Beranda blog Halaman 209

Pemkot Bandung Siapkan Subsidi Pelatihan hingga Rp15 Juta untuk Magang dan Kerja ke Jepang

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan menyiapkan subsidi pelatihan hingga Rp15 juta bagi warga yang mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran (18/6/2026).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, program pemagangan menjadi salah satu langkah untuk menyesuaikan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.

Disnaker Kota Bandung membuka kerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk sektor hotel dan restoran, untuk menyediakan program pemagangan yang dibiayai pemerintah.

“Kami melakukan pemagangan yang dibiayai oleh pemerintah. Peserta mendapat bantuan transportasi dan instruktur sehingga industri terbantu dan pencari kerja juga mendapatkan pengalaman kerja,” ujarnya.

Yayan menjelaskan, peserta magang memperoleh pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga peluang terserap ke dunia kerja menjadi lebih besar.

Selain memperluas program magang, Disnaker mengintensifkan sosialisasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang yang masih membutuhkan banyak tenaga kerja asal Indonesia.

Ia menyebut, pemerintah memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebagai bekal sebelum peserta diberangkatkan.

“Hampir Rp10 juta sampai Rp15 juta kami subsidi untuk belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan,” katanya.

Yayan menerangkan, tenaga kerja yang bekerja di luar negeri selama tiga hingga lima tahun akan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia saat kembali ke Indonesia.

Disnaker Kota Bandung juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Teknologi Bandung, untuk membuka peluang bekerja sambil menempuh pendidikan di luar negeri.

Program tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi generasi muda Kota Bandung untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kompetensi, serta memiliki daya saing di pasar kerja global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, DIY Tegaskan Komitmen Pembangunan Rendah Karbon

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama melalui langkah-langkah konkret untuk menjaga bumi. Semangat tersebut mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY bertema “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim” yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (18/6).

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X yang membacakan sambutan Gubernur DIY menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi Triple Planetary Crisis atau tiga krisis besar yang melanda bumi, yakni perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan berpotensi mengancam daya dukung alam, kualitas hidup masyarakat, hingga keberlanjutan pembangunan.

“United Nations Environment Programme (UNEP) mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi Triple Planetary Crisis. Karena itu, kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kita harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujar Sri Paduka.

Komitmen tersebut, lanjut Sri Paduka, sejalan dengan langkah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai Persetujuan Paris. Di tingkat daerah, DIY menerjemahkan komitmen tersebut melalui pembangunan rendah karbon yang telah menjadi bagian dari Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang RPJMD DIY Tahun 2022–2027, mencakup sektor kehutanan, pertanian, pesisir dan kelautan, energi, transportasi, pengelolaan limbah, hingga persampahan.

Sri Paduka menegaskan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” merupakan ajakan untuk bergerak dari kesadaran menuju tindakan nyata. Upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari lingkup terkecil, seperti keluarga, kampung, sekolah, kantor, maupun komunitas melalui pengurangan sampah, penanaman pohon, penghematan energi, serta membudayakan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam kehidupan sehari-hari.

“Selaras dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti kewajiban melindungi, memelihara, dan membina keselamatan serta kelestarian alam, mari kita ubah kepedulian menjadi tindakan nyata demi bumi yang lebih baik. Manusia adalah pelindung dan perawat dunia. Alam maringi, alam ngelakoni, alam ngadili. Langkah kecil kita hari ini adalah warisan berharga bagi generasi masa depan,” tutur Sri Paduka.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis iklim. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Juni, mulai dari pemutaran film edukasi lingkungan Menolak Punah, aksi gotong royong bersih lingkungan di seluruh perangkat daerah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir Trisik, Kulon Progo.

“Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi panggilan untuk bertindak lebih besar dalam menyelamatkan bumi. Perubahan iklim harus direspons bersama melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Kusno.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemda DIY juga melaksanakan uji emisi terhadap 80 kendaraan roda dua dan 80 kendaraan roda empat dinas, penanaman pohon, serta penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah berupa gerobak sampah listrik Samson 250 dari PT Adyawinsa Telecommunication and Electrical, bagian dari Adyawinsa Group. Kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang dirancang untuk mendukung operasional kebersihan ramah lingkungan tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 250 kilogram, daya jelajah sekitar 30 kilometer, serta mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar 90 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Pada kesempatan yang sama, Pemda DIY memberikan penghargaan kepada para pegiat lingkungan melalui Kalpataru Nasional, Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat DIY, Padukuhan Tangguh Iklim, serta PROPER bagi perusahaan yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, melainkan menjadi inspirasi bagi lahirnya semakin banyak gerakan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah DIY.

Penerima Kalpataru Nasional 2026 kategori Perintis, Ananto Isworo, menjadi salah satu sosok yang mendapat apresiasi dalam acara tersebut. Selain itu, sejumlah padukuhan dan kampung iklim dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta juga menerima penghargaan atas inovasi serta konsistensi mereka dalam membangun ketahanan iklim berbasis masyarakat.

Melalui peringatan ini, DIY kembali menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dari kampung hingga perkantoran, dari langkah sederhana hingga kebijakan pembangunan, seluruh ikhtiar tersebut menjadi bagian dari satu tujuan besar: mewariskan bumi yang lebih sehat, lestari, dan layak huni bagi generasi mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rico Waas Tinjau Banjir di Jalan Bunga Mawar Medan, Drainase Tersumbat Jadi Sorotan

Keluhan warga terkait banjir yang kerap merendam Jalan Bunga Mawar, Kecamatan Medan Selayang, mendapat respons cepat dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Genangan air yang mencapai selutut hingga sepaha orang dewasa saat hujan deras turun dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia meninjau langsung lokasi langganan banjir tersebut, Jumat (19/6/2026).
Di lokasi, Rico Waas menerima langsung aspirasi warga yang selama ini terdampak genangan air.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, ditemukan adanya saluran drainase berukuran besar yang diduga telah lama mengalami penyumbatan sehingga tidak mampu mengalirkan air secara optimal saat hujan.
“Kita menerima aspirasi masyarakat terkait genangan yang sering terjadi di Jalan Bunga Mawar. Setelah dicek, ada drainase besar yang kemungkinan sudah lama mengalami penyumbatan sehingga perlu dilakukan normalisasi maupun perbaikan,” ujar Rico Waas.
Ia pun meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi yang turut dalam peninjauan itu melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan akar persoalan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Harus dicek lebih detail untuk mengetahui titik permasalahannya,” sebutnya.
Setelah itu, lanjut Rico Waas dalam kegiatan yang juga diikuti Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz Rambe itu, dipetakan solusi yang paling tepat, apakah perlu normalisasi drainase yang ada atau pembangunan saluran baru agar genangan tidak kembali terjadi,” jelasnya.
Kehadiran Rico Waas di wilayah itu disambut antusias warga, khususnya kaum ibu. Warga berharap penanganan banjir dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan lancar.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Roadshow Serbukatif di SDN Cipaku Perumda, Yantie Rachim Dorong Budaya Kata Positif

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Founder Seribu Kata Positif (Serbukatif), Yantie Rachim, terus mengajak para pelajar untuk membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membangun karakter dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.

 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Roadshow Seribu Kata Positif (Serbukatif) yang berlangsung di SDN Cipaku Perumda, Jalan Komplek Perumda, Kota Bogor, Kamis (18/6/2026).

 

Yantie Rachim mengatakan bahwa program Serbukatif masih terus berjalan dan mendapat respons positif dari berbagai sekolah di Kota Bogor. Meski pelaksanaan roadshow tidak sesering pada awal program diluncurkan, pendampingan dan implementasi program tetap dilakukan secara berkelanjutan oleh tim Serbukatif.

 

“Ini Roadshow Serbukatif yang sudah ke berapa kali dilaksanakan di tahun 2026, dan alhamdulillah program ini masih terus berjalan. Walaupun roadshownya mungkin tidak sesering dulu, tetapi programnya tetap dijalankan oleh tim Serbukatif,” ujar Yantie Rachim.

 

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Yantie Rachim mengaku senang melihat antusiasme para siswa serta kemampuan mereka dalam menerapkan kebiasaan berkata positif di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pertemanan mereka.

 

“Alhamdulillah saya melihat anak-anak tetap antusias dan mereka menerapkan program Serbukatif ini dengan sangat baik di lingkungannya. Kalau saya melihat, program Serbukatif ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Yantie Rachim menegaskan bahwa salah satu tujuan utama Serbukatif adalah membentuk karakter anak melalui kebiasaan menggunakan kata-kata yang baik dan membangun dalam setiap interaksi.

 

Menurutnya, lingkungan sekolah yang dipenuhi ucapan positif akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

 

“Harapannya tentu anak-anak harus terus berkata yang positif supaya tidak ada bullying ataupun hal-hal yang kurang baik. Kami harapkan visi dan misi Serbukatif memang seperti itu,” pungkas Yantie.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Riau Gandeng BPH Migas, Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperketat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi menjalin sinergi strategis dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang berfokus pada pengetatan pengendalian, pembinaan, serta pengawasan dalam proses pendistribusian energi di wilayah Bumi Lancang Kuning.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang melakukan penandatanganan bersama Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas. Acara tersebut berlangsung di Aula Cendrawasih Lantai G Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Ninno Wastikasari, turut hadir mendampingi gubernur sebagai bentuk komitmen lintas sektor di jajaran pemerintah daerah.

Adapun fokus utama dari perjanjian kerja sama ini adalah untuk mengawal pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi, serta Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau BBM kompensasi. Kedua jenis bahan bakar tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah agar penyalurannya di lapangan tidak lagi mengalami kebocoran.

Langkah ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemprov Riau dan BPH Migas. Melalui payung hukum kerja sama yang baru ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap liter BBM subsidi dan kompensasi dapat tersalurkan secara tertib dan berkeadilan.

Selain menjamin ketertiban, kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan sistem distribusi energi yang transparan bagi konsumen pengguna di Provinsi Riau. Dengan adanya keterlibatan aktif dari pemerintah daerah, fungsi pengawasan di stasiun pengisian bahan bakar dipastikan akan berjalan jauh lebih efektif dari sebelumnya.

Pemerintah daerah juga berharap kesepakatan ini mampu meminimalkan potensi penyalahgunaan serta praktik spekulasi dalam penyaluran BBM di lapangan. Pengawasan ketat akan dilakukan secara berkala guna memastikan bahwa manfaat subsidi dari anggaran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.

Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menyatakan dukungan penuh instansinya terhadap implementasi kerja sama tersebut di sektor hilir migas daerah. Menurutnya, kepastian distribusi energi sangat berkaitan erat dengan iklim usaha, tata kelola pemerintahan yang baik, serta stabilitas roda perekonomian di tingkat daerah.

“Dengan pengawasan yang semakin optimal, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar, serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau semakin meningkat,” ujar Ninno Wastikasari.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemadaman Listrik Bergilir Dimaklumi, Senator Lia: Masyarakat Tetap Berhak Mendapat Pemberitahuan yang Jelas

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, melontarkan kritik terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Menurutnya, masyarakat tidak hanya terdampak akibat terhentinya aktivitas sehari-hari, tetapi juga dibuat bingung karena minimnya penjelasan yang utuh mengenai penyebab pemadaman.

Lia menilai pelayanan informasi kepada publik harus menjadi perhatian serius. Sebab, di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari pelayanan yang wajib diberikan.

“PLN yang paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan yang terkadang membingungkan publik, tapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah,” kata Lia Istifhama, Sabtu (20/6/2026).

Lia mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat untuk melakukan antisipasi, terutama bagi pelaku usaha, pekerja, hingga layanan yang bergantung pada pasokan listrik.

Menurutnya, durasi pemadaman yang berlangsung cukup lama semakin memperbesar dampak yang dirasakan masyarakat.

“Pemadaman tanpa ada informasi sebelumnya. Ujug-ujug padam dan durasinya juga cukup lama. Ini saya kira menjadi catatan penting yang tidak boleh lagi terjadi. Apa susahnya sih memberikan informasi kepada publik dan menjelaskan alasannya kenapa bisa terjadi pemadaman?” tegas Lia.

Lia menegaskan bahwa gangguan pasokan listrik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor.

Aktivitas rumah tangga terganggu, operasional pelaku usaha terhambat, pelayanan publik ikut terdampak, hingga kegiatan pendidikan dan produktivitas masyarakat mengalami penurunan. Karena itu, menurutnya, pemadaman bergilir harus menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang.

Lia meminta PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik sekaligus memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Selain meningkatkan keandalan jaringan, ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi publik yang cepat, transparan, dan mudah dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kepastian informasi setiap kali terjadi gangguan maupun pemeliharaan jaringan listrik.

Menurut Lia, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari keberhasilan menjaga pasokan listrik tetap stabil, tetapi juga dari keterbukaan informasi kepada masyarakat saat terjadi kendala di lapangan.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Prabowo Subianto Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026, Fokus Lolos Piala Dunia 2030

Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Usai pertemuan, Erick menyebut telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sepak bola nasional, termasuk peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September–Oktober 2026. Erick mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan respons positif terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.

“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah. Jadi kita tunggu nanti dan saya juga diminta segera mengkomunikasikan ke semua kementerian,” ujar Erick dalam keterangannya.

Selain membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Tim Nasional Indonesia. Erick mengatakan bahwa Kepala Negara menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap seluruh program Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terutama dalam mempersiapkan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.

“Jadi tadi Coach John ditanya gimana persiapan ke depan, apakah yang dibutuhkan. Bapak Presiden bilang pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan, bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” ungkap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berdialog langsung dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengenai kesiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat. John menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kepala Negara dan pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional.

Lebih lanjut, John menjelaskan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah turnamen penting, termasuk AFF (ASEAN Football Federation) dan FIFA ASEAN. John menyebut kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kualitas tim, memberi pengalaman kepada para pemain, sekaligus mengukur kesiapan skuad menuju target yang lebih besar.

“Dan kemudian ASEAN. FIFA ASEAN. Saya mendapatkan kesempatan besar untuk mengumpulkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memenangkan turnamen itu, dan saya pikir itu penting. FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur, dan itu adalah langkah penting yang perlu kami ambil dan untuk membawa pulang piala sekarang,” imbuh John.

Lebih lanjut, John mengatakan bahwa seluruh tim pelatih dan pemain saat ini fokus mempersiapkan diri untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, target tersebut menjadi motivasi utama yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras.

“Saya pikir Presiden memiliki semangat yang besar terhadap sepak bola. Beliau, seperti setiap orang Indonesia, sama saja. Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan dan beliau adalah salah satunya. Beliau adalah satu dari 280 juta orang itu yang ingin kami lolos untuk tahun 2030. Segala yang kami lakukan. Setiap hari saat kami bangun, kami terobsesi dengan kualifikasi tersebut karena itu akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya,” pungkas John.

Dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN dan penguatan Tim Nasional menunjukkan tekad pemerintah menjadikan sepak bola sebagai salah satu instrumen pemersatu bangsa, sekaligus sarana membangun kebanggaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia kini semakin percaya diri menatap target besar menuju Piala Dunia 2030.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Dorong Pembangunan Olahraga Nasional Berkelanjutan, Perhatikan Atlet Disabilitas

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman usai diterima Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk penguatan pembinaan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Menurut Erick, salah satu program yang dilaporkan kepada Kepala Negara adalah pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

“Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” ujar Erick.

Selain membahas olahraga disabilitas, Erick menyebut Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan perlunya dukungan kebijakan untuk memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya,” kata Erick.

Presiden Prabowo, lanjut Erick, menyatakan dukungannya terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

“Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi,” ungkap Erick.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas). Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” imbuh Erick.

Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga. “Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” pungkas Erick.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Komisi VI DPR: Koperasi Merah Putih Perlu Didukung Digitalisasi dan Ekosistem Usaha

Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) perlu dibarengi dengan penguatan ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari dukungan distribusi barang, pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing koperasi dan memperluas akses layanan kepada masyarakat.

 

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyampaikan pandangan tersebut saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali, Kamis (18/6/2026). Dalam pertemuan bersama sejumlah mitra kerja, Komisi VI DPR RI turut membahas dukungan yang dapat diberikan BUMN terhadap pengembangan KDMP di daerah.

 

Menurutnya, penguatan koperasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar koperasi memiliki kemampuan untuk berkembang dan menjalankan fungsi ekonominya secara optimal.

 

“Kami melihat bagaimana dukungan yang dapat diberikan ke depan untuk memperkuat KDMP agar mampu berkembang dan melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

 

Darmadi menilai salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi digital dalam operasional koperasi. Kehadiran sistem pembayaran dan layanan yang terintegrasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi.

 

Selain itu, penguatan sistem distribusi dan dukungan ekosistem usaha juga diperlukan agar koperasi mampu menyediakan kebutuhan masyarakat secara lebih optimal. Dengan dukungan yang memadai, koperasi diharapkan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif di tingkat desa.

 

Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan koperasi akan menjadi faktor penting dalam memperkuat fondasi program KDMP ke depan.

 

“Ke depan, yang perlu diperkuat adalah kolaborasi seluruh pihak agar koperasi memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

 

Ia berharap berbagai upaya penyempurnaan yang dilakukan dapat mendorong KDMP tumbuh menjadi koperasi yang adaptif, modern, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

 

“Dengan dukungan yang tepat, saya optimistis KDMP dapat berkembang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Harga Minyak Dunia Turun, DPR Harap Berdampak Positif bagi Energi Nasional

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto berharap tren penurunan harga minyak dunia dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia, terutama di sektor energi dan perekonomian nasional. Menurutnya, perkembangan situasi di Selat Hormuz yang mulai membaik menjadi kabar baik karena berpotensi mendorong stabilitas harga energi global.

 

“Dengan perkembangan di Selat Hormuz tentunya kita harapkan bisa segera ada dampaknya kepada energi nasional. Kita lihat harga minyak juga sudah menurun, itu berita yang baik,” ujar Adisatrya dikutip dari Parlementaria di Pekanbaru, Riau, Kamis (18/6/2026).

 

Menurut Adisatrya, membaiknya situasi antara Amerika Serikat dan Iran diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga minyak dunia setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

 

“Memang kemarin ada kenaikan dari segi harga untuk non-subsidi. Kami harapkan terus membaik situasi antara Amerika Serikat dengan Iran untuk menstabilkan harga minyak,” katanya.

 

Ia menambahkan, penurunan harga minyak dunia akan semakin memberikan manfaat apabila diikuti dengan peningkatan lifting minyak nasional. Menurutnya, kombinasi keduanya dapat memperkuat sektor energi nasional sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi perekonomian Indonesia.

 

“Dengan turunnya harga minyak dan lifting yang bisa tercapai bagus, mudah-mudahan ini bisa membantu fiskal kita yang sekarang kita ketahui bersama banyak tekanan karena faktor-faktor luar,” ujarnya.

 

Adisatrya berharap kondisi geopolitik global semakin kondusif sehingga harga energi dunia tetap stabil. Di sisi lain, ia juga mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri agar Indonesia dapat semakin memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News