darurat,” jelasnya.

Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, petugas kesehatan di posko akan segera melakukan tindakan lanjutan.

“Kalau ada yang hasil ceknya kurang baik, misalnya tekanan darah tinggi atau peningkatan gula darah yang signifikan, itu bisa langsung kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” kata dr. Herwin.

Pantauan Kesehatan di Lapangan

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas, dr. Endang Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa posko kesehatan ini bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Hari ini, kami dari Puskesmas Ciracas bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi yang akan berangkat dari Jakarta ke berbagai daerah tujuan mudik Lebaran 2025,” ujar dr. Endang.

Dalam pemeriksaan hari ini, setidaknya telah dilakukan skrining terhadap belasan pengemudi. “Sampai saat ini, sudah ada 14 orang yang diperiksa. Hasilnya, 12 orang dinyatakan layak mengemudi, sementara 2 orang layak dengan catatan,” tambahnya.

Pemeriksaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor kesehatan, terutama saat arus mudik yang menuntut stamina dan konsentrasi penuh dari pengemudi.

Kementerian Kesehatan akan terus memantau kesiapan layanan kesehatan di seluruh titik mudik guna memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, sehat, dan nyaman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkes Ingatkan Pengemudi Jaga Kesehatan Selama Perjalanan Mudik Lebaran

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, baik saat berangkat, merayakan Idul Fitri, maupun saat kembali ke rumah. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman utama selama mudik, yang sering kali disebabkan oleh pengemudi yang memaksakan diri untuk terus mengemudi tanpa istirahat yang cukup.

“Kecelakaan itu seringkali disebabkan oleh sopir yang terlalu memaksakan diri untuk terus mengemudi,” ujar Menkes Budi saat meninjau kesiapan fasilitas mudik di Pelabuhan Merak, Rabu (26/3).

Menkes Budi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berkendara, yakni beristirahat setiap lima jam perjalanan selama minimal 15 menit. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kelelahan yang dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Jika sopir memaksakan diri, respons tubuh bisa berkurang, dan hal itu menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan,” tambahnya.

Selain risiko kecelakaan, Menkes Budi juga menyoroti masalah kesehatan yang kerap dialami pemudik, seperti sakit kepala dan pusing yang sering dipicu oleh hipertensi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan masker bagi yang merasa kurang sehat.

“Bakteri dan virus dapat masuk ke tubuh jika kita tidak menjaga kebersihan. Penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan akan mengurangi risiko masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa titik layanan kesehatan. Menurutnya, pencegahan lebih baik daripada harus mengobati saat sudah jatuh sakit.

“Jika kita menjaga kesehatan dengan baik, perjalanan mudik akan berjalan lebih lancar, dan kita bisa sampai tujuan dengan selamat,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kesiapan pemerintah dalam mengelola arus mudik Lebaran 2025. Ia menegaskan bahwa persiapan mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan peningkatan fasilitas dan layanan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.

“Kami sudah mempersiapkan pengaturan libur sekolah, libur kerja, serta berbagai inovasi, termasuk mudik gratis dan layanan kesehatan,” ungkap Pratikno.

Ia juga menekankan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan mudik akan dilakukan secara ketat. Pemerintah akan terus memonitor kondisi di lapangan dan memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam arus mudik.

“Kami memastikan bahwa pada saat pelaksanaan mudik, semua fasilitas dan pelayanan akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menko Pratikno juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran mudik.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak. Semoga mudik tahun ini berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, serta semua pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kala Mudik Gratis Jadi Harapan Perantau Asal Jateng

Lama tak pernah mudik Sefti Nurwati tampak berseri-seri, saat hendak pulang ke Kabupaten Banyumas, dengan fasilitas mudik gratis. Bayang-bayang melepas rindu yang membuncah, sudah di depan mata.

Perempuan berusia 38 tahun ini, sudah 60 kali purnama tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Bertahun-tahun ia merantau di Kota Bandung.

“(Terakhir mudik) sebelum Covid 19,” kata Sefti, saat ditemui sebelum pemberangkatan mudik gratis dari Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025).

Ia mengaku senang bisa mengikuti program mudik gratis ini. Sebab, beban pengeluarannya bisa berkurang. Melalui program itu Sefti bisa kembali bertemu dengan sanak keluarganya.

Ya, Sefti merupakan satu dari 1.100-an orang dari Bandung Raya dan sekitarnya, yang terfasilitasi mudik gratis oleh Pemerintah Provinsi Jateng, kabupaten/ kota, Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Jateng, dan stakeholder lain yang terlibat. Ada 22 armada bus yang diberangkatkan pada tahun ketiga dari Kota Bandung itu.

Hal yang sama dirasakan oleh Sunarti. Perempuan berusia 60 tahun ini mengaku senang bisa mengikuti program itu. Perantau asal Kabupaten Karanganyar ini mendapatkan pengalaman pertama mengikuti program mudik gratis.

“Senang, baru sekali ini ikut mudik gratis. Harapannya tahun depan ada lagi, terima kasih sekali ada keringanan naik bus mudik gratis,” ucap dia.

Ketua Paguyuban Cah Karanganyar Rantau (Cakra) di Kota Bandung, Waluyo mengatakan, ada 50 perantau yang ikut dalam rombongan bus tersebut. Mayoritas bermata pencaharian sebagai pedagang.

Ketua Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT), Bandung Raya, Farhan Juniaji menambahkan, pihaknya selektif dalam menyaring calon peserta mudik gratis agar tepat sasaran. Sebisa mungkin ditujukan untuk kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan fasilitas mudik gratis, agar bisa pulang ke kampung halaman.

Dia merinci, peserta dari kalangan ojek online 17 persen, karyawan 17,6 persen, pedagang kaki lima 11 persen, asisten rumah tangga 11 persen.

“Sementara 41 persennya campur. Ada honorer, guru ngaji, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ujarnya.

Farhan bercerita, pada kesempatan mudik gratis kali ini mampu memberikan harapan kepada perantau yang bahkan sudah lama tak bisa pulang. Dia mencontohkan, ada keluarga yang berprofesi menjadi pemulung dari Cikarang, yang telah lima tahun tak bisa mudik.

“Lalu dijemput, diantarkan relawan kami ke Bandung. Alhamdulillah, bisa mudik ke Jateng,” kata Farhan.

Ke depan, pihaknya berharap fasilitas armada bus mudik gratis bisa ditambah untuk keberangkatan dari Bandung Raya, oleh instansi pemerintahan, maupun donatur lain.

“Karena banyak teman belum terangkut, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Yang untuk Rembang, Pati, Blora, Kudus, belum ada armadanya. Mari berdoa, supaya tahun depan lebih banyak lagi para donatrur bus,” kata Farhan.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dalam kesempatan itu berinteraksi dengan para pemudik, sebelum memberangkatkan mereka.

“Nanti uangnya bisa buat modal lagi, untuk keluarga besarnya di kampung. Uangnya diputar di sana saja, supaya perputaran ekonomi bisa baik,” katanya.

Wagub juga menyarankan agar peserta yang pekerjaannya pemulung, untuk bisa tinggal di Jawa Tengah.

“Yang saudara pemulung, dicek nyuwun datanya masih ada tidak KTP-nya? Kalau mau tinggal di Jateng, kita fasilitasi, dilatih, sehingga kemapanan bisa dirasakan keluarga juga. Ini tugas kami,” beber Gus Yasin, sapaan wagub.

Lebih lanjut pihaknya berpesan supaya pengemudi, dan peserta mudik gratis di jalan, agar menjaga kesehatan, dan berhati-hati selama perjalanan. Selain itu, dia berterima kasih untuk semua pihak, yang terlibat dalam menyukseskan program mudik gratis tersebut.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Jateng Apresiasi Keterlibatan Swasta dalam Mudik Gratis

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi keterlibatan perusahaan swasta, yang ikut memfasilitasi masyarakat dalam program mudik gratis, pada momen Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M.

Salah satunya yang diinisiasi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indofood CBP). Mudik gratis ini menyasar kalangan pelaku ekonomi pada bidang warung makan indomie (warmindo), yang merantau di Kota Semarang, baik dari pengusaha warmindo, karyawan, termasuk keluarga mereka.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara, yang telah memfasilitasi mudik gratis bagi para perantau di Jawa Tengah.

“Dengan mudik (gratis) yang dikoordinir bareng-bareng seperti ini, maka ketertiban dan keselamatan menjadi kunci utama,” kata Sumarno, seusai melapas perjalanan ratusan pemudik dari kalangan pelaku ekonomi warmindo, di halaman Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (26/3/2025).

Sumarno berharap, ke depan perusahaan swasta bisa terus konsisten menyelenggarakan mudik gratis, dengan armada dan jumlah peserta yang terus bertambah.

Perwakilan PT Indofood CBP Sukses Makmur, Andy Afiril Awan menambahkan, kegiatan mudik gratis Indomie sudah berjalan sejak 1994. Khusus pemberangkatan tahun ini, dari Kota Semarang terdapat 550 peserta dengan armada 11 bus. Peserta mudik itu meningkat 50 orang dari tahun sebelumnya.

“Yang dari Semarang tujuannya ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kebanyakan pelaku warmindo dari masyarakat Kuningan,” kata dia.

Pelaku usaha Warmindo Burjo Holic Tembalang Kota Semarang, Didi Suwidi mengaku, selalu antusias mengikuti program mudik gratis tersebut. Dia sudah belasan kali ikut program mudik gratis.

“Saya sudah belasan kali ikut, mulai tahun 2006. Harapannya ke depan acara ini terus diadakan, dengan jumlah peserta yang lebih banyak, tujuan kota yang lebih banyak, seperti Cirebon atau Brebes,” ungkap dia.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/ kota, Baznas, Bank Jateng dan stakeholder terkait lain, memfasilitasi mudik gratis bagi masyarakat Jateng yang merantau di Jabodetabek.

Pada 2025 ini, sebanyak 289 bus disediakan untuk mengangkut 14.374 penumpang untuk tujuan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Titik pemberangkatan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Rabu (26/3/2025) ini.

Pemprov Jateng juga memfasilitasi mudik gratis bagi warga Jateng yang merantau di Jawa Barat. Terdapat 22 armada bus dengan kuota 1.096 orang, yang diberangkatkan dari Kodiklat AD Bandung, Jawa Barat.

Selain bus, mudik gratis menyediakan moda transportasi kereta api Jaka Tingkir dan Tawang Jaya, yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen-Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Ikuti Qiyamul Lail bersama 40.000 jamaah di Masjid Al-Akbar Surabaya

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, mengikuti Qiyamul Lail Malam ke-27 Ramadhan bersama 40.000 jamaah yang memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Rabu (26/3/2025) malam hingga Kamis (27/3/2025) dini hari.

“Kami bersyukur, karena MAS menjadi pilihan masyarakat untuk Qiyamul Lail dengan rapi dan tertib,” kata Ibu Khofifah yang tampak larut dalam kekhusyukan bersama ribuan jamaah Qiyamul Lail Malam ke-27 Ramadhan dengan Imam KH A Muzakky Alhafidz.

Puluhan ribu jamaah Qiyamul Lail Malam ke-27 Ramadhan di Masjid Al-Akbar Surabaya itu berasal dari berbagai daerah di Jatim dan memadati masjid hingga tumpah ruah di teras masjid, dan lantai 2 MAS, serta grand ballroom As Shofa dan Al Marwah.

Dalam tausiyah Qiyamul Lail Malam ke-27 Ramadhan, Imam MAS KH A Muzakky Alhafidz menilai Gubernur Khofifah merupakan sosok pemimpin yang selalu membersamai rakyat dalam urusan dunia dan akhirat.

“Alhamdulillah, beliau setiap malam 27 Ramadhan selalu membersamai kita semua. Semoga, beliau selalu dinaungi nikmat sehat wal afiat, dikuatkan jasmani rohani, disehatkan lahir dan bathin, sehingga mampu membawa Jatim menuju keberkahan,” katanya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga didoakan mampu membawa Jatim menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur, Jatim menjadi percontohan untuk provinsi lain di Indonesia, dan Jatim menjadi gerbang baru Nusantara.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS H Helmy M Noor menambahkan Qiyamul Lail Malam ke-27 diawali dengan “Lailatul Qiro’ah” yang menampilkan Qori/Qori’ah Nasional dan Internasional di teras dan pelataran sisi timur MAS, sekaligus penganugerahan hadiah kepada juara lomba patrol, banjari, dai muda, dan kegiatan lain dalam rangkaian “Sparkling Ramadhan MAS 2025”.

Para qori/qori’ah adalah Qoriah Cilik Annisa Az Zahra Syakira Habib (Jember), Qori Tunanetra Achmad Farid Dwi Saputra (Lamongan), Qori’ah Regional Alfina Rahma Mawatdah (Sidoarjo), Qori Nasional Ezar Mahfud (Tulungagung), Qori Internasional Dzaniyal Muhammad Chubaibillah (Jombang), dan Qori Internasional Muh. Zaki Ar Rosyidi (Malang).

“Sholat dan dzikir pada Qiyamul Lail di Masjid Al-Akbar Surabaya pada tanggal 21 hingga 30 Maret 2025 memang dipimpin dua imam besar Masjid Al-Akbar, yakni KH. Abdul Hamid Abdullah MSi dan Ust. H Ahmad Muzakky Al-Hafidz,” kata Helmy yang juga Humas BPP MAS itu.

Rangkaian Qiyamul Lail MAS dimulai pukul 01.00 – 01.30 WIB dengan Dzikir, Muhasabah dan Tausiyah, lalu pukul 01.30 – 03.00 WIB dilaksanakan Sholat Tahajud 4 rakaat 2 salam, Sholat Tasbih 4 rakaat 2 salam dan Sholat Hajat 2 rakaat 1 salam.

“Imam Qiyamul Lail pada tanggal 21, 22, 25, 26, 29 dan 30 Maret 2025 adalah KH Abdul Hamid Abdullah M.Si, sedangkan Imam pada tanggal 23, 24, 27 dan 28 Maret 2025 adalah Ust. H. Ahmad Muzakky, Al-Hafidz,” katanya.

Untuk memandu lokasi Masjid Al Akbar yang berjumlah 45 pintu, jamaah bisa mengakses aplikasi Virtual Tour 3D Masjid Al Akbar berikut ini : https://www.masjidalakbar.or.id/virtualtour/ “Kami juga menyiapkan posko kesehatan, dua mobil ambulans plus dokter dan paramedis,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HD Terima Usulan Bupati Muba Terkait Bansus Gubernur Untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang (CU) menerima audiensi Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, S.H dalam rangka silahturahmi di Ruang Rapat Gubernur Sumsel (Kamis, 27/3/2025).

Audiensi ini juga bertujuan untuk menyampaikan permohonan pendanaan Bantuan Khusus (bansus) untuk pembangunan di Kab. Musi Banyuasin. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, S.H.

Merespon permohonan tersebut HD mengatakan bahwa ada tiga kelompok program yang bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yaitu Super Prioritas, Prioritas dan Reguler/Berkesinambungan.

“Kita menggolongkan ada tiga kelompok program yang akan dibantu yang sifatnya Super prioritas, Prioritas, dan Regular/berkesinambungan”, tuturnya.

Dilanjutkan HD Program Super Prioritas adalah program – program mendesak yang baik dari pemerintahan sebelumnya yang mangkrak dan Pemprov sumsel siap membackup program tersebut. Yang kedua janji kepala daerah terpilih yang sama dengan janji gubernur yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

“untuk prioritas adalah janji – janji yang tertuang pada dewan, yang berjangka panjang tapi strategis, misalnya pengumpan ke jalan provinsi yang mengakibatkan komoditas jadi mahal karena tidak diperbaiki. nah yang seperti ini kita backup”, ungkap HD.

Sementara itu, untuk yang kategori berkesinambungan HD menjelaskan bahwa program ini merupakan segala sesuatu yang sifatnya berjalan umum yang tetap bisa dibantu asal masuk kriteria dan terverifikasi.

Adapun rekapitulasi usulan bantuan khusus tahun 2025 yang disampaikan yaitu Bidang Infrastruktur sebesar Rp482.080.770.035, Bidang Pendidikan sebesar Rp37.600.000.000, Bidang Energi sebesar Rp56.592.000.000, dan Bidang Olahraga sebesar Rp15.270.319.000.

Mengakhiri pertemuannya HD mengintruksikan Pemerintah Kab. Musi Banyuasin untuk berkoordinasi dengan OPD terkait dalam mengkomunikasikan usulan tersebut.

“Saya harap ini dapat dilaksanakan tertib administrasi dan akuntabel. Untuk teknis silakan nanti tim dari muba berkoordinasi dengan tim pemprov sumsel untuk diverifikasi”, tutupnya mengakhiri pertemuan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pererat Sinergi Wali Kota Cimahi Buka Bersama Babinsa dan Bhabinkatibmas

Wali Kota Cimahi Ngatiyana beserta jajaran terkait melaksankan kegiatan Buka Bersama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) Se-Kota Cimahi, Rabu 26/03/25.

Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh para Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah Kota Cimahi. Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan apresiasi atas dedikasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan.

“Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Kami sangat mengapresiasi peran mereka dalam menjaga keamanan serta membantu masyarakat dalam berbagai situasi,” Ungkapnya.

Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Kota Cimahi, TNI, dan Polri untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Cimahi Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menyampaikan berbagai pengalaman mereka di lapangan serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News