Beranda blog Halaman 390

Hingga H-1, Sepuluh Juta Orang Telah Mudik Lebaran dengan Angkutan Umum

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583 orang, menunjukkan kenaikan 9,23% dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang.

Adapun distribusi kumulatif per moda meliputi: Perkeretaapian sebanyak 2.981.945 orang, naik 13,22% dari 2.633.878 orang; Angkutan udara sebanyak 2.190.282 orang, naik 3.05% dari 2.125.523 orang; Penyeberangan sebanyak 2.482.303 orang, naik 14,78% dari 2.162.708 orang; Angkutan darat sebanyak 1.587.060 orang, naik 9,18% dari 1.453.679 orang dan angkutan laut sebanyak 761.993 orang.

Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau di sejumlah simpul transportasi. Pada H-1, kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta tercatat sebanyak 117.016 unit, sementara kendaraan yang masuk mencapai 66.210 unit. Total pergerakan kendaraan keluar dan masuk pada gerbang Tol Jabodetabek tercatat sebanyak 248.349 unit, dan pada gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 236.758 unit.

Di ruas arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat sebanyak 474.454 unit, dan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Sementara itu, pergerakan kendaraan di ruas arteri Non-Jabodetabek mencapai 491.901 unit.

Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H), dengan pengelolaan operasional yang terus dipantau secara terpadu.

Berdasarkan data harian, pergerakan keberangkatan penumpang angkutan umum pada H-1 (20 Maret 2026) mencapai 915.635 orang, tersebar di seluruh moda transportasi, dengan rincian sebagai berikut: Perkeretaapian sebanyak 302.823 orang, terdiri dari 178.006 penumpang antarkota dan 124.817 penumpang perkotaan regional; Angkutan udara sebanyak 207.261 orang, terdiri dari 161.598 penumpang domestik dan 45.663 penumpang internasional; Angkutan laut sebanyak 54.693 orang; Penyeberangan sebanyak 189.804 orang; Angkutan darat sebanyak 161.054 orang, yang terdiri dari 145.340 penumpang bus dan 15.714 penumpang travel.

Kementerian Perhubungan juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum pada H-1, antara lain: Perkeretaapian antarkota 98,20%; Perkeretaapian regional 98,90%; Udara domestik: 85,79%; Udara internasional: 70,24%; Laut: 95,70%; Penyeberangan: 63,19% dan Darat: 72,49%.

Kementerian Perhubungan terus memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kelancaran melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif di seluruh simpul transportasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 (H+3). “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis.

Titis juga mengingatkan agar masyarakat memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa obat-obatan pribadi, serta memastikan kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan moda transportasi yang resmi dan berizin serta memanfaatkan informasi terkini dari kanal resmi pemerintah. “Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” tambah Titis.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi pada H-3, Pergerakan Tinggi Hampir di Seluruh Moda Transportasi

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 mencatat puncak pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Puncak pergerakan ini terdistribusi hampir merata di seluruh moda transportasi, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam periode mudik tahun ini.

Berdasarkan data posko, jumlah pergerakan penumpang tertinggi pada H-3 tercatat pada sejumlah moda transportasi utama, yakni angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti perkeretaapian (antarkota dan regional) sebanyak 401.238 penumpang, angkutan udara (domestik dan internasional) sebanyak 311.836 penumpang, serta angkutan darat (bus dan travel) sebanyak 232.016 penumpang. Sementara itu, moda angkutan laut mencatat puncak pergerakan lebih awal pada H-6 dengan jumlah 105.936 penumpang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi menyampaikan, pola pergerakan tahun ini menunjukkan kecenderungan multimoda yang semakin kuat, seiring meningkatnya konektivitas dan integrasi layanan transportasi nasional.

“Puncak arus mudik pada H-3 terjadi hampir di seluruh moda transportasi, dengan dominasi tertinggi pada angkutan penyeberangan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja, melainkan memanfaatkan berbagai alternatif transportasi yang tersedia,” ujar Titis di Jakarta, Jumat (20/3).

Data sementara Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat akumulasi dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-2 (19 Maret 2026), jumlah pengguna angkutan umum pada sejumlah moda mencapai 9.047.233 penumpang atau naik 10,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8.166.170 penumpang. Angka ini mencakup moda perkeretaapian sebesar 2.669.314 orang, naik 14,05% dari tahun sebelumnya 2.340.509 orang; angkutan udara sebesar 1.982.987 orang, naik 5,18% dari tahun sebelumnya 1.885.266 orang; angkutan laut 739.724 orang, naik 6,48% dari tahun sebelumnya 694.702 orang; angkutan penyeberangan sebesar 2.259.469 orang, naik 15,54% dari tahun sebelumnya 1.955.508 orang; angkutan darat (bus dan travel) sebesar 1.395.739 orang, naik 8,18% dari tahun sebelumnya 1.290.185 orang.

Kemudian pergerakan keluar dan masuk Jakarta melalui jalan tol pada H-8 s/d H-2 terpantau 1.383.338 kendaraan yang keluar Jakarta, naik 5.27% dari tahun sebelumnya 1.314.042 kendaraan; sedangkan kendaraan yang masuk sebesar 917.512 kendaraan, naik 11,39% dari tahun sebelumnya 823.697 kendaraan.

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 memantau total 1.560 simpul dan jaringan, dengan rincian 264 titik simpul angkutan laut, 177 terminal yang terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B, 248 titik simpul angkutan penyeberangan, 472 titik simpul angkutan kereta api, 257 titik simpul angkutan udara, serta 43 jaringan di 6 gerbang tol dan 44 jaringan di jalan arteri.

Lebih lanjut, Titis menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik.

“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” imbuh Titis.

Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan informasi resmi yang disediakan guna menghindari kepadatan pada titik-titik tertentu. Adanya sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lebaran di Istana: Kisah Haru dan Bahagia Warga Bertemu Presiden Prabowo

Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi senyum dan haru pada Sabtu (21/3), saat Presiden Prabowo Subianto menggelar gelar griya (open house) Idulfitri 1447 Hijriah. Bagi ribuan warga yang hadir, momen tersebut bukan sekadar silaturahmi Lebaran, melainkan pengalaman langka yang membekas sepanjang hidup.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai latar belakang telah memadati kawasan Istana. Reza, salah satu warga, mengaku telah menantikan momen tersebut sejak lama dan mengungkapkan bahwa keinginannya hadir terinspirasi dari pelaksanaan gelar griya pada tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang mana Istana Negara selalu membuka open house jadi tahun ini saya mencoba untuk ikut open house Istana,” ucapnya.

Di sudut lain, kebahagiaan terpancar dari Nina yang mendampingi adiknya, Samuel, seorang penyandang disabilitas. Mereka datang dengan satu harapan sederhana: bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Saya senang sekali, memang niatnya untuk datang lebaran ke sini masyarakat banyak, terutama adikku ini yang saya wakili disabilitas ini juga sangat senang sekali kita sama-sama tadi naik kendaraan itu busway [Trans Jakarta] itu kita satu tujuan untuk datang mau ketemu Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terbaik. Jadi kita sangat senang sekali ya,” ungkap Nina.

Keceriaan juga terlihat dari Ayu, seorang anak yang datang bersama kedua orang tuanya. Ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertemu, berjabat tangan, bahkan mendapatkan hadiah berupa mainan dari Presiden Prabowo.

“Senang banget. Bahagia. Senang banget bisa ketemu, dapat mainan,” ucap Ayu.

Sementara itu, Aji Agung Waruna, seorang pengemudi ojek daring, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. “Alhamdulillah, tahun ini saya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Dan saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan open house kepada masyarakat warga negara Indonesia, beribu-ribu terima kasih banyak,” katanya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Thalia dan Marco yang telah lama menantikan momen ini. Keduanya turut menyampaikan harapan dan doa untuk Presiden Prabowo.

“Yang pastinya senang banget ya, karena kan kita kan sering melihat dari televisi dan handphone kan. Nah, sekarang kita bisa bertemu langsung tuh senang banget sih. Apalagi bisa salaman langsung sama Pak Prabowo. Semoga Pak Prabowo sehat selalu dan sukses selalu untuk memajukan Indonesia,” ujar Thalia.

Gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga menghadirkan ruang pertemuan yang hangat antara pemimpin dan rakyatnya. Di balik jabat tangan dan senyuman, tersimpan kisah-kisah sederhana penuh makna—tentang harapan, kebanggaan, dan kedekatan yang terasa begitu nyata.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hangatnya Silaturahmi di Istana: Tokoh Bangsa Bersatu dalam Gelar Griya Idulfitri Presiden Prabowo

Kehadiran para pejabat negara dan tokoh bangsa mewarnai gelar griya Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/03/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga memperlihatkan kebersamaan para pemimpin dalam suasana Lebaran.

Sejumlah tokoh tampak hadir dalam gelar griya tersebut, diantaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, serta Presiden ke-7 Joko Widodo. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan kesinambungan kepemimpinan nasional yang tetap terjalin erat dalam suasana kekeluargaan.

Selain itu, para ketua lembaga negara serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir dan berbaur dalam suasana hangat di Istana Merdeka. Mereka datang untuk bersilaturahmi langsung dengan Presiden Prabowo, sekaligus merayakan Idulfitri bersama.

Presiden Prabowo tampak menyambut para pejabat negara di Istana Merdeka dengan didampingi putranya, Didit Hediprasetyo. Suasana akrab terlihat ketika Presiden Prabowo berjabat tangan dan berbincang singkat dengan para tamu yang hadir.

Menariknya, kehadiran para pejabat negara dalam gelar griya ini tidak bersifat wajib. Presiden Prabowo sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara. Oleh karena itu, kehadiran para tokoh dan pejabat negara dalam acara ini sepenuhnya didasari oleh niat pribadi untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan kebangsaan.

Gelar griya Idulfitri tahun ini pun menjadi ruang temu yang sarat makna untuk mempererat tali persaudaraan, merawat harmoni antarpemimpin, serta meneguhkan pesan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam perjalanan bangsa menuju masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hangatnya Lebaran di Istana, Presiden Prabowo Sapa Ribuan Warga dalam Gelar Griya 1447 H

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3). Momentum tersebut disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati halaman tengah Istana.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan begitu terasa saat Presiden Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo, menyapa langsung masyarakat yang hadir. Kepala Negara tampak berkeliling, menyalami satu per satu warga, sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idulfitri.

Antusiasme terlihat dari raut wajah bahagia masyarakat yang untuk pertama kalinya merasakan suasana Lebaran di lingkungan Istana. Salah satunya Sinta, seorang tukang urut keliling, yang mengaku haru karena mimpinya untuk bertemu Presiden Prabowo akhirnya terwujud.

“Memang saya sudah ada impian ingin ketemu, ternyata diwujudkan. Alhamdulillah, saya bahagia. Enggak bisa saya ucapkan lagi semoga Bapak Presiden sama wakil-wakilnya panjang umur, dimudahkan rezekinya,” ujar Sinta.

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan untuk pertama kali dalam hidupnya. Bagi Sinta, kehadirannya di Istana tidak hanya untuk merayakan Lebaran, tetapi juga untuk bertemu langsung dengan Presiden dan Wakil Presiden.

“Alhamdulillah, saya diwujudkan, mungkin Allah sayang sama saya. Bahkan saya dikasih hadiah, bersyukur banget buat diri saya,” tambahnya.

Cerita serupa juga datang dari Fitri, warga asal Padang yang kini tinggal di Kebon Kacang. Ia mengaku bangga dapat berjabat tangan langsung dengan Presiden Prabowo dalam momen istimewa tersebut.

“Ini pengalaman saya pertama datang ke Istana ya. Saya rasanya ketemu sama Pak Presiden, salaman, dapat berjabat tangan langsung dengan Pak Presiden, rasanya bangga banget ya,” ungkap Fitri.

Meski datang tanpa persiapan khusus, Fitri mengaku puas dengan pengalaman yang didapatkan. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wujud kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

“Ya mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya open house kayak gini masih tetap terlaksana ya,” tandasnya.

Gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan tahun ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan Presiden Prabowo secara langsung dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai silaturahmi, kebersamaan, dan kedekatan antara pemimpin dan rakyat dalam suasana hari raya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Istana Terbuka untuk Rakyat, Presiden Prabowo Prioritaskan Masyarakat pada Gelar Griya Idulfitri

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/03/2026). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat umum sebagai wujud kebersamaan di momen hari raya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus menjelaskan konsep pelaksanaan gelar griya tahun ini. Menurutnya, Presiden Prabowo sejak beberapa hari sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara.

“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” ujar Mensesneg.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga direncanakan untuk menyapa langsung masyarakat yang hadir, sebagaimana tradisi yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. “Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan hari raya Idulfitri di Istana Merdeka,” ujarnya.

Adapun jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 5.000 orang. Pemerintah tidak melakukan pembatasan ketat, melainkan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk hadir secara sukarela.

“Memang kita tidak membatasi atau tidak meng-organise sebagaimana acara biasanya. Misalnya seperti acara 17 Agustus, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilakan sepanjang masih memungkinkan, kami persilakan untuk masuk ke dalam lingkungan Istana,” jelasnya.

Mensesneg pun menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya ini merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung setiap tahun. Namun demikian, terdapat penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat.

“Sebagaimana kami juga sampaikan melalui surat edaran bahwa kita diimbau, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mengurangi kegiatan-kegiatan open house dan halalbihalal oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita yang di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ucap Menteri Pras.

Selain masyarakat umum, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan dari para Presiden Republik Indonesia sebelumnya, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.

“Insyaallah, rencananya sore ini,” pungkas Mensesneg Prasetyo Hadi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dari Huntara Aceh Tamiang, Kisah Ibu Nurita dan Harapan yang Disampaikan Langsung kepada Presiden

Usai menunaikan salat Id di Masjid Darussalam, Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3). Di salah satu unit huntara, Presiden menyempatkan diri berbincang dengan warga, salah satunya Ibu Nurita, seorang ibu yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir beberapa bulan lalu.

Dengan suara yang sesekali bergetar, Ibu Nurita menceritakan bagaimana kehidupannya berubah sejak bencana melanda. Ia bersama lima anaknya kehilangan rumah yang selama ini disewanya.

“Saya di huntara ini hampir sekitar tiga bulan. Sebelumnya rumah kami habis semua,” ujarnya.

Sebagai orang tua tunggal yang telah lama membesarkan anak-anaknya sendiri, Ibu Nurita harus menghadapi masa-masa paling sulit dalam hidupnya saat banjir datang tiba-tiba. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang apapun karena air datang begitu cepat.

“Saat kejadian itu, kami pun enggak menduga, enggak sangka-sangka. Kami pikir banjirnya seperti biasa. Jadi kami enggak bawa barang apapun di rumah. Kata anak saya, enggak usah dibawa, Ma. Karena airnya kencang kali,” kenangnya.

Setelah sempat mengungsi di jembatan dan tenda darurat, Ibu Nurita akhirnya menempati huntara. Meski sederhana, ia mengaku bersyukur karena kondisi hidup kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Sejak kami huni huntara, alhamdulillah lebih baik daripada kami di tenda. Alhamdulillah kami bersyukur kali kami dengan Bapak kita Prabowo yang sudah memberi dan membantu kami,” katanya.

Kunjungan Presiden ke huntara menjadi momen yang sangat berarti bagi dirinya. Ia mengaku terharu dan tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Kepala Negara.

“Senang kali kami, bisa menjabat tangan Bapak Presiden,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nurita juga menyampaikan harapan yang mewakili banyak warga lain, khususnya mereka yang sebelumnya tidak memiliki rumah sendiri.

“Kalau bisa kami diberilah huntap (hunian tetap). Itu saja harapan kami. Walaupun enggak besar, kecil. Kami hanya minta huntap dengan Bapak Presiden,” ujarnya.

Bagi Ibu Nurita, hunian tetap bukan sekadar tempat berteduh, tetapi simbol kepastian hidup setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang agar dirinya dan warga lain dapat kembali membangun kehidupan.

Di tengah keterbatasan, Ibu Nurita juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan doa bagi semua pihak yang telah membantu.

“Kepada Bapak Presiden, terima kasih banyak. Dan kepada donasi-donasi lain yang telah memberi dan membantu kami dalam keadaan musibah banjir kemarin itu terima kasih banyak. Semoga yang memberi bantuan kepada kami saya ucapkan semoga mereka semua sehat-sehat,” tuturnya.

Kisah Ibu Nurita menjadi potret nyata ketangguhan warga Aceh Tamiang dalam menghadapi bencana, sekaligus pengingat bahwa di balik setiap kebijakan dan bantuan, terdapat harapan-harapan sederhana yang ingin segera diwujudkan: hidup yang lebih layak, aman, dan pasti bagi masa depan keluarga. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Harapan yang Kembali Tumbuh: Kisah Warga Aceh Tamiang Sambut Lebaran Bersama Presiden

Suasana Lebaran di Aceh Tamiang tahun ini terasa berbeda. Di tengah jejak bencana yang masih membekas, warga berupaya bangkit dengan segala keterbatasan. Duka masih terasa, namun harapan perlahan tumbuh, terlebih dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang turut melaksanakan salat Id bersama masyarakat.

Pagi itu, Sabtu (21/03/2026), di Masjid Darussalam yang berdiri di tengah kawasan hunian sementara (huntara), takbir menggema, pelan tapi penuh. Di antara saf-saf yang mulai terisi, Presiden Prabowo hadir, berdiri sejajar dengan warga, tanpa jarak yang terasa.

Bagi sejumlah warga, kehadiran Presiden Prabowo membawa arti tersendiri. Bagi Ibu Ami, warga Desa Upah, kehadiran Kepala Negara pada Lebaran kali ini seakan menjadi pelipur dari rasa sedih akibat musibah yang baru saja dialami.

“Alhamdulillah ya senang kami dikunjungi bentar-bentar sama Presiden. Alhamdulillah berarti kan Presiden sayang sama orang Aceh Tamiang,” ujarnya.

Di balik kesedihan, Ibu Ami memaknai cobaan sebagai pengingat untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia berharap bencana ini menjadi titik balik kebangkitan bagi daerahnya.

Senada dengan itu, Ibu Ades dari Desa Simpang Empat menggambarkan Lebaran tahun ini sebagai perpaduan antara sedih dan bahagia. Sedih karena musibah, namun bahagia karena kebersamaan dan semangat yang kembali tumbuh di tengah masyarakat.

“Antusias kami masyarakat setelah mendengar katanya Presiden akan hadir ke mari alhamdulillah kami merasa bahagia, senang karena kami merasa tidak ditinggal. Kami merasa dihargai, kami merasa mendapat spirit untuk kami bisa bangkit walaupun kami sudah terpuruk, tetapi kami sudah bisa bangkit,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi suntikan semangat bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan. Ia melihat optimisme baru mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk kembali berdiri dan maju.

“Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.

Sementara itu, haru tak terbendung dari Ibu Rusnida, yang tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya. Baginya, kunjungan Presiden merupakan sesuatu yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucapnya lirih.

Di balik rasa haru tersebut, tersimpan harapan sederhana namun mendalam agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik, terutama bagi generasi muda. “Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.

Kehadiran Presiden di tengah warga yang tengah bangkit dari bencana bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol bahwa negara hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya. Di tengah keterbatasan, momen Lebaran ini menjadi penguat semangat, bahwa dari duka bisa lahir harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir 100 Persen, Warga Bangkit Lebih Cepat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus apresiasi atas percepatan pemulihan pascabencana banjir di wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3), Presiden menyampaikan harapannya agar momentum Idulfitri membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah ya kita sampai ke hari Idulfitri ini, saya mohon maaf lahir batin minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun yang akan datang tahun yang baik untuk kita semua,” ujar Presiden di hadapan awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan sangat cepat dan signifikan. Bahkan, menurut Kepala Negara, pemulihan itu sudah mencapai hampir 100 persen.

“Di tenda sudah gak ada lagi, 100 persen. Semua sudah keluar dari tenda masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap sudah mulai,” ungkapnya.

Presiden menambahkan bahwa kondisi infrastruktur dasar juga telah pulih hampir sepenuhnya. “Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen lah, hanya lima desa dari seluruh Aceh hanya lima desa yang memang sulit,” jelasnya.

Selain itu, Presiden memastikan bahwa bantuan pemerintah telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak. “Bantuan semua sudah turun ke rakyat semua, alhamdulillah,” tegas Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan bencana. “Saya sangat bangga dan terima kasih kepada semua petugas, semua aparat, dari TNI, Polri, BNPB, PU, pemerintah daerah, dan semua kementerian/lembaga yang bekerja luar biasa membantu rakyat,” ujarnya.

Presiden juga menegaskan bahwa upaya penanganan bencana tidak hanya dilakukan di Aceh, tetapi juga di berbagai wilayah lain yang terdampak. Melalui percepatan pemulihan ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal dengan dukungan fasilitas yang memadai. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Halalbihalal dengan Jemaah Masjid Darussalam Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3) bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Setibanya di lokasi, Presiden bergabung bersama sekitar 1.300 jemaah untuk mengikuti rangkaian ibadah yang diawali dengan takbir dan tahmid. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal pelaksanaan ibadah di lingkungan masjid yang berada di kawasan hunian tersebut.

Salat Idulfitri dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan imam Tengku Junaidi. Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan khotbah Idulfitri yang disampaikan oleh Zulkhaizir.

Dalam khotbahnya yang bertema “Makna Idulfitri sebagai Wadah Menyatukan Hati, Menguatkan Negeri dalam Iman dan Taqwa (Pascabencana Alam)”, khatib mengajak jemaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum bangkit dari duka, memperkuat kesabaran dan tawakal dalam menghadapi musibah, serta mengambil hikmah dari setiap ujian yang dihadapi.

Khatib juga menekankan pentingnya mempererat ukhuwah dan silaturahmi sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana, serta menjadikan doa dan istighfar sebagai penguat dalam menghadapi kesulitan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara Presiden dan seluruh jemaah Masjid Darussalam, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga berupa perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, dan pakaian. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat huntara dan warga sekitar, dengan total paket yang disiapkan mencapai sekitar 7.000 paket.

Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang pada hari yang fitri ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata bahwa negara hadir menguatkan, mendampingi, dan memastikan rakyatnya tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News