Beranda blog Halaman 1497

Mendes Yandri Ingin Desa jadi Penyuplai Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa atau Wamendes Ahmad Riza Patria menghadiri Rapat Koordinasi dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Ruang Sutoyo Siswomiharjo Akademi Militer Magelang, Sabtu (26/10/2024) petang.

Dipaparkan Mendes Yandri, desa ini bersinggungan dengan Kementerian atau Lembaga lain karena memang terkoneksi dengan desa.

“Desa ini hampir 73 persen penduduk Indonesia dari sekitar 75 ribu desa,” kata Mendes Yandri.

Mendes Yandri ingin desa berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis dengan menjadi penyuplai salah satu bahan baku seperti tomat atau rempah.

“Jadi nantinya terkoneksi dengan Kementerian lain seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Mantan Wakil Ketua MPR ini.

Mendes Yandri juga mengakui jika bukan hanya Narkoba yang telah masuk ke Desa, tapi juga ancaman seperti Judi Online telah mulai masuk ke desa.

Untuk antisipasi itu, Mendes Yandri bakal menggandeng dengan Menteri Agama untuk membangun warga desa agar tidak terjerumus dalam bahaya Judi Online.

Mendes Yandri juga telah mencatat Kementerian dan Lembaga yang bakal banyak bersinggungan dengan Desa seperti Badan Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian BUMN.

“Saat ini sekitar 3.000 desa yang masih gelap gulita, olehnya kami sedang memformulasikan agar desa-desa ini bisa terang di era Indonesia Merdeka,” katanya.

Kemendes juga bakal menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk perkuat fasilitas pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia. Pasalnya, saat ini ada sejumlah desa yang tidak miliki Sekolah Dasar.

“Intinya membangun desa itu berarti membangun Indonesia, Desa Maju maka Indonesia Maju,” kata Mendes Yandri.

Mendes Yandri bersama Wakil Mendes Riza Patria bakal segera turun ke lapangan untuk menemui masyarakat desa.

Rapat ini dihadiri oleh Kementerian dibawah koordinasi Cak Imin yaitu Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan wakilnya Ferry Juliantono; Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman dan wakilnya Helvi Yuni Moraza.

Kemudian Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan wakilnya Irene Umar; Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan wakilnya Agus Jabo Priyono; Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding dan wakilnya Christina Aryani serta Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Turut hadir juga Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kemensetneg Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Para pejabat dan pegawai di lingkungan Lembaga Kepresidenan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024, Senin (28/10/2024), bertempat di Halaman Parkir Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta. Deputi Bidang Perekonomian Satya Bhakti Parikesit, bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, serta pembacaan Pembukaan UUD 1945.

Setelah itu, peserta upacara mendengarkan pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, dimana berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatra, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, bersatu dalam semangat kebangsaan.

Baca juga : Sejarah Sumpah Pemuda: Ikrar Kebangsaan yang Mengubah Indonesia

“Pada saat ini bangsa Indonesia tengah memperingati sebuah peristiwa penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia yaitu Peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928. Sebuah peristiwa di mana para pemuda Indonesia menyatakan tekad dan kehendak yang kuat untuk bersatu di tengah kenyataan keragaman untuk menghadirkan negara Indonesia,” ujar Satya Bhakti Parikesit saat membacakan amanat tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo.

Menpora menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh generasi Sumpah Pemuda 1928 harus terus dihidupkan guna memperkuat kesadaran dan karakter bangsa dalam menghadapi perubahan yang cepat, serta menjaga eksistensi kebangsaan Indonesia secara berkelanjutan.

“Bulan Pemuda dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 ini berbarengan dengan masa transisi pemerintahan baru yang akan mengorkestrasi langkah bangsa Indonesia mewujudkan target-target pembangunan jangka menengah sebagai landasan pencapaian target pembangunan jangka panjang 2045, yaitu terwujudnya Indonesia Emas yang bercirikan kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi, serta kiprah bangsa Indonesia yang lebih kuat dalam kancah global,” ujarnya.

Menpora menekankan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk memberikan perhatian lebih besar pada pengembangan kepemudaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, baik sebagai subjek maupun objek pembangunan.

Oleh karena itu, Menpora menekankan, sungguh tepat momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024 ini mengangkat tema Maju Bersama Indonesia Raya. Tema ini menyampaikan pesan untuk meningkatkan dan memajukan berbagai elemen pelayanan kepemudaan hingga mencapai kondisi Indonesia yang raya, Indonesia yang besar, Indonesia yang sejahtera. Upaya ini, sambungnya, dilakukan dalam bentuk upaya pemajuan secara bersama, simultan, sinkron, dan terkoordinasikan dengan sebaik-baiknya, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah.

Menpora juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menggerakkan pelayanan kepemudaan melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan, serta Rencana Aksi Daerah (RAD) yang berorientasi pada peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, marilah kita bersama-sama melakukan berbagai macam langkah untuk mengembangkan potensi pemuda melalui aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia dengan berbagai cara yang dapat dilakukan,” tandasnya.

Upacara diikuti oleh para pegawai dan pejabat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kemenkumham Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Pembangunan Indonesia

Harapan kepada pemuda untuk lebih berperan dalam pembangunan nasional Indonesia adalah tepat adanya, karena pada hakikatnya pemuda merupakan pemilik masa depan. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Razilu, saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024.

Dalam capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai indikator kualitas kepemudaan, pada tahun 2024 ini IPP berada pada posisi 56,33 persen. Rinciannya adalah capaian domain pendidikan sebesar 70,00 persen, domain kesehatan dan kesejahteraan 65,00 persen, domain gender dan diskriminasi 53,33 persen, domain lapangan dan kesempatan kerja 45,00 persen, dan domain partisipasi dan kepemimpinan 43,33 persen.

“Capaian IPP tersebut perlu ditingkatkan dengan melakukan upaya mengembangkan potensi dan keunggulan pemuda secara besar-besaran dan masif di seluruh wilayah Indonesia,” kata Razilu di Lapangan Upacara Kemenkumham, Senin (28/10/2024) pagi.

Baca juga : Sejarah Sumpah Pemuda: Ikrar Kebangsaan yang Mengubah Indonesia

Razilu menuturkan bahwa seluruh pemangku kepentingan pemerintah, masyarakat, dunia industri, perguruan tinggi, dan media harus bergerak secara sinergis, terpadu, dan holistis. Diharapkan nantinya akan terbangun ekosistem pelayanan kepemudaan yang inovatif yang mendukung bertumbuh-kembangnya kepemudaan yang maju, berkarakter kebangsaan, dan berdaya saing.

“Oleh karena itu sungguh tepat, momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024 ini mengangkat tema ‘Maju Bersama Indonesia Raya’. Tema ini menyampaikan pesan kepada kita semua, untuk meningkatkan dan memajukan berbagai elemen pelayanan kepemudaan hingga mencapai kondisi Indonesia yang raya, Indonesia yang besar, Indonesia yang sejahtera,” katanya.

“Upaya ini dilakukan dalam bentuk pemajuan secara bersama, simultan, sinkron, dan terkoordinasikan dengan sebaik-baiknya, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah,” tambahnya.

Setiap upaya untuk memperbaiki kebijakan kepemudaan pada tingkat daerah patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya, karena hal ini akan berdampak kepada perluasan cakupan dan jangkauan pelayanan kepemudaan yang semakin meluas. Hingga nantinya tidak ada satu orang pemuda pun yang tidak mendapatkan pelayanan.

Razilu mengajak segenap jajaran Kemenkumham agar membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia, sesuai dengan kompetensi dan kegemaran masing-masing.

“Marilah kita perbaiki kepedulian kita kepada pemuda Indonesia melalui perbaikan pelayanan kepemudaan, perbaikan tata-kelola pelayanan kepemudaan, dan dukungan sumber daya, hingga kondisi kepemudaan Indonesia menjadi lebih baik yang tercermin dengan kenaikan IPP,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Kejati Tangkap Ronald Tannur Atas Kasus Penganiayaan Berujung Kematian

Pada hari ini Minggu tanggal 27 Oktober 2024 pukul 14.40 WIB. Bertempat di Pakuwon City Virginia Regency Kota Surabaya, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersama Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Surabaya telah berhasil menangkap Terpidana atas nama Gregrorius Ronald Tannur, Laki-laki, Usia 27 tahun yang merupakan terdakwa/terpidana kasus penganiayaan terhadap kekasihnya, Dini Sera Afrianti (29 tahun) hingga tewas.

Terpidana Gregrorius Ronald Tannur ditangkap dan dilakukan eksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1466/K/Pid/2024 Tanggal 22 Oktober 2024 yang memutus bersalah telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara selama 5 (lima) Tahun.

Baca juga : Kejagung: Tiga Hakim Terlibat Suap Kasus Ronald Tannur

Adapun Kronologi pengamanan Terpidana Gregorius Ronald Tannur sebagai berikut :

Awalnya sekira Pukul. 14.10 Wib Tim Intelijen Kejati Jatim Bersama Tim Jaksa Eksekutor Kejari Surabaya berangkat dari Kantor menuju kediaman Terpidana Gregorius Ronald Tannur bertempat di Pakuwon City Virginia Regency E3 Surabaya dan tiba sekira Pukul

14.30 WIB, kemudian Tim masuk kerumah Terpidana dan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan untuk menjemput dalam rangka pelaksanaan eksekusi, dimana yang bersangkutan didampingi oleh Asisten Rumah Tangga (ART) nya.

Sekira Pukul 14.45 Wib Terpidana Gregorius Ronald Tannur berhasil dibawa dan diamankan oleh Tim Intelijen Kejati Jatim bersama Tim Jaksa Eksekutor Kejari Surabaya dan langsung dibawa menuju ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, kemudian tepat pada Pukul 15.40 Wib Terpidana Gregorius Ronald Tannur tiba di Kantor Kejati Jatim dengan pengamanan dari Tim Gabungan Intelijen.

Bahwa upaya penangkapan dalam rangka eksekusi ini adalah hasil dari kerja keras Tim Intelijen yang selalu melakukan monitoring terhadap keberadaan Terpidana Gregorius Ronald Tannur sesaat setelah Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung RI Nomor:

1466/K/Pid/2024, sehingga tepatnya pada hari ini Minggu tanggal 27 Oktober 2024 pukul 14.40 WIB pelarian Terpidana Gregrorius Ronald Tannur berakhir di Surabaya.

Bahwa setelah berhasil ditangkap dan dibawa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, maka Terpidana Gregrorius Ronald Tannur segera di eksekusi oleh Jaksa Eksekutor di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Medaeng.

Menko PMK Berdialog Bersama Seluruh Pegawai dalam “SENERGI”

Sejalan dengan semangat persatuan dan kerjasama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK Pratikno berdialog dengan seluruh pegawai Kemenko PMK dalam kegiatan Senin Bersinergi (SENERGI), di Aula Heritage Kantor Kemenko PMK, pada Senin (28/10/24) setelah melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96.

Kegiatan “SENERGI” merupakan forum komunikasi yang digagas oleh Menko Pratikno untuk mengumpulkan aspirasi, saling bertukar pikiran, ide, dan kreativitas dengan pegawai Kemenko PMK.

“Saya percaya tidak ada kekuatan individual, yang ada adalah kekuatan kolektif. Kita harus membangun energi kolektif, membangun inovasi kolektif, membangun pemikiran kolektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menko Pratikno juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya reformasi birokrasi melalui ide, inovasi, karya dan penguasaan teknologi digital. Menurutnya penguasaan teknologi digital khususnya pada pegawai muda yang merupakan digital native harus dimaksimalkan untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas kerja.

Menko Pratikno mengibaratkan kerja keras tanpa inovasi dan penguasaan digital sama seperti berputar di atas roda hamster (hamster wheel). Bekerja keras memutari siklus tetapi hanya bergerak di tempat itu saja.

“Mari kita buat wheel yang lain. Kita buat roda baru untuk bertransformasi. Kami minta komitmen dari semuanya untuk melakukan transformasi birokrasi ini. Kerja lebih produktif, lebih sehat, lebih bahagia, dan rejekinya cukup,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menpora Dorong Pemuda Berperan Aktif untuk Indonesia

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 yang jatuh pada 28 Oktober, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar upacara di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (28/10/2024) pagi.

Upacara Hari Sumpah Pemuda 2024 mengusung tema ‘Maju Bersama Indonesia Raya’ dengan tujuan memperkuat kolaborasi di berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan untuk mendukung kemajuan pemuda.

Hal ini selaras dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan pemerintahan di Kota Bogor, seluruh unsur kepemudaan, dan para pelajar di Kota Bogor.

Selaku inspektur upacara, Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Ario Bimo Nandito Ariotedjo.

Dalam pidatonya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk memperingati momentum Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan dalam keberagaman Indonesia.

“Nilai-nilai agung yang ditampilkan oleh generasi Sumpah Pemuda pada tahun 1928 ini harus selalu didengungkan untuk menguatkan kesadaran dan karakter bangsa Indonesia,” ucap Hery saat membacakan sambutan Menpora.

Dalam mencapai visi ini, pemuda diharapkan menjadi penggerak pembangunan melalui partisipasi aktif dalam berbagai sektor, termasuk pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Tahun ini, IPP Indonesia mencapai 56,33%, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, serta partisipasi dan kepemimpinan.

“Capaian IPP tersebut perlu ditingkatkan dengan melakukan upaya mengembangkan potensi dan keunggulan pemuda secara besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Dalam hal ini, pemerintah daerah juga diharapkan aktif dalam kebijakan dan program kepemudaan melalui Rencana Aksi Daerah (RAD), sehingga tidak ada pemuda yang terabaikan dalam pengembangan diri.

“Melalui kesempatan ini, marilah kita bersama-sama membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi masing-masing,” tutur Hery.

Di samping itu, Menpora juga menyoroti peran penting pemuda dalam mewujudkan ‘Indonesia Emas 2045’ di tengah masa transisi pemerintahan baru.

Pada kesempatan ini, Pemkot Bogor turut memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi kepemudaan yang telah berkontribusi aktif dalam pelayanan kepemudaan di Kota Bogor.

Dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tahunnya, diharapkan pemuda Kota Bogor semakin terpacu untuk berperan aktif dalam setiap aspek pembangunan demi terciptanya Indonesia yang maju, besar, dan sejahtera.

Sekda Edward Candra Irup Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tingkat Provinsi Sumsel  

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra, MH  bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Senin (28/10/2024) pagi.

Dalam sambutan tertulisnya,  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Ariobimo Nandito Ariotedjo  yang dibacakan Sekda Edward Candra mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 ini berbarengan dengan masa transisi pemerintahan baru yang akan mengorkestrasi langkah bangsa Indonesia mewujudkan target-target Pembangunan jangka menengah sebagai landasan pencapaian target Pembangunan jangka panjang 2045, yaitu terwujudnya Indonesia Emas yang bercirikan kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi, serta kiprah bangsa Indonesia yang lebih kuat dalam kancah global.

“Momentum ini merupakan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada agenda-agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam Pembangunan Indonesia, baik dalam posisi pemuda sebagai subjek Pembangunan maupun sebagai objek Pembangunan,” kata Sekda.

Baca juga : Pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi Sumsel, Pj Gubernur Ungkapkan 7 Kegiatan Prioritas

Menurut Menpora, sebagai subjek Pembangunan pemuda Indonesia telah memiliki kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam beragam sektor Pembangunan Nasional bahkan pada agenda Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang merupakan agenda global.

“Pada sebagian yang lain, pemuda Indonesia masih membutuhkan layanan pemberdayaan untuk membangun potensi yang masih terpendam hingga potensi tersebut menjadi kekuatan dalam kepemimpinan, kepeloporan dan kewirausahaan,” tegas Edward.

Lebih lanjut Menpora  berharap pemuda untuk lebih berperan dalam Pembangunan Nasional Indonesia adalah tepat adanya, karena pada hakikatnya pemuda adalah pemilik masa depan. Capaian Indeks Pembangunan Pemuda atau IPP. Sebagai indikator kualitas kepemudaan pada tahun 2024.

“Indeks Pembangunan Pemuda berada pada 56,33 persen, dengan rincian capaian domain Pendidikan sebesar 70,00 persen, domain kesehatan dan kesejahteraan sebesar 65,00 persen, domain gender dan diskriminasi sebesar 53,33 persen.  Sementara itu domain lapangan dan kesempatan kerja sebesar 45,00 dan domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen,” tambah Menpora.

Lebih jauh Edward menyebut, momentum peringatan hari sumpah pemuda tahun 2024 ini mengangkat tema Maju Bersama Indonesia Raya.

“Tema ini menyampaikan pesan kepada kita semua, untuk meningkatkan dan memajukan berbagai elemen pelayanan kepemudaan hingga mencapai kondisi Indonesia yang raya, Indonesia yang besar, Indonesia yang sejahtera,” imbuh Sekda.

Menpora menambahkan, peran pemerintah daerah diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program kepemudaan yang baik dan berkesinambungan, serta diwujudkan dalam bentuk rencana aksi daerah (RAD) layanan kepemudaan yang berorientasi kepada peningkatan IPP yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing.

“Untuk memperbaiki kebijakan kepemudaan pada tingkat daerah patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya karena hal ini akan berdampak kepada perluasan cakupan dan jangkauan pelayanan kepemudaan semakin meluas hingga tidak ada satu orang pemuda yang tidak mendapatkan pelayanan,” tambahnya.

Menpora juga mengajak seluruh unsur elemen masyaratat  melakukan berbagai  langkah untuk mengembangkan potensi pemuda dengan terus mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia.

“Marilah kita bersama membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi masing-masing,” tandasnya  Sekda.

Dalam rangkaian Hari Sumpah Pemuda kali  ini dilakukan  pemberian perhargaan kepada 40 pemuda berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Upacara diikuti oleh berbagai elemen para pegawai lingkup Pemprov Sumsel, Organisasi Pemuda, Mahasiswa dan kalangan pelajar. Turut hadir serta  Para Asisten, Para Staf Ahli, Para Kepala OPD  Para Kepala Biro dilingkungan Setda Prov. Sumsel.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

Sejarah Sumpah Pemuda: Ikrar Kebangsaan yang Mengubah Indonesia

Sumpah Pemuda merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui sebuah putusan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928. Ikrar ini adalah pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan: ialah Indonesia. Keyakinan itu lalu disebarluaskan untuk dijadikan asas bagi semua perkumpulan kebangsaan Indonesia setelah peristiwa Kongres Pemuda Kedua.

Kongres Pemuda Kedua digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

Sebelum kongres digelar, para pemuda mengadakan pertemuan terlebih dahulu pada 3 Mei 1928 dan 12 Agustus 1928. Mereka membahas tentang pembentukan panitia, susunan acara kongres, waktu, tempat, dan biaya. Kemudian pertemuan itu menyepakati bahwa Kongres Pemuda Kedua akan diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda, yaitu gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos, Kramat No. 106). Keseluruhan biaya akan ditanggung oleh organisasi-organisasi yang menghadiri kongres serta sumbangan sukarela. Selain itu, pertemuan juga menyepakati pembentukan kepanitiaan kongres dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III: R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

RAPAT PERTAMA, GEDUNG KATHOLIEKE JONGENLINGEN BOND

“Perceraiberaian itu wajiblah diperangi, agar kita bisa bersatu” (Sambutan Sugondo Djojopuspto dalam pembukaan kongres)

Rapat pertama, malam hari Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito, memberi sambutan. Ia berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Mohammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

RAPAT KEDUA, GEDUNG OOST-JAVA BIOSCOOP

“Di Indonesia ini, mesti lebih banyak perubahan-perubahannya dalam segala apapun juga. Kita harus membuang jauh-jauh itu tabiat mempermanja anak-anak kita” (Poernomowoelan)

Rapat kedua, pagi hari, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

RAPAT KETIGA, GEDUNG INDONESISCHE CLUBGEBOUW

“Pramuka tanpa semangat kebangsaan bukanlah Pramuka…” (Theo Pangemanan)

Rapat ketiga, sore hari, Minggu, 28 Oktober 1928, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Kemudian Ramelan mengemukakan tentang gerakan kepanduan yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Theo Pengamanan menyampaikan bahwa pandu sejati adalah pandu berdasarkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air Indonesia.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” oleh Wage Rudolf Supratman melalui lantunan biola. Lagu tersebut disambut dengan sangat antusias oleh peserta kongres. Kemudian kongres ditutup dengan pembacaan sebuah keputusan oleh Sugondo Djojopuspito. Keputusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin.

PUTUSAN KONGRES
PEMUDA-PEMUDA INDONESIA

Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan namanya Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar2 Indonesia.

Membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1928 di negeri Djakarta:

Sesudahnya mendengar pidato-pidato pembicaraan yang diadakan didalam kerapatan tadi;

Sesudahnya menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembicaraan ini.

Kerapatan lalu mengambil keputusan:

PERTAMA.

KAMI PUTERA DAN PUTRI INDONESIA,
MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU,
TANAH INDONESIA.

KEDUA.

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENGAKU BERBANGSA YANG SATU,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN,
BAHASA INDONESIA.

Setelah mendengar putusan ini, kerapatan mengeluarkan keyakinan azas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuannya:

KEMAUAN
SEJARAH
BAHASA
HUKUM ADAT
PENDIDIKAN DAN KEPANDUAN

dan mengeluarkan pengharapan, supaya putusan ini disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpoelan kita.

Istilah ‘Sumpah Pemuda’ melekat pada keputusan kongres ini. Makna yang terkandung adalah agar pemuda-pemudi Indonesia senantiasa mencintai tanah air Indonesia, menjaga dan merawat persatuan kita sebagai sebuah bangsa, serta menjunjung penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Menonaktifkan WA Agar Centang Satu Meski Terhubung Internet

London, UK - August 02, 2018: The buttons of WhatsApp, Facebook, Instagram, Snapchat and Youtube on the screen of an iPhone.

Penggunaan WhatsApp atau WA sebagai aplikasi komunikasi utama sering kali membuat pengguna merasa perlu untuk selalu terhubung. Namun, ada kalanya seseorang ingin tetap offline atau tidak terlihat aktif di aplikasi ini. Untuk membantu pengguna menjaga privasi, berikut adalah beberapa cara menonaktifkan WhatsApp agar hanya centang satu.

Mengapa Centang Satu Penting?

Centang satu pada pesan WhatsApp menunjukkan bahwa pesan belum diterima oleh penerima meskipun perangkat terhubung ke internet. Dengan mengetahui cara ini, pengguna dapat mengontrol interaksi dan tetap menjaga privasi tanpa harus mematikan koneksi internet atau aplikasi.

Cara Menonaktifkan WhatsApp Agar Centang Satu

  1. Matikan Data Seluler
    • Langkah-langkah:
      1. Buka Pengaturan di smartphone Anda.
      2. Klik Kartu SIM dan data seluler.
      3. Matikan data seluler.
  2. Aktifkan Mode Pesawat
    • Langkah-langkah:
      1. Buka Pengaturan pada perangkat.
      2. Pilih Wi-Fi dan Jaringan.
      3. Klik Mode Pesawat untuk menonaktifkan semua koneksi internet.
  3. Ganti Akun WhatsApp
    • Langkah-langkah:
      1. Buka WhatsApp.
      2. Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas.
      3. Pilih Settings.
      4. Pada bagian profil, klik panah ke bawah dan masukkan nomor WhatsApp yang lain.
  4. Nonaktifkan Jaringan WhatsApp
    • Langkah-langkah:
      1. Buka Pengaturan di smartphone.
      2. Pilih Kartu SIM dan data seluler.
      3. Klik Penggunaan Data dan pilih Izin Jaringan.
      4. Klik WhatsApp dan pilih Nonaktifkan Jaringan.
  5. Hentikan Paksa Aplikasi WhatsApp
    • Langkah-langkah:
      1. Buka Pengaturan di smartphone.
      2. Klik Manajemen Aplikasi.
      3. Pilih Daftar Aplikasi dan klik WhatsApp.
      4. Pilih Paksa berhenti.
  6. Matikan Ponsel
    • Langkah-langkah:
      1. Tekan lama tombol power.
      2. Pilih matikan daya. Saat ponsel mati, semua koneksi juga akan terputus, sehingga pesan yang dikirim akan centang satu.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, pengguna WhatsApp dapat tetap menjaga privasi dan mengontrol interaksi tanpa harus kehilangan akses ke aplikasi sepenuhnya. Selamat mencoba!

Cara Mudah Mengaktifkan STNK Mati, Segini Biayanya!

STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan adalah dokumen resmi yang wajib dimiliki oleh setiap kendaraan bermotor. STNK berfungsi sebagai tanda bukti legalitas pendaftaran dan pengesahan kendaraan, serta tanda kepemilikan yang sah. 

Pemilik kendaraan bermotor di Indonesia diwajibkan untuk membayar pajak tahunan. Keterlambatan dalam pembayaran pajak dapat mengakibatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi tidak berlaku. Denda yang dikenakan akibat keterlambatan bervariasi, tergantung pada lama keterlambatan tersebut.
\

Untuk menghindari denda yang lebih besar dan risiko penghapusan identitas pemilik dari STNK, penting bagi pemilik kendaraan untuk segera menyelesaikan pembayaran pajak yang tertunda.

Cara Mengaktifkan STNK yang Mati

Jika keterlambatan pembayaran pajak kurang dari satu tahun, pemilik kendaraan masih dapat mengaktifkan STNK di gerai Samsat atau Samsat Keliling. Namun, jika keterlambatan lebih dari satu tahun, pemilik wajib mengunjungi kantor Samsat induk.

Dokumen yang Diperlukan:

  • STNK asli dan fotokopi
  • Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi
  • KTP asli dan fotokopi

Prosedur di Kantor Samsat

  1. Datangi kantor Samsat terdekat.
  2. Lakukan cek fisik kendaraan.
    • Biaya untuk formulir dan surat cek fisik adalah Rp15.000.
  3. Isi formulir pajak di komputer yang disediakan.
  4. Siapkan dan susun dokumen secara urut:
    • STNK asli
    • Fotokopi KTP
    • Fotokopi STNK
    • Fotokopi BPKB (halaman pertama dan kedua)
  5. Isi surat keterangan yang menyatakan tidak ada perubahan identitas pemilik maupun kendaraan.
  6. Lakukan pembayaran di loket pembayaran progresif.

Perhitungan Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Denda PKB dihitung sebesar 25% per tahun. Berikut adalah rincian perhitungan denda berdasarkan lama keterlambatan:

  • Keterlambatan 3 bulan: PKB x 25% x 3/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 6 bulan: PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 12 bulan: PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ

Denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ):

  • Roda dua: Rp35.000
  • Roda empat: Rp100.000

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, pemilik kendaraan dapat menghindari denda yang lebih besar dan memastikan STNK tetap aktif. Jangan tunda pembayaran pajak kendaraan Anda!