Beranda blog Halaman 4307

RSUD Margono Luncurkan Inovasi di Bidang Layanan Kesehatan

SuaraPemerintah.id – Pihak RSUD Margono Soekarjo Purwokerto kembali meluncurkan inovasi di bidang layanan kesehatan. Kali ini, inovasi yang diluncurkan terkait digitalisasi sistem administrasi dan regristrasi online Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dengan sistem itu, maka sistem terkait pelayanan JKN di rumah sakit tersebut terkait pelayanan BPJS Kesehatan dipastikan cepat, akurat, dan transparan. Selain mempermudah layanan administrasi, dengan aplikasi itu akan mencegah kecurangan-kecurangan yang bisa ditimbulkan.

Direktur RSUD Margono, Tri Kuncoro mengatakan, pihaknya kini sedang menggenjot pelayanan berbasis inovasi digital yang dikembangkan saat ini. Yakni E-VA Centil (Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan Klaim BPJS). Dengan aplikasi itu, klaim BPJS dari masyarakat dilakukan dengan teknologi digital, sehingga meningkatkan kecepatan dan akurasi.

“Sistem dilakukan secara online, sehingga mencegah munculnya potensi berbagai praktik kecurangan (anti-fraud) yang menyertai dalam pengurusan klaim BPJS,” kata dia.

Dengan aplikasi itu, pengurusan klaim BPJS lanjut Tri juga akan semakin cepat. Jika dulu masyarakat harus melalui dua antrean, kali ini hanya butuh satu antrean saja.

“Masyarakat bisa langsung dilayani. Jadi tidak perlu lama-lama mengantre,” jelasnya.

Aplikasi tersebut mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan. Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS, Lily Kresnowati mengatakan, digitalisasi sistem administrasi dan registrasi JKN yang dilakukan RSUD Margono patut dicontoh dan dijadikan role model untuk pengembangan layanan rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi, kami harap ini dicontoh oleh rumah sakit lain. Kami ingin ini menjadi role model, sehingga rumah sakit di seluruh Indonesia bisa meniru,” ucapnya.

Inovasi ini, lanjut Lily, memang selaras dengan tujuan BPJS Kesehatan. Yakni untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan memperpendek masa antrean.

“Dengan begitu, maka peserta BPJS lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dan ini bisa meningkatkan kepercayaan serta kepuasan masyarakat pada layanan JKN,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo begitu bangga dengan inovasi itu. Menurutnya, di tengah pandemi tim RSUD Margono masih konsisten berpikir terkait inovasi pelayanan publik.

“Saya senang, karena ini sudah jadi tradisi di RSUD Margono. Tidak hanya di sini, di tempat-tempat lain dan OPD kami, inovasi itu sudah menjadi budaya. Tapi memang Margono ini sangat produktif terkait inovasi. Semoga ini bisa menambah perbaikan pada layanan kesehatan kita,” katanya.

Aplikasi yang menjadi sistem verifikasi anti-fraud di RSUD Margono ini, lanjut Ganjar, penting ditiru oleh rumah sakit lain. Sebab menurutnya, itu merupakan wujud integritas pada masyarakat.

“Kalau ada pasien yang ingin ngeklaim BPJS, datanya benar. Pelayanannya juga jauh lebih cepat. Dan yang paling penting, tidak ada makelarnya karena semuanya dilakukan dengan sistem digital,” pungkasnya.

Sinergi PGE dan ELNUSA Tingkatkan Kerjasama Pengembangan Teknologi Geothermal

SuaraPemerintah.id – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT ELNUSA Tbk (ELNUSA) keduanya merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan teknologi Geothermal, Kamis (3/06) di Kantor Pusat PGE – Menara Cakrawala, Jakarta. Kesepakatan ini bertujuan untuk pengembangan teknologi geothermal yaitu pengukuran laju alir dua fasa (Two Phase Flow Meter) sebagai terobosan teknologi geothermal pertama di dunia. Kerjasama diawali dengan pemanfaatan teknologi ini pada Field Prototype untuk uji operasi di lapangan panas bumi sebelum dapat dimanfaatkan secara luas.

Acara dihadiri oleh jajaran Direksi PGE dan Direksi ELNUSA secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk komitmen mendayagunakan institutional knowledge PGE sebagai perusahaan pioneer yang memiliki sejarah pengalaman panjang dalam mengelola pemanfaatan energi bersih panas bumi di Indonesia.

“Dengan kerjasama pengembangan teknologi Geothermal dua fasa ini bersama Elnusa, maka PGE memperkokoh sinergi antar perusahaan di Pertamina Group dalam mengembangkan bisnis technical services untuk geothermal. Technical expertise PGE ini dibangun melalui pengalaman panjang PGE dalam mengelola energi bersih panas bumi di Indonesia selama hampir 40 tahun. Setelah dilakukan uji operasi, teknologi ini diharapkan dapat digunakan secara luas sebagai kontribusi PGE terhadap pengembangan teknologi geothermal baik di Indonesia maupun dunia internasional. ” ujar Ahmad Yuniarto.

“Hal yang paling membanggakan dari teknologi ukur laju air fluida dua fasa (Two Phase Flow Meter) geothermal ini adalah diciptakan oleh pekerja PGE melalui serangkaian penelitian di Indonesia dan Selandia Baru. Karena hingga saat ini belum ada teknologi pengukuran secara real-time fluida geothermal pada sumur produksi. Dengan inovasi ini maka dapat diperoleh real-time data untuk memastikan operational excellence performa suatu sumur panas bumi sehingga dapat menjaga kualitas sumur tersebut.” tambah Ahmad Yuniarto.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama ELNUSA, Ali Mundakir mengemukakan “ELNUSA saat ini terus berupaya meningkatkan kapabilitas serta kapasitas melalui kompetensi unggul yang dimilikinya dan juga memperkuat bisnis partnership baik dalam lingkup Pertamina Grup maupun dengan perusahaan nasional dan juga internasional. Kesepakatan perjanjian kerjasama dengan PGE ini merupakan salah satu realisasi lanjutan dari kerjasama yang sudah terjalin cukup erat sebelumnya”.

Ali menambahkan “Di sisi lain, kerjasama ini juga merupakan salah satu langkah strategis ELNUSA untuk masuk lebih jauh ke dalam bisnis Energi Terbarukan. ELNUSA memiliki kompetensi yang unggul pada sisi engineering dan fabrikasi serta pemasaran produk-produk peralatan teknis yang digunakan dalam operasional geothermal. Sementara itu, PGE memiliki kemampuan teknis dan ilmiah untuk melakukan inovasi atas peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam operasional geothermal. Dengan keunggulan tersebut maka aliansi strategis korporasi bersama dengan PGE ini akan membuat keduanya tumbuh dan maju bersama”.

Kerja sama ELNUSA dan PGE ini tentunya menjadi salah satu bentuk nyata sebuah komitmen sinergi untuk berkolaborasi memberikan nilai tambah bagi Pertamina group serta bentuk dukungan terhadap pengembangan produk karya anak bangsa menuju tahap komersialisasi dari teknologi laju alir dua fasa. Kedua belah pihak berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam pengembangan potensi energi baru terbarukan di Indonesia yang dapat mendorong transisi energi di Indonesia.

Ganjar Harapkan Bandara JB Soedirman Jadi Berkah Masyarakat Purbalingga

Ganjar Harapkan Bandara JB Soedirman Jadi Berkah Masyarakat Purbalingga

SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menghadiri acara penerbangan komersial perdana Bandar Udara (Bandara) Jenderal Besar Soedirman dan berharap dapat benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya. Terkait dengan hal itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kehadiran Bandara JB Soedirman di Purbalingga.

Hal ini diungkapkan oleh Ganjar kepada wartawan usai menghadiri acara penerbangan komersial perdana di Bandara JB Soedirman, Purbalingga, Kamis, 3 Juni 2021.

“Ada lima kabupaten yang waktu itu mendukung, saya seneng banget, ada Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, Cilacap juga membantu, saya seneng banget. Hari ini (3/6) bisa terlaksana,” katanya.

Ganjar mengaku setiap kali bertemu Presiden Joko Widodo selalu ditanya tentang perkembangan pembangunan Bandara JB Soedirman.

“Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi luar biasa membantu dan monitor, Angkasa Pura kerja dahsyat, tentu dari Angkatan Udara sini, pemkabnya, toplah pokoknya, dan hari ini bisa kita darati,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu hal yang perlu dilakukan dalam kondisi penerbangan yang belum bisa ramai adalah harus bicara pariwisata terbatas.

Dengan demikian ketika berbicara spot wisata yang ada di Purbalingga, orang Jakarta dapat ditawari paket-paket wisata olahraga seperti maraton, bersepeda, dan arung jeram.

“Jadi di sini kita punya potensi yang banyak, sehingga kita bisa bekerja sama dengan Citilink yang membantu, terus kemudian pariwisata kita juga buat paket nanti dengan UMKM dan destinasi-destinasi yang bagus. Harapan kita ini nanti akan menggugah,” katanya.

Ia mengatakan ide-ide baru sudah mulai muncul dan Bupati Purbalingga bakal segera mengkoordinasikannya, sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mendukung sepenuhnya.

Dalam acara tersebut, Gubernur didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyambut kedatangan penumpang pesawat Citilink yang mendarat di Bandara JB Soedirman setelah menjalani penerbangan dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Ganjar juga berkesempatan mengalungkan rangkaian bunga kepada pilot yang menerbangan pesawat Citilink rute Surabaya-Purbalingga, sedangkan Bupati Purbalingga mengalungkan rangkaian bunga kepada salah satu perwakilan penumpang.

“Saya lagi dengan pilotnya ini. Pilotnya keren, Pak Valerie ini menerbangkan Citilink dari Surabaya, terus ke Halim (Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, red.),” katanya.

Ia mengatakan pesawat yang membawa 34 penumpang itu melakukan pendaratan pertama komersial di Bandara JB Soedirman yang sudah belasan tahun dimimpikan masyarakat Purbalingga.

Sementara itu, pilot Citilink, Valerie Victor mengaku senang terhadap penyambutan tersebut.

“Senang sekali dengan sambutan ini. Sangat meriah,” katanya.

Menurut dia, secara keseluruhan tidak ada kendala saat mendaratkan pesawat di bandara baru tersebut karena cuaca di sekitar bandara juga bagus dan sangat mendukung.

“Bandaranya sudah bagus, sudah layak semuanya. Dari segi teknis untuk landing dan take off sudah sangat bagus, tidak ada kekurangan, bagus karena tadi semuanya berjalan lancar,” katanya.

Ia mengharapkan penerbangan di Bandara JB Soedirman Purbalingga ke depannya semakin ramai.

Bandara JB Soedirman yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) secara resmi diaktifkan kembali sejak tanggal 1 Juni 2021 dan untuk sementara hanya melayani penerbangan pada hari Kamis dan Sabtu yang dilayani pesawat ATR-72 milik maskapai Citilink.

Dalam hal ini, pesawat tersebut melayani rute dari Bandara Juanda menuju Bandara JB Soedirman dan selanjutnya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Kemudian dari Bandara Halim Perdanakusuma, pesawat tersebut kembali ke Bandara JB Soedirman dan selanjutnya menuju Bandara Juanda. (red/pen)

Naik 4,15%, Ekspor Kelautan dan Perikanan Tunjukkan Tren Positif

SuaraPemerintah.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan peningkatan kualitas produk kelautan dan perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan kenaikan sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya atau total USD6,05 miliar di tahun ini.

Selama caturwulan pertama 2021 ekspor komoditas kelautan dan perikanan menunjukkan kinerja positif. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), dibanding tahun lalu, peningkatan nilai ekspor produk kelautan dan perikanan mencapai 4,15% selama Januari-April 2021 (480 kode HS 8 digit).

“Total nilai ekspor selama caturwulan I tahun ini sebesar USD1,75 miliar,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, Kamis (3/6/2021).

Kinerja positif ini pun turut berdampak pada neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan. Artati menyebut surplus neraca perdagangan kali ini mencapai USD1,59 miliar atau naik 3,26% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bahkan, pada April 2021, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan menyentuh angka USD488,61 juta atau lebih tinggi 11,6 % dibanding April 2020.

“Sektor kelautan dan perikanan adalah harapan menjadi pengungkit perekonomian di masa pandemi Covid-19,” tutur Artati.

Artati menegaskan, peningkatan nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan ini menjadi momentum untuk pencapaian target ekspor produk kelautan dan perikanan tahun 2021 sebesar USD6,05 miliar. Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat permintaan seafood di pasar global yang kian meningkat.

“Pandemi Covid-19 selain menjadi tantangan juga memberikan kita peluang mengingat kenaikan permintaan seafood di pasar global di situasi seperti ini,” tegasnya.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud memaparkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan utama ekspor produk kelautan dan perikanan dari Indonesia. Hal ini terlihat dari kontribusi sebesar USD772,59 juta atau 44,23 % terhadap total nilai ekspor caturwulan I 2021.

Disusul Tiongkok dengan USD246,69 juta atau 14,12% dari total nilai ekspor dan Jepang sebesar USD190,70 juta atau 10,92 %.

“Selanjutnya negara-negara ASEAN sebesar USD189,89 juta (10,87 %), Uni Eropa USD83,64 juta (4,79%), dan Australia sebesar USD38,29 juta (2,19 %),” terang Machmud.

Adapun dari sisi komoditas, udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan disusul tuna–cakalang–tongkol (TCT), cumi–sotong–gurita (CSG), rajungan–kepiting dan rumput laut. Machmud menambahkan, selama periode Januari – April 2021, nilai ekspor udang mencapai USD725,98 juta atau 41,56 % terhadap total nilai ekspor, kemudian TCT sebesar USD228,55 juta (13,08%).

“CSG sebesar USD178,87 juta (10,24 %), rajungan–kepiting sebesar USD150,86 juta (8,64 %) dan rumput laut sebesar USD93,02 juta (5,33 %),” pungkasnya.

Bertemu Dubes Denmark, Moeldoko Tegaskan Isu Perubahan Iklim dan EBT Jadi Komitmen Presiden Jokowi

Bertemu Dubes Denmark, Moeldoko Tegaskan Isu Perubahan Iklim dan EBT Jadi Komitmen Presiden Jokowi

SuaraPemerintah.id – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia HE Lars Bo Larsen membahas pembangunan berkelanjutan serta isu di bidang climate change dan energi baru terbarukan (EBT). Isu perubahan iklim dan EBT sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo.

Hal ini dijelaskan oleh Moeldoko pada pertemuan yang berlangsung di Gedung Bina Graha Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

“Komitmen Presiden sangat kuat pada isu ini, bahkan sudah tertuang melalui beberapa kebijakan,” terangnya.

Moeldoko menyampaikan komitmen Presiden, salah satunya dengan diterbitkannya Perpres 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Melalui Perpres itu, Moeldoko meyakini, Indonesia akan secara masif mendorong produksi mobil listrik. Terlebih, lanjut Moeldoko, Perpres tersebut juga telah didukung melalui penyusunan peta jalan peralihan mobil konvensional ke listrik.

Tidak hanya itu, komitmen Indonesia terhadap isu climate change dan EBT juga beberapa kali disampaikan Presiden Jokowi. Di antaranya saat pidato pada United Nations UN Climate Change Conference the Conference of the Parties COP21, Paris 2015 yang mencakup komitmen global yang diturunkan ke komitmen nasional dan sektor energi.

Komitmen Global sesuai dengan Target Paris Agreement yakni menjaga kenaikan temperatur global tidak melebihi 2 derajat Celcius, dan mengupayakan menjadi 1,5 derajat Celcius.

Ada juga Komitmen Nasional sesuai dengan Amanat UU No 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement yakni menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29 persen dari business as usual atau kemampuan sendiri menjadi 41 persen (dengan bantuan internasional) pada 2030 sesuai NDC (Nationally determined contributions).

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan secara global,” jelas Moeldoko.

Dari sisi EBT, lanjut Moeldoko, Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi GRK sebesar 314-398 juta ton CO2 pada tahun 2030, melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih.

Indonesia juga menuju Net Zero Emission 2050 yang kemudian tertuang dalam Pidato Presiden RI pada Leaders Summit on Climate, 22 April 2021.

Selain itu juga Indonesia berkomitmen akan aksi konkret perubahan iklim Moratorium konversi hutan dan lahan gambut guna menurunkan kebakaran hutan hingga 82 persen, serta mendorong green development melalui Pengembangan Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 Ha di Kalimantan Utara, yang merupakan Green Industrial Park terbesar di dunia.

Kemudian juga terkait membuka investasi terhadap transisi energi, di mana terdapat peluang yang sangat besar untuk investasi pengembangan biofuel, industri baterai lithium, dan juga kendaraan listrik.

“Selain itu pengembangan energi terbarukan di berbagai daerah juga terus didorong termasuk pembangkit listrik tenaga sampah dengan diresmikannya PLTSa Surabaya oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini,” imbuh Moeldoko.

Dia mengatakan berkaitan dengan pengembangan kelapa sawit juga telah dikembangkan Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang memastikan lebih ramah lingkungan.

Adapun Duta Besar Denmark HE Lars Bo Larsen menghargai kepemimpinan Indonesia pada isu perubahan iklim dan EBT. Dubes Denmark menyampaikan adanya potensi pinjaman dana pemerintah yang menawarkan interest rendah dalam bentuk loan state guaranty.

Penilaian Larsen tidak lepas dari Indonesia sebagai negara dengan kepemimpinan dunia karena memiliki tiga modal, antara lain, kekuatan demokrasinya, warga Muslim yang inklusif dan antikekerasan serta komitmen pada transisi hijau.

“Ke depan Indonesia akan memiliki posisi yang strategis sebagai pemimpin G20 di tahun 2022. Indonesia perlu menunjukkan kepemimpinan di sektor pembangunan berkelanjutan dan transisi energi. Waktu sekarang ini adalah paling tepat untuk melakukan investasi di bidang energi terbarukan mengingat harga semakin murah dan di tahun 2030 menjadi era baru energi bersih,” ungkap Larsen.

Pertemuan Moeldoko dan Dubes Denmark untuk Indonesia merupakan tindak lanjut dari pertemuan Tim Energi dari KSP dengan perwakilan kedutaan besar Denmark Thomas Capral Henriksen.

Pada pertemuan saat itu, KSP membicarakan dua hal yakni Renewable energy regulation (attracting investments) dan Energy sectors contribution to climate targets. (red/pen)

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional 2022

SuaraPemerintah.id – Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional tahun 2022. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., seusai beraudiensi dengan DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kamis (03/06).

Ngarsa Dalem menyambut baik penyelenggaraan Pesparawi Nasional tersebut dan menyatakan kesiapan Pemda DIY untuk mendukung pelaksanaannya. Pesparawi sendiri merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan agama Kristen dalam bentuk pesta paduan suara yang diselenggarakan LPPN (Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional) dengan melibatkan gereja-gereja di Indonesia secara nasional. Penyelenggaraan kegiatan ini awalnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2021, namun harus mundur karena kondisi pandemi yang masih belum terkendali.

Terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah berdasarkan pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2018 di Pontianak. Berdasarkan penilaian dan pertimbangan yang telah dilakukan, seluruh peserta Munas kemudian menetapkan Yogyakarta sebagai tuan rumah Pesparawi tahun 2022.

Menurut Thomas, Yogyakarta mempunyai ciri yang berbeda dengan beberapa tempat di mana Pesparawi Nasional pernah diselenggarakan sebelumnya. “Ada sedikit yang berbeda yaitu momentum pelaksanaan Pesparawi ini akan dijadikan juga untuk merekatkan persaudaraan antarbangsa dalam berbagai ragam agama,” ungkapnya.

Pesparawi Nasional ini akan diselenggarakan pada bulan Juni–Juli tahun 2022. Penyelenggaraan kali ini juga akan melibatkan pemeluk agama-agama lain dalam beberapa aktivitas yang dilakukan. Hal inilah yang membedakan Pesparawi kali ini dengan Pesparawi di tahun-tahun sebelumnya.

Turut menghadiri audiensi ini, Setditjen Bimas Kristen Urbanus Rahangmetan, Ketua Bidang I LPPN John Hutabarat, Ketua Harian LPPN Saur Hasugian, Ketua Umum LPPD DIY Agus Haryanto, Kepala Bappeda DIY Beni Suharsono, dan Plt. Kepala Biro Mental Spiritual DIY Maladi.

LPEM UI Sebut Kolaborasi Gojek dan Tokopedia (GoTo) Berkontribusi Rp35 T pada Ekonomi Indonesia

LPEM UI Sebut Kolaborasi Gojek dan Tokopedia (GoTo) Berkontribusi Rp35 T pada Ekonomi Indonesia

SuaraPemerintah.id – Ekonom Digital LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) mengatakan entitas kerja sama antara Gojek dan Tokopedia (GoTo) dinilai dapat berkontribusi Rp35 triliun untuk ekonomi Indonesia. Kehadiran GoTo memunculkan integrasi ekonomi. Artinya kolaborasi itu berpotensi meningkatkan efisiensi di tingkat entitas perusahaan baru dan menurunkan biaya yang dikenakan kepada pengguna.

Hal ini diungkapkan oleh Ekonom Digital LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, Rabu, 2 Juni 2021. Menurutnya kolaborasi tersebut dapat memunculkan integrasi fungsional yang berarti meningkatkan efisiensi di tingkat pengguna merchant atau mitra dan menurunkan ongkos produksi.

“Dengan adanya kolaborasi keduanya juga mampu menarik UMKM konvensional untuk bertfranformasi ke digital,” ungkap Chaikal dalam siaran pers “Dampak Merging Antara Platforms: Studi Kasus Gojek dan Tokopedia” ungkapnya.

Menurut riset LPEM FEB UI sebelumnya, kontribusi pra-kolaborasi Tokopedia sebesar 1,1 persen (LPEM UI, 2019) dan Gojek sebesar 0,7% (LD FEB UI 2019) terhadap PDB Nasional atau secara total 1,8 persen dari PDB Nasional.

Sedangkan dalam riset terbaru hari ini, diungkapkan kontribusi total Gojek dan Tokopedia pasca kolaborasi akan sebesar 1,9 persen sampai 2,1 persen dari PDB Nasional.

“Terdapat stimulus sebesar Rp17 triliun sampai Rp35 triliun kepada perekonomian dari kolaborasi Tokopedia dan Gojek,” terangnya.

Seiring waktu, Chaikal meyakini, dampak positif kolaborasi GoTo akan semakin berkembang terhadap perekonomian Indonesia karena keduanya sedang terus bertumbuh. Selain itu, diyakini juga akan berdampak positif terhadap peningkatan inklusi keuangan Indonesia.

“Memang salah satu hasil studi kami menghasilkan kesimpulan bahwa e-commerce meningkatkan inklusi keuangan Indonesia. Baik dari segi penggunaan maupun dari segi kepemilikan. Kita tahu ini target pemerintah untuk masyarakat Indonesia bisa masuk ke industri keuangan. Misalnya untuk distribusi bantuan pemerintah dan untuk akses terhadap modal usaha masyarakat UMKM,” Chaikal memaparkan.

Sementara peneliti Senior LPEM FEB UI Prani Sastiono menyoroti manfaat GoTo kepada kewirausahaan baik informal maupun formal.

“Kami menilai Gojek dan Tokopedia menurunkan barrier to entry (hambatan untuk memulai usaha, Red.) dalam mendirikan usaha sehingga mendorong lebih banyak orang untuk berwirausaha,” kata Prani.

Dengan begitu, Prani meyakini dampak positif terhadap PDB bisa lebih besar. Terlebih Gojek sudah hadir di 200 distrik atau kabupaten dan Tokopedia juga kurang lebih digunakan di lebih dari 200 distrik.

“Kalau misalnya kolaborasi ini menurunkan barrier to entry dari Gojek ke distrik-distrik yang Tokopedia-nya sudah ada itu kan artinya mungkin ada demand (permintaan) untuk logistik di daerah-daerah tersebut. Itu juga akan menumbuhkan ekonomi,” ulasnya.

Ekonom Agustinus Prasetyantoko melihat tidak ada contoh kasus sejenis kolaborasi GoTo di negara lain. Maka apa yang dilakukan Gojek dan Tokopedia diyakini akan menjadi acuan bagi pelaku digital global.

“Kalau diperhatikan ini lah salah satu kontribusi yang kita sumbangkan. Justru ini akan direplikasi di tempat lain sebab saya tidak melihat di tempat lain. Dengan bergabungnya Gojek dan Tokopedia ini kan cross selling dan cross market. Jadi akan cukup luas cakupannya,” paparnya.

Dia juga berharap dengan hadirnya kekuatan GoTo akan mulai mengikis banjirnya produk asing di Indonesia. ”Dengan digital market yang terbuka ini kita tidak dibanjiri produk asing. Tapi dengan adanya GoTo justru men-supply market ke tingkat regional,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengharapkan merger Gojek dan Tokopedia bisa memberikan dampak yang positif bagi kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah maupun ultra mikro di Indonesia.

“Upaya merger ini juga diharapkan tetap berfokus pada aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya pengembangan UMKM/UMi lokal,” kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Rabu.

Dua raksasa perusahaan rintisan asal Tanah Air, Gojek dan Tokopedia baru saja membentuk Grup GoTo, yang menaungi layanan e-commerce, transportasi dan pengiriman barang, serta finansial.

Layanan dari Tokopedia, Gojek dan dompet digital GoPay kini berada di bawah naungan Grup GoTo. Kominfo melihat penggabungan dua perusahaan ini merupakan salah satu titik penting dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

“Merger ini juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang mampu memanfaatkan peluang besar di tengah pandemi COVID-19 melalui pemanfaatan teknologi digital,” kata Dedy.

Berkaitan dengan teknologi digital, Kominfo berkomitmen untuk terus mendorong upaya percepatan transformasi digital yaitu dengan memastikan tata kelola data, pengendalian konten digital, pengembangan literasi digital dan talenta digital, serta pemerataan infrastruktur digital.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mendorong pelaku UMKM dan wisata berpindah dari ruang fisik ke ruang digital. (red/pen)

Hindari Bandara Sepi, Ganjar Minta Bupati Purbalingga Kembangkan Sektor Wisata

SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati Purbalingga kreatif untuk meramaikan Bandara Jenderal Besar Soedirman yang baru saja diresmikan. Banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mengembangkan sektor pariwisata.

“Bandara ini menjadi satu berkah yang kita harapkan. Betul-betul untuk masyarakat Purbalingga dan sekitarnya seperti Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap dan Pemalang. Tapi setelah ini jadi, ke depan mau apa. Dengan penerbangan yang belum ramai, maka harus dicarikan ide-ide kreatif,” kata Ganjar, saat menghadiri pendaratan pesawat komersil perdana di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Kamis (3/6/2021).

Pengembangan pariwisata, lanjutnya, merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk meramaikan kunjungan ke daerah itu. Namun yang harus diingat, pengembangan pariwisata harus dilakukan terbatas, mengingat kondisi masih pandemi.

“Kalau bisa kembangkan pariwisata terbatas, misalnya menggelar sport tourism di sini atau kegiatan lain. Kalau itu bisa jalan, maka orang Jakarta, orang Surabaya dan lainnya tertarik untuk datang,” jelas gubernur.

Paket-paket wisata, ujar Ganjar, bisa dibuat di daerah Purbalingga. Misalnya siapa yang mau marathon, bersepeda atau arung jeram. Pengembangan paket-paket wisata itu diyakininya bisa menarik minat pengunjung.

“Di sini punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kita bisa kerjasama dengan maskapai penerbangan, kemudian dengan pariwisata, pelaku UMKM untuk membuat paket-paket wisata yang bagus,” tegasnya.

Ganjar berharap Bupati Purbalingga dan bupati-bupati di sekitar Purbalingga bisa berkoordinasi dan bekerja sama.

“Saya harap para Bupati yang ada di kawasan ini segera berkoordinasi. Tadi sudah banyak ide-ide yang muncul dan tinggal dilaksanakan. Saya dukung sepenuhnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan harapan masyarakat Purbalingga sejak lama. Sejak belasan tahun, warga menantikan bandara ini beroperasi.

“Sekarang impian itu terwujud, dan sekarang sudah beroperasi. Semoga ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kami,” katanya.

Tiwi berharap ke depan tak hanya pesawat jenis ATR-72 yang mendarat di bandara itu. Namun nantinya, pesawat-pesawat besar seperti Boeing juga bisa mendarat di sana.

KKP Dorong UPI Dalam Melakukan Inovasi Agar Menghasilkan Produk Berkualitas

SuaraPemerintah.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong unit pengolahan ikan (UPI) untuk jeli membaca pasar dan melakukan inovasi-inovasi agar produk yang dihasilkan berkualitas sehingga laris di pasaran. Usaha perikanan berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi stan frozen food

milik CV Samara Food, salah satu UPI di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Dia melihat langsung produk-produk yang dihasilkan oleh usaha perikanan berskala UMKM tersebut.

Menariknya, usaha produk olahan ikan ini dijalankan oleh para milenial. Terdiri dari 17 tenaga kerja berumur 20 sampai 29 tahun.

“Ini bagus sekali, pertahankan kualitasnya ya dan terus berinovasi,” ujar Menteri Trenggono saat mendengar penjelasan pemilik usaha, Kamis (3/6/2021).

Unit Pengolahan Ikan (UPI) Samara Food mampu memproduksi tuna fillet sebanyak 700-800 ton per bulan menjadi frozen food seperti nugget, bakso, siomay. Dengan tenaga kerja sekitar 17 orang, omzet yang didapat pun terbilang tinggi di rentang Rp70 juta hingga Rp120 juta per bulan dengan pangsa pasar wilayah Sumatera Barat, Riau, Batam dan Jambi.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti yang ikut serta dalam kunjungan tersebut, mengatakan akan membantu promosi produk yang dihasilkan oleh UPI Samara. KKP memiliki wadah promosi Pasar Laut Indonesia yang ada di bandara dan rest area, sebagai etalase produk olahan ikan di Indonesia.

“Ini bagus sekali, inikan milenial ya. Ide-idenya, semangatnya bagus banget. Ini kita akan bantu lagi promosinya. Kita lagi ada pameran yang di bandara. Kita minta dia bergabung, mudah-mudahan lebih luas lagi pasarnya,” ungkap Artati.

Sementara itu, Rahmi, pemimpin usaha mengatakan, inovasi serta jeli membaca keinginan dan peluang pasar memang menjadi kunci usaha yang dibangunnya sejak tujuh tahun lalu, bisa bertahan hingga kini, bahkan saat masa pandemi.

“Dulu awalnya produk kami banyak, ada sekitar tujuh produk. Tapi setelah berjalan dan berdasarkan permintaan pasar yang kami catat dan amati, sekarang kami fokus memproduksi bakso tuna, siomay tuna, nungget tuna, nugget wartel tuna,” ungkap Rahmi.

Disamping itu, Rahmi juga aktif mengikuti program-program pengembangan UMKM yang digagas pemda maupun pemerintah pusat. Usaha Rahmi kini tercatat sebagai UPI binaan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang merupakan unit kerja eselon 1 KKP.

Untuk menjaga kualitas produk, Rahmi menaruh komposisi 80 persen daging tuna dan proses pembuatannya pun tanpa menggunakan bahan pengawet makanan. Karena kualitas dan rasa yang terjaga, frozen food produksi usaha Rahmi kini masuk pasar retail.

Alasan Rahmi memilih tuna menjadi bahan bakunya, sebab komoditas tersebut mudah diperoleh dan rasanya sangat enak. Daging tuna dapat dibeli dari pabrik pengolahan yang ada di Kota Padang maupun dari nelayan langsung.

“Tapi ke depan kami sedang rencanakan untuk menambah bahan baku dari ikan lain, seperti mahi-mahi dan udang. Udang nantinya dibuat menjadi dimsum. Sasaran pasarnya pun mau kami luaskan, ke pelaku usaha kuliner langsung bukan hanya retail,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja di Sumatera Barat sejak kemarin, Menteri Trenggono juga menemui para nelayan, pembudidaya, serta kawasan konservasi. Menteri Trenggono ingin menyerap langsung aspirasi masyarakat kelautan dan perikanan yang ada di provinsi Ranah Minang.

Bertemu President Designate of the UK, Airlangga sebut Pemerintah Indonesia Komitmen Sukseskan Konferensi COP26

Bertemu President Designate of the UK, Airlangga sebut Pemerintah Indonesia Komitmen Sukseskan Konferensi COP26

SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma, membahas sejumlah hal terkait COP26 Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT), termasuk persiapan, kesiapan dan keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi COP26 yang akan digelar di Glasgow, Inggris pada 1-12 November mendatang.

Pertemuan yang digelar, Selasa, 1 Juni 2021 tersebut juga hadir Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins dan Duta Besar COP26 untuk wilayah Asia Pasifik dan Asia Selatan, Ken O’Flaherty. Dalam pertemuan COP26 FACT Dialogue ini, Indonesia berperan sebagai co-chair bersama Inggris.

COP26 akan fokus pada upaya percepatan penghapusan penggunaan batu bara, pengurangan deforestasi, percepatan peralihan ke kendaraan listrik dan mendorong investasi dalam energi terbarukan. Pertemuan ini juga memfinalisasikan Paris Rulebook (aturan rinci untuk implementasi Paris Agreement) dan mempercepat aksi untuk mengatasi krisis iklim melalui kolaborasi antara pemerintah, bisnis, maupun masyarakat sipil.

Hal ini dipaparkan oleh Airlangga dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis, 3 Juni 2021.

“Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesuksesan Konferensi COP26 mendatang. Upaya pelestarian lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan harus tetap menjadi fokus, di tengah masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi sejumlah kebijakan, di antaranya dokumen Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC). Melalui NDC, Pemerintah Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% tanpa syarat (dengan usaha sendiri) dan 41% bersyarat (dengan dukungan internasional yang memadai) pada 2030.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), serta mengimplementasikan beberapa praktik keberlanjutan, seperti Timber Legality Assurance System (SVLK) dan Sustainable Natural Rubber Platform (SNARPI).

Airlangga juga mengapresiasi kerja sama Indonesia dan Inggris dalam program Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOSI) yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat kapasitas pengusaha kecil dan memperbagus penerimaan produk minyak sawit Indonesia di dunia internasional.

Pada 15 April 2021, juga telah dilaksanakan COP26 FACT Dialogue Ministerial Roundtable yang dipimpin oleh Lord Zach Goldsmith (Co-chair Inggris) dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong (Co-chair Indonesia). Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Inggris mendorong finalisasi Joint Statement on the Principles for Collaboration yang berisikan prinsip-prinsip kerja sama dan kolaborasi pada tingkat tinggi, serta komitmen untuk bekerja sama mengembangkan peta rencana aksi kolektif terkait perlindungan hutan, promosi perdagangan, dan pembangunan melalui 4 tema Working Group (WG), yaitu: (1) WG Trade and Markets Development, (2) WG Smallholder Support, (3) WG Traceability and Transparency, dan (4) WG Research, Innovation and Technology.

Saat ini tercatat ada 21 negara yang sudah meng-endorse draft Joint Statement tersebut, yakni antara lain: Belgia, Brazil, Kolombia, Denmark, Perancis, Gabon, Ghana, Jepang, Korea, Liberia, Malaysia, Belanda, Nigeria, Norwegia, Paraguay, Peru, Spanyol, Britania Raya, dan Uruguay. (red/pen)