Beranda blog Halaman 4299

KKP Dorong Daya Saing Produk Perikanan Poklahsar, Sampang

SuaraPemerintah.id – Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti memastikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus melanjutkan program penguatan UMKM sektor kelautan dan perikanan. Program tersebut di antaranya, 300 chest freezer, 228 peralatan pengolahan kepada UPI berskala mikro kecil di tahun ini serta cold storage atau gudang beku untuk kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) hasil perikanan.

“Kita akan terus lanjutkan program-program penguatan UMKM, karena merekalah pendorong ekonomi kerakyatan,” kata Artati, di Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Artati pun mengaku bangga bahwa bantuan dari pemerintah bisa bermanfaat terhadap masyarakat nelayan seperti bantuan cold storage atau gudang beku berkapasitas 30 ton dan air blast freezer (ABF) berkapasitas 1 ton/hari untuk Poklahsar Sejahtera di Kabupaten Sampang, Madura.

Dia pun mendorong Poklahsar untuk memproduksi ikan olahan guna menambah daya saing produk perikanannya. Tak lupa Artati berpesan agar setiap pemanfaatan bantuan memperhatikan prinsip 3B yakni Baik, Benar dan Berkah.

“Tentu ini sangat membanggakan, karena selain dari garam, Madura juga memiliki potensi perikanan yang luar biasa,” sambungnya.

Artati juga menjelaskan bahwa bantuan pemerintah berupa cold storage portable ini sekaligus untuk mendukung aktivitas Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).

Sementara Ketua Poklahsar Sejahtera, Kusnadi menyebut bantuan KKP mampu menjawab persoalan kesegaran, mutu ikan, dan efisiensi biaya operasional yang sering dihadapi anggotanya.

“Kita juga punya persediaan untuk buffer stock sehingga kapasitas jual-beli ikan bisa diatur menyesuaikan kondisi permintaan dan harga pasar serta tidak tergantung pada musim,” kata Kusnadi.

Memiliki 3 unit kegiatan, kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Sejahtera berhasil menggerakkan perekonomian warga Banyuasri Gg. V, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

Ketiga kegiatan UMKM yang bergerak dalam bidang pemasaran ikan segar dan beku tersebut yakni, pengepul ikan dari nelayan di sekitar Kecamatan Sampang dan Pulau Mandangin, jual-beli ikan dari Sampang ke luar kota dan jual-beli ikan beku dari luar daerah.

“Pemasaran ke luar kota kami sampai Bali, Muncar, Pasuruan, Brondong, Tulungagung, Cilacap dan Tuban,” urainya.

Adapun jenis ikan yang dipasarkan yakni tembang, kembung dan layang. Kusnadi menambahkan, perhari, transaksi yang dilakukan kelompok ini sekitar 5-10 ton/hari dan bahkan bisa mencapai 20 ton/hari saat puncak musim ikan.

“Untuk jual-beli ikan beku dari luar daerah seperti Pasuruan, Muncar rata-rata 5 ton per hari,” sambungnya.

Kusnadi ingat betul, saat belum tersentuh bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mereka selalu dihadapkan dengan masalah kesegaran ikan yang cepat mengalami penurunan selama masa pengiriman sehingga berakibat pada turunnya harga. Tak hanya itu, ketika cuaca buruk, aktivitas bisnis ikan segar terhenti karena tidak ada hasil tangkapan dari nelayan serta biaya operasional transportasi mendominasi pengeluaran dari total biaya produksi.

“Per hari, selalu ada permintaan dari 50 pemindang dan 30 pengasap ikan di Sampang yang langsung diambil di tempat poklahsar,” kenangnya.

“Dan yang pasti omzet kami meningkat menjadi 100 juta/bulan dari 60 juta/bulan sebelum adanya Cold Storage,” tutup Kusnadi.

Sebelumnya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono berharap agar KKP dapat menguatkan dan meningkatkan peranan UMKM sektor kelautan dan perikanan, serta membangun rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan. Sekaligus meminta semua pihak memegang prinsip-prinsip keberlanjutan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan supaya ekosistem tetap lestari.

Indonesia Ajak Negara ILO Pulihkan Dunia Kerja Akibat COVID-19

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja (PTM) Anggota Gerakan Non-Blok (GNB) secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Populasi Azerbaijan, Jumat (4/6/2021) malam. PTM Tenaga Kerja GNB membahas beberapa isu ketenagakerjaan dan kebijakan sosial serta bagaimana negara-negara menanggapi secara efektif tantangan dunia kerja yang terdampak COVID-19.

Mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, menegaskan agar GNB mendesak ILO untuk memperkuat dukungannya kepada negara-negara Anggota dalam mewujudkan pemulihan dunia kerja yang terdampak COVID-19.

“GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak COVID-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting,” ujar Anwar Sanusi yang disaksikan Tuan Rumah, Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Penduduk Republik Azerbaijan, Sahil Babayev, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker pada Minggu (06/06/2021).

Dalam paparannya, Anwar Sanusi menyebut isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO yakni memastikan akses vaksinasi COVID-19 yang tepat waktu, terjangkau, dan adil untuk semua negara. Menurutnya, Anggota GNB harus mendesak ILO untuk memperkuat keterlibatannya dengan WHO untuk mewujudkan tujuan ini.

“ILO harus memprioritaskan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak,” kata Anwar Sanusi.

Kedua, memajukan ekonomi digital untuk menciptakan kesempatan kerja sebagai sarana mengatasi ketimpangan antara negara berkembang dan negara maju.

“Karena itu, kami mendukung upaya GNB untuk mengatasi kesenjangan digital di antara masyarakat di dalam negeri dan antar negara, serta untuk memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan. Hal ini termasuk dukungan teknologi dan teknis untuk negara-negara berkembang,” ujar Anwar Sanusi.

Isu ketiga, lanjut Anwar Sanusi, yakni mengembangkan, menerapkan, dan mengadaptasi rencana respon dan pemulihan nasional yang berpusat pada manusia, atas permintaan Negara Anggota. Fokus dukungan khusus harus diberikan kepada negara-negara dengan kapasitas terbatas untuk melaksanakan rencana tersebut.

“Dukungan sebagaimana dimaksud, para pekerja di wilayah Arab yang diduduki termasuk di antara mereka yang paling rentan oleh dampak pandemi,” kata Anwar Sanusi.

PTM GNB dihadiri lebih dari 120 Negara Anggota GNB, dan diwakili oleh 15 negara dalam sesi General Debate. Ke-15 negara tersebut yakni Suriah, Kuba, Venezuela, Iran, Maroko, Palestina, Bangladesh, India, Indonesia,  Malaysia, Pakistan, Belarus, Namibia, Mesir, dan Filipina.

Dalam pertemuan ini juga dibahas seputar konflik antara Palestina dan Israel. Pelanggaran berat dan berulang terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel melalui pendudukan dan agresi berkelanjutan di wilayah Palestina; secara nyata sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi, tenaga kerja, dan pekerjaan di Palestina.

Anwar Sanusi menambahkan, sebagai anggota GNB, baik Pemerintah maupun masyarakat Indonesia telah berkontribusi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, baik di tingkat multilateral maupun bilateral.

Pada tingkat multilateral, kontribusi yang dilakukan adalah memperluas dukungan ILO untuk pekerjaan yang berkelanjutan di wilayah pendudukan Palestina. Dukungan ini berfokus pada peningkatan kesempatan kerja dan mata pencaharian, memperkuat tata kelola tenaga kerja dan sistem jaminan sosial di Palestina, serta melalui kontribusi kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.

Pada tingkat bilateral, melalui berbagai program peningkatan kapasitas yang dimiliki, Indonesia membantu Pemerintah Pemerintah memberdayakan rakyat Palestina.

“Kami siap bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB dan organisasi internasional yang relevan untuk mencapai pemulihan yang berpusat pada manusia, melalui pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan yang inklusif untuk semua,” ujar Anwar Sanusi.

Pemkot Banjarmasin Mulai Pembelajaran Tatap Muka untuk SD dan SMP

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan setempat mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang pendidikan tingkat SD dan SMP.

“Untuk tingkat SD hanya kelas 4 dan kelas 5 saja, rata-rata mulai PTM hari ini,” ujar Kabid Bina SD Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi, Senin (7/6).

Masuknya pun, kata dia, karena kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir, dilakukan sistem bergilir dengan waktu yang ditetapkan oleh sekolah.

“Menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujarnya.

Dia menyatakan, semua sekolah sudah sangat siap melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Moga saja berjalan lancar dan aman, kami Disdik akan mengawasi dengan ketat pula,” beber Nuryadi seperti dilansir dari Antara.

Di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin, di Banjarmasin Utara, PTM dimulai hari ini untuk kelas 4 dan 5, siswa yang masuk dibatasi perkelompok, waktunya pun hanya dua jam.

Dari surat edaran yang dikeluarkan Disdik Kota Banjarmasin tertanggal 2 Juni tentang pelaksanaan PTM tahun ajaran 2020/2021 ada delapan poin sesuai pedoman keputusan empat menteri, yakni, Mendikbud-ristek, Mendagri, Menkes dan Menag.

Adapun poin itu adalah, pertama, memberikan izin pelaksanaan PTM pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 semua pendidikan di bawah wewenang Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kedua, izin PTM diberikan pada kelas 4 dan 5 tingkat SD, serta kelas 7 dan 8 untuk tingkat SMP, sementara itu untuk kelas 1 hingga 3 SD dan tingkat Paud tetap harus pendidikan jarang jauh (PJJ).

Yang ketiga, PTM dilaksanakan mulai 4 Juni. Keempat, PTM wajib menjaga protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, serta membentuk satgas Covid-19 di sekolah.

Kelima, jika ada siswa yang kurang sehat atau sakit apalagi ada gejala diduga Covid-19, tidak boleh ikut PTM. Keenam, sekolah wajib melakukan evaluasi PTM minimal seminggu. Ketujuh, apabila sampai ada ditemukan terkonfirmasi positif Covid-19, maka sekolah akan ditutup sementara sampai ada izin kembali dari Satgas Covid-19.

Sedangkan yang terakhir atau kedelapan, sekolah diwajibkan menyampaikan sudah dilaksanakan program vaksinasi Covid-19 bagi gurunya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menyatakan, semua harus patuh dengan segala ketentuan PTM ini, sehingga tidak ada menjadi masalah bagi kesehatan.

“Jadi semuanya saling menjaga, guru, orangtua siswa dan siswanya,” ujarnya

Peran Penting Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan SDGs

SuaraPemerintah.id – Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversity laut yang harus dimanfaatkan secara bijak untuk menyejahterakan rakyat dengan tetap menjaga alam dan keberlanjutan produksi. Sustainable blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan di seluruh wilayah pantai yang dimiliki. Pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah SDGs (Sustainable  Development Goals).

Untuk itu, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (4 Mei 2021), Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapatkan mandat untuk melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan, dalam upaya mewujudkan SDGs 14.

“KKP secara khusus memiliki 7 target yang harus dicapai, yaitu mengurangi pencemaran laut, mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan; meminimalisasi dan mengatasi dampak pengasaman laut; mengatur dan menghentikan penangkapan ikan yang berlebihan; dan melestarikan setidaknya 10 persen dari wilayah pesisir dan laut; melarang bentuk-bentuk subsidi perikanan tertentu yang berkontribusi pada penangkapan ikan berlebihan; meningkatkan manfaat ekonomi dari penggunaan sumber daya ikan berkelanjutan; meningkatkan pengetahuan ilmiah pengembangan kapasitas penelitian dan alih teknologi kelautan; dan mengimplementasikan dan penegakan hukum laut internasional,” tutur Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja.

Hal tersebut disampaikan Sjarief, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam Simposium Nasional VIII dan Internasional IV Kelautan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Universiti Malaysia Terengganu, dengan tema “Akselerasi Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dalam Mencapai SDGs di Era Pandemi Covid-19”, pada 5 Juni 2021.

Dalam Sharing Knowledge : Pengelolaan Kelautan dan Perikanan untuk Kesejahteraan, Sjarief menegaskan bahwa laut yang sehat akan memberikan kehidupan untuk manusia. Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak khususnya perguruan tinggi bergerak bersama menghadapi tantangan-tantangan dalam mengelola ekosistem laut dan pesisir Indonesia.

Saat ini, nilai Indeks Kesehatan Laut Indonesia adalah 65 dari 10 komponen yang dihitung indeksnya (ketersediaan pangan, akses melaut bagi perikanan skala kecil, produk bahan alam, penyimpanan karbon, perlindungan pesisir, mata pencaharian di wilayah pesisir dan ekonomi, pariwisata dan rekreasi, perlindungan habitat dan wilayah, perairan yang bersih, biodiversitas).

Perlu adanya upaya untuk meningkatkan nilai indeks kesehatan laut Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan sumber pelepasan karbon secara alami, karena dapat menyerap panas yang cukup besar. Laut Jawa melepas karbon lebih besar dibandingkan laut Flores/ Banda, dan terdapat beberapa bagian wilayah yang menyerap karbon. Penting untuk menyeimbangkan laut Indonesia sebagai sumber pelepasan karbon dengan menjaga kesehatan laut. Ekosistem pesisir (mangrove dan lamun) juga merupakan salah satu ekosistem yang perlu dijaga karena memiliki kemampuan yang efektif mengontrol perubahan iklim dan menjaga sumberdaya perikanan. Ekosistem pesisir memiliki co-benefits yang dapat dimaksimalkan untuk menunjang ekonomi biru.

“Kegiatan-kegiatan yang terjadi di darat secara langsung akan berdampak kepada semua kehidupan di laut. Limbah industri pertanian dan rumah tangga juga berperan dalam pencemaran laut, karena belum sempurnanya sistem pengolahan air limbah, keberadaan sampah plastik di lautan juga menjadi problematika sendiri. Ini adalah beberapa tantangan yang kita hadapi,” jelas Sjarief.

“Berdasarkan arahan Presiden, saat ini Indonesia tengah mengadopsi konsep blue economy, prinsip-prinsip pembangunan yang berbasis ekonomi biru adalah kita harus konsisten dengan kesehatan laut. Kita harus mulai melakukan pengukuran kesehatan laut Indonesia. Universitas Hasanuddin dan Universiti Malaysia Terengganu, mohon berkenan mungkin dapat mengembangkan suatu konsepsi untuk mengukur posisi kesehatan laut Indonesia. Butuh inovasi dan kreativitas untuk mengatasi tantangan dalam mewujudkan laut yang sehat, laut yang bersih, laut yang tangguh, laut yang aman dan produktif,” lanjutnya.

Sebagai langkah terobosan dalam pelaksanaan program ekonomi biru, Menteri Trenggono turut menggaungkan tiga prioritas KKP tahun 2021-2024, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal seperti Kampung Lobster, Lele, Nila, Kakap, hingga Kampung Rumput Laut.

Guna mewujudkan program tersebut, KKP melaksanakan perencanaan penataan  pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) untuk  peingkatan PNBP; menjadikan WPPNRI 714 sebagai kawasan spawning and nursery  ground, untuk memberikan kesempatan komoditas unggulan tumbuh dan berkembang  biak, meningkatkan komoditas perikanan budidaya untuk ekspor; membentuk konsep  shrimp estate untuk kegiatan budidaya dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan yang clear and clean, kegiatan pembenihan, pabrik pakan, pembesaran hingga pengolahan yang terpadu dalam satu wilayah, dengan menerapkan prinsip pengelolaan berkelanjutan dan melibatkan masyarakat; revitalisasi tambak percontohan kluster udang 2020-2024 di tambak-tambak idle di Indonesia, hingga pembangunan Millenial Shrimp Farm (MSF) 2020-2024.

Dalam pelaksanaannya, butuh peran dari stakeholders termasuk perguruan tinggi  dan seluruh civitas akademika dalam mendukung berbagai program terobosan KKP, untuk meningkatkan devisa negara dan peningkatan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Pihaknya pun berharap seluruh perguruan tinggi menjadi Learning Center yang dapat membangun pengetahuan sektor kelautan dan perikanan; menjadi center of excellent; penyedia SDM kompeten; pelibatan publik; melaksanakan scientific based, riset, inovasi dan solusi serta kolaborasi dan knowledge sharing.

“Kami juga berharap  perguruan tinggi dapat membangun suatu citra baru dalam menciptakan nelayan milenial, anak muda dengan semangat yang baru, melek teknologi dan modern dan mampu menciptakan model bisnis baru. Ini yang kita harapkan dari perguruan tinggi dan pada saatnya nanti kami mengundang seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk bersama-sama terjun ke dalam sentra-sentra shrimp estate, lobster estate maupun yang bersifat kampung-kampung budidaya lokal yang sifatnya tematik,  dengan begitu lulusan kita tidak lagi mencari kerja tetapi menciptakan lulusan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat, membangun ekstensi dengan kemampuan khusus dan terjun sebagai enterpreneur-entrepreneur muda,” tegas Sjarief.

Menhub Apresiasi Meningkatnya Produktivitas Pemeriksaan Angkutan Barang

SuaraPemerintah.id – Menhub Budi Karya Sumadi mengapresiasi semakin meningkatnya produktivitas pemeriksaan angkutan barang tahun ini, yang dilakukan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) / Jembatan Timbang. Unit ini berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Menhub lantas mencontohkan pemeriksaan pada lima jembatan timbang yang berada di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub Wilayah IX Provinsi Jawa Barat. Kelima jembatan timbang tersebut adalah Balonggandu, Losarang, Kemang, Gentong dan Tomo.

Selama Januari-April 2021, pada kelima jembatan ini telah diperiksa 54.992 kendaraan, dengan tingkat pelanggaran 20.620 kendaraan (38 persen). Sebagai perbandingan, pada 2020 (Januari-Desember), di tempat yang sama telah diperiksa 63.776 kendaraan, dengan pelanggaran 36.208 kendaraan (57 persen).

“Tahun lalu diperiksa 60 ribu kendaraan. Tahun ini dalam waktu empat bulan sudah diperiksa 50 ribu kendaraan. Di akhir tahun bisa mencapai 150 ribu kendaraan yang diperiksa, dan ada kenaikan dua kali lipat. Artinya rekan-rekan telah bekerja lebih produktif,” kata Menteri Budi seusai meninjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (6/6).

Menhub menjelaskan, jembatan timbang adalah satu fungsi kontrol pergerakan logistik. Sehingga, pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain dapat berjalan dengan selamat dan aman.

“Kita menginginkan keselamatan dalam perjalanan. Jika kendaraan itu besaran muatannya sesuai, kemungkinan besar kendaraan akan selamat. Tetapi jika muatan melebihi, maka tingkat keselamatannya tidak terjamin,” tutur Menhub.

Menhub berharap, para pelaku usaha logistik semakin sadar untuk tidak melanggar, antara lain dengan tidak menggunakan kendaraan overdimensi dan overload (ODOL). Kesadaran yang meningkat akan menurunkan jumlah pelanggaran kendaraan ODOL.

“Kami memang menegakkan hukum secara intensif. Hanya saja, kami lebih mengutamakan pendekatan persuasif. Kami mengharapkan kesadaran semua pengusaha logistik untuk mengikuti regulasi sesuai dengan berat dan besaran muatan yang ditetentukan. Apabila semua taat, maka tidak perlu kita melakukan transfer muatan, melakukan tilang, bahkan melakukan kegiatan yang lebih dari itu,” ucap Menhub memaparkan.

Turut mendampingi dalam kunjungan di Losarang ini antara lain anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo.

Apresiasi Riset Universitas Gunadarma, Menko PMK Tekankan Diseminasi dan Pemantauan

SuaraPemerintah.id – Indonesia memiliki beragam hasil riset yang sudah dimanfaatkan bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Salah satunya yaitu produk inovasi riset yang dihasilkan perguruan tinggi, seperti pengembangan produk kesehatan berbasis Information Communication Technology (ICT) dan Artificial Intelligence (AI).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa hasil riset perguruan tinggi berperan sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. Termasuk, membantu mempercepat upaya penanganan pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda sejumlah negara di dunia.

“Perguruan tinggi sebenarnya memiliki tenaga-tenaga yang melimpah dan sangat mendukung, juga riset-riset yang dihasilkan. Seperti hasil riset dari Universitas Gunadarma yang bahkan sudah ada dikirim ke India untuk membantu pasien Covid-19,” ujarnya usai orasi ilmiah pada acara Wisuda Daring Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Gunadarma, Minggu (6/6).

Beberapa produk hasil riset inovasi Universitas Gunadarma antara lain Ventilator RoboVent Resuscitator RV-01, RoboHelm NIVHelmet RH-01, RoboFlow HFNC RF-0, RoboMed Nurse Care CPAP + HFNC RN-01, dan menciptakan Robot Stark yaitu robot pintar pembersih atau sterilisasi ruangan tanpa menggunakan remote control karena berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Thing.

Berdasarkan keterangan Rektor Universitas Gunadarma Margianty, RoboFlow HFNC RF-0 sudah dikirim ke India sebagai wujud nyata kepedulian dan kontribusi perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Universitas Gunadarma, dalam membantu penanganan Covid-19 hingga ke luar negeri.

RoboFlow merupakan pengembangan alat bantu pernafasan bertekanan tinggi yang portable. Alat tersebut dapat digunakan pada pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pernafasan namun masih dapat bernafas secara mandiri. RoboFlow HFNC RF-0 sudah memiliki izin edar dan bersama-sama dengan produk inovasi lainnya yaitu RoboHelm NIVHelmet RH-01 sudah didistribusikan ke 13 rumah sakit di Jawa dan Sumatera.

“Sekali lagi terima kasih kepada Universitas Gunadarma. Kami sangat mengapresiasi Universitas Gunadarma yang sudah sangat proaktif dan memberikan banyak andil tidak hanya untuk penanganan Covid-19 tetapi juga sektor lain yang lebih luas,” tutur Muhadjir.

Namun ia menekankan kepada setiap perguruan tinggi yang telah berhasil menciptakan produk inovasi agar mendiseminasikannya lebih luas. Selain itu juga harus tetap memantau distribusi ataupun penggunaan produk-produk hasil inovasi tersebut agar dapat diketahui kelemahan dan kekurangannya untuk kemudian dilakukan perbaikan dan penyempurnaan teknologi tersebut oleh perguruan tinggi.

“Karena itu perlu ada research and development. Apalagi yang berkaitan dengan masalah kesehatan harus betul-betul diperhatikan, baik yang terkait dengan tenaga kesehatan ataupun masyarakat yang menerima manfaat produk tersebut,” pungkasnya.

Aksi Bersih Pantai di Kendal Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia

SuaraPemerintah.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar aksi bersih pantai dan penanaman mangrove di Pantai Karang Asri Desa Karangmalang, Kecamatan Kangkung, Minggu (6/6/2021).

Apresiasi disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto kepada semua pihak atas kepedulian dan peran sertanya dalam melakukan konservasi dan mendukung program penghijauan, melalui pemulihan ekosistem mangrove. Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Kendal.

Dico berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Yang terpenting, adalah menjaga dan merawat pohon yang sudah kita tanam. Kita harus memastikan bahwa apa yang sudah kita ikhtiarkan bersama ini benar-benar dijaga dengan baik, dan harapannya nanti ke depan bisa memberikan manfaat yang banyak. Khususnya, untuk lingkungan hidup dan untuk masyarakat sekitar,” tutur bupati.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran tiga rute jalur sepeda sebagai dukungan pengembangan sport tourism oleh bupati. Yakni, rute pertama, start di Lembah Nirwana dan berakhir di Desa Wisata Kedungboto, sedang rute kedua start di DTW Curugsewu Patean dan berakhir di Omahe Opa.

“Dan rute ketiga, area start berada di Taman Klorofil dan berakhir di Pantai Sendang Sikucing ataupun sebaliknya,” lanjutnya.

Pemerintah Targetkan Angka Stunting Menurun 14 Persen di 202

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Indonesia menargetkan angka stunting Indonesia akan turun hingga hanya mencapai 14 persen di 2024.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bekerja keras untuk menurunkan angka stunting gagal pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi.

Muhadjir mengatakan, angka stunting di Indonesia masih meningkat yakni sebanyak 27,79 persen pada 2019.

Peningkatan tersebut karena pandemi, namun diakui untuk 2020 dirinya belum mendapatkan angka stunting. Muhadjir menyebut, terdapat sejumlah provinsi yang mengalami peningkatan.

“Ada beberapa provinsi yang memang angka stuntingnya masih tinggi ya. Saya kalau boleh menyebut itu NTT, kemudian Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, kemudian sebagian beberapa Provinsi termasuk Kepulauan Nias,” ujar Muhadjir, Minggu (6/6/2021).

Dia pun mengaku telah mendatangi wilayah yang stuntingnya tinggi seperti Kepulauan Nias. Kedatangannya tersebut untuk melihat realitas di lapangan terkait stunting.

Dari kedatangannya tersebut, Muhadjir akan merancang sebuah model. Nantinya model tersebut dapat direplikasikan ke wilayah lain dengan berbagai macam penyesuaian tempat.

“Model yang kita rancang akan disesuaikan dengan tempat wilayah itu, karena tiap wilayah memiliki karakter berbeda,” terang Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan dari jumlah angkamya, sebanyak 56 angkatan kerja menjadi korban stunting.

Dia menjelaskan, nantinya untuk mencegah hal tersebut akan ada 1.000 hari emas, yakni sembilan bulan didalam kandungan dan dua tahun di dalam susuan ibu.

Menurut dia, 1.000 hari emas merupakan momentum yang akan menentukan perkembangan seorang SDM Indonesia kedepan.

“Untuk stunting yang sudah masuk masa produktif ya sudah lewat, sudah ga bisa ditangani. Hanya tinggal intervensinya lewat menaikan keterampilan,” ucap Muhadjir.

Muhadjir menambahkan, Menko PKM bersama Kementerian Sosial dan BKKBN telah memberikan program khusus untuk mencegah stunting, yaitu pemberian beras tertentu dan roti untuk ibu hamil.

Dirinya menuturkan, pemberian roti untuk ibu hamil ditujukan untuk mendapatkan asam folat yang cukup, karena asam folat akan menentukan perkembangan kecerdasan anak dan bayi.

“Karena yang dimaksud stunting itu bukan tubuh yang kecil, bukan. Tapi otaknya yang tidak tumbuh secara optimal. Kalau yang kecil itu biasa tapi otaknya cerdas,” tutup Muhadjir.

Kementan Bangun Irigasi, Produktivitas Petani Rejang Lebong Melonjak

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperbaiki saluran air untuk areal pertanian. Kali ini, Kementan membangun irigasi perpompaan untuk Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kehadiran irigasi perpompaan ini mampu mendongkrak tingkat produktivitas petani hampir dua kali lipat.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, air merupakan kebutuhan pokok bagi sektor pertanian. Tanpa air, mustahil sektor pertanian akan berkembang dengan baik. Untuk mengatur dan menyalurkan air ke areal tanaman pangan dengan baik, salah satunya dilakukan dengan irigasi perpompaan.

“Pertanian itu tak boleh terganggu dalam situasi apapun. Air itu salah satu kebutuhan mutlak pertanian. Untuk itu harus diatur dengan baik. Irigasi perpompaan ini salah satu upaya mengatur pasokan air agar berjalan dengan baik,” tutur SYL dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (6/6/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, irigasi perpompaan merupakan program pengaturan air pertanian.

“Irigasi perpompaan ini bagian dari water management. Melalui irigasi perpompaan kebutuhan air untuk lahan sawah petani dijamin sepenuhnya,” tutur Ali.

Dengan kata lain, Ali menyebut jika irigasi perpompaan diprogramkan untuk memastikan pasokan air selalu tersedia untuk mendukung produksi pertanian. Dia berharap masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpompaan ini.

“Sehingga bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani,” katanya

Direktur Irigasi Dirjen PSP Kementan, Rahmanto menambahkan, irigasi perpompaan ini untuk memanfaatkan sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi dengan menggunakan pompa. Kelompok Tani Sumber Rezeki yang mendapatakan program ini membangun rumah pompa panjang 2.5 meter, lebar 1.4 meter dan tinggi 2 meter, dan mengadakan pompa air berdiameter 4 inch dengan power 8.5 HP intake 180 ltr per menit.

“Untuk bak penampungan memiliki kedalaman 1.5 meter. Kami berharap irigasi perpompaan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkas Rahmanto.

Kemkes: Vaksinasi Untuk Masyarakat Umum Akan Mulai Juli

SuaraPemerintah.id – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum yang awalnya dijadwalkan Mei dan Juni 2021 akan dimulai pada Juli 2021.

Nadia mengatakan, vaksinasi masyarakat umum mulai Juli 2021 disesuaikan dengan stok vaksin saat ini. “Sudah sejak lama kita sampaikan akan dimulai Juli karena pada April stok vaksin hanya 8 juta dan rencananya vaksin Astrazeneca yang seharusnya sudah kita terima 12 juta tetap sampai saat ini baru 6 juta,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (6/6/2021).

Ketika ditanya terkait dengan stok vaksin terbatas dan target vaksinasi terhadap 70% atau 181,5 juta penduduk tuntas Desember 20201, Nadia mengatakan, hal tersebut tergantung dengan ketersediaan vaksin. Untuk itu, Nadia meminta masyarakat untuk menunggu stok vaksin yang tersedia pada Juli 2021 mendatang.

“Kita tunggu dulu bulan juli berapa banyak vaksin yang kita terima dan komitmen pengiriman produsennya mungkin akhir Desember setidaknya 90% sudah menerima dosis pertama,” kata Nadia.

Nadia menyebutkan, ada 141,5 juta masyarakat umum jadi sasaran penerima vaksin Covid-19 pada usia diatas 18 -59 tahun ada 141,5 juta. Sedangkan sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 yakni tenaga kesehatan, lansia, dan petugas layanan publik berdasarkan data https://vaksin.kemkes.go.id/ per 6 Juni 2021 tepatnya pukul 12.00 WIB total sasaran penerima sebanyak 40,3 juta atau 40.349.049 orang.

Penerima vaksin pertama ada 43,77% atau 17.662.226 dan penerima vaksinasi dosis kedua sebanyak 27,58% atau 11.127.764. Berikut ini rinciannya, untuk tenaga kesehatan (nakes) sasaran ada 1.468. 964. Vaksinasi dosis pertama 103,64% atau 1.522.237 dan dosis kedua 94,74% atau 1.391. 567.

Sedangkan untuk kelompok lansia sasaran penerima ada 21.553118 dengan rincian dosis pertama ada 16,24% atau 3.500. 491 dan dosis kedua ada 10,66% atau 2.296.702. Sementara untuk vaksinasi petugas layanan publik ada 17.662.226 dengan rincian dosis pertama ada 72,65% atau 12.588.914 dan dosis kedua 42,93% atau 7.438.788.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menargetkan sekitar 20% masyarakat sudah divaksin Covid-19 pada Juni 2021. Sebagaimana diketahui, program vaksinasi ini dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas, yakni mulai dari tenaga kesehatan pada tahap I. Kemudian, pada tahap II, sasaran penerima vaksin adalah kelompok lansia dan petugas pelayanan publik. Lalu masyarakat umum.

“Memang bertahap ini vaksinasinya, jadi bapak dan ibu mohon bersabar, sampai Juni mungkin 20% penduduk yang bisa divaksin. Kita berusaha mendapatkan vaksin sebanyak-banyaknya, sisanya pada Juli insya Allah bisa sebagian rakyat divaksin,” kata Gunadi saat meninjau kegiatan vaksinasi di Gedung MUI Pusat, Rabu (3/3/2021).

Gunadi menyebutkan, agar herd immunity di Indonesia tercapai, maka harus ada 70% atau 181,5 juta masyarakat usia 18 tahun ke atas yang divaksin. Sebagaimana diketahui, vaksin bukan hanya untuk individu, melainkan untuk kelompok.

“Vaksin bukan hanya melindungi kita, melainkan melindungi saudara kita, tetangga kita, seluruh orang Indonesia, karena percuma kalau cuma 50% vaksin bukan hanya untuk kepentingan individu, melainkan ini sesuatu yang benar-benar bermanfaat untuk orang yang lebih lemah, orang-orang tua, komorbid, yang mungkin tidak bisa divaksin, kita bisa bantu melindungi mereka,” katanya.

Oleh karena itu, Gunadi meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses vaksinasi Covid-19 yang tengah berlangsung. Pasalnya, hal ini terkait dengan stok vaksin yang terbatas dan masih menjadi rebutan dunia internasional.

“Vaksin ini menjadi rebutan di seluruh dunia. Banyak negara belum bisa mendapatkan vaksinnya, termasuk beberapa negara maju baru mulai beberapa di Asia. Jadi Indonesia ini bersyukur kita bisa dapat, karena masih menjadi rebutan di seluruh dunia,”kata Gunadi.