Beranda blog Halaman 1489

Dukung Kreativitas, Sekda Kota Bogor Apresiasi Agrisymphony 2024 IPB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah hadir untuk memberikan sambutan sekaligus menyaksikan pagelaran kolaborasi festival mahasiswa terbesar di IPB, yaitu Agrisymphony 2024 The Greatest Wonderfest, di Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10/2024) malam.

Dalam kesempatan itu, Syarifah memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Agrisymphony 2024 yang juga merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-61 IPB University.

Selama dua hari digelar, Agrisymphony menggabungkan lima acara besar di IPB, yaitu Artscape, ACRA, Panti Goceng, Festival Pertanian Nusantara, dan Student Innopreneur Bazaar.

Baca juga : Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Kongres Indonesianis Sedunia ke-6

Festival ini juga menghadirkan beragam wahana menarik, seperti pasar malam, panahan, paintball, hingga rumah hantu, yang terinspirasi dari viralnya peta hantu di IPB.

Sekda menyampaikan, mahasiswa dapat belajar banyak hal di luar bangku kuliah, termasuk dalam mengoordinasikan berbagai acara dan ribuan orang yang hadir serta mengakomodasi kebutuhan kegiatan ini.

“Banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan dan juga sasaran yang dicapai. Dari semua ini, banyak hal yang bisa dipetik dari manfaat apa yang telah dilaksanakan dalam Agrisymphony 2024 ini,” ujar Syarifah.

Terpisah, apresiasi juga disampaikan oleh Rektor IPB University, Arif Satria yang ditayangkan dalam video karena berhalangan hadir.

“Ini merupakan ajang kegiatan kemahasiswaan yang sangat bergengsi, di mana mahasiswa terus menampilkan kreativitasnya, dan ini sangat penting untuk menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari ajang bagi IPB dalam meningkatkan kompetensi, soft skill, dan kepemimpinan untuk membekali mahasiswa IPB dalam mewujudkan benih-benih kepemimpinan yang sangat bermanfaat dan menjadi tren perubahan.

Project Leader Agrisymphony 2024, Farid Yafi Suwandi mengatakan bahwa Agrisymphony 2024 merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis IPB University.

“Selain inti dari Agrisymphony, dalam kegiatan ini juga terdapat 39 UMKM dari masyarakat serta wirausahawan muda IPB. Kami juga mengenalkan berbagai kegiatan mahasiswa, komunitas, dan program beasiswa yang dilaksanakan oleh IPB University,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa IPB dapat terus berkreasi, berinovasi, mengembangkan diri, dan lebih mengenal IPB University.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Sinergi Pemkot Bogor dan Swiss-Belinn Bogor Turunkan Angka Stunting

Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Swiss-Belinn Bogor menjadi orang tua asuh bagi 24 anak di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kick-off bantuan intervensi cegah stunting ini digelar Senin (28/10/2024) di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan bahwa penanganan dan pencegahan stunting merupakan program penting untuk memberikan intervensi bagi anak-anak yang akan menjadi penerus generasi Indonesia emas di masa mendatang.

Di internal Pemkot Bogor, intervensi penanganan dan pencegahan stunting dilakukan dengan program ‘Pentinglur’ atau pemberian telur sebanyak 1,5 kilogram dari ASN kepada anak-anak. Program yang konsisten ini membuat Kota Bogor bersama sembilan Kabupaten/Kota di Jawa Barat berhasil menurunkan angka stunting.

Baca juga : Apresiasi Rekkam Art Festival Ke-VII 2024, Ini Kata Sekda Kota Bogor

“Artinya, dengan telur kita bisa menurunkan 0,5 dari 18,7 menjadi 18,2 persen, dan sekarang kita tidak hanya berniat menurunkan stunting, tapi juga jangan ada stunting baru. Kita inginnya mencapai zero, sehingga cakupannya harus diperluas,” kata Syarifah.

Sekda menambahkan, dengan cakupan penanganan dan pencegahan stunting yang meluas, kolaborasi dari pihak eksternal sangat diharapkan, seperti yang dilakukan oleh Swiss-Belinn Bogor.

Saat ini, angka stunting di Kota Bogor yang semula berada di angka 3.000 telah turun menjadi 1.800. Diharapkan angka stunting di Kota Bogor yang saat ini 18,2 persen bisa turun menjadi 14 persen.

Direktur PT. Lorena Latersia Properti, Karina Soerbakti, yang juga membawahi Swiss-Belinn Bogor, menyatakan bahwa selama enam bulan, pihaknya secara konsisten akan menyalurkan 1 kilogram telur dan 1 kilogram daging ayam setiap minggu untuk 24 anak di Kecamatan Bogor Tengah.

Ke depan, Karina mengatakan bahwa intervensi untuk mencegah stunting ini juga akan menjadi program unggulan dari CSR yang disalurkan.

“Karena salah satu isu yang mengena bagi saya adalah stunting. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa kita, jadi gizinya sangat penting untuk diperbaiki dari sekarang,” ujar Karina, yang juga Anggota DPRD Kota Bogor bertugas di Komisi 4.

Ia menambahkan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsinya di DPRD, ia fokus memperjuangkan program pengentasan dan pencegahan stunting.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat dan bisa membawa berkah untuk warga Kota Bogor serta mengurangi angka stunting,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Rudy Mashudi mengatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Swiss-Belinn Bogor ini bertujuan untuk mengintervensi anak di bawah dua tahun (Baduta).

Apa yang dilakukan oleh Swiss-Belinn Bogor dengan menjadi orang tua asuh ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi pihak lain yang ingin memberikan makanan tambahan bagi bayi di bawah dua tahun.

Selain pemberian makanan tambahan, Pemkot juga rutin melaksanakan penyuluhan, edukasi, pemantauan kesehatan dan gizi, serta meningkatkan cakupan air minum dan air bersih.

“Dengan begitu, kita harapkan apa yang menjadi program ini bisa terus disinergikan atau dikolaborasikan bersama-sama untuk pengentasan stunting dan mencapai zero stunting baru,” ujar Rudy.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Apresiasi Rekkam Art Festival Ke-VII 2024, Ini Kata Sekda Kota Bogor

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, secara resmi membuka Rekkam Art Festival Ke-VII 2024 di Alun-Alun Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Syarifah mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya Rekkam Art Festival yang menjadi wahana atau media bagi para sastrawan, budayawan, hingga seniman, yang akan menjadi rumah bagi semua insan seni dan budaya.

Syarifah berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan seni budaya yang lebih beragam, lengkap, dan berstandar tinggi.

Baca juga : Hadiri Peringatan Bulan Bhakti ke-64 Karang Taruna, Ini Pesan Pj Wali Kota Bogor

“Dan tolak ukurnya bervariasi, sehingga bergerak progresif yang akan menjadi nilai peninggalan dari kegiatan ini,” kata Syarifah, Senin (28/10/2024).

Ia menambahkan, Kota Bogor dengan segala budaya dan seninya merupakan salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), yang tidak semua kota bisa menjadi anggotanya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa ‘Kota Hujan’ memiliki sejarah kebudayaan yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus, dan itu menjadi tugas semua pihak untuk terus mengingatkan pentingnya budaya.

Semua kehidupan, dari daerah terpencil hingga kota besar, akan menjadi samar jika seni dan budaya tidak dijaga dan dilestarikan.

Menurutnya, peninggalan budaya dan seni di Kota Bogor hingga saat ini eksistensinya masih terjaga dan tetap ‘berbicara’.

“Negara dan daerah yang besar adalah yang tidak melupakan sejarahnya. Semua lini hadir dan ambil bagian untuk belajar budaya, sehingga akan memperkaya kebudayaan yang ada,” tegas Syarifah.

Ketua pelaksana Rekkam Art Festival 2024, Heri Matahari, menganggap ruang budaya sangat penting dengan memanfaatkan ruang publik untuk mempertemukan banyak orang.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Pj Gubernur Elen Setiadi Ungkap Pentingnya Data BPS Dalam Mengambil Kebijakan Bagi Pemerintah Daerah

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, S.H., M.S.E, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sensus Pertanian 2023 Tahun 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, bertempat di Hotel Harper Palembang, Senin (28/10/2024).

Dalam arahannya Elen Setiadi mengharapkan jajaran Pemerintah Daerah  baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota di Sumsel  menggunakan data BPS sebagai dasar  landasan menyusun perencanaan pembangunan yang lebih efektif.

“Tidak ada kebijakan ke depan kalau tidak berbasiskan data oleh karena itu kita sangat bersyukur BPS mau sharing data, tidak hanya BPS, ada Bank Indonesia, ada OJK, dan instansi lain, memberikan data, dengan data yang ada ini menjadikan basis kita untuk evaluasi kebijakan, dan memfollow up kebijakan kita kedepan,” ungkapnya.

Baca juga : Pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi Sumsel, Pj Gubernur Ungkapkan 7 Kegiatan Prioritas

Dikatakannya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian.  Berdasarkan data dari BPS Sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang utama PDRB Provinsi Sumsel dan menyerap sebagian besar tenaga kerja.

“Saya yakin di Sumatera Selatan berapa tahun kedepan menjadi pusat pertumbuhan yang baru terutama di Sumatera,” terangnya.

Elen berharap, melalui Rakorda ini akan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mengawal hasil Sensus Pertanian dan Survei Ekonomi Pertanian.

“Sekaligus memberikan dan merumuskan gagasan, ide serta inovasi yang solutif untuk menjawab tantangan yang akan dihadapi oleh sektor pertanian,” tambahnya.

Elen secara khusus menghimbau jajaran  OPD Provinsi, Bupati dan Walikota di kabupaten/ kota untuk  minta data ke BPS.

“Penting sekali untuk kita membuat kebijakan dan evaluasi, berbasiskan data dan sains. Data BPS hanya salah satu yang fundamental yang harus kita miliki,”  tandasnya.

Sementara Kepala BPS Provinsi Sumsel Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.ST., M.Si dalam paparannya menyebut , pada tahun 2023 yang lalu BPS Provinsi Sumsel telah sukses melaksanakan sensus pertanian,  dengan hasil yang telah dirilis dan memberikan informasi lengkap tentang jumlah usaha pertanian, kemudian subsektor karakteristik dan juga skala usahanya.

“Rapat ini memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan sebuah koordinasi dan evaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan survei Ekonomi Pertanian, data yang dihasilkan dari SPT ini akan memberikan gambaran lebih rinci dan mendalam tentang bagaimana kesejahteraan petani,” tambahnya.

Selanjutnya pada bulan Juli 2024 juga telah dilaksanakan survei ekonomi pertanian.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang besar kepada seluruh pihak baik internal BPS yang bertugas di lapangan, pemerintah daerah, dan jajarannya serta seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan atas dedikasi, komitmen, hubungan dan kerjasamanya sehingga menyukseskan seluruh rangkaian  kegiatan, sehingga pelaksanaannya juga telah berhasil dan sukses,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Hadiri Rapat Evaluasi Haji, Menag Harap Haji 2025 Sukses

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar didampingi Wakil Menteri Agama RI Romo Syafi’i mengikuti Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2024 yang digelar dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta.

Pada rapat ini, Menag menjelaskan upaya yang sudah dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelenggarakan penyelenggaraan haji 2024. Meski ada beberapa kekurangan, secara umum, menurutnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik dan lancar.

“Harapan jemaah haji untuk mendapatkan pelayanan maksimal demi terwujudnya haji yang mabrur telah diupayakan selama 73 hari,” ucap Menag Nasaruddin Umar, Senin (28/10/24).

“Komitmen untuk menyediakan pelayanan haji ramah lansia dan haji yang berkeadilan telah diupayakan secara maksimal, di mana 21,41% atau sekitar 45.678 jemaah merupakan jemaah haji lansia di atas 65 tahun,” lanjut Menag.

Alhasil, berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2024 mencapai 88,20 dengan kategori sangat memuaskan. “Semua jenis layanan pada tahun 1445H/2024M berada pada kategori memuaskan dan sangat memuaskan,” terang Menag.

Sementara itu, Menag juga berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 akan berjalan lancar meski tengah berlangsung proses transisi organisasi. Ia mengatakan, saat ini, proses penyelenggaraan haji 2025 sudah berjalan. Ia akan terus berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Haji demi kesuksesan haji 2025.

“Haji tidak boleh gagal gara-gara transisi organisasi,” tegas Menag. Ia menekankan bahwa Ia akan bekerja keras untuk memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengorbankan kualitas pelayanan jemaah.

Untuk memastikan hal tersebut, Menag menilai perlu adanya komunikasi intensif dengan berbagai pihak baik dengan Badan Haji maupun komisi VIII DPR RI.

“InsyaAllah transisi berjalan dengan halus sehingga tidak adanya kendala bagi jemaah haji. Kita sudah bersepakat anatara Badan Penyelenggara Haji dan Kementerian Agama RI. Karena yang utama adalah keselamatan dana kenyamanan jemaah haji,” harapnya.

Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang mengatakan, bahwa masih banyak hal yang perlu dibahas dalam evaluasi haji ini. Ia pun meminta Menag memperbaiki penyampaian evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2024.

“Silahkan Pak Menteri dibuat berbasis keputusan yang diambil. Nanti kita akan bahas ulang pada rapat kerja berikutnya,” ucapnya. Ia pun berharap, apapun masukan yang dibuat pada rapat kali ini segera ditindaklanjuti.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Istana Benarkan Biaya Retreat KMP Pakai Uang Pribadi Prabowo

Istana Kepresidenan menegaskan bahwa biaya untuk gelaran acara Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang selama 3 hari ditanggung sepenuhnya oleh dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, menyampaikan informasi ini kepada wartawan pada Senin, 28 Oktober 2024. “Menggunakan dana dari Pak Prabowo sendiri,” ujar Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi kepada wartawan, Senin (28/10/2024).

Hasan menambahkan bahwa persiapan untuk kegiatan ini telah dilakukan Prabowo dan timnya sejak sebulan sebelum pelantikan. “Kegiatan tersebut dipersiapkan oleh beliau dan tim sejak 1 bulan sebelum dilantik,” jelasnya.

Baca juga : Biaya Retreat Kabinet Merah Putih Pakai Uang Pribadi Prabowo

Sebelumnya, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding mengungkap Presiden Prabowo Subianto membiayai kegiatan retreat Kabinet Merah Putih itu dengan uang pribadi.

“Pak Prabowo yang membiayainya sendiri,” kata Karding dilansir Antara, Senin (28/10/2024).

Retreat Kabinet Merah Putih diketahui berlangsung dari Kamis (24/10) hingga Minggu (27/10). Retreat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto memberikan kesan positif dari para jajaran anggota kabinet.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan retreat Kabinet Merah Putih semakin memperjelas orientasi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia pun memuji kegiatan ini.

“Acara ini keren banget. Sangat menyenangkan dan menggembirakan. Pertama, saya merasa retreat ini menambah kejelasan visi, misi dan tujuan serta orientasi pemerintahan yang dipimpin Pak Prabowo,” kata Raja Juli Antoni.

Artikel ini telah tayang di detiknews yang berjudul “Istana Tegaskan Retreat Kabinet Merah Putih Dibiayai Uang Pribadi Prabowo”

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Penjelasan Kemenkeu Soal Penggunaan Mobil Maung Untuk Dinas Menteri

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi terkait pernyataan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu yang menyebutkan bahwa mobil Maung produksi PT Pindad akan dijadikan kendaraan dinas bagi para menteri dan pejabat eselon I. Kemenkeu menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanya sebagai contoh, bukan rencana resmi.

Dalam klarifikasi Kemenkeu yang dibagikan Humas UGM pada Senin (28/10), Kemenkeu menjelaskan bahwa pernyataan Anggito mengenai penggunaan mobil Maung lebih kepada semangat untuk mendukung industri dalam negeri dengan mengutamakan produk lokal.

“Pernyataan tersebut disampaikan bukan dalam rangka sebagai perencanaan, namun dalam rangka memberikan contoh penggunaan produksi dalam negeri sebagai semangat untuk memperkuat dan mendukung industri dalam negeri,” tulis pernyataan klarifikasi Kemenkeu yang dibagikan Humas UGM, Senin (28/10).

Baca juga : Prabowo Ubah Struktur Kementerian, Kemenkeu Langsung di Bawah Presiden

Sebelumnya, Anggito menyatakan kendaraan Maung akan menggantikan kendaraan impor yang selama ini digunakan oleh pejabat negara, seperti Toyota Alphard.

“Minggu depan saya akan pakai mobilnya Maung itu, mobilnya Pindad itu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kendaraan dinas menteri dan pejabat eselon I tidak lagi berasal dari produk impor. “Karena Pak Prabowo sudah bilang, minggu depan tidak ada lagi barang impor untuk mobil eselon I sama menteri, luar biasa,” sambung Anggito.

Setelahnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi pun mengakui Prabowo telah mengarahkan para menteri dan wakil menterinya untuk menggunakan Maung buatan Pindad sebagai mobil dinasnya.

“Arahan Pak Prabowo waktu retreat agar seluruh menteri, wakil menteri, dan kepala badan menggunakan mobil dinas Maung buatan Pindad,” kata Hasan ketika dikonfirmasi, Senin (28/10).

Hasan mengatakan Prabowo bangga menggunakan Maung Limosin Garuda sebagai kendaraan dinasnya sebagai presiden.

“TKDN [tingkat komponen dalam negeri] Maung sekarang sudah 70 persen,” kata Hasan.

Artikel ini kami lansir dari CNN Indonesia yang berjudul “Kemenkeu Klarifikasi Maung Jadi Mobil Menteri: Cuma Contoh”

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Prabowo Dorong Swasembada Pangan, Targetkan Cetak Sawah 3 Juta Hektare

Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana ambisius untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia dengan mempercepat program cetak sawah seluas 3 juta hektare. Dalam rangka merealisasikan target ini, Prabowo memanggil Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke Istana Kepresidenan untuk melakukan rapat koordinasi.

Usai rapat, Amran menjelaskan bahwa tahap awal cetak sawah telah dimulai di Merauke, Papua. Selanjutnya, rencana ini akan diperluas ke beberapa wilayah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

“Kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk melakukan percepatan cetak sawah yang saat ini posisi di Merauke sudah kita mulai, Kalimantan Tengah kita sudah mulai. Insyaallah dalam waktu dekat, Kalimantan Selatan, kemudian Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan seterusnya. Kita melakukan percepatan untuk cetak sawah,” papar Amran, Senin (28/10/2024).

Baca juga : Mentan Paparkan Konsep Swasembada Pangan di Retreat Kabinet Merah Putih

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa target pencetakan sawah seluas 3 juta hektare diharapkan dapat terealisasi dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas produksi pangan domestik seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.

“Memang kita targetnya kan 3 juta hektare dalam 3-4 tahun ke depan. Ini menjadi sebuah kebutuhan karena penduduk kita nambah, tapi sawah kita nggak pernah nambah. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus cetak,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menyatakan bahwa tambahan 3 juta hektare sawah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam waktu dekat, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia hingga 80 tahun ke depan.

“Bukan hanya untuk kebutuhan tahun ini, besok, bulan depan, minggu depan, bukan. Tapi ini untuk beberapa dekade ke depan. Kami perkirakan dengan 3 juta itu bisa menjamin generasi kita 80 tahun ke depan,” ungkap Sudaryono.

“Itu saya kira satu hal yang memang, itu lah mengapa, kalau tidak sekarang, kapan lagi,” ujarnya menambahkan.

Dia melanjutkan cetak sawah bukan lah upaya membuka lahan dengan menebang hutan. Dia bilang pemerintah cuma mau memaksimalkan lahan-lahan yang berpotensi jadi sentra produksi pangan untuk digunakan.

“Jadi, bukan kok terus kita datang, ke hutan lindung, hutan apa, main tebang-tebang, bukan. Maksud saya ini supaya nggak misleading. Jadi ini sifatnya adalah, ada lahan rawa, misalnya sudah sekian lama nggak pernah termanfaatkan, kita manfaatkan,” beber Sudaryono.

Sudaryono juga menjelaskan cetak sawah 3 juta hektare itu juga bukan program yang terkonsentrasi di satu tempat saja. Pihaknya membuka lahan di berbagai daerah dengan luasan yang juga berbeda-beda.

“Jangan dipikir 3 juta itu satu hamparan 3 juta. Ya, ada yang 10 ribu, 50 ribu di mana, kemudian sekian ratus ribu di mana, kemudian sekian belas ribu di mana. Total semuanya yang kita target kan ada sekitar 3 juta,” pungkas Sudaryono.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Pemerintah Kaji Penghapusan Utang Petani dan Nelayan Lewat Perpres

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa rencana pemutihan atau penghapusan utang macet para petani akan segera dibahas bersama berbagai pihak. Langkah ini diharapkan menjadi solusi untuk meringankan beban finansial petani dan membuka akses mereka ke pembiayaan perbankan.

“Itu nanti kita bahas bersama lagi,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/10). Menurutnya, kebijakan ini akan diatur melalui Peraturan Presiden yang diharapkan dapat memberikan kabar baik bagi petani di seluruh Indonesia. “Ya, doakan,” tambahnya.

Andi Amran juga menjelaskan bahwa pembahasan lebih lanjut akan melibatkan lembaga keuangan. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa pemerintah berkomitmen mencari solusi atas utang macet yang menjerat petani, nelayan, dan pelaku UMKM di perbankan.

Baca juga : Jokowi Pastikan Kesejahteraan Petani Tetap Terjaga

“Insyaallah lah kalau memang itu sesuatu yang untuk kepentingan para petani, UMKM, pasti akan kita pikirkan,” ujar Prasetyo usai mengikuti retret kabinet di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (27/10).

Menurut Pras, hingga saat ini pemerintah belum secara khusus membahas terkait kredit macet petani dan nelayan di perbankan.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan berencana menghapus utang kredit macet sedikitnya enam juta petani, nelayan, hingga UMKM di perbankan, melalui penerbitan Peraturan Presiden soal pemutihan utang.

Pemutihan utang diharapkan dapat membuka kembali akses petani, nelayan dan UMKM kepada pembiayaan perbankan.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Mendiktisaintek Akan Benahi Program Magang Merdeka untuk Tingkatkan Kualitas

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), atau yang lebih dikenal dengan nama Magang Merdeka.

Menurutnya, berbagai aspek dalam program tersebut perlu diperbaiki agar dapat lebih efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Memang banyak sekali yang harus dibenahi,” kata Prof. Satryo di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (28/10/2024).

Baca juga : Mendikdasmen Canangkan Gerakan Bangga Mahir dan Maju dengan Bahasa Indonesia

Prof. Satryo melihat saat ini program Magang Merdeka sudah baik, hanya saja masih ada yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Sehingga, nantinya kualitas dari Magang Merdeka akan semakin baik.

“Magang Merdeka dilanjutkan. Tapi dengan berbagai macam pembenahan supaya aktivitas dan juga kualitas dari magangnya itu lebih kuat lagi,” jelas Prof. Satryo.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Satryo juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dirancang oleh pendahulunya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.

“Saya akan melaksanakan apa yang telah digariskan oleh Pak Nadiem, tanpa ada perubahan signifikan,” ucap Prof. Satryo setelah acara serah terima jabatan di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Jakarta, Senin (21/10/2024).

Prof. Satryo mengatakan, sementara pihaknya tidak akan melakukan perubahan apapun dan tidak ada stagnasi program yang sebelumnya.

Sebab, menurut Prof. Satryo, perubahan pada program akan menyebabkan stagnasi dunia pendidikan atau bahkan bisa berdampak pada kemunduran.

“Adanya perubahan yang menyebabkan adanya stagnasi atau kebingungan di antara pelaku pendidikan baik itu anak-anak maupun pendidiknya kita akan terus jalankan,” ujarnya.

Kendati demikian, Prof. Satryo meminta jajarannya nanti terus memperbaiki hal-hal yang kurang dalam pelaksanaan program saat ini.

“Sambil jalan tolong teman-teman sekalian perbaiki mana-mana yang harus perbaiki perbaikan,” ucapnya.

“Karena pendidikan itu proses yang berjalan tidak bisa kita mengadakan perubahan tiba-tiba dengan konsep baru itu akan menimbulkan suatu setback yang tidak bisa kita tangani kami akan terus laksanakan kita perbaiki terus ke depan,” pungkas Prof. Satryo.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News