Beranda blog Halaman 1396

Gubernur Al Haris Tegaskan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Jambi. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Penganugerahan Predikat Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Provinsi Jambi Tahun 2024, bertempat di Hotel Aston, Kota Jambi, Selasa (3/12/24).

Hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi Saiful Roswandi, beserta Jajaran, para Kepala Daerah kabupaten/kota dalam Wilayah Provinsi Jambi serta para Penerima Penghargaan.

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa terkadang pemerintah lupa untuk mengevaluasi kinerja.

“Kalau ada masalah dibawah dan ada laporan yang muncul dan temuan baru kita melakukan evaluasi dan perbaikan. Kita sering lupa bahwa kita adalah orang yang terpilih melayani publik, hari ini kita tidak bisa lagi bersembunyi dibalik kebohongan karena media sosial ini sifatnya lintas batas, dan terlihat semua dengan jelas oleh masyarakat, kita tidak bisa sembunyikan lagi, apa yang kita kerjakan semua tergambar dan tampak oleh masyarakat, apakah respon kita cepat atau lamabt dan terukur kinerjanya serta kualitas apakah masyarakat puas dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan Gubernur Al Haris, Program Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik ini menjadi barometer bagi Pemerintah Provinsi Jambi dan tentu saja seluruh instansi pemerintah maupun lembaga publik dalam wilayah Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, meningkatkan komitmen selaku penyelenggara pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat agar teguh dalam mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Hasil dari penilaian ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas dan mutu pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dan tentu saja sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, standar pelayanan publik itu harus terus kita tingkatkan, sehingga penyelenggaraan pelayanan publik sebagai amanat negara dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dasar untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Al Haris berharap bahwa sebagai penyelenggara negara, instansi pemerintah dalam wilayah Provinsi Jambi dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publiknya, melakukan kerja sesuai dan memenuhi standar pelayanan, mendorong komitmen untuk meningkatkan kompetensi penyelenggara pelayanan publik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, dalam wawancaranya dengan awak media Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keaktifan Ombudsman Republik Indonesia dalam Penyerahan Hasil Program Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024 dan melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan layanan publik, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita mengapresiasi kerja dari Ombudsman yang telah konsisten menilai setiap kinerja dan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintahan daerah, Kepolisian dan Pertanahan. Kenapa penilaian ini dilakukan, karena saat ini kita dihadapkan pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang cepat tetapi bukan hanya cepat tapi juga berkualitas. Oleh karena itu kita berharap para pejabat daerah ketika menghadapi penilaian Ombudsman yang bukan hanya memberikan apresiasi kepada siapa yang hebat, tetapi juga koreksi bagi yang lemah juga,” ujar Gubernur Al Haris.

“Dan kita menyadari bahwa ada beberapa daerah yang masih belum begitu sempurna dan perlu kita evaluasi lagi agar kita ke depan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi publik, kepada Masyarakat, karena itu adalah hak rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi Saiful Roswandi mengatakan bahwa Penilaian atau Opini Pengawasan ini merupakan barometer kondisi pelayanan publik di Jambi yang tiap tahun diadakan. Namun praktiknya masih ada Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang nilainya belum baik.

“Kami berharap hasil Penilaian dapat meningkat, apalagi sudah disosialisasikan seperti saat ini. Kami meminta komitmen Pimpinan setiap OPD dan terutama kepala daerah agar benar-benar serius memperhatikan fasilitas dan sumber daya manusia diaspek pelayanan. Selain itu juga memprioritaskan anggaran dibidang pelayanan. Jangan sampai ada fasilitas layanan yang tidak tersedia atau SDM yang tidak kompeten,” kata Saiful Roswandi.

Saiful juga menambahkan, Fasilitas layanan, SDM yang kompeten dan anggaran yang cukup merupakan hal penting pada layanan publik.

“Kami berharap pimpinan unit dan kepala daerah perhatikan kebutuhan tersebut, fasilitas yang harus diperhatikan adalah ruang tunggu dan juga toilet yang harus diperhatikan kenyamanaan dan kebersihannya,” tambahnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

KJP Plus dan KJMU Tahap II 2024 Cair Mulai 6 Desember

Ada kabar baik untuk pelajar dan mahasiswa di DKI Jakarta! Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2024 akan dimulai pada 6 Desember 2024. Pencairan dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua penerima mendapatkan hak mereka dengan tepat waktu.

Siapa yang Berhak Menerima?
Berdasarkan data, ada 523.622 siswa yang terdaftar sebagai penerima KJP Plus dan 15.648 mahasiswa yang menerima KJMU. Berikut rincian penerima KJP Plus berdasarkan jenjang pendidikan:

  • SD/MI: 242.919 siswa
  • SMP/MTs: 147.341 siswa
  • SMA/MA: 48.876 siswa
  • SMK: 83.403 siswa
  • PKBM: 1.083 siswa

Dana yang diterima pun bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk KJMU, mahasiswa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp9 juta per semester.

Besaran Dana KJP Plus
Setiap jenjang pendidikan memiliki nominal bantuan yang berbeda. Berikut rinciannya:

  • SD/MI: Rp135.000 (rutin) + Rp115.000 (berkala) + Rp130.000 (SPP swasta)
  • SMP/MTs: Rp185.000 (rutin) + Rp115.000 (berkala) + Rp170.000 (SPP swasta)
  • SMA/MA: Rp235.000 (rutin) + Rp185.000 (berkala) + Rp290.000 (SPP swasta)
  • SMK: Rp235.000 (rutin) + Rp215.000 (berkala) + Rp240.000 (SPP swasta)
  • PKBM: Rp185.000 (rutin) + Rp115.000 (berkala)

Dana rutin dapat digunakan tunai maksimal Rp100.000 per bulan, sementara sisanya hanya bisa digunakan secara nontunai untuk kebutuhan pendidikan.

Kenapa Pencairan Sempat Tertunda?
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menyampaikan bahwa keterlambatan pencairan disebabkan oleh Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri RI terkait penundaan penyaluran bansos hingga setelah hari pemungutan suara Pemilu pada 27 November 2024. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan bantuan sebagai alat politik.

Namun, masyarakat diminta tidak khawatir karena bantuan akan diberikan sesuai jadwal baru dan tetap tepat sasaran.

Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Baik
“Bantuan sosial ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga tercipta Generasi Emas 2045,” ujar Purwosusilo.

Untuk informasi lebih lanjut, warga Jakarta dapat memantau pengumuman resmi melalui situs dan media sosial Dinas Pendidikan DKI Jakarta di @disdikdki atau @upt.p40p.

Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penerima untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo: “Saya Bangga dengan Kecepatan Kinerja Kabinet Saya”

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan US-ASEAN Business Council (US-ABC) yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (03/12/2024). Mengawali sambutannya, Kepala Negara menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif perwakilan bisnis US-ASEAN pada pertemuan hari ini.

“Terima kasih telah menghadiri pertemuan pagi ini. Saya rasa saat ini sebagian besar program saya sudah dijelaskan. Secara publik, saya juga telah bertemu dengan Duta Besar Osius di Washington DC dan banyak anggota dewan bisnis US-ASEAN,” ucapnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 44 hari masa kerja, kabinet dalam pemerintahannya telah bekerja bersama membuat kemajuan yang signifikan. Presiden pun mengapresiasi kerja keras kabinet dan timnya yang dianggap bekerja dengan kecepatan tinggi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat puas dengan kinerja pemerintahan saya dalam 44 hari ini. Sebagian besar target yang kami tetapkan sedang dikerjakan, banyak komitmen yang telah kami penuhi dan saya harus mengatakan bahwa saya sangat berterima kasih kepada tim saya,” lanjutnya.

Presiden juga mengungkapkan rasa bangganya setelah mengadakan sidang kabinet paripurna ketiga dalam periode ini setelah kunjungan kerja ke luar negeri. Menurutnya, sejumlah menteri telah menyampaikan laporan kinerja yang menunjukkan hasil kerja yang memuaskan.

“Saya terkejut ketika saya kembali dan menteri saya melaporkan apa yang telah mereka lakukan. Saya pikir mereka bekerja sangat cepat,” tambahnya.

Pertemuan US-ABC ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor bisnis dan diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara anggota ASEAN serta Amerika Serikat.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani, Perwakilan dari KADIN Hashim Djojohadikusumo, Presiden CEO US-ABC Ted Osius, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamal Shirin Lakhdhir.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Gubernur Hassanudin Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Pj Gubernur NTB, Hassanudin membuka Rapat Koordinasi (Rakor) TKPD Provinsi dan TKPK Kabupaten/Kota, bertempat di Hotel Lombok Raya, Mataram, (3/12/24).

Rakor yang bertajuk “Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju NTB tanpa Kemiskinan”, Pj Gubernur menyampaikan bahwa mengatasi kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem adalah tantangan besar yang membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.

“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS Maret 2024, Angka kemiskinan provinsi NTB turun menjadi 12,91%, mengalami penurunan sebesar 0,94% dibandingkan maret 2023 yang sebesar 13,85%. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 tercatat sebesar 2,04%, turun 0,6% dari 2,64% di tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Namun, capaian ini masih di atas rata-rata nasional sebesar 9,03%. Oleh karena itu, kita harus terus bekerja keras untuk mengatasi persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan bersama.

“Melalui forum ini, mari kita sama-sama rumuskan langkah-langkah konkret, inovatif, dan kolaboratif dalam pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Hassanudin yang pernah menjabat sebagai Pj Sumut itu menyebutkan Pemerintah telah menggulirkan berbagai program dengan tiga strategi utama diantaranya pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan meminimalkan wilayah kantong-kantong kemiskinan.

Karena itu, Hassanudin mengingatkan upaya prioritas yang perlu dikedepankan meliputi profiling kemiskinan provinsi NTB, penguatan koordinasi antara provinsi dengan kabupaten/kota, Penajaman program kegiatan yang terintegrasi dalam SIPD, sehingga memastikan sasaran penerima manfaat tepat sasaran, Tagging alokasi anggaran dari APBD, APBN, dan sumber lainnya untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program secara berkala serta pelibatan multi pihak, termasuk mitra pembangunan dan organisasi masyarakat.

’’Saya percaya bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan adalah kunci untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di NTB. Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menyelaraskan langkah, dan bekerja lebih keras demi mewujudkan NTB tanpa kemiskinan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Drs. H. Iswandi mengatakan 3 pilar utama yang dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB diantaranya, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan meminimalkan wilayah kantong-kantong kemiskinan.

“Ketiga hal ini diharapkan seluruh OPD dan berkontribusi dan berperan, mudah-mudahan pada Rakor yang digelar ini semua OPD dapat mengambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Untuk diketahui, Rakor ini sebagai momentum evaluasi dan monitoring terhadap program yang sudah berjalan selama tahun 2024, sebagai bahan untuk menyusun rancangan untuk program tahun 2025.

Turut hadir, kepala OPD lingkup Pemprov NTB, adapun Rakor diikuti oleh Kepala Bappeda Kabupaten/kota se-NTB sebagai Tim Koordinator Penanggulangan Kemiskinan, stakholder kemiskinan dan tamu undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri PU Pastikan Jalan Nasional dalam Kondisi Mantap Jelang Nataru

;Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (2/12/2024). Pada kesempatan ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan mengenai sejumlah isu-isu nasional, salah satunya mengenai persiapan arus liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Presiden Prabowo menginstruksikan persiapan untuk menghadapi liburan Nataru 2024/2025 agar dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Saya yakin kita mampu menyelenggarakan semua persiapan dengan sebaik-baiknya. Kita yakinkan masyarakat bisa menghadapi tahun baru dengan aman, tertib dan lancar. Ini juga momentum untuk meningkatkan perekonomian kita,” katanya.

Baca juga: Polri Cek Kesiapan Jalur Mudik dan Destinasi Wisata Jelang Libur Nataru 2024

Guna mendukung kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas selama Nataru, Kementerian PU akan menghentikan sementara pekerjaan preservasi jalan tol maupun jalan nasional sejak H-10 atau tanggal 15 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

“Kami akan memastikan seluruh jalan tol dan jalan nasional dalam kondisi mantap dan tidak berlubang. Dukungan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area juga disiapkan, total terdapat 124 TIP di seluruh ruas jalan tol di Indonesia,” kata Menteri Dody.

Untuk menambah kelancaran arus lalu lintas, Kementerian PU juga akan membuka ruas tol fungsional sementara untuk umum sepanjang 120,4 km, yaitu di Pulau Sumatera sepanjang 90,42 km dan Pulau Jawa sepanjang 29,98 km. Ruas tol fungsional Nataru 2024/2025 di Pulau Sumatera antara lain Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum), Tol Binjai – Langsa Seksi 3 Tanjung Pura – Pangkalan Brandan, Tol Pekan Baru-Padang Seksi Padang – Sicincin.

Sementara di Pulau Jawa yaitu Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Seksi Kutanegara – Sadang, Tol Solo-Yogyakarta Seksi Kartosuro -Purwomartani untuk Segmen Klaten – Prambana, Tol Probolinggo – Banyuwangi Tahap I (Probolinggo-Besuki), dan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi Parapat Seksi Kuala Tanjung-IC Indrapura).

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan 393 posko di titik yang telah ditentukan dan tim tanggap bencana untuk mengantisipasi kondisi darurat pada titik-titik rawan bencana seperti banjir, genangan air dan tanah longsor. Kementerian PU telah mengidentifikasi sebanyak 550 titik lokasi rawan longsor dan 298 titik lokasi rawan banjir, serta menyiapkan 440 unit alat berat dan 137 titik material untuk penanganan bencana yang mungkin terjadi.

“Untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama Nataru, Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas, BMKG, BNPB, BUJT, serta kementerian atau lembaga terkait lainnya,” kata Menteri Dody.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kebijakan Fiskal Kuat untuk Industrialisasi, Ini Rencana Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pergeseran geopolitik global bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong industrialisasi yang inklusif. Hal itu ia ungkapkan dalam gelaran Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) ke-13 yang merupakan forum pertemuan tahunan bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas solusi atas tantangan ekonomi Indonesia dan mendukung pembangunan jangka menengah.

Menteri Keuangan menjelaskan, pandangan global terhadap kebijakan industri telah berubah. Industrialisasi bahkan kini menjadi salah satu topik utama dalam berbagai forum internasional seperti APEC dan G20. “Sekarang, praktik global sendiri telah mengadopsi kebijakan industri,” ujarnya pada Senin (2/12).

Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya memastikan industrialisasi bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Untuk itu, sang Bendahara Negara menggarisbawahi pentingnya menggabungkan kebijakan industri dengan strategi demografi yang kuat.

“Kita perlu memastikan bahwa semua orang dapat merasakan manfaat dari industrialisasi. Hilirisasi tidak hanya terbatas pada mineral strategis, tetapi juga perlu diperluas ke produk pertanian seperti CPO (crude palm oil), kakao, dan kopi,” jelasnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang kuat untuk mendukung industrialisasi dan menarik investasi. “Kita perlu mendorong pertumbuhan yang didorong oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Sri Mulyani berharap bahwa industrialisasi di Indonesia tidak hanya didominasi oleh hilirisasi mineral strategis, tetapi juga mencakup 25 komoditas yang disebutkan oleh Presiden Prabowo.

“Setiap komoditas tersebut memerlukan kebijakan lengkap, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung industrialisasi melalui kebijakan fiskal yang tepat.

AIFED 2024 mengangkat tema “Strategi Pertumbuhan dalam Menavigasi Pergeseran Geoekonomi,” yang membahas kebijakan industri, transisi hijau, strategi regional, serta perubahan ekonomi global untuk merumuskan strategi yang relevan bagi Indonesia.

Forum ini diselenggarakan dalam rangka mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan solusi bersama dalam menghadapi perubahan geo-ekonomi dan mengoptimalkan kebijakan industri serta pembangunan regional yang berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kota Bogor Hadirkan Kampung Bojong di Lomba P2WKSS Jabar

Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar menjadi perwakilan Kota Bogor dalam penilaian Lomba Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian program P2WKSS di Kota Bogor dan menyatakan bahwa program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga untuk memastikan adanya keberlanjutan serta pemicu untuk daerah lain.

Ia menekankan, program ini adalah wujud konkret dari upaya memotivasi dan mengapresiasi perempuan yang telah berkontribusi dalam mengembangkan potensi diri serta lingkungan sekitarnya.

Selain itu, program ini juga telah membawa dampak positif, khususnya pada 100 Kepala Keluarga (KK) binaan di Kampung Bojong.

“Kolaborasi dan identifikasi potensi lokal menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Hery dalam sambutannya di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (2/12/2024).

Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa Program Terpadu P2WKSS merupakan upaya penting untuk meningkatkan pengertian, pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap mental serta keberagaman kreativitas dan inovasi yang telah diterapkan.

“Harapan kami, lomba ini dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan inspirasi menciptakan keluarga yang lebih sehat, sejahtera, dan harmonis,” katanya.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Cimahpar, Resha Tri Aditya, turut memaparkan capaian luar biasa dan sinergitas program P2WKSS yang telah dilakukan oleh Kelurahan Cimahpar, khususnya pada Kampung Bojong yang menjadi perwakilan Kota Bogor.

“Berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berhasil mengimplementasikan 60 kegiatan dalam program ini, mulai dari pembangunan posyandu, pengelolaan sampah, hingga pelatihan-pelatihan keterampilan seperti menjahit, membatik, dan digital marketing,” ungkap Resha.

Resha juga menyoroti pentingnya identifikasi masalah awal untuk mencapai keberhasilan, seperti pada Kampung Bojong yang awalnya memiliki lingkungan kumuh, fasilitas kesehatan kurang memadai, hingga kasus stunting. Namun, hal tersebut berhasil diatasi melalui pendekatan berbasis komunitas dan inovasi.

“Perlahan kami berhasil menciptakan perubahan nyata, tentunya hal ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dan dukungan OPD serta mitra kerja,” jelasnya.

Sebagai informasi, penilaian lomba P2WKSS ini dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Kampung Bojong oleh perwakilan juri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) Jawa Barat.

Kegiatan penilaian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi bagi Kota Bogor, tetapi juga menjadi model keberlanjutan program untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan di seluruh wilayah Kota Bogor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Sekda Resmi Dilantik, Hery Ingatkan Pentingnya Peran Sekda

Penjabat Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari resmi melantik Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Hanafi di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (2/12/2024) pagi.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 800.1.3.3 Kep.491-BKPSDM/2024 tentang Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor.

Terhitung mulai 2 Desember 2024, resmi menjadi Pj Sekda Kota Bogor yang sebelumnya diemban oleh Syarifah Sofiah sebagai Sekda dan telah memasuki masa purna bakti sejak 30 November 2024.

Pelantikan Pj Sekda Kota Bogor ini, Hery sampaikan dilakukan sesuai dengan rekomendasi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melalui surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12430/KPG.07/BKD tertanggal 13 November 2024.

“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat kepada Bapak Hanafi yang baru saja dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bogor. Selamat menjalankan tugas. Semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kesejahteraan Kota Bogor yang kita cintai ini,” ujar Hery.

Hery menegaskan bahwa tugas seorang Sekretaris Daerah sangatlah berat. Selain bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan, Sekda juga menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor.

Oleh karena itu, ia berharap Hanafi dapat bekerja sama dengan seluruh perangkat daerah dan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bogor.

“Perlu saya sampaikan di sini, sebagai pejabat tertinggi birokrasi pemerintah daerah, Sekda memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting dan strategis, yaitu menyusun kebijakan daerah, mengoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah, memantau dan mengevaluasi kebijakan, membina aparatur, serta mengelola administrasi pemerintahan, keuangan, dan aset daerah,” jelas Hery.

Dalam penyusunan kebijakan daerah, Sekda membantu menyusun dan merumuskan berbagai kebijakan daerah, serta berperan penting dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam dokumen perencanaan, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahunan.

Selain itu, Sekda bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan tugas seluruh perangkat daerah (OPD) serta menjadi penghubung utama antara kepala daerah dengan jajaran birokrasi di bawahnya. T

“Tugas penting lainnya adalah memantau dan mengevaluasi implementasi berbagai kebijakan daerah untuk memastikan kebijakan tersebut terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan,” ucap Hery.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sepekan Bogor Raya Dilanda Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Sepekan terakhir wilayah Bogor Raya dilanda hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayahnya. Melihat kondisi seperti itu, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Jawa Barat (BMKG Satklim Jabar) mengenai Analisis Cuaca Satu Minggu Terakhir sejak 24 -30 November 2024, kondisi angin kencang serta prakiraan cuaca sepekan ke depan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan suplai massa uap air yang mendukung pembentukan awan konvektif dan terjadinya hujan di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Kota Bogor.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia menjelaskan faktor yang berpengaruh diantaranya adalah anomali suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif hangat, gelombang atmosfer MJO aktif di kuadran 3 dan 4 (Maritime Continent) bersamaan dengan gelombang atmosfer tipe Low Frekuensi yang terpantau aktif di wilayah Jawa Barat dan Dipole Mode Indeks berada pada nilai -0.54.

“Itu mengindikasikan suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian Barat signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan) terpantau bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung yang kemudian menjadi siklon tropis Robyn, namun bergerak menjauhi wilayah Indonesia sehingga tidak memberikan dampak langsung untuk Wilayah Jawa Barat,” ujarnya, Senin (2/12/2024).

Rakhmat melanjutkan, sistem tekanan rendah atau sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Selat Karimata dan sekitar wilayah Jawa Timur, sehingga mengakibatkan terbentuknya belokan angin (shearline ) area pertemuan angin di sekitar Jawa Barat, labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori labil sedang hingga kuat.

“Berdasarkan monitoring cuaca khususnya parameter curah hujan dan juga kecepatan angin di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor diketahui sepekan terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, prakiraan cuaca satu minggu ke depan sejak 2 Desember 2024 hingga – 8 Desember 2024 diprakirakan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan suplai massa uap air yang mendukung pembentukan awan konvektif dan terjadinya hujan di sebagian wilayah Jawa Barat

Diantaranya yakni, suhu muka laut di sebagian perairan Indonesia masih relatif hangat. MJO diprakirakan aktif di kuadran 4 (maritime continent) hingga pertengahan pekan, Dipole Mode Negatif masih berlangsung konsisten, Gelombang atmosfer tipe low frekuensi dan Kelvin aktif di sebagian wilayah Jawa Barat, sistem sirkulasi siklonik diprakirakan masih berpotensi di Samudra Hindia bagian barat hingga barat daya Indonesia serta di wilayah lain di Indonesia bagian barat dan tengah yang berpotensi mengakibatkan terbentuknya belokan angin serta pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional dan lokal, serta model cuaca deterministik dan probabilistik, diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat, potensi hujan sedang hingga lebat/sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah Kota Bogor pada tanggal 2 – 3 dan 5 – 7 Desember 2024 dan untuk sebagian wilayah Kabupaten Bogor pada tanggal 2 – 8 Desember 2024.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Hidayatulloh mengatakan guna mengantisipasi hal tersebut Kota Bogor telah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi yang diinisiasi oleh Kodim
0606/Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Selain itu juga dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Wali Kota Bogor tentang kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

“SE itu menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat perihal status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta Tanah Longsor, di Jawa Barat,” ujarnya.

Kota Bogor juga secara berkelanjutan teurs memberikan informasi terkait peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Atas dasar surat yang dikeluarkan pada 19 November 2024 itu, wilayah dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak, kemudian koordinasi serta penyiapan
tim, melakukan identifikasi, dan delapan poin lainya,” ucapnya.

Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif melakukan antisipasi dengan langkah-langkah kesiapsiagaan seperti menyiagakan ketika terjadi potensi, menyimpan barang penting di tempat yang aman, membatasi aktivitas di luar rumah, hindari berteduh di tempat yang rawan seperti di bawah pohon, baliho dan sebagainya serta merawat dan menjaga lingkungan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot dan DPRD Sahkan RAPBD 2025 Kota Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Kota Bogor dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (29/11/2024) malam.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyampaikan bahwa penetapan APBD 2025 Kota Bogor telah disesuaikan dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hery merincikan beberapa alokasi belanja daerah penting untuk tahun 2025, di antaranya adalah dana cadangan untuk penyelenggaraan Porprov 2026 sebesar Rp1 miliar, lanjutan pembangunan dua unit sekolah baru sebesar Rp36 miliar.

Selain itu, terdapat belanja alat bantu untuk penyandang disabilitas sebesar Rp 1,6 miliar, belanja modal tanah untuk jalan R3 sebesar Rp 3,4 miliar, serta kelanjutan pembangunan Jalan R3 dengan anggaran sebesar Rp 8,3 miliar, dan program lainnya.

“Rancangan APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 merupakan rancangan APBD Kota Bogor terakhir yang saya sampaikan sebagai Pj Wali Kota Bogor. Semoga APBD TA 2025 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya di Ruang Paripurna DPRD Kota Bogor.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, berharap APBD yang telah ditetapkan ini mampu mengakselerasi pembangunan di Kota Bogor dan mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025–2045.

“Alhamdulillah, APBD 2025 bisa kita tuntaskan. Mudah-mudahan seluruh anggaran yang sudah dibahas dan ditetapkan ini dapat menjadi daya dorong pembangunan Kota Bogor pada 2025,” kata Adit.

Berdasarkan kesepakatan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor, pendapatan daerah disepakati sebesar Rp 2,933 triliun, sedangkan belanja daerah sebesar Rp 2,945 triliun.

Kemudian, penerimaan pembiayaan daerah disepakati sebesar Rp 35,497 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 26,294 miliar.

Sementara itu, pembiayaan netto sebesar Rp9,202 miliar dan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SiLPA) tercatat sebesar Rp0,00.

Banggar DPRD Kota Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pj Wali Kota Bogor, Sekda beserta TAPD Kota Bogor, para asisten, dan pimpinan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor yang telah bekerja sama dengan penuh keterbukaan dalam pembahasan.

“Kami juga berterima kasih kepada komisi-komisi yang telah memberikan masukan dan saran, serta kepada jajaran Sekretariat DPRD Kota Bogor yang telah membantu memfasilitasi kegiatan pembahasan,” jelas Adit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News