Senin, Desember 1, 2025
Beranda blog Halaman 4264

Hadirkan Kemudahan Dalam Layanan Online, Lampu Philips Senantiasa Dekat Dengan Konsumen Di Masa Pandemik

Pandemik Covid-19 tidak membuat lampu Philips dan konsumen semakin berjarak. Justru Philips semakin dekat dan semakin memahami konsumen dengan memudahkan mereka mencari informasi dan membeli produk lampu Philips secara online. 

Situasi tidak menguntungkan sedang dialami oleh pelaku brand sekarang. Kebijakan untuk social distancing sangat memengaruhi penjualan dan omzet bagi produsen. Namun walau begitu masih banyak pelaku brand yang terus menjaga layanan terhadap konsumen.

Salah satunya adalah produsen lampu besar Philips. Gerakan social distancing membuat beberapa perusahaan mewajibkan pegawainya bekerja dari rumah atau istilahnya ‘work from home’ (WFH). Dengan begitu membuat banyak orang sekarang mengandalkan smartphone atau laptop dan internet untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Melilhat keadaan tersebut Philips melalui Head of Integrated Marketing & Communications Signify Indonesia, Lea Kartika Indra menyebutkan justru keadaan ini menuntut perusahaan untuk lebih bisa memahami konsumen.

“Kami mendukung kegiatan WFH dengan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh informasi dan melakukan transaksi pembelian produk di berbagai platform e-commerce,” jelasnya.

Selain itu untuk menjaga market tetap berkesinambungan, Signify juga melakukan inovasi produk, terutama inovasi yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen.

Keadaan sekarang yang hectic dapat membuat konsumen cepat panik dan merasa lebih tertekan, dilihatnya bisa di bantu dengan kehadiran pencahayaan yang tepat. Pencahayaan yang tepat dirumah bisa menghibur dan meningkatkan wellbeing penghuni dengan menciptakan berbagai nuansa yang mendukung suasana santai atau saat butuh berkonsentrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas.

Kecanggihan tersebut dihadirkan dalam produk terbaru Philips Wi-Fi LED. Produk tersebut adalah rangkaian baru pencahayaan berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat menyesuaikan warna dan intensitas pencahayaan sesuai aktifitas seperti belajar, memasak, membaca, bekerja, menonton TV, dll.

 

“Produk kami, tidak hanya tepat untuk dirumah tapi juga penting untuk mendukung kegiatan di pabrik, pusat logistik, rumah sakit dan fasilitas umum, membantu masyarakat di masa sulit ini dengan membuat mood mereka tetap terjaga, mempercepat pemulihan kesehatan, menjauhkan stress yang bisa menurunkan imunitas tubuh, menghindarkan resiko kecelakaan kerja, dan meningkatkan rasa aman,” ujarnya.

Selain dari produk, Philips juga semakin meningkatkan kualitas layanannya. Walaupun sebelum ini layanan excellent sudah dihadirkan namun mengingat situasi sekarang, layanan ekstra pun diberikan.

Lea memberi contoh, kini semua produk ditambahkan sticker pada kemasan yang berisi informasi produk Philips sudah dikemas sesuai prosedur dan standar higienis yang berlaku. Sticker tersebut juga memberikan himbauan bagi konsumen agar senantiasa menjaga kebersihan dengan segera mencuci tangan setelah menerima paket produk kami.

Philips juga berkontribusi dalam melawan Covid-19 dengan segera menghadirkan program CSR dan donasi untuk membantu rumah sakit dan layanan kesehatan dengan produk pencahayaan yang dibutuhkan seperti produk lampu UV-C.

Lampu UV-C memang tidak boleh digunakan sembarangan, namun begitu menurutnya lampu UV-C sangat efektif.

“Produk lampu UV-C dapat menetralkan dan memusnahkan virus. Penggunaannya tergolong mudah dan tidak perlu energi besar dan tempat luas”, jelasnya.

Kegiatan produksi, inovasi dan layanan yang tetap dilakukan Philips tersebut menunjukkan mereka tidak berhenti dan menjauh dari konsumen karena pandemik. Kesulitan sekarang harus dihadapi bersama sesuai dengan kemampuan dan kapasitas brand tersebut.

PT Sasa Inti Hadir Untuk Masyarakat Indonesia Dalam Menanggulangi Covid-19

Jakarta, 31 Maret 2020 – Seiring dengan peningkatan jumlah kasus positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Indonesia yang sudah merebak sejak Februari 2020, PT Sasa Inti, sebagai salah satu perusahaan produsen bumbu penyedap rasa dengan eksistensi yang cukup mumpuni di Indonesia, turut mengambil andil dalam upaya melawan serta mencegah penyebaran COVID-19 guna mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi wabah ini.

PT Sasa Inti menerapkan langkah-langah yang berfokus untuk membantu kehidupan dan penghidupan berbagai pihak, mulai konsumen, para pelanggan dan komunitasnya, dan juga seluruh karyawan perusahaan. 

Beberapa dukungan yang telah diberikan PT Sasa Inti dalam menanggulangi wabah COVID19 sebagai wujud peduli kepada masyarakat di sekitar pabrik dan kantor, seperti membagikan ribuan paket sabun cuci tangan untuk dibagikan kepada masyarakat desa di sekitar pabrik Gending dan Cikarang serta kepada para pengemudi ojek online di Jakarta.

PT Sasa Inti juga turut menyampaikan kepeduliannya kepada tenaga medis yang bertugas di lapangan dengan bergabung di beberapa rumah sakit dan membagikan lunchbox makanan yang terdiri dari ragam masakan dari kreasi produk Sasa bersama dengan para alumni Universitas Katolik Atma Jaya.

 

Selain itu, PT Sasa Inti juga turut membagikan sembako kebutuhan pokok yang disalurkan melalui Yayasan MNC Peduli dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam menanggapi wabah ini, Rudolf Tjandra selaku sebagai Presiden Direktur PT Sasa Inti menyatakan, “Daripada memikirkan berita buruk terkait COVID-19 atau bahkan hoax tentang ini, lebih baik memikirkan hal yang positif, setidaknya melalui pandemi ini kita bisa melihat betapa banyak orang baik di sekitar kita yang tergerak untuk menolong sesama dan memberikan bantuan baik berupa uang, tenaga, waktu dan pikiran untuk membantu sesama yang sakit. Melalui bencana ini juga, kita jadi lebih bisa menghargai kebersamaan dengan keluarga, lebih bisa menahan diri untuk berdiam di rumah, lebih mengenal diri sendiri dan lebih banyak melakukan kegiatan positif saat melakukan ‘social distancing’”.

Dalam mendukung aksi ‘social distancing’, PT Sasa Inti juga telah menyiapkan 23 macam menu simpel, murah, serta bergizi untuk ditayangkan di layar televisi, akun Instagram @kreasisasa, dsb, agar dapat dinikmati di rumah selama ‘social distancing’ sehingga konsumen tetap dapat dengan nyaman menjalankan aktivitas sehat dan selalu menjaga kesehatan melalui nutrisi tubuh yang seimbang.

“Shaca” yang hadir dalam media sosial Sasa juga selalu siap melayani pertanyaan di saat kita harus menjaga jarak aman dengan orang lain melalui ‘social distancing’.  

Sementara itu, untuk melindungi seluruh karyawan beserta keluarganya, PT Sasa Inti telah melakukan langkah-langkah preventif yang lebih tegas. Salah satunya adalah pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah (Work-from-Home / WFH) bagi para karyawan yang berbasis di kantor pusat, membagikan masker kepada para karyawan, serta memberikan izin kepada karyawan yang sakit untuk segera beristirahat di rumah. Bagi karyawan pabrik dan lapangan yang masih bekerja, perusahaan menerapkan standar keamanan yang lebih tinggi, melalui kegiatan pencegahan seperti pembagian vitamin dan air jahe untuk karyawan setiap hari, pembersihan ruangan kerja, musholla, penyemprotan lingkungan sekitar pabrik dengan disinfektan, serta menyediakan tenaga ahli medis agar dapat bertanya-jawab pada ahli informan terkait COVID-19 melalui live streaming dari media sosial yang dimiliki Sasa. Selain itu, PT Sasa Inti juga saling bahu-membahu membantu tim sales dan pabrik agar kegiatan produksi pun tetap berjalan, yakni dengan menciptakan konten yang menarik untuk saling posting di media sosial masing-masing, serta media untuk berjualan via online, dalam hal ini setiap karyawan adalah ‘sales’ untuk produk Sasa.

Dalam situasi tidak menentu saat ini, PT Sasa Inti juga tetap mengajak para karyawan untuk tetap penuh semangat, optimis, tidak putus harapan di tengah pandemi ini, melainkan untuk terus produktif dengan menciptakan peluang ide kreatif di bidang kerja masing-masing. PT Sasa Inti juga membantu untuk menciptakan peluang kerja bagi saudara-saudara yang harus kehilangan pekerjaan sebagai salah satu dampak dari wabah ini. PT Sasa Inti yakin masyarakat Indonesia pasti bisa melewati masa sulit ini dengan saling menjaga kebersamaan.

 

Bisnis Gadai Meningkat di Masa Pandemi

Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) mengatakan bisnis gadai terpantau meningkat selama masa penyebaran virus corona (covid-19). Peningkatan khususnya terjadi pada gadai swasta untuk objek gadai barang elektronik, seperti handphone, laptop, dan televisi.

Sekretaris PPGI Holilur Rohman menengarai kenaikan tersebut dipicu kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.

“Masyarakat membutuhkan fresh money (uang tunai) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama bagi mereka yang penghasilan menengah ke bawah atau harian,” ujarnya, Senin (13/4).

Meski tak mengantongi angka pasti, ia menuturkan rata-rata kenaikan gadai elektronik di perusahaan gadai swasta di atas 15 persen pada Maret lalu.

Kondisi tersebut membuat penumpukan nasabah di beberapa cabang gadai karena beberapa perusahaan mengurangi operasional. Beruntungnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melonggarkan operasional jasa keuangan sehingga beberapa perusahaan menambah operasional cabang.

Selain itu, lanjutnya, barang gadai menumpuk di gudang perusahaan gadai swasta. Fenomena ini disebabkan nasabah tidak menebus barang gadai yang jatuh tempo karena kesulitan finansial.

Hal ini juga memberikan dampak negatif bagi perusahaan gadai lantaran mereka terpaksa menurunkan harga jual barang di pasar dari harga semula. Ia mengaku perusahaan gadai kini berhati-hati dalam menaksir harga barang karena animo pasar terhadap barang gadai menurun di tengah pandemi.

“Yang penting mereka (perusahaan gadai) menaksir harga lebih rendah dari kondisi normal untuk mitigasi risiko kalau kemungkinan terburuknya barang tidak diambil kembali,” tuturnya.

Meski terjadi peningkatan gadai, ia mengatakan perusahaan gadai menghadapi tantangan dari sisi arus kas khususnya gadai swasta. Sebab, mereka memiliki keterbatasan modal lantaran mengandalkan pendanaan secara mandiri. Karenanya, asosiasi mendorong perusahaan gadai swasta untuk meningkatkan permodalan dengan mencari pinjaman investor.

“Katakanlah misalnya dana Rp500 juta, kalau dana habis sudah diam, kalau ada investor atau kreditur baru mereka bisa berkembang. Itu yang kami pacu untuk bisa mencari investor atau kreditur baru,” katanya.

Di satu sisi, sejumlah nasabah mengajukan keringanan angsuran seperti yang diatur oleh OJK. Akan tetapi, menurut Holil, keringanan bisnis gadai tak dapat disamakan dengan jasa keuangan lainnya karena jangka waktu kredit gadai cenderung lebih pendek yakni dua hingga tiga bulan. Sementara ini, perusahaan gadai memberikan keringanan sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan seperti memperpanjang jatuh tempo dan menghapus denda.

Postingan Edukasi dan Wastafel Portabel Cara GRAHAEXCEL Lawan Corona

GRAHAEXCEL ikut aktif berperan serta dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk melawan corona. Kegiatan CSR dalam membangun wastafel portable dan juga membuat postingan edukasi terkait Kesehatan adalah bentuk nyata perlawanan GRAHAEXCEL terhadap corona.

Dampak dari Virus Corona tidak pandang bulu semua industri dari besar,sedang dan kecil ikut terkena dan terpengaruhi bisnisnya. Pelaku brand kini harus melawan musuh yang tidak terlihat tersebut dengan memutar otak lebih keras lagi.

Termasuk yang terdampak dari virus ini adalah PT. Grahaexcel Plastindo. Sebagai produsen tangki air, perubahan harus dilakukan mengingat GRAHAEXCEL bermain di segmen B2B.

Eme Pepayosha Gurusinga Marketing Communication Specialist menyebutkan perubahan harus dilakukan untuk bisa melayani konsumen secara aman. Seluruh order tangki air yang masuk dilakukan secara online, untuk konsumen yang memerlukan satuan langsung di arahkan ke toko bangunan paling dekat dengan kediaman nya. Agar pengiriman dapat dilakukan secara tepat waktu dan aman.

“Kami juga menghimbau agar kandidat konsumen menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki wilayah interview”, jelasnya.

Selain terkait penjualan, komunikasi yang dijalin kepada konsumen juga dilakukan melalui digital atau online. Media sosial menjadi corong komunikasi untuk memberikan edukasi dan mempererat kedekatan dengan konsumen.

“Kami terus menghimbau Sobat EXCEL untuk #bersamamelawancorona dalam berbagai bentuk Postingan Edukasi seperti Video instagram, Instafeed, sampai Instastory dengan Quantity yang diseimbangkan dengan Postingan inti”, jelasnya.

Untuk engagement, beragam campaign dilakukan GRAHAEXCEL dengan menggunakan tema kesehatan. Pertama adalah campaign “Sehat Bersama Excel” yang berisi konten video tutorial mengenai pembuatan jamu-jamuan, hand sanitizer dan Gerakan olahraga.

Kedua adalah “Produktif Bersama Excel” yang berisi konten video mengenai supaya tetap bisa produktif bagi perusahaan walau kerja di rumah. Yang terakhir adalah mempublikasi Gerakan mengurangi penyebaran Corona di daerah yang diwujudkan dalam bentuk wastafel portable atau darurat.

Untuk yang poin terakhir, merupakan bagian dari kegiatan CSR yang dilakukan Tangki air Excel. Program tersebut adalah program untuk pengadaan movable hand washer atau wastafel portable dibeberapa daerah-daerah seperti Batam, Pangkal Pinang, Universitas Indonesia dan Bogor.

“Kegiatan CSR tersebut untuk membuat wastafel portable dilakukan dengan mengandeng serta instansi-instansi non-profit dan pemerintah”, ucapnya.

Pemanfaatan teknologi digital dan kegiatan CSR tersebut dilakukan GRAHAEXCEL selain sebagai bentuk kostumer engagement juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi ini.

Strategi Brand Pasarkan Produk di Tengah Pandemi Virus Corona

JAKARTA, 13 APRIL 2020 – Dampak wabah virus corona atau covid-19 sangat terasa di aspek bisnis dan ekonomi. Dalam waktu yang cukup singkat, pola pemasaran pun berubah terlebih ketika diberlakukan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemasar harus putar otak, untuk bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen, sebagai strategi brand bertahan ditengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis optimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya.

Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo menyebut, dampak dari bencana wabah virus corona, memukul banyak sektor bisnis di Indonesia. Beberapa sektor bisnis yang berpotensi mengalami penurunan penjualan seperti bengkel, restoran, salon, spa, properti, mice, tour & travel, hotel, transportasi, penerbangan, mall, fashion dan beberapa sektor bisnis lainnya.

Meski begitu, menurut Tri, ada beberapa sektor bisnis yang berpotensi stabil dan mengalami kenaikan seperti produk kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi, e-commerce, minimarket, toko sembako, apotek, toko jamu, provider internet, jasa penyedia video conference, aplikasi belajar dari rumah, dan lainnya.

“Melihat permasalah tersebut, para pelaku brand harus menyikapinya dengan cepat dan tepat untuk merubah strategi penjualannya. Sehingga diharpakan tidak terjadi drop penjualan yang signifikan saat diberlakukannya social distancing,” kata Tri yang juga menjabat sebagai Chairman Komunitas Indonesia Brand Network (IBN).

Untuk tetap dapat bertahan di tengah pandemi ini, lanjut Tri, para pelaku brand harus bisa mensiasatinya. Mulai dari fokus ke pemasaran digital melalui website yang dijadikan e-commerce, social media, search engine, penjualan melalui marketplace dan bentuk tim reseller untuk menjual produknya.

“Karena yang saya lihat, ditengah pandemi virus corona ini ada ancaman sekaligus peluang. Bagi pemasar, tentunya harus dapat menangkap peluang ini menjadi hal yang mutlak,” jelasnya.

Terlebih, kata Tri, saat ini korban PHK atas dampak pandemi ini sudah mencapai lebih dari satu juta orang. Solusinya bagi korban PHK adalah dengan mencari alternatif lain dengan menjadi reseller atau penjual dari produk-produk yang dibutuhkan saat masa pandemi ini.

Sementara bagi pemasar, lanjut Tri, mereka dapat melakukan aksi sosial dengan membuka pola peluang usaha seperti membuka kerjasama reseller, dropship atau lainnya untuk menjual produknya secara masif kepada masyarakat.

“Dalam masa pandemi virus corona ini, pemasar harus cepat beradaptasi seiring dengan diberlakukannya social distancing. Karena sudah pasti sangat mempengaruhi perubahan besar dalam tren perilaku konsumen dalam berbelanja,” papar Tri yang juga sebagai pengamat brand.

Pemerintah sendiri telah menetapkan masa bencana darurat covid-19 hingga 29 Mei 2020 mendatang. Tentunya, para pemasar perlu menyikapinya dengan membuat strategi yang tepat, baik saat masa pandemi berlangsung maupun setelah pandemi berakhir.

Dalam hal ini, Tri pun memaparkan strategi brand dalam memasarkan produk di tengah wabah covid-19. Apa saja?

Produk elektronik misalnya. Mereka dapat membuka layanan belanja dari rumah. Begitu juga bisnis ritel yang menurut Tri dapat membuka layanan pesan delivery untuk dioptimalkan. Bahkan, ada perusahaan kosmetik yang meluncurkan produk hand sanitizer dan langsung dipasarkan secara nasional melalui jaringan ritel modern dan marketplace.

“Kalau pemain kuliner saat ini mulai beralih membuat produk ready to eat, ready to cook dan ready to drink serta frozen food yang dipasarkan melalui konsep pesan antar, konsep reseller dan penjualan melalui marketplace,” kata Tri.

Sementara untuk bisnis pendidikan, lanjut Tri, kini telah membuat layanan belajar dari rumah. Dimana siswa diberi akses untuk belajar dari rumah melalui aplikasi yang memudahkan siswa dalam belajar. Begitu juga dengan bisnis bengkel yang kini mulai mengembangkan layanan bengkel di rumah.

Untuk bisnis training, kini bisa langsung beradaptasi dengan membuat pelatihan atau webinar yang bisa diakses melalui aplikasi video conference. Dan beberapa brand hotel kini telah merubah fasilitas kamar hotel sebagai tempat istirahat bagi para tenaga medis dan lain sebagainya.

“Di tengah pandemi ini, tentunya para pelaku brand harus bijak dalam mengalokasikan dana campaign-nya. Dimana kreatifitas saat branding itu mutlak harus dilakukan, terlebih disaat work from home seperti ini. Kegiatan branding yang dilakukan pun beragam, mulai dari kegiatan CSR terkait pandemik virus corona, campaign belanja dari rumah, branding melalui media online, media sosial, website official, membuat online festival dengan memberikan diskon khusus dan lainnya,” ungkap Tri.

“Untuk mensukseskan program pemasaran di masa corona ini, principal wajib melakukan koordinasi secara intens dengan distributor, agen dan jaringan penjualan ritelnya. Hal ini dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan,” pungkas Tri.

8.763 Orang Mendaftar Sebagai Relawan Covid-19

Suarapemerintah.id – Ketua Relawan COVID-19 Andre Rahadian mengungkapkan sudah ada 8.763 relawan yang terdaftar. Angka ini tercatat hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 5 sore kemarin. Jumlah ini terdiri dari 1.901 relawan medis (22 persen) dan 6.862 relawan non medis (78 persen).”Data ini hanya data yang terdaftar melalui Gugus Tugas dan akan digabungkan dengan memasukkan data relawan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan sekitar empat ribu orang dan juga relawan yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekitar 15 ribu orang,” kata Andre dalam konferensi persnya di Jakarta pada Senin (30/3/2020). Andre menambahkan, saat ini yang prioritas pemanggilan dan pengerahan dari relawan adalah untuk relawan medis yang akan dikumpulkan dalam kegiatan yang dibuat oleh BPPSDM (Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) Kesehatan.”Di mana akan melakukan proses training, sertifikasi, dan akan memulai tugas saat ada permintaan dari rumah sakit-rumah sakit, baik rumah sakit rujukan maupun rumah sakit darurat yang diadakan di seluruh Indonesia,” ujarnya. Relawan non-medis akan menjadi prioritas berikutnya dan terkait dengan pengelolaan rumah sakit dan distribusi logistik, yang akan segera diaktifkan bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pemprov DKI Siapkan 2 TPU Khusus Corona

Suarapemerintah.id – Meningkatnya jumlah korban meninggal karena Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menyediakan lahan pemakaman khusus. Ada 2 tempat pemakaman umum (TPU) untuk menguburkan pasien corona yang meninggal dunia.

“Ada dua tempat, yaitu di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, dan TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur,” ujar Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan dan Hutan kota DKI Jakarta, Siti Hasni, melalui pesan singkat, Jumat (27/3).

Pemprov Jakarta memilih kedua TPU itu karena lahannya masih luas. Lahan yang sudah disediakan nantinya dibagi menjadi tiga kriteria.

“Ada 3 kriteria, warga Jakarta yang meninggal di Jakarta, warga Jakarta yang meninggal di luar Jakarta, dan warga luar Jakarta meninggal di Jakarta,” kata Siti.

Ia kemudian berkata, “Semuanya (pasien) corona akan lebih dulu diarahkan untuk dimakamkan di dua tempat itu.”

Berdasarkan data terbaru pada Kamis (26/3), dinas kesehatan DKI Jakarta mencatat 459 kasus positif, 48 di antaranya meninggal dunia.

Secara keseluruhan, di Indonesia tercatat 1.046 kasus infeksi virus corona, 87 di antaranya meninggal dunia dan 46 lainnya sembuh.

Tak Bisa Dihindari, Jokowi Beri Lampu Hijau Pelebaran Defisit APBN

Suarapemerintah.id – Wabah Covid-19 tidak hanya meluluhlantakkan pasar finansial. Wabah Covid-19 juga turut memberikan dampak negatif terhadap perekonomian dalam negeri. Tekanan pada perekonomian Indonesia membuat pemerintah bersiap merevisi total struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, termasuk membuka opsi pelebaran defisit menjadi di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan lampu hijau pelebaran batasan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai dampak virus corona (Covid-19). Dalam pasal 17 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit APBN tidak boleh melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual pada Kamis (26/3) malam. Bendahara negara mengikuti KTT virtual mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami juga sudah bertemu dengan DPR untuk sampaikan apabila defisit di atas 3 persen, maka kami akan melakukan relaksasi dalam batasan defisit,” ujarnya dalam video conference, Kamis (26/3) malam.

Untuk diketahui, defisit anggaran terjadi apabila pos belanja lebih besar dari pendapatan negara. Sebagai langkah penanggulangan virus corona, pemerintah dituntut untuk mengeluarkan dana besar-besaran.

Tak hanya penanggulangan virus corona, pemerintah juga harus menggelontorkan insentif bagi pelaku usaha maupun warga terdampak. Tak ayal, defisit pun diprediksi lebar.

Bahkan, sebelumnya bendahara negara sempat memprediksi defisit APBN 2020 mencapai 2,2 persen hingga 2,5 persen. Defisit tersebut melonjak dari target yang ditetapkan pemerintah yang hanya sebesar 1,76 persen terhadap PDB.

Pemerintah telah menerbitkan dua paket kebijakan fiskal demi meredam dampak virus corona terhadap ekonomi domestik. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp10,3 triliun pada paket pertama dan Rp22,9 triliun untuk paket kedua.

Saat ini, pemerintah sedang mengkaji untuk menerbitkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Sri Mulyani sempat bertutur sektor kesehatan akan menjadi poin pertama yang masuk dalam paket tersebut.

“Kami memfinalkan seluruh paket yang sudah disampaikan berbagai kementerian dan pemerintah daerah untuk bisa memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat termasuk paket ketiga atau paket keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR juga telah merekomendasikan pemerintah untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang merevisi Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Revisi itu terkait pelonggaran defisit APBN dari 3 persen menjadi 5 persen dari PDB.

Walkot Depok : Hindari Kerumunan, Ganti Shalat Jumat Dengan Shalat Dzuhur

Suarapemerintah.id – Dampak wabah Covid-19 yang semakin mengganas,Wali Kota Depok, Mohammad Idris kembali mengingatkan warga menghindari kerumunan guna menekan potensi penularan Covid-19. Khusus hari ini, Jumat (27/3/2020), Idris meminta agar umat Islam tidak menggelar shalat Jumat, melainkan menggantinya dengan shalat dzuhur.

“Untuk seluruh umat Islam, saya menyerukan agar dapat mengikuti pernyataan kesepakatan Forkopimda, FKUB, MUI, dan pemuka-pemuka agama lainnya,” ujar Idris dalam keterangan videonya kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

“Besok hari Jumat, saya minta untuk umat Islam dapat melaksanakan shalat dzuhur sebagai pengganti shalat Jumat,” imbuh dia. Jumat ini menjadi Jumat kedua Idris menyerukan permintaan tersebut Jumat (20/3/2020) lalu, Idris sudah meneken kesepakatan soal larangan kegiatan keagamaan berjemaah.

Kesepakatan itu diambil usai musyawarah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lainnya di Kota Depok. Dalam kesepakatan itu, kegiatan keagamaan berjemaah yang dilarang hingga 4 April 2020 bukan hanya shalat Jumat, melainkan seluruh ibadah berjemaah semua umat beragama.

“Salah satu tindakan taktis, terintegrasi dan extra ordinary untuk menghambat penyebaran Covid-19 adalah membatasi pertemuan orangd engan strategi jarak sosial dan fisik,” kata Idris membacakan kesepakatan itu. “Termasuk di dalamnya shalat Jumat di masjid, misa di Gereja, dan sejenisnya, serta melaksanakan ibadah untuk sementara waktu di rumah masing-masing,” lanjut dia.

 

Bulog Gelar Operasi Pasar di 5 Pasar di Jakarta

Suarapemerintah.id – Guna menjaga stabilitas harga kebutuhan dasar, Perum Bulog hari ini menggelar operasi pasar komoditas pangan. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di lima pasar di Jakarta.

Operasi ini dihairkan dengan harapan bisa mencegah dan mengatasi gejolak harga pangan. Mengingat keadaan saat ini terkait wabah virus Corona (Covid-19) yang membuat masyarakat melakukan panic buying.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di lima pasar, meliputi Pasar Kramat Jati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Mampang, Pasar Koja dan Pasar Tomang Barat.

“Hari ini Kramat Jati, kemudian di Mampang, kemudian di Koja, kemudian di Tomang Barat, dan Cempaka Putih. Hari ini secara serempak juga di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Jadi kami sudah melaksanakan penugasan pemerintah,” kata dia di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Pada kegiatan operasi pasar ini, pihaknya menyiapkan kebutuhan pokok berupa beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu dengan harga yang diyakini terjangkau oleh masyarakat.

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras, gula dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk selalu disediakan di masyarakat.

Tri menerangkan, nantinya operasi pasar akan dilanjutkan di pasar-pasar lainnya secara bergantian. Sekarang dilakukan di lima pasar terlebih dahulu.

“Kami hari ini melaksanakan penugasan dari pemerintah yang mana meyakinkan masyarakat bahwa stok kebutuhan pangan cukup dan tersedia. Jadi kami kerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi DKI dan dari swasta juga yang gula. Kami hari ini melaksanakan di lima wilayah pasar di Jakarta,” tambahnya.

Berikut harga kebutuhan pangan yang dijual Bulog melalui operasi pasar:

  • Beras medium 5 kg Rp 45.000
  • Beras medium 50 kg Rp 415.000
  • Beras premium 5 kg Rp 61.000
  • Minyak goreng 1 liter Rp 11.500
  • Tepung terigu 1 kg Rp 8.500
  • Gula 1 kg Rp 12.500