Beranda blog Halaman 392

Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Tahun 2026 dengan moda kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (19/3). Program ini menjadi wujud layanan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.

Tahun ini, jumlah peserta mudik gratis ramah anak dan disabilitas jalur kereta api mencapai 303 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 276 orang. Mudik ini melayani berbagai tujuan di Pulau Jawa, di antaranya Tegal, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

“Kami menyadari bahwa perjalanan jauh seringkali memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan keluarga yang membawa anak-anak. Oleh karena itu, pada tahun ini kami secara khusus memperkuat komitmen inklusivitas melalui kerjasama antara PT Bank Syariah Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan PT Kereta Api Indonesia. Program Mudik Gratis 2026 bukan sekadar memberikan tiket cuma-cuma, tetapi memastikan pelayanan yang setara dan berkeadilan,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Arif Toha saat melepas keberangkatan para pemudik.

Di Stasiun Pasar Senen, penyelenggara menyiapkan pendampingan khusus dari petugas untuk memastikan setiap penumpang dengan kebutuhan khusus dapat naik ke gerbong dengan aman dan selamat. Selain itu, terdapat berbagai fasilitas inklusif untuk mendukung kenyamanan peserta mudik, meliputi area tunggu yang nyaman, guiding block, akses kursi roda, ruang laktasi, serta area bermain anak.

“Kepada para petugas, saya instruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik dan penuh kesabaran. Pastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama hingga sampai di kota tujuan. Sementara, kepada seluruh pemudik, kami berpesan agar tetap menjaga ketertiban selama di atas kereta. Nikmatilah perjalanan ini dengan ceria,” kata Sesjen Arif Toha.

Sesjen Arif Toha juga menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan seluruh mitra penyelenggara yang telah mendukung program ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran layanan inklusif ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk semua warga tanpa terkecuali.

“Selamat sampai tujuan, selamat berkumpul dengan keluarga tercinta. Salam hangat untuk keluarga di kampung halaman,” kata Arif Toha.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, SEVP Operations PT BSI Ibu Ana Nurul Khayati, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Volume Kendaraan Meningkat, Menhub Dudy dan Kapolda Jabar Resmi Berlakukan One Way Nasional Cikampek-Kalikangkung

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen. Pol. Rudi resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional di Tol Cikampek Utama KM 70, pada Rabu (18/3) siang. One way akan diberlakukan sampai KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

“Melihat peningkatan jumlah pemudik yang signifikan pada hari ini (18/3), maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga memutuskan untuk memberlakukan one way nasional secara menyeluruh, mulai dari KM 70 hingga KM 414. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan masyarakat pada masa arus mudik Lebaran 2026,” ujar Menhub Dudy.

Menhub Dudy menjelaskan, pemberlakuan one way nasional di Tol Cikampek Utama hingga Tol Kalikangkung pada prinsipnya bersifat situasional. Menurutnya, pihak Jasa Marga memiliki parameter tersendiri untuk menentukan perlu-tidaknya melakukan rekayasa lalu lintas.

“Jika V/C Ratio di atas angka 8.000, maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga akan memberlakukan one way nasional. Namun, apabila angka V/C Ratio menunjukkan penurunan, maka lalu lintas akan dikembalikan ke mode normal,” ungkap Menhub.

Menhub menambahkan, Kemenhub akan terus memantau pergerakan kendaraan yang melalui Tol Trans Jawa, sembari terus berkoodinasi dengan Kepolisian dan Jasa Marga. Hal serupa juga dilakukan pada jalur arteri yang dilalui oleh para pemudik.

“Kemenhub akan terus memantau arus mudik, baik di jalan tol maupun arteri. Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan juga lancar,” terang Menhub.

Menhub Dudy juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi serta patuh terhadap aturan lalu lintas yang berlaku. Ia pun menyarankan para pemudik untuk memanfaatkan rest area apabila mengalami kelelahan.

“Jika lelah, jangan memaksakan berkendara. Manfaatkan rest area untuk beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkasnya.

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pengawalan kepada para pemudik semaksimal mungkin. Ia berjanji akan mengawasi dan mengamankan seluruh kendaraan yang melalui wilayah Jawa Barat. “Kami jaga supaya sampai ke tempat tujuan dengan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” imbuhnya.

Menurut data Jasa Marga, sebanyak 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-10 hingga)  H-4 Lebaran 2026. Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Antrean Pelabuhan Gilimanuk Terurai, Menhub Dudy Apresiasi Kolaborasi Stakeholder dan Tertibnya Masyarakat

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat atas keberhasilan penguraian antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, pada Rabu (18/3) pukul 16.00 WITA, antrean kendaraan menuju pelabuhan telah berhasil terurai. Seluruh kendaraan terpantau sudah tertampung di buffer zone dan layanan penyeberangan kembali berjalan lancar serta terkendali.

“Alhamdulillah, antrean kendaraan di Gilimanuk saat ini sudah terurai. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder yang bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan baik, termasuk dukungan masyarakat yang telah tertib mematuhi arahan petugas,” ujar Menhub Dudy.

Menhub menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah percepatan operasional yang dilakukan, antara lain optimalisasi armada penyeberangan. Saat ini sebanyak 40 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dengan 30 kapal di antaranya menerapkan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) yang dipersingkat menjadi 15 menit untuk mempercepat proses bongkar muat dan menurunkan port time.

Selain itu, pengaturan lalu lintas dan manajemen distribusi kendaraan menuju pelabuhan juga terus diperkuat untuk mencegah terjadinya kepadatan kembali.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala agar kondisi yang sudah terkendali ini dapat terus dipertahankan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi dan puncak arus mudik Lebaran,” tegas Menhub.

Seiring dengan perayaan Hari Raya Nyepi, Kementerian Perhubungan juga menginformasikan adanya penyesuaian operasional layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Pelabuhan Ketapang ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB dan akan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 05.00 WIB. Saat ini, Pelabuhan Ketapang terpantau lancar dan tidak ada antrean menjelang penutupan. Penjualan tiket dan aktivitas penumpang di Pelabuhan Ketapang sudah kosong.

Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan akan kembali beroperasi pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pelayanan transportasi selama masa Angkutan Lebaran berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hingga H-4 Lebaran, 6 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum untuk Mudik, Naik 10,98 Persen dari Tahun Lalu

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026/1447 H mencatat, secara akumulatif sejak 13 Maret 2026 (H-8) hingga 17 Maret 2026 (H-4) total penumpang angkutan lebaran yang berangkat menggunakan angkutan umum tercatat sebanyak 6.251.806 orang atau naik 10,98 persen dibandingkan Angkutan Lebaran 2025 yang berjumlah 5.633.141 orang.

Moda perkeretaapian merupakan moda yang memiliki kenaikan tertinggi yaitu naik 15,67% sebesar total 1.863.782 orang dibandingkan 1.611.291 orang pada tahun lalu. Selanjutnya, angkutan udara naik 8,14% sebanyak 1.424.872 dibandingkan 1.317.557 penumpang pada tahun lalu; angkutan laut naik 10,50% sebanyak 527.535 orang dibandingkan 477.418 orang pada tahun lalu; angkutan penyeberangan naik 11,27% atau sebesar 1.511.072 orang dibandingkan 1.358.016 orang pada tahun lalu; dan angkutan darat naik 6,41% sebanyak 924.545 orang dibandingkan 868.839 orang pada tahun lalu.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi menyampaikan peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik secara serentak, mengingat bahwa 18 Maret 2026 sudah memasuki waktu Cuti Bersama Nyepi.

“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun cuti bersama,” kata Titis.

Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian khusus pada beberapa titik kepadatan seperti di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai karena akan ditutup pada saat perayaan Nyepi.

Dari sisi layanan, kondisi operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4) tercatat 95,90% untuk kereta api antarkota; 99,20% untuk perkeretaapian perkotaan regional; 81,81% untuk angkutan udara domestik; 70,45% untuk udara internasional; 95,82% untuk angkutan laut; 95,09% untuk penyeberangan; dan 71,92% untuk angkutan jalan.

Selain kepadatan lalu lintas, Kementerian Perhubungan juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi. Pada H-4 terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu Halmahera dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meskipun secara umum operasional transportasi tetap berjalan.

“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkas Titis.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhub Lepas Keberangkatan Mudik Gratis Disabilitas dari Terminal Kampung Rambutan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melepas keberangkatan peserta Mudik Ramah Anak dan Disabilitas dari Terminal Tipe A Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (18/3). Pada keberangkatan tersebut, terdapat dua bus khusus disabilitas tujuan Palembang dan Solo dengan total peserta 88 pemudik. Sekretaris Jenderal Kemenhub Arif Toha Tjahjagama mengatakan, program Mudik Gratis bertujuan untuk meringankan biaya mudik masyarakat dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, lebih spesifiknya masyarakat yang berkebutuhan khusus, agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan biaya yang lebih terjangkau, tetapi juga untuk mengurangi penggunaan sepeda motor pada perjalanan jarak jauh, yang memiliki risiko kecelakaan lalu lintas cukup tinggi,” ujar Sesjen Arif Toha.

Program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas Kemenhub telah dilaksanakan sejak 2019. Sempat terhenti karena pandemi Covid-19, program tersebut kembali dilanjutkan pada 2023 hingga saat ini. Untuk mengikuti program Mudik Gratis, peserta disabilitas telah mengisi formulir yang diedarkan melalui komunitas-komunitas disabilitas. Peserta yang berhasil mendaftar pun akan mendapat tiket Mudik Gratis pulang pergi.

Selain keberangkatan melalui Terminal Tipe A Kampung Rambutan hari ini, pada 13 Maret 2026 telah dilaksanakan pelepasan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas menggunakan pesawat udara di Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian pada 17 Maret 2026, telah dilakukan pelepasan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas menggunakan Bus BSI tujuan Solo bertempat di BSI Tower. Mendatang, akan dilaksanakan pula pelepasan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas Tahun 2026 menggunakan moda kereta api bertempat di Stasiun Pasar Senen.

Pada penyelenggaraan Mudik Gratis Angkutan Jalan 2026, Kemenhub menyediakan kuota sebanyak 15.834 penumpang dan pengangkutan 240 unit sepeda motor yang akan diberangkatkan menuju 34 kota tujuan di berbagai provinsi Pulau Jawa dan Sumatra. Pemberangkatan dilaksanakan secara bertahap melalui beberapa terminal di wilayah Jabodetabek. Sesjen Arif Toha berharap, melalui program ini, masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, serta selamat, sehingga dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan.

“Saya berpesan agar selama perjalanan nanti saudara-saudara tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama berada dalam perjalanan. Semoga perjalanan mudik saudara-saudara sekalian berjalan dengan lancar, aman, dan selamat hingga tiba di kampung halaman masing-masing,” ujar Sesjen Arif Toha.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Jenderal Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan, serta perwakilan Wali Kota Jakarta Timur, Dinas Perhubungan Jakarta, Satpol PP, Polsek Ciracas, dan Kecamatan Ciracas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhub Dudy Lepas 4.009 Peserta Mudik Gratis Presisi 2026

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Menko Polkam Djamari Chaniago, Kapolri Listyo Sigit, dan Menteri Kesehatan Budi Ganadi Sadikin, melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Presisi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Polri di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).

Menhub Dudy menyebut program ini menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi perjalanan mudik yang berisiko, seperti penggunaan sepeda motor, sekaligus memastikan masyarakat dapat mudik dengan lebih aman dan selamat sejak titik keberangkatan.

Sebanyak 4.009 pemudik diberangkatkan menggunakan 81 bus dengan tujuan utama ke wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan potensi kecelakaan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran.

Menhub Dudy menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan program mudik gratis ini. “Program ini sangat membantu masyarakat, sehingga tidak perlu lagi menggunakan kendaraan roda dua. Harapannya, mudah-mudahan ini akan mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan di dalam perjalanan masyarakat yang akan pulang,” ujarnya.

Menhub menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh armada dan pengemudi telah melalui proses pemeriksaan ketat untuk memastikan perjalanan berlangsung dalam kondisi optimal.

Kapolri Listyo Sigit menyampaikan bahwa upaya bersama yang dilakukan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terkini, angka kecelakaan lalu lintas selama periode awal Angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan signifikan hingga 49,1% atau sebanyak 682 kasus dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam mendukung kelancaran perjalanan, Kementerian Perhubungan bersama stakeholder terkait juga telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan, antara lain pos terpadu di sejumlah titik strategis, termasuk rest area di ruas tol dan masjid ramah pemudik di jalur arteri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/3).

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H/2026 M.

Menag memaparkan, dalam menetapkan awal bulan kamariah Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada 29 Ramadan atau Kamis (19/03/2026), di seluruh wilayah Indonesia, ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara nol derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik dan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

“Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” ujar Menag.

Menag menambahkan, pemantauan hilal dilakukan di setidaknya 117 titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia dan dilaporkan bahwa hilal tidak terlihat di satu titik pun.

“Pengamatan hilal telah dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia, dan laporan yang diterima serta dikonfirmasi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Menag mengajak umat Islam di Indonesia untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah, menyambung silaturahmi, dan menjaga stabilitas sosial, sebagai bentuk kontribusi di dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera.

“Sebagai Menteri Agama dan mewakili pemerintah, saya juga ingin menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Kami mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama masa Lebaran tahun ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Sidang Isbat antara lain Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, para pimpinan ormas Islam, para ahli falak dan astronomi dari perguruan tinggi, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), perwakilan dari Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung dan Planetarium Jakarta, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Abu Rokhmad dan anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan Harga Energi

Pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah dinamika global, termasuk kenaikan harga energi. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Kamis (19/03/2026).

Menko Ekonq menjelaskan bahwa Presiden menegaskan pentingnya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen. Untuk itu, pemerintah melakukan langkah efisiensi di berbagai kementerian dan lembaga.

“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen dan sesuai dengan arahan pada saat Sidang Kabinet Paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L. Dan dengan efisiensi berbagai K/L itu defisit 3 persen bisa dijaga,” ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas lainnya. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan volume produksi batu bara.

“Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan. Artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya),” jelasnya.

Pemerintah juga tengah mengkaji penyesuaian kebijakan terkait pajak ekspor batu bara guna meningkatkan penerimaan negara, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas tersebut.

Di sektor energi, pemerintah juga mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai langkah efisiensi di tengah tingginya harga minyak. Penugasan tersebut diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera ditindaklanjuti.

Selain itu, pemerintah juga mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema work from home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dari konsumsi normal melalui pengurangan mobilitas.

“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” ungkap Airlangga.

Ia menambahkan bahwa skema WFH tersebut nantinya tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah. Pemerintah saat ini masih mematangkan berbagai kebijakan tersebut dan akan menyampaikan secara lebih rinci kepada publik setelah seluruh konsep final disiapkan. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhub Dudy Pastikan Kelancaran Penyeberangan Lintas Jawa – Sumatera

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung situasi penyeberangan di pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten, pada Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3) dini hari. Menhub Dudy memastikan sarana dan prasarana yang disiapkan mampu melayani lonjakan pergerakan masyarakat yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra.

“Berkat koordinasi yang sangat baik dengan Korlantas Polri dan Polda Banten, perjalanan masyarakat menuju arah Merak terpantau lancar,” papar Menhub, Rabu dini hari (18/3).

Berdasarkan data dari PT ASDP yang dihimpun dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, terpantau lebih dari seratus ribu orang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada tanggal 17 Maret 2026 atau H-4 Lebaran. Adapun rinciannya di Pelabuhan Merak ada 81.016 orang penumpang dan 14.116 unit kendaraan yang menyeberang, sedangkan dari Pelabuhan Ciwandan terdapat 23.305 orang penumpang dan 11.653 unit kendaraan yang menyeberang.

Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri, Kepolisian Daerah Banten, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo serta stakeholder terkait lainnya senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan penyeberangan agar bisa berjalan dengan lancar.

Lebih lanjut Menhub Dudy menambahkan sebanyak tujuh dermaga telah disiapkan di Pelabuhan Merak untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. “Kapal – kapal juga kami siapkan dengan baik sehingga tidak terjadi antrian panjang,” imbuhnya.

Menhub berharap perjalanan mudik masyarakat melalui pelabuhan Merak dan sekitarnya dapat terus berjalan lancar serta selamat sampai tujuan.

Seusai meninjau Pelabuhan Merak, Menhub Dudy menuju Pelabuhan Ciwandan yang diperuntukkan sebagai pelabuhan penyeberangan alternatif bagi pengguna sepeda motor dan truk logistik (golongan 5B dan 6B) selama angkutan lebaran 2026.

Di Pelabuhan Ciwandan, Menhub juga melihat pergerakan penumpang berjalan lancar tanpa terjadi penumpukan.

“Alhamdulillah bisa kita saksikan bahwa semua berjalan lancar. Tadi saudara-saudara kita yg berkendara roda dua bisa dengan cepat kita naikkan ke kapal dan tidak terjadi penumpukan di pelabuhan ini. Begitu juga dengan perjalanan mereka dari rumah ke pelabuhan, sepanjang jalan hingga sampai ke Ciwandan dengan lancar. Ini menunjukkan bahwa pengaturan selama mudik kali ini berjalan baik,” kata Menhub.

Menhub mengapresiasi kerjasama dan kolaborasi yang baik dengan Korlantas Polri, Polda Banten, PT ASDP serta Pelindo sehingga arus mudik di Pelabuhan Ciwandan lancar dan terkendali.

Menhub mengimbau seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik dapat selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi terkini melalui kanal-kanal resmi yang disediakan. “Siapkan juga kondisi fisik dengan baik. Jika kelelahan, kami imbau untuk tidak memaksakan perjalanan dan beristirahat di rest area yang telah tersedia,” lanjut Menhub.

Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Banten Andra Soni, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala Korlantas Polri Agus Suryonugroho, dan Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Arus Mudik Meningkat, Menhub Dudy Pastikan Rekayasa Lalu Lintas Berjalan Efektif

Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Seiring dengan itu, pemerintah mulai mengimplementasikan kebijakan pengendalian arus melalui rekayasa lalu lintas one way lokal Tahap I sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan kendaraan di jalur utama mudik.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau langsung kondisi arus lalu lintas di KM 29 pada Selasa malam (17/3). Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi awal atas penerapan rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan sejak siang hari.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan merupakan bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam menjaga kelancaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan mudik. Ia menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas telah mulai diterapkan sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

“Tadi siang Korlantas Polri telah memberlakukan atau memulai rekayasa lalu lintas one way lokal sepenggal tahap pertama yaitu dari kilometer 70 sampai kilometer 263. Harapannya bahwa dengan pemberlakuan ini maka masyarakat dalam melakukan perjalanan bisa berjalan lancar,” ujar Menhub Dudy.

Menhub menegaskan bahwa pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Ini dilakukan untuk mengantisipasi dan juga sesuai dengan yang termuat di dalam SKB bahwa pada tanggal 17 Maret, dilakukan rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menhub Dudy menambahkan bahwa penerapan kebijakan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Hingga malam hari, arus lalu lintas terpantau dalam kondisi terkendali.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini arus lalu lintas terpantau terkendali dan berjalan lancar,” kata Menhub.

Ia pun berharap kebijakan rekayasa lalu lintas ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Kami mohon doa agar pelaksanaan one way ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Kebijakan rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari manajemen lalu lintas terpadu yang mencakup penerapan contraflow, one way, serta pembatasan operasional angkutan barang. Seluruh kebijakan dijalankan secara fleksibel, adaptif berbasis kondisi lapangan.

Korlantas Polri mencatat bahwa implementasi kebijakan ini memberikan dampak positif, dengan penurunan angka kecelakaan sebesar 15,5 persen dan penurunan fatalitas hingga 38,9 persen.

Sementara itu, Jasa Marga melaporkan hingga sore hari (17/3), sekitar 1,1 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta atau sekitar 32 persen dari total proyeksi, dengan tren yang terus meningkat menuju puncak arus mudik.

Menhub juga kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap pembatasan operasional angkutan barang, khususnya kendaraan sumbu tiga ke atas, guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik.

“Pada kesempatan ini juga saya ingin sekali lagi, mungkin sudah dalam beberapa hari, mengimbau kepada para pengusaha maupun perusahaan yang mengoperasikan kendaraan truk sumbu tiga ke atas agar menghentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu sesuai dengan pembatasan demi menjaga kelancaran maupun keselamatan dari saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanan mudik,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News