Beranda blog Halaman 4310

Kuota Premium Dipangkas, Pertamina Siap Pasok Pertalite

SuaraPemerintah.id – PT Pertamina (Persero) mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mengurangi kuota bahan bakar minyak (BBM) Premium.

Pernyataan tersebut di ungkapkan melalui Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T), Putut Andriatno.

Putut menjelaskan perusahaannya juga akan memastikan untuk menjamin pasokan Pertalite sebagai ganti dari Premium.

Pernyataan tersebut terlontar karena menanggapiPemerintah berencana untuk memangkas jatah bensin Premium khususnya di wilayah Jawa Madura dan Bali pada tahun depan. Terkait kebijakan tersebut, .

Putut menjelaskan apabila pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM sudah memutuskan perihal pengurangan kuota Premium, maka Pertamina siap menjalankan kebijakan tersebut.

Putut juga menjelaskan saat ini Pertamina siap memasok kebutuhan masyarakat dengan Pertalite.

“Saat ini pertamina sudah menyiapkan pertalite di semua spbu pertamina, jika ada kebijakan seperti itu pertamina sudah siap, kami akan mengikuti kebijakan dari regulator,” ujar Putut, Rabu (2/6).

Untuk di Jawa Madura dan Bali  kata Putut konsumsi rata rata harian sebesar 700 ribu liter per hari. Angka konsumsi premium ini hanya 1,3 persen dari total seluruh BBM.

Putut juga menjelaskan saat ini memang pola konsumsi masyarakat sudah berubah. Ia menjelaskan masyarakat semakin sadar soal pentingnya menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

“Saat ini konsumsi masyarakat ke BBM yang lebih ramah lingkungan memang lebih meningkat,” ujar Putut.

Kemendag Ingin Bangkitkan Kejayaan Produk Aspal Buton

SuaraPemerintah.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) ingin membangkitkan produk aspal dari Buton, Sulawesi Tenggara, agar bisa berjaya seperti dahulu.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, aspal Buton harus dikelola dengan lebih baik agar punya daya saing yang kuat melawan aspal-aspal sintetis. Kemendag juga akan membantu pemasaran aspal Buton.

Jerry mengatakan, untuk melakukan itu, dukungan teknologi pemrosesan, logistik, transportasi dan perdagangan harus diperkuat.

“Pada intinya pengguna ingin aspal yang berkualitas dan harganya kompetitif. Untuk itu, di sektor produksi perlu didukung dengan teknologi yang bagus dan kami di perdagangan mendukung dengan sistem logistik, pemasaran dan akses pasar yang luas,” kata Jerry dalam keterangannya, Rabu (2/6).

Aspal Buton sangat terkenal sejak zaman kolonial Belanda, sehingga nama Buton selalu dikaitkan dengan aspal. Namun pada perkembangannya, aspal sintetis lebih banyak digunakan sehingga aspal Buton agak menurun penggunaannya.

Jerry juga melihat perlunya kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta terkait pemanfaatan aspal Buton. Oleh karena itu, Jerry saat mengunjungi Buton bersama rombongan Kemendes belum lama ini, mengaku membicarakan sinergi terkait hal tersebut.

“Kita mulai dari yang dekat dulu. Di Kemendes kan ada dana desa. Kita tanya, bisa atau tidak salah satu penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang memakai aspal Buton,” kata Jerry.

Direktur Promosi dan Investasi Desa Kemendes Supriyadi mengatakan, sangat memungkinkan penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur memakai aspal Buton. Bahkan menurutnya, jika itu diwujudkan, maka dana desa akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Itu artinya dana desa lembali ke desa, dan bahkan bisa bermanfaat maksimal untuk pembangunan daerah,” katanya.

Wamendag dan Bupati Buton La Bakry menyambut baik pernyataan dari Kemendes tersebut. Mereka berharap hal itu bisa segera diwujudkan.

“Mungkin bisa kita mulai dari daerah kita sendiri, Kabupaten Buton dan kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Kita optimalkan penggunaan dana desa sebagai salah satu insentif untuk membangkitkan Kembali aspal Buton.” kata Bupati Buton La Bakry.

Kebutuhan aspal nasional setahun mencapai 1,5 juta ton. Buton berharap bisa mengisi sebagia  dari kebutuhan itu. Untuk itu, diperlukan pengolahan yang memadai. La Bakry merencanakan untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lasalimu untuk mengakomodasi pengembangan aspal ini.

Siapkan Future SMEs Berkualitas, KemkopUKM Gandeng Ikatan Alumni Universitas Brawijaya

SuaraPemerintah.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dengan pemerintah guna menyiapkan Future SMEs atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masa depan yang memiliki daya saing tinggi.

“Produk yang dihasilkan koperasi dan UMKM kita harus masuk ke rantai pasok industri nasional maupun global,” ujar Teten, pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Menurut Teten, banyak ide dan gagasan besar dapat tumbuh dalam membangun Future SMEs lewat kolaborasi berbagai pihak yang saling mendukung.

“Kita akan melakukan pendekatan profesional dengan inkubator perguruan tinggi dan pihak swasta. Salah satunya, MoU dengan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya,” ujar Teten.

Bahkan ke depan, lanjut Teten, pemerintah akan membangun kewirausahaan secara by design, berdasarkan potensi yang dimiliki, dan berbasis SDM unggul. “Kalau tidak begitu, sampai kapan pun UMKM kita tidak akan pernah bisa bersaing,” kata Teten.

Teten menambahkan, akan ada insentif pajak dan kebijakan upah bagi usaha besar yang berkolaborasi dengan UMKM. “Itu sudah tertuang dalam UU Cipta Kerja,” ucap Teten.

Teten mendorong UMKM masuk ke rantai pasok, khususnya industri elektronik, otomotif, dan sebagainya, harus dilakukan dengan cepat. “Jadi, Future SMEs yang kita dorong itu UMKM yang memiliki produk inovatif dan mengandung unsur teknologi. Untuk itu, kita sudah menyiapkan ekosistemnya. Salah satunya, akses pembiayaan ke perbankan,” imbuh Teten.

Teten mengungkapkan, tingkat akses pembiayaan UMKM ke perbankan masih berada di level 9,8%. Sangat kecil bila dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan China.

“Tahun 2024 mendatang kita harapkan akses kredit perbankan bagi UMKM harus di atas 30%,” tegas Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa isi MoU mencakup sosialisasi program dan kegiatan strategis. “Termasuk penelitian dan pengkajian isu-isu penting terkait koperasi dan UMKM, hingga peningkatan kapasitas SDM pelaku koperasi dan UMKM,” kata Arif.

Arif berharap kerja sama dan sinergi tersebut dapat mengakselerasi pengembangan koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia. “Itu sebagai bentuk dukungan program strategis di bidang perkoperasian, UMKM, dan kewirausahaan,” kata Arif.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Profesor Ahmad Erani Yustika mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti MoU ini ke dalam kerja yang efektif dan riil di lapangan. “Apalagi, banyak alumni Unibraw yang berkecimpung di dunia koperasi dan UMKM,” pungkas Erani.

Dirut Perinus dan Asdep BUMN Kunjungi Perinus Benoa Bali, Tinjau Kesiapan Fasilitas Pengolahan Ikan

Dirut Perinus dan Asdep BUMN Kunjungi Cabang Benoa Bali, Tinjau Kesiapan Fasilitas Pengolahan Ikan

SuaraPemerintah.id – Asisten Deputi (Asdep) Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama (Dirut) PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus) meninjau kinerja Perinus cabang Benoa dalam bermitra dengan nelayan. Kunjungan ini dalam rangka kesiapan fasilitas pengolahan ikan dan peningkatan kinerja perusahaan ke depan.

Dalam kunjungan ke kantor Perinus cabang Benoa ini, Asdep bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon didampingi Dirut Perinus Sigit Muhartono melihat pembongkaran ikan dari kapal Nelayan kemitraan Perinus dan melihat kesiapan fasilitas unit pengolahan ikan Tuna dan kegiatan dalam memproses ikan dari Nelayan.

Kunjungan Asdep Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN dan Dirut Perinus ke kantor cabang Benoa Bali dalam rangka melihat kinerja Perinus Cabang Benoa dalam bermitra dengan Nelayan, Sabtu 29 Mei 2021.

Dalam kunjungan disela agenda waktu Rapat Pembahasan RPP Penggabungan PT. Perinus dan Perindo di Denpasar Bali (27-28 Mei 2021) tersebut Branch Manager Perinus Benoa Sdr. Ade Romansyah menjelaskaan bahwa Perinus Benoa sudah lama menjalin kerjasaman dengan mitra Nelayan Bali, saat ini jumlah mitra Nelayan dengan armada kapal sebanyak 71 kapal yang terdiri dari 6 kapal purse seine dan collecting diatas 100 GT dan 64 kapal dibawah 30GT.

Sementara pada kesempatan yang sama Sigit Muhartono menyampaikan agar cabang Benoa untuk meningkatkan kinerja melalui kerjasama dengan para nelayan sebanyak-banyaknya untuk menjamin kepastian supply bahan baku, untuk itu diperlukan ketersediaan stok bahan baku secara kontinyu.

Di sisi lain Zuryati Simbolon mengarahkan Manajemen Perinus untuk melakukan proses produksi lebih mengarah ke hilir sehingga value added lebih tinggi agar dapat memberikan kontribusi margin yang optimal bagi perusahaan kedepan.

Pada kesempatan tersebut pembongkaran ikan sebanyak 17 ton dari mitra Nelayan Sdr. Nyoman Tamu dan Nyoman Ariante yang terdiri dari ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol.

Seperti diketahui bahwa PT Perikanan Nusantara (Perinus) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang perikanan. Perinus saat ini memiliki galangan kapal yang berada di enam lokasi tersebar. Ada di Tegal, Surabaya, Bitung, Ambon, Sorong dan Benoa. (red/pen)

.

Inflasi Mei 2021 Sebesar 0,32 %, Inflasi Tertinggi Terjadi di Manokwari

SuaraPemerintah.id – Pada Mei 2021, terjadi inflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,63. Dari 90 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,82 persen dengan IHK sebesar 109,47 dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,82. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dengan IHK sebesar 107,24 dan terendah terjadi di Palembang sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,50.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,38 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,52 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen; kelompok transportasi sebesar 0,71 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,44 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2021 sebesar 0,90 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 1,68 persen.

Komponen inti pada Mei 2021 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2021 sebesar 0,61 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 1,37 persen.

Jumlah Wisman ke Indonesia April 2021 Mencapai 127,51 Ribu

SuaraPemerintah.id – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2021 menurun sebesar 19,33 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan April 2020. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2021, jumlah kunjungan wisman April 2021 juga mengalami penurunan sebesar 2,61 persen.

Secara kumulatif (Januari–April 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 511,44 ribu kunjungan atau merosot tajam sebesar 81,78 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,81 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2021 mencapai rata-rata 34,63 persen atau meningkat 21,96 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 12,67 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2021, TPK April 2021 mengalami penurunan sebesar 1,44 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama April 2021 tercatat sebesar 1,72 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,21 poin jika dibandingkan dengan keadaan April 2020.

Mei 2021 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) naik 0,32%

SuaraPemerintah.id – Pada Mei 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,32 persen terhadap April 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,41 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2021 antara lain sapi, kelapa, kelapa sawit, daging sapi, dan minyak goreng.

Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,51 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,73 persen.- IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2021 naik sebesar 0,38 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas atap dan sejenisnya, rangka atap baja, besi beton, besi konstruksi bangunan, dan batu split.

Nilai Tukar Petani Jateng Mei 2021 Meningkat 0,58 persen

SuaraPemerintah.id – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2021 sebesar 99,28, atau naik 0,58 persen dibanding NTP bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 98,71. Data tersebut secara resmi dirilis melalui website https://jateng.bps.go.id/pressrelease.html.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono menuturkan, kenaikan NTP disebabkan indeks Harga yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan 0,87 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani (lb) meningkat sebesar 0,28 persen.

“Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jawa Tengah Mei 2021 tercatat sebesar 98,56 atau naik sebesar 0,58 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya sebesar 97,93,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tri Susilarjo menyampaikan, kenaikan NTP maupun NTUP tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah provinsi. Di antaranya pendampingan terhadap penanganan hama, bantuan benih, dan sebagainya.

“Ada beberapa faktor atas kenaikan NTP dan NTUP di bulan Mei. Di antaranya upaya pendampingan dan bantuan-bantuan yang pemerintah lakukan,” paparnya.

Faktor lainnya, imbuh Tri Susilarjo, adanya peningkatan produksi dari beberapa komoditas pertanian, dan harga yang cukup baik saat menjelang lebaran lalu. Secara rinci, ia menyebutkan produksi padi Januari-Juni 2021 mencapai 6.146.661 ton, setara beras 3.496.614 ton.

“Itu luas panen di kurun waktu tersebut satu juta hektare lebih. Sedangkan kebutuhan konsumsi 1,64 juta ton,” ungkapnya.

Selain padi, komoditas lain yang mengalami peningkatan produksi, seperti bawang merah 186.109 ton dari 21.970 hektare, bawang putih 10.278 ton dari 1.672 hektare, cabe besar 64.219 ton dari 11.675 hektare, dan cabe rawit 91.979 ton dari 21.017 hektare.

“Produksi bagus itu juga salah satunya upaya yang telah kami lakukan. Selain pendampingan dan bantuan, pupuk subsidi juga mempengaruhi,” tandas Tri Susilarjo.

5 Tahun Perkembangan Pasar Keuangan Syariah Indonesia Sangat Baik

SuaraPemerintah.id – Perkembangan pasar keuangan syariah di Indonesia dalam lima tahun terakhir berlangsung sangat baik. Ini ditunjukkan dengan telah tersedianya peraturan-peraturan terkait aktivitas pasar modal syariah, perkembangan produk dan layanan investasi syariah serta peningkatan jumlah investor sekuritas syariah. Meskipun pangsa pasar modal syariah terhadap total kapitalisasi pasar di Indonesia masih kecil, namun terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keynote speechnya secara daring pada Brunei Darussalam Islamic Capital Market Conference 2021 dengan topik Stimulating the Development of Islamic Capital Market Sector: A Story from Indonesia, Rabu (02/06).

“Dalam lima tahun terakhir, saham syariah meningkat 28,62% dan sukuk korporasi naik 206,5%. Reksa dana syariah meningkat lebih tinggi lagi sebesar 574,8% dan sukuk pemerintah juga meningkat 226%. Jadi kami melanjutkan, meningkatkan instrumen dan basis investor, terutama dengan berkembangnya kelas menengah di Indonesia, yang ingin berinvestasi pada instrumen investasi yang sesuai dengan syariah,” jelas Menkeu.

Pemerintah telah melakukan berbagai strategi pengembangan pasar modal syariah sebab industri pasar modal syariah memiliki kontribusi signifikan terhadap pendalaman keuangan dan inklusi keuangan, serta memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia. Strategi komprehensif telah dikembangkan untuk meningkatkan Pasar Modal Syariah di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

“Yang pertama adalah mengembangkan produk Pasar Modal Syariah, yang kedua memperkuat dan mengembangkan infrastruktur Pasar Modal Syariah dan yang ketiga meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah dan keempat memperkuat sinergi dengan banyak pemangku kepentingan,” ungkap Menkeu.

Selain itu, pengembangan produk Pasar Modal Syariah telah dilakukan untuk meningkatkan supply dan demand dari industri instrumen syariah dan untuk memenuhi kebutuhan semua level produk pasar modal syariah, baik yang berasal dari produk formula biasa hingga produk struktur kompleks seperti sukuk, reksa dana saham syariah.

“Pengembangan produk dilaksanakan sejalan dengan perkembangan teknologi keuangan, filantropi Islam, dan juga produk investasi yang berwawasan lingkungan, juga implementasi sukuk korporasi ritel untuk memperluas investor dan juga pemanfaatan instrumen Pasar Modal Syariah sebagai sumber pendanaan untuk infrastruktur dan industri Halal, tambahnya.

Strategi untuk meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah akan dilaksanakan melalui peningkatan kualitas kapasitas pelaku pasar Modal Syariah. Pemerintah juga akan memperkuat sinergi antar pelaku pasar dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah serta berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mempromosikan pasar modal syariah.

“Dalam hal ini, kami Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta OJK bekerjasama dengan banyak civitas akademika agar kita dapat terus mengedukasi dan membangun serta meningkatkan literasi keuangan,” pungkas Menkeu.

Pecahkan Rekor Dunia, Ambisi Veddriq dan Katibin Juara Olimpiade 2024

SuaraPemerintah.id – Torehan prestasi dua atlet muda panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin setelah berhasil menjadi juara dunia dan pecahkan rekor dunia di ajang IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat (30/5) lalu menjadi modal bagi tim panjat tebing Indonesia menuju pentas Olimpiade.
Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menuai perhatian setelah pecahkan rekor dunia. Pemuda kelahiran Pontianak tersebut sukses mengungguli rekan setimnya, Kiromal Katibin untuk nomor speed putra. Kedua atlet tersebut mencatatkan rekor baru dalam kurun waktu beberapa jam saja.

Rekor pertama pada hari itu dipecahkan oleh Kiromal Katibin dalam putaran pertama babak kualifikasi dengan waktu 5,258 detik, mengungguli Leonardo yang berada di posisi kedua dengan 5,375 detik.

Leonardo melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finis tercepat dengan catatan waktu 5,208 detik dan mengalahkan Kiromal Katibin.
Sukses menorehkan prestasi, Veddriq merasa semringah. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia,” kata Leonardo.

Kami tidak datang ke sini untuk meraih kemenangan, kami datang untuk memecahkan rekor,” ujar pemuda 24 tahun tersebut.

Ini bukan menjadi pretasi pertama yang ditorehkan Veddriq Leonardo. Sebelumnya ia berhasil menyabet perunggu dalam ajang IFSC di Moscow, Rusia pada 2018 silam.
Ia juga mendapat medali emas dalam ajang Asian Championship 2019 dan PRA-PON XX Zona 3.

Sementara prestasi yang diraih Kiromal Katibin juga cukup menjanjikan. Pemuda kelahiran Batang, 21 Agutus 2001 itu tak hanya menyumbang medali perak nomor speed pada Piala Dunia Panjat Tebing IFSC 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Katibin, sempat memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 5,258 detik. Dua catatan waktu itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang pemanjat tebing Iran Reza Alipour dengan waktu 5,480 detik.

Bagi Katibin, raihan di Negeri Paman Sam tidaklah mudah. Dia mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak Juli 2020 lalu.

”Kejuaraan di Amerika ini yang pertama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Selama itu, aku hanya berlatih dan lakukan evaluasi diri. Saat akan mengikuti kejuaraan dunia di Salt Lake City, sangat semangat. Memecahkan rekor dunia yang dipegang Reza Alipour adalah target utama di IFSC 2021. Saya optimistis, karena catatan waktu saat latihan lebih bagus,” kata Katibin.

Panjat Tebing Indonesia mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Ada ambisi lebih besar pada diri Katibin yakni emas Olimpiade Prancis 2024 nanti. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik akan terus konsisten bisa masuk ke tim Indonesia. ”Saya dan Veddriq membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” tandas dia.