Beranda blog Halaman 247

Menhaj: Wukuf di Arafah Jadi Tonggak Baru Pelayanan Haji Indonesia 2026

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa wukuf di Arafah menjadi momentum spiritual sekaligus tonggak baru pelayanan haji Indonesia yang lebih fokus, inklusif, dan berkeadaban.

Hal itu disampaikan Menhaj dalam sambutan Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H/26 Mei 2026 M, di hadapan jemaah haji Indonesia, jajaran Amirulhaj, Tim Pengawas DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Menhaj.

Menhaj menyebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam kerangka Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Karena itu, seluruh layanan diarahkan agar negara hadir lebih dekat, lebih sigap, dan lebih terukur dalam melayani jemaah.

“Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah,” tegasnya.

Menhaj menjelaskan, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Sebanyak 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Saat ini, seluruh energi pelayanan difokuskan pada fase Armuzna, meliputi kesiapan tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, pelindungan, serta penugasan petugas di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menhaj menekankan Tri Sukses Haji sebagai arah besar penyelenggaraan. Sukses ritual diwujudkan melalui ibadah yang sah, tertib, dan khusyuk. Sukses ekosistem ekonomi haji diwujudkan melalui tata kelola yang memberi manfaat bagi bangsa. Sementara sukses keadaban dan peradaban diharapkan melahirkan pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, dan membawa kebaikan bagi Indonesia.

Kemenhaj juga menempatkan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah sebagai satu kesatuan kebijakan. Skema murur disiapkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi, komorbid, disabilitas, serta pendampingnya agar pergerakan dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman, tertib, dan tetap sesuai bimbingan manasik.

“Setiap jemaah harus merasa dilindungi. Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan. Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah,” ujar Menhaj.

Untuk mendukung kekhusyukan jemaah, Kemenhaj menyiapkan 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara selama fase Armuzna. Distribusi konsumsi juga disiapkan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah dapat lebih fokus beribadah.

Layanan haji tahun ini turut diperkuat melalui digitalisasi pengawasan dan pelaporan berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji. Sistem ini memungkinkan respons petugas lebih cepat, terukur, dan berbasis data.

Dalam tata kelola dam, Kemenhaj mencatat 145.341 jemaah telah membayar dam. Sebanyak 102.364 melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia. Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.

Menhaj mengajak jemaah memanfaatkan waktu wukuf sebagai ruang muhasabah, memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta menjaga kesehatan dan disiplin mengikuti arahan petugas.

“Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” tutup Menhaj.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KH Asep Saifuddin Chalim Ajak Jemaah Haji Perkuat Ketakwaan Saat Wukuf di Arafah

KH Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan khutbah wukuf pada puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah (26/5). Dalam khutbahnya, KH Asep Saifuddin Chalim mengajak seluruh jemaah haji Indonesia memaknai ibadah haji sebagai pengingat tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT serta pentingnya menjaga ketakwaan dalam kehidupan.

“Manusia itu sama. Ketika tawaf, kita diingatkan tentang perputaran kehidupan di dunia, termasuk jabatan yang tidak selalu ada. Semua datang dan pergi,” ujar KH Asep.

Ia menegaskan bahwa seluruh manusia akan menghadapi berbagai ujian dan tantangan kehidupan. Karena itu, setiap muslim harus terus berupaya menjaga ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kita harus terus berupaya keras untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Dalam hidup akan ada banyak tantangan, tetapi semua itu harus bisa diatasi. Itulah ekstraksi dari sa’i, ada perjuangan, kesungguhan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Asep juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan negara Indonesia agar senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, dan kesejahteraan.

“Mari kita bersama-sama berdoa untuk kesejahteraan negeri ini, agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, keamanan, dan para pemimpinnya diberi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat,” ungkapnya.

Kemenhaj terus memastikan seluruh layanan dan pendampingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan optimal agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Salat Iduladha di Istiqlal Berlangsung Khidmat, Gibran dan Keluarga Turut Hadir

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H/2026 M di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/05/2026). Momentum Iduladha yang sarat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat persatuan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, ribuan jemaah dari berbagai kalangan telah memadati area masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut untuk menunaikan Salat Id berjemaah.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming dan kedua putra-putrinya turut melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal.

Wapres dan keluarga tiba sekitar pukul 06.30 WIB dan disambut oleh jajaran pengurus Masjid Istiqlal serta para jemaah yang telah hadir sejak pagi.

Pelaksanaan Salat Iduladha dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam Anshoruddin Ibrahim. Sementara khutbah Iduladha disampaikan oleh Khatib Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dengan tema “Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Dalam khutbahnya, Hamdan menekankan bahwa Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.

“Spirit Kurban sejatinya harus melampaui batas-batas simbolik,” ungkap Hamdan.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama dan lingkungan sekitar.

“Hidup yang secara paripurna berdampak adalah seperti pohon. Ia tidak pernah memakan buahnya sendiri, tapi memberi tanpa henti. Ia tidak memilih siapa yang berteduh, tapi tetap berdiri memberi naungan,” tuturnya.

Usai pelaksanaan Salat Iduladha, Wapres juga menyapa para jemaah dan masyarakat yang hadir di Masjid Istiqlal. Kehangatan interaksi tersebut turut mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi makna dalam perayaan Iduladha.

Turut hadir dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal sejumlah pejabat negara, tokoh agama, duta besar negara sahabat, serta masyarakat umum yang bersama-sama mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Momen Hangat Iduladha di Paris, WNI Bertemu Presiden Prabowo di Wisma Indonesia

Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang hadir. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam salat Iduladha berjemaah menambah kehangatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia di perantauan.

Bagi sebagian WNI yang sedang berada di Paris, kesempatan melaksanakan salat Id di tanah rantau sekaligus bertemu langsung dengan Kepala Negara menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Hal tersebut dirasakan oleh empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yakni Zeahita, Yuri, Kezia, dan Sindhu, yang tengah berada di Prancis untuk mengikuti kegiatan akademik.

“Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kita lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita.

Kezia mengaku tidak menyangka perjalanan mereka ke Prancis akan bertepatan dengan momen salat Iduladha bersama Presiden Prabowo. Awalnya, mereka datang ke Prancis untuk mengikuti konferensi dan lomba Model United Nations di Lyon, sebelum akhirnya mampir di Paris.

“Sebenarnya kami tidak pernah expect akan salat di sini juga karena kami awalnya berangkat ke Lyon untuk konferensi atau lomba Model United Nations. Tapi berhubung kami mampir ke Paris sebentar, kami memutuskan untuk salat Id di sini, dan kami sangat bahagia karena bisa bertemu banyak rekan-rekan dari Indonesia dan tentunya juga Bapak Presiden,” tutur Kezia.

Bagi Sindhu, momen tersebut juga menjadi pengobat rindu terhadap Indonesia. Meski baru dua pekan berada di Prancis, ia mengaku suasana Iduladha bersama sesama WNI membuatnya merasa kembali dekat dengan kampung halaman.

“Alhamdulillah sangat bahagia. Tentunya kita kangen banget dengan Indonesia, padahal baru dua minggu di Prancis, tapi sudah kangen banget sama Indonesia,” ucap Sindhu.

Bagi Yuri, salat Iduladha di Wisma Indonesia menjadi pengalaman yang membahagiakan karena dapat bertemu dengan jajaran kepresidenan serta sejumlah menteri yang turut hadir. “Rasanya cukup menyenangkan dan cukup exciting buat kita semua, buat salat di sini sekaligus bertemu dengan jajaran kepresidenan serta beberapa menteri juga,” ujar Yuri.

Tidak hanya para mahasiswa, pengalaman serupa juga dirasakan Myrna Damayanti, WNI asal Jakarta yang sedang melakukan perjalanan bisnis di Paris. Bagi Myrna, suasana salat Iduladha di Paris terasa berbeda namun tetap penuh kedamaian.

“Di sini rasanya damai. Di antara bangunan-bangunan yang sangat cantik dan historical, kita bisa salat Id dan mendengar takbir. Itu senang banget sih,” tuturnya.

Myrna juga mengaku kehadiran Presiden Prabowo menjadi kejutan yang tidak disangka. Ia sebelumnya hanya mendengar kabar dari teman-temannya bahwa Presiden akan melaksanakan salat Id di lokasi yang sama.

“Teman-teman saya bilang, ‘Oh Myrna mau sama Pak Prabowo ya?’ Itu kayak bercandaan aja. Tiba-tiba saya boleh masuk. Ini sih alhamdulillah banget, benar-benar nggak disangka-sangka,” ucapnya.

Dalam momen Iduladha tersebut, Myrna menyampaikan harapan agar Indonesia dan seluruh masyarakatnya senantiasa diberi keberkahan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

“Iduladha tahun ini, saya berharap untuk saya secara pribadi, perusahaan saya, dan negara kita, mudah-mudahan kita semua selalu diberikan keberkahan dan rahmat dari Allah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat yang hadir pun tampak menyanyikan bersama sejumlah lagu nasional. Momen ini semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kehangatan diaspora di perantauan.

Bagi masyarakat Indonesia di Paris, Iduladha kali ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi yang memperkuat rasa kebersamaan di tanah rantau. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, masyarakat Indonesia tetap menjadi bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Salat Iduladha di Paris Bersama Diaspora Indonesia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan salat sunah Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah. Kehadiran Presiden dalam salat berjemaah tersebut menjadi momen hangat bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang berada di Prancis.

Diiringi alunan takbir, sekitar pukul 08.40 waktu setempat, Presiden Prabowo tiba di Wisma Indonesia dan langsung menuju saf untuk ikut mengumandangkan takbir bersama jemaah yang hadir, untuk kemudian mengikuti rangkaian salat Iduladha. Salat berlangsung khidmat dengan diikuti oleh para WNI dan diaspora Indonesia yang sejak pagi telah hadir di Wisma Indonesia.

Salat Iduladha tersebut dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi. Ia merupakan alumni S2 Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, dan saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Dalam khotbahnya, Fakhruddin menyampaikan bahwa Iduladha merupakan hari raya yang mengandung dimensi ketuhanan sekaligus kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi simbol kepatuhan kepada Allah, tetapi juga ajakan untuk berbagi, menjaga identitas keislaman, meneguhkan keluarga, serta memperkuat persatuan, khususnya bagi umat Islam yang hidup sebagai diaspora di negeri orang.

“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” ujar Fakhruddin dalam khotbahnya.

Usai melaksanakan salat Iduladha, Presiden Prabowo bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia dan diaspora yang mengikuti salat berjemaah. Dalam suasana penuh keakraban, Presiden tampak menyapa dan menyalami para jemaah yang hadir, kemudian dilanjutkan sesi ramah tamah makan bersama.

Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi antara Kepala Negara dan masyarakat Indonesia di luar negeri, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan Iduladha di tanah rantau.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Al Haris Sholat Idul Adha di Masjid Al-Falah, Doakan Jemaah Haji Asal Jambi Mabrur

Gubernur Jambi, Al Haris melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat Provinsi Jambi di Masjid Al-Falah, Rabu (27/5/2026) pagi.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jambi, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi, Ketua MUI Jambi, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Al Haris mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai pengingat untuk meneladani keikhlasan dan semangat berkurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

“Setiap tahun kita memperingati hari raya Idul Adha, kalau kita pedoman bagaimana Nabi Ibrahim mencontohkan kepada kita bagaimana semangat berkurban. Hari ini kita melihat justru terbalik, banyak anak-anak yang mengorbankan orang tuanya demi kesenangan mereka,” ujar Al Haris.

Al Haris juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kasih sayang dan pengorbanan dalam kehidupan keluarga maupun sosial di tengah perkembangan zaman saat ini.

“Mari kita kembali semangat berkurban, cintai kepada Allah, cinta ke orang tua, dan cinta kepada anak,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Al Haris juga mendoakan seluruh jemaah haji asal Jambi yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke tanah air.

“Semoga jemaah haji kita yang 3.000 perih diberikan kesehatan dan kembali ke Indonesia dengan status haji yang mabrur,” kata Al Haris.

Menutup sambutannya, Gubernur Jambi berharap Hari Raya Idul Adha membawa keberkahan bagi masyarakat dan daerah Provinsi Jambi.

“Mudah-mudahan Jambi diberkahi dan diridhoi oleh allah,” tutupnya.

Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Lompatan Besar Layanan Haji Indonesia 2026

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, melakukan kunjungan ke layanan jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu (25/5/2026).

Menhaj menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Alhamdulillah, baru saja kita mendapatkan kehormatan mendapatkan kunjungan dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah. Mereka datang dengan rombongannya untuk mengapresiasi capaian kita tahun ini, yang menurut mereka telah melakukan lompatan yang luar biasa,” ujar Menhaj.

Menurut Menhaj, Pemerintah Arab Saudi berharap peningkatan kualitas layanan haji Indonesia dapat terus dijaga dan ditingkatkan dari tahun ke tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Kami berterima kasih bahwa kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi benar-benar luar biasa dan menghasilkan pelayanan haji yang terbaik untuk jemaah kita tahun ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Pemerintah Arab Saudi menilai penyelenggaraan haji Indonesia mengalamiexistential leapatau lompatan besar dalam tata kelola dan pelaksanaan layanan haji.

“Yang jelas istilah Menteri Haji dan Umrah Saudi tadi adaexistential leap, ada lompatan yang jauh dalam pelaksanaan haji tahun ini,” ujar Wamenhaj.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenhaj serta petugas haji Indonesia untuk terus menjaga kualitas pelayanan, khususnya pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Pemerintah juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar transformasi layanan haji terus berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

“Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kerja-kerja keras semua tim di Kementerian Haji dan Umrah memberikan dampak yang baik untuk transformasi haji di era Presiden Prabowo ini,” tutup Wamenhaj.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Medan Dorong Purnabakti Lurah Tulis Buku Pengalaman Pengabdian

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para purnabakti lurah mendokumentasikan pengalaman selama bertugas dalam bentuk buku sebagai catatan sejarah sekaligus bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Purnabakti Lurah (FSPL) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai pengalaman mantan lurah masih relevan sebagai masukan bagi pemerintah. Karena itu, FSPL diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan dan pandangan, sebab para anggotanya memahami langsung kondisi sosial masyarakat hingga dinamika pemerintahan di tingkat bawah.

Rico Waas menegaskan, lurah ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga. Meski telah purnatugas, jejak pengabdian mereka tetap hidup di tengah masyarakat.

“Lurah itu bagian dari masyarakat. Jika bekerja dengan baik, dekat dengan warga, dan memberi pelayanan maksimal, akan selalu dikenang,” ujarnya.

Atas nama Pemko Medan, Rico Waas menyampaikan apresiasi atas dedikasi para purnabakti lurah.

“Pemerintah harus hadir untuk masyarakat, bukan hanya niat, tapi tindakan nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua FSPL Medan, Ahmad, mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi mantan lurah untuk tetap berkontribusi dalam pembangunan kota.

“Kami berharap Pak Wali Kota dapat mengukuhkan kepengurusan FSPL periode 2025–2030 agar organisasi ini memiliki legitimasi dan semakin bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pengalaman para purnabakti lurah dapat menjadi masukan bagi lurah aktif sekaligus membantu menjaga kondisi Medan tetap kondusif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Timwas DPR Pastikan 100 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arafah

Fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M resmi dimulai. Seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan telah tiba di Arafah menjelang pelaksanaan wukuf, Selasa (26/5/2026). Keberhasilan mobilisasi besar-besaran jemaah dari Makkah menuju Arafah itu menjadi perhatian utama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI di tengah kompleksitas layanan Armuzna tahun ini.

Anggota Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid menyampaikan langsung laporan tersebut saat tiba di Maktab 51 Arafah, Makkah, sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Ia memastikan proses pemberangkatan jemaah berlangsung tuntas sejak malam sebelumnya.

“Alhamdulillah kami laporkan bahwa jemaah haji Indonesia sudah sampai di Arafah tadi malam 100 persen,” ujar Abdul Wachid.

Kepastian seluruh jemaah tiba di Arafah dinilai krusial karena wukuf merupakan rukun utama ibadah haji. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di kawasan Arafah dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga membutuhkan pengaturan mobilitas, transportasi, dan layanan yang sangat ketat.

Menurut Abdul Wachid, rangkaian ibadah wukuf akan dimulai setelah masuk waktu zuhur dengan diawali khutbah wukuf. Setelah itu, jemaah akan menjalani wukuf hingga menjelang petang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina.

“Hari ini akan menjalankan ibadah wukuf yang sebentar lagi dimulai dari jam 12 awal dari khutbah wukuf dan dilanjutkan melaksanakan wukuf kurang lebih sampai sekitar jam 6 petang,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Fase Armuzna selama ini dikenal sebagai titik paling krusial dalam penyelenggaraan haji karena melibatkan perpindahan massal jemaah dalam waktu singkat. Selain kesiapan armada transportasi, layanan tenda, konsumsi, kesehatan, serta pengaturan arus jemaah menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran ibadah.

Karena itu, Timwas Haji DPR RI melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik layanan dan maktab di Arafah untuk memastikan seluruh layanan dasar berjalan sesuai rencana. Pengawasan juga difokuskan pada antisipasi keterlambatan pergerakan jemaah dan potensi kepadatan di titik perpindahan menuju Muzdalifah dan Mina.

Setelah pelaksanaan wukuf selesai, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan pengambilan batu kerikil sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalani lempar jumrah.

“Setelah itu kita lanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina,” tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Keberhasilan pergerakan seluruh jemaah menuju Arafah menjadi indikator penting kesiapan layanan puncak haji tahun ini. Meski demikian, pengawasan dipastikan tetap dilakukan hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah jemaah Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hewan Kurban di Kota Malang Dipastikan Sehat, 800 Ekor Ternak Sudah Divaksin PMK

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dispangtan Kota Malang, drh. Anton Pramujiono, menyebutkan upaya pencegahan penyakit hewan telah dilakukan sejak awal 2026, terutama untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Alhamdulillah untuk Kota Malang kita juga dapat jatah vaksinasi. Pencegahan-pencegahan yang kita lakukan mulai sejak Januari 2026, kita sudah melakukan vaksinasi di beberapa tempat. Kurang lebih sudah sekitar 800 ekor hewan ternak, baik sapi maupun kambing, telah menerima vaksinasi PMK,” jelas drh. Anton saat meninjau pemeriksaan hewan kurban di Jalan Saxophone, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, Senin (25/5/2026).

Di Jawa Timur, khususnya Kota Malang, drh. Anton mengungkapkan bahwa hewan kurban bebas antraks maupun LSD. Selain vaksinasi, Dispangtan Kota Malang juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lokasi penjualan.

Berdasarkan data per Senin pagi (25/5/2026), data pemeriksaan antemortem di tempat penjualan hewan/ternak sebayak 103 lokasi dengan rincian 227 sapi, 3.227 kambing serta 126 domba telah diperiksa. Jumlahnya akan bertambah karena pemeriksaan akan dilakukan hingga besok, Selasa (26/5/2026). Dari hasil pemeriksaan saat ini, seluruh hewan kurban yang diperiksa dilaporkan dalam kondisi sehat dan layak dijual. “Petugas nanti juga akan keliling ke masjid-masjid untuk melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan,” katanya.

Anton menjelaskan, pemeriksaan intensif dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi fisik hewan sebelum membeli, seperti bulu yang bersih dan mengilap, mata yang cerah, serta cara berjalan dan berdiri yang normal. “Terkait kesehatannya mulai dari kepala, bulunya bersih semuanya, sehingga hewan-hewan itu sesuai dengan persyaratan yang ditentukan,” katanya.

Dispangtan Kota Malang juga mengimbau warga masyarakat membeli hewan kurban di lokasi penjualan yang telah diperiksa petugas. “Harapan kami, belilah ke tempat-tempat yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang,” tutur Anton.

Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan (antemortem), Dispangtan Kota Malang juga akan melakukan pemeriksaan postmortem setelah penyembelihan pada 27–30 Mei 2026 di masjid-masjid.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News