Beranda blog Halaman 243

Didampingi Gibran, Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (01/06/2026).

Upacara diawali dengan laporan Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Presiden selaku Inspektur Upacara. Selanjutnya, penghormatan kebesaran disusul dengan mengheningkan cipta, pembacaan Naskah Pancasila oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa dan menjadi fondasi yang mempersatukan Indonesia yang majemuk.

“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” tuturnya.

Selain sebagai dasar persatuan, Presiden juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila pun harus menjadi landasan pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan secara turun-temurun.

“Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekedar komoditas ekonomi, kekayaan alam adalah Amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan juga untuk anak dan cucu kita. Untuk masa depan, untuk generasi-generasi yang akan datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus memberikan manfaat yang nyata dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja,” tegas Presiden.

“Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi,” tandasnya.

Sebagai informasi, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan nasional sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Turut hadir dalam upacara ini Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wapres RI ke-13 Ma’ruf Amin. Hadir pula para pimpinan lembaga negara, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, para pejabat tinggi negara, serta tokoh nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bertemu Wakil Perdana Menteri Qatar, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (01/06/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.

Kedatangan Sheikh Saoud disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana hangat dan penuh persahabatan. Pertemuan berlangsung sebagai forum untuk memperkuat komunikasi dan hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani kepada Presiden Prabowo. Kepala Negara pun menyambut baik pesan dan perhatian yang disampaikan Emir Qatar serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral dengan Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin turut membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan tindak lanjut dari kerja sama kedua negara di berbagai sektor. Sebelumnya pada April 2025 lalu, Presiden Prabowo dan Emir Qatar menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertajuk “Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.”

Dialog strategis ini bertujuan mendorong kerja sama yang lebih intensif di berbagai bidang strategis, di antaranya adalah politik dalam isu internasional dan regional, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, ekonomi khususnya perdagangan dan investasi, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan antarmasyarakat.

Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan tersebut juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan hubungan yang telah terjalin baik selama ini. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sheikh Saoud berlangsung dalam suasana konstruktif dengan semangat saling menghormati.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia dan Qatar dalam memperkokoh kemitraan strategis yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa Berlandaskan Pancasila untuk Wujudkan Indonesia Mandiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan strategi transformasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurut Presiden, pembangunan yang dilakukan saat ini tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa.

“Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” ucap Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (01/06/2026).

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa transformasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, koperasi dan ekonomi desa, hingga pembangunan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah juga terus memperkuat tata kelola agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

“Kita terus memberi Makan Bergizi Gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” tuturnya.

Meski demikian, Kepala Negara mengakui bahwa perubahan besar tidak akan berjalan mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan. Oleh sebab itu, Presiden menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan yang benar demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar. Walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan syarat penting bagi terwujudnya kemerdekaan yang sesungguhnya. Presiden mengingatkan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain.

“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani. Berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah inti sari daripada negara yang berdaulat,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Pancasila telah menjadi fondasi yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya. Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia, bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain. Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat dan bermartabat,” tandas Presiden.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam mewujudkan visi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global dengan Pancasila sebagai fondasi utama perjalanan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Al Haris Ajak Anak Bangsa Perkuat Semangat Pancasila dan Nasionalisme

Gubernur Jambi, Al Haris mengajak seluruh generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan Al Haris usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (1/6/26).

Menurut Al Haris, generasi penerus memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan tetap berpegang teguh pada ideologi Pancasila dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap sebagai penerus generasi bangsa harus senantiasa memiliki jiwa pancasila, berjuang, dan NKRI harga mati,” kata Al Haris.

Ia menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.

Al Haris mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan kontribusi positif demi kem

“Mari kita isi, kita bangun apa yang sudah diberikan oleh para leluhur kita, sehingga menghasilkan yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Haji Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air. Pelepasan dilakukan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5) malam.

Pada kesempatan tersebut, Menhaj menyambangi jemaah kloter SUB-01. Ia menyapa, berdialog, dan menyalami sejumlah jemaah yang bersiap kembali ke Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menhaj.

Dalam pesannya, Menhaj mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” sambungnya.

Menhaj juga mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Tanah Air. Momen tersebut disambut hangat jemaah. Sejumlah jemaah juga tampak antusias bersalaman dan berfoto bersama Menhaj sebelum memasuki area keberangkatan.

Pelepasan kepulangan kloter pertama ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dikawal agar berjalan aman, tertib, dan lancar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jemaah Haji Indonesia Puji Layanan Bus Shalawat di Makkah, Terminal Syib Amir Kembali Ramai

Riuh rendah suara mesin bus dan derap langkah jemaah kembali mewarnai Terminal Syib Amir, Makkah, pada Minggu (31/5/2026). Setelah sempat sunyi selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 25–30 Mei lalu, urat nadi transportasi jemaah Indonesia ini akhirnya kembali berdenyut penuh. Di tengah momentum tersebut, terselip sebuah cerita hangat tentang kepuasan dan rasa syukur jemaah.

Adalah Kurnifati Zumaro, jemaah haji asal Kediri yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya Kelompok Terbang (Kloter) 110, atau SUB 110, yang tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Sambil menyunggingkan senyum lebar, perempuan ini berkali-kali memuji kesigapan para petugas haji yang berjaga di terminal. Bagi Kurnifati, kehadiran para petugas di lapangan bukan sekadar pemandu arah, melainkan penolong utama bagi ibunya yang harus beraktivitas menggunakan kursi roda.

“Saya pribadi sangat senang dengan petugas di sini. Mereka baik, ramah, dan tanpa ragu sering membantu kami mendorong kursi roda ibu sampai masuk ke dalam bus,” ujar Kurnifati kepada tim Media Center Haji (MCH) dengan mata berbinar, Minggu (31/5/2026).

Kurnifati mengakui, sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci, ia sempat dibayangi cerita-cerita kurang menyenangkan dari kerabatnya yang sudah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, apa yang ia saksikan dan rasakan langsung pada musim haji 2026 ini justru menjungkirbalikkan kekhawatiran tersebut. Kebijakan ramah lansia, disabilitas, dan jemaah perempuan benar-benar terasa nyata di lapangan.

“Kalau menurut teman saya yang sudah haji tahun lalu, suasananya berantakan. Tapi tahun ini saya sama sekali tidak merasakan itu. Di terminal semuanya rapi dan tertib. Cuma memang kadang bus sedikit terlambat kalau jalanan Kota Makkah sedang ditutup, dan itu sangat bisa dimaklumi,” tuturnya dengan nada maklum.

Kembalinya operasional penuh Bus Shalawat di tiga terminal utama—Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah—memang menjadi angin segar yang disambut sukacita oleh seluruh jemaah. Layanan gratis 24 jam ini kembali memudahkan mereka untuk merajut asa, beribadah dari hotel pemondokan menuju keagungan Masjidilharam dengan rasa aman dan nyaman.

Melihat capaian ini, Kurnifati menaruh harapan besar agar standar pelayanan yang humanis ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada musim-musim haji mendatang.

“Saya yakin ke depan bisa lebih maksimal lagi. Sekarang saja sudah luar biasa; petugas di terminal sangat membantu, makanan dan konsumsi juga melimpah. Saya betul-betul senang,” pungkasnya.

Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal fase pemulangan dan pergerakan jemaah pascapuncak haji ini dengan mengutamakan keselamatan, keramahan, dan pemenuhan hak-hak seluruh jemaah secara optimal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkeu Purbaya: Pancasila Harus Hadir dalam Setiap Kebijakan Fiskal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengelolaan keuangan negara. Hal tersebut disampaikan Menkeu saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (1/6).

Dalam amanatnya, Menkeu menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman bagi setiap aparatur negara dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara, sumber moral pemerintahan, dan penuntun pengabdian aparatur negara,” ujar Menkeu.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini mengingatkan bahwa Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman, tetapi juga menawarkan nilai-nilai luhur seperti persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan, dan perdamaian yang relevan bagi dunia.

Menurut Menkeu, nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi, hingga disrupsi teknologi. Dalam situasi tersebut, Pancasila menjadi jangkar moral agar pembangunan dan kemajuan bangsa tetap berpijak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat.

“Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia,” tegas Menkeu.

Bagi Kementerian Keuangan, implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan dan pengelolaan keuangan negara. Menkeu menegaskan bahwa APBN bukan sekadar instrumen fiskal, melainkan amanat rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, kredibilitas, serta keberpihakan kepada masyarakat.

“Bagi Kementerian Keuangan, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan, dan setiap rupiah uang negara yang kita kelola. APBN adalah amanat rakyat,” kata Menkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kembali pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Menurut Menkeu, Ekonomi Pancasila menempatkan negara, dunia usaha, koperasi, dan rakyat dalam satu ikhtiar bersama untuk mencapai kemakmuran rakyat, dengan memastikan yang kuat membantu yang lemah dan yang besar mengangkat yang kecil.

Selain itu, Menkeu menegaskan bahwa arahan Presiden mengenai birokrasi yang bersih, cepat, tertib, dan melayani menjadi panggilan bagi Kementerian Keuangan untuk terus memperkuat reformasi, memperbaiki tata kelola, menyederhanakan proses, menjaga integritas, serta memastikan kebijakan negara benar-benar bekerja untuk rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan kehormatan yang harus dijaga oleh seluruh insan Kementerian Keuangan.

“Setiap pegawai Kementerian Keuangan adalah penjaga wajah negara. Ketika kita melayani dengan baik, negara hadir dengan martabat. Ketika kita menolak penyimpangan, negara hadir dengan integritas. Ketika kita mengawal APBN dengan cermat, negara hadir dengan tanggung jawab,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Menkeu mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan. Ia menyerukan tiga komitmen utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pegawai, yakni menjaga integritas, memperkuat pelayanan, dan merawat persatuan.

“Jaga integritas, perkuat pelayanan, dan rawat persatuan. Hilangkan ego sektoral. Perkuat gotong royong. Jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan,” kata Menkeu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian di Waisak Nasional 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengajak umat Buddha di seluruh Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan lintas agama sebagai fondasi penting pembangunan bangsa. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026 di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam (31/05/2026).

Mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkokoh kerukunan sosial, toleransi antarumat beragama, serta persatuan nasional sebagai landasan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

Melalui tayangan video, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Waisak Nasional yang tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

“Semangat Waisak tahun ini dengan tema Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur Presiden.

Senada dengan Presiden, Wapres menegaskan bahwa perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kuat kerukunan dan persatuan bangsa. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.

“Bapak Ibu hadirin yang saya hormati, perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, yang menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” ujar Wapres.

Lebih lanjut, Wapres mengajak umat Buddha untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi aktif menjaga persatuan bangsa.

“Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih atau metta, kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna) sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks seperti saat ini,” tegas Wapres.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin YM Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, penampilan paduan suara bertema Waisak, pertunjukan tari dan drone, serta prosesi Pelepasan Lentera Perdamaian. Dalam prosesi tersebut, Wapres turut serta menyalakan obor dan melepas lampion sebagai simbol pencerahan, kebijaksanaan, serta kasih sayang yang menjadi nilai utama ajaran Buddha.

Pelepasan lentera ke langit juga merefleksikan harapan, semangat transformasi diri, dan tekad untuk menyebarkan kebaikan serta kedamaian kepada sesama. Prosesi ini menjadi salah satu momen puncak yang sarat makna dalam peringatan Waisak Nasional tahun ini.

Peringatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 B.E. menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperdalam pemaknaan terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Agung, dan Maha Parinibbana. Melalui tema dan subtema yang diangkat, umat diajak mengaktualisasikan ajaran Dharma dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat semangat kasih sayang, toleransi, dan harmoni sebagai landasan terciptanya perdamaian dunia.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sejumlah menteri lainnya dan para wakil menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Thailand untuk ASEAN Prinat Apirat, Minister Counselor Hathaichanok Riddhagni Frumau, Anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Hartati Murdaya, serta para tokoh agama Buddha.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google New

Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Presiden Prabowo Bertolak Kembali ke Jakarta

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis, pada Jumat, 29 Mei 2026. Kepala Negara bersama delegasi terbatas lepas landas dari Bandara Orly, Paris, menuju Jakarta.

Setibanya di Bandara Orly, Presiden Prabowo menerima penghormatan militer berupa pasukan jajar kehormatan sebanyak 21 personel yang berdiri di sisi kiri dan kanan karpet merah.

Tampak menyambut Kepala Negara di depan karpet merah yakni Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri Eléonore Caroit dan Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon. Suasana pelepasan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Republik Prancis kepada Kepala Negara Indonesia.

Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo turut dilepas oleh sejumlah pejabat, antara lain Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Atase Pertahanan RI di Paris Marsma TNI Hendra Gunawan.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Presiden Prabowo memulai agenda dengan menghadiri upacara penyambutan kenegaraan di Les Invalides dan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Di sela rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo juga melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Paris.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi aktif dan memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Eropa.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan kembali ke Jakarta yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Bogor Gandeng Bakoma Bogor Raya Dorong Program Kembali ke Sekolah

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak Bantuan Komunikasi Masyarakat (Bakoma) Bogor Raya untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendorong pembentukan karakter serta mental generasi muda Kota Bogor melalui pendidikan, khususnya bagi anak-anak putus sekolah.

Ajakan tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Bakoma Bogor Raya di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (28/5/2026).

“Kita membuat program kembali ke sekolah melalui PKBM dengan ijazah Paket A, B, dan C. Jadi bapak ibu bisa membantu melakukan pendataan dan monitoring anak-anak putus sekolah untuk didaftarkan ke PKBM melalui kecamatan, yang nantinya disalurkan ke PKBM terdekat. Setidaknya kita targetkan agar anak putus sekolah bisa menamatkan pendidikan dan memiliki ijazah SMA,” kata Dedie Rachim.

Ia mengatakan, dengan menamatkan pendidikan SMA, anak-anak putus sekolah diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, hal tersebut juga akan berdampak pada peningkatan rata-rata lama sekolah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bakoma Bogor Raya, Rini Rosmilawati, menyampaikan bahwa Bakoma Bogor Raya mendapat kepercayaan sebagai pengawas eksternal dalam proses pendaftaran dan penerimaan sekolah kedinasan Akademi Kepolisian (Akpol).

Menanggapi hal tersebut, Dedie Rachim berharap Bakoma Bogor Raya turut mendorong anak-anak Kota Bogor untuk mengikuti pendidikan di sekolah kedinasan agar nantinya dapat mengabdi dan berkontribusi membangun Kota Bogor.

“Ini penting dan harus dikomunikasikan, karena masih banyak orang tua dan anak-anak yang belum paham. Sekolah kedinasan itu banyak dan ini menjadi tantangan kita. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait perlu dilakukan agar informasi ini tersampaikan kepada masyarakat Kota Bogor sehingga anak-anak Kota Bogor bisa masuk sekolah kedinasan,” ujar Dedie Rachim.

Selain dalam bidang pendidikan, Dedie Rachim juga mengajak Bakoma Bogor Raya untuk bersinergi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam bidang lingkungan hidup melalui penanaman 544 pohon yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News