Beranda blog Halaman 403

Negara Hadir hingga Pelosok Negeri: Pembangunan Dipercepat dan Kesejahteraan Rakyat Diperkuat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap langkah dan kebijakan pemerintah dalam membangun bangsa senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat. Komitmen tersebut menjadi landasan pemerintah untuk terus hadir dan berpihak kepada masyarakat.

“Seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya menghadapi kesulitan sendiri. Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat,” jelas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/03/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di tanah air, antara lain mencakup percepatan pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan sosial.

“Pemerintah terus memastikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke tingkat paling kecil, di desa, dusun, hingga dukuh. Melalui berbagai program percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, Seskab juga memaparkan sejumlah capaian nyata dari program-program pemerintah yang telah dijalankan selama satu setengah tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam upaya mendukung sektor pendidikan, pemerintah telah membangun 218 jembatan gantung yang diselesaikan dalam kurun waktu 2,5 bulan guna memberikan akses yang aman bagi anak-anak menuju sekolah.

“Sehingga anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sejumlah sekolah dan fasilitas sanitasi di berbagai daerah di tanah air guna menciptakan lingkungan belajar yang layak dan sehat.

“Renovasi lebih dari 16.000 sekolah dan toilet dalam satu tahun pertama pemerintahan, guna menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, sehat, dan aman bagi para siswa di berbagai daerah,” imbuhnya.

Tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas fisik untuk membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman, Seskab menuturkan bahwa pemerintah juga berupaya membangun lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak melalui implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).

Selain itu, pemerintah juga secara berkelanjutan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya melalui program “Gentengisasi” serta berbagai upaya pemberdayaan masyarakat.

“Program ‘Gentengisasi’ sebagai upaya memperkuat pelaku UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Panen raya udang di lahan seluas 200 hektare yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan di Nusakambangan dan Kendal sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan produktif,” pungkasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga hadir dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat melalui berbagai dukungan, salah satunya di Aceh.

“Penguatan kehidupan sosial dan keagamaan, antara lain melalui penyaluran 70.000 Al-Qur’an serta dukungan 3.000 ekor sapi untuk tradisi Meugang di Aceh,” ungkap Seskab. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Ajak Kabinet Tunjukkan Teladan Kesederhanaan dan Jaga Perputaran Ekonomi Jelang Idulfitri

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk memberikan teladan kesederhanaan kepada masyarakat menjelang Idulfitri. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jumat (13/02/2026).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan kepada masyarakat yang akan melaksanakan tradisi mudik. Kepala Negara berharap seluruh masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tetap menjaga keselamatan selama berada di kampung halaman.

“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo turut mengingatkan jajarannya agar merayakan Idulfitri secara sederhana. Menurut Kepala Negara, kegiatan seperti open house sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan agar pemerintah dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti,” imbuh Kepala Negara.

Presiden juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional seolah berada dalam keadaan buruk. Kepala Negara menilai bahwa berbagai indikator menunjukkan ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat.

Menutup pengantarnya, Presiden Prabowo kembali mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga menjelang perayaan Idulfitri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Ingatkan Dampak Konflik Global, Siapkan Langkah Proaktif dan Efisiensi Nasional

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah agar tetap waspada menghadapi dinamika global yang berkembang saat ini. Kepala Negara menegaskan bahwa meskipun Indonesia berada dalam kondisi relatif aman, pemerintah tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi nasional.

“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/03/2026).

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa sudah banyak negara yang melakukan langkah-langkah dalam menghadapi kondisi global saat ini. Kepala Negara meminta jajarannya untuk melakukan kajian lebih lanjut perihal efisiensi ini.

“Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid-19. Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah,” imbuh Kepala Negara.

“Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2 sampai 3 tahun kita akan sangat kuat. Tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga berharap pemerintah di bawah kepemimpinannya akan selalu menjaga agar defisit keuangan tidak bertambah di tengah situasi saat ini.

“Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita harus balance budget itu paling ideal dan itu saya kira kita bisa lakukan,” imbuh Kepala Negara.

Terkait cadangan BBM, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah sudah memiliki sejumlah rencana terkait akselerasi ketersediaan BBM. Presiden Prabowo mengingatkan jajarannya untuk terus melakukan langkah-langkah yang proaktif dalam mengantisipasi situasi saat ini seperti melakukan penghematan konsumsi BBM.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman. Tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Presiden Prabowo.

Menutup arahannya dalam Sidang Kabinet Paripurna menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat dengan mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok maupun golongan. Kepala Negara menegaskan bahwa kesetiaan kepada bangsa harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemerintah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Siapkan Mudik Lebaran 2026, Diperkirakan 143,9 Juta Orang Akan Bepergian

Pemerintah terus sempurnakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Idulfiri 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan mulai dari penyediaan sarana transportasi hingga pengamanan terpadu melalui Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan ratusan ribu personel gabungan.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengungkapkan hasil survei pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia.

“Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/03/2026).

Dari sisi moda transportasi, Dudy menyampaikan bahwa mobil pribadi diprediksi masih menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pemudik, disusul sepeda motor dan bus.

“Prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan lebaran 2026 yaitu Bandara Soekarno-Hatta, lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, dan Stasiun Pasar Senen, serta terminal Pulogebang,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Menhub menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai moda transportasi yang terdiri atas 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat udara, serta 3.687 unit sarana kereta api. Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan program mudik gratis melalui moda transportasi darat, laut, dan kereta api yang ditargetkan melayani 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor.

“Program mudik gratis kami juga berikan untuk daerah pascabencana di Sumatera meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengamanan mudik tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Ketupat 2026 dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Operasi tersebut, menurut Kapolri, melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi dengan kepolisian sebagai penanggung jawab operasi.

“Tentunya target kita adalah mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat di tahun 2025 kemarin, di mana 90,9 persen masyarakat puas dengan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan perjalanan di masa libur 2025. Oleh karena itu, target kami, target kita semua adalah bagaimana mempertahankan ataupun meningkatkan,” tandasnya. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Stok Beras Nasional Tertinggi dalam Sejarah, Presiden Pastikan Ketahanan Pangan Indonesia Aman

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa ketersediaan stok pangan nasional, khususnya beras, berada dalam kondisi sangat baik. Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026).

Dalam laporannya, Mentan menyampaikan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. Capaian tersebut bahkan menjadi yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.

“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” ujar Andi Amran.

Mentan juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perkembangan positif di sektor komoditas strategis lainnya, salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah/crude palm oil (CPO) yang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan tersebut turut memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.

“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi alhamdulillah naik,” ungkapnya.

Di sisi lain, kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Mentan menyebut bahwa produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” kata Amran.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk yang turut meningkatkan kesejahteraan petani. “Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat. Presiden juga menekankan pentingnya terus mencermati seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat.

“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Protein, saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan, perikanan darat, dan perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap,” tutur Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Tegaskan Cadangan Bahan Bakar Nasional Tetap Aman Jelang Idulfitri

Pemerintah pastikan cadangan energi nasional tetap aman, utamanya menjelang Idulfitri. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026).

“Jadi kami laporkan Bapak, untuk menyangkut dengan BBM, baik crude, LPG, maupun minyak jadi, untuk menjelang hari raya dan ke depan, insyaallah, bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” tegas Bahlil.

Terkait bahan bakar minyak (BBM), Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini masih berada di atas batas minimal cadangan nasional. Hal tersebut mencakup berbagai jenis BBM seperti RON 90, RON 92, RON 98, hingga solar dan avtur yang dinilai masih aman dalam beberapa waktu ke depan.

Meskipun demikian, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kedaulatan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pencampuran biodiesel serta pengembangan kilang minyak dalam negeri.

“Jadi RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu kita, Pak. Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta ton, sama BBM solar 3,5 juta,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pengembangan refinery dan kilang dalam negeri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Yang pada akhirnya kemudian nanti kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude, dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor,” ujarnya.

Sementara itu, terkait persediaan LPG, Bahlil menuturkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk melalui diversifikasi negara pemasok LPG.

“Jadi total LPG kita dari 100 persen, dari 7,6 juta impor, itu 70 persen kita ambil dari Amerika, 20 persen dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia. Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain,” jelasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkeu Optimis Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan ekonomi nasional pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026). Dalam laporannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional meskipun dunia tengah menghadapi ketidakpastian dan dinamika global yang bergejolak.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa sejumlah indikator menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang tetap kuat, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Menurut Menkeu, fondasi perekonomian nasional berada dalam kondisi sehat dan menunjukkan tren percepatan.

“Sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik. Kalau kita lihat dari purchasing managers index, di bulan Februari itu levelnya 53,8, tertinggi dalam berapa tahun terakhir. Jadi, betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur,” lapor Menkeu.

Dari sisi stabilitas harga, Menkeu menegaskan bahwa tekanan inflasi masih terkendali. Angka inflasi yang terlihat tinggi secara nominal dipengaruhi oleh faktor teknis terkait subsidi listrik pada periode sebelumnya.

“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari, Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” jelasnya.

Optimisme terhadap perekonomian juga tercermin dari meningkatnya berbagai indikator aktivitas ekonomi. Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa perekonomian nasional berada pada jalur akselerasi.

“Keadaan umum lagi ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang daya beli masyarakat membaik dan yang sebelah kanan saya ulang lagi purchasing managers index itu sekarang 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Pak. Jadi supply, demand semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari. Saya yakin ke depannya akan membaik terus,” katanya.

Dalam konteks global, Menkeu mengakui bahwa dinamika ekonomi dunia memang menimbulkan volatilitas di berbagai negara. Namun demikian, ketahanan ekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Terima Laporan Kondisi Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Pastikan Stabil di Tengah Dinamika Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026). Dalam laporannya, Airlangga menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi yang relatif kuat dan stabil.

Airlangga menjelaskan bahwa konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut terlihat dari kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tetap tinggi.

“Pertama, kami dapat sampaikan bahwa dari segi ekonomi makro, konsumsi domestik baik, kuat 54 persen dari PDB dan Mandiri Spending Index-nya di angka 360,7,” ujar Airlangga dalam laporannya.

Selain itu, Airlangga juga melaporkan bahwa rasio utang luar negeri Indonesia masih berada pada tingkat yang relatif rendah dibandingkan banyak negara lain di dunia. Ia menyebut bahwa rasio utang luar negeri terhadap PDB masih berada di bawah 30 persen.

“Utang luar negeri masih rendah 29,9 persen dari PDB per hari ini, Pak. Di bawah 30 persen, kondisi per hari ini, Pak,” jelas Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, cadangan devisa saat ini mencapai lebih dari 150 miliar dolar Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa kinerja perdagangan luar negeri Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, dan tembaga dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Kemudian kita ada national hedging, Pak, dari ekspor komoditas yang naik, yaitu batubara, karet, nikel, tembaga ini kemungkinan biasanya naik, Pak. Sehingga dari ekspor kita di komoditas ini 47 bilion USD dibandingkan dengan defisit migas yang 19,5. Jadi itu secara natural saling mengkompensasi,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyoroti meningkatnya penggunaan skema local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan internasional Indonesia dengan sejumlah negara mitra. Menurutnya, langkah ini dapat membantu mengurangi tekanan terhadap penggunaan dolar Amerika Serikat.

“Kemudian sinergi kuat dengan BI dan juga terjadi peningkatan local currency settlement, Pak, dengan negara-negara Malaysia, Thailand, Jepang, China, yang jumlahnya naik 25,56 miliar, Pak. Dibandingkan tahun lalu hanya 12,9,” kata Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menjelaskan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan berbagai program belanja untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk bantuan pangan dan pembayaran tunjangan hari raya (THR).

“Kemudian APBN berfungsi sebagai shock absorber dan bantuan untuk pangan 11,92 triliun dan juga THR sekitar 40 triliun, Pak, tahun ini, yang dari pemerintah,” ujar Airlangga.

Sementara itu, dari sisi penerimaan negara, Airlangga melaporkan bahwa kinerja pendapatan pajak hingga awal tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia juga memperkirakan bahwa tren positif tersebut akan berlanjut pada bulan Maret, seiring dengan periode pelaporan pajak yang biasanya meningkat pada bulan tersebut.

“Bulan Maret diperkirakan juga lebih tinggi karena seluruhnya kan mesti lapor di bulan Maret, Pak,” tambahnya.

Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih Serahkan Zakat di Istana Negara

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam sebuah acara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026). Penyerahan zakat tersebut menjadi bagian dari komitmen Kepala Negara dalam menunaikan kewajiban sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat secara nasional.

Setibanya di Istana Negara, Presiden Prabowo menuju salah satu konter zakat dan duduk di meja layanan yang telah disediakan. Di hadapan Ketua Baznas Dikdik Sodik Mudjahid, Kepala Negara menyerahkan zakatnya dan melaksanakan proses ijab kabul pembayaran zakat. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan doa yang juga dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Dikdik Sodik Mudjahid.

Dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna usai pembayaran zakat, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional serta lembaga-lembaga ekonomi keagamaan dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat di Indonesia. Kepala Negara menilai bahwa pengelolaan zakat yang terkoordinasi dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan bagi bangsa.

“Saudara-saudara, kita juga hari ini telah secara memberi contoh dengan kita memberi zakat, dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari Badan Zakat Nasional. Badan Zakat Nasional ini dan semua lembaga-lembaga keuangan, lembaga-lembaga ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, harus kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, kembali lagi secara efisien dan efektif,” ujar Presiden.

Sementara itu, Ketua Baznas Dikdik Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan oleh Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran Kabinet Merah Putih dalam menunaikan zakat melalui Baznas. Menurutnya, dukungan para pemimpin nasional memiliki dampak besar dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat.

“Alhamdulillah hari ini, hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran Baznas menerima secara simbolik pembayaran zakat Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, dan seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan poin yang luar biasa. Selain tentu saja penerimaan kami bertambah, yang lebih penting adalah dukungan moril bagaimana para tokoh dan para pejabat memberikan zakatnya dan memberikannya kepada Baznas,” tutur Ketua Baznas.

Penyerahan zakat tersebut turut diikuti oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para Menteri Kabinet Merah Putih, serta para pimpinan lembaga negara yang hadir dan secara bergantian menunaikan zakat melalui Baznas. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan.

Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap pengelolaan zakat nasional semakin optimal sehingga mampu menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Krisis Global Mempercepat Lompatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa situasi krisis global justru mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama dalam upaya mencapai swasembada pangan dan energi. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/3036).

Presiden Prabowo menilai kondisi global saat ini memaksa pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah strategis yang sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Presiden menegaskan bahwa berbagai tantangan yang muncul justru menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi nasional.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah telah lama menyadari pentingnya pengalihan menuju energi terbarukan serta pemanfaatan sumber energi yang berasal dari dalam negeri. Menurut Presiden, kondisi saat ini mendorong upaya tersebut dilakukan dengan lebih cepat dan intensif.

“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat. Jadi ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, termasuk bahan bakar nabati yang berasal dari komoditas pertanian. Presiden menuturkan, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lainnya, seperti panas bumi dan tenaga air.

“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,” tutur Presiden.

Dalam rencana tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Presiden menyebut kebutuhan lahan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu hektare yang sebagian potensinya telah teridentifikasi.

“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya, yang rencananya kita akan melakukan 100 gigawatt yang kita targetkan harus selesai dalam 2 tahun yang akan datang ini. 100 gigawatt itu adalah 100 ribu megawatt. Berarti kita butuh secara garis besar 100 ribu hektare,” kata Presiden.

Selain pengembangan energi terbarukan, Presiden juga menyampaikan adanya sejumlah penemuan sumber gas baru yang memperkuat prospek ketahanan energi nasional. Presiden pun menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kekuatan sumber daya yang cukup besar untuk menghadapi berbagai tantangan energi dalam waktu dekat.

“Kita juga menemukan ladang gas yang besar di Andaman yang sudah diketemukan dan akan dikerjakan dalam waktu singkat oleh Mubadala. Kita juga sebentar lagi akan membuka ladang Masela, juga ladang gas yang sangat-sangat besar,” ujar Presiden.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Presiden Prabowo optimistis bahwa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkuat fondasi kemandirian nasional di sektor pangan dan energi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News