Beranda blog Halaman 37

Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal

Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas dari masyarakat. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menjelaskan bahwa pernyataan itu merujuk pada keikutsertaan Nazhir Masjid Istiqlal dalam memfasilitasi gerakan Wakaf Saham Syariah melalui Gerakan Yuk Wakaf Saham.

Thobib menegaskan bahwa Masjid Istiqlal berstatus sebagai Masjid Negara dan lembaga nirlaba (non-profit), sehingga tidak memiliki kapasitas maupun arah untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

“Gerakan Yuk Wakaf Saham juga sama sekali tidak menggunakan dana kas masjid, dana hibah, maupun dana operasional jemaah untuk ditransaksikan di pasar saham. Mekanismenya adalah mengajak para investor atau dermawan yang memiliki saham produktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mewakafkan sebagian lot saham syariahnya kepada Nazhir Istiqlal,” jelasnya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

“Hasil dividen atau nilai manfaat dari saham terwakafkan tersebut selanjutnya disalurkan penuh untuk program sosial keumatan,” lanjutnya.

Thobib memastikan bahwa pengembangan wakaf produktif melalui instrumen pasar modal memiliki pijakan hukum syariah dan regulasi negara yang kuat di Indonesia. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengaluarkan fatwa terkait kebolehan wakaf saham.

Selain itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) juga telah mencanangkan kerangka kerja wakaf saham sejak 2019 sebagai bagian dari optimalisasi aset wakaf produktif nasional. “Seluruh instrumen yang terlibat dalam gerakan ini wajib masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dinilai terbebas dari unsur riba, spekulasi (maysir), maupun ketidakpastian (gharar),” tegas Karo Humas.

Terkait manajemen operasional, Thobib memastikan bahwa pengelolaan Gerakan Yuk Wakaf Saham menerapkan standar kehati-hatian dan akuntabilitas yang tinggi. Pengelolaan instrumen ini dilakukan berkolaborasi dengan Manajer Investasi terdaftar (PT Majoris Asset Management), Mandiri Sekuritas, serta Bank Kustodian resmi. Seluruh pencatatan dan pelaporan aset wakaf terintegrasi di Pusat Pengelolaan dan Pencatatan Wakaf BWI serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terkait saran dan masukan yang berkembang di publik, Karo Humas dan Komunikasi Publik Kemenag menilai itu sebagai masukan konstruktif dari ulama, pengamat, hingga tokoh publik. Ini juga menunjukkan besarnya kepedulian mereka terhadap tata kelola dana keagamaan.

“Diskusi terbuka yang berkembang di tengah masyarakat adalah hal yang sangat positif. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperdalam literasi mengenai bagaimana instrumen keuangan modern dapat dimanfaatkan secara aman, transparan, dan sesuai syariat untuk kemaslahatan umat,” ujar Karo Humas di Jakarta.

Thobib menambahkan bahwa gagasan utama yang didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar adalah memperluas literasi ekonomi syariah yang inklusif. Melalui program wakaf produktif ini, masyarakat luas—bahkan mulai dari nominal terjangkau seperti Rp10.000—dapat berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi syariah.

“Semangat dasarnya adalah agar umat teredukasi dan bisa ikut terlibat dalam perkembangan instrumen ekonomi modern dengan tetap memegang pada prinsip-prinsip keuangan syariah. Ke depan, Kemenag bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan para pemangku kepentingan akan terus menguatkan edukasi publik, sehingga setiap inovasi pemberdayaan ekonomi umat senantiasa berjalan di atas koridor syariat, transparansi, dan rasa aman,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

81 Pesawat dan Helikopter TNI Ramaikan Gladi Kotor HUT ke-81 RI di Istana

Sejak pukul 08.00 WIB, pelaksanaan gladi kotor rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Pada momen gladi tersebut, demo udara yang melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter milik TNI turut ditampilkan.

“Hari ini kita lanjut untuk latihan gladi kotor. Tadi mulai jam pukul 8 sudah kita mulai. Nah, baru saja juga kita saksikan termasuk latihan untuk demo udara yang diikuti oleh kurang lebih 81 baik pesawat maupun helikopter yang kita miliki,” ucap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam keterangannya usai mengikuti jalannya gladi kotor pertama.

Atas pelaksanaan demo udara pada gladi kotor pertama ini, Menteri Pras menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerbang yang terlibat. Menurutnya, kemampuan para penerbang dalam mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung pelaksanaan upacara kenegaraan.

“Meskipun masih bersifat latihan, kami juga ingin menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh personil TNI. Terutama yang para pilot kita, penerbang kita yang menerbangkan baik pesawat tempur, pesawat A400 maupun heli yang itu mempertaruhkan keselamatan, tapi kita merasakan terbang dengan penuh kebanggaan,” katanya.

Menteri Pras mengakui sejumlah manuver dalam latihan sempat membuat suasana yang mendebarkan. Namun, Menteri Pras menilai hal tersebut sekaligus menunjukkan profesionalisme dan kesiapan para personel TNI.

“Tadi beberapa juga ada, beberapa manuver yang sempat bikin deg-degan juga, tiga heli yang saling berdekatan. Alhamdulillah, ternyata kalau kita tidak kalah secara sumber daya manusia, kita siap dengan peralatan-peralatan yang terbaik, tentu seluruh anak-anak Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negaranya,” lanjutnya.

Usai gladi kotor, evaluasi langsung dilakukan untuk menyempurnakan sejumlah aspek teknis pelaksanaan upacara. Salah satunya terkait koordinat dan posisi manuver pesawat maupun helikopter agar berada tepat pada titik yang telah ditentukan.

“Beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi misalnya dari sisi koordinat ya. Koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli, dari sisi podium utama terutama di mana nanti Bapak Presiden bersama dengan para tamu menyaksikan, itu salah satu yang tadi juga langsung dikoreksi, langsung kita koordinatnya,” tambahnya.

Selain demo udara, evaluasi juga dilakukan terhadap kesiapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terlibat dalam upacara. Menteri Pras menjelaskan para anggota Paskibraka membutuhkan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan.

“Secara teknis nih, keras rumputnya atau lapangannya. Nah di Istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian. Jadi tadi para pelatih minta izin untuk menambah porsi latihan dan tadi langsung, kami sebagai penanggung jawab, kami akan izinkan meskipun di luar jadwal yang awal, untuk baik gladi parsial maupun gladi kotor, teman-teman minta untuk ada perkenankan untuk tambah jam latihan mandiri,” kata Menteri Pras.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamenag Dukung Usulan Pembentukan Prodi Manajemen Masjid

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyambut positif usulan pembukaan Program Studi (Prodi) Manajemen Masjid di Universitas Insan Cita Indonesia (UICI). Usulan tersebut disampaikan Rektor UICI Saefuddin dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam audiensi bersama Wamenag di Jakarta.

“Prodi Manajemen Masjid ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus. Waktu saya rektor Al-Azhar itu kami punya gagasan bagaimana kalau kita meningkatkan kualitas dari masjid dengan menyekolahkan para aktivis masjid dengan membuat program studi namanya Manajemen Masjid. Namun karena Al-Azhar bukan Digital University, risikonya sebenarnya si mahasiswanya harus ke kampusnya. Di Digital University, mahasiswanya tidak perlu ke Jakarta,” usul Rektor UICI, Saefuddin, Kamis (13/8/26).

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menilai kebutuhan terhadap pengelola masjid yang terdidik berkaitan dengan besarnya potensi masjid sebagai pusat aktivitas umat.

“Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam dan masjid menjadi tempat berkumpulnya masyarakat secara rutin. Usulan ini adalah hal yang sangat positif. Pengelolaan masjid ini memang belum tergarap secara serius. Masjid juga bisa menjadi ruang dan pusat pemberdayaan ekonomi umat sekitar. Saat ini pengelolaan zakat, infak, sedekah dan sosial keagamaan lainnya belum tergarap secara serius,” kata Arsad Hidayat.

“Ketika bicara kaitan dengan masjid ramah, kita bicara ramah lansia, ramah disabilitas, ramah pendidikan. Itu harus dikelola oleh seorang pengelola yang well educated, tidak bisa yang sembarang. Makanya kalau ini ada program, ini luar biasa terstruktur betul,” tambahnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, pendidikan khusus tersebut juga dapat membuka jalur profesi baru bagi lulusan perguruan tinggi. Ia melihat jumlah masjid di Indonesia sebagai potensi sekaligus kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang kemasjidan.

“Sudah ada manajemen sumber daya manusia, sudah ada manajemen hotel, sudah ada manajemen perbankan. Sudah ada seluruh manajemen, kecuali manajemen masjid. Padahal kalau bicara tentang kuliah itu lapangan kerja. Kalau ada 1 juta masjid saja, artinya satu jurusan ini punya potensi diikuti oleh 1 juta orang Indonesia,” ujar Helmi Hasan.

Usulan Peserta Didik dan Skema Kerja sama

Helmi mengusulkan peserta yang diprioritaskan berasal dari kalangan santri yang telah memiliki bekal keagamaan, tetapi belum memperoleh gelar sarjana. Mereka kemudian dibekali kemampuan manajemen masjid, sementara pemerintah daerah dapat dilibatkan melalui skema beasiswa dan ikatan kerja setelah lulus.

“Kita banyak anak pondok pesantren yang sudah hafal Qur’an, hafal hadis, tapi tidak punya S1. Yang kita ambil mereka dulu, sehingga nanti mereka ikut program ini, dapat S1. Mereka nanti kontrak kerja dengan pemerintah setempat. Misalnya Pemprov memberikan beasiswa. Ketika jadi, ada ikatan kerja, artinya dijamin kerja,” katanya.

Helmi juga mengusulkan agar pembiayaan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tetapi dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan lembaga lain, baik lembaga negara ataupun swasta. Skema yang dibayangkan adalah pemerintah daerah mengidentifikasi dan mendukung calon mahasiswa, sementara perguruan tinggi memberikan pendidikan manajemen masjid dan pemerintah daerah dapat menjadi mitra penyerapan lulusan.

Wamenag Romo Muhammad Syafii menyatakan ketertarikannya terhadap gagasan tersebut dan meminta agar usulan segera diterjemahkan ke dalam kajian akademik. “Saya sangat tertarik dengan usulan ini dan mengapresiasi pertemuan ini. Saya ingin gagasan Prodi Manajemen Masjid tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi segera disiapkan melalui kajian akademik dan pembahasan teknis. Selanjutnya agar segera disusun bahan yang menjelaskan kebutuhan, posisi keilmuan, dan desain prodi tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Romo Muhammad Syafii.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat (AD), pada Kamis, 13 Agustus 2026. Peresmian digelar secara hybrid melalui konferensi video di mana Presiden Prabowo mengikuti kegiatan dari Istana Merdeka, Jakarta, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak berada di salah satu lokasi jembatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengikuti kegiatan dari salah satu jembatan di Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat. Kepala Negara menilai pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan wujud nyata pengabdian TNI-Polri kepada rakyat.

“Atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi, saya ingin menyampaikan penghargaan saya dan ucapan terima kasih saya kepada Kepala Staf Angkatan Darat dan kepada Kapolri, juga kepada pejabat-pejabat di Angkatan Darat dan di Polri, dan seluruh anggota TNI dan seluruh anggota Polri. Saya bangga dengan saudara-saudara sekalian. Saudara-saudara telah menjalankan suatu misi-misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Polri tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Menurut Kepala Negara, pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tersebut menjadi bukti nyata semangat TNI dan Polri untuk senantiasa hadir di tengah rakyat.

“Saudara-saudara, ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu. Saudara bukan tentara biasa, saudara bukan polisi biasa. Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya saudara juga akan kembali kepada rakyat,” ungkapnya.

Sebelumnya, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa TNI AD telah mengerjakan pembangunan 3.008 jembatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.500 jembatan telah selesai dan 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan. Selain itu, pembangunan juga dilakukan di 798 titik di wilayah terdampak bencana.

“Kami sudah mengerjakan 3.008 titik jembatan, 2.500 selesai, 508 dalam proses, dan juga 798 di daerah bencana. Di daerah bencana ini juga kami blok tidak hanya daerah bencana, jadi proses di Aceh, proses di Sumatera Utara, dan Padang, kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini,” ujar KSAD.

Lebih lanjut, KSAD menjelaskan bahwa pembangunan jembatan memberikan dampak luas bagi masyarakat. Dari 3.008 jembatan tersebut, sebanyak 9.008 sekolah menjadi lebih mudah diakses. Jembatan-jembatan tersebut juga menghubungkan 7.807 desa, membuka akses menuju 4.502 fasilitas kesehatan dan 4.618 fasilitas ekonomi, serta memberikan manfaat bagi sekitar 4,5 juta jiwa.

“Ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi beresiko untuk mencapai sekolah,” kata Jenderal Maruli.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 kepolisian daerah (Polda). Sebanyak 874 unit telah selesai, 17 unit masih dalam tahap pembangunan, dan empat unit berada dalam tahap perencanaan.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan dan 4 unit dalam tahap perencanaan,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, 874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa. Infrastruktur tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar dua juta masyarakat dari berbagai kelompok.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual dan tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personil TNI dan Polri untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat dan memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Enam Tahun Menyeberangi Sungai, Warga Manokwari Kini Punya Jembatan Baru

Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI Angkatan Darat (AD), pada Kamis, 13 Agustus 2026, menghadirkan cerita tersendiri bagi masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air. Dari Bayah di Banten, Manokwari di Papua Barat, hingga Pulau Raas di Madura, warga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video bagaimana infrastruktur tersebut mengubah keseharian mereka.

Dari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Agus Sutisna menjadi salah satu warga yang berkesempatan berbincang dengan Presiden Prabowo. Bagi Agus, manfaat jembatan tersebut sangat dekat dengan kehidupan keluarganya. Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengantar anaknya ke sekolah dengan menempuh perjalanan memutar sekitar tujuh kilometer melalui jalan nasional dan membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.

“Maka hari ini ketika sudah dibangun Jembatan Gantung berkat kerja sama antara TNI dan Polri, alhamdulillah, Bapak, tanpa harus berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tuanya. Alhamdulillah, terima kasih. Terima kasih, Bapak Prabowo. Terima kasih,” tuturnya.

Cerita berbeda datang dari timur Indonesia. Dari Manokwari, Papua Barat, Rumerus, menyampaikan rasa syukur atas peresmian jembatan armco di kampungnya. Selama enam tahun, menurut Rumerus, warga harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kesulitan tersebut terutama dirasakan anak-anak yang hendak bersekolah. Mereka harus turun ke sungai dan melepas sepatu untuk menyeberang. Ketika hujan lebat datang, warga bahkan tidak dapat beraktivitas dan harus bertahan di kampung.

“Kami sangat bersyukur karena Bapak memperhatikan kami teristimewa anak cucu kami mereka yang sekolah. Juga ada kita punya mama-mama, bapak-bapak mereka yang berjual. Selama 6 tahun kami ada di kampung ini. Kami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan. Kami harus berjalan turun ke bawah anak-anak sekolah buka sepatu mereka. Bahkan kalau hujan lebat kami berada di kampung. Kami tidak beraktivitas,” ujar Rumerus.

Suara terima kasih turut terdengar dari Pulau Raas, Madura. Bagi masyarakat yang tinggal di pulau dengan waktu tempuh pelayaran sekitar enam jam dari kabupaten tersebut, pembangunan lima titik sumur bor membawa manfaat penting bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

“Menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor 5 titik di kecamatan kami. Terima kasih sekali lagi kepada Bapak Presiden, semoga kegiatan ini bermanfaat banyak tentunya bagi masyarakat kami,” ujar perwakilan warga Pulau Raas.

Beragam cerita yang disampaikan warga tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo. Kepala Negara berpesan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Yang paling penting, nanti dirawat, jembatan-jembatan itu dirawat dengan baik. Kemudian ikuti petunjuk-petunjuk, ya. Mungkin juga ada batas berat yang bisa dipikul atau yang boleh lewat setiap saat,” ujar Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Elbridge Colby Temui Prabowo, AS Optimistis Perkuat Kemitraan dengan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Menteri Perang Amerika Serikat untuk Urusan Kebijakan, Elbridge Colby beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Wakil Menteri Colby membahas penguatan hubungan dan kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Usai pertemuan, Wakil Menteri Colby menyampaikan kehormatannya dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Pertemuan yang berlangsung secara hangat dan konstruktif tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mempererat hubungan bilateral kedua negara.

“Pertemuan dengan Presiden Prabowo, sebuah kehormatan luar biasa bisa bertemu dengan Presiden beserta timnya,” ucap Wakil Menteri Colby dalam keterangannya.

Wakil Menteri Colby menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat optimistis untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Menurutnya, penguatan hubungan ini berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan peningkatan kerja sama kedua negara.

“Menurut saya, pihak pemerintah AS sangat optimistis untuk memajukan hubungan kami dengan Indonesia yang didasarkan pada prinsip kemitraan yang saling menghormati serta peningkatan kerja sama yang lebih mendalam,” katanya.

Menutup keterangannya, Wakil Menteri Colby menyampaikan apresiasi atas kesempatannya untuk berkunjung ke Indonesia. Selain itu, Wakil Menteri Colby turut menyampaikan harapannya agar hubungan Indonesia dan Amerika Serikat makin erat.

“Kami merasa terhormat berada di sini dan berharap dapat melanjutkan hubungan yang telah berkembang pesat dengan Indonesia,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dispar Kaltim Siapkan Enam Event Rayakan HUT RI 2026

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur (Kaltim) akan diwarnai beragam kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim menyiapkan sedikitnya enam agenda yang akan digelar sepanjang Agustus 2026.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum merayakan kemerdekaan, tetapi sekaligus menjadi ajang mempromosikan destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatif Kaltim.

Salah satu yang paling unik adalah Pengibaran Bendera Merah Putih di dasar laut Pulau Miang, Kutai Timur pada 14-16 Agustus 2026. Sebanyak 12 penyelam akan melakukan parade pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, dengan latar keberadaan hiu tutul (whale shark).

Tak berhenti di Pulau Miang, Dispar Kaltim juga menyiapkan Susur Sungai Karang Mumus (SKM) sejauh 17 kilometer pada 17 Agustus 2026. Agenda dilanjutkan dengan Gowes Wisata pada 22 Agustus.

Kemudian, semarak kemerdekaan akan berlanjut melalui Lomba Fotografi pada 26-27 Agustus dan Lomba Film Pendek pada 28-29 Agustus 2026.

Puncak rangkaian agenda wisata dan ekonomi kreatif tersebut ditutup dengan Mahakam Mask Carnival pada 30 Agustus 2026.

Faisal menegaskan, rangkaian event tersebut dirancang bukan sekadar untuk memeriahkan HUT RI. Dispar Kaltim ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai panggung untuk memperkenalkan destinasi wisata Kaltim kepada masyarakat luas.

“Kita ingin ada sesuatu yang berbeda, sekaligus mempromosikan pariwisata Kaltim,” ujarnya.

Dengan deretan agenda tersebut, semangat kemerdekaan di Kaltim akan dikemas melalui perpaduan wisata bahari, olahraga, lingkungan, kreativitas, hingga budaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rayakan HUT ke-81 RI, Dispar Kaltim Siapkan Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Benua Etam bakal berlangsung tak biasa. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menyiapkan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Miang, Kutai Timur.

Aksi spektakuler ini dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 dan melibatkan 12 penyelam dari Dispar Kaltim bersama Yekhalis Scuba School (SSI) serta sejumlah media.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, pengibaran bendera di bawah laut menjadi cara berbeda untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Kaltim ke tingkat nasional.

“Penyelamnya tidak banyak, ada 12 orang. Tapi yang luar biasa, nanti akan bersama hiu tutul. Ngeri-ngeri sedap!” ujarnya dalam Jumpa Pers Dispar Kaltim, Selasa (11/8/2026).

Yang membuat aksi ini semakin istimewa, hasil survei menunjukkan ada sekitar 6–7 ekor hiu tutul (whale shark) ditemukan di perairan Pulau Miang. Populasi tersebut disebut memiliki komunitas berbeda dengan hiu tutul yang selama ini lebih dikenal berada di Talisayan, Berau.

“Tujuan pertama untuk mengekspos pariwisata Kaltim secara nasional. Kedua, kami ingin mempromosikan Pulau Miang,” kata Faisal.

Selain parade pengibaran bendera di bawah laut, rangkaian kegiatan juga diisi transplantasi terumbu karang, pemasangan prasasti, serta eksplorasi Pulau Miang.

Menariknya, aksi pengibaran bendera ini akan direkam secara tapping dan ditayangkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Faisal menyebut Pulau Miang memiliki panorama bawah laut yang sangat menarik dan berpotensi menjadi destinasi unggulan wisata bahari Kaltim.

“Pulau Miang itu cantik, cantik banget. Bawah lautnya bagus, banyak spot yang keren-keren,” ungkapnya.

Lewat momentum kemerdekaan ini, Dispar Kaltim ingin menunjukkan bahwa semangat Merah Putih tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga menyelam hingga ke bawah laut Kaltim bersama hiu tutul yang menjadi daya tarik baru Pulau Miang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hadiri Rakor Karhutla, Gubernur Al Haris Pastikan Satgas Terus Bekerja Padamkan Titik Api

Gubernur Jambi, Al Haris mengikuti rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Kementerian Kehutanan, serta Kementeran Lingkungan Hidup, Senin (10/8/2026).

Rakor tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting yang turut diikuti Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Eko Rinjani, perwakilan TNI/Polri, serta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi.

Gubernur Al Haris melaporkan perkembangan penanganan Karhutla yang terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan laporan yang disampaikan, kebakaran telah melahap lahan sekitar 50 hektare.

“Sudah kita laporkan, mudah-mudahan tidak akan meluas lagi. Tim masih terus bekerja sampai hari ini,” ujar Gubernur Al Haris.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Oleh karena itu, Gubernur Al Haris memastikan Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Kami akan terus bekerja dan saling berkoordinasi untuk memadamkan api,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Menko Polkam juga menekankan pentingnya pengendalian Karhutla secara cepat dan terkoordinasi di masing-masing daerah.

“Menko Polkam berharap pengendalian Karhutla di masing-masing daerah berjalan dengan baik, agar kepastian lahan kita aman. Kalau ada kebakaran segera diatasi dan diminimalisir perluasannya,” tuturnya.

Gubernur Jambi dua periode itu juga meminta masyarakat untuk terlibat dalam memantau potensi munculnya titik api di wilayah masing-masing.

“Masyarakat diminta terlibat dalam meminimalisir kejadian karhutla, karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Al Haris Buka Rakor Percepatan Tol Jambi-Rengat, Pembebasan Lahan Dikebut

Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan percepatan pembebasan lahan menjadi kunci utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I, khususnya jalur Pijoan–Bukit Cinto Kenang–Merlung.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Al Haris saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi, Selasa (11/8/2026) pagi.

Dalam rakor tersebut, Gubernur Al Haris meminta seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat proses pembangunan di lapangan.

“Karena waktu sudah mendesak, maka dari itu saya berharap untuk membahas apa yang masih kendala di lapangan. Terkait dengan ada fasilitasnya umum yang dilalui oleh jalur tol ini,” ujar Gubernur Al Haris.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu segera dituntaskan adalah pendataan lahan yang terdampak pembangunan serta proses ganti kerugian kepada masyarakat.

Gubernur Al Haris menyebut, secara umum masyarakat telah menyatakan kesepakatannya terhadap pembangunan jalan tol tersebut. Namun, masih terdapat persoalan terkait negosiasi nilai ganti kerugian lahan yang perlu diselesaikan.

“Untuk ganti untung lahan saat ini belum terdata, ini yang harus dibahas. Kalau masyarakat semuanya insyaallah sudah sepakat, mungkin tinggal lagi ada masyarakat yang protes soal negosiasi harga yang berbeda dengan yang dahulu dan sekarang,” jelasnya.

Gubernur Al Haris menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat segera dirampungkan sebelum Desember 2026. Menurutnya, percepatan tersebut sangat penting agar pembangunan proyek strategis nasional itu tidak kembali terkendala persoalan lahan.

“Saya harap ini segera cepat selesai,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pejabat yang terlibat menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat proses tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Plt. Kepala BPJN Jambi, Kepala Dinas PUTR Muzakir, M.Si., M.M, Kadis Kominfo Drs. Ariansyah ME, Karo Adpim Bustanul Arifin, Asisten ll Setda Provinsi Jambi, serta tamu undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News