Beranda blog Halaman 35

Misi Dagang Jatim-Kalbar Cetak Transaksi Rp2,53 Triliun, Investasi Capai Rp885 Miliar

Dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Misi Dagang dan Investasi Jatim – Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil membawa pulang catatan transaksi Rp 2.529.710.925.000. Jatim jual Rp 1.480.881.842.000, Jatim beli Rp 163.829.083.000, dan Jatim investasi Rp 885.000.000.000. Capaian ini diperoleh lewat Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalbar yang berlangsung di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Transaksi penjualan Jawa Timur mencakup beragam komoditas unggulan lintas sektor. Di antaranya garam bahan baku dan olahan, olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura dan jagung, pakan ikan dan pakan udang, beras, gula pasir, telur asin, telur bakar dan telur bebek, ikan patin, DOC, buster buah, kambing/domba, kambing potong, ikan dalam kaleng seperti sarden dan tuna, produk fesyen, balok kayu, pupuk asam amino, bawang merah, hingga cabai merah kering.

Tidak hanya menjual produk unggulan, misi dagang ini juga memperkuat perdagangan dua arah antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Pelaku usaha Jawa Timur melakukan transaksi pembelian sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, meliputi kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan dan madu trigona, serta ikan bagus dan ikan toman.

Selain perdagangan, kegiatan ini menghasilkan komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat yang meliputi perluasan usaha industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak, serta perluasan usaha industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah. “Alhamdulillah, misi dagang dan investasi provinsi Jawa Timur dan provinsi Kalimantan Barat sukses digelar, total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp 2,5 Triliun, dari 2,5 Triliun Rp 885 Miliar untuk capaian investasinya” kata Gubernur Khofifah.

Misi Dagang Jawa Timur dengan Kalimantan Barat Tahun 2026 mencatat sejumlah komitmen transaksi bernilai besar yang melibatkan pelaku usaha dari kedua provinsi. Komitmen tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari peternakan, perkebunan, industri pupuk, kopi, perikanan, hingga komoditas arang dan briket. Komitmen transaksi terbesar tercatat antara PT Phalosari Unggul Jaya sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Jawa Timur dengan CV Sujaya Food sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Kalimantan Barat. Kerja sama berupa penjualan aneka produk peternakan tersebut mencapai nilai Rp1 triliun.

Selain perdagangan antarpelaku usaha, Misi Dagang Jawa Timur–Kalimantan Barat juga menghasilkan komitmen investasi dari perusahaan asal Jawa Timur di Kalimantan Barat. PT Saraswanti Anugerah Indonesia Surabaya mencatat investasi perluasan usaha industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah senilai Rp500 miliar. Sementara PT Saraswanti Agro Estate Surabaya melakukan investasi perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak senilai Rp300 miliar. PT Anugerah Dolomit Indonesia Surabaya juga berkomitmen melakukan investasi industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah senilai Rp85 miliar.

Pada sektor perdagangan, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya mencatat transaksi penjualan rokok kepada PT Bentoel Prima di Kota Pontianak senilai Rp95,11 miliar. Selanjutnya, Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan menjual green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak senilai Rp63,8 miliar. Sementara PT Suri Tani Pemuka Kota Surabaya mencatat penjualan pakan ikan dan pakan udang kepada pelaku usaha perseorangan di Kabupaten Kubu Raya senilai Rp63,72 miliar.

Arus perdagangan dalam misi dagang ini juga berlangsung dua arah. CV Satrya Abdi Buana Surabaya melakukan pembelian arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Kabupaten Mempawah senilai Rp58,21 miliar. Perusahaan yang sama juga membeli arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Kota Pontianak senilai Rp37,8 miliar. Sementara itu, CV Djadi Jaya Kota Malang mencatat transaksi penjualan kambing potong kepada PT Ratu Mitra Abadi Kabupaten Mempawah senilai Rp50 miliar. Misi Dagang ini merupakan misi dagang keenam yang dilaksanakan Jatim dengan provinsi lain di sepanjang tahun 2026 yang melibatkan 162 pelaku usaha, 62 dari Jawa Timur dan 100 dari Kalimantan Barat.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan jejaring konektivitas dua daerah sekaligus menggali potensi kerja sama lebih lanjut yang bisa dijalin antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai Perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp4,31 triliun, yang terdiri dari nilai bongkar (beli dari Kalimantan Barat) sebesar Rp562,27 miliar dan nilai muat (jual ke Kalimantan Barat) sebesar Rp3,75 triliun. “Artinya neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mengalami surplus sebesar Rp3,19 triliun. Dari sisi penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat,” katanya.

Gubernur Khofifah menyebut komoditas utama yang mendominasi antara lain produk hasil tembakau/cerutu, cheroot, sigaret (59,99 persen), gula tebu (17,80 persen), minuman fermentasi dari buah anggur segar (14,19 persen), garam & natrium klorida murni (3,18 persen), serta pegas dari besi atau baja (1,05 persen). “Kelima komoditas utama ini berkontribusi sebesar 96,21 persen terhadap total penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat,” katanya.

Sementara itu, pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi oleh lima komoditas utama, yaitu minyak kelapa sawit mentah (63,84 persen), buah dan kernel kelapa sawit (27,78 persen), kayu gergajian (6,87 persen), tangerine mandarin clementine (1,49 persen), serta kemasan kertas dan karton (0,01persen). “Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat. Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” imbuhnya.

Kerja sama perdagangan Jatim – Kalbar ini telah terjalin dengan baik melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 30 September 2022 di Kota Pontianak, dengan capaian nilai komitmen transaksi sebesar Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang. “Capaian Misi dagang kali ini sangatbjauh signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022, kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada Semester I Tahun 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,40 persen dan memberikan kontribusi 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur perekonomian Jawa Timur ditopang oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen. Struktur ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki basis ekonomi yang kuat, produktif, dan saling terhubung dari sektor hulu hingga hilir. Kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus sebesar Rp210,1 triliun dan berlanjut pada Semester I Tahun 2026 dengan surplus Rp100,35 triliun. Capaian ini menunjukkan kuatnya aktivitas perdagangan sekaligus daya saing produk Jawa Timur.

“Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Tingginya arus perdagangan tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan bahan baku, energi, serta berbagai komoditas untuk menopang aktivitas industri, manufaktur, perdagangan, dan konsumsi di Jawa Timur. “Pada posisi ini, misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” terangnya.

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp41,28 triliun dari 2.282 transaksi serta melibatkan 2.654 pelaku usaha. Jawa Timur juga terus memperluas pasar internasional.

Sementara itu, tahun 2022 hingga Juli 2026, telah dilaksanakan delapan kali misi dagang luar negeri ke berbagai negara dan kawasan yaitu Riyadh – Arab Saudi, Kuala Lumpur – Malaysia, Dili – Timor Leste, Hong Kong, Osaka – Jepang, dan Singapura, dengan total transaksi mencapai Rp33,18 triliun. “Ini menjadi bukti bahwa produk unggulan Jawa Timur memiliki daya saing tinggi di pasar global. Semangat kolaboratif yang sama tentu perlu terus diperkuat dalam pengembangan perdagangan antar daerah, termasuk dengan Kalimantan Barat,” ajaknya.

Gubernur Khofifah menyampaikan misi dagang adalah ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Melalui forum ini, potensi sektor industri, perdagangan, pertanian, perikanan, agribisnis, hingga peluang investasi dapat dipertemukan secara langsung dengan kebutuhan pasar. “Salah satu yang sektor unggulan di Jawa Timur adalah peternakan, saat ini jumlah populasi sapi di Jawa Timur ini tinggi sekali, populasi sapi terbesar di Indonesia, dengan posisi kedua ini terlampau jauh perbedaannya, sektor ini bisa menjadi hal yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, secara Khusus Gubernur Khofifah mengundang Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk dapat mengirimkan timnya melakukan training inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian yang ada di Singosari Jawa Timur. Tidak jauh dari BBIB, juga ada UPT. Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak milik Pemprov Jatim di bawah naungan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang berfokus pada pembibitan serta pemeliharaan ternak ruminansia kecil seperti kambing, domba, dan kelinci.

“Jadi ada kesempatan menjadi inseminator, kemudian kesempatan untuk menjadi tim pengawas kebuntingan, di Jawa Timur banyak sekali. Kita juga akan siap mengawal tim yang sudah di training di Jawa Timur, kalau itu bisa kita lakukan insyaallah dalam waktu 3 tahun seharusnya Indonesia sudah bisa swasembada daging,” sebutnya.

Kepada seluruh pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat, Gubernur Khofifah berpesan agar manfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk saling mempertemukan potensi dan kebutuhan. Juga membangun kepercayaan, serta membuka peluang kerja sama dan jejaring pasar baru. “Mari kita manfaatkan momentum Misi Dagang ini dengan sebaik-baiknya, untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” pesannya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gubernur Khofifah bersama seluruh jajaran Pemprov Jatim dalam Misi Dagang dan Investasi kali ini. Menurutnya Misi Dagang kali ini mencatatkan transaksi yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya Provinsi yang dipimpinnya harus banyak belajar dari Jawa Timur. Banyak torehan prestasi dan capaian luar biasa yang diperoleh Jawa Timur. Ia berharap misi dagang kali ini akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat dan Jawa Timur. “Ini yang paling besar nilai transaksinya, kami menyampaikan terima kasih, banyak yang harus kita pelajari di Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Gubernur Ria Norsan.

Di kesempatan ini Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Bendera. Menurutnya saat ini adalah momentum tepat untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Pati Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Untuk mempercepat lahirnya lulusan yang siap kerja, Pemerintah Kabupaten Pati mendorong penguatan kerja sama, antara sekolah dan dunia industri.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Peresmian Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda Motor di Kampus 3 SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, Rabu (12/8/2026). Menurutnya, lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, akan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Sekolah harus menyiapkan generasi Pati, agar siap menghadapi dunia industri,” tutur Chandra.

Apresiasi disampaikan Chandra kepada pihak PT Astra Honda Motor, serta jajaran SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, yang telah membangun kolaborasi di bidang pendidikan. Kerja sama tersebut dinilai dapat mempertemukan pembelajaran di sekolah, dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

“Semoga kerja sama seperti ini bisa ditiru sekolah atau SMK lainnya di Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Dia berharap, melalui kerja sama tersebut, lulusan SMK yang mengikuti program bersama Astra Honda Motor, disiapkan untuk menghadapi kebutuhan industri. Chandra menyebut, lulusan dari sekolah yang bekerja sama juga memiliki peluang untuk memperoleh akses langsung, menuju dunia kerja bersama Astra Honda Motor.

“Harapan kita, apa yang dicita-citakan untuk generasi emas Kabupaten Pati dapat tercapai dengan baik,” ujar Chandra.

Sementara itu, Vocational Manager PT Astra Honda Motor (AHM) Semarang, Ahmad Wahyudi Irmono menyampaikan, AHM melakukan koordinasi dengan SMK binaan untuk menyesuaikan kurikulum, dengan kebutuhan industri. AHM juga memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada guru, agar kompetensi yang diberikan kepada siswa selaras dengan dunia kerja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Inovasi Baru Pemprov Jateng, Bata Interlock Bikin Rumah Lebih Cepat dan Hemat

Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengurangi backlog rumah, tak hanya dilakukan dengan menambah jumlah rumah yang dibangun. Inovasi teknologi konstruksi juga mulai diuji, untuk membuat pembangunan rumah lebih cepat dan lebih murah.

Salah satunya melalui penggunaan bata interlock, dalam pembangunan rumah baru bagi warga di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rumah tersebut diresmikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Kamis (13/8/2026).

Bekerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero), Pemprov Jateng menguji penggunaan bata interlock, sebagai alternatif dalam pembangunan rumah bantuan pemerintah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, teknologi tersebut memungkinkan pembangunan rumah dilakukan dengan biaya yang lebih efisien. Rumah berukuran 30 meter persegi itu, misalnya, dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 juta.

“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Tetapi alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” kata Gus Yasin.

Selain menghemat biaya, imbuhnya, penggunaan bata interlock juga mempercepat waktu pembangunan. Rumah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Menurutnya, efisiensi tersebut menjadi alasan Pemprov Jateng mulai menguji penerapan teknologi bata interlock, pada program bantuan pembangunan rumah.

“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya.

Dijelaakan, uji coba tersebut saat ini baru diterapkan pada dua rumah. Pemprov Jateng selanjutnya akan mengevaluasi hasilnya, sebelum memperluas penggunaan bata interlock pada pembangunan rumah bantuan di daerah lain.

Gus Yasin berharap, inovasi serupa dapat diterapkan pemerintah kabupaten/ kota maupun pemerintah pusat, sehingga pembangunan rumah layak huni dapat dilakukan dengan biaya lebih ringan, dan tidak semakin membebani penerima manfaat.

Dia membeberkan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menangani persoalan perumahan yang masih cukup besar. Pada 2026, intervensi APBD Jawa Tengah diarahkan untuk peningkatan kualitas 5.111 rumah tidak layak huni (RTLH), yang tersebar di 35 kabupaten/ kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 unit berada di Kabupaten Wonogiri.

Selain memperbaiki rumah yang sudah ada, Pemprov Jateng juga mengalokasikan pembangunan baru untuk menangani backlog perumahan sebanyak 120 unit. Sebanyak 20 unit di antaranya berada di Wonogiri.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Isnano Dalhari Nuryanto. Warga Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri itu sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, dengan penghasilan sekitar Rp1 juta-Rp2 juta per bulan.

Ia juga masih menanggung kebutuhan dua anaknya yang bersekolah. Sebelum menerima bantuan, Isnano bersama keluarganya masih menumpang. Kini, rumah yang sebelumnya hanya menjadi harapan, sudah berdiri dan siap ditempati keluarganya.

Bagi Isnano, bantuan tersebut bukan sekadar bangunan baru, tetapi kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya.

“Layak banget (rumahnya),” pungkas Isnano.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kabar Baik! 10.300 Rumah di DKI Jakarta Dapat Program Bedah Rumah Tahun 2026

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di DKI Jakarta. Pada tahun 2026, alokasi bantuan Bedah Rumah DKI Jakarta ditingkatkan secara signifikan menjadi 10.300 unit, dari sebelumnya hanya 158 unit pada 2025.

Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi usulan dan pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka (PTT) Bedah Rumah di Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan program Bedah Rumah berjalan tepat sasaran, transparan, efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari total 10.300 unit tersebut, sebanyak 10.000 unit dialokasikan untuk wilayah perkotaan dan 300 unit untuk wilayah pesisir. Sebarannya meliputi Jakarta Utara 2.000 unit, Jakarta Pusat 2.000 unit, Jakarta Timur 2.000 unit, Jakarta Selatan 2.000 unit, Jakarta Barat 2.000 unit, dan Kepulauan Seribu 300 unit.

Untuk Jakarta Timur, dari total alokasi 2.000 unit, telah dilakukan inventarisasi dan verifikasi sebanyak 1.087 unit yang tersebar di 10 kecamatan dan 37 kelurahan. Pengusulan program Bedah Rumah tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur.

“Untuk bedah rumah di Jakarta Timur kami pusatkan di Cakung karena saya telah berkoordinasi dengan Gubernur kalau di Cakung masih banyak RTLH masih kumuh maka kami putuskan untuk bedah rumah di sini agar Cakung semakin menyala!” ujar Menteri PKP.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri PKP juga berdiskusi dengan Lurah Cakung Timur mengenai kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, masih terdapat 356 unit RTLH yang belum mendapatkan penanganan.

Menteri PKP menginstruksikan agar seluruh RTLH tersebut dapat diselesaikan melalui program Bedah Rumah secara bertahap dan ditargetkan tuntas paling lambat 26 Desember 2026.

Menteri PKP turut berdialog dengan sejumlah calon penerima bantuan (CPB), antara lain Abdillah yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang es dan kopi, Mahmur sebagai pekerja serabutan, Mursanah sebagai asisten rumah tangga (ART), serta Hermanto yang bekerja sebagai pekerja serabutan.

Rumah yang ditempati para CPB tersebut berada dalam kondisi rusak berat. Bahkan, masih terdapat rumah yang menggunakan material asbes dan membutuhkan penanganan agar masyarakat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan sehat. Pelaksanaan pekerjaan Bedah Rumah dijadwalkan mulai 18 September hingga 1 November 2026.

Menteri PKP menegaskan bahwa program Bedah Rumah tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik hunian. Pemerintah juga berupaya mengintegrasikan penerima bantuan dengan program pemberdayaan ekonomi dan kepastian legalitas hunian.

Salah satunya melalui pemberian sertifikat gratis bagi MBR yang rumahnya mendapatkan bantuan Bedah Rumah. Selain itu, penerima bantuan juga didorong dapat mengakses KUR Perumahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Program Bedah Rumah ini bukan sekadar memperbaiki rumah. Kita juga ingin memastikan masyarakat memiliki kepastian legalitas dan mendapatkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kualitas ekonominya,” kata Maruarar.

Ia juga meminta jajaran pemerintah dan pemerintah daerah untuk terus menyosialisasikan program Bedah Rumah kepada masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai program harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui mekanisme bantuan dan pemerataan program dapat dilakukan.

“Program ini harus terus disosialisasikan agar seluruh rakyat mengetahui. Dengan begitu, pemerataan bantuan dapat dilakukan dan masyarakat yang memang membutuhkan bisa mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan melakukan kajian terhadap legalitas lahan yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Bedah Rumah. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan program dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain meninjau lokasi CPB, Menteri PKP menyaksikan pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka (PTT) di Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. PTT menjadi bagian dari upaya Kementerian PKP memastikan pengadaan material pembangunan dilakukan secara terbuka, kompetitif, efisien, dan transparan.

Dalam pelaksanaan PTT tersebut, terdapat dua toko bangunan yang diundang, yakni TB. Maju Abadi dan TB. Arif Berkah. Proses tersebut menghasilkan efisiensi anggaran sekitar 17,44 persen, dengan nilai penghematan sebesar Rp30.536.000 dari pagu anggaran Rp175.000.000.

Menteri PKP menegaskan bahwa efisiensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengelola anggaran yang berasal dari uang rakyat. Sisa anggaran yang diperoleh dari proses efisiensi akan dimanfaatkan kembali untuk membantu penerima bantuan.

“Ini program yang sangat menyentuh rakyat tapi kita tidak bisa bekerja sendiri, ini uang rakyat dan rakyat berhak tahu ke mana uangnya dan jadi apa,” imbuh Maruarar.

Menurutnya, transparansi harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Bedah Rumah, mulai dari penetapan penerima, pengadaan material, hingga proses pembangunan rumah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan implementasi Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap Program Bedah Rumah, menyederhanakan proses pelaksanaan, serta memperkuat pengawasan.

Regulasi tersebut diharapkan semakin memberikan kemudahan bagi calon penerima bantuan sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, cepat, dan tepat sasaran.

Menteri PKP juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan bantuan Bedah Rumah.

“Saya menghimbau bahwa program ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun dan jika ada yang melakukan pelanggaran tolong divideokan dan dilaporkan,” ujar Maruarar.

Kementerian PKP terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah kelurahan dan kecamatan, serta masyarakat agar percepatan Program Bedah Rumah di DKI Jakarta dapat terlaksana secara optimal. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga memperkuat kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Direktur Jenderal Perkotaan Sri Haryati, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Anggoro Putro, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kapus PPSDM) Tati Meilani Kacaribu, Sesditjen Perumahan Perkotaan Hari Rubiyanto, Kepala Balai P3KP Jawa I Elias Wijaya Panggabean beserta jajaran, Camat Cakung, dan Lurah Cakung Timur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

MoLiNas Resmi Diluncurkan, Prabowo Targetkan Industri Kendaraan Listrik Makin Besar

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberanian berinisiatif dan mengambil risiko para pelaku usaha dalam membangun industri kendaraan listrik nasional. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Saya kira ini yang kita hargai. Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil suatu keberanian. Inisiatif itu keberanian karena inisiatif mengandung risiko,” ucap Presiden.

“Kita bangga hari ini dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi,” lanjutnya.

Menurut Presiden, peluncuran MoLiNas hari ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Presiden pun turut mengapresiasi langkah PT Indika Energy Tbk yang telah mengembangkan industri motor listrik hingga mampu memproduksi 20 ribu unit kendaraan.

“Hari ini saya tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, dua juta saya datang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah, kata Presiden, akan menyiapkan skema pembelian sehingga penggunaan kendaraan listrik makin mudah dijangkau masyarakat.

“Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (down payment),” tutur Presiden.

Selain motor listrik, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem industri mobil listrik nasional di Kabupaten Subang. “Di kilometer 84 ada kompleks besar kita lagi bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” katanya.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berinisiatif dan berani menghadapi risiko demi membangun kemandirian industri nasional. Menurut Presiden, tidak ada keberhasilan dan kemenangan tanpa inisiatif dan keberanian.

“Di tentara ada moto, siapa berani menang. Tidak mungkin menang kita duduk nunggu kemenangan datang. Kemenangan tidak akan datang. Kemenangan harus kita perjuangkan. Harus kita rebut,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Dorong Indonesia Mandiri Energi, Elektrifikasi Jadi Kunci

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Menurut Kepala Negara, kekuatan ekonomi nasional harus dibangun secara bersama-sama, tanpa membedakan skala usaha.

“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menyebut bahwa persatuan tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan Indonesia menghadapi berbagai gejolak global, khususnya di sektor energi. Kepala Negara menilai ketergantungan terhadap energi dari luar negeri dapat membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi konflik maupun perang dagang di negara lain.

“Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegasnya.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk membangun kemandirian, yakni sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut harus dijaga dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi bangsa.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah mempercepat penggunaan energi listrik dalam berbagai sektor. Menurut Presiden Prabowo, elektrifikasi transportasi dan peralatan industri dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyoroti besarnya pengeluaran Indonesia untuk kebutuhan bahan bakar minyak dari luar negeri. Presiden Prabowo menyebut devisa yang dikeluarkan untuk BBM mencapai sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun. Karena itu, pemerintah bertekad menekan ketergantungan tersebut melalui berbagai kebijakan energi.

Selain mendorong elektrifikasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda transisi energi. Presiden Prabowo menyampaikan rencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG serta membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 gigawatt dalam empat tahun. Presiden Prabowo juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber energi lain yang masih terus diteliti dan dikembangkan. Ia menyebut para ilmuwan dan peneliti Indonesia terus menemukan potensi baru, termasuk cadangan hidrogen alam yang dinilainya sangat besar.

Presiden Prabowo pun optimistis berbagai langkah tersebut dapat memperkuat kemandirian energi Indonesia dalam waktu relatif singkat. Ia memperkirakan proses penguatan tersebut dapat terlihat dalam tiga hingga lima tahun ke depan. “Kita akan bangkit benar-benar. Sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional di Cikarang, Dorong Kemandirian Industri Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Peluncuran MoLiNas menjadi langkah strategis untuk menghadirkan mobilitas yang makin terjangkau dan berkualitas, sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik. Selanjutnya, Presiden Prabowo menuju area ekspo untuk meninjau stan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa peluncuran MoLiNas merupakan langkah penting dan strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan ekonomi.

“Acara pada hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan menyampaikan bahwa pengembangan MoLiNas merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, BUMN, serta pengusaha dan perusahaan nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan kesiapan berbagai unsur dalam negeri untuk mendukung pengembangan MoLiNas.

“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita. Kalau kita lihat, Bapak Presiden, ingredient-nya atau recipe-nya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden,” kata Rosan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan MoLinas merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai unsur bangsa dalam membangun kemandirian nasional. Presiden Prabowo menilai, sinergi antara sektor swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia untuk menguasai dan mengembangkan sains serta teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai kolaborasi yang terwujud dalam pengembangan MoLiNas menjadi contoh baik dari semangat Indonesia Incorporated. Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan suatu bangsa di era modern sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkannya untuk mendukung keberlangsungan kehidupan bangsa.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” kata Presiden Prabowo.

Peluncuran motor listrik nasional sekaligus mempertegas arah transformasi industri nasional bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia, tetapi juga menjadi bangsa yang mampu menguasai teknologi, membangun industrinya sendiri, dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dari kekuatan nasional.

Melalui semangat Indonesia Incorporated, MoLiNas diharapkan menjadi salah satu simbol kebangkitan industri nasional sekaligus langkah menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam teknologi, energi, dan ekonomi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Nasionalis Berjiwa Santri: Adab Sonny Danaparamita di Hadapan Kiai NU dan Sinergi 1.000 Bibit untuk Petani

Ada pemandangan menarik saat Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., menghadiri pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi di Yayasan Roudlotul Huda, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Rabu (12/8/2026).

​Setibanya di lokasi, Sonny Danaparamita dengan halus menolak tawaran panitia yang memintanya memarkir kendaraan tepat di dekat panggung acara. Ia lebih memilih turun lebih jauh dan berjalan kaki menuju majelis yang dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Achmad Khosim dan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi tersebut.

​”Saya merasa kurang adab kalau mobil saya harus berhenti hanya beberapa meter dari panggung tempat para kiai duduk. Ini bentuk tawadhu’ saya. Kalau dari mobil saya tidak merangkak, tapi jalan kaki ya agar tidak kotor, karena An-Nazhafatu Minal Iman (kebersihan sebagian dari iman),” kelakar tokoh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI ini, yang disambut senyum hangat para hadirin.

​Sikap tawadhu’ (rendah hati) yang ditunjukkan politisi PDI Perjuangan ini bukanlah tanpa alasan. Meski berlatar belakang pergerakan nasionalis dan tak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, Sonny Danaparamita menegaskan ikhtiarnya untuk terus menghidupi akhlak seorang santri.

​Ia memegang teguh definisi santri menurut KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus). Bagi Gus Mus, gelar santri tidak ditentukan oleh tempat seseorang belajar, melainkan dari budi pekerti dan etika Islami. Ruh seorang santri ada pada sifat tawadhu’, wasathiyah (moderat), hubbul wathon minal iman (cinta tanah air), dan thalabul ‘ilmi (pembelajar sepanjang hayat).

​Sebagai wujud nyata pembelajar sepanjang hayat, Sonny Danaparamita mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tengah berjuang merampungkan studi S3. Baginya, ini sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

​Titik Temu Marhaen dan Mustadhafin

​Dalam orasi kebangsaannya, Sonny Danaparamita juga menyoroti titik temu perjuangan antara kaum nasionalis dan Nahdliyin. Menurutnya, kedua kelompok ini disatukan oleh napas perjuangan membela rakyat kecil.

​”Kalau yang diperjuangkan di NU ini biasa disebut kaum mustadhafin (golongan yang dilemahkan), di kami mengistilahkannya kaum marhaen. Dua diksi tersebut hakikatnya memiliki makna yang sama. Menurut Bung Karno—yang oleh para ulama NU diberi gelar Waliyul Amri Ad-Dharuri bis-Syaukah—kaum marhaen pada dasarnya adalah masyarakat yang dimiskinkan oleh sistem yang menindas,” papar Sonny Danaparamita.

​Sejarah juga mencatat kedekatan erat ini. Sonny Danaparamita mengingatkan bahwa lahirnya Hari Santri Nasional tak terlepas dari inisiatif dua alumni GMNI, yakni KH. Thoriq bin Ziyad (Pengasuh Ponpes Babussalam Malang) dan Dr. Achmad Basarah (DPP PDI Perjuangan/Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI).

​Khidmah Nyata untuk Ketahanan Pangan

​Menyambung pesan Ketua Tanfidziyah PCNU H. Achmad Turmudzi yang meminta agar pengurus LPPNU—yang kini dinakhodai Muhammad Yusuf dan Syaiful Nor Hakim—rajin turba (turun ke bawah) dan mencari solusi bagi persoalan petani, Sonny Danaparamita langsung menunjukkan komitmen kerjanya.

​Melalui sinergi dengan Kementerian Kehutanan via BPDAS, Sonny Danaparamita menyalurkan 1.000 bibit tanaman produktif seperti alpukat dan durian okulasi. Sebanyak 500 bibit diserahkan dan ditanam secara simbolis siang itu, dan sisanya akan didistribusikan secara bertahap melalui LPPNU di tingkat MWC NU.

​Merespons agenda LPPNU Banyuwangi yang berencana menyalurkan bantuan tiga alat pertanian untuk MWC NU Songgon, Singojuruh, dan Kabat pada Oktober mendatang, Anggota Komisi IV ini menyatakan kesiapannya untuk terus berkolaborasi.

​”Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI saya siap berkolaborasi penuh. Mari kita dampingi petani kita demi terwujudnya masyarakat yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur, yang dalam bahasa konstitusi kita adalah terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kunjungan Kasih DWP Kemenko PM ke YKAKI, Bawa Semangat dan Harapan untuk Anak Pejuang Kanker

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Rustini Muhaimin, bersama keluarga besar DWP Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melakukan kunjungan kasih ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Jl Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

 

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi tali kasih, kehangatan, perhatian, dan semangat kepada anak-anak yang tengah menjalani perjuangan melawan kanker beserta keluarga mereka.

 

Rustini menyampaikan salam dan menyapa para pengurus yayasan, orang tua, serta anak-anak pejuang kanker yang hadir. Menurutnya, kehadiran DWP Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

 

“Hari ini kami datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk menyampaikan rasa cinta, perhatian, dan semangat kepada adik-adik semua. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memastikan bahwa kalian tidak pernah berjuang sendirian,” katanya.

 

Kepada anak-anak, Rustini menyampaikan pesan agar mereka tetap memiliki semangat dan harapan dalam menjalani proses pengobatan. Ia menyebut anak-anak tersebut sebagai sosok luar biasa yang memiliki keberanian dan kekuatan untuk menghadapi masa-masa sulit.

 

“Adik-adik adalah anak-anak yang luar biasa. Mungkin hari ini sedang menjalani pengobatan yang tidak mudah, tetapi Ibu percaya kalian memiliki hati yang kuat, keberanian yang besar, dan harapan yang tidak pernah padam,” tutur Rustini.

 

Ia juga mendorong anak-anak untuk tetap tersenyum, rajin belajar, berdoa, dan terus menjalani pengobatan dengan penuh semangat. Dukungan keluarga dan tenaga medis, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang menuju kondisi terbaik.

 

“Dengan ikhtiar, doa, dan dukungan dari keluarga serta para tenaga medis, insya Allah akan selalu ada harapan yang terbaik,” lanjutnya.

 

Selain memberikan semangat kepada anak-anak, Rustini juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran dan pengorbanan mendampingi buah hati mereka selama menjalani pengobatan.

 

“Kami memahami bahwa mendampingi anak-anak dalam proses pengobatan membutuhkan kesabaran, kekuatan, dan pengorbanan yang luar biasa. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, ketabahan, dan kekuatan kepada Bapak dan Ibu dalam mendampingi buah hati tercinta,” ungkapnya.

 

Apresiasi juga diberikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia yang dinilai telah berperan penting dalam menghadirkan ruang pendampingan, kenyamanan, dan harapan bagi anak-anak pejuang kanker serta keluarganya.

 

Rustini berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan yayasan dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan pendampingan. “Semoga segala ikhtiar mulia yang dilakukan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Rustini hadir didampingi Ketua DWP Kemenko PM Nungky Andie, Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Kemenko PM Ririn Haris beserta sejumlah anggota DWP lainnya. Sementara kehadirannya disambut langsung oleh Ketua YKAKI Ira Soelistyo, dan Founder YKAKI Aniza Mardi Santosa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rayakan HUT ke-81 RI, BPOM Bangun Semangat Kebersamaan Lewat Fun Run dan Fun Games

Semangat peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan BPOM. Hari ini, Rabu (12/8/2026), BPOM menggelar Kick-Off Peringatan HUT ke-81 RI sebagai pembuka resmi rangkaian kegiatan yang diisi dengan berbagai aktivitas untuk membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat kemerdekaan.

Mewakili Kepala BPOM, Sekretaris Utama BPOM Jayadi menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan menjadi momentum penting untuk mensyukuri kemerdekaan yang telah diperoleh 81 tahun lalu. Juga momen untuk mengenang perjuangan seluruh rakyat demi Indonesia Merdeka.

“Kemerdekaan yang kita peroleh 81 tahun lalu merupakan momentum yang sangat berharga. Indonesia sejajar dengan negara-negara lain yang merdeka. Ini merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Jayadi.

Pada kesempatan ini, turut hadir Inspektur Utama Yan Setiadi; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Mohamad Kashuri; Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina; dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Ny. Elfi Taruna Ikrar. Di panggung utama, Ketua DWP melakukan penanaman dan penyiraman tunas pohon, sebelum meminum jamu bersama sebagai simbol mencintai dan melestarikan kekayaan Indonesia.

Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui beragam kegiatan yang melibatkan pegawai BPOM. Sebelum kick-off digelar, rangkaian kegiatan telah diawali dengan Bazar Pegawai dan UMKM BPOM pada 10–12 Agustus 2026 serta donor darah pada Selasa (11/8/2026). Dilanjutkan dengan Fashion Show yang diikuti oleh pegawai BPOM dengan mengusung tema kostum bernuansa Wastra Nusantara.

Bazar pegawai, UMKM, dan DWP BPOM menawarkan beragam produk. Tak hanya makanan dan camilan atau minuman dan jamu, pengunjung bazar dapat memperoleh produk fashion dan aksesoris, barang-barang preloved, kerajinan tangan, serta produk UMKM lainnya. Sementara itu, dalam kegiatan donor darah, dari 274 peserta yang mendaftar, sebanyak 192 orang hadir dan mengisi formulir pemeriksaan. Sebanyak 166 kantong darah berhasil dikumpulkan oleh petugas dari Unit Donor Darah PMI Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum kick-off digelar Rabu pagi, sekitar 250 pegawai mengikuti Fun Run 2026 melintasi rute di sekitar lingkungan Kantor BPOM dengan jarak sekitar 5 kilometer. Kepala BPOM Taruna Ikrar berkesempatan melepas para pelari melalui flag-off sekitar pukul 05.30 WIB. Kegiatan ini tidak hanya diikuti pegawai yang telah terbiasa berlari, tetapi juga peserta yang baru pertama kali mengikuti event lari. Setelah menyelesaikan rute, peserta melanjutkan kegiatan dengan senam bersama.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan berbagai fun games, seperti lompat suit, voli air, estafet sarung, estafet tepung, menghias tumpeng, dan tarik tambang. Selain itu, para pegawai BPOM juga berkesempatan menyalurkan bakat bermusik dan olah raganya melalui gelaran POMFest Merdeka dan Turnamen Badminton BPOM Merdeka Challenge. Tidak hanya sebagai bentuk upaya untuk melepas penat, permainan dan perlombaan yang digelar diharapkan dapat semakin memperkuat kebersamaan dan kekompakan tim yang masing-masing merupakan perwakilan dari satuan unit kerja eselon I di lingkungan BPOM.

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi bagian dari upaya BPOM membangun lingkungan kerja yang sehat, solid, dan kolaboratif. Sekretaris Utama mengajak seluruh pegawai menikmati rangkaian peringatan kemerdekaan dengan tetap mengutamakan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. “Dahulukan pekerjaan, setelah selesai mari bergembira bersama,” pesannya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News