Beranda blog Halaman 1419

Usai Kunjungan ke London, Prabowo Tiba di Abu Dhabi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Presidential Flight, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), pada Sabtu, 23 November 2024, sekitar pukul 08.40 waktu setempat (WS).

Ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Mohamed Al Mazrouei, Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri, Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis, dan Atase Pertahanan Republik Indonesia Brigjen TNI Muhammad Irawadi.

Penerbangan Presiden Prabowo menuju Abu Dhabi kali ini terasa lebih istimewa. Saat memasuki langit PEA, pesawat Presiden Prabowo langsung dikawal oleh empat pesawat tempur angkatan udara PEA.

Dari Presidential Flight, Presiden Prabowo bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju salah satu hotel di Abu Dhabi. Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel, jalanan Abu Dhabi dimeriahkan dengan kehadiran umbul-umbul bendera Indonesia dan bendera PEA.

Di Abu Dhabi, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan dengan bertemu Presiden PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Kunjungan ini menandai komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo beserta rombongan lepas landas dari Bandar Udara Stansted, London, Inggris, pada Jumat malam, 22 November 2024, sekitar pukul 21.25 WS. Di London, Presiden Prabowo telah bertemu dengan Raja Charles III, Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, dan Wakil PM Inggris Angela Rayner.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tiba di Saudi, Ini Agenda Menag di Tanah Suci

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar sore ini, Sabtu (23/11/2024), mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Jeddah pukul 17.40 Waktu Arab Saudi.

Bersama Menag, Kepala Badan Penyelenggara Haji Mochamad Irfan Yusuf. Ikut mendampingi Menag, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief.

Kedatangan Menag Nasaruddin dan Kepala BPH Irfan Yusuf di VIP Bandara Jeddah disambut Dubes RI untuk Saudi Arabia Abdul Aziz dan Konjen RI di Jeddah Yusron Ambari. Ikut mendampingi, Konsul Haji pada KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.

Saat akan bertolak dari Jakarta, Menag menjelaskan sejumlah agenda selama di Tanah Suci. Menag akan memenuhi undangan Menteri Haji Tawfiq F Al Rabiah untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

“Banyak hal yang akan dibicarakan. Di Saudi, akan ada perubahan-perubahan (dalam pelaksanaan haji) yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan ini perlu diketahui lebih awal, itu akan dibicarakan nanti,” terangnya.

Ada sejumlah agenda yang akan dilakukan Menteri Agama selama di Arab Saudi. Menag akan menggelar rapat di Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah pada 24 November 2024. Setelah itu, Menag akan meninjau renovasi gedung yang akan menjadi tempat baru bagi jajaran KUH.

Gedung ini berlokasi di Kawasan Mushrefah, Jeddah. Proses renovasi sudah hampir selesai dan rencananya akan mulai ditempati mulai akhir Desember 2024.

Pertemuan Menag Nasaruddin dengan Menteri Haji dan Umrah Tawfiq F Al Rabiah akan berlangsung pada Minggu malam di Makkah. Dijadwalkan ikut dalam pertemuan ini, Kepala BPH Mochammad Irfan Yusuf, Dirjen PHU Hilman Latief, Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Azis dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

Pada 25 Novembet 2024, Menag dijadwalkan berkunjung ke Madinah Al-Munawwarah untuk melihat persiapan awal penyediaan layanan bagi jemaah. Menag dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada 26 November 2024.

Ikut dalam rombongan kunjungan, Staf Khusus Menag Gugun Gumilar, Bunyamin, dan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Penuhi Undangan Menteri Tawfiq dan Bahas Operasional Haji 1446 H

Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini, Sabtu (23/11/2024), bertolak ke Arab Saudi. Menag memenuhi undangan Menteri Haji Tawfiq F Al Rabiah, sekaligus akan membahas persiapan operasional haji 1446 H/2025 M.

Bersama Menag, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf. Ikut mendampingi, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid.

Menurut Menag Nasaruddin, melalui surat undangan yang diterimanya, Menteri Haji dan Umrah Tawfiq F Al Rabiah menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Menteri Agama yang baru. Menteri Tawfiq juga mengundang untuk membicarakan pelaksanaan haji 1446 M/2025 H.

“Banyak hal yang akan dibicarakan. Di Saudi, akan ada perubahan-perubahan (dalam pelaksanaan haji) yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan ini perlu diketahui lebih awal, itu akan dibicarakan nanti,” terangnya di Jakarta, Sabtu (23/11/2024).

“Sepulang dari Saudi, akan kita sampaikan tentang perlunya penyesuaian-penyesuaian kebijakan kita bersama Kepala BP Haji,” sambungnya.

Ada sejumlah agenda Menag selama di Saudi. Selain bertemu Menteri Haji dan Umrah, Menag akan menggelar rapat dengan jajaran Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

“Kita akan padatkan acara sehingga lebih efisien dan efektif dan segera kembali untuk menyelesaikan langkah-langkah berikutnya di Tanah Air,” katanya.

Turut mengantar Menteri Agama, Inspektur Jenderal Faisal, Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, Staf Ahli dan sejumlah pejabat Eselon II Kementerian Agama .

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hasil Survei Terbaru LSI Denny JA : Al Haris – Sani Ungguli Romi-Sudirman

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi pada Pilkada Serentak 2024.

Survei ini dilakukan dalam periode tanggal 10-14 November 2024 dengan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 1.200, dan margin of error 2,9 persen.

“Survei ini dilakukan dengan teknik wawancara dan tatap muka,” sebut Muhammad Khotib, peneliti LSI Denny JA dalam konferensi persnya, Jumat (22/11/24) siang.

Hasilnya kata dia, elektabilitas personal Al Haris unggul. Elektabilitas personal Haris di angka 53,9 persen dan Romi Hariyanto 24,7 persen, sementara tidak tau, tidak jawab, rahasia, belum menjawab di angka 21,4 persen.

Sementara untuk elektabilitas pasangan, lanjut dia, pasangam Al Haris -Sani juga ungguli Romi-Sudirman. Haris-Sani dengan jumlah 57,2 persen. Sedangkan Romi-Sudirman 26,7 persen. Sementara tidak jawab, tidak tau, rahasia, belum jawab 16,19 persen

“Dari hasil survei ini pasangan Al Haris -Sani berpotensi terpilih di Pilgub Jambi, karena trend elektabilitasnya positif ” katanya.

Oleh karena itu kata dia, kesimpulannya pasangan Al Haris – Sani unggul dari Romi -Sudirman. Keungulan ini disebab banyak faktor. Salah satunya aspek populeritas.

Karena populeritas Haris-Sani sudah ideal di angkat 90 persen.

“Jadi dengan waktu mepet ini sangat sulit untuk dikejar,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Survei LSI Denny JA: Al Haris – Sani Unggul Jauh dari Pesaingnya di Pilgub Jambi 2024

Dua hari jelang masa tenang, elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2, Al Haris – Abdullah Sani dengan 57,2% masih unggul jauh dibanding pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto- Sudirman yang hanya 26,7%. Masih ada 16,1% pemilih yang menjawab rahasia dan tidak tahu/tidak jawab (swing voter).

Demikian hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA tentang preferensi pemilih warga Jambi terhadap dua pasang calon yang berkontestasi di Pilgub Jambi, 27 November mendatang.

Hasil survei disampaikan peneliti senior LSI Network, Muhammad Khotib kepada pers di Jambi, Jumat (22/11/2024).

Survei dilakukan dari tanggal 10-14 November 2024. Menggunakan metodologi standar Multistage Random Sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1200 responden secara acak dengan margin of error plus minus 2,9%.

Menurut Khotib, jika merujuk pada posisi elektabilitas dua Paslon diatas, potensi kemenangan lebih besar dan terbuka untuk Paslon Al Haris – Sani. Apalagi, pasangan yang diusung partai paling banyak itu, sudah memiliki pemilih militan.

Sementara itu, kata Khotib, Paslon Romi – Sudirman hanya memiliki pemilh militannya sekitar 17,8%. Angka strong supporter yang masih rendah ini tentu saja tidak cukup menggembirakan buat seorang kandidat karena masih jauh di angka aman untuk menang. Yaitu, biasanya, harus 35% ke atas seperti yang sudah dimiliki Al Haris -Sani.

Meski begitu, Khotib mengingatkan, bahwa peluang masih terbuka buat siapa saja, karena ada pemilih soft supporter yang masih cukup tinggi, yaitu 44,9%. Soft supporter adalah pemilih cair, gabungan antara orang yang sudah memilih tapi bisa berubah dan mereka yang belum punya pilihan sama sekali.

Namun, kata Khotib, jika merujuk pada waktu yang tinggal dua hari jelang masuk masa tenang ini, tidak mudah buat kompetitor yang masih tertinggal jauh elektabilitasnya untuk bisa mengejar kompetitor yang diatasnya, yaitu Al Haris – Sani perlu kerja super ekstra.

Apalagi, lanjut Khotib, Al Haris – Sani sudah punya modal dan bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang tinggi dibanding Romi – Sudirman.

Padahal, dua isu tersebut, yakni pengenalan dan kesukaan itu selalu menjadi rumus hukum besi untuk terpilih yang wajib dimiliki oleh siapapun kandidat yang ingin maju dan menang di Pilkada.

Khotib mencontohkan popularitas Al Haris secara personal yang sudah tembus di angka 89,8% dengan tingkat kesukaan 82,8%. Ini angka yang sangat strategis untuk menang, karena berbanding lurus antara pengenalan dan kesukaan. Yang bahaya itu, kalau tingkat pengenalan tinggi, tapi kesukaan rendah.

Posisi yang sebaliknya, terjadi pada Romi Hariyanto yang secara personal, tingkat pengenalannya belum tembus di 70% ke atas. Tepatnya, baru 68,0% dan dengan tingkat kesukaan 74,6%.

Dalam waktu yang sangat singkat pasti tidak mudah untuk bisa mengejar baik pengenalan maupun kesukaan.

Khotib juga menyampaikan beberapa data penting yang menguatkan peluang Al Haris- Sani untuk menang. Yaitu, dukungan aneka segmen demografis yang cukup merata, mulai dari segmen gender, usia, tingkat penghasilan dan pendidikan, pofesi, pemilih Ormas, pemilih partai, dan bahkan dapil.

“Dari data kita, Pak Haris – Sani itu hanya kalah di kabupaten Tanjung Jabung Timur, dimana Romi cukup unggul. Selebihnya, Pak Haris – Sani cukup kokoh, kecuali di segmen tertentu yang masih kompetitif. Maka, jika tak ada tsunami politik dan money politic yang massif dari lawan, maka Paslon no 2 yang berpotensi menang,” ungkapnya.

Terkait potensi menang itu, Khotib juga mencontohkan trend elektabilitas dari Al Haris – Sani yang terus naik. Dari survei sebelumnya, Oktober 2024, 44,5% meroket ke 57,2% pada November 2024. Kasus yang sebaliknya, terjadi pada Romi – Sudirman yang sebelumnya 30,6% turun ke 26.7%. Begitu juga dengan strong supportersnya, Al Haris-Sani naik dan Romi – Sudirman turun.

“Melihat angka-angka ini, maka tim Pemenangan Al Haris-sani semakin yakin. Memantapkan suara dan menjemput kemenangan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Khotib juga mengungkapkan temuan data survei tentang prilaku pemilih terhadap money politic. Hasilnya, mayoritas pemilih (56,8%) menganggap money politic itu wajar. Ini biasanya potret kecendrungan pemilih senang jika ada kandidat yang memberi uang atau sembako.

Dalam analisa Khotib, bisa jadi, gambaran umum pemilih yang seperti itu berkorelasi dengan temuan data lainnnya, dimana ada sekitar 31,7% pemilih yang baru akan menentukan pilihannya pada hari H pencoblosan atau saat datang ke TPS. Meskipun, sudah ada sekitar 37,9% pemilih yang sudah menentukan pilihannya dari jauh-jauh hari.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Survei LSI Haris-Sani Ungguli Jauh Pesaingnya: Semakin Mantap Jemput Kemenangan Pilgub Jambi 2024

Dua hari jelang masa tenang, elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2, Al Haris – Abdullah Sani dengan 57,2% masih unggul jauh dibanding pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto- Sudirman yang hanya 26,7%. Masih ada 16,1% pemilih yang menjawab rahasia dan tidak tahu/tidak jawab (swing voter).

Demikian hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA tentang preferensi pemilih warga Jambi terhadap dua pasang calon yang berkontestasi di Pilgub Jambi, 27 November mendatang.

Hasil survei disampaikan peneliti senior LSI Network, Muhammad Khotib kepada pers di Jambi, Jumat (22/11/2024).

Survei dilakukan dari tanggal 10-14 November 2024. Menggunakan metodologi standar Multistage Random Sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1200 responden secara acak dengan margin of error plus minus 2,9%.

Menurut Khotib, jika merujuk pada posisi elektabilitas dua Paslon diatas, potensi kemenangan lebih besar dan terbuka untuk Paslon Al Haris – Sani. Apalagi, pasangan yang diusung partai paling banyak itu, sudah memiliki pemilih militan.

Sementara itu, kata Khotib, Paslon Romi – Sudirman hanya memiliki pemilih militannya sekitar 17,8%. Angka strong supporter yang masih rendah ini tentu saja tidak cukup menggembirakan buat seorang kandidat karena masih jauh di angka aman untuk menang. Yaitu, biasanya, harus 35% ke atas seperti yang sudah dimiliki Al Haris -Sani.

Meski begitu, Khotib mengingatkan, bahwa peluang masih terbuka buat siapa saja, karena ada pemilih soft supporter yang masih cukup tinggi, yaitu 44,9%. Soft supporter adalah pemilih cair, gabungan antara orang yang sudah memilih tapi bisa berubah dan mereka yang belum punya pilihan sama sekali.

Namun, kata Khotib, jika merujuk pada waktu yang tinggal dua hari jelang masuk masa tenang ini, tidak mudah buat kompetitor yang masih tertinggal jauh elektabilitasnya untuk bisa mengejar kompetitor yang diatasnya, yaitu Al Haris – Sani perlu kerja super ekstra.

Apalagi, lanjut Khotib, Al Haris – Sani sudah punya modal dan bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang tinggi dibanding Romi – Sudirman.

Padahal, dua isu tersebut, yakni pengenalan dan kesukaan itu selalu menjadi rumus hukum besi untuk terpilih yang wajib dimiliki oleh siapapun kandidat yang ingin maju dan menang di Pilkada.

Khotib mencontohkan popularitas Al Haris secara personal yang sudah tembus di angka 89,8% dengan tingkat kesukaan 82,8%. Ini angka yang sangat strategis untuk menang, karena berbanding lurus antara pengenalan dan kesukaan. Yang bahaya itu, kalau tingkat pengenalan tinggi, tapi kesukaan rendah.

Posisi yang sebaliknya, terjadi pada Romi Hariyanto yang secara personal, tingkat pengenalannya belum tembus di 70% ke atas. Tepatnya, baru 68,0% dan dengan tingkat kesukaan 74,6%.

Dalam waktu yang sangat singkat pasti tidak mudah untuk bisa mengejar baik pengenalan maupun kesukaan.

Khotib juga menyampaikan beberapa data penting yang menguatkan peluang Al Haris- Sani untuk menang. Yaitu, dukungan aneka segmen demografis yang cukup merata, mulai dari segmen gender, usia, tingkat penghasilan dan pendidikan, pofesi, pemilih Ormas, pemilih partai, dan bahkan dapil.

“Dari data kita, Pak Haris – Sani itu hanya kalah di kabupaten Tanjung Jabung Timur, dimana Romi cukup unggul. Selebihnya, Pak Haris – Sani cukup kokoh, kecuali di segmen tertentu yang masih kompetitif. Maka, jika tak ada tsunami politik dan money politic yang massif dari lawan, maka Paslon no 2 yang berpotensi menang,” ungkapnya.

Terkait potensi menang itu, Khotib juga mencontohkan trend elektabilitas dari Al Haris – Sani yang terus naik. Dari survei sebelumnya, Oktober 2024, 44,5% meroket ke 57,2% pada November 2024. Kasus yang sebaliknya, terjadi pada Romi – Sudirman yang sebelumnya 30,6% turun ke 26.7%. Begitu juga dengan strong supportersnya, Al Haris-Sani naik dan Romi – Sudirman turun.

“Melihat angka-angka ini, maka tim Pemenangan Al Haris-sani semakin yakin. Memantapkan suara dan menjemput kemenangan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Khotib juga mengungkapkan temuan data survei tentang prilaku pemilih terhadap money politic. Hasilnya, mayoritas pemilih (56,8%) menganggap money politic itu wajar. Ini biasanya potret kecendrungan pemilih senang jika ada kandidat yang memberi uang atau sembako.

Dalam analisa Khotib, bisa jadi, gambaran umum pemilih yang seperti itu berkorelasi dengan temuan data lainnnya, dimana ada sekitar 31,7% pemilih yang baru akan menentukan pilihannya pada hari H pencoblosan atau saat datang ke TPS. Meskipun, sudah ada sekitar 37,9% pemilih yang sudah menentukan pilihannya dari jauh-jauh hari.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Nasir Djamil Ingatkan Setyo Budiyanto Tak Ikut Jejak Pimpinan Sebelumnya

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengingatkan Ketua KPK terpilih Setyo Budiyanto agar tidak mengikuti jejak para pimpinan lembaga anti-rasuah sebelumnya. Nasir menyoroti adanya dugaan pelanggaran etik yang melibatkan tiga pimpinan KPK periode sebelumnya, salah satunya yang mengundurkan diri.

“Ya mudah-mudahan saja dia tidak mengulangi lagi apa yang sudah dilakukan pimpinan KPK terdahulu, karena kemarin itu ada tiga pimpinan KPK yang diduga melanggar etik, satu mengundurkan diri,” ujar Nasir Djamil kepada wartawan pada Kamis (21/11/2024).

Nasir Djamil juga berharap agar para pimpinan KPK periode 2024-2029 dapat saling bersinergi dalam menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya. Ia menekankan pentingnya komitmen pimpinan KPK untuk menjaga integritas serta menghindari konflik dengan Dewan Pengawas (Dewas).

“Oleh karenanya, mudah-mudahan KPK bisa bersinergi. Kolektif kolegial itu harus diwujudkan, sehingga tidak ada yang kurang maupun yang lebih tinggi atau lebih rendah,” kata Nasir Djamil.

“Jadi kolektif kolegial itu yang kita harapkan bisa menghadirkan kepemimpinan yang bersinergi dengan dewan pengawas KPK. Sehingga tidak ada saling melaporkan antara komisioner KPK dan dewan pengawas KPK,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada Kamis (21/11/2024), Komisi III DPR RI telah menetapkan lima pimpinan dan lima Dewas KPK terpilih untuk periode 2024-2029.

Pemilihan dilakukan melalui sistem voting setelah pelaksanaan uji kelayakan terhadap sepuluh calon pimpinan KPK dan sepuluh calon Dewas KPK.

Berikut daftar nama pimpinan dan dewas KPK terpilih:

1. Pimpinan KPK Setyo Budiyanto (ketua)
2. Fitroh Rohcahyanto
3. Ibnu Basuki Widodo
4. Johanis Tanak
5. Agus Joko Pramono

Dewas KPK

1. Wisnu Baroto
2. Benny Jozua Mamoto
3. Gusrizal
4. Sumpeno
5. Chisca Mirawati

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Podcast PJ Gubernur Kaltim, Kupas Potensi dan Tantangan Tambang di Bumi Etam

PJ Gubernur Kaltim menjadi tamu dalam podcast Antara on The Record, membahas potensi dan tantangan sektor tambang di provinsi yang dikenal sebagai lumbung energi nasional.

Diskusi tersebut mengangkat isu-isu strategis, mulai dari kontribusi Kaltim terhadap energi terbarukan, pengelolaan lahan eks tambang, hingga pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam diskusinya, PJ Gubernur Kaltim menegaskan peran strategis Kaltim dalam perekonomian nasional.

“Kaltim telah memberikan kontribusi besar terhadap energi nasional, terutama melalui batu bara sebagai bahan baku utama energi terbarukan,” ujarnya.

Dengan luas tambang yang mencapai 5,1 juta hektare, sektor tambang Kaltim memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi.

Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara kewenangan pemerintah daerah dan pusat.

“Daerah harus diberi ruang lebih untuk memastikan kesejahteraan masyarakat sekitar, tanpa mengabaikan peran strategis pemerintah pusat,” tambahnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah optimalisasi lahan eks tambang. PJ Gubernur Kaltim memaparkan bahwa lahan bekas tambang dapat diubah menjadi fungsi produktif dengan inovasi dan perencanaan matang. Contohnya, beberapa area eks tambang di Kaltim telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif seperti persawahan, kawasan pariwisata, hilirisasi produk tambang, perkebunan kelapa sawit, hingga peternakan.

Salah satu inisiatif kreatif yang diapresiasi adalah kebun jeruk seluas 19 hektare yang dikelola oleh pelajar di area eks tambang dekat sekolah mereka. Program ini tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Lahan eks tambang dapat dikelola secara produktif dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan pelaku usaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PJ Gubernur Kaltim juga menekankan pentingnya pendekatan sosial dalam pengelolaan tambang, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan. Hal ini memerlukan kolaborasi lintas sektor agar manfaat tambang dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui diskusi di podcast ini, PJ Gubernur Kaltim bersama para pejabat Kaltim memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang sektor tambang di Kaltim.

Kehadiran Kadis Kominfo Kaltim, M. Faisal, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kaltim, Ayarifah Alawiyah, memperkaya pembahasan dengan ide-ide strategis untuk pengelolaan tambang yang berkelanjutan.

Diskusi ini diharapkan dapat mendorong langkah konkret menuju pengelolaan tambang yang lebih berkeadilan dan ramah lingkungan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kolaborasi BNN Buahkan Hasil, Amankan Jaringan Narkoba Internasional

Badan Narkotika Nasional atau BNN berkolaborasi dengan instansi terkait berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu di Sulawesi Tengah, Senin (18/11). Operasi ini melibatkan Bea dan Cukai, hingga TNI dan Polri, dalam menumpas jaringan narkoba internasional.

Operasi yang dilakukan secara intensif ini membuahkan hasil dengan penangkapan tiga orang tersangka yang berperan sebagai kurir. Penangkapan ini merupakan langkah yang positif dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Indonesia, terutama di Sulawesi Tengah.

Para pelaku diamankan beserta barang bukti berupa +/- 20 kilogram sabu. Dengan mengamankan barang bukti tersebut BNN berhasil menyelamatkan puluhan ribu nyawa dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Mengingat bahwa tidak ada tempat bagi para pelaku kejahatan narkoba untuk bersembunyi.

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas narkoba. Dalam menjalankan tugasnya, BNN terus menjalin sinergi dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah.

BNN semakin membuktikan keseriusannya dalam memberantas jaringan narkoba di Indonesia sesuai dengan Asta Cita yang diusung Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Operasi kolaborasi di Sulawesi Tengah ini tidak hanya diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkoba tetapi juga memberikan harapan kepada masyarakat akan masa depan yang bebas dari narkoba demi mewujudkan Indonesia Bersinar.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

BNN Bongkar Jaringan Internasional Lewat Operasi Rahasia

Dalam sebuah operasi rahasia menegangkan, Badan Narkotika Nasional atau BNN bersama TNI, Polri, serta Bea dan Cukai berhasil membongkar jaringan narkoba internasional yang telah lama beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah, pada Senin (18/11).

Sulawesi Tengah merupakan sasaran empuk dan pasar yang menggiurkan bagi para bandar untuk memasok narkotika. Dari sini, kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci untuk memberantas peredaran gelap narkotika yang sudah meresahkan dan merusak mental generasi muda.

Operasi rahasia Tim Gabungan yang dilakukan dengan sangat hati-hati tersebut membuahkan hasil dengan menangkap tiga tersangka beserta barang bukti sabu seberat 19.846,43 gram di sebuah perairan barat laut kawasan Sulawesi Tengah. Jika barang haram itu diedarkan akan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi para pelaku kejahatan yang berprofesi sebagai nelayan.

Keberhasilan operasi yang dilakukan BNN bersama TNI, Polri, serta Bea dan Cukai ini berkat adanya informasi berharga dari masyarakat. Atas informasi tersebut, petugas melacak dan menangkap tiga tersangka serta mengamankan barang bukti berupa sabu yang berasal dari jaringan narkoba internasional.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News