Beranda blog Halaman 1132

Menjelang Libur Lebaran, Menteri Nusron Umumkan Kantor Pertanahan Tetap Buka Layani Masyarakat

Menjelang libur Lebaran, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengumumkan bahwa Kantor Pertanahan (Kantah) tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun sebagian besar pegawai mulai bekerja dari mana saja atau _work from anywhere_ (WFA) pada Senin (24/03/2025), Kantah tetap membuka layanan melalui program Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN).

“Kami di Kementerian ATR/BPN sudah terbiasa membuka layanan di hari Sabtu dan Minggu, terutama di kota-kota besar. Ini karena banyak masyarakat kelas menengah yang bekerja di kantor atau pabrik baru punya waktu mengurus sertipikat tanah saat akhir pekan,” ujar Menteri Nusron Wahid di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/03/2025) lalu.

Menurutnya, dibandingkan hari kerja, animo masyarakat justru lebih tinggi saat layanan dibuka pada akhir pekan. Oleh karena itu, mulai H+3 Lebaran, Kantah akan tetap beroperasi dengan sistem kerja bergilir, namun tidak semua pegawai akan masuk secara bersamaan, melainkan bergantian agar tetap bisa menikmati libur Lebaran.

“Mulai tanggal 2 sampai dengan 7 April, Kantah yang di daerah destinasi mudik akan dibuka pelayanannya. Untuk lokasi persisnya di kabupaten/kota mana saja, sedang dilakukan verifikasi oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi,” ujar Menteri Nusron.

Di momen libur Lebaran ini, pelayanan pertanahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat antara lain layanan informasi dan konsultasi pertanahan; _plotting_ KW4, KW5, KW6; penerimaan berkas layanan pertanahan, dan penyerahan produk layanan yang diajukan oleh pemilik secara langsung tanpa melalui kuasa.

“Kami juga memanfaatkan momen ini untuk menyelesaikan masalah sertipikat tanah lama, khususnya KW 456, yaitu sertipikat yang terbit pada 1961-1967 yang belum memiliki peta kadastral di belakangnya. Ini berpotensi menimbulkan ketidakjelasan lokasi dan rawan sengketa. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat yang memiliki sertipikat dari periode tersebut untuk segera memigrasikan ke Sertipikat Elektronik agar peta kadastralnya langsung tercatat,” jelas Menteri Nusron.

Menteri Nusron memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan dasar di Kantah tetap berjalan.

“Jangan khawatir, di momen Lebaran ini Kantor BPN tetap buka untuk memberikan layanan, meskipun mungkin tidak sepenuhnya sempurna, tetapi minimal pelayanan dasar tetap tersedia,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Karang Taruna Kelurahan Pademangan Timur Sukses Gelar Pesantren Kilat Serta Santunan Yatim/Piatu

Karang Taruna Kelurahan Pademangan Timur (KATAR PADTIMURA) menggelar Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H Serta Santunan Anak Santri, Yatim/Piatu pada hari Minggu, (23/3/2025) di Mesjid An – Nur RW 004 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara.

Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H Serta Santunan Anak Santri, Yatim/Piatu digelar mengangkat tema “Indahnya Ramadhan Menyatukan Hati, Menguatkan Iman”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Sigit Purnomo, S.AP., S.H Selaku Anggota DPR – RI Fraksi PAN, Bapak Suhardiman selaku Lurah Kelurahan Pademangan Timur, Bapak Hendri Selaku Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Pademangan Timur, Ketua RW 004 Bapak H. Sutikno, Mas Tino Chiputra W Selaku LMK RW 004 Kel. Pademangan Timur, Bapak H. Paijo Selau DKM Masjid An – Nur lalu Dari unsur kepolisian (Polsek Pademangan) hadir juga dalam hal ini bapak Aipda Novi Setiyawan & Aiptu Taufik Hidayat Selaku Bhabinkamtibmas Kel. Pademangan Timur.

Kemudian dari unsur Karang Taruna hadir Bendahara Karang Taruna Kecamatan Pademangan Bung Wiky Rikamza, S.H, M.H dan seluruh pengurus Unit Kerja Karang Taruna RW 01 – 012 Pademangan Timur.

Pak Hendri selaku Sekretaris Lurah Kelurahan Pademangan Timur mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah digelar yaitu Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H Serta Santunan Anak Santri, Yatim/Piatu. Ini merupakan bentuk progres dari kepengurusan Tahun ke – 3 Karang Taruna Kel. Pademangan Timur.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Pademangan Timur Anwar Fauzi dalam sambutan nya mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut dengan lancar, Ini merupakan bentuk progres dari kepengurusan Tahun ke – 3 Karang Taruna Kel. Pademangan Timur untuk bisa lebih bermanfaat khususnya kepada Warga Pademangan Timur.

Selain itu, Menurutnya kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H Ini sangatlah luar biasa. Motivasi Awal dari kerinduan Pengurus Karang Taruna Kel. Pademangan Timur yang ingin mengingat serta merasakan kembali kegiatan semasa kanak – kanaknya yaitu mengikuti pesantren kilat Ramadhan, selain itu dengan adanya kegiatan tersebut menjadi salah satu pencegahan dan menekan tingkat kriminalitas pemuda yang ikut Tawuran di Pademangan Timur.

“Kami juga sangat termotivasi dengan ilmu yang diberikan Ustad M Naseh, S.Pdi saat dibeberapa kesempatan kegiatan sebelumnya, Allah itu Maha Kaya, jadi gaboleh ragu. Jalan terus” tutur Anwar Fauzi.

Terima Kasih Para Donatur :
Bapak Sigit Purnomo, S.AP, SH (Anggota DPR RI Fraksi PAN), Ibu Bebizie Sri Mulyati (Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN), Ibu Hj. Fahira Idris (Anggota DPD RI), PT Taman Impian Jaya Ancol, TBK, PT SAM GROUP, PT Zixta Logistik Service, H. Samsudin, Zulham Nasution, UPZ Bank DKI, PT. Multi Minggu Kreasi, The Mansion Bougenville, PT YAMAHA, Kelurahan Pademangan Timur, FKDM Pademangan Timur, Forum RT RW Pademangan Timur, LMK Pademangan Timur, Es teh Godok & Donatur individu.

Cek Artikel dan Artikel dan Berita yang lain di Google News

Indonesia Hadapi Tantangan Besar dalam Eliminasi TBC

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC). Dengan lebih dari 1 juta kasus dan 125.000 kematian setiap tahunnya, TBC menjadi ancaman kesehatan serius masyarakat. Saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia, dengan beberapa provinsi di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan sebagai penyumbang kasus tertinggi, masing-masing mencatat lebih dari 40.000 kasus.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Ina Agustina, menegaskan pentingnya akselerasi program penanggulangan TBC secara menyeluruh.

“Setiap jam, 14 orang meninggal karena TBC di Indonesia. Kita harus bergerak bersama. Jika tidak dimulai sekarang, target eliminasi 2030 akan sulit tercapai,” ujar dr. Ina dalam temu media yang digelar pada Senin, (24/3/2025).

Pada 2024, Indonesia telah mencatatkan 889 ribu notifikasi kasus TBC. Namun, pencapaian inisiasi pengobatan TBC sensitif obat (SO) masih berada di angka 81%, di bawah target 90%. Sementara itu, keberhasilan pengobatan TBC resisten obat (RO) baru mencapai 58%, jauh dari target 80%.

Untuk mempercepat eliminasi TBC, Kementerian Kesehatan menerapkan enam strategi utama, termasuk penguatan promosi dan pencegahan, pemanfaatan teknologi, serta integrasi data dengan rumah sakit dan Puskesmas.

“Kami terus memperkuat penemuan kasus dengan pemanfaatan teknologi seperti X-ray portable, Tes Cepat Molekuler, dan PCR, serta memberikan insentif dan SKP bagi tenaga kesehatan yang terlibat,” jelas dr. Ina. Inovasi lainnya mencakup e-learning TBC yang telah diakses lebih dari 491.000 tenaga kesehatan serta penerapan sertifikat kesembuhan otomatis bagi pasien.

Pemerintah juga memperkuat keterlibatan lintas sektor dengan mendorong pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) sebagaimana amanah dari Perpres No. 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Saat ini TP2TB di 21 provinsi dan 142 kabupaten/kota. Kolaborasi dengan kementerian/lembaga, komunitas, media, serta pemanfaatan dana desa menjadi bagian penting dalam upaya ini.

“Eliminasi TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Kita butuh keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media,” tambah dr. Ina.

Peran Pemerintah Daerah dalam Eliminasi TBC
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diwakili oleh Dr. TBC. Chaerul Dwi menegaskan komitmen pemerintah dalam menurunkan kasus TBC sebesar 50% dalam lima tahun melalui Program Quick Win. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis serta penurunan jumlah kasus secara signifikan.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam kebijakan penanggulangan TBC. Kami mendorong agar setiap daerah dapat menyesuaikan perencanaan dan anggarannya untuk mengatasi masalah ini. Jangan sampai keterbatasan anggaran menjadi kendala,” tegas Dr. Chaerul.

Pada 2025, target nasional yang harus dicapai meliputi 90% deteksi kasus, 100% inisiasi pengobatan, serta tingkat keberhasilan pengobatan di atas 80%. Pencapaian target ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus dan kematian akibat TBC secara signifikan.

“Pencegahan dan pengobatan TBC harus menjadi prioritas utama. Tanpa kebijakan yang kuat dan anggaran yang memadai, target tersebut sulit dicapai. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memastikan alokasi anggaran yang tepat,” tambah Dr. Chaerul.

Peran Komunitas dalam Eliminasi TBC
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Deputi Perwakilan WHO di Indonesia, dr Momoe Takeuchi mengapresiasi Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan, atas upaya yang dilakukan selama ini. Momoe juga mengakui kepemimpinan Kementerian Dalam Negeri dalam memperkuat keterlibatan pemerintah daerah – yang merupakan suatu langkah penting dalam mengubah strategi nasional menjadi dampak di tingkat lokal.

“Karena kita tahu: Mengakhiri TBC tidak hanya soal kesehatan. Mengakhiri TBC juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan hak asasi manusia. Itulah mengapa keterlibatan masyarakat merupakan inti dari upaya mengakhiri TBC,” kata Momoe

Perwakilan komunitas TBC, dr. Henry Diatmo, menekankan pentingnya peran komunitas dalam upaya eliminasi TBC. Saat ini, komunitas menjalankan enam kegiatan utama dalam program 2024–2026, termasuk investigasi kontak, skrining populasi berisiko tinggi, pendampingan pengobatan, serta monitoring berbasis komunitas melalui platform Lapor TBC.

“Program komunitas TBC telah menjangkau 160 kabupaten/kota dan akan diperluas menjadi 229 wilayah pada tahun 2025. Dari wilayah intervensi di 150 kabupaten/kota, komunitas berhasil berkontribusi sebesar 29% terhadap total kasus yang ter-notifikasi,” jelas dr. Henry.

Capaian terapi pencegahan TBC (TPT) juga meningkat signifikan, dengan 81,2% kontak rumah tangga telah memulai TPT. Komunitas juga berperan dalam mendampingi pasien selama pengobatan melalui konseling, pemantauan minum obat, hingga pendampingan digital. Beberapa daerah seperti DIY dan Kalimantan Barat bahkan telah memberikan insentif serta bantuan transportasi bagi kader komunitas.

Meski banyak praktik baik telah dilakukan, tantangan terbesar masih terletak pada aspek pendanaan. Komunitas mendorong pemerintah untuk mengalokasikan pendanaan nasional yang stabil serta melibatkan sektor swasta dalam investasi alat diagnostik, teknologi digital, dan program CSR. Dukungan perlindungan sosial bagi pasien TBC juga dinilai penting agar mereka dapat menjalani pengobatan hingga sembuh.

Dalam momentum Hari TBC Sedunia, komunitas mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga individu untuk bersatu dalam eliminasi TBC.

“Saatnya bertindak. Bersama kita bisa mengeliminasi TBC,” tegas dr. Henry.

WHO menetapkan target eliminasi TBC dengan menurunkan insidensinya menjadi kurang dari 1 kasus per 1 juta penduduk pada tahun 2050. Untuk mencapai target ini, diperlukan berbagai strategi, salah satunya pengembangan dan adopsi vaksin yang lebih baik untuk pencegahan TBC.

Prof. Erlina selaku peneliti utama nasional vaksin TBC mengatakan, vaksin TBC kandidat M72/AS01E saat ini dalam uji klinis fase 3 global yang dimulai Maret 2024. Uji coba ini berlangsung di lima negara, termasuk Indonesia, dengan melibatkan hingga 20.000 peserta, termasuk individu dengan HIV.

“Peserta menerima vaksin atau plasebo dalam uji coba tersamar ganda untuk menilai efektivitas dan keamanannya. Jika berhasil, M72/AS01E bisa menjadi vaksin pertama dalam lebih dari satu abad yang mencegah TBC paru pada remaja dan dewasa,” ujar Prof. Erlina.

Ia menambahkan vaksin ini telah dikembangkan sejak awal 2000-an dan sebelumnya menunjukkan perlindungan sekitar 50% dalam uji klinis fase 2b selama tiga tahun pada orang dewasa yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

WHO memperkirakan bahwa dalam jangka waktu 25 tahun, tingkat perlindungan ini dapat menyelamatkan 8,5 juta jiwa, mencegah 76 juta kasus baru TBC, dan menghemat biaya sebesar USD 41,5 miliar bagi rumah tangga yang terdampak TBC.

Prof. Erlina mengungkapkan, keberhasilan vaksin tidak hanya diukur dari efektivitasnya dalam uji klinis, tetapi juga dari kemampuannya menjangkau dan diterima oleh masyarakat luas. Untuk memastikan vaksin TBC seperti M72/AS01E benar-benar memberikan dampak maksimal, diperlukan perhatian serius terhadap empat aspek penting yaitu: ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan penerimaan masyarakat.

“Dengan meningkatnya beban TBC di Indonesia, upaya untuk mengembangkan vaksin yang lebih efektif harus didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, serta masyarakat luas. Vaksin M72/AS01E memberikan harapan baru dalam pencegahan TBC, sehingga memerlukan waktu dan dukungan agar dapat tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan,” Kata Prof. Erlina.

Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung penelitian dan pengembangan vaksin TBC, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC. Dengan kerja sama yang erat, kita dapat mewujudkan target eliminasi TBC pada tahun 2050 dan menciptakan masa depan yang bebas dari penyakit ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ngatiyana: Budaya Harus Dilestarikan di Tengah Kemajuan Teknologi

Dalam rangka meningkatkan sinergitas antara pelaku seni budaya dan ekonomi kreatif yang ada di kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi menggelar acara sarasehan budaya Kota Cimahi tahun 2025 di kawasan Alam Wisata Kota Cimahi Rabu, 19 Maret 2025.

Acara yang dibuka oleh walikota Cimahi Ngatiyana dihadiri oleh Wakil Wali Kota beserta perangkat daerah dan organisasi yang berkaitan dengan kesenian kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Ngatiyana menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen yang hadir dalam acara tersebut, karena kegiatan sarasehan budaya ini merupakan wujud komitmen Pemerintah dalam upaya pengembangan dan pelestarian budaya.

“Saya sangat senang dapat bersilaturahmi, bertemu langsung dengan para pegiat budaya di Kota Cimahi Insya Allah kebudayaan di Kota Cimahi akan terus kita jaga, kita lestarikan dan kita kembangkan agar tidak luruh oleh kemajuan teknologi” ungkap Ngatiyana di sela-sela acara.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia, perlindungan pengembangan dan pembinaan kebudayaan pada prinsipnya diarahkan untuk mewujudkan prinsip pembangunan sebagaimana diamanatkan pada sila kelima Pancasila.

“Kemajuan kebudayaan perlu dikelola karena budaya itu mahal, di dalamnya terkandung disiplin ilmu pengetahuan yang menerapkan estetika pemikiran dan makna serta nilai-nilai kebudayaan yang dapat mempererat tali persaudaraan” tambahnya.

Melalui sarasehan budaya Kota Cimahi tahun 2025 kita memiliki kesempatan untuk mengangkat keunikan dan potensi daerah, menguatkan branding serta untuk mengetahui lebih dekat potensi seni budaya dan menjadikannya sebagai unggulan daerah yang bernilai ekonomis.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementan Matangkan Langkah Dukung Pengembangan Kawasan Sentra Peternakan Merauke

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan Kawasan Sentra Peternakan (KSP) Merauke. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat membahas cetak biru (blue print) pengembangan KSP di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Kamis (21/3).

Agung menyampaikan bahwa pengembangan KSP bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, KSP Merauke memiliki potensi besar karena mengusung konsep pertanian terpadu Sawah, Sawit, dan Sapi (3S) yang memanfaatkan potensi alam setempat secara optimal.

“KSP Merauke dirancang dengan pendekatan skala usaha besar yang terintegrasi dari on-farm hingga off-farm. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi ternak, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan biomasa sawah dan sawit sebagai pakan ternak serta pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk,” ujar Agung.

Direktur Pakan, Nur Saptahidhayat, menambahkan bahwa ketersediaan pakan menjadi faktor kunci dalam pengembangan KSP Merauke. Dengan potensi biomasa yang melimpah dari jerami padi, bungkil inti sawit, dan pelepah sawit, KSP Merauke dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak secara berkelanjutan.

“Potensi ketersediaan pakan di Merauke sangat besar. Setidaknya 6,5 juta ton jerami padi dan 1 juta ton dedak dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, belum termasuk bungkil inti sawit dan pelepah sawit. Ini merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan peternakan yang efisien dan berkelanjutan,” jelas Nur Saptahidhayat.

KSP Merauke dirancang dengan membagi wilayah menjadi tiga zona utama: zona pembiakan, penggemukan, dan industri-permukiman dengan luas total 67.905 hektare. Pada tahun pertama pengembangan, difokuskan pada pembukaan lahan, penanaman hijauan pakan ternak, serta pembangunan infrastruktur penunjang seperti embung, shelter, kandang, dan rumah potong hewan.

Pengembangan KSP Merauke diharapkan mampu menciptakan ekosistem peternakan yang kokoh dan berdaya saing tinggi.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan peternak di masa depan,” tutup Agung Suganda.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemko Pekanbaru Sediakan Titipan Kendaraan Gratis Selama Mudik

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, telah menyiapkan tempat di komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman sebagai tempat penitipan kendaraan warga yang ditinggal mudik di Idul Fitri 1446 H/2025 M.

“Bagi masyarakat yang tidak membawa kendaraan pribadi untuk mudik, itu bisa dititipkan di MPP,” kata Wakil Walikota Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch, usai rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Senin (24/3/2025).

Ia menyampaikan, nantinya ada petugas yang standby 24 jam guna menjaga kendaraan warga yang dititip di MPP selama mudik Idul Fitri.

“Penitipan tanpa dipungut biaya. Gratis,” tegas Markarius.

Untuk itu, bagi warga yang ingin menitipkan kendaraan di MPP, mereka tinggal datang dan berkoordinasi dengan petugas yang bertugas di MPP.

“Jadi tinggal datang aja ke MPP. Ada petugas standby 24 jam,” ungkap Markarius.

Selain di MPP, lanjut dia, warga juga bisa menitipkan kendaraan yang ditinggal mudik di kantor-kantor polisi terdekat. “Kata pak Kapolresta juga menyiapkan di tiap-tiap polsek untuk penitipan kendaraan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Jateng Hapus Tunggakan dan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan keringanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk warganya. Keringanan itu berupa program pembebasan atau penghapusan tunggakan nilai pokok pajak beserta denda yang berlaku.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan, program itu berlaku mulai 8 April hingga 30 juni 2025 mendatang. Sasarannya, wajib pajak yang belum menyalurkan pembayaran PKB dalam periode sekian tahun ke belakang.

Kemudahan itu dilandaskan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 31 tahun 2024 tentang pengelolaan piutang daerah. Dari penerapan relaksasi pajak berlandaskan pergub tersebut, diharapkan akan merangsang penyaluran piutang PKB sekira Rp2,8 triliun di Jateng.

Untuk mendapatkan keringanan tersebut, masyarakat bisa mendatangi langsung ke Samsat terdekat, kemudian membayar pajak berjalan tahun ini (2025). Dengan membayar pajak untuk tahun 2025 di periode program yang diberlakukan, maka PKB dan denda yang belum ditunaikan pada tahun-tahun sebelumnya akan dihapuskan.

Baca juga: Gubernur Jateng Targetkan RSUD Dr Moewardi Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

“Kita akan lakukan penghapusan pokok pajak PKB dan dendanya, tetapi dengan batas waktu. Dan ini harus cepat. Karena apa? Hanya kesempatan ini yang kita berikan,” beber Luthfi, ditemui di kantornya, Senin (24/3/2025).

Dengan adanya program tersebut, imbuhnya, masyarakat merasa diringankan pajaknya, sementara Pemprov Jateng tetap peroleh pendapatan dari sektor tersebut.

Luthfi menyatakan, telah melakukan rapat dengan lintas sektor untuk sosialisasi program tersebut. Di antaranya dengan kepala daerah, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng, hingga Jasa Raharja.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Jateng, Triadi menambahakan, sebagai bentuk dukungan ke Pemprov Jateng, instansi tersebut menghilangkan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bapenda Jateng, Nadi Santoso, menambahkan, potensi PKB di Jateng ada sekira 12 juta objek kendaraan. Dari jumlah tersebut, sekitar 5 juta unit kendaraan belum dibayarkan pajaknya.

“Capaian pendapatan PKB triwulan pertama 2025, sudah mencapai 20 persen,” kata dia.

Pihaknya terus mengupayakan sosialisasi kepada masyarakat untuk membayar pajak, salah satunya melalui program relaksasi pembebasan tunggakan dan denda, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai salah satu mitra pembayaran PKB Pemprov Jateng, dan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cabai Rawit Merah Tembus Rp85 Ribu, Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pasokan

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, membeberkan strategi untuk menekan sejumlah kenaikan harga bahan pokok, yang sudah melampaui harga acuan pemerintah (HAP).

Caranya, kata dia, dengan pemerataan pasokan pangan antardaerah kabupaten/ kota, berbasis potensi wilayah. Baik untuk bahan pangan sepeti daging, telur ayam ras, cabai, kentang, bawang merah, dan lainnya.

“Ini untuk menghindari inflasi, dengan memaksimalkan potensi wilayah. Jadi koordinasi antardaerah,” kata Luthfi, di sela Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring, Senin (24/3/2024).

Rapat yang juga dilakukan secara regional di kompleks Kantor Gubernur Jateng itu, diikuti anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca juga: Gubernur Jateng Beri Karpet Merah untuk Investor, Asalkan Syarat Dipenuhi

Dalam strategi itu, Luthfi mencontohkan, apabila suatu kabupaten/ kota punya kekhususan produksi pangan tertentu, maka disesuaikan kebutuhan daerah lain yang kurang.

“Kalau harga bawang merah tinggi, hasil (panen) di Brebes digeser (daerah lain). Cabai juga geser, tinggal koordinasi kebutuhan logistiknya kita. Saya yakin, dinas kita bisa intervensi ke sana, sehingga bisa pemerataan,” sorot gubernur.

Menurutnya, dengan pemerataan kebutuhan pangan itu, deviasi harga bahan pokok antarwilayah bisa diintervensi langsung. Dengan begitu, inflasi akan mudah dikendalikan.

“Kita harus bisa, selama ini kan itu jadi kendalanya,” beber Luthfi.

Adapun terkait adanya gejolak kenaikan harga untuk sejumlah komoditas saat ini, imbuhnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi. Di antaranya, bertambah konsumsi masyarakat jelang momen Hari Raya Idulfitri.

Faktor lainnya, terang dia, curah hujan tinggi dan hama patek. Situasi itu tak hanya berdampak pada harga di Jateng, melainkan juga kenaikan harga secara nasional.

“Harga bapokting (bahan pokok penting) kalau dilihat dari HAP, tidak terlalu naik signifikan, kecuali cabai rawit merah keriting yang mencapai Rp85 ribu,” ujar Luthfi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, hama patek di sejumlah daerah dan curah hujan tinggi berdampak pada kuantitas dan kualitas hasil panen. Secara nasional, curah hujan tinggi, terjadi di Jateng, Sulawasi Selatan, dan Papua Tengah.

“Posisi Jateng saat ini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) 2,23 persen. Pemicunya cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras,” terang dia.

Amalia membeberkan, ciri inflasi Ramadan 2024 dan 2025 hampir sama. Di antaranya pada daging ayam ras, dan bawang merah saat Lebaran.

“Tahun ini sampai pekan ketiga, yang perlu diwaspadai (inflasinya) cabai rawit,” ucap dia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mensos Gus Ipul Ungkap Opsi Guru untuk Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan ada sejumlah opsi soal guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat. Opsinya, guru tersebut bisa lewat penugasan dari ASN atau guru yang telah bersertifikat pendidikan profesi guru.

“Itu yang dua itu yang masih dimatangkan,” kata Gus Ipul di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/3/2025). Dia menuturkan perencanaan perekrutan guru dan kurikulum Sekolah Rakyat sudah mencapai tahap final. Satgasnya dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

“Kurikulumnya sudah cukup matang yang memimpin adalah Dikdasmen,” ujarnya. Ia juga memastikan tata kelola Sekolah Rakyat dengan sekolah-sekah lainnya tidak akan ada kesenjangan. Sebab, pengelolaan Sekolah Rakyat juga bekerja sama dengan kementerian lain. “Dikti juga, Kementerian Dikdasmen. Jadi ini juga adalah sekolah pemerintah gitu. Yang penyelenggaranya pemerintah, jadi kita keroyokan,” katanya.

Ia mengatakan saat ini terdapat 53 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026. Adapun sebanyak 82 Sekolah Rakyat masih dalam tahap asesmen bangunan hingga tanah. Ia menyebutkan saat ini memang ada 200 titik usulan bangunan atau lahan kosong dari Pemda untuk Sekolah Rakyat.

“Jumlah sekarang ada 82 yang sedang akan dimulai proses asesmennya oleh Pekerjaan Umum (PU),” katanya. Dalam pembangunan Sekolah Rakyat, kata Gus Ipul, pemerintah tak hanya menggunakan APBN tapi juga akan melibatkan swasta untuk membangun sarana dan prasarana.

“Sarana prasarana nanti yang membangun PU, bukan kementerian sosial, yang membangun adalah PU,” katanya. Ia mengatakan saat ini masih menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan Sekolah Rakyat. Perhitungannya akan disesuaikan dengan biaya operasional per orang.

“Jadi, per orang itu berapa nanti kami sampaikan,” katanya. Lebih lanjut, menurutnya, tiap wilayah akan memiliki perhitungan yang berbeda. Sebab, ada jenjang pendidikan yang berbeda. “Kalau SMA, SMP, SD kan beda-beda ya, belum sama maksudnya, setiap daerah indeksnya berbeda-beda,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Sumut Bobby Nasution Lantik Dua Pajabat Tinggi Pratama

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik dan mengambil sumpah/janji dua orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Kota Medan, Senin (24/3/2025).

Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah, Abdul Haris Lubis sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut. Kemudian, Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.

Pada pelantikan ini, Bobby Nasution menekankan beberpa poin penting bagi seluruh pejabat dan juga ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk dapat difahami dan juga diimplimentasikan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarkat.

Bobby Nasution meminta pada seluruh ASN untuk dapat bekerja secara ikhlas dan profesional dalam melaksanakan tugas, baik dalam pelayanan administrasi dan juga pelayanan lainnya.

Seluruh penjabat Tinggi Pratama juga diminta untuk dapat menajalankan program sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

“Saya minta program ini dapat diartikan dalam setiap aspek dan bidang di dinas masing-masing dalam upaya memberikan pelayanan pada masyarakat,” ucap Bobby Nasution.

Beberapa poin penting lainnya yang diingatkan Bobby Nasutian yakni jangan mengedepankan ego sektoral dan juga jangan mengagung-agungkan jabatan. “Selamat menjalankan tugas, semoga tugas dan jabatan yang diemban dapat dijalankan secara amanah,” katanya.

Hadir pada pelantikan ini Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Effendy Pohan dan OPD Sumut.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News