Beranda blog Halaman 245

Kemendag Perluas Pasar Produk Indonesia di Australia Lewat Jaringan Diaspora

Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Republik Indonesia Canberra terus memperkuat penetrasi produk Indonesia, khususnya makanan dan minuman, sekaligus mendorong pemanfaatan solusi digital Indonesia di pasar Australia. Langkah tersebut diwujudkan melalui dukungan pembukaan cabang baru Beta Indo Grocery dan peresmian Rolly Pty Ltd, yang merupakan bagian dari Omega Group di Wolli Creek, Sydney, Australia, Rabu (27/5). Pembukaan dan peresmian yang dilakukan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono ini dihadiri pelaku usaha, mitra bisnis, dan komunitas Diaspora Indonesia di Australia.

“Kami mengapresiasi konsistensi Omega Group dalam memperluas jaringan usaha Indonesia di Australia. Kami juga mengucapkan selamat atas pembukaan gerai baru Beta Indo Grocery dan peresmian Rolly Pty Ltd. Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi kewirausahaan Diaspora Indonesia sekaligus mencerminkan makin kuatnya kehadiran produk dan inovasi Indonesia di Australia,” jelas Dubes Siswo.

Menurutnya, hubungan ekonomi Indonesia-Australia perlu terus diwujudkan melalui langkah nyata, antara lain hadirnya produk Indonesia di rak-rak ritel Australia, berkembangnya usaha diaspora, serta digunakannya solusi teknologi Indonesia dalam kegiatan usaha di Australia.

Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan menerangkan, jejaring diaspora memiliki peran strategis dalam mempercepat penerimaan produk Indonesia di pasar Australia. Pasar makanan dan minuman Australia memberikan peluang besar bagi Indonesia, khususnya karena kekuatan produk Indonesia ada pada keragaman rasa, kualitas produk olahan, dan relevansinya dengan karakter konsumen Australia yang multikultural.

“Melalui jaringan diaspora seperti Omega Group dan Beta Indo Grocery, produk Indonesia tidak hanya hadir di rak penjualan, tetapi juga makin dikenal, dicoba, dan berpeluang menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat Australia. Atdag RI Canberra akan terus mendorong produk Indonesia masuk secara berkelanjutan, memenuhi standar Australia, dan terhubung dengan kanal distribusi yang tepat,” ujar Haris.

Menurut Haris, keberadaan jaringan ritel diaspora juga dapat menjadi sarana uji pasar yang efektif bagi eksportir dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Melalui interaksi langsung dengan konsumen, pelaku usaha Indonesia dapat memperoleh masukan mengenai preferensi pasar, harga, ukuran kemasan, konsistensi pasokan, hingga kebutuhan penyesuaian produk untuk memenuhi regulasi dan ekspektasi konsumen Australia.

“Kami menyambut baik rencana Omega Group memperluas jaringan usaha ke Melbourne dan Perth. Selain itu, kami mendorong agar Canberra menjadi salah satu tujuan ekspansi selanjutnya. Sebagai ibu kota Australia, Canberra memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, komunitas diplomatik, perguruan tinggi, organisasi internasional, serta masyarakat multikultural yang berpotensi menjadi konsumen produk Indonesia,” ungkap Haris.

Beta Indo Grocery merupakan jaringan ritel diaspora Indonesia yang berperan dalam memperluas ketersediaan produk Indonesia di pasar Australia. Setelah membuka gerai di Sydney CBD pada 2024 dan Mascot pada 2025, pembukaan cabang di Wolli Creek pada 2026 makin memperkuat kanal distribusi produk Indonesia kepada diaspora, masyarakat Australia, dan komunitas internasional di Sydney.

Di samping itu, kegiatan kali ini menandai hadirnya solusi digital Indonesia melalui Rolly Pty Ltd. Rolly merupakan aplikasi sistem kasir yang dikembangkan oleh Indonesia dan telah digunakan dalam operasional jaringan Omega Group. Founder Omega Group, Jemy Sutrisno menyampaikan, pengembangan Beta Indo Grocery dan implementasi Rolly merupakan bagian dari komitmen Omega Group untuk memperkuat kehadiran produk dan inovasi Indonesia di Australia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin produk Indonesia makin mudah ditemukan di Australia. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa solusi digital yang dikembangkan Indonesia mampu mendukung operasional bisnis secara profesional di Australia. Kami berharap, ekspansi Omega Group dapat membuka peluang lebih luas bagi pemasok, UMKM, dan inovator Indonesia untuk tumbuh bersama di pasar Australia,” ujar Jemy.

Pembukaan gerai baru ini menjadi makin relevan di tengah peluang pasar makanan dan minuman Australia yang terus berkembang. Dengan belanja pangan rumah tangga Australia yang tumbuh 1,7 persen pada Maret 2026 serta nilai ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Australia yang telah mencapai USD 333,3 juta pada 2024, penguatan jaringan distribusi diaspora diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor produk pangan Indonesia. Dari sisi perdagangan, data Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Australia pada 2025 mencapai sekitar USD 3,69 miliar.

“Penguatan produk dan inovasi Indonesia di Australia sejalan dengan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-A CEPA) yang menyediakan landasan bagi peningkatan perdagangan barang, jasa, investasi, inovasi, dan ekonomi digital. Dalam kerangka tersebut, Atdag RI Canberra terus menjalankan peran fasilitasi dengan menghubungkan pengekspor Indonesia, pelaku usaha diaspora, jejaring distribusi, serta calon mitra bisnis di Australia,” pungkas Haris.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Momentum Idul Adha, BMKG Perkuat Kepedulian Sosial dan Pelayanan Publik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ardhussalam menyelenggarakan pemotongan dan pendistribusian hewan qurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan semangat pelayanan publik di lingkungan BMKG.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Ketua DKM Ardhussalam A. Fachri Radjab, Ketua Panitia Qurban BMKG 1447 H Sugeng Pribadi, para pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta pegawai di lingkungan BMKG.

Dalam sambutannya mewakili pimpinan BMKG, Guswanto menegaskan bahwa pelaksanaan qurban memiliki makna penting bagi institusi dan seluruh pegawai. Menurutnya, qurban bukan hanya ritual, tetapi juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian BMKG terhadap masyarakat.

“Pelaksanaan qurban di BMKG bukan sekadar ritual, tetapi juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat sekitar. Semoga daging qurban yang didistribusikan dapat membawa manfaat, kebahagiaan, serta mempererat silaturahmi antara BMKG dan masyarakat,” ujar Guswanto.

Guswanto juga mengaitkan nilai keikhlasan dalam berqurban dengan komitmen ASN BMKG dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan negara.

“Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan BMKG untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan publik. Seperti halnya qurban yang menuntut keikhlasan, tugas kita di BMKG juga menuntut dedikasi tanpa pamrih demi keselamatan dan kesejahteraan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DKM Ardhussalam A. Fachri Radjab menjelaskan perbedaan antara qurban dan sumbangan qurban. Ia menyampaikan bahwa hewan yang diberikan dengan nama individu yang jelas disebut sebagai qurban, sedangkan hewan atas nama perusahaan atau tanpa nama individu disebut sebagai sumbangan qurban.

Fachri memastikan seluruh daging qurban akan didistribusikan secara tepat sasaran kepada keluarga besar BMKG, meliputi pegawai, PPNPN, dan tenaga outsourcing di Kantor Pusat maupun Citeko, serta masyarakat sekitar, rumah Quran, dan sejumlah pesantren di wilayah Kemayoran.

“Insyaallah daging qurban yang dihasilkan akan kami distribusikan kepada keluarga besar BMKG, baik pegawai, PPNPN, maupun tenaga outsourcing, tidak hanya di Kantor Pusat, tetapi juga di Citeko. Selain itu, distribusi juga akan menyasar warga sekitar, rumah Quran, dan beberapa pesantren di wilayah Kemayoran,” jelas Fachri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Qurban BMKG 1447 H Sugeng Pribadi melaporkan bahwa hewan qurban yang terkumpul tahun ini berjumlah 13 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Hewan qurban tersebut berasal dari perusahaan, perorangan, serta pegawai BMKG yang menitipkan qurbannya kepada panitia.

Sugeng menambahkan, sekitar 1.200 penerima manfaat telah terdata dalam pelaksanaan qurban tahun ini.

Melalui kegiatan pemotongan dan pendistribusian hewan qurban ini, BMKG berharap nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kemanusiaan dapat terus diinternalisasi oleh seluruh pegawai. Nilai tersebut diharapkan turut memperkuat kualitas pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Medan Rico Waas Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Al-Muttaqin

Suasana Hari Raya Iduladha 1447 H di Masjid Al-Muttaqin, Jalan Hanura, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, terasa begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir langsung untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang berasal dari pejabat Pemko Medan di masjid yang ia sebut sebagai “rumah sendiri” itu, Rabu (27/5/2026).
Baginya, momen kurban tahun ini merupakan kali kedua ia menunaikan ibadah kurban di Masjid Al-Muttaqin semenjak menjabat sebagai Wali Kota.
“ini kali kedua selama saya menjadi wali kota melaksanakan kurban di Masjid Al-Muttaqin ini. Istilahnya enggak lengkap kalau kurban tidak di rumah sendiri,” ujar Rico Waas dengan penuh candaan.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas menekankan esensi dari makna berkurban sebagai bentuk pengorbanan, keikhlasan, dan berbagi kebahagiaan.
“Yang namanya kurban adalah kita pengorbanan, keikhlasan, juga untuk berbagi bersama. Kebahagiaan itu bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Kesenangan itu bukan hanya untuk kita nikmati secara pribadi, tapi kebahagiaan itu layaknya baik untuk kita semua,” ujar Rico Waas.
Disamping itu, orang nomor satu dijajaran Pemko Medan tersebut juga memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih dalam kondisi prima dan sehat walafiat setelah melalui pemeriksaan ketat dari tim dokter hewan.
“Kami telah memanggil dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan di kurban, alhamdulillah semunya dalam kondisi sehat,” tambahnya.
Terakhir sebagai penutup, Rico Waas mengucapkan selamat hari raya Iduladha bagi masyarakat kota Medan yang merayakan.
“Insyaallah mudah-mudahan di tahun ini semakin berkah kehidupan kita. Selamat Hari Raya Iduladha 1447H untuk masyarakat, rekan-rekan, saudara, dan para tetangga kami semua,”tutupnya.
Di balik kemeriahan dan suka cita di hari raya Iduladha ini, kepedulian warga Kota Medan dalam berbagi terbilang sangat luar biasa. Berdasarkan data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, total hewan kurban di Kota Medan pada Iduladha 1447 H ini mencapai 10.586 ekor.
Dimana Pemko Medan sendiri menyumbang sebanyak 124 ekor yang terdiri dari 105 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Hewan kurban tersebut dihimpun dari para ASN Pemko Medan. Sementara itu selebihnya berasal dari kaum muslimin se-kota Medan dengan jumlah sebanyak 7.091 ekor sapi, 105 ekor kerbau,  3.170 ekor kambing, dan 108 ekor domba. Selain itu, secara pribadi Wali Kota Medan  beserta keluarga juga turut menyumbang dua ekor sapi untuk di kurbankan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Cianjur dan Abi Ramzi Bagikan Daging Qurban kepada Warga saat Idul Adha 1447 H

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi melaksanakan pemotongan hewan qurban serta pembagian daging qurban kepada masyarakat, Kamis (28/5/2026), bertempat di halaman Kantor DKM Mesjid Agung Cianjur. Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur menyampaikan rasa syukur atas bantuan satu ekor sapi qurban dari Presiden Republik Indonesia dengan bobot mencapai 1 ton 60 kilogram. Selain itu, Mesjid Agung Cianjur juga menyalurkan sebanyak 11 ekor sapi dan 12 ekor domba yang akan didistribusikan melalui DKM-DKM kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur.

 

Bupati mengatakan, momentum Idul adha menjadi pengingat untuk terus meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat rasa kepedulian sosial terhadap sesama. “Semoga daging qurban ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi bapak ibu semua serta menjadi wujud kebersamaan dalam berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Usai kegiatan pemotongan hewan qurban, Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para petugas kebersihan, pengemudi ojek online, tukang becak, mualaf, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan dan kalangan menengah ke bawah. Kegiatan tersebut mengusung semangat “Berqurban Tanpa Batas, Berbagi Tanpa Henti, Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS Menuju Cianjur Berjaya.”

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Komisi V DPR RI Dukung Program BSPS Naik hingga 2 Juta Unit Rumah

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan dukungannya terhadap optimalisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai program prioritas yang dinilai paling langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tingkat penyerapan anggaran Kementerian PKP diyakini akan menjadi salah satu yang paling optimal di antara mitra kerja Komisi V DPR RI, terutama karena didorong pelaksanaan program BSPS yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Andi Iwan Darmawan Aras dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait dan jajaran yang digelar di Ruang Rapat Komisi V, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

“Program BSPS ini betul-betul menyentuh masyarakat. Karena itu kami mengapresiasi peningkatan target dari 45 ribu menjadi 400 ribu unit dan Komisi V DPR RI siap mendukung penuh apabila ke depan ditingkatkan hingga dua juta unit,” ujarnya

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut berharap penyerapan anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI  pada akhir tahun dapat kembali sesuai target perencanaan, termasuk mengurangi deviasi negatif yang masih terjadi pada pertengahan tahun anggaran.

Selain BSPS, Andi Iwan Darmawan Aras juga mendorong optimalisasi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa), khususnya untuk sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi yang dinilai masih membutuhkan dukungan penyediaan hunian layak. Ditegaskannya,  pembangunan rusunawa perlu diperkuat kembali dalam perencanaan anggaran Tahun 2027 agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Andi Iwan Darmawan Aras turut menyoroti minimnya program penataan kawasan kumuh dan sanitasi di wilayah perkotaan. Ia menilai, sejak program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tidak lagi berjalan optimal, masyarakat di wilayah kelurahan relatif semakin sedikit memperoleh program yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.

“Kita melihat ada kesenjangan antara desa dan kelurahan. Di desa banyak program yang langsung dirasakan masyarakat, sementara di wilayah kelurahan saat ini masih relatif minim. Karena itu program penataan kawasan kumuh dan sanitasi perlu diperkuat kembali,” tandas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia juga mendorong Kementerian PKP untuk terus melakukan inovasi pembiayaan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna mendukung pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Selain itu, Andi Iwan Darmawan Aras menilai persoalan penyediaan lahan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan perumahan nasional. Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, BUMN, dan Kementerian Kehutanan agar penyiapan lahan untuk pembangunan perumahan dapat lebih optimal.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperluas pelaksanaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga akses masyarakat terhadap rumah subsidi dapat semakin meningkat.

“Kemudian yang menjadi persoalan utama juga memang masalah lahan. Nah kita lihat bagaimana supaya betul-betul koordinasi dengan Kementerian ATR dan BUMN dan Kehutanan tadi juga membuat penyiapan lahan bisa lebih optimasi sehingga FLPP ini juga bisa lebih dimaksimalkan lagi,” pungkas Andi Iwan Darmawan Aras.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cindy Monica Sambut Positif Putusan MK tentang Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Keputusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif dinilai akan memperkuat perlindungan hak politik perempuan. Amanah tersebut pun sekaligus membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk tampil sebagai pengambil keputusan di parlemen.

Anggota DPR RI, Cindy Monica, memandang positif akan putusan tersebut. Ia menyebut bahwa keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya soal memenuhi angka kuota, tetapi tentang menghadirkan perspektif yang lebih inklusif dalam merumuskan kebijakan bagi masyarakat.

“Perempuan memiliki kemampuan, pengalaman, dan sensitivitas sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan kebijakan. Karena itu, ruang politik harus semakin terbuka dan adil bagi perempuan Indonesia,” ujar Cindy Monica dalam keterangannya dikutip dari Parlementaria, Kamis (28/5/2026).

Cindy mengatakan, keputusan MK tersebut menjadi bentuk keberpihakan terhadap penguatan demokrasi yang lebih representatif. Kehadiran perempuan di parlemen diyakini mampu memperjuangkan isu-isu yang dekat dengan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan perempuan, hingga kesejahteraan keluarga.

“Ini membuktikan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam politik. Ketika diberikan kesempatan, perempuan mampu hadir sebagai pemimpin dan representasi rakyat yang bekerja nyata,” ujar legislator dari Fraksi NasDem tersebut.

Sebagai anggota DPR RI perempuan, Cindy Monica pun mendorong perempuan untuk berani terjun ke dunia politik dan membawa aspirasi masyarakat secara langsung ke tingkat nasional. Ia berharap semakin banyak perempuan, khususnya generasi muda, yang percaya diri untuk mengambil peran dalam kepemimpinan dan pembangunan bangsa.

“Politik tidak boleh lagi dipandang sebagai ruang yang terbatas bagi perempuan. Hari ini perempuan harus hadir, bersuara, dan ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” pungkas Cindy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Idul Adha 1447 H, Puan Maharani Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Gotong Royong

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk merajut kebersamaan dan kepedulian. Hari Idul Adha yang yang identik dengan ibadah kurban dan haji dinilai menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai sosial.

“Idul Adha atau Hari Raya kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan dan pengorbanan,” kata Puan di momen Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026). Adapun hari ini, Puan melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Baiturrahman yang berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Puan mengikuti Salat Idul Adha bersama pegawai DPR dan warga sekitar.

Salat Idul Adha yang dipimpin oleh Ust. Sahid Darajat itu mengambil tema ‘Idul Adha, Momentum Berkurban Merajut Kebersamaan dan Kepedulian terhadap Sesama’.

Menurut Puan, Idul Adha menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan diri tentang makna berbagi. “Hari Raya kurban juga mendidik kita menjadi manusia yang memiliki kepekaan dan kepedulian pada sesama,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menyebut Hari Raya Idul Adha memperlihatkan bagaimana umat Muslim meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketabahan Nabi Ismail dengan cara memberi kurban dari yang memiliki rezeki lebih kepada sesama.

Oleh karenanya, Puan mengajak masyarakat untuk meresapi makna Idul Adha sebagai panggilan kolektif bangsa untuk memperkokoh solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Mari kita wujudkan nilai-nilai Idul itu dalam bergotong royong mengatasi masalah-masalah bangsa,” ujar Puan.

Usai Salat Idul Adha, Puan pun sempat diajak berfoto bersama oleh sejumlah jamaah perempuan. Setelahnya, ia lalu melihat hewan kurban DPR yang akan dipotong pada esok hari, Kamis (28/5). Puan sendiri menyumbang 1 ekor sapi limousine seberat 1 ton yang akan dibagikan kepada pegawai dan masyarakat di sekitar DPR.

“Hari Raya Idul Adha selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Saya berharap, momen Idul Adha tahun ini dapat membangun kesadaran mengenai makna pengorbanan yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim,” sebutnya.

“Pengorbanan yang kita rayakan hari ini harus menjadikan kita lebih sensitif terhadap kepentingan bersama dan lebih gigih memperjuangkan keadilan sosial,” imbuh Puan.

Puan berharap, Idul Adha menambah jumlah hati yang luluh dan kelembutan, khususnya kepada kaum papa. “Atas nama pribadi, keluarga, dan DPR RI, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

“Semoga setiap pengorbanan yang kita jalani, yang terlihat maupun yang tersembunyi, menjadi jalan untuk memuliakan hidup kita sebagai manusia dan sebagai bangsa,” tutup Puan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Jamarat untuk Lindungi Jemaah Haji Indonesia

Kemenhaj memperkuat layanan pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue atau MCR di kawasan Jamarat. Tim ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, mengatakan MCR menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan layanan di titik-titik krusial pergerakan jemaah.

“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis di area Jamarat dan rute perlintasan jemaah. Penempatan ini dilakukan agar petugas dapat memantau situasi secara langsung, merespons cepat kondisi darurat, serta memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan penanganan segera.

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Menurut Maria, keberadaan MCR menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.

“Pelindungan jemaah adalah prioritas. Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegas Maria.

Pada 11 Dzulhijjah 1447 H, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter dan tidak melaksanakan lontar di luar jadwal resmi.

Adapun pada 11 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada 11 Dzulhijjah pukul 17.00 sampai dengan 24.00 waktu Arab Saudi, dan sesi kedua pada 12 Dzulhijjah pukul 00.00 sampai dengan 04.00 waktu Arab Saudi. Waktu larangan melontar pada 11 Dzulhijjah berlaku pukul 11.00 sampai dengan 18.00 waktu Arab Saudi.

Pada 12 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi, yaitu pukul 05.00 sampai dengan 10.30 waktu Arab Saudi dan pukul 18.00 sampai dengan 24.00 waktu Arab Saudi. Waktu larangan melontar pada 12 Dzulhijjah berlaku pukul 11.00 sampai dengan 14.00 waktu Arab Saudi.

Sementara pada 13 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00 sampai dengan 12.00 waktu Arab Saudi, dan tidak ada waktu larangan khusus sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi.

Maria kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dan tidak berangkat sendiri menuju Jamarat. Seluruh pergerakan harus dilakukan secara berkelompok, didampingi petugas, serta mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, sektor, dan pembimbing ibadah.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri. Ikuti jadwal, gunakan jalur resmi, dan jangan memisahkan diri dari rombongan. Keselamatan jemaah harus menjadi perhatian bersama,” kata Maria.

Kemenhaj juga meminta jemaah memperhatikan waktu larangan melontar, terutama untuk menghindari paparan cuaca panas dan potensi kepadatan di kawasan Jamarat. Pada waktu larangan, jemaah diminta tetap berada di tenda, menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, dan menunggu arahan petugas.

Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina. Para petugas ditempatkan di sejumlah titik pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, pos MCR bawah dan atas, serta pos koordinator tanazul.

Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di titik-titik strategis, antara lain Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gawang Terowongan Muaisim Turki, depan syarikah, serta sejumlah pos pengarah pergerakan jemaah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah dari lontar jumrah.

Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko.

Maria menambahkan, kondisi cuaca di Mina pada siang hari masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.

“Kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Jika ada jemaah yang terlihat kelelahan, kebingungan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” ujar Maria.

Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah, terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutup Maria.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Muzdalifah Bersih Lebih Awal, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Berhasil Diberangkatkan ke Mina

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memastikan kawasan Muzdalifah telah sepenuhnya bersih dari jemaah haji Indonesia lebih cepat dari target yang diperkirakan.

Koordinator Pelindungan Jamaah (Linjam) dan Satuan Operasi (Satops) Armuzna PPIH Arab Saudi Harun Ar-Rasyid memastikan bahwa seluruh jamaah haji asal Indonesia telah diberangkatkan dengan aman untuk melanjutkan prosesi mabit dan lempar jumrah di Mina.

”Kami ucapkan alhamdulillahirabbil’alamin, pada tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, kami nyatakan Muzdalifah clear (bersih) pada pukul 07.00 WAS. Seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Mina. Semoga Allah merahmati dan memberkati kita semua. Amin,” tegas Harun saat memberikan keterangan di Muzdalifah, didampingi Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal dan Kepala Bidang Transportasi Daker Makkah Syarif Rahman, pada Rabu (27/5/2026).

Capaian pembersihan Muzdalifah pada pukul 07.00 WAS dinilai sebagai sebuah prestasi operasional yang luar biasa. Pemindahan ini berbarengan dengan pergerakan jutaan jemaah dari negara-negara lain yang memiliki tingkat risiko kemacetan dan keterlambatan lalu lintas yang sangat tinggi.

Empat Faktor Sukses Penyelenggaraan

Menanggapi kelancaran krusial pada puncak ibadah haji ini, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI, Hariqo Satria Wibawa, menyebut ada empat faktor utama yang menyukseskan pergerakan jemaah tahun ini.

Faktor pertama adalah tingginya kedisiplinan jemaah haji. “Kami berterima kasih sekali kepada seluruh jamaah haji yang sudah sangat disiplin,” kata Hariqo.

Faktor kedua adalah kedisiplinan seluruh petugas haji di lapangan yang merupakan buah manis dari masa pelatihan ketat dalam Diklat PPIH Arab Saudi selama 30 hari.

Faktor ketiga berkaitan erat dengan komitmen pimpinan negara. ”Bapak Presiden RI Prabowo Subianto selalu menekankan keselamatan jemaah, dan ini dijalankan dengan sangat baik oleh Menteri, Wakil Menteri, serta seluruh jajaran di Kementerian Haji dan Umrah,” terangnya.

Adapun faktor keempat, lanjut Hariqo, adalah terjalinnya hubungan diplomasi bilateral yang luar biasa baik antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

”Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi pelayanan dari Kementerian Haji dan Umrah RI. Tidak hanya itu, pelayanan dari petugas haji kita di lapangan juga mendapat apresiasi dari negara-negara lain dan akan dijadikan salah satu role model (percontohan) tata kelola jemaah,” pungkasnya.

Saat ini, jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Mina akan melanjutkan prosesi lempar jumrah Ula’, Wustha dan Aqabah di Jamarat sesuai jadwal yang ditetapkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

OJK Perkuat Pembiayaan Daerah untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

OJK terus memperkuat peran sektor jasa keuangan menjadi akselator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif dan tepat sasaran, khususnya pada sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal.

Sinergi antarlembaga seperti OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan, serta kementerian/lembaga teknis di sektor riil lainnya secara bersama, sangat diperlukan untuk mendukung berbagai program Percepatan Pengembangan Ekonomi Daerah.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner ​OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya pada Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 dengan tema ‘Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor’ di Balai Kartini, Senin.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menyurutkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk kita membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya. Mari kita cintai Indonesia dengan bersama-sama, bersinergi, berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah yang nantinya kita harapkan akan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional supaya Indonesia ke depan semakin maju dan semakin sejahtera,” kata Friderica.

Hadir dalam KNPED 2026 ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti.

Selain itu, hadir sejumlah Kepala Daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. KNPED 2026 juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.

Menurut Friderica, sejak 2024 OJK telah mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berfokus pada optimalisasi berbagai potensi ekonomi di daerah melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian/lembaga terkait untuk membangun ekosistem yang bisa mendukung pengembangan potensi ekonomi tersebut.

Sampai saat ini Program PED telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif termasuk di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan Program PED diharapkan bisa memberikan manfaat yang besar terhadap perekonomian daerah dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kita terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi yang nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang bisa membangun ekosistem program prioritas di daerahnya,” kata Hernawan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga Pemerintah pusat senantiasa melakukan berbagai upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senantiasa digenjot dan diharapkan dapat mendorong perekonomian di daerah. Pemerintah juga mendorong digitalisasi melalui berbagai kegiatan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga mendorong industri semikonduktor di daerah, proses hilirisasi, serta mempersiapkan SDM yang andal,” kata Airlangga.

Sedangkan Misbakhun mengatakan sektor jasa keuangan menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga melalui pengaturan pembiayaan yang tepat sasaran akan membantu pemberdayaan UMKM dan memberikan penguatan daya beli masyarakat yang akan berdampak pada PDB.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada OJK yang selalu ingin mengkonsolidasikan semua tugas sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah, kemudian membangun akselerasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini menjadi tanggung jawab kita semua supaya pembangunan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Misbakhun.

Wakil Menkeu Juda Agung dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kolaborasi dan sinergi menjadi faktor penting dalam memberdayakan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bisa mendukung perekonomian nasional.

“Kita harus bergerak bersama untuk mewujudkan ekonomi yang kuat. Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya memiliki anggaran daerah yang besar tetapi bagaimana daerah mampu mengubah anggaran menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan. Pertumbuhan tidak dimulai dari angka, pertumbuhan dimulai ketika kebijakan pusat dan daerah bergerak bersama dan manfaatnya dirasakan sampai rumah tangga,” kata Juda.

Arah Program PED

Tahapan PED yang dilakukan OJK antara lain memetakan potensi ekonomi unggulan di daerah melalui TPAKD, kemudian menyiapkan kolaborasi terintegrasi dengan multistakeholder, peningkatan kapasitas dukungan pembiayaan sektor jasa keuangan dan sektor riil, serta pemanfaatan produk keuangan untuk peningkatan nilai tambah keunggulan daerah.

Di Sumatera Selatan, Program PED difokuskan pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Pada 2025, produksi kopi Indonesia mencapai 832,7 ribu ton dan berpotensi meningkat hingga 1,2 juta ton per tahun melalui optimalisasi produktivitas lahan didukung industri olahan kopi dengan valuasi mencapai Rp129 triliun.

Di Jawa Timur, Program PED mengembangkan ekosistem susu sapi perah untuk mendukung rantai nilai pangan nasional. Dengan nilai ekonomi mencapai Rp49,5 triliun, penguatan dilakukan melalui peningkatan produktivitas, adopsi teknologi, dan perluasan akses keuangan yang juga potensial diterapkan di daerah sentra susu lainnya.

Di Jawa Tengah, Program PED mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan sebagai bagian komoditas pangan yang memiliki potensi ekonomi hingga Rp1.684 triliun.

Di Jakarta, Program PED mendorong pengembangan ekonomi kreatif, termasuk sektor film dan konten kreatif, dengan potensi nilai mencapai Rp2.130 triliun pada 2029.

Ekosistem PED diharapkan dapat didukung oleh beragam jenis lembaga jasa keuangan (LJK) sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas, paling sedikit melibatkan tiga jenis LJK.

Keberhasilan Program PED terlihat dengan telah dikembangkannya berbagai ragam keunggulan daerah di sektor agrikultur dan sektor ekonomi kreatif, dan berpotensi untuk diimplementasikan pada sektor pariwisata.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas implementasi program PED di berbagai wilayah Indonesia. OJK juga akan senantiasa mendukung fokus pembangunan nasional yang dimulai dari daerah sebagai sumber pertumbuhan baru dan berbasis penguatan rantai nilai yang mendukung pertumbuhan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News