Beranda blog Halaman 385

Prakiraan Cuaca Jakarta 26 Maret: Cerah Pagi, Hujan Merata Sore-Malam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta pada Kamis (26/3) akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan sepanjang hari. Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, perubahan cuaca terjadi secara bertahap mulai pagi hingga malam hari di seluruh wilayah Ibu Kota.

Pada pagi hari, cuaca berawan diperkirakan muncul di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur berada dalam kondisi cerah berawan.

Memasuki siang hari, Kepulauan Seribu menjadi satu-satunya wilayah yang masih menikmati cuaca cerah. Adapun Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat diprakirakan cerah berawan. Di sisi lain, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Pada sore hari, hujan ringan mulai merata di hampir seluruh wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Hanya Kepulauan Seribu yang diprediksi tetap berawan tanpa hujan.

Kondisi serupa berlanjut hingga malam hari, di mana hujan ringan kembali diprakirakan turun di lima wilayah utama Jakarta, sementara Kepulauan Seribu masih berada dalam kondisi berawan.

BMKG juga melaporkan bahwa suhu udara di Jakarta hari ini berada pada kisaran 24–31 derajat Celsius, dengan kelembapan 64–94 persen. Masyarakat diimbau untuk tetap menyiapkan perlindungan diri dari perubahan cuaca, terutama di wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tinjau Progres Kopdes, Mendes: Pastikan 100 Persen Kembali ke Warga

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meninjau progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di dua lokasi yakni Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan akselerasi pemerataan ekonomi berbasis kemasyarakatan berjalan sesuai rencana.

Mendes Yandri mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan salah satu alat negara untuk melakukan pemerataan ekonomi sebagaimana Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

​Kopdes Merah Putih ini merupakan terobosan ekonomi desa yang hadir dengan konsep retail modern. Meski memiliki tampilan dan layanan yang lengkap layaknya swalayan besar yanh menyediakan mulai dari pupuk, sembako, hingga LPG, namun Kopdes miliki misi yang jauh berbeda dari sektor privat.

“Kopdes Merah Putih, tidak hanya akan menyerap tenaga kerja yang ada di desa tapi yang menikmati keuntungan koperasi juga masyarakat yang ada di desa sebagai anggota koperasi,” kata Mendes Yandri.

​Mendes Yandri menekankan perbedaan fundamental antara Kopdes dengan jaringan retail modern seperti Indomaret atau Alfamart.

Jika pada retail konvensional keuntungan usaha ditarik oleh pemodal besar, Kopdes justru memutar seluruh keuntungan di desa.

​”Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir orang. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegas Mendes Yandri.

​Selain dirasakan langsung oleh konsumen melalui ketersediaan barang yang lengkap, Kopdes diwajibkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Berdasarkan skema yang ditetapkan yaitu minimal 20% dari keuntungan bersih dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).

​”Sisa keuntungan digunakan untuk pengembangan usaha dan program sosial masyarakat desa,” kata Mendes Yandri.

Mendes Yandri berharap, hadirnya Kopdes di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi logistik dari kota, sekaligus memperkuat daya beli di tingkat akar rumput.

​Pemerintah optimistis bahwa jika model Kopdes ini sukses dan direplikasi secara nasional, desa-desa di Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk luar, melainkan menjadi pemilik modal atas perputaran ekonomi mereka sendiri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Imigrasi Soekarno Hatta Kembali Masuk 10 Besar Layanan Imigrasi Bandara Terbaik Versi Skytrax

Layanan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali mengukuhkan posisinya di panggung dunia dengan menembus jajaran sepuluh besar layanan imigrasi bandara terbaik dalam ajang World Airport Skytrax Awards 2026. Prestasi ini diumumkan secara resmi dalam rangkaian World Airport Awards Ceremony 2026 di London, Inggris, Rabu (18/3/2026). Keberhasilan ini sekaligus menandai konsistensi Indonesia yang mampu mempertahankan posisi elite tersebut selama dua tahun berturut-turut setelah pencapaian serupa pada tahun sebelumnya.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam World Airport Awards Ceremony 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Passenger Terminal Expo (PTE) World di London, Inggris, Rabu (18/3/2026). Pengumuman resmi mengenai prestasi ini dapat diakses publik melalui tautan:

World’s Best Airport Immigration 2026

Berdasarkan data Skytrax, layanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) menempati peringkat ke-10 dunia. Capaian ini menyejajarkan Indonesia dengan bandara internasional terkemuka lainnya, seperti Singapore Changi Airport, Bahrain International Airport, hingga Hong Kong International Airport.

Keberhasilan mempertahankan posisi di 10 besar dunia pada tahun 2025 dan 2026 mencerminkan stabilitas kualitas layanan imigrasi Indonesia. Hal ini menjadi catatan penting mengingat ketatnya persaingan global, di mana beberapa bandara besar dunia mengalami pergeseran peringkat pada tahun ini.

Penilaian Skytrax didasarkan pada World Airport Survey yang melibatkan pengguna jasa dari lebih dari 100 kewarganegaraan selama periode Agustus 2025 hingga Februari 2026. Indikator utama penilaian meliputi efisiensi waktu tunggu, optimalisasi teknologi autogate, ketersediaan jalur prioritas, hingga profesionalisme petugas di garda depan.

Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyampaikan, “Prestasi ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran di Ditjen Imigrasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa layanan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta tetap unggul dan efisien. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi meningkatkan pengalaman para pengguna jasa bandara dan memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional.”

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari transformasi digital dan kerja keras kolektif seluruh jajaran. “Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara. Ke depan, kami akan terus berinovasi guna memperkuat kualitas layanan serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam penilaian internasional. Penghargaan ini menunjukkan betapa pentingnya transformasi digital dan penguatan pelayanan berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan publik,” ujar Agus, Kamis (19/3/2026).

Agus menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat standar pelayanan agar lebih efisien, aman, dan ramah bagi setiap penumpang. “Dengan dukungan dari semua pihak, kami akan terus memperkuat standar pelayanan, memperluas implementasi teknologi canggih, dan menjadikan layanan keimigrasian sebagai contoh terbaik dalam pelayanan publik di Indonesia,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai Ramadan Setelah Idulfitri

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam program Memaknai Lebaran Bersama Menag Nasaruddin Umar yang disiarkan Berita Satu dalam edisi khusus Idulfitri, Sabtu (21/3/26). Ia mengingatkan agar nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan tidak hilang setelah bulan suci berakhir.

Menurut Menag, Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

“Yang paling penting, nilai-nilai Ramadan itu harus dipatrikan dalam diri kita. Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti lewat Ramadhan kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita,” ujar Menag.

Ia menilai, konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut akan berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa. Masyarakat yang mampu mempertahankan spirit Ramadan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.

“Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, maka kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah dan mencerahkan,” kata dia.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang dapat merusak kohesi sosial.

“Saya minta persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terkecoh oleh satu kepentingan sesaat, lalu saling menyikut antar sesama warga bangsa. Itu akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai “fitrah kebangsaan” yang perlu dipulihkan, Menag menekankan bahwa kecenderungan mementingkan diri sendiri harus dihindari.

“Saya kira individualisme itu jangan sampai bersarang di hati dan di pikiran setiap anak bangsa. Ini yang menjadi racun. Kalau semua orang mementingkan dirinya sendiri,” tuturnya.

Dengan demikian, momentum Idulfitri, menurut Menag, seharusnya menjadi titik awal untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan pribadi maupun sosial, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cerita Warga Mencari Informasi ke Kantor Pertanahan saat Libur Lebaran: Saya Mendapat Gambaran Konkret

Di tengah suasana libur Lebaran, layanan pertanahan terbatas yang tetap dibuka Kantor Pertanahan (Kantah) dimanfaatkan masyarakat untuk mencari kejelasan atas persoalan tanah yang dihadapi. Masyarakat yang datang ke Kantor Pertanahan kabupaten Banyumas mengaku terbantu karena tetap bisa memperoleh informasi yang jelas dan terarah, bahkan saat sebagian besar layanan publik libur.

Salah satunya disampaikan oleh Imam Syafii, warga Purwokerto Timur, yang datang untuk berkonsultasi terkait pengurusan waris. Ia mengaku mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari petugas. “Saya mendapatkan gambaran yang konkret dan koheren tentang bagaimana alur untuk mengurus waris itu. Terus terang saja saya merasa sangat terbantu karena informasinya sangat lengkap juga dan sangat detail,” ujarnya pada Senin (23/03/2026).

Imam Syafii menilai kehadiran layanan di hari libur sangat efektif, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mengurus administrasi di hari kerja. Menurutnya, pelayanan ini menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat.

“Saya merasa bahwa pelayanan di hari libur sangat efektif karena banyak yang tidak bisa mengurus ketika di hari-hari biasa. Ketika hari libur ternyata masih ada pelayanan, saya sangat terbantu dan saya mengapresiasi kinerja dari petugas yang hari ini bekerja dengan senang hati,” ungkap Imam Syafii.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yusak. Ia datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas untuk meminta informasi terkait perbedaan data tahun pada dokumen tanah yang dimilikinya. Ia sangat puas dengan layanan yang bisa didapatkan walaupun sedang berada di masa liburan panjang.

“Padahal ini kan suasana masih Lebaran ya, masih libur, tapi tetap ada pelayanan. Dari jam 8 sampai jam 12 siang masih bisa dilayani. Saya merasa senang sekali, pelayanannya juga bagus,” ucap Yusak.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kendala pertanahan untuk tidak ragu datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia. “Kalau misalnya ada yang punya masalah soal tanah, nanti bisa ke sini saja, pasti dilayani bagus sama mereka,” tutur Yusak.

Kehadiran layanan pertanahan terbatas selama libur Lebaran 2026 ini menjadi bukti komitmen Kementerian ATR/BPN dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses informasi dan kepastian layanan, bahkan di tengah momentum hari raya. Diharapkan, layanan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan layanan pertanahan mendesak kala libur Lebaran.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pastikan Kelancaran Mudik, Seskab Teddy dan Menhub Dudy Pantau Arus Balik dan Sapa Pemudik di Terminal Pulo Gebang

Rabu (25/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memantau langsung situasi puncak arus balik Lebaran tahun 2026 gelombang pertama di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta.

“Pagi ini, jam 2 kurang sedikit, saya diundang Pak Menteri Perhubungan, Pak Dudy Purwagandhi untuk mengecek Terminal Pulo Gebang,” ujar Seskab Teddy.

Pada kesempatan itu, Seskab Teddy dan Menhub Dudy tampak menyapa para pemudik yang telah kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah menghabiskan waktu libur Lebaran di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra.

“Tadi juga kita tanya langsung ke penumpang, secara keseluruhan alhamdulillah puncak arus mudik yang tanggal 24-25 [Maret] ini berjalan lancar, seperti harapan Bapak Presiden [Prabowo Subianto] dan kita semua,” kata Seskab.

Lebih lanjut Seskab Teddy pun menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, kepolisian, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan seluruh pihak terkait lainnya yang telah bersinergi untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

“Kita tidak mau terima laporan hanya sebatas laporan. Kita cek malam ini. Kemarin saat mudiknya lancar, kembalinya juga harus lancar, ya sejauh ini masih lancar,” ujar Seskab.

Untuk mengantisipasi puncak arus balik gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret, pemerintah memberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas seperti pemberlakuan sistem satu arah atau one way, pengaturan rest area, serta pembatasan kendaraan berat sumbu tiga.

“Harapan kita semua, harapan pemerintah, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 ini harus lebih baik dari tahun lalu,” pungkas Seskab Teddy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tindak Lanjut Arahan Presiden, Seskab Hadiri Rakor Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengikuti rapat koordinasi lintas K/L secara daring dari Jakarta, Senin (23/3). Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto membahas tindak lanjut arahan Presiden terkait rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan beberapa kebijakan ekonomi.

“Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kebijakan terkait penyesuaian sektor energi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi serta beberapa rencana kebijakan stimulus ekonomi,” ucap Seskab Teddy.

Dalam pertemuan terbatas itu, berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan agar tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sadari Banyak Kekurangan, KDM Minta Maaf kepada Masyarakat Jabar Saat Idulfitri

Idulfitri 2026 menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meminta maaf atas kesalahan dan kekurangannya. Begitu juga yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai salat Idulfitri di halaman Gedung Sate, Sabtu (21/3).

Ia meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat atas kesalahan dan kekurangannya selama setahun menjabat sebagai gubernur. Kekurangan itu tampak dari pembangunan infrastruktur yang belum merata hingga sulitnya kehidupan sejumlah warga Jabar.

Contohnya, masih ada saluran irigasi yang belum terbangun, rumah warga yang rusak, anak-anak belum mendapatkan sekolah, dan kesulit warga berobat karena tidak masuk dalam data BPJS Kesehatan.

Ia juga masih melihat ada warga yang meninggal tetapi keluarga tidak mampu membeli kain kafan. Ada juga siswa yang orangtuanya tak mampu membeli baju dan sepatu sekolah. Bahkan, masih ada warga yang tidak bisa makan karena kehabisan beras.

Masalah lain yang kerap ditemui yakni kecelakaan akibat jalan rusak, warga yang tak mampu membayar biaya melahirkan dan pengobatan rumah sakit hingga meninggal.

Menurut ia, kondisi itu tidak akan terjadi apabila Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sunguh-sungguh mengelola anggaran pemerintah.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami dan kami mohon ampun kepada Allah belum memberikan pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat,” ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Ia berjanji akan mengevaluasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Jabar. Realokasi anggaran akan dilakukan agar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

KDM bahkan berjanji untuk mengurangi waktu tidurnya agar bisa semakin maksimal melayani masyarakat.

“Pemimpin tidak bisa tidur ketika masih ada rakyat yang lapar, tidak sekolah, atau kesulitan berobat,” ucapnya.

Menurut ia, pelayanan maksimal sudah seharusnya diterima masyarakat karena patuh membayar pajak.

Pada kesempatan itu, KDM juga berterima kasih kepada masyarakat Jabar yang sudah patuh membayar pajak. Bahkan, pemasukan pajak Jabar selama Ramadan meningkat dibandingkan bulan lain.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Legislator Soroti Jalan Rusak, Desak Perbaikan Menyeluruh Pasca Lebaran

Anggota DPR RI M. Shadiq Pasadigoe melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke sejumlah ruas jalan provinsi dan jalan nasional di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat  pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan cukup serius dan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Dalam kunjungannya, Shadiq menemukan sejumlah titik jalan berlubang, retak, hingga bergelombang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Salah satu ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup parah berada di jalur Kecamatan Tanjung Emas menuju Lintau Sijunjung. Kondisi jalan di kawasan ini dinilai sangat memprihatinkan, dengan banyak lubang dan kerusakan permukaan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Ia menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Selain mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi, kerusakan jalan juga telah menimbulkan korban di lapangan.
“Saya minta seluruh pihak berwenang, baik pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun kementerian terkait, untuk segera mengambil langkah konkret dan percepatan perbaikan secara menyeluruh,” tegas Shadiq dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem itu, penanganan jalan tidak cukup hanya dengan perbaikan sementara seperti tambal sulam, namun harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Anggota Komisi XIII DPR RI itu menegaskan pihaknya segera melaporkan kondisi kerusakan jalan tersebut kepada Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI. Laporan tersebut untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme internal fraksi dengan membagi penanganan kepada komisi-komisi terkait di DPR RI.
Langkah ini sejalan dengan upaya yang sebelumnya telah dilakukan Fraksi Partai NasDemdalam mendorong berbagai program pembangunan untuk masyarakat, seperti bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta perbaikan irigasi melalui program Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) telah melakukan percepatan perbaikan di sejumlah ruas jalan strategis menjelang lebaran, seperti Baso–Batusangkar, Batusangkar–Guguak Cino, batas Payakumbuh–Sitangkai, Ombilin–Batusangkar, hingga Simpang Baso–Piladang.
Namun demikian, hasil peninjauan pasca Lebaran menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah ruas yang memerlukan penanganan lebih serius dan menyeluruh.
Shadiq juga menyoroti bahwa kondisi jalan rusak di Tanah Datar bukan hanya persoalan infrastruktur semata, tetapi sudah menyangkut keselamatan publik. Ia menekankan bahwa kejadian-kejadian di lapangan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
“Saya kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi perbaikan, termasuk dalam hal dukungan anggaran dan kebijakan,” tegas Shadiq.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sendiri sebelumnya telah menyampaikan bahwa kerusakan jalan, khususnya pada ruas jalan provinsi, merupakan salah satu persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat.
Bahkan, beberapa akses masuk ke Tanah Datar dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat, seperti jalan berlubang, aspal terkelupas, serta permukaan jalan yang tidak rata.

Melalui kunjungan ini, mantan Bupati Tanah Datar dua periode itu berharap adanya perhatian serius dan tindakan cepat dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga kondisi jalan di Tanah Datar dapat segera diperbaiki demi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tol Fungsional Japek II Selatan Bantu Urai Kepadatan Arus Balik Bandung-Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka secara fungsional Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang kurang lebih 52 kilometer untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026.

Ruas ini difungsikan khusus untuk kendaraan Golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta, sebagai alternatif jalur guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas di koridor Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembukaan fungsional Japek II Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

“Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas nasional agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan lebih aman, nyaman, dan efisien. Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.

Secara teknis, ruas tol yang difungsikan mencakup Seksi 3 Setu–Sukaragam (7,75 km), Seksi 4 Sukaragam–Sukabungah (13,00 km), Seksi 5 Sukabungah–Kutanegara (22,75 km), dan Seksi 6 Kutanegara–Sadang (8,50 km).

Keberadaan jalur alternatif ini dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan dari wilayah Bandung menuju kawasan selatan Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu pengguna jalan, Andra Oktaviani, yang melakukan perjalanan arus balik dari Bandung menuju Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mengaku jalur ini membantu perjalanan menjadi lebih lancar.

“Perjalanan terasa lebih lancar dan waktu tempuh lebih efisien karena tidak harus melewati titik-titik kepadatan di jalur utama,” ujarnya.

Pengguna lainnya, Muhammad Ali, yang melakukan perjalanan menuju Tangerang Selatan, juga menyampaikan bahwa jalur ini memberikan opsi perjalanan yang lebih terkendali meskipun masih dalam tahap fungsional.

“Jalurnya cukup nyaman dilalui dan menjadi alternatif perjalanan yang membantu saat arus balik,” kata Ali.

Jalan Tol Japek II Selatan dirancang sepanjang 64,05 km dan akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Bekasi dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta, serta dilengkapi tujuh gerbang tol, yakni GT Jatiasih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.

Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat sebagian ruas masih dalam tahap konstruksi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News