Beranda blog Halaman 4275

Wakil Ketua DPR Dukung KEK Teluk Tomini dan Malut Atasi Ketimpangan

Wakil Ketua DPR Dukung KEK Teluk Tomini dan Malut Atasi Ketimpangan

SuaraPemerintah.id – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendukung kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis perdesaan di kawasan Teluk Tomini dan dan Maluku Utara di Gorontalo untuk mengatasi ketimpangan. Mengatasi ketimpangan tidak bisa parsial, tapi perlu inovasi dan terobosan baru.

Hal ini diungkapkan oleh Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Gus AMI dalam rilisnya di Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Pihaknya menyebutkan mengatasi ketimpangan tidak bisa dilakukan secara parsial dan tambal sulam.

Mengatasi ketimpangan, menurut dia, perlu komitmen kuat dalam suatu formula, inovasi, serta terobosan baru mulai dari perubahan paradigma kebijakan pembangunan, ditopang kelembagaan yang mapan, infrastruktur dan insentif yang mendukung, serta pengawasan yang ketat dalam implementasi di lapangan.

“Satu hal yang kita tidak bisa pungkiri bahwa ketimpangan pembangunan masih menjadi paradoks yang menyertai dalam proses pembangunan bangsa ini. Mengatasinya tidak bisa parsial, tapi perlu inovasi dan terobosan baru,” kata Gus AMI.

Menurut Gus AMI, ketimpangan nyaris terjadi secara multidimensi, antarwilayah, antarsektor, dan juga antarkelompok pendapatan. Selama hampir 30 sampai 40 tahun yang lalu, fenomena ketimpangan spasial yang muncul akibat pemusatan kegiatan pembangunan.

“Tentu saja ini semua bisa dilihat dari kesenjangan Jawa dan luar Jawa, pedesaan dan perkotaan, kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur, wilayah hinterland dan wilayah perbatasan, bahkan dalam satu wilayah yang sama,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, sebuah nilai moral yang tidak boleh ditawar bahwa negara wajib mengemban peran etisnya untuk menyelamatkan setiap jengkal wilayah dan penduduk yang menjadi tanggung jawabnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebutkan program-program rasional pembangunan pada ujungnya harus dihadapkan pada pertanyaan mendasar, yakni apakah sebuah kebijakan mampu mengajak seluruh rakyat mengalami mobilitas bersama atau hanya mengajak segelintir orang dan pelaku ekonomi saja.

Dalam konteks itu, kata Gus AMI, sebuah posisi keberpihakan yang tak bisa ditawar adalah bahwa negara melalui kebijakan publiknya harus mampu menjebol kebuntuan-kebuntuan dalam seluruh dimensi pembangunan.

“Agar ketimpangan tidak menjadi problem akut yang justru menjadi virus ganas pembangunan, lalu terjebak dalam sangkar besi pembangunan itu sendiri,” katanya.

Gus AMI juga memaparkan nilai strategis kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis perdesaan di kawasan Teluk Tomini.

Pertama, sebagai daerah dengan pembangunan yang berkembang pesat, sumber daya alam yang melimpah, serta sektor-sektor wisata yang bisa diunggulkan, pengembangan KEK berbasis perdesaan di wilayah itu hendak menyuguhkan sebuah model pembangunan ekonomi yang berbasis partisipatif dengan melibatkan peran masyarakat secara aktif.

Kedua, pilihan pengembangan KEK berbasis perdesaan di kawasan Teluk Tomini tersebut tepat dan menemukan momentumnya.

Menurut dia, saat kondisi ekonomi bangsa ini terpuruk akibat hantaman COVID-19, keempat provinsi dan kabupaten di dalamnya ternyata menjadi salah satu daerah dengan daya tahan ekonomi yang kuat karena basis pertanian, kelautan, dan wisata yang menjadi salah satu penyangga wilayah ini.

“Maka dari itu, pengembangan kawasan ekonomi khusus yang berbasis perdesaan harus benar-benar mampu menggali potensi yang ada di desa-desa sehingga mampu menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan,” kata dia.

Ketiga, kata dia, pentingnya pembangunan yang menjadikan daerah dan desa sebagai titik tumpu adalah bergesernya lokus-lokus pertumbuhan yang tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Gus AMI menyebutkan lokus pertumbuhan sudah saatnya mulai digeser ke desa-desa.

“Oleh karena itu, sudah saatnya negara harus mewujudkan peran etisnya dalam bentuk intervensi kebijakan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang,” ujarnya. (red/pen)

Menteri KKP Optimis Program Ekspor Udang Indonesia Kuasai Pasar Global

Menteri KKP Optimis Program Ekspor Udang Indonesia Kuasai Pasar Global

SuaraPemerintah.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyatakan optimistis bahwa dengan dorongan penuh terhadap program peningkatan ekspor udang nasional akan bisa membuat Indonesia menguasai pasar udang global. Program telah disiapkan oleh KKP untuk meningkatkan produksi dan ekspor udang nasional.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Trenggono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin, 14 Juni 2021.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penuh program peningkatan ekspor udang nasional,” katanya.

Menurut dia, udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak diminati pasar global. Dalam kurun waktu 2015-2019 udang merupakan permintaan pasar nomor dua setelah salmon.

Selain itu, ujar dia, Indonesia selama kurun waktu tahun 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9 persen per tahun.

“Potensi pasar ini harus kita garap, khususnya pasar yang memberikan nilai tinggi terhadap udang produksi Indonesia, agar Indonesia mampu menguasai pasar udang dunia,” kata Trenggono.

Untuk mendukung hal tersebut bisa tercapai, Trenggono memaparkan beberapa program yang telah disiapkan oleh KKP untuk meningkatkan produksi dan ekspor udang nasional, antara lain revitalisasi tambak dengan membangun infrastruktur atau sarana dan prasarana sebagai percontohan kawasan udang bagi masyarakat, dan penyederhanaan perizinan usaha tambak udang.

Ia menambahkan ada pula pembangunan model Shrimp Estate untuk budidaya udang dari hulu ke hilir. Shrimp Estate merupakan budidaya udang berskala memadai yang proses budidayanya dalam satu kawasan dengan proses produksi berteknologi agar hasil panen optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan agar prinsip budidaya berkelanjutan tetap terjaga.

Namun dalam implementasinya, ia menjelaskan beberapa tantangan pada subsektor perikanan budidaya, salah satunya adalah pakan yang merupakan komponen biaya produksi terbesar.

Untuk itu, ujar dia, kerja sama antara pemerintah dengan produsen pakan nasional harus berjalan beriringan untuk mencapai biaya komponen pakan yang lebih efisien.

Ia mengutarakan harapannya kepada para peneliti agar dapat terus melakukan pengembangan dalam inovasi pakan di Indonesia.

Nilai ekspor udang nasional pada tahun 2019 sendiri menempatkan Indonesia di urutan kelima eksportir udang dunia, di bawah India, Ekuador, Vietnam dan Tiongkok, dengan pangsa pasar sebesar 7,1 persen. (red/pen)

SAP Best Run Awards 2021 SEA, Dua Perusahaan Indonesia Raih Penghargaan

SAP Best Run Awards 2021 SEA, Dua Perusahaan Indonesia Raih Penghargaan

SuaraPemerintah.id – Ajang SAP Best Run Awards 2021 untuk Asia Tenggara (SEA) digelar, dua perusahaan dari Indonesia meraih penghargaan yaitu Best Customer Experience Management untuk PT Link Net Tbk dan Emerging Enterprise Award (SMEs) untuk PT Adelphi Trans Asia pada 11 Juni 2021 lalu. Ini adalah bukti bahwa perusahaan Indonesia sangat kompetitif dan telah melakukan digitalisasi.

SAP Best Run Awards 2021 untuk Asia Tenggara (SEA) merupakan penghargaan dari organisasi – organisasi terdepan di Asia Tenggara yang telah memaksimalkan inovasi dengan menggunakan berbagai ekosistem produk dan layanan SAP, mengubah wawasan menjadi tindakan untuk mendorong transformasi bisnis yang sukses.

Hal ini diungkapkan oleh Managing Director dari SAP Indonesia Andreas Diantoro di Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Pihaknya menyatakan, dengan adanya pemenang dari perusahaan Indonesia membuktikan bahwa SAP akan terus mendorong dan membantu perusahaan-perusahaan dalam menjadi intelligent enterprise.

“Saya bangga dua perusahaan Indonesia telah memenangkan penghargaan tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia sangat kompetitif dan telah melakukan digitalisasi dalam operasi mereka,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Organisasi – organisasi terdepan, lanjutnya, telah menunjukkan ketahanan dan kreativitasnya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian. SAP dapat menjadi mitra yang tepat untuk perusahaan-perusahaan ini saat mereka memulai perjalanan mereka untuk menjadi intelligent enterprise.

Sementara itu Pengumuman para pemenang dilakukan dalam sebuah acara virtual yang dibawakan oleh President & Managing Director, SAP Southeast AsiaVerena Siow.

“Kita telah melihat bagaimana teknologi telah menjelma menjadi game changer bagi para pelanggan kami, memungkinkan organisasi untuk menanamkan kecerdasan di berbagai proses bisnis secara end-to-end, mempersenjatai mereka dengan kelincahan dan ketahanan untuk menavigasi kondisi bisnis yang tidak pasti,” ujar Verena Siow.

Penghargaan SAP Best Run Awards mencakup 6 kategori diantaranya Best Innovation Award, Best Customer Experience Management, Emerging Enterprise Award (SMEs) dan Most Transformational Award dengan para pemenang antara lain Changi Airport Group, Zuelling Pharma, TrickleStar, PXL Marketing Sdn Bhd serta dua perusahaan asal Indonesia yakni Best Customer Experience Management untuk PT Link Net Tbk dan Emerging Enterprise Award (SMEs*) untuk PT Adelphi Trans Asia. (red/pen)

Tito Karnavian Apresiasi Pemkot Bogor atas Penyelesaian Soal Bangun GKI Yasmin

Tito Karnavian Apresiasi Pemkot Bogor atas Penyelesaian Soal Bangun GKI Yasmin

SuaraPemerintah.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas penyelesaian persoalan pembangunan rumah ibadah bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin. Upaya penyelesaian tersebut merupakan pembuktian atas komitmen yang tinggi dalam penyelesaian masalah yang berlangsung hampir 15 tahun.

Hal ini dikatakan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan persnya diterima di Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Pihaknya menyampaikan apresiasi tersebut karena persoalan pembangunan rumah ibadah bagi jemaat GKI Yasmin berlangsung hampir 15 tahun.

Penyelesaian persoalan itu, kata Mendagri, ditunjukkan dengan penyerahan lahan hibah untuk pendirian tempat ibadah dari Pemkot Bogor kepada pihak GKI Pengadilan. Penyerahan diberikan langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya kepada pengurus GKI Pengadilan pada hari Minggu (13/6).

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Wali Kota Bogor beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor dalam menyelesaikan persoalan pendirian rumah ibadah bagi jemaat GKI Yasmin,” katanya.

Hal itu, lanjut Mendagri, merupakan momen yang berharga, tidak hanya bagi bagi warga Bogor, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.

“Yang dapat menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini bisa menyelesaikan permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik,” katanya.

Mendagri menilai langkah dan upaya penyelesaian tersebut merupakan pembuktian atas komitmen yang tinggi dalam penyelesaian masalah.

“Dengan pemetaan masalah yang tajam dan strategi penanganan yang sistematis dan terukur, melalui pendekatan persuasif, membangun komunikasi secara baik, door to door kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya,” kata Tito.

Upaya mediasi yang terus-menerus kepada kelompok-kelompok masyarakat, serta dengan dukungan dan kerja bersama yang melibatkan forkopimda, MUI, FKUB, dan pihak terkait lainnya, akhirnya mampu menemukan solusi atas persoalan yang sudah 15 tahun menanti penyelesaian.

Mendagri berharap cara tersebut menjadi pembelajaran dan contoh bagi daerah lain, terutama dalam menyelesaikan masalah yang serupa.

“Ini bisa menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya dalam menghadapi persoalan serupa, khususnya terkait dengan permasalahan sensitif yang berkenaan dengan kehidupan berbangsa. Lakukanlah model atau cara-cara yang mengedepankan pendekatan persuasif sehingga mampu menemukan solusi yang tepat,” ujar Mendagri.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan banyak yang pihaknya lalui untuk menemukan jalan keluar atas persoalan pendirian rumah ibadah bagi jemaat GKI Yasmin.

Disebutkan pula paling tidak ada 30 pertemuan resmi dalam skala besar dan lebih dari 100 pertemuan informal yang digelar.

Upaya itu, kata Bima Arya, melibatkan banyak pihak terkait, mulai dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), DPRD Kota Bogor, aparatur Pemkot Bogor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tim 7, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pihak terkait lainnya.

“Setelah 15 tahun, akhirnya bisa membuktikan dengan bangga bahwa tidak ada persoalan yang tidak selesai ketika ruang dialog dibuka dengan semua pihak. Dalam penyelesaian ini, persaudaraan dikedepankan,” ujar Bima Arya. (red/pen)

LRT City Cibubur Tepat Berinvestasi Properti di Stasiun Pertama LRT

SuaraPemerintah.id – Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) menjadi pusat perhatian masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. LRT merupakan salah satu infrastruktur transportasi yang ditunggu masyarakat Jabodebek. Pada Rabu (9/6) lalu, Presiden RI Joko Widodo meninjau progress LRT Jabodebek yang telah mencapai 84.7%.

Kunjungan tersebut dimulai dari Stasiun TMII hingga stasiun Harjamukti yang merupakan stasiun keberangkatan pertama LRT Fase 1.

Kedatangan Presiden menjadi kebanggaan bagi PT Adhi Commuter. Anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tersebut baru saja melakukan soft launching LRT City Cibubur pada April lalu. LRT City Cibubur merupakan sebuah kawasan yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Harjamukti.

Selain itu, pada bulan Mei lalu PT Adhi Commuter Properti berhasil merilis obligasi senilai Rp 500 Miliar, yang menandakan bahwa kepercayaan investor di sektor properti terutama pada Adhi Commuter Properti sangat tinggi. Hal ini karena pengembangan yang dilakukan PT Adhi Commuter Properti memiliki keunikan yaitu, konsep hunian berbasis pendekatan TOD (Transit Oriented Development) yang berlokasi di jalur LRT.

Oleh karena itu, meski pandemi COVID-19 membuat banyak lini bisnis terkena dampak buruk, investasi di sektor properti mulai menunjukkan pemulihan di tengah pandemi COVID-19.

Pada tahun 2021 ini, angin segar sedang berhembus ke arah Koridor Timur Jakarta untuk sektor properti. Potensi Koridor Timur Jakarta terus meningkat mengingat  kondisi harga tanah yang relatif lebih rendah dibanding di Kawasan Barat Jakarta. Koridor Timur Jakarta memang diprediksi pertumbuhannya akan sangat cepat dalam beberapa tahun kedepan, terutama karena ditunjang oleh hadirnya mass transportation LRT.

“Daerah Cibubur misalnya, kami melihat wilayah ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai salah satu dampak pembangunan infrastruktur yang ada di Koridor Timur Jakarta, khususnya LRT. Saat pandemi ini masyarakat seharusnya dapat meningkatkan nilai investasinya,” ujar Rozi Sparta selaku Direktur Pengembangan Bisnis PT Adhi Commuter Properti.

Terlebih kini investor diuntungkan melalui berbagai pilihan investasi dengan harga terjangkau baik sektor obligasi, saham, maupun properti.

LRT City Cibubur merespon kondisi tersebut. Ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti. LRT City Cibubur yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT Harjamukti, saat ini launching dengan harga perdana, dan memiliki potensi yield & capital gain yang tinggi dari unit yang disewakan atau dijual kembali.

Terlebih lagi di tahun 2022 LRT akan hadir dan beroperasi untuk memudahkan aksesibilitas penghuni. Maka, jika saat ini investor atau end user mulai berinvestasi, beberapa tahun ke depan mereka akan mendapatkan return of investment dari  investasi yang sudah mereka tanam saat ini.

Untuk menunjang kebutuhan investasi dan juga properti yang menyediakan kemudahan akses berbisnis di kawasan penopang kota Jakarta tersebut, telah hadir hunian di daerah Cibubur yang menerapkan konsep pendekatan TOD dengan kawasan yang compact and mixed use serta memaksimalkan penggunaan angkutan umum dan didukung oleh fasilitas yang ramah dengan pesepeda dan pejalan kaki.

LRT City Cibubur hadir dengan 8 Tower Apartemen, 1 Tower Hotel  serta fasilitas penunjang lainnya seperti Wide Pedestrian, Bicycle Friendly, Supporting Retail, Iconic Mosque, Private Oasis, Promenade Skywalk, dan lain sebagainya. Lokasi yang strategis dan 0 km dari Stasiun LRT Harjamukti juga menjadi salah satu daya Tarik dan turut menjadi incaran para investor.

Catat Tanggalnya, Ini Serangkaian Acara Rubrik 1001 Inovasi Dimasa Pandemi

SuaraPemerintah.id – Ruang Bicara Inklusi Kreatif (Rubrik) merupakan kegiatan yang dipersembahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru. Dengan tema “1001 Inovasi Dimasa Pandemi”, kegiatan ini sebagai wadah pemberdayaan masyarakat agar bisa mengembangkan diri dan mengasah keterampilan melalui perpustakaan.

Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Ir. Hj. Nelfiyonna, M.Si mengatakan, perpustakaan di era digital mengalami perubahan. Mengelola koleksi dan pengetahuan bukan lagi hal utama, kini perpustakaan juga menjadi ruang membina, tempat belajar mengembangkan kemampuan, kreativitas serta inovasi untuk meningkatkan keterampilan hidup.

“Lewat buku, pelatihan hingga workshop yang digelar Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru diharapkan dapat meningkatkan daya saing masyarakat. Literasi membaca membentuk masyarakat cerdas dan berdaya saing kuat, sebagaimana tertuang dalam visi Walikota Pekanbaru mewujudkan smart city madani melalui pilar smart people,” jelasnya.

Serangkaian acara Rubrik: 1001 Inovasi Dimasa Pandemi digelar melalui live zoom meeting digelar dalam rangka meriahkan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 237 tahun 2021. Peserta dapat mengikuti acara secara gratis dan terbuka untuk umum.

Simak rangkumannya:

1. Rubrik Kupas Tuntas : Prospek Masa Depan Perpustakaan dilaksanakan pada Senin (14 Juni 2021)

2. Rubrik Bedah UMKM : Berdaya Saing Melalui Perpustakaan dilaksanakan pada Kamis (24 Juni 2021)

3. Rubrik Kearifan Lokal : Produk Lokal Berbasis Budaya dilaksanakan pada Rabu (30 Juni 2021)

4. Rubrik Sosial Media Managemen : Konten Kreatif dan Inovatif di Era Digitalisasi dilaksanakan pada Rabu (17 Juli 2021)

5. Rubrik Show Off  Your Skill : Sosialisasi Konten Visual melalui Digital Marketing dilaksanakan pada Rabu (14 Juli 2021)

Untuk bergabung klik link berikut Bit.ly/talkshowrubrik pada hari kegiatan diselenggarakan acara.

Open Recruitment Karyawan PTPN IX Unit Banaran Group

SuaraPemerintah.id – Hi para #insanperkebunan salah satu Unit PTPN IX yang menaungi produk hilir Banaran Group sedang membutuhkan karyawan, simak ya rekan – rekan

1. Sales Digital Marketing

2. Marketing – Corporate

Kirim lamaran ke :

Email : uphbanaran@gmail.com

Kantor Unit Produk Hilir (UPH Banaran)
Gedung PTPN IX, Jl. Mugas Dalam Atas Semarang

Info lebih lanjut terkait lowongan UPH Banaran, hub:
0898 9090 107
0857 4799 9008

Perkuat Atensi, Kemensos Salurkan Bantuan Atensi Rp203.509.000

SuaraPemerintah.id Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial terus memperkuat Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di seluruh pelosok tanah air.

Di Provinsi Bengkulu, Kemensos menyalurkan bantuan Atensi sebesar Rp203.509.000. Anggota Komisi VIII DPR RI Mohammad Saleh, menyambut baik dan terus mendukung program Kemensos.

Ia menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program Kemensos termasuk program Atensi dari sisi anggaran.

“Kemensos adalah mitra Komisi VIII.  Kami membantu dari sisi anggaran. Selagi bermanfaat, tidak ada yang dicoret,” katanya saat kunjungan kerja ke Balai Dharma Guna Bengkulu (12/6).

Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial, Sonny W Manalu, menyambut baik kunjungan kerja Anggota Komisi VIII DPR RI. Menurutnya hal ini menjadi dorongan agar layanan yang diberikan Kementerian Sosial  berdampak positif dan semakin dirasakan bagi penerima manfaat.

“Dukungan Komisi VIII sangat kami rasakan. Tugas kami di dalam adalah memperbaiki manajemen dengan sebaik-baiknya agar setiap rupiah yang dikeluarkan negara bermanfaat bagi semua penerima manfaat khususnya dalam hal ini penyandang disabilitas mental,” katanya.

Kali ini, bantuan Atensi disalurkan untuk asistensi rehabilitasi sosial berbasis keluarga kepada 29 penerima manfaat di Kota Bengkulu senilai Rp54.009.000, 61 penerima manfaat di Kabupaten Rejang Lebong senilai Rp107.500.000, dan untuk asistensi rehabilitasi sosial berbasis komunitas binaan Yayasan ASA Kabupaten Rejang Lebong senilai  Rp42.000.000.

Bantuan Atensi juga diberikan kepada korban penyalahgunaan NAPZA di Bengkulu melalui Institusi Penerima Wajib Lapor Peduli Sosial Nasional (IPWL Pesona) berupa 135 paket kesehatan COVID-19.

Acara penyerahan bantuan yang dilaksanakan di Balai Dharma Guna tersebut dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Mohammad Saleh, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial, Sonny W Manalu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO dan Sekretaris Dinas Sosial Kota Bengkulu, Yunita.

Hadir pula Kepala Balai Dharma Guna, Dardi, Koordinator Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Direktorat Rehsos Penyandang Disabilitas, Ema Widiati dan perwakilan dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA, Septi Elliza.

Program ATENSI memberikan kesempatan luas bagi penerima manfaat agar mandiri. Di Balai Dharma Guna Bengkulu, berbagai terapi dan pelatihan diberikan kepada penerima manfaat agar saat kembali ke keluarga maupun masyarakat mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan optimal. Pelatihan tersebut di antaranya pembuatan sirup jeruk Kalamansi, terapi vokasional hidroponik dan perikanan.

Sampai dengan Juni, Balai Dharma Guna Bengkulu telah menangani 445 penerima manfaat. Mereka terdiri dari 56 penerima manfaat residensial, 319 penerima manfaat komunitas, 55 penerima manfaat rehabilitasi sosial berbasis keluarga dan 15 penerima manfaat dari kegiatan respon kasus. Ditargetkan program Atensi di Balai Dharma Guna dapat menjangkau 2.270 penerima manfaat sampai dengan Desember 2021.

Seiring dengan perkembangan balai yang berbasis multi layanan, kedepannya di Balai Dharma Guna akan menyiapkan fasilitas ramp dan guiding block bagi penyandang disabilitas fisik dan netra. Sentra Kreasi ATENSI (SKA) sebagai wadah karya dan kreatifitas juga disiapkan guna memotivasi para penyandang disabilitas agar lebih produktif. Selain itu, terdapat pula Posyandu Lansia yang akan dibentuk di setiap Rukun Warga (RW) di berbagai daerah dengan melibatkan pekerja sosial, penyuluh, perawat dan tenaga professional lainnya.

ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan residensial. Dukungan pemenuhan kehidupan yang layak, pelatihan vokasional, terapi fisik, terapi psikososial, terapi spiritual, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas adalah beberapa upaya yang dilaksanakan program ATENSI agar penerima manfaat dapat menjalankan keberfungsian sosialnya di masyarakat.

Menteri BUMN: Pertashop Makin Banyak Lapangan Kerja Makin Luas

SuaraPemerintah.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan keberadaan Pertashop yang terus diperbanyak pemerintah hingga ke pedesaan, membuat lapangan kerja semakin luas.

Pernyataan itu, disampaikan Erick Thohir, terkait beroperasinya Pertashop di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang menyalurkan sebanyak rata-rata 500 liter BBM jenis produk Pertamax setiap harinya.

“Alhamdulillah, dengan hadirnya Pertashop di Desa Sukajaya, serta sinergi antar BUMN berkontribusi untuk pembangunan di pedesaan, rakyat mendapat kemudahan akses BBM serta membuka lapangan kerja”, kata Erick, Senin (14/6/2021).

Menurut dia, kehadiran Pertashop hingga ke pedesaan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan.

Saat ini, sudah siap beroperasi sebanyak 2.100 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.  Untuk 2021, lanjutnya, ditargetkan sebanyak 10.000 Pertashop baru sudah dapat beroperasi.

Khusus di wilayah Jawa Bagian Barat terdapat hampir mencapai 200 unit Pertashop yang telah melayani kebutuhan energi masyarakat.

“Kesempatan untuk membangun Pertashop masih terbuka lebar, kami mengajak para pengusaha, investor, pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren dan siapa pun untuk bersama dengan Pertamina dan Pemerintah mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi,” ujar Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Werry Prayogi Tinjauan Pertashop yang dilakukan memiliki banyak harapan ke depannya.

Dengan harga dan kualitas yang sama dengan BBM yang dijual di SPBU, Pertamina berharap Pertashop dapat menjadi jawaban untuk pemerataan distribusi energi yang akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi di pedesaan.

Tidak hanya menjual BBM saja, Pertashop juga dapat menjual Bright Gas 5,5 Kg, Pelumas Pertamina dan produk barang/jasa lainnya.

Pertamina juga membuka kesempatan bekerja sama bagi seluruh pihak yang memenuhi persyaratan untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian desanya melalui Pertashop.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui info lebih lengkap terkait Pertashop dapat menghubungi layanan Pertamina Call Center 135 atau website di ptm.id/pertashop.

Pada kesempatan itu, Menteri BUMN juga menyerahkan bantuan usaha berupa outlet bright gas kepada Ibu Neni salah satu figure yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu atas usahanya menghidupi keluarganya dengan cara menjadi penjual LPG keliling dengan sepedanya.

Pertashop merupakan program dari Pertamina yang membuka kesempatan bagi wilayah-wilayah yang jauh dari lembaga penyalur Pertamina seperti SPBU untuk membuka akses energi kepada warga sekitarnya.

Program ini selaras dengan program One Village One Outlet (OVOO) Pertamina yang memastikan di setiap desa memiliki satu lembaga penyalur Pertamina untuk menyalurkan energi ke pelosok negeri.

Penguatan Halal Value Chain, Dukungan Pemerintah Terhadap Ekonomi Syariah

SuaraPemerintah.id – Posisi Indonesia pada bidang ekonomi dan keuangan syariah global berada pada posisi membanggakan. Seperti yang tercantum dalam The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021 bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-4 dari 73 negara. Pencapaian ini telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2018 lalu yang menempati peringkat ke-10.

The State of the Global Islamic Economy Report sendiri merupakan laporan yang mendefinisikan dan memberikan pandangan menyeluruh tentang ekonomi Islam serta potensi masa depannya, untuk memfasilitasi investasi dan pertumbuhan industri. Ini adalah barometer tahunan kesehatan dan perkembangan industri ekonomi Islam di seluruh dunia. Laporan tahunan tersebut bekerja sama dengan jaringan media dunia Thomson Reuters.

Pada 2019, aset keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar US$99,2 miliar, atau sekitar 3,44% dari total aset keuangan syariah global. Sejalan dengan itu, kinerja sektor halal juga mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan perekonomian nasional semasa Covid-19. Pada 2020, pertumbuhan Halal Value Chain (HVC) hanya mengalami kontraksi sebesar -1,72%, lebih tinggi dibandingkan kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar -2,07%.

“Untuk memainkan peran besar bagi industri halal di pasar domestik dan pasar global, Indonesia harus menjadi bagian dari Global Halal Value Chain yang akan mempelopori penerapan Halal Traceability dan Halal Assurance System yang terpercaya. Dukungan Pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah yaitu dengan penguatan Halal Value Chain yang berfokus pada enam klaster atau sektor industri potensial, antara lain makanan-minuman, pariwisata halal, fesyen muslim, media-rekreasi halal, farmasi-kosmetik halal, dan energi halal,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Percepatan Inklusi Keuangan Bagi Pondok Pesantren dan Halal Bihalal X Aspirasi Para Lora dan Gus (Asparagus) secara virtual, Jumat (11/6) malam.

Sebagai bukti kesiapan industri nasional dalam mendukung Indonesia sebagai Produsen Halal Dunia, lanjut Menko Airlangga yang juga adalah Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), sudah terdapat dua permohonan Kawasan Industri Halal (KIH) yang sudah sampai tahap proses verifikasi di Kementerian Perindustrian, yaitu Kawasan Industri Modern Cikande di Serang (Banten) dan Kawasan Industri Safe n Lock di Sidoarjo (Jawa Timur).

Potensi ekonomi pondok pesantren (ponpes) di Indonesia sangat besar. Jumlah ponpes di Indonesia pada Triwulan I-2021 sebanyak 31.385 ponpes dengan jumlah santri sekitar 4,29 juta orang, yang 44,2% di antaranya memiliki potensi ekonomi. Diharapkan semua ponpes akan memiliki potensi ekonomi sehingga dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM halal Indonesia.

“Kolaborasi dalam membangun ekosistem syariah berbasis ponpes perlu dilakukan baik antara regulator maupun stakeholders, sehingga ponpes dapat mendorong terjadinya peningkatan keuangan inklusif seiring dengan peningkatan akses keuangan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, mengurangi jumlah kemiskinan, serta meningkatkan kapasitas UMKM sehingga dapat naik kelas. Usaha yang dijalankan di ponpes sebaiknya menjadi usaha menengah besar, bukan menengah kecil lagi,” ungkap Menko Airlangga.

Program percepatan inklusi keuangan dalam mendukung kemandirian ponpes yang dilaksanakan Pemerintah melalui Sekretariat DNKI, antara lain berbentuk edukasi keuangan bagi santri; pemberdayaan kemandirian pesantren dengan program Pesantren Go Digital; kemudian implementasi dan pemanfaatan Kartu Santri untuk keperluan edukasi serta transaksi dalam lingkungan pesantren juga identitas para santri; pendampingan pelatihan digital marketing; dan juga pembiayaan syariah/program One Pesantren One Product (OPOP)/Koperasi Pesantren.

Untuk program OPOP dilaksanakan untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik dan khas dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Peserta program OPOP saat ini telah mencapai 1500 pesantren dengan total transaksi business match per Desember 2020 adalah Rp21 miliar.

“Koordinasi dan sinergi bersama semua stakeholders harus terus dipertahankan dan diperkuat dalam mendukung inklusi keuangan bagi ponpes,” pungkas Menko Airlangga.

Masih dalam rangkaian acara Halal Bihalal yang bertema “Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Pesantren” tersebut, dilakukan juga penandatangan Nota Kesepahaman dan Dukungan Pembiayaan KUR dengan PT Indomobil Prima Energi, PT Bank Syariah Indonesia, dan Koperasi Ponpes Bahrul Ulum.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut secara virtual adalah Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Tim Ahli Menko Perekonomian Franky Sibarani, dan Presiden Direktur Indomobil Group Jusak Kertowidjojo. Sementara yang hadir secara fisik di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian Erdiriyo, Pengurus Asparagus K.H. Agus Solachul Aam Wahib Wahab (Gus Aam), Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas K.H. M. Hasib Wahab, Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum K.H. M. Wafiyul Ahdi, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar, serta perwakilan dari BUMN lainnya.