Beranda blog Halaman 246

Hadapi Ageing Population, Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program Lansia Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pemberdayaan lanjut usia (lansia) sebagai respons terhadap meningkatnya fenomena ageing population di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penduduk lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen dari total populasi nasional. Bahkan, sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki proporsi lansia di atas 10 persen, yang menunjukkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase transisi demografi dengan jumlah penduduk usia lanjut yang terus meningkat.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Media Briefing bertajuk Dialog Ruang Tengah Pengembangan Sinergitas Optimalisasi Demografi di Indonesia dengan tema “Sinergitas Program: Penguatan Indeks Lansia Berdaya dalam Mendukung Pemanfaatan Bonus Demografi di Era Transisi Penduduk” yang diselenggarakan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dalam forum tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan bahwa lansia tidak lagi dipandang hanya sebagai kelompok penerima manfaat program sosial, melainkan sebagai aset pembangunan yang memiliki potensi untuk tetap berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, pemerintah menilai perlu adanya kebijakan yang mampu memastikan kualitas hidup lansia tetap terjaga sekaligus mempersiapkan bonus demografi kedua yang diproyeksikan terjadi pada beberapa dekade mendatang.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kesiapan finansial melalui tabungan dan investasi, serta penyusunan kebijakan yang lebih ramah terhadap kebutuhan penduduk lanjut usia.

Sebagai langkah konkret, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan program Sidaya (Lansia Berdaya) yang berbasis pembangunan keluarga. Program ini dirancang untuk membantu lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.

Program Sidaya mencakup berbagai layanan dan kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini penyakit, pelatihan dan pendampingan berbasis keluarga, penyelenggaraan sekolah lansia, program lansia entrepreneur, hingga penyediaan Kartu Sidaya sebagai instrumen pendukung layanan bagi lansia.

“Dengan banyaknya jumlah penduduk lansia, kita harus siapkan dari sekarang,” ujar Plt Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN, dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes.

Kemendukbangga/BKKBN menilai keberhasilan penguatan lansia berdaya tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas hidup lansia.

Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan bonus demografi di tengah transisi penduduk yang sedang berlangsung. Dengan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan ageing population, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi demografi secara lebih optimal.

Melalui penguatan Program Sidaya dan berbagai kebijakan yang berpihak pada lansia, Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat mendorong terwujudnya lansia yang berdaya, sejahtera, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan nasional sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Makna Iduladha bagi Polri, Kakorlantas Tekankan Keikhlasan dan Pengorbanan

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai refleksi keikhlasan dan pengorbanan anggota Polri dalam mengabdi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam kegiatan kurban yang dilaksanakan Korlantas Polri bersama jajaran Ditlantas Polda Jawa Tengah (Jateng) pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Mijen, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Dalam keterangannya, Kakorlantas menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban menjadi simbol pengabdian dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini (Jumat 29 Mei 2026) Korlantas Polri dan Ditlantas jajaran melaksanakan ibadah kurban. Kurban ini mengandung maksud bagaimana kita mengorbankan (tenaga, waktu, dan pengabdian dalam menjalankan) tugas-tugas kita kepada masyarakat, termasuk juga berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam Iduladha diharapkan dapat memperkuat semangat personel Polantas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

“Kami mohon doa restu, semoga keikhlasan dan pengorbanan dalam rangka Hari Raya Kurban ini bisa membuat semangat anggota di lapangan untuk mengabdikan diri, terutama menjaga keamanan termasuk juga ketertiban lalu lintas,” ungkap dia.

Irjen Pol. Agus juga menekankan bahwa makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan hewan semata, melainkan menjadi momentum memperbaiki diri dan menghilangkan sifat-sifat negatif dalam pelaksanaan tugas.

“Bukan hanya sekadar ritual pemotongan hewan, tetapi juga menghilangkan ego-ego dan sifat-sifat yang kurang baik, baik kesombongan maupun kesewenang-wenangan,” tuturnya.

Ia berharap semangat Iduladha dapat membawa keberkahan dan membentuk pribadi anggota Polri yang semakin humanis, tulus, dan ikhlas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sehingga dengan hari kurban ini, kami mendapat berkah dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, ikhlas untuk mengorbankan diri kita demi menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Iduladha 1447 H, Polri Tebar Kepedulian Lewat Distribusi 8.380 Hewan Kurban

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi (27/5/2026), saat ribuan jamaah dari unsur pejabat utama, personel Polri, ASN, Bhayangkari hingga masyarakat umum melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Momentum sakral ini tak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga wujud nyata penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian Polri kepada masyarakat.

Kegiatan yang dipimpin Imam Masjid Baitul Hikmah Syurtah, Ustaz Muammar Samsul, serta diisi khutbah oleh Prof. Dr. Muhammad Hariyadi tersebut menekankan pentingnya ketakwaan di tengah dinamika global, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan sinergi dalam memelihara kamtibmas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar, Irwasum Polri Irjen Pol. Wahyu Widada, Teknisi Jibom Utama Tk. I Korbrimob Polri Suhendri, Danpas Brimob II Korbrimob Brigjen Pol. Heru Novianto, serta para Pejabat Utama Mabes Polri.

Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis hewan kurban oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyerahkan secara simbolis ribuan hewan kurban yang kemudian dilepas untuk didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk asrama Polri, pondok pesantren, yayasan yatim piatu, hingga polda jajaran di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, Polri menyalurkan sebanyak 8.380 hewan kurban yang terdiri dari sapi dan kambing sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi.

Di Mabes Polri sendiri, tercatat 637 hewan kurban diterima panitia, dengan rincian 630 ekor sapi dan tujuh ekor kambing, di mana 453 ekor sapi berasal langsung dari Kapolri.

Melalui momentum Iduladha ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menebar nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan emosional antara institusi dan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Wihaji Ajak Perkuat Kepedulian Sosial melalui Momentum Iduladha 1447 Hijriah

Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Syajaratun Thayyibah, Rabu (27/6/2026). Selain menunaikan ibadah salat Id, Menteri Wihaji juga menyerahkan hewan kurban sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Momentum Hari Raya Iduladha dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan solidaritas sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Menteri Wihaji mengatakan bahwa Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut penting dalam memperkuat kehidupan keluarga dan sosial masyarakat,” ujar Menteri Wihaji.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan hewan kurban dari jajaran pengurus kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang selama ini menjadi karakter bangsa Indonesia.

Menurut Wihaji, makna kurban tidak hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat membantu masyarakat serta mempererat hubungan antarsesama.

Melalui momentum Iduladha, Kemendukbangga/BKKBN berharap nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga dan komunitas yang lebih harmonis.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan tepat penerima manfaat,” ujar Menteri Wihaji.

Lebih lanjut, Menteri Wihaji menegaskan bahwa semangat Iduladha sejalan dengan berbagai program pembangunan keluarga yang dijalankan Kemendukbangga/BKKBN, yakni membangun keluarga yang kuat, peduli, dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui peringatan Iduladha 1447 Hijriah, Wihaji mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai keikhlasan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi di Sumatera Pulih 100 Persen Pasca Blackout PLN

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya setelah terdampak gangguan pasokan listrik akibat blackout PLN yang terjadi beberapa hari lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Rabu (28/5/2026) pukul 09.00 WIB, seluruh infrastruktur telekomunikasi yang sebelumnya terdampak telah kembali beroperasi normal. Tidak terdapat lagi site atau Base Transceiver Station (BTS) yang berstatus down, dan tingkat pemulihan layanan tetap bertahan pada angka 100 persen sejak tercapai pada 28 Mei 2026 pukul 00.00 WIB.

Kemkomdigi menyatakan kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatera saat ini berada dalam kondisi stabil tanpa adanya gangguan susulan maupun penambahan lokasi terdampak baru.

Sejak terjadinya gangguan kelistrikan yang berdampak pada jaringan telekomunikasi, Kemkomdigi terus melakukan koordinasi dengan operator telekomunikasi dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan efektif.

Pada puncak gangguan yang terjadi pada 24 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, tercatat sebanyak 10.713 site telekomunikasi mengalami gangguan layanan. Dampak tersebut tersebar di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Pulau Sumatera.

Dalam proses pemulihan, Kemkomdigi menghadapi tantangan tambahan akibat terjadinya blackout susulan di wilayah Aceh pada 25 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut sempat menyebabkan meningkatnya kembali jumlah site yang terdampak.

Meski demikian, koordinasi dan langkah pemulihan yang dilakukan secara berkelanjutan berhasil mengembalikan seluruh layanan telekomunikasi ke kondisi normal dalam waktu relatif cepat.

Dengan pulihnya seluruh jaringan yang terdampak, Kemkomdigi menyatakan penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat blackout PLN di wilayah Sumatera telah selesai.

Keberhasilan pemulihan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan berbagai pihak terkait dalam menjaga keberlangsungan layanan digital yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Meskipun proses pemulihan telah tuntas, Kemkomdigi menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan dan memastikan kualitas layanan telekomunikasi tetap terjaga.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemkomdigi dalam menjaga keandalan infrastruktur telekomunikasi nasional sebagai fondasi utama transformasi digital dan konektivitas masyarakat di seluruh Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pergerakan Jemaah Haji Indonesia di Armuzna Lancar, 751 Petugas Disiagakan di Mina

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Maria menjelaskan, keberhasilan proses Armuzna merupakan hasil sinergi seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji berlangsung.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Maria, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.

Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari ketika suhu di Mina mencapai 41 derajat celcius.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

Ia juga meminta jemaah memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan jemaah Indonesia menuju Jamarat guna mendukung kelancaran arus dan mengurangi potensi kepadatan.

Selain itu, Maria mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Mina dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Islam.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PANRB Perkuat Tata Kelola SDM Kesehatan untuk Dukung Program Hasil Terbaik Cepat Presiden

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia (SDM) kesehatan guna mendukung keberhasilan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri PANRB, Rini Widyantini, saat menerima Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Rini, penguatan SDM kesehatan merupakan faktor kunci dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang saat ini terus diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pendekatan promotif dan preventif.

“Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan harus diselaraskan transformasi dengan agenda promotif–preventif, manajemen penyakit kronis, telemedicine, AI-assisted diagnosis, integrated care melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Rini.

Rini menjelaskan bahwa tantangan sektor kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga menyangkut tata kelola aparatur sipil negara (ASN) di bidang kesehatan yang meliputi distribusi tenaga kesehatan, retensi, pengembangan kompetensi, hingga sinkronisasi kebutuhan antara pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, Kementerian PANRB menilai pengelolaan SDM kesehatan harus dilakukan secara lebih terintegrasi agar mampu mendukung pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, kesenjangan kompetensi tenaga kesehatan perlu diminimalisasi melalui berbagai program peningkatan kapasitas yang disesuaikan dengan arah transformasi sistem kesehatan nasional. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan juga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi SDM yang memadai.

Kementerian PANRB juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam tata kelola SDM kesehatan. Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan ke depan dinilai tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, organisasi profesi, kolegium, hingga institusi pendidikan perlu terlibat dalam proses perencanaan, pengadaan, distribusi, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, Kementerian PANRB berharap tercipta sistem manajemen SDM kesehatan yang lebih efektif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Pertemuan antara Kementerian PANRB dan Kementerian Kesehatan juga membahas implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah di sektor kesehatan.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah lain yang masih membutuhkan penguatan fasilitas kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa PHTC diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas rumah sakit daerah melalui penguatan infrastruktur, fasilitas pelayanan, serta ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas.

“Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win ini adalah langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain,” ujar Benjamin.

Melalui penguatan tata kelola SDM kesehatan, Kementerian PANRB menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi layanan kesehatan nasional sekaligus memastikan program prioritas Presiden dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gibran Dukung Sungai Watch Perluas Aksi Penanganan Sampah Sungai ke Seluruh Indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima jajaran pendiri organisasi lingkungan Sungai Watch yang dipimpin Gary Bencheghib bersama Sam Bencheghib dan Kelly Bencheghib di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (26/05/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam penanganan sampah sungai dan pengurangan pencemaran plastik melalui pelibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan penanganan persoalan sampah di daerah secara cepat dan terintegrasi oleh pemerintah pusat.

Dalam audiensi tersebut, Wapres menyambut baik berbagai aksi Sungai Watch dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah, khususnya melalui pelibatan generasi muda.

Co-founder Sungai Watch, Sam Bencheghib, memaparkan bahwa pihaknya baru menyelesaikan aksi “Run for Rivers”, yakni berlari sejauh 1.205 kilometer dari Bali hingga Monas, Jakarta selama 58 hari untuk mengampanyekan isu darurat polusi plastik di sungai-sungai Indonesia.

“Di meeting (pertemuan) ini dengan Bapak Wakil Presiden, kami diskusi tentang bagaimana Sungai Watch bisa expand (diperluas) di seluruh Indonesia. Karena, sekarang Sungai Watch ada operasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo di Jawa Timur. Tapi, kami mau expand ke Jawa Tengah dan Jawa Barat dan beliau sangat apresiasi dan mau bantu,” ujar Sam selepas bertemu Wapres.

Di sisi lain, pertemuan juga menyoroti pentingnya edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga guna mengurangi sampah yang berakhir di sungai.

“Sebenarnya Kota Jakarta sudah membuat program biar seluruh masyarakat sudah harus memilah dari warga, tapi yang pasti kurang [adalah] edukasi dan kesadaran. Dan, ini memang hal yang kita tahu, sebenarnya sungai bukan tempat sampah,” sebut Gary menambahkan.

Sungai Watch turut mengapresiasi dukungan Wapres terhadap penguatan penanganan sampah, termasuk melalui kolaborasi dengan sektor swasta.

“Kalau kita diskusi tentang masalah sampah, perlu banyak hal, perlu pemerintah, perlu dana, dan beliau [Wapres] juga bilang bisa bantu untuk pendanaan biar kita bisa expand aksi di sungai. Dan, dia [Wapres] juga bilang, mungkin bisa bantu untuk mencari sponsor dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bisa ikut,” ungkap Sam.

Di akhir pertemuan, Sungai Watch menyampaikan harapan agar koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan sampah sungai di berbagai wilayah, termasuk Jakarta, dapat semakin diperkuat.

“Kita berharap bukan cuma satu meeting saja, tapi kita pengin membuat Pak Wapres [sebagai] figur dalam hal menjadikan pahlawan untuk sungai kita di Indonesia, biar beliau bisa bantu nyambung ke beberapa pemerintah daerah, pemerintah provinsi, soalnya masalahnya sampah ini cukup complicated,” pungkas Gary.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Tinjau Kawasan Industri Garam Rote Ndao, Dorong Swasembada Garam Nasional

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/05/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan.

Di kawasan K-SIGN, Wapres menerima penjelasan mengenai pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah.

Dalam keterangannya, Wapres menegaskan bahwa kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Wapres.

Selain mendukung swasembada, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” tambahnya.

Selain sektor garam, Wapres turut mencermati potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Menanggapi usulan pemerintah daerah, Wapres memastikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” jelas Wapres.

Dalam dialog tersebut, Wapres juga menerima laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah. Menanggapi hal itu, Wapres meminta agar koordinasi dengan kementerian terkait terus diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan harapannya agar proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam. Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Bupati usai pertemuan.

Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara, dan Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kunjungi Rote Ndao, Wapres Gibran Soroti Potensi Besar Rumput Laut dan Modernisasi Petani

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menekankan pentingnya modernisasi dan hilirisasi rumput laut saat berdialog dengan para petani rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/05/2026).

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional serta hilirisasi komoditas unggulan daerah guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya harus menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para petani dan nelayan di wilayah pesisir seperti Rote Ndao.

Dalam dialog tersebut, Wapres menilai potensi budidaya rumput laut di wilayah tersebut sangat besar, namun belum dimaksimalkan secara optimal.

“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” ujar Wapres.

Perwakilan petani rumput laut Desa Daiama yang berjumlah sekitar 300 orang menyampaikan sejumlah kebutuhan utama untuk mendukung produktivitas mereka. Adapun kebutuhan yang disampaikan meliputi tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut, sampan fiber, serta mesin ketinting 0,5 GT.

Menanggapi hal tersebut, Wapres menilai para petani masih menggunakan peralatan yang sangat tradisional sehingga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih modern.

“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan juga mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” ungkapnya.

Wapres juga mencermati kualitas rumput laut Rote yang dinilai unggul dibandingkan daerah lain, khususnya karena kandungan karaginannya yang tinggi. Menurutnya, potensi tersebut perlu dipertahankan dan dioptimalkan melalui hilirisasi industri rumput laut.

“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita nggak boleh ngirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini Pak. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegas Wapres.

Selain itu, Wapres menekankan perlunya modernisasi di seluruh rantai produksi, mulai dari penggunaan bibit unggul, perbaikan alat produksi dan sampan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen seperti pengeringan, gudang, sortir, dan pengemasan.

“Yang sekarang sudah berjalan aja, masih tradisional ya, udah bagus seperti ini. Apalagi nanti kalau sudah ada modernisasi. Ada bibit unggul, sampannya kita perbaiki, alat-alatnya kita perbaiki. Untuk pascapanennya ada pengeringan, gudang, sortir, packing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kelompok ibu-ibu petani rumput laut juga menyampaikan harapan adanya bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan untuk mendukung usaha budidaya mereka.

Wapres pun meminta pemerintah daerah melakukan penataan dan pendataan yang lebih detail apabila nantinya ada intervensi maupun bantuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, langkah tersebut penting agar bantuan dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani rumput laut di Rote Ndao.

Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dedelusy Dethan, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jems Riwu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News