Beranda blog Halaman 248

Menuju Puncak Haji 1447 H, Jemaah Indonesia Diimbau Tetap Disiplin dan Jaga Stamina

Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5/2026), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta, Senin (25/5).

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” lanjutnya.

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

“Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” jelas Maria.

“Sedangkan bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” sambungnya.

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan selama puncak haji juga terus dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan lapangan.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria..

Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan.

“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkas Maria.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kaltim Pertahankan Opini WTP ke-13, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Keuangan Akuntabel dan Transparan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola keuangan daerah dengan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Prestasi ini menjadi raihan WTP ke-13 secara berturut-turut sejak tahun 2012.

Penyerahan opini WTP dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-11 DPRD Kaltim di Gedung Utama DPRD Kaltim, Senin (25/5/26).

Mewakili Gubernur Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kerja keras dan komitmen dalam menyajikan laporan keuangan secara akurat dan transparan selama proses pemeriksaan BPK RI.

“Ini merupakan pencapaian monumental, di mana Kalimantan Timur berhasil mempertahankan Opini WTP untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut,” ujarnya.

Sri menegaskan, opini WTP bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Ia juga memastikan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Kaltim tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap penggunaan APBD memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemeriksaan Investigasi BPK RI I Nyoman Wara mengapresiasi keberhasilan Pemprov Kaltim mempertahankan opini WTP dan mengingatkan agar seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kaltim Sabet Penghargaan Nasional Bidang Pendidikan, Daerah Terbaik Kolaborasi SPMB 2025–2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menorehkan prestasi di bidang pendidikan dengan meraih penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Provinsi atas Kolaborasi dengan Sekolah Swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025–2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti kepada Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud (Harum) pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen Jakarta, Senin (25/5/2026) malam.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov Kaltim yang menjadikan sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Kami telah memberikan perhatian yang sama kepada sekolah negeri dan swasta untuk semua jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud usai menerima penghargaan.

Menurutnya, Pemprov Kaltim terus mendorong pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak-anak Benua Etam tanpa membedakan gender, agama, suku, maupun budaya.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama melalui transformasi dan inovasi di sektor pendidikan. Salah satunya melalui program pendidikan gratis bagi masyarakat Kaltim mulai jenjang S1 hingga S3.

“Pendidikan menjadi satu-satunya cara untuk memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.

Gubernur Harum juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur agar semakin berkualitas dan merata.

Dalam ajang tersebut, Kaltim menerima penghargaan bersama Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Sementara, untuk kategori pemerintah daerah kota, penghargaan diraih Kota Balikpapan bersama Kota Surabaya dan Kota Batam.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pembangunan PLTA Batoq Kelo Dimulai, Gubernur Rudy Mas’ud: Harapan Baru Lewat Energi Terbarukan

Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 mega watt bukan sekadar proyek kelistrikan, tetapi simbol masa depan energi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Benua Etam.

Hal itu disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud saat Groundbreaking Ceremony PLTA Batoq Kelo & Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kehadiran proyek energi baru terbarukan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat karena diyakini akan membawa dampak besar bagi masyarakat. Khususnya di wilayah Mahakam Ulu dan kawasan perbatasan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara.

Gubernur Rudy Mas’ud menyebut Kaltim memiliki posisi strategis sebagai barometer perdagangan karbon (carbon trading) di kawasan Asia Pasifik. Karena itu, pengembangan energi hijau seperti hidropower menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Gubernur Rudy Mas’ud juga berharap listrik yang dihasilkan nantinya benar-benar dapat dinikmati masyarakat hingga ke pelosok daerah, bukan hanya terpusat di kawasan tertentu.

“Jangan sampai listriknya besar, tapi masyarakat sekitar masih gelap. Harapan kami, 300 mega watt ini benar-benar memberi penerangan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pembangunan PLTA, proyek tersebut juga disertai pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalan sepanjang 122 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter yang akan menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Menurut Rudy, konektivitas tersebut diharapkan mampu membuka akses wilayah terpencil, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta menghidupkan aktivitas masyarakat di kawasan pedalaman.

“Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung agar proyek ini berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Gubernur Rudy Mas’ud menambahkan, pembangunan proyek energi energi hijau harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan, keberlanjutan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Investasi energi hijau harus menjadi pembangkit harapan bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Groundbreaking PLTA Batoq Kelo, Kaltim Siap Jadi Pusat Energi Hijau

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendukung penuh pembangunan proyek strategis energi baru terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt yang berlokasi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Sumber energi tersebut digadang menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Kalimantan Timur sekaligus simbol masa depan energi hijau di Indonesia.

Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit listrik. Melainkan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menghidupkan perekonomian masyarakat dan membuka akses kawasan pedalaman.

“Ini bukan hanya proyek listrik 300 megawatt, tetapi proyek masa depan untuk masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud saat prosesi Groundbreaking Ceremony Batoq Kelo Hydropower Project di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/5/2026).

Selain pembangunan PLTA, proyek tersebut juga disertai pembangunan jalan sepanjang 122 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter yang akan menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan PT Tujuan Mulia Makmur (TMM), City Jamiah menyampaikan proyek PLTA Batoq Kelo merupakan bagian dari komitmen mendukung transisi energi bersih nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.

“PLTA Batoq Kelo bukan sekadar proyek infrastruktur kelistrikan, tetapi wujud visi besar Indonesia menuju kemandirian energi ramah lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, sebagai investor utama pembangunan hydropower ini, pihaknya berkomitmen menjalankan pembangunan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Prosesi peletakan batu pertama turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Chairman Handa Group sekaligus Owner PT TMM Zi Fenggao, Chairman Sinohydro Wang Qi, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan serta sejumlah investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama dan penyerahan cinderamata sebagai penanda dimulainya pembangunan proyek energi hijau yang diharapkan menjadi tonggak baru transformasi energi berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamenhut: Riset dan Inovasi Jadi Fondasi Utama Kebijakan Konservasi Hutan

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan bahwa riset dan inovasi berbasis sains harus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan kehutanan yang presisi dan adaptif. Hal tersebut disampaikannya saat membacakan pidato kunci Menteri Kehutanan dalam acara “BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species – Chapter Flora” di Kantor BRIN, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Kekayaan flora bukan hanya warisan alam tetapi juga modal penting bagi ilmu pengetahuan, ketahanan ekologi, pangan, kesehatan, budaya dan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap penemuan spesies baru flora mengingatkan kita bahwa masih banyak kekayaan hayati Indonesia yang belum sepenuhnya dikenali. Kita memikul tanggung jawab besar untuk memastikan spesies-spesies ini tidak hilang sebelum kita memahami perannya bagi ekosistem,” ujar Wamenhut.

Kementerian Kehutanan berkomitmen mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui program bioprospeksi, yaitu peningkatan nilai tambah flora berbasis ilmu pengetahuan untuk sektor farmasi, kosmetik, pangan, hingga bioenergi. Beberapa kolaborasi nyata yang sedang dikembangkan di kawasan taman nasional meliputi pemanfaatan tumbuhan untuk kosmetik, pengembangan mikroba pertanian, hingga riset jamur untuk antikanker.

Guna mengoperasionalkan hasil riset ke tingkat tapak, Kementerian Kehutanan telah memperkuat sinergi dengan BRIN melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 11 Februari 2026 serta kerja sama penelitian di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) konservasi di seluruh Indonesia. Kerja sama ini juga didorong untuk mengeksplorasi pengetahuan tradisional masyarakat adat di sekitar hutan.

“Kolaborasi antara ilmu pengetahuan modern dengan pengetahuan lokal perlu dikembangkan sebagai bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.

Wamenhut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat tiga agenda bersama: membangun basis data flora yang valid; memperkuat jembatan antara riset, pengambil kebijakan dan pengelolaan lapangan; serta memperluas edukasi publik agar masyarakat semakin bangga dan peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.

“Mari kita jadikan penemuan spesies baru bukan hanya sebagai capaian ilmiah, tetapi sebagai panggilan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh menjaga hutan Indonesia, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan ilmu pengetahuan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wamenhut menyampaikan apresiasi kepada BRIN, para peneliti, pengelola kawasan, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penemuan, pendokumentasian, dan pelestarian flora Indonesia. “Semoga kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan BRIN semakin konkrit, produktif dan berdampak nyata bagi kelestarian alam Indonesia,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tanahmu Belum Terpetakan? Manfaatkan Fitur Swaplotting di Aplikasi Sentuh Tanahku

Dalam aplikasi Sentuh Tanahku terdapat satu fitur yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan plotting bidang tanah secara mandiri melalui smartphone. Plotting yang dimaksud dalam hal ini adalah proses penetapan bidang tanah ke dalam peta digital berdasarkan koordinat (GPS) yang akurat. Jadi, tak hanya dapat mengurus langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah), masyarakat yang bidang tanahnya belum terpetakan kini bisa lebih mudah menyampaikannya secara online.

“Pemilik tanah bisa mengajukan titik lokasi lewat fitur Swaplotting di Sentuh Tanahku. Dari data yang masuk, nanti Kantah setempat akan verifikasi sesuai dengan catatan kita di Kementerian ATR/BPN, benar tidaknya tanah tersebut letaknya di situ. Kalau benar, nanti akan di-plotting dalam peta digital oleh teman-teman di Kantah,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, Selasa (26/05/2026).

Menurutnya, fitur Swaplotting dihadirkan untuk membantu pemetaan bidang tanah yang belum terdata ke dalam sistem digital Kementerian ATR/BPN. Fitur ini diperlukan bagi para pemilik tanah yang belum memiliki sertipikat serta pemilik tanah dengan sertipikat analog. Kehadiran fitur ini membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung pemutakhiran data pertanahan secara lebih akurat dan partisipatif.

“Tanah yang sudah diverifikasi nantinya akan semakin terintegrasi dengan data keseluruhan bidang. Tujuannya adalah menciptakan kepastian lokasi dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendaftaran tanah,” ujar I Gede Ketut Ary Sucaya.

Fitur Swaplotting dapat diakses melalui menu utama Sentuh Tanahku yang tersedia dalam perangkat dengan sistem operasi Android maupun iOS. Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna perlu memberikan izin akses lokasi agar sistem Kementerian ATR/BPN dapat mengidentifikasi posisi secara akurat.

Bagi pemilik sertipikat analog, saat menggunakan Swaplotting bisa memilih opsi “Bersertipikat”. Kemudian, lanjut melengkapi identitas pemegang hak serta informasi yang tercantum pada sertipikat, seperti nomor hak, luas tanah, dan letak bidang. Selanjutnya, pengguna diminta mengunggah foto dokumen sertipikat sebagai data pendukung untuk proses verifikasi oleh Kantah setempat.

Sementara bagi masyarakat yang bidang tanahnya belum bersertipikat, dapat memilih opsi “Belum Sertipikat”. Mereka kemudian perlu melengkapi identitas diri, lokasi bidang tanah, alas hak yang dimiliki, serta bukti pembayaran pajak sebagai dokumen pendukung.

Setelah seluruh data dan dokumen pendukung dikirim, sistem Sentuh Tanahku akan meneruskan informasi tersebut kepada Kantah setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut sebelum data digunakan dalam proses pemutakhiran peta bidang tanah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat penyelesaian konflik pertanahan di daerah. Menurutnya, penyelesaian persoalan pertanahan ini membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Jadi saya pikir GTRA itu sangat baik untuk para Kepala Kantor Pertanahan gunakan saat ada permasalahan pertanahan di masyarakat. Ajak bupati atau kepala daerahnya (dalam forum GTRA) karena memang mereka Ketua GTRA di daerah tersebut, yang bertanggungjawab atas daerah tersebut,” ujar Wamen Ossy dalam pertemuan bersama jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Kota Mamuju, Minggu (24/05/2026).

Wamen Ossy menjelaskan, GTRA mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi terkait untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan pertanahan yang terjadi. Dengan adanya kesepakatan lintas sektor, proses penyelesaian konflik dinilai akan lebih kuat secara hukum maupun sosial.

“Kalau antara BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah daerah masih ada perbedaan pendapat, maka penyelesaiannya tidak akan berjalan optimal. Karena itu, seluruh pihak harus duduk bersama terlebih dahulu,” tegas Wamen Ossy.

Setelah memberikan pengarahan kepada jajarannya, dalam kesempatan yang sama Wamen Ossy juga menyerahkan delapan sertipikat untuk tanah wakaf dan aset pemerintah daerah. Saat menyerahkan sertipikat, ia turut didampingi oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulbar, Fredy Marfin.

Dalam kunjungannya ke Kanwil kali ini, Wamen Ossy berkeliling ruangan untuk bertemu dan bertegur sapa dengan para pegawai. Peninjauan sekaligus ramah-tamah juga diikuti oleh seluruh Pejabat Administrator, Kepala Kantor Pertanahan, serta Pejabat Pengawas se-Provinsi Sulawesi Barat, dan pegawai Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Barat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Selamat Iduladha, Menag: Semangat Berkurban Energi Kebersamaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Iduladha 1447 H/2026 M. Menurut Menag, Iduladha mengajak umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.

“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 17 Mei 2026 menetapkan 1 Zulhijjah 1447 H bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan begitu, Iduladha 1447 H bertepatan dengan 27 Mei 2026.

“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” papar Menag.

Dijelaskan Menag, ibadah kurban memiliki makna sosial yang sangat nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan dan protein keluarga, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.

“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” tutur Menag.

“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” tandasnya.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sapi Kurban Rp115 Juta dari Presiden Prabowo Diserahkan Gubernur Jambi di Islamic Center

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Masjid Tsamaratul Insan Islamic Center, Selasa (26/5/2026).

Bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo tersebut berjumlah 12 ekor sapi yang disalurkan untuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Pada penyerahan secara simbolis, Gubernur Al Haris menyerahkan seekor sapi jenis Simmental dengan bobot mencapai 930 kilogram senilai Rp115 juta.

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan bahwa momentum Idul Adha bukan sekadar ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menunjukkan semangat berkorban harus dimiliki semua insan, mudah-mudahan makna berkurban ini menjadi makna yang selalu kita gaungkan sesama masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menambahkan, bantuan sapi kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar kawasan Islamic Center yang dinilai layak menerima.

“Oleh karena itu, kami menyerahkan untuk dibagikan ke warga sekitaran masjid Islamic Center ini sesuai dengan kriteria yang layak menerimanya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Al Haris juga mengajak masyarakat mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto agar terus diberikan kekuatan dalam memimpin bangsa.

“Kita doakan pak Presiden sehat, Indonesia semakin baik kedepannya, dan rakyat semakin sejahtera kedepannya,” tutup Al Haris.