Beranda blog Halaman 1143

Perlancar Arus Mudik, Jembatan Pulau Balang Dibuka Satu Arah

Dalam upaya memperlancar arus mudik dan arus balik Lebaran 2025, Jembatan Pulau Balang akan dibuka sementara dengan pemberlakuan satu arah.

Pengumuman itu disampaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) usai peninjauan kelayakan fungsional jalan bersama sejumlah pihak terkait pada Jumat, 21 Maret 2025.

Peninjauan dilakukan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim.

Selain Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B dan 5A juga difungsionalkan sementara sebagai jalur alternatif selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini dengan sistem satu arah dan sejumlah ketentuan teknis.

Adapun jadwal dan rute penggunaan Jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang di antaranya sebagai berikut:

Arah Balikpapan → Penajam Paser Utara: Dibuka 24–31 Maret 2025 via Jalan KKT Kariangau.

Arah Penajam Paser Utara → Balikpapan: Dibuka 1–7 April 2025 via Batas Kalimantan Selatan.

Penggunaan jalan tol ini hanya diperbolehkan untuk kendaraan Golongan I (sedan, jip, dan minibus) pada pukul 06.00–18.00 WITA, dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Demi keamanan BBPJN Kaltim akan menyiapkan rambu lalu lintas, barrier, serta pengelolaan hazard untuk memastikan keselamatan pengendara selama jalan tol difungsikan.

Pemberitahuan kepada masyarakat akan dilakukan melalui media sosial dan papan informasi yang disebar di titik-titik strategis.

Selain itu, demi menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik, pengamanan akan dikoordinasikan dengan Kapolres Balikpapan dan Kapolres Penajam Paser Utara.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Kalimantan Timur selama momentum mudik Lebaran 2025.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Lucky Hakim Support Indramayu Tuan Rumah Babak Kualifikasi Porprov XV

Kabupaten Indramayu dikenal dengan gudang atlet tinju, bahkan setiap kejuaraan tinju regional dan nasional atlet tinju asal Kabupaten Indramayu selalu menorehkan prestasi yang mengharumkan Kota Mangga ini.

Fenomena dikenalnya Kabupaten Indramayu sebagai penghasil bibit-bibit atlet tinju juga diperkuat dengan rencana Kabupaten Indramayu menjadi tuan rumah perhelatan Babak Kualifikasi (BK) Cabang Tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang akan digelar antara bulan Juli – Desember 2025 mendatang.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Pengurus Cabang Indramayu, Rosidin mengatakan, sudah lama Kabupaten Indramayu tidak menggelar Kejuaraan tinju amatir. Untuk itu sebagai agenda Pertina dan keinginan masyarakat pihaknya segera menggelar kegaiatan babak kualifikasi maupun Piala Bupati dan Wakil Bupati untuk tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini pengurus bertemu dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk membahas persiapan kejuaraan baik babak kualifikasi maupun piala bupati dan wakil bupati yang semuanya akan digelar di Kabupaten Indramayu termasuk persiapan pelantikan pengurus Pertina,” kata Rosidin, sesuai bertemu Bupati di Pendopo Indramayu, Sabtu (22/3/25).

Sementara itu Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut. Prestasi dari cabang olahraga tinju harus terus menjadi tradisi bahkan ditingkatkan untuk mengharumkan nama Kabupaten Indramayu.

Bupati Lucky Hakim menambahkan, pengurus Pertina Indramayu juga diharapkan semakin serius dan profesional dalam menjalankan roda organisasi Pertina sehingga prestasi Indramayu semakin melejit bukan hanya tingkat regional dan nasional, bahkan diharapkan bisa internasional.

“Ini kebanggan kita semua, cabor tinju selalu menorehkan prestasi di berbagai event. Kesuksesan ini harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan,” pungkas Bupati Lucky Hakim.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Lucky Hakim Berikan Penghargaan Kepada Rizal, Disabilitas Hasilkan Tiga Buku

Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali memberikan penghargaan kepada masyarakat Indramayu yang telah berkontribusi bagi kemajuan Indramayu baik prestasi, pengorbanan, dan hal unik.

Penghargaan kali ini diberikan kepada Muhammad Dewana Fahrizal seorang disabilitas warga Kecamatan Indramayu yang telah melahirkan karya-karya tulis dalam bentuk buku. Penghargaan diserahkan Bupati Lucky Hakim di Pendopo Indramayu, Minggu (23/3/25).

Seperti diketahui, Muhammad Dewana Fahrizal penyandang disabilitas sejak lahir yang telah menorehkan prestasi luar biasa sebagai penulis. Hingga saat ini, dia telah menghasilkan tiga buku yang tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga mendapatkan apresiasi besar dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana mengatakan, buku-buku karya Rizal menjadi daya tarik tersendiri setiap kali diikutsertakan pada berbagai event. Terakhir Rizal ikut serta pada kegiatan ASTRA Infra Sustainable Fest pada tahun 2024 lalu. Bahkan pihak ASTRA memborong buku karya Rizal.

“Rizal ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya,” kata Aan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, Rizal telah menjadi inspirasi bagi semuanya karena dengan keterbatasan dia punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

“Ini komitmen saya terhadap masyarakat Indramayu akan saya berikan penghargaan baik itu prestasi, pengorbanan, maupun hal unik,” pungkas Bupati Lucky Hakim.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Upaya KKP Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut Kepulauan Seribu

Budidaya rumput laut pernah mengalami kejayaan di Kepulauan Seribu. Masyarakat yang dulu berjibaku dengan kegiatan tersebut, kini banyak yang beralih ke usaha lain lantaran budidaya rumput laut kurang menjanjikan keuntungan imbas serangan penyakit ice-ice salah satunya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini membuat percontohan Budidaya rumput laut di Pulau Kongsi, Kepulauan Seribu, dengan melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), sekaligus mengenalkan kembali rumput laut sebagai mata pencaharian potensial.

Percontohan Budidaya rumput laut tersebut merupakan percontohan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan yang terdapat di lokasi SMART Fisheries Village (SFV) atau desa perikanan cerdas di Pulau Kongsi. SFV di pulau ini dibangun oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP melalui Balai Riset Perikanan Laut (BRPL).

“Konsep SFV digunakan sebagai sarana pengembangan SDM baik dari aspek pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan, serta sebagai sarana inkubasi bisnis untuk mencetak startup di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Kepala BPPSDM I Nyoman Radiarta.

Kepala BRPL Luthfi Assadad mengatakan, pariwisata di Kepulauan Seribu semakin meningkat pesat, menjadi salah satu andalan pendapatan daerah, dan juga sumber nafkah bagi penduduk di Kepulauan Seribu. Di sisi lain, terdapat zonasi atau pembagian tata ruang, dimana area Kepulauan Seribu di bagian selatan memang diarahkan untuk jasa, ekonomi dan perdagangan. Sehingga area yang sebelumnya digunakan untuk Budidaya rumput laut dan penangkapan ikan, digunakan untuk kegiatan non perikanan.

“Menghadapi paradigma tersebut, kami membuat sebuah percontohan Budidaya rumput laut di perairan Pulau Kongsi untuk pengembangan SDM, dengan melibatkan kelompok pembudi daya rumput laut Pokdakan Cottoni Jaya dari Pulau Pari. Kegiatan ini mengarah kepada cara Budidaya rumput laut yang baik dengan mengacu kepada SNI Budidaya Rumput Laut, mulai dari pemilihan lokasi, seleksi bibit, penggunaan metode dan waktu tanam yang tepat, serta penanganan pasca panen untuk meningkatkan nilai tambah produk rumput laut,” jelas Luthfi.

Hanafi, Ketua Pokdakan Cottoni Jaya, menyampaikan, sepanjang tahun 2024 lalu pihaknya telah memproduksi sebanyak 8,8 ton rumput laut kering. Sebagai mitra SFV Pulau Kongsi, Pokdakan Cottoni Jaya merasa sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh SFV Pulau Kongsi. Dengan adanya pendampingan ini, hasil yang lebih besar menjadi harapan di tengah gempuran pergeseran tata guna lahan dan mata pencaharian di lingkungan masyarakat setempat.

Tommi Susilo Utomo Lamanepa, Penyuluh Perikanan Kepulauan Seribu, juga menyampaikan, sejak terbangunnya SFV Pulau Kongsi, Pokdakan Cottoni Jaya khususnya dan masyarakat Pulau Pari pada umumnya bertambah semangat dalam menjalankan aktifitas kegiatan di sektor kelautan dan perikanan. Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat juga semakin menarik karena adanya tambahan pengetahuan yang diterima oleh masyarakat mengenai Budidaya rumput laut.

Di sisi lain, percontohan Budidaya rumput laut ini juga menjadi ajang pembelajaran dalam bentuk pelaksanaan magang mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Pada 2024 terdapat 19 mahasiswa dan taruna dari enam kampus yang mengikuti magang di Pulau Kongsi. Jumlahnya meningkat pada tahun ini per Maret 2025 tercatat sebanyak 29 mahasiswa dan taruna dari tujuh kampus telah menyelesaikan magang di SFV Pulau Kongsi, yang sebagian besarnya mengambil tema rumput laut sebagai topik kegiatan magang.

Di tahun ini, peserta magang dari Universitas Brawijaya dan Universitas Nahdhatul Ulama Purwokerto mengambil tema teknik Budidaya rumput laut. Adapun mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, serta Institut Teknologi Sumatera Lampung mengambil tema pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan rumput laut.

“Para pengelola SFV Pulau Kongsi berharap, percontohan Budidaya rumput laut yang dibangun di SFV tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik sebagai percontohan penyuluhan, sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan taruna, maupun diseminasi teknologi kepada masyarakat,” harap Luthfi.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui skema kegiatan budidaya yang diserta dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tujuannya agar kegiatan tidak hanya produktif tapi juga ramah lingkungan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

BNN-P2MI Bangun Sistem Keamanan Komunitas Pekerja Migran

Bekerja di luar negeri saat ini menjadi salah satu mimpi masyarakat Indonesia. Namun, di balik peluang tersebut, ancaman kejahatan narkotika membayangi. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berkomitmen memperkuat sinergi demi melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari jeratan sindikat narkoba internasional.

Hal tersebut menjadi fokus dalam audiensi antara Kepala BNN RI Marthinus Hukom bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, yang digelar pada Kamis (20/3), di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan.

Dalam paparannya, Kepala BNN RI mengatakan besarnya minat masyarakat untuk mengadu nasib di luar negeri sering dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.

“Tercatat 106 Warga Negara Indonesia yang tertangkap karena membawa narkoba. Mereka awalnya dirayu, berawal dari mimpi ingin sukses, namun akhirnya disalurkan ke jalur yang salah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNN mengusulkan agar dibentuknya joint operation system dan joint intelligence guna memantau pergerakan orang ke dalam dan ke luar negeri. Selain itu, Kepala BNN RI juga mengusulkan adanya penguatan kerja sama di bidang publikasi serta penyuluhan dengan melibatkan struktur Kementeri P2MI hingga ke tingkat daerah.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk menghindari aktivitas yang bersinggungan dengan kejahatan narkotika,” pungkas Kepala BNN RI.

Sebelumnya, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin Nota Kesepahaman dengan BNN sejak tahun 2020 hingga 2025. Kolaborasi ini mencakup penyebarluasan informasi, peningkatan kapasitas SDM, deteksi dini penyalahgunaan narkotika, pertukaran data, hingga program-program sosialisasi bersama.

“Beberapa program prioritas yang tengah Kami jalankan, antara lain pelatihan penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi instruktur pembekalan pra-pemberangkatan (OPP), pembaruan materi OPP mengenai bahaya narkotika di negara tujuan, penyediaan layanan call center bagi PMI, serta pembuatan materi sosialisasi khusus untuk PMI,” jelas Karding.

Kedua pihak sepakat bahwa perlindungan PMI bukan hanya soal memastikan mereka bekerja secara legal, tetapi juga memastikan mereka terbebas dari pengaruh jaringan kejahatan narkotika yang mengincar mereka sebagai sasaran empuk dalam melancarkan aksi kejahatannya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bukti Transparansi Pemberantasan, BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membuktikan akuntabilitas dan transparansi pemberantasan melalui pemusnahan sejumlah barang bukti narkotika. Pada pemusnahan kedua di tahun 2025 ini, BNN memusnahkan sebanyak 122.643,96 gram sabu, 726.686,49 gram ganja, dan 4.700 butir ekstasi, setelah sebelumnya dikurangi untuk kebutuhan pengujian laboratorium, dengan rincian sabu 288,81 gram, ganja 4.668,57 gram, dan ekstasi 14 butir. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari pengungkapan 12 kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan 30 orang tersangka. Adapun rincian dari keduabelas kasus barang bukti narkotika yang dimusnahkan sebagai berikut:

1.⁠ ⁠Petugas BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika Melalui Jalur Udara
Petugas BNN bersama Bea dan Cukai Bandara Hang Nadim mengamankan 1,95 Kg sabu dari jaringan Lombok-Batam, pada Rabu (29/1). Penyelundupan narkotika melalui jalur udara tersebut berhasil digagalkan setelah petugas Bea dan Cukai memeriksa koper yang dibawa oleh tersangka berinisial S yang akan terbang ke Lombok. Dari hasil pemeriksaan petugas menemukan 13 bungkus sabu yang disembunyikan dalam lipatan celana jeans dan pakaian. Selanjutnya tersangka S beserta seluruh barang bukti diamankan oleh petugas BNN untuk proses penyidikan lebih lanjut.

2.⁠ ⁠Petuga Sita 5 Kg Narkotika Tujuan Jakarta
Penyelundupan narkotika melalui jalur udara kembali digagalkan oleh petugas gabungan BNN bersama Bea dan Cukai Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Pengungkapan berawal dari adanya kecurigaan petugas terhadap sebuah koper milik pria berinisial AH alias Hadir, penumpang pesawat dengan tujuan Jakarta. Saat penggeledahan dilakukan, petugas menemukan 20 bungkus sabu seberat 5,11 Kg di dalam koper tersebut. Kini barang bukti narkotika dan tersangka telah diamankan petugas, sementara tersangka lain berinisial I dan J yang memerintahkan untuk membawa sabu tersebut hingga saat ini masih DPO.

3.⁠ ⁠BNN Temukan 10 Kg Sabu dalam Tangki Bahan Bakar
Petugas BNN Pusat serta Bea dan Cukai kembali menggagalkan pengiriman narkotika dengan modus menyembunyikan di dalam tangki BBM. Kasus yang masih satu rangkaian dengan pengungkapan sindikat Kelompok Gagak Hitam tersebut terjadi di sekitar SPBU, Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Tangerang, Banten, pada Rabu (5/2). Petugas mengamankan dua tersangka berinisial Ja dan B bersama dengan 11 bungkus sabu seberat 10,93 Kg yang disembunyikan di dalam tangki BBM. Usai melakukan pengembangan petugas kemudian mengamankan tersangka DP dan Ju yang diketahui sebagai penerima barang haram tersebut dan masih melakukan pengejaran terhadap tersangka R (DPO) sebagai orang yang memerintahkan pengiriman sabu, yang saat ini diperkirakan telah melarikan diri ke Malaysia. Sementara itu, seluruh barang bukti dan mobil Pajero yang digunakan untuk mengangkut sabu dari Aceh menuju Jakarta telah diamankan petugas.

4.⁠ ⁠Modus Narkotika dalam Tangki Mobil
Pada Rabu (5/2), petugas gabungan BNN Pusat bersama Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Utara dan Sumatera bagian Barat menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Aceh melalui Sumatera Utara yang dilakukan oleh sindikat Kelompok Gagak Hitam. Bermula dari pemantauan petugas terhadap sebuah mobil, petugas kemudian menghentikan mobil tersebut saat berada di rest area Tebing Tinggi, Kisaran, dan membawanya ke Gedung Keuangan Negara di kota Medan. Setibanya di sana, petugas melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut dan menemukan 11 bungkus sabu seberat 10,96 Kg yang disembunyikan dalam tangki BBM mobil. Petugas kemudian mengamankan dua orang tersangka, T dan I, beserta dengan barang bukti narkotika dan satu unit mobil Pajero.

5.⁠ ⁠BNN Bongkar Gudang Ganja di Medan
Petugas BNN Pusat bersama Bea dan Cukai kembali mengungkap peredaran gelap ganja di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (12/2). Bersumber dari informasi masyarakat, petugas gabungan mengamankan tiga orang tersangka berinisial JP, S, dan RS. Ketiganya diketahui telah menyembunyikan ganja seberat 151,91 Kg di dalam sebuah Ruko kosong di kota Medan yang rencananya akan dikirimkan ke berbagai kota di Pulau Sumatera dan Jawa. Sementara dua tersangka lain dalam kasus ini, yaitu T dan IL hingga saat ini masih pengejaran (DPO).

6.⁠ ⁠BNN Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Ganja
Penyelundupan narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Kota Medan, Sumatera Utara, digagalkan petugas BNN pusat, pada Sabtu (15/2). Berdasarkan informasi masyarakat, petugas BNN melakukan pemantauan terhadap dua mobil yang sedang berjalan beriringan menuju kota Medan. Kemudian pada saat kedua mobil berada di area parkir sebuah toko swalayan, di Jalan Denai, Medan, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 4 karung berisi 122 bungkus daun ganja seberat 128,86 Kg yang dibalut dengan lakban coklat. Petugas kemudian mengamankan 5 orang pria berinisial A, RH, R, DA, dan S yang terdapat di dalam kedua mobil tersebut.

7.⁠ ⁠BNN Bongkar Jaringan Transporter Darat Aceh–Medan
Barang bukti narkotika berupa 89,62 Kg sabu diamankan petugas BNN Pusat bersama Bea dan Cukai, pada Selasa (18/2). Barang bukti tersebut disita dari tangan tersangka Y yang merupakan bagian dari jaringan Transporter darat Aceh–Medan. Tersangka Y ditangkap saat sedang menyerahkan sebuah mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tambahan kompartemen dalam bagasi untuk menyembunyikan 30 bungkus sabu kepada petugas towing mobil di Jalan Asrama, Kota Medan. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan di Jalan Binjai, Langkat, Sumatera Utara, dan kembali menemukan barang bukti berupa 60 paket sabu di sebuah mobil mewah dengan modus modifikasi mobil serupa saat sedang diangkut oleh towing mobil dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan untuk diangkut melalui kapal kargo menuju Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Sementara itu, hingga saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap tersangka M (DPO) selaku pengendali. Berdasarkan hasil interogasi diketahui jaringan ini telah melakukan pengiriman narkotika dengan modus tersebut sebanyak 34 kali ke berbagai wilayah di Indonesia sejak tahun 2021 hingga saat ini.

8.⁠ ⁠Ratusan Ganja Asal Aceh Tujuan Medan Berhasil Diamankan
Pada Kamis (20/2), BNN Pusat bersama BNN Provinsi Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 433 Kg ganja yang dibawa dari Kutacane, Aceh, menuju Medan. Pengungkapan berawal dari adanya informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyergapan terhadap sebuah mobil di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kota Medan. Dalam ungkap kasus ini petugas mengamankan 4 orang tersangka. Tersangka RP dan J diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara 2 tersangka lainnya berinisial HA dan RA yang diketahui merupakan pengirim narkotika tersebut diamankan setelahnya.

9.⁠ ⁠Penyelundupan Narkotika Asal Malaysia Melalui Jalur Laut
Petugas Gabungan yang terdiri dari BNN Pusat, BNN Provinsi Sumatera Utara, serta Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Utara menangkap pria berinisial R dan SK yang diketahui membawa sabu dari Malaysia menuju Kuala Tanjung dengan menggunakan kapal TKI Ilegal. Saat ditangkap pada Senin (24/2), tersangka SK diketahui sempat membuang sebuah tas berisi 4 Kg sabu dan 1,63 Kg ekstasi yang dibawanya ke dalam laut, namun berhasil diamankan petugas dengan kapal patroli Bea dan Cukai. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa R membawa sabu tersebut atas perintah S (DPO) warga Aceh yang tinggal di Malaysia.

10.⁠ ⁠Petugas Sita 15 Kg Ganja dari Jasa Ekspedisi
Peredaran narkotika dengan memanfaatkan jasa ekspedisi berhasil digagalkan petugas BNN Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (20/1). Pengungkapan berawal dari adanya laporan sebuah paket mencurigakan yang diduga berisi narkotika tujuan Jakarta. Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan dan menemukan 16 paket ganja dengan total seberat 15,04 Kg dengan penerima berinisial R yang beralamat di Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

11.⁠ ⁠BNN Provinsi DKI Bongkar Pengiriman Paket Narkotika
Sebanyak 2,53 Kg ganja asal Sumatera Utara berhasil disita oleh petugas BNN Provinsi DKI Jakarta, pada Senin, 30 Desember 2024. Petugas yang sebelumnya mendapatkan informasi dari BNN Provinsi Sumatera Utara kemudian melakukan koordinasi dengan jasa ekspedisi terkait pengiriman paket narkotika tersebut. Selanjutnya pada saat paket diambil oleh pemilik berinisial SY, petugas melakukan penangkapan dan menyita paket barang bukti narkotika tersebut.

12.⁠ ⁠Ganja Seberat 10,18 Gr Gagal Edar
Berdasarkan informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkotika di wilayah Ciracas, Jakarta Timur, petugas BNN Provinsi DKI Jakarta melakukan proses penyelidikan, pada Sabtu (25/1). Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial D di Gang Kantor RW Ciracas dengan barang bukti berupa 5 plastik bening berisi tembakau sintetis dengan berat total 3,38 gram dan 1 plastik berisi ganja seberat 2,02 gram. Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan menggeledah sebuah kamar kos milik tersangka M yang merupakan teman D. Dari penggeledahan tersebut petugas kembali menyita narkotika jenis tembakau sintetis seberat 40,52 gram dan ganja seberat 9 gram. Setelah mengamankan seluruh barang bukti narkotika petugas kemudian menangkap tersangka M di halaman parkir sebuah kampus di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Melalui pemusnahan barang bukti, BNN kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Pemusnahan ini juga menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa barang bukti narkotika tidak disalahgunakan. Dari total seluruh barang bukti yang dimusnahkan, lebih dari 600 ribu orang terhindar dari potensi penyalahgunaan narkotika. BNN bersama seluruh jajaran penegak hukum bertekad untuk terus berupaya keras dalam mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika guna melindungi segenap masyarakat serta menjaga keberlangsungan bangsa dan negara dari ancaman dampak buruk narkotika.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Nusron Bertemu Kepala Daerah se-NTT: Perkuat Kolaborasi Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengadakan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, para Bupati, dan Wali Kota se-NTT, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (20/03/25).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Nusron menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam kebijakan pertanahan, Reforma Agraria, Pengadaan Tanah, serta tata ruang.

“Ada empat tugas utama Kementerian ATR/BPN, yaitu kebijakan dan layanan pertanahan, Reforma Agraria, Pengadaan Tanah, serta kebijakan dan layanan tata ruang. Tidak semua daerah memiliki semua aspek ini, tetapi kebijakan dan layanan tata ruang pasti ada di setiap wilayah,” ujar Menteri Nusron.

Menteri Nusron menyoroti pentingnya peran kepala daerah dalam pelaksanaan Reforma Agraria dan Pengadaan Tanah untuk proyek strategis nasional. “Gubernur, Bupati, dan Wali Kota adalah Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di daerah masing-masing. Reforma Agraria ini harus berjalan baik, termasuk dalam pendistribusian tanah kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menekankan, Pemda memiliki peran penting dalam menentukan objek Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). “Bupati wajib menentukan objek TORA, seperti HGB, HGU, atau Hak Pakai yang sudah habis dan tidak diperpanjang dalam dua tahun. Itu bisa dibagikan ke masyarakat agar tidak terjadi penjarahan. Selain itu, ada kewajiban 20% dari HGU yang bisa dibagikan karena perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelas Nusron Wahid.

Di samping itu, optimalisasi data pertanahan melalui integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) Tanah dengan Nomor Objek Pajak (NOP) juga perlu dilakukan. Kedua hal tersebut menurut Menteri Nusron bisa menambah pendapatan daerah, sehingga perlu segera disinkronkan.

Gubernur dan bupati juga diminta ikut membantu pemutakhiran sejumlah bidang tanah di Indonesia yang masih masuk kategori KW 456, yaitu sertipikat yang terbit antara tahun 1960–1971, namun belum memiliki peta kadastral. Secara khusus, ia juga meminta agar para kepala daerah memerhatikan soal pendaftaran tanah adat di NTT.

Lebih lanjut, Menteri Nusron menjelasakan kepada Gubernur dan Kepala Daerah se-NTT yang hadir bagaimana peran Pemda dalam mendukung modern land administration paradigm yang mencakup land tenure, land value, land use, land development, hingga cadastre. Dengan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah, ia berharap dapat menjadi kunci dalam modernisasi administrasi pertanahan serta optimalisasi tata ruang di NTT.

Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTT beserta jajaran.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menhub Dudy Pastikan Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa tidak ada terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Merak pada Minggu (23/3) malam. Dalam kunjungannya bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Menhub Dudy menegaskan bahwa sistem pengelolaan arus mudik berjalan dengan baik dan kebijakan yang diterapkan telah efektif dalam mengurai kepadatan.

“Kami datang ke sini untuk memastikan kesiapan ASDP dalam menyambut para pemudik, dan saya pastikan bahwa hingga malam ini tidak ada penumpukan di Pelabuhan Merak. Dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA), kami melihat penyebaran arus mudik lebih merata, sehingga kepadatan dapat diantisipasi dengan baik,” ujar Menhub Dudy di Pelabuhan Merak, Senin (24/3) dini hari.

Menhub menegaskan kembali bahwa dengan langkah-langkah yang telah diambil, arus mudik di Pelabuhan Merak dapat berjalan lancar dan terkendali. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman dan nyaman,” pungkasnya.

Menurut survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), pergerakan pemudik diperkirakan terjadi mulai tanggal 21 Maret dan terus meningkat hingga H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025. Namun, dengan pemberlakuan kebijakan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga institusi, diharapkan pergerakan pemudik tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan.

Kakorlantas Polri yang turut serta dalam peninjauan ini juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat telah dimulai sejak 23 Maret dengan fokus pengamanan di jalur mudik, termasuk di Pelabuhan Merak.

“Hari ini merupakan hari pertama Operasi Ketupat 2025, dan kami melihat bahwa sistem di Pelabuhan Merak berjalan dengan baik tanpa adanya antrean panjang. Kebijakan WFA memberikan dampak positif, terbukti dari tren kenaikan volume kendaraan yang lebih merata, dengan akumulasi kenaikan sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kakorlantas.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun Korlantas, lalu lintas di jalan tol dan arteri juga mengalami kenaikan signifikan, dengan peningkatan 37% pada H-10 dan 22% pada H-9. Hal ini menjadi indikator bahwa pola perjalanan pemudik mulai lebih tersebar dan tidak terfokus pada satu waktu tertentu, sehingga dapat membantu menghindari penumpukan dan kemacetan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menambahkan bahwa pihaknya mengikuti semua kebijakan yang telah disepakati bersama. “Kami melihat adanya tren kenaikan jumlah pemudik dibandingkan tahun lalu. Data menunjukkan bahwa H-10 tahun ini mengalami kenaikan 14,7% dibandingkan tahun lalu, sedangkan pada H-9 terjadi lonjakan hingga hampir 80%. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan WFA dan perpanjangan masa libur memiliki dampak positif dalam penyebaran arus mudik,” jelas Heru Widodo.

Selain meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Menhub bersama Kakorlantas Polri juga meninjau arus angkutan barang di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegoro pada Senin dini hari (24/3). Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran angkutan barang setelah diberlakukannya pengalihan angkutan barang dari Pelabuhan Merak.

Turut hadir pada tinjauan ini Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi dan Direktur Utama Jasa Raharja Rivani Achmad Purwanto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan hingga Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Jakarta sepanjang hari ini akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, cuaca pada pagi hari diprediksi berawan di sebagian besar wilayah, termasuk Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan ringan.

Memasuki siang hari, kondisi cuaca tidak mengalami banyak perubahan. Jakarta Selatan masih berpeluang diguyur hujan ringan, sedangkan wilayah lainnya tetap berawan.

Pada sore hingga malam hari, cuaca berawan diprediksi merata di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

Suhu dan Kelembapan Udara
BMKG melaporkan bahwa suhu udara di Jakarta hari ini berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara berada di rentang 69 hingga 94 persen.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan selalu memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi atmosfer.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Pastikan Suplai Gas Aman Jelang Lebaran di Sumut

Pemerintah memastikan pasokan gas untuk lebih dari 46 ribu keluarga di wilayah Medan, Sumatera Utara aman dan terkendali masa Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Tak hanya gas, juga termasuk pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, maupun listrik tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan kerja guna memastikan infrastruktur energi beroperasi optimal.

Erika meninjau langsung jaringan gas rumah tangga dan berdialog dengan petugas serta manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Glugur dalam memastikan kelancaran distribusi gas berjalan.

“Mewakili Bapak Menteri ESDM, hari ini saya berada di Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan sektor energi dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Jaringan gas rumah tangga di Sumatera bagian utara ini cukup banyak, sekitar 46.000 sambungan,” ujar Erika di Medan, Minggu (23/3).

Erika melanjutkan, pasokan gas untuk wilayah Sumatera Utara bersumber dari Lhokseumawe Field dan Pangkalan Susu Field. Selanjutnya, didistribusikan ke 46.239 rumah tangga, 435 pelanggan kecil, serta 186 pelanggan komersial dan industri.

Saat berbincang dengan sejumlah ibu rumah tangga pengguna jargas, masyarakat menyampaikan manfaat penggunaan gas bumi.

“Mereka mengatakan bahwa Jargas lebih irit dan praktis. Tidak perlu khawatir kehabisan gas di tengah memasak seperti saat menggunakan tabung elpiji,” tutur Erika.

Kondisi aman juga dipastikan untuk pasokan BBM di wilayah Sumatera Utara. Secara umum dalam kondisi aman, dengan ketahanan rata-rata 23 hari. Erika menegaskan bahwa kualitas BBM, termasuk Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo, telah diuji oleh Lemigas dan memenuhi standar mutu.

Selain itu, pengecekan volume di nozzle SPBU menunjukkan bahwa takaran BBM yang diberikan sesuai dengan standar, bahkan ada yang sedikit lebih.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas BBM yang disiapkan,” tegasnya.

Pada sektor LPG, Erika memastikan harga jual di pangkalan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp17.000 per tabung. Proses pembelian juga telah diatur dengan sistem verifikasi melalui KTP dan aplikasi resmi. Stok LPG di pangkalan terpantau aman dengan ketahanan sekitar 11 hari.

“Kami juga melakukan pengecekan berat tabung dan hasilnya sesuai dengan ketentuan, sehingga masyarakat dapat tenang menghadapi Ramadan dan Lebaran,” tutup Erika.

Dari sisi kelistrikan, kondisi di Sumatera Utara dipastikan dalam keadaan aman. Sistem kelistrikan di wilayah ini memiliki daya mampu sebesar 2.833 MW, sementara beban puncak mencapai 2.061 MW. Dengan cadangan daya sebesar 772 MW, pasokan listrik dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

“Alhamdulillah, listrik aman dengan cadangan sekitar 30%,” kata Erika.

Selain memastikan kesiapan energi, Erika juga menyoroti aspek keselamatan, terutama terkait aktivitas vulkanik di Sumatera bagian utara. Saat ini, tercatat Gunung Sinabung dan Gunung Marapi berstatus Level 2 Waspada. Mengingat kedua gunung tersebut berada di kawasan wisata, Erika mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari pos pemantauan Gunung Api.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News