Beranda blog Halaman 1284

Jembatan Busui Ambruk, Pemkab Paser Siapkan Jalur Alternatif Trans Kaltim-Kalsel Lewat Hauling

Jembatan Busui di Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, ambruk setelah ditabrak truk bermuatan, Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 02.14 WITA yang lalu. Pemkab Paser merespons cepat insiden ini dengan menyiapkan jalur alternatif untuk menjaga kelancaran akses transportasi di jalur lintas Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan.

Camat Batu Sopang, Misran, menjelaskan bahwa tim gabungan langsung bergerak mengevakuasi korban dan menangani situasi di lokasi kejadian. Namun, kerusakan pada jembatan membuatnya tidak bisa dilalui. Sebagai jalur alternatif sementara, kendaraan diarahkan melalui jalan hauling yang melewati gerbang pertigaan PT TMJ Desa Busui dan tembus ke daerah Gunung Raja.

“Jarak jalur alternatif ini sekitar lima kilometer dengan rute memutar melewati jalan hauling,” ujar Misran.Dilansir laman resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Kabupaten Paser.

Kecelakaan ini menyebabkan dua korban, yakni sopir truk dan pendampingnya. Salah satu korban mengalami luka ringan, sementara yang lainnya mengalami luka berat dan telah mendapat penanganan medis.

Kepala Dinas Perhubungan Paser, Inayatullah, menyampaikan bahwa dua titik simpangan di jalur alternatif telah dijaga oleh petugas untuk mengarahkan kendaraan. Mengingat jalur ini merupakan lintasan utama trans Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan, kendaraan logistik dan kendaraan bermuatan kecil masyarakat diprioritaskan melintas di jalur alternatif tersebut.

Namun, untuk kendaraan besar seperti trailer, truk bermuatan berat dan bus umum rute Samarinda-Banjarmasin, akan dialihkan melalui jalur Batu Licin.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan terkait pengalihan arus kendaraan besar ini,” jelas Inayatullah.

Pemkab Paser terus memantau situasi dan berupaya memastikan kelancaran akses transportasi serta keselamatan pengguna jalan di jalur alternatif.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Tinjau PELATARAN di Kanta Kota Malang, Wamen Ossy Ingatkan Jajaran Berikan Pelayanan Terbaik

Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan meninjau pelaksanaan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) yang berlangsung di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Malang, pada Minggu (19/01/25).

Di tengah peninjauan tersebut, ia menekankan kepada seluruh jajaran terkait kewajiban untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Bapak, Ibu, memang tidak mudah menyelesaikan permasalah tanah. Terlebih yang kita urus bukan tanahnya kita tapi tanahnya masyarakat. Tapi kewajiban kita untuk membantu masyarakat dan memberi pelayanan terbaik dalam tusi (tugas dan fungsi, red) dan kewenangan yang kita miliki,” terang Ossy Dermawan.

Dalam memenuhi kewajiban tersebut, Wamen Ossy melanjutkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan semakin hari semakin tinggi. Terlebih, masyarakat juga ingin pelayanan yang mereka terima harus semakin mudah dan cepat. Sehingga seluruh jajaran, khususnya di Kantah Kota Malang wajib meningkatkan mutu pelayanannya.

“Tapi perlu diperhatikan, bahwa dalam memenuhi kewajiban itu, tidak boleh juga asal-asal ya Bapak, Ibu. Tidak hanya lebih cepat, tapi juga juga harus teliti. Jangan sampai ada kesalahan-kesalahan ke depannya,” tegas Ossy Dermawan.

Usai meninjau PELATARAN, Wamen Ossy ditemani Kepala Kantah Kota Malang, Kresna Fitriansyah juga meninjau hampir seluruh ruangan yang ada di Kantah Kota Malang. Ia juga menyapa seluruh pegawai yang ada di ruangan. “Selamat bekerja, harus lebih semangat lagi. Tahun 2025 ini, mari tingkatkan kualitas pelayanan kita,” ucap Ossy Demawan mengakhiri peninjauannya di Kantah Kota Malang.

Turut mendampingi Wamen Ossy dalam kesempatan ini, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Reska Oktoberia dan Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin. Turut hadir dalam peninjauan, sejumlah Kepala Kantah Kota dan Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menyongsong 100 Hari Kinerja Menag: Inovasi dan Kepemimpinan dalam Transformasi Kementerian Agama

Tanggal 21 Oktober 2024 tercatat sebagai momen bersejarah yang sarat makna. Hari ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi menyematkan jabatan dan amanah yang besar kepada anggota Kabinet Merah Putih, dan di antara deretan nama anggota kabinet itu, ada nama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menjadi Menteri Agama atau Menag RI, yang diyakini membawa angin segar bagi Kementerian Agama, di samping beliau sebagai ulama, juga intelektual, dan tokoh moderasi beragama. Nasaruddin Umar tidak hanya dikenal karena kapasitas akademiknya, tetapi juga kepemimpinannya yang visioner dan pendekatannya yang inklusif.

Sebagai Menag yang baru dilantik dalam Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengawali kepemimpinannya dengan langkah yang menggugah perhatian, yakni memperkenalkan Retretman, sebuah program yang terinspirasi langsung dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sapaan pertama ini tidak hanya menjadi simbol penguatan relasi antara pemimpin dan jajaran aparatur, tetapi juga menandai komitmen Nasaruddin Umar untuk membawa Kementerian Agama ke arah yang lebih progresif, inklusif, dan efisien.

Bagi Nasaruddin Umar Retretman bukan hanya ruang untuk bersantai, tetapi juga menjadi momen membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan antarpegawai. Dalam organisasi besar seperti Kementerian Agama, di mana tugas-tugas administratif dan pelayanan publik sering kali menuntut perhatian tinggi, solidaritas tim menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan program.

Sebagai institusi yang menangani hal-hal terkait agama dan spiritualitas, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan. Retretman dapat menjadi sarana penyegaran mental dan spiritual bagi para pejabat kementerian agama, sehingga mereka dapat bekerja dengan semangat baru serta lebih sadar akan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dengan gaya komunikasi yang unik dan berkesan, juga dengan perpaduan kelembutan tutur kata dan ketegasan dalam prinsip, ia berhasil menciptakan kesan mendalam dalam sanubari aparatur Kementerian Agama. Gaya komunikasi ini tidak hanya mencerminkan kepribadiannya, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam memimpin kementerian yang sarat dengan tantangan.

Sebagai Menteri Agama, beliau bukan hanya dikenal sebagai ulama moderat dan intelektual yang mendalam dalam pemikiran keagamaan, tetapi juga sebagai sosok dengan kepercayaan diri yang teguh, keberanian moral, dan integritas yang tak tergoyahkan. Karakter ini menjadi modal utamanya dalam menghadapi tantangan besar di Kementerian Agama, termasuk perjuangan melawan korupsi yang sering menjadi sorotan publik, dengan melakukan penguatan ekosystem melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan lembaga terkait lainnya.

Sebagai seorang ulama yang mendalam pemahamannya tentang agama, Nasaruddin Umar memiliki kemampuan untuk berbicara dengan bahasa yang sejuk dan penuh makna. Dalam setiap pesannya, ia selalu mengedepankan nilai-nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama.

Kelembutan ini terlihat dalam cara ia menyapa aparatur Kementerian Agama. Pilihan kata-katanya sering kali mengandung pesan moral yang membangun, tanpa kesan menggurui. Dengan pendekatan ini, ia mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan didengarkan.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menakhodai Kementerian Agama (Kemenag) melalui sebuah Rencana Strategis (Renstra) yang sangat jelas, terukur, dan penuh dengan visi untuk perubahan dalam periode 2024-2029. Rencana ini tidak hanya sekadar sebuah dokumen perencanaan, tetapi juga sebuah peta jalan yang menggambarkan langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk mencapai tujuan yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks agama dan kebudayaan. Program kerja beliau menekankan pada keberlanjutan, transparansi, dan hasil yang dapat diukur, yang juga tercermin dalam indikator kinerja utama (IKU) untuk pejabat di lingkup Kementerian Agama, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Tiga bulan setelah beliau dilantik, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menunjukkan kepemimpinan yang visioner dengan menciptakan berbagai inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya dalam bidang ibadah haji dan pendidikan agama. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Agama tidak hanya berfokus pada isu-isu keagamaan, tetapi juga pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebijakan-kebijakan progresif. Dua inovasi besar yang patut mendapat perhatian adalah penurunan biaya ongkos naik haji (ONH) serta pengembangan pendidikan berbasis toleransi dan kurikulum berbasis cinta.

Salah satu keberhasilan besar yang dicapai Nasaruddin Umar dalam kapasitasnya sebagai Menteri Agama adalah kerjasamanya dengan Komisi VIII DPR-RI untuk menurunkan biaya ongkos naik haji yang telah lama menjadi beban bagi banyak calon jamaah haji. Keputusan untuk menurunkan ongkos haji ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk memastikan bahwa lebih banyak umat Muslim Indonesia dapat menunaikan ibadah haji tanpa terbebani oleh biaya yang tinggi.

Nasaruddin Umar dengan tegas menyampaikan bahwa biaya haji yang tinggi harus disikapi dengan bijak, mengingat ibadah haji adalah rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu. Melalui koordinasi dengan DPR-RI dan kementerian terkait, ia berhasil mencapai kesepakatan yang memungkinkan penurunan biaya haji, yang sebelumnya sangat mahal, menjadi lebih terjangkau. Langkah ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi lebih banyak umat Muslim untuk menjalankan ibadah haji.

Dalam konteks pendidikan, Nasaruddin Umar juga memperkenalkan pendidikan berbasis toleransi sebagai salah satu terobosan penting. Sebagai negara dengan keberagaman agama yang sangat tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan yang dapat memperkuat hubungan antarumat beragama. Nasaruddin melihat bahwa pendidikan agama yang inklusif dan mengedepankan nilai toleransi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.

Pendidikan berbasis toleransi yang dirancang oleh Nasaruddin Umar bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dipelihara. Ini merupakan langkah yang sangat strategis, mengingat ketegangan sosial yang sering kali timbul akibat perbedaan pemahaman agama. Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih menghargai keragaman dan membangun masyarakat yang lebih rukun serta saling mendukung.

Salah satu inovasi fenomenal yang diperkenalkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait dengan pendidikan berbasis toleransi adalah kurikulum berbasis cinta. Kurikulum ini tidak hanya mengajarkan aspek akademik, tetapi juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan prinsip-prinsip agama yang mengajarkan kasih sayang, empati, dan pengertian terhadap sesama, kurikulum berbasis cinta dirancang untuk menciptakan suasana pendidikan yang lebih humanis dan penuh dengan nilai-nilai positif.

Konsep ini mengajarkan bahwa pendidikan agama tidak hanya sebatas pemahaman teori dan praktek ibadah, tetapi juga tentang membentuk karakter yang penuh cinta kasih kepada sesama manusia dan alam semesta. Kurikulum berbasis cinta ini diharapkan dapat menjadi pondasi bagi generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan kasih sayang dan toleransi.

Kemudian Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar pada 3 bulan awal kepemimpinan beliau telah memperkenalkan sejumlah kebijakan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme di lingkungan Kementerian Agama. Salah satu inovasi yang cukup menarik dan berdampak signifikan adalah penerapan merit system dan talent pool dalam proses promosi jabatan di kementeriannya. Dua program ini tidak hanya mencerminkan komitmen Nasaruddin Umar untuk menciptakan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, tetapi juga untuk memastikan bahwa jabatan-jabatan penting di Kementerian Agama diisi oleh individu yang benar-benar kompeten dan memiliki potensi untuk berkembang.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar, sebagai Menteri Agama, yang senantiasa menjunjung tinggi prinsip independensi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Prinsip ini sangat terlihat dalam cara beliau membuat keputusan yang selalu didasarkan pada nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan objektivitas, tanpa terpengaruh oleh tekanan dari institusi atau individu tertentu. Sikap ini bukan hanya menunjukkan keteguhan beliau dalam menjunjung etika birokrasi, tetapi juga menggambarkan kekuatan karakter yang diperlukan untuk memimpin dengan adil dan bijaksana

Dalam beberapa kesempatan beliau menyampaikan delapan cita (asta cita) Presiden Prabowo Subianto sebagai panduan pembangunan ke depan. Berangkat dari itu, Menteri Agama juga merumuskan delapan pesan: (1) Internalisasi Nilai Agama; (2) Internasionalisasi Praktik Baik Kerukunan Umat Beragama; (3) Integritas Aparatur dan Reformasi Birokrasi; (4) Integrasi Sistem Informasi; (5) Agile seiring Transisi Kelembagaan; (6) Sukses Haji 2025; (7) Penuntasan Program Pendidikan Profesi Guru; dan (8) Kawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Delapan pesan Menteri Agama ini bukan sekadar seruan, tetapi pedoman moral dan operasional bagi seluruh aparatur di Kementerian Agama. Pesan-pesan ini mencerminkan visi besar Nasaruddin Umar untuk mentransformasi kementerian agama menjadi lembaga yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkontribusi dalam membangun bangsa yang damai, sejahtera, dan bermartabat.

Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan pelayanan, delapan pesan ini diharapkan mampu membawa Kementerian Agama menjadi garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai agama dan kebangsaan di Indonesia.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, sebagai Menteri Agama, dikenal sebagai sosok yang sangat peka terhadap isu-isu sosial dan keagamaan. Kepeduliannya terhadap berbagai masalah yang mengemuka di masyarakat, baik dalam konteks agama maupun sosial, menjadikannya sebagai pemimpin yang tidak hanya fokus pada tugas administratif kementerian, tetapi juga pada pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Salah satu pesan penting yang sering disampaikan oleh Nasaruddin Umar adalah untuk tidak “mengorang-lainkan orang lain”, yang memiliki makna mendalam terkait dengan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap sesama manusia.

Beliau juga sering menyampaikan bahwa tujuan kementrian agama adalah mendekatkan umat beragama kepada agamanya, semakin dekat umat beragama dengan agamanya maka semakin faham dengan agamanya, maka harmoni antar umat beragama akan terwujud, karena smua ajaran agama menghendaki kebaikan, cinta kasih, dan perdamaian. Jadi barometer keberhasilan kemenag ketika berhasil mendekatkan umat dengan agamanya.

Yang patut dibanggakan dari kepemimpinan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar adalah di mana Presiden Prabowo telah menyatakan akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja menteri dan wakil menteri dalam setiap enam bulan. Evaluasi ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi kerja kabinet, dengan kemungkinan reshuffle jika ditemukan kinerja yang tidak memuaskan.

Kementerian agama dibawah kepemimpinan Nasaruddin Umar menjawab dengan tegas harapan presiden, terbukti menurut survei terbaru dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Agama Nasaruddin Umar menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saifullah Yusuf memperoleh persentase kinerja sebesar 29,91%, sementara Nasaruddin Umar berada di posisi kedua dengan 23,63%, yang dilansir JawaPos.com (16/1/25) yang bertajuk Survei 100 Hari Kerja: Performa Kinerja Pemerintah dan Dinamika Sosial dan Politik Nasional yang berlangsung sejak 5-10 Januari 2025.

Di antara Menteri atau pejabat negara yang dianggap bekerja optimal selama 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam urutan 5 besar adalah: (1) Saifullah Yusuf (Menteri Sosial) 29,91%; (2) Nasaruddin Umar (Menteri Agama) 23,63%; (3) Rini Widyanti (Menteri PAN-RB) 18,76%; (4) Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet) 11,86%; dan (5) Hasan Nasbi (Kepala Kantor Komunikasi Presiden) 11,52%.

Penilaian positif terhadap kinerja Menag Nasaruddin Umar mencerminkan apresiasi publik terhadap upaya menjalankan tugas kementerian agama yang telah memenuhi harapan semua elemen masyarakat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Marak Hoaks Loker Petugas Haji, Biro HKP: Waspada, Cek Infonya di Sini!

Dalam dua tahun terakhir, marak informasi palsu atau hoaks seputar loker atau seleksi petugas haji di media sosial. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag Ahmad Fauzin meminta masyarakat untuk waspada, tidak mudah percaya, dan mengeceknya di web atau media sosial Kementerian Agama.

Ada beragam bentuk hoaks info lowongan atau seleksi petugas haji. Salah satunya pada facebook Info Terkini 2025. Akun tersebut memposting meme berlogo Kemenag, BUMN, dan Garuda dengan tulisan sebagai berikut:

Pemerintah buka pendaftaran rekruitmen haji 2025. Di dalam satu provinsi pemerintah akan memilih 100 orang untuk diberangkatkan ibadah haji. Biaya ditanggung oleh pemerintah. Daftar sekarang juga.

“Itu jelas hoaks. Waspada, cek infonya di web dan medsos Kemenag,” tegas Akhmad Fauzin di Jakarta, Minggu (19/1/2025).

Menurutnya, proses seleksi petugas haji 1446 H/2025 M, baik daerah maupun pusat, sudah dilakukan pada November – Desember 2024. Saat ini, para peserta sedang menunggu pengumuman seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tingkat pusat.

“Jadi seluruh rangkaian proses seleksi sudah berjalan. Di tingkat pusat, tinggal pengumuman hasil seleksinya,” sebut Fauzin, panggilan akrabnya.

“Sebagaimana info sebelumnya, hasil seleksi ini rencananya akan diumumkan pada Januari 2025,” sambungnya.

Fauzin mengimbau masyarakat untuk waspada pada hoaks seputar loker atau seleksi petugas haji. Apalagi jika ditawarkan untuk mengakses salah satu tautan (link) di dalamnya. Hal itu bisa juga menjadi modus pencurian atau penyalahgunaan data.

“Seleksi petugas haji 2025 sudah selesai. Tinggal pengumuman hasilnya. Waspada dengan hoaks dan modus pencurian data,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri Tegaskan Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto menghadiri Rapat Terbatas di Istana Negara membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (17/1/2025) sore.

Mendes Yandri menegaskan jika pihaknya siap untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis dengan menyiapkan anggaran Rp20 Triliun yang diambil dari Dana Desa untuk menyuplai bahan baku.

“Sesuai Permendesa Nomor 2 Tahun 2024, sekurang-kurangnya 20 persen dari total Dana Desa Rp71 Triliun yaitu Rp20 Triliun untuk Ketahanan Pangan, untuk telur, ikan, nasinya dan lain sebagainya,” kata Mendes Yandri usai ikuti Ratas.

Mendes Yandri telah laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam hal penyiapan Bahan Baku itu, pihaknya bakal maksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nantinya bakal ada Desa Padi, Desa Nila, Desa Telur Desa Jagung dan lainnya.

Untuk maksimalkan Desa menjadi penyuplai Bahan Baku Pogram Makan Bergizi Gratis, Kemendes PDT telah menyusun modul dan petunjuk teknis berdasarkan potensi yang dimiliki desa tersebut.

“Jika potensinya padi maka akan jadi Desa Padi, jadi hasil dari Desa Tematik itu akan dikumpulkan oleh BUMDes akan diserap sebagai Bahan Baku Makan Bergizi Gratis,” kata Mendes Yandri.

“Menteri Desa fokus menyiapkan Bahan Baku Makan Begizi Gratis dari Dana Ketahanan Pangan Rp16 Triliun,” tandas Mendes Yandri.

Pemerintah berencana menambah anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa menjangkau 82,9 juta penerima hingga akhir tahun.

Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mempercepat pemberian manfaat kepada anak sekolah dan ibu hamil yang menjadi target.

Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana perkirakan perlu tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun untuk menambah jumlah penerima menjadi 82,9 juta jiwa.

Saat ini, APBN mengalokasikan anggaran senilai Rp71 triliun untuk program tersebut. Anggaran tersebut hanya cukup untuk biayai pemberian MBG maksimal untuk 17,5 juta penerima saja.

Pogram MBG telah disalurkan ke lebih dari 650 ribu penerima manfaat di 31 provinsi melalui 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak dilaksanakan pada 6 Januari 2025 lalu.

Hingga April 2025, target penerima manfaat diproyeksikan mencapai 3 juta orang, dan pada Agustus 2025 ditargetkan meningkat hingga 6 juta penerima.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Nusron Ditunjuk sebagai Waka Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid ditunjuk sebagai Wakil Ketua (Waka) Bidang Penyediaan Lahan dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Bicara kapasitasnya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN sekaligus Waka Satgas, Menteri Nusron bicara pihaknya mendukung secara penuh hilirisasi dan ketahanan energi.

“Rapatnya (Rapat Satgas) akan mulai besok, besok pagi (Jumat, 17/01/25), terlebih hilirisasi ini kan bagian dari program prioritas dan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita harus support hilirisasi. Apalagi hilirisasi di sektor energi. Jadi ini double prioritas,” ujar Menteri Nusron di hadapan awak media saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN pada Kamis (16/01/2025).

Penunjukkan Menteri Nusron secara resmi tertuang dalam Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Presiden Prabowo Subianto resmi meneken Kepres tentang Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional itu pada Jumat, 3 Januari 2025 di Jakarta.

Terkait perannya dalam Satgas, Menteri Nusron berkata bahwa pihaknya merumuskan beberapa hal yang menjadi kewenangan Kementerian ATR/BPN, beberapa di antaranya adalah informasi tanah, penyediaan tanah, azas dimensi tata ruang, serta mempercepat proses-proses perizinan yang berkaitan dengan bidang pertanahan.

“Jadi prioritas pertama adalah energi, prioritas kedua adalah hilirisasi. Kita merumuskan apa saja yang menjadi kewenangan kita seperti empat hal tersebut. Kalau melihat kata kuncinya, masalah hilirisasi ini adalah percepatan. Percepatan ini supaya ada hasil dan sebagainya,” pungkas Menteri Nusron.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kunjungi Yonkav 8 Kostrad, Pasuruan, Mentrans Iftitah: Di Sinilah Cita-Cita Menjadi Menteri Terbentuk

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, Menteri Transmigrasi atau Mentrans M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyempatkan diri mengunjungi Batalyon Kavaleri 8/NSW/2 Kostrad pada hari Minggu (18/1/2025).

Kedatangan Mentrans Iftitah disambut langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo dan Komandan Batalyon Kavaleri 8 Letkol Kav Nuril. Saat masih berdinas aktif sebagai perwira TNI, Mentrans Iftitah sempat menjadi Perwira Seksi Operasi di kesatuan ini.

Dalam sambutannya, Mentrans Iftitah menyampaikan bahwa kunjungan ini didasari rasa memiliki yang mendalam terhadap Batalyon Kavaleri 8 Narasinga Wiratama, sebagai tempat yang berperan besar dalam membentuk karakter kepemimpinannya.

“Yonkav 8 adalah rumah bagi saya. Saya tidak pernah merasa meninggalkan satuan ini,” ungkapnya dengan penuh nostalgia, “Di sinilah cita-cita untuk menjadi menteri pertama kali terbentuk.”

Di hadapan para perwira dan prajurit, Mentrans Iftitah, yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo pada 21 Oktober 2024 lalu, berbagi pengalaman kepemimpinannya. Salah satunya terkait pembangunan kewilayahan di Papua, yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam dua bulan kepemimpinannya, Menteri Transmigrasi telah dua kali berkunjung ke Papua, untuk melihat dan menyerap langsung aspirasi masyarakat di sana. Saat mengunjungi Kampung Ivimahad, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, beliau menekankan filosofi pentingnya pembangunan Papua oleh putra-putri daerah sendiri. Kampung ini terletak dalam Kawasan Transmigrasi Salor, yang menjadi tempat sebagian besar lahan Proyek Strategis Nasional food estate dalam rangka swasembada pangan nasional.

“Pembangunan Papua harus dilakukan oleh orang Papua. Kehadiran tenaga ahli hanyalah untuk mempercepat proses pembangunan tersebut,” jelasnya, sambil menekankan bahwa jika diperlukan, yang akan dilakukan adalah transmigrasi lokal dari dalam wilayah pulau Papua.

Menteri menguraikan analogi telur yang menjadi filosofi kepemimpinannya. “Kalau pecahnya dari dalam, pasti akan ada kehidupan,” kata Mentrans Iftitah untuk menjelaskan bahwa perubahan yang berkelanjutan harus dimulai dari dalam.

Selama kunjungan, Menteri juga mengenang masa-masa bertugas di Yonkav 8, termasuk pengalamannya memimpin pasukan dalam operasi di Aceh. Di bawah kepemimpinannya, batalyon ini berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 600 juta untuk bantuan korban tsunami Aceh melalui program “Masyarakat Pasuruan Peduli Aceh”.

Menteri mengakhiri kunjungannya dengan memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan batalyon, termasuk pentingnya ruang diskusi perwira dan standardisasi program latihan. Beliau meyakini bahwa di bawah kepemimpinan yang baru, Yonkav 8/NSW/2 Kostrad akan terus berkembang menjadi satuan yang lebih tangguh. Kunjungan diisi juga dengan tradisi ‘joy ride’ yaitu berkeliling di sekitar batalyon menggunakan tank Scorpion. Saat menjadi Komandan Batalyon dulu, Mentrans Iftitah berinisiatif menggelar latihan malam, memanfaatkan kemampuan tank buatan Inggris ini untuk melihat di malam hari (night vision).

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kolaborasi Kementrans-Kemdiktisaintek, Viva Yoga: Kita Bangun Sekolah Unggulan Untuk Anak Transmigran

Ada beberapa kolaborasi yang dijalin oleh Kementerian Transmigrasi atau Kementrans dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi. Ungkapan demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi selepas dua kementerian di atas melakukan rapat kerja, Jakarta, 17/1/2025.

“Saya mendampingi Mentrans Iftitah Sulaiman dalam rapat kerja dengan Mendiktisaintek Prof. Dr. Ir. Satryo Soemantri Brodjonegoro”, ujarnya.

Diungkap, ada beberapa kolaborasi penting yang dijalin. Disebut, pertama, meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan transmigrasi. Menurut Wakil Ketua Umum PAN itu langkah ini penting sebab SDM yang berkualitas merupakan kunci dari pembangunan.

Kedua, Kementrans mendorong agar di kawasan transmigrasi dibangun sekolah dan atau perguruan tinggi unggul di mana siswa-siswanya adalah anak transmigran. “Kita ingin SDM yang ada di sana mampu membangun lingkungan dan daerahnya sendiri”, ujarnya. Sekolah unggulan itu salah satunya akan dibangun di Papua dengan siswa-siswanya berasal dari daerah setempat.

Ketika anak transmigran merupakan SDM unggul maka ia akan memperkuat kawasan transmigrasi yang selama ini telah berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, perekat dan pengintegrasi bangsa, lumbung pangan nasional, dan menjadi bagian untuk memwujudkan pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. “Dengan SDM yang unggul akan mempercepat kawasan transmigrasi menjadi daerah yang lebih maju, modern, serta mampu menciptakan kreasi dan inovasi baru”, ujarnya.

Terhadap keinginan untuk membangun sekolahan unggulan di kawasan transmigrasi, dikatakan oleh Viva Yoga hal demikian didukung oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro. “Beliau mendukung gagasan ini”, tuturnya.

Selanjutnya Kementrans dan Kemdiktisaintek akan berkoordinasi secara teknis apa-apa saja yang diperlukan untuk merealisasikan kolaborasi itu.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Siap Dukung Kementerian Transmigrasi, Kemendikti Siapkan Tiga Program

Kementerian Transmigrasi memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk mengembangkan ekosistem Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi.

Untuk itu Kemen Dikti Saintek siap membantu mengembangkan pembelajaran jarak jauh kolaborasi dengan perguruan tinggi setempat, mendukung beasiswa LPDP-Patriot serta pendampingan pengembangan industrialisasi di kawasan-kawasan transmigrasi.

Ini disampaikan Menteri Dikti Saintek Satrio Soemantri Brojonegoro saat menerima Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di kantornya di Jakarta (17/1).

“Ini cita-cita yang mulia. Kami siap dukung,” kata Menteri Satrio usai mendengar pemaparan Menteri Iftitah.

Dalam pemaparannya, Menteri Transmigrasi menjelaskan bahwa program transmigrasi sedang bertransformasi dari pemindahan penduduk, menjadi membangun ekosistem ekonomi baru terintegrasi, di kawasan-kawasan transmigrasi.

“Transmigrasi merupakan pionir pembangunan,” tegas Menteri Iftitah.

Transformasi ini membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia transmigran. Karena itulah Kementerian Transmigrasi mengajak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk berkolaborasi.

Pembicaraan antara kedua Menteri ini juga dihadiri oleh Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekjen Danton Munthe, sementara dari pihak Kementerian Dikti Saintek, hadir Sekjen Togar Simatupang dan Penasehat Khusus Menteri Laks. Purn. Marsetio.

Cek Arttikel dan Berita yang lain di Google News

MenTrans Iftitah: Keberhasilan adalah milik mereka yang mau bekerja keras!

Generasi muda harus kerja keras dan jangan mengeluh, jika ingin memiliki masa depan yang baik, generasi muda harus terus berusaha. Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi atau MenTrans M. Iftitah Sulaiman Suryanagara pada lebih dari 200 siswa, guru dan alumni SMA Negeri 2 Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/2). Menteri Iftitah merupakan alumni angkatan tahun 1995.

“Rasanya baru kemarin saya di sini (SMA Negeri 2 Bogor) ternyata sekarang sudah 32 tahun. Tiga dekade yang lalu saya menginjakkan kaki pertama kali di sini. Saya anak kecil dari Pandeglang, merantau jauh dari kedua orangtua, memiliki tujuan utama masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa tes dan alhamdulillah diterima,” ucap MenTrans Iftitah saat memberikan motivasi.

Duduk melingkar di lapangan, para siswa dan siswi memanggil Menteri Transmigrasi dengan sebutan Kang Iftitah, panggilan akrabnya saat sekolah dulu. Dalam suasana yang akrab dan informal, para siswa berkerumun mendengarkan Kang Iftitah membagikan kisah serta pengalamannya ketika menjadi siswa di sekolah tersebut.

Dengan detil, MenTrans Iftitah bercerita sejak awal mula daftar dan bersekolah di SMAN 2 Bogor.

“Saya ingat betul awal datang mendaftar diterima Ibu Novida namanya,” ungkapnya.

Selama 11 tahun sekolah di Pandeglang dari TK hingga SMP, MenTrans Iftitah hanya jalan kaki sejauh 300 meter dari rumah. Namun di Bogor, ia harus naik angkot tiga kali dari jalan Padjajaran untuk tiba ke SMAN 2 Bogor yang ada di Jalan Budi Agung.

Kesempatan kunjungan ini juga dimanfaatkan MenTrans Iftitah untuk nostalgia dengan lingkungan sekolah bersama kawan kawannya kala itu. Hingga saat ini Kang Iftitah masih menjalin silaturahmi dengan teman-teman seangkatannya, termasuk dengan Kang Rino, teman sebangkunya saat kelas 2 Fisika 2.

Bersama para alumni di dampingi Kepala Sekolah SMAN 2 Bogor, Bambang Aryan Soekisno Kang Iftitah dan Kang Rino berkeliling gedung sekolah sambil menyapa para siswa. Sesekali mereka bertukar canda, mengenang masa-masa indah di SMA.

“Guru guru yang tulus, penuh dengan kasih sayang membimbing kami. SMANDA jadi rumah kedua saya waktu itu saat jadi anak rantau, karena di sini saya ketemu dengan banyak teman, guru yang sangat baik,” kata MenTrans Iftitah.

Menurutnya, pengalaman adalah guru penting untuk kehidupan, sebab berkat sekolah di SMAN 2 Bogor ini dirinya bisa menjadi lulusan terbaik Akademi Militer, bisa menjalankan misi khusus di Aceh dan Lebanon, dan kini menjadi Menteri Transmigrasi.

“Bermimpilah yang besar, sebab masa depan sukses adalah milik mereka yang bermimpi dan bekerja keras, di balik kesusahan pasti ada kemudahan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News