Beranda blog Halaman 4337

Luhut Minta Pengembangan DPSP Borobudur Perhatikan Aspek Sustainability

Luhut Minta Pengembangan DPSP Borobudur Perhatikan Aspek Sustainability

SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan minta agar pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan (sustainability).

Hal ini diungkapkan oleh Luhut dalam Rapat Koordinasi Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur di Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, 20 Mei 2021.

“Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur sebagai destinasi berkualitas mengedepankan nilai-nilai budaya dan sejarah, serta memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan,” kata Luhut.

Menurut Luhut, ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan guna mendorong DPSP Borobudur menjadi destinasi pariwisata berkualitas. Hal itu mulai dari pengintegrasian pengelolaan hingga pencegahan eksploitasi massal Candi Borobudur.

“Sejumlah langkah cepat yang akan dilakukan adalah pengintegrasian pengelolaan kawasan Candi Borobudur melalui mekanisme BLU, peningkatan kelestarian dan pencegahan eksploitasi massal Candi Borobudur melalui pembatasan jumlah pengunjung dan pembangunan atraksi wisata baru di luar kawasan penataan kawasan di sekitar Candi Borobudur melalui penataan bangunan yang memberikan nuansa kebudayaan Jawa,” ungkap Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021.

Setidaknya ada 15 isu terkait pengembangan DPSP Borobudur yang harus diselesaikan pada 2021. Isu-isu itu terbagi ke dalam komponen atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung yang momentum peningkatan kualitasnya harus terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sejalan dengan konsep keberlanjutan, dalam rangkaian kunjungan lapangan terpisah, Luhut juga menyempatkan diri mengunjungi Tempat Pembuangan Sampah (TPS 3R) Tuksongo yang jadi program Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Model TPS 3R menggunakan daur ulang, dengan memilah sampah secara organik dan non organik. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan sebagiannya sebabagai makan maggot, sedangkan sampah non-organik dipilah untuk mencari yang bentuk layak jual juga mengurai residu atau yang tidak dapat diolah.

“Saya mohon agar KLHK, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi DIY memastikan pengelolaan sampah di DPSP Borobudur sebagai pilot project yang dapat diimplementasikan di 4 DPSP lainnya. Pengelolaan sampah ini jika terwujud akan sangat signifikan dampaknya, sebab selain menyelesaikan isu sampah, juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar dengan baik,” kata Luhut. (red/pen)

Tingkatkan Daya Saing Pelaku Industri Pariwisata DIY, Sandiaga Uno Paparkan 3 Jurus

Tingkatkan Daya Saing Pelaku Industri Pariwisata DIY, Sandiaga Uno Paparkan 3 Jurus

SuaraPemerintah.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memaparkan tiga jurus untuk meningkatkan daya saing pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal ini diungkapkan oleh Sandiaga Uno dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021. Pihaknya mengatakan jurus pertama untuk memperkuat daya tahan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) selama masa pandemi COVID-19 ini adalah memberikan pelatihan keterampilan untuk melahirkan inovasi baru.

“Pertama adalah peningkatan keterampilan, apa yang kita dengar dari para pelaku parekraf, kita harus memastikan bahwa Kemenparekraf memberikan keterampilan yang diperlukan untuk era baru dari segi pemasaran ekonomi kreatif berbasis online sampai ke pembuatan konten,” ujar Sandiaga Uno.

Jurus kedua adalah menyiapkan program yang berkeadilan bagi pelaku industri maupun masyarakat, karena selama ini dunia pariwisata dan ekonomi kreatif belum mampu menarik minat warga untuk hadir dan menikmati kunjungan wisata.

“Kedua adalah program yang berkeadilan. Bagaimana sekarang pariwisata dan ekonomi kreatif itu tidak eksklusif tapi justru hadir untuk masyarakat yang selama ini tertekan oleh pandemi COVID-19,” ujar Sandiaga Uno.

Ia memastikan program berkeadilan ini akan menyasar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif pemula yang ingin mengembangkan potensinya agar sektor ini dapat berkembang secara maksimal dan mampu dilirik oleh masyarakat.

Terakhir Sandiaga Uno menegaskan Kemenparekraf siap mendukung penuh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memberikan bantuan berupa dana hibah agar sektor ini dapat bertahan dan bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Bantuan-bantuan kami harus tepat sasaran. Tidak boleh kita lengah karena sebentar lagi kami akan meluncurkan dana hibah pariwisata. Saya dan jajaran akan memastikan dan hibah pariwisata maupun bantuan-bantuan lain itu menyasar masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” katanya.

Sebelumnya Menparekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Yogyakarta pada Kamis (20/5) untuk melihat hasil karya UMKM serta melakukan dialog kepada para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Sandiaga juga melihat pameran UMKM Yogyakarta seperti Pie Salak Chooby (Kue), Berkah Keramik Hias (kerajinan kerambah), Kalani Woods (Fashion), Kurnia Lurik Jaya (Kain Lurik), Omah Kreatif Dongaji (Fashion Batik), Agemanjiwa (fashion ecoprint), Pasar Ndelik Puri Mataram (Jajanan pasar), Sekna dan Geprania (snack). (red/pen)

Rakor Tingkat Menteri Terkait Desain Besar Olahraga Nasional, Indonesia Target Tembus Peringkat 5 Olimpiade

SuaraPemerintah.id – Menpora Zainudin Amali menghadiri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri dengan agenda Finalisasi Payung Hukum Desain Besar Olahraga Nasional dari Sitroom Lt.9 Kemenpora, Jumat (21/4) pagi. Menpora Amali berharap Indonesia bisa menembus peringkat lima besar pada Olimpiade 2044.

Menpora Zainudin Amali menghadiri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri dengan agenda Finalisasi Payung Hukum Desain Besar Olahraga Nasional dari Sitroom Lt.9 Kemenpora, Jumat (21/4) pagi. Menpora Amali berharap Indonesia bisa menembus peringkat lima besar pada Olimpiade 2044.(foto:egan/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menpora Zainudin Amali menghadiri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri dengan agenda Finalisasi Payung Hukum Desain Besar Olahraga Nasional dari Sitroom Lt.9 Kemenpora, Jumat (21/4) pagi. Menpora Amali berharap  Indonesia bisa menembus peringkat lima besar pada Olimpiade 2044.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Menpora Amali memaparkan Grand Design Olahraga Nasional. Menurutnya, lahirnya Grand Design Olahraga Nasional didasari oleh arahan presiden saat sambutan pada peringatan (Hari Olahraga Nasional) ke-37 pada 9 September kemarin.

Pada arahanya, Presiden minta untuk melakukan review total terhadap ekosistem prestasi olahraga nasional.  Atas dasar ini, kemudian melahirkan Grand Design Olahraga Nasional yang sudah dipresentasikan pada rapat terbatas tanggal 15 Maret 2021,”  kata Zainudin Amali.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam meraih prestasi dibutuhkan minimum 10 tahun latihan untuk mengantarkan atlet menuju podium internasional. “Sasaran utama kita adalah Olimpiade. Asian Games dan Sea Gemes menjadi sasaran antara saja. Dari diskusi bersama dengan profesor,  guru besar dan  stakeholder olahraga maka kita memutuskan bahwa kita akan memprioritaskan cabang-cabang olahraga yang mengandalkan akurasi dan teknik,” jelasnya.

Dalam Grand Design Olahraga Nasional, pemerintah menargetkan sampai tahun 2045 yakni 100 tahun Indonesia merdeka. “Cita-cita kita di tahun 2044 pada saat dilaksanakan Olimpiade,  partispasi olahraga kita sudah mencapai 70%, siswa aktif berolahraga sudah mencapai 30%. Dan peringkat 6 besar untuk Olimpiade dan Paralimpiade bahkan kita menuju ke 5 besar,” ucapnya.

“Pada Olimpiade 2032 apabila kita menjadi tuan rumah dan menang bidding, kita tidak ingin hanya sukses secara penyelenggaraan tapi juga kita ingin sukses  prestasi, sebagaimana yang sudah dibuktikan pada Asian Games 2018. Dan dari hitungan kita dengan para ahli ini sangat memungkinkan. Dan yang penting kita terkonsentrasi kepada apa yang akan kita lakukan,” lanjutnya

Menurutnya, untuk sukses prestasi olimpiade  tentu ada tahapanya. Tahapan di tahun 2021-2024, Indonesia akan mengalami dua olimpiade yaitu Olimpiade Takyo 2021 dan Olimpiade Paris  2024. Untuk ajang Olimpiade, ada 14 cabor yang diutamakan dalam desain besar olahraga nasional.  Cabor itu adalah bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, senam artistik, dan pencak silat.

Usai memberikan paparan grand design, ada beberapa  masukan dari beberapa menteri yang mengikuti rakor tesebut. “Intinya kita berharap desain ini didukung oleh semua pihak, termasuk dari kementerian terkait.  Dan  masukan beberapa menteri yang hadir dan kami akan jadikan bahan untuk melengkapi,” tutup Menpora  Amali.

GENIO 3ROAD SERIES: Sepeda Ekonomis Berspesifikasi Tinggi

GENIO 3ROAD SERIES: Sepeda Ekonomis Berspesifikasi Tinggi

SuaraPemerintah.ID – Genio Bike membuat gebrakan dengan merilis sepeda jalan raya (road) harga ekonomis dengan pilihan spesifikasi dan model yang beragam. Sejak bulan Maret hingga Mei 2021, Genio Bike secara berturut-turut telah merilis 3 road bike terbaiknya sebagai flagship products yakni Breaker 2.0, Aerio R1 dan Vangard. Road bike dengan spesifikasi tinggi kini bisa dijangkau oleh siapa saja dengan harga yang sangat ekonomis.

Genio Bike sendiri telah dikenal sejak tahun 1999. Terlahir setelah melewati masa krisis moneter di Indonesia, Genio Bike memiliki visi setiap orang harus mudah memiliki sepeda. Genio Bike berkomitmen mengembangkan produk sepeda yang memiliki rasio terbaik dalam kualitas, spesifikasi dan harga.

Genio Serius Garap Road Bike

Pasar di Indonesia memang didominasi sepeda gunung. Tipe sepeda yang lain seperti folding bike dan mini-velo juga sempat booming di Indonesia, namun terkadang tren sepeda mudah berubah. Genio Bike sendiri konsisten melahirkan lebih dari 35 varian sepeda setiap tahunnya mulai dari sepeda gunung, sepeda anak, sepeda lipat, hingga road bike.

Genio Bike serius menggarap road bike karena demand dari pasar yang terus meningkat. Sejak tahun 2019 merilis road bike pertamanya yaitu Breaker RG1, animo yang positif datang dari pecinta road bike dan pesepeda pemula. Genio Bike semakin percaya diri, kemudian melahirkan varian road bike lainnya. Kini 3Road Series  menjadi strategi baru bagi Genio Bike untuk memperkuat brand image.

“Sesuai dengan misi kami untuk selalu menciptakan sepeda yang mudah dijangkau oleh konsumen, Genio 3Road Series hadir untuk membuktikan bahwa road bike terbaik tidak harus mahal,” tegas Fendi Widhiatmoko selaku Manajer Marketing Komunikasi Genio Bike.

Genio Bike memang dikenal sebagai produsen sepeda yang menawarkan produk dengan harga ekonomis. Pengalaman manufacturing lebih dari  20 tahun dan sertifikasi SNI membuat sepeda Genio memiliki standar mutu yang baik.

“Selama ini road bike dikenal mahal, kami ingin mengubah persepsi itu, kami telah memberikan alternatif produk yang sangat kompetitif. Road Bike 2 x 11 speed seharga 5 jutaan tentu membuat hal yang tadinya mustahil ternyata benar-benar bisa terjadi,” tambah Fendi.

Genio Bike: 3Road Series

Di tahun 2021 Genio Bike telah sukses merilis 3 varian road bike all-rounder terbarunya yaitu Breaker 2.0, Aerio R1, dan Vangard yang dirangkum menjadi satu rangkaian bertajuk 3Road Series. Menawarkan beragam spesifikasi dan kualitas terbaik di kelasnya dengan pilihan harga yang variatif. Frame Geometry telah didesain untuk kenyamanan postur tubuh Asia dan menghasilkan pengalaman bersepeda yang lebih baik, toleransi terbaik dalam kecepatan dan kenyamanan. Genio Bike telah mendesain jajaran 3Road Series cocok untuk bersepeda sehari-hari, bersepeda jarak jauh, atau bersepeda untuk kebugaran.

Breaker 2.0 menggunakan frame berbahan Aluminium Alloy AL6 yang kuat dan ringan dengan komponen terbaik di kelasnya. Dengan teknologi smooth welding yang diaplikasikan pada hydroformed frame, menciptakan frame Breaker 2.0 menjadi lebih stiff dengan tampilan carbon look. Dipersenjatai dengan Sensah Ignite 2×9 speed dan sistem pengereman mechanical disc brake, mampu bersepeda lebih cepat dengan nyaman. Hadir dengan 2 varian warna yaitu Red Salsa x Rich Black dan Sky Blue x Rich Black.

Dengan teknologi frame yang sama, Aerio R1 hadir dengan desain dan pilihan warna yang lebih elegan. Mengakomodir keinginan pecinta rim-brake, Aerio R1 menawarkan mekanisme pengereman rim-brake dan Sensah Phi 2×10 speed disematkan untuk melengkapi group-set. Alhasil, bobot total Aerio R1 menjadi lebih ringan diantara varian yang lain. Aerio R1 memiliki 2 varian warna yaitu Persian Plum dan Sand Fossil.

Vangard menawarkan desain yang lebih agresif, menghadirkan 2 varian warnanya yaitu Blue Plump Purple x Laser Lemon dan Smoky Black x Orange Soda. Menggunakan teknologi frame yang sama ditambah lagi sudah menggunakan teknologi tapered headtube, Vangard menghasilkan pengalaman bersepeda yang lebih stiff dan responsif. Mengadopsi Sensah Empire 2×11 speed menempatkan Vangard sebagai tipe road bike tertinggi.

Diklat Batik Jadi Bukti Antusiasme Kaum Milenial Terhadap Batik

SuaraPemerintah.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI untuk pertama kalinya menggelar Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Generasi Milenial di DIY. Kegiatan yang didukung penuh oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY ini juga membuktikan tingginya antusiasme kaum milenial terhadap batik.

Acara penutupan Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Generasi Milenial Angkatan I pada Jumat (21/05) dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam, Sekretaris BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Yedi Sabaryadi, dan Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta, Tevi Kurniawati.

Ditemui usai acara, GKBRAyA Paku Alam mengatakan, diklat yang dikhususkan bagi kaum milenial ini menjadi bukti antusias anak muda DIY terhadap batik masih cukup tinggi. Terbukti dengan banyaknya pelamar untuk menjadi peserta diklat.

“Tadinya pembatik atau yang senang membatik itu selalu berkonotasi hanya orang tua saja. Tapi ternyata kita salah, generasi milenial pun suka membatik, makanya BPSDMI bekerja sama dengan kami melatih mereka supaya generasi milenial bisa lebih kenal batik dan cinta pada batik,” ujar Gusti Putri.

Di depan para peserta diklat, Gusti Putri juga menegaskan agar tidak ada rasa rendah diri, dan terus mau memupuk rasa percaya diri. Dengan ketekunan dan berani berinovasi, Gusti Putri percaya semua peserta diklat bisa meraih kesuksesan.

“Jangan pernah merasa rendah diri. Semua itu selalu mulai dari bawah, tidak ada yang langsung sukses dan besar. Saya juga pembatik, saya juga pernah merasakan batik karya saya tidak laku dijual,” ungkap Gusti Putri.

Sementara itu, Sekretaris BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Yedi Sabaryadi mengatakan, sifat yang dimiliki generasi dulu namun hilang pada generasi saat ini ialah ketekunan. Untuk itu ia berpesan agar para peserta diklat bisa terus memupuk ketekunan.

“Batik itu, semakin detail coraknya, semakin kecil-kecil semakin mahal harganya. Padahal yang begitu itu butuh ketekunan. Karena itu kita perlu tekankan lagi pada generasi milenial ini pentingnya ketekunan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan diklat sendiri, Yedi mengatakan, BPSDMI Kementerian Perindustrian RI akan terus memfasilitasinya dan akan fokus di DIY dulu. Menurutnya, diklat yang diadakan di DIY ini menjadi embrio atau awal untuk diklat-diklat industri lainnya.

Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta, Tevi Kurniawati mengatakan, diklat ini sebagai wujud peran serta pemerintah dalam usaha untuk menekan angka pengangguran dan meningkatan kompetensi SDM di dunia industri. Total pendaftar untuk diklat ini ada 130 orang, namun setelah dilakukan seleksi sesuai kriteria, hanya 32 orang yang dapat mengikuti diklat.

“Satu dari 32 peserta diklat angkatan ini ialah penyandang disabiltas. Selain diklat batik, kami di Balai Diklat Industri Yogyakarta juga menggelar beberapa diklat industri lainnya, seperti diklat garmen dan operator finishing furnitur,” imbuhnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Tertibkan Tempat Makan dan Hiburan Malam

SuaraPemerintah.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumut mulai menertibkan tempat-tempat makan/minum dan hiburan malam, yang dinilai melanggar jam operasi, Kamis (20/5) malam. Hal tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/14/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi tersebut guna menyikapi terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Sumut. Tempat makan/minum dan hiburan malam menjadi sasaran utama karena dinilai rentan terjadi pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) dalam skala yang cukup besar.

“Ini sesuai dengan instruksi gubernur, kita mulai tertibkan tempat makan, minum dan hiburan malam terutama di Mebidang (Medan-Binjai-Deliserdang),” kata Koordinator Pelaksana Monitoring Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Kolonel Kav Munzir Iliyas, usai Apel Gelar Pasukan di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5, Medan.

Pada operasi pertama kali ini ada sembilan tempat yang menjadi sasaran, antara lain Cafe Town, Cafe Century, Cafe Permata, Cafe Ratu, Cafe Fitnes, Cafe Rileks, Cafe Gasken, tempat makan SOP Buntut, dan Jeda Kupie. Tempat-tempat ini diberi peringatan untuk mematuhi jam operasional sesuai dengan instruksi Gubernur Nomor 188.54/14/INST/2021.

“Tempat makan dan minum itu dibatasi hingga pukul 21:00 WIB, jadi yang melewati kita tindak,” terang Munzir.

Operasi ini akan berlangsung hingga hingga 31 Mei mendatang sesuai dengan Instruksi Gubernur  Nomor 188.54/14/INST/2021. Setelah itu, Satgas akan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut.

“Kita akan operasi setiap hari bersama kurang lebih 105 personel yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Sumut dan Satpol PP. Jadi, kita harapkan masyarakat mengerti, terutama pengusaha untuk mematuhi ketentuan yang ada di Instruksi Gubernur tersebut,” tegas Munzir.

Yusni, salah satu pemilik usaha cafe mengaku belum mengetahui ketentuan di Instruksi Gubernur tersebut. Dia berharap ada kelonggaran, karena jam-jam tersebut tempat usahanya cukup ramai.

“Belum tahu Bang, kalau bisa buka cuma sampai jam 9 malam, baru tahu inilah. Itu kan jam-jam lagi ramai-ramainya, tahu-tahu datang petugas. Kami harap ya ada kelonggaranlah, misalnya tamunya dibatasi sampe 50% saja, biar bisa jaga jarak, jangan disuruh tutup jam 9,” kata Yusni.

Capaian Triwulan I Tahun 2021 Kementerian ESDM, Jargas dan KBLBB Terus Didorong

SuaraPemerintah.id – Aktivitas perekonomian nasional dan global yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak serius bagi pertumbuhan sektor ESDM. Kendati begitu, sektor ESDM tetap konsisten memberikan kontribusi besar untuk pendapatan nasional pada triwulan pertama tahun 2021.

“Realisisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor ESDM Triwulan 1 tahun 2021 mencapai Rp55,11 triliun atau 61,1% dari target,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM pada Jumat (21/5).

Arifin juga membeberakan kontribusi lain yang disumbangkan sektor ESDM pada investasi nasional sebesar USD10,83 miliar, terdiri dari subsektor migas USD2,67 miliar, listrik sebesar USD1,44 miliar, minerba sebesar USD5,98 miliar dan EBTKE sebesar USD0,74 miliar.

Khusus bulan April, menguatnya pertumbuhan komoditas sektor ESDM memberikan kinerja positif bagi neraca perdagangan Indonesia. Hal ini tercerin pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (20/5) kemarin. Nilai ekspor migas mengalami kenaikan, baik secara bulan ke bulan atau month to month (m to m) maupun tahun ke tahun year to year (y to y).

Pada bulan April ini, ekspor migas naik 5,34% atau USD0,96 miliar dari bulan Maret 2021, yaitu USD0,91 miliar. Bahkan terjadi kenaikan signifikan sebesar 69,60% jika dilihat secara year to year dibandingkan April tahun 2020, yaitu USD0,56 miliar.

Kondisi sebaliknya juga terjadi pada nilai impor sektor migas dimana secara month to month, impor migas di bulan April 2021 turun 11,22% menjadi USD2,03 dari bulan Maret 2021 sebesar USD2,28 miliar.

Guna terus menekan nilai impor, Arifin pun memerintahkan kepada para pejabat pimpinan tinggi Kementerian ESDM untuk menjalankan program-program strategis, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan mendorong pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). (NA)

Menuju Balikpapan Smart City, Kemenkominfo Lakukan Pendampingan

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Kota Balikpapan terus berproses untuk mewujudkan smart city dan berupaya memenuhi enam dimensi yang menjadi syarat terpenuhinya sebagai kota cerdas .

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga terus melakukan evaluasi melalui pendamping tiap-tiap daerah seperti yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 19 dan 20 Mei 2021.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengungkapkan, smart city ini luas dan ada enam dimensi yang mesti dipenuhi. Antara lain terkait penggunaan aplikasi untuk memudahkan tiap pelayanan.

“Aplikasi ini digunakan antara lain di smart government. Jadi yang masuk smart government ini seperti e-Office. Aplikasi untuk memudahkan surat menyurat,” ungkapnya (20/5/21).

Selain itu dimensi berikutnya ada smart society. Bagaimana menjadikan masyarakat yang cerdas. Yang ditampilkan nanti adalah peningkatan literasi tenaga pendidik.

“Maksudnya di saat pandemi kemarin kau bilang belajar-mengajar banyak melalui daring. Mungkin saja dari sisi siswanya melek IT. Tapi dari gurunya bisa saja ada yang pegang hape hanya untuk telpon,” ujarnya.

Terkait hal ini Pemerintah Kota juga bekerjasama dengan komunitas untuk melakukan peningkatan kapasitas tenaga guru untuk smart society ini.

Dimensi berikutnya adalah smart living. Antara lain di Dinas Perhubungan yang memiliki CCTV untuk melihat kondisi lalu lintas. “Dengan begitu jika terjadi kemacetan bisa mengambil tindakan segera,” ungkapnya.

Atau jika terjadi kecelakaan, maka pemerintah kota bisa langsung monitor melalui CCTV ini. Yang terpenting apabila masyarakat memahami proses lalu lintas, Ada CCTV. “Dengan begitu masyarakat bisa lebih tertib,” katanya.

Kemudian smart economy. Seperti pelaksanaan mal pelayanan publik. Saat ini lokasinya di DPMPTSP. Antara lain untuk memudahkan perizinan.

“Dengan begitu masyarakat lebih antusias untuk berinvestasi karena proses perizinan lebih mudah daring,” terangnya. Diharapkan melalui kemudahan proses perizinan ini akan berpengaruh baik kepada perekonomian.

Lalu ada pula smart environment. Yakni pengolahan gas metan di tempat pemrosesan akhir (TPA). Di sana selama ini identik dengan tempat kotor atau pembuangan.

TPA ini tak hanya diperbaiki kondisinya tapi juga ada tempat pemrosesan gas metan. “Karena selama ini sia-sia dibuang. Kenapa tidak kita manfaatkan. Selain itu akan sangat baik untuk lingkungan,” katanya.

Dimensi terakhir adalah smart branding. Dalam hal ini Pemkot Balikpapan memperkenalkan City Tour. Tujuannya adalah penunjang kepariwisataan di Balikpapan.

“Begitu orang yang pernah datang ke Balikpapan dan memanfaatkan bus city tour akan diteruskan ke yang lain. Harapannya bisa viral dan dikenal luas. Kalau ke Balikpapan dan jalan-jalan. Ini bisa jadi branding,” katanya.

Selama dua hari evaluasi dan pendampingan dilakukan, seluruh dimensi ini diperkenalkan kepada pendamping dari Kemenkominfo. Kendati dalam keadaan pandemi ini pariwisata dibatasi. Ini juga yang menjadi alasan penilaian dilakukan secara daring.

“Penilaian ini tidak hanya berhenti sampai disini. Dari evaluasi ini juga akan ada rekomendasi perbaikan kedepannya. Makanya kami juga diajari terkait manajemen risiko,” katanya.

Ia melanjutkan, semua program yang dicantumkan dalam dokumen smart city harus dipetakan manajemen resikonya. Kalau itu berjalan dampak negatifnya bisa diantisipasi.

BI Sebut Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan I 2021 Catat Surplus 4,1 Miliar Dollar AS

BI Sebut Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan I 2021 Catat Surplus 4,1 Miliar Dollar AS

SuaraPemerintah.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2021 mencatat surplus yakni sebesar 4,1 miliar dolar AS setelah mengalami defisit sebesar 0,2 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya, sehingga mampu menopang ketahanan eksternal.

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021.

“Surplus tersebut berasal dari surplus transaksi modal dan finansial yang melampaui defisit transaksi berjalan yang rendah,” katanya.

Dengan perkembangan tersebut maka posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2021 mencapai 137,1 miliar dolar AS atau meningkat dari 135,9 miliar dolar AS pada akhir Desember 2020.

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 9,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional. Di sisi lain, transaksi berjalan pada triwulan I-2021 mencatat defisit rendah di tengah kinerja neraca barang yang tetap surplus.

Transaksi berjalan pada periode laporan mencatat defisit sebesar 1 miliar dolar AS atau 0,4 persen dari PDB setelah pada triwulan sebelumnya mencatat surplus 0,9 miliar dolar AS atau 0,3 persen dari PDB.

Perkembangan ini didukung oleh capaian surplus neraca barang akibat perbaikan kinerja ekspor seiring peningkatan permintaan dari negara mitra dagang dan kenaikan harga komoditas dunia.

Sejalan dengan kinerja ekspor yang positif dan permintaan domestik yang melanjutkan perbaikan maka kinerja impor juga meningkat cukup tinggi sehingga menahan surplus neraca barang lebih lanjut.

Sementara itu defisit neraca jasa meningkat yang antara lain disebabkan oleh defisit jasa transportasi yang melebar akibat peningkatan pembayaran jasa freight seiring kenaikan impor barang.

Kemudian untuk defisit neraca pendapatan primer tercatat lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya sejalan dengan penurunan pembayaran kupon dan dividen investasi portofolio.

Selanjutnya transaksi modal dan finansial pada triwulan I-2021 mencatat surplus sebesar 5,6 miliar dolar AS atau 2 persen dari PDB setelah pada triwulan sebelumnya mencatat defisit sebesar 1 miliar dolar AS atau 0,4 persen dari PDB.

Transaksi modal dan finansial pada triwulan I-2021 yang mencatat surplus tersebut ditopang oleh investasi portofolio yang semakin meningkat seiring persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan ekonomi domestik.

Investasi portofolio mencatat net inflows sebesar 4,9 miliar dolar AS atau lebih tinggi dibandingkan dengan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 2 miliar dolar AS. Hal itu didorong oleh penerbitan global bonds dan peningkatan aliran masuk modal asing di pasar saham.

Investasi langsung juga mencatat surplus sebesar 4,1 miliar dolar AS yang mampu melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 4,2 miliar dolar AS terutama dalam bentuk modal ekuitas. Untuk transaksi investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah antara lain disebabkan oleh penurunan penempatan simpanan di luar negeri.

Erwin memastikan Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melanjutkan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. (red/pen)

BI Sebut Utang Luar Negeri Indonesia Turun 0,4 Persen Di Triwulan I-2021 atau Sebesar 415,6 M Dollar

BI Sebut Utang Luar Negeri Indonesia Turun 0,4 Persen Di Triwulan I-2021 atau Sebesar 415,6 M Dollar

SuaraPemerintah.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan utang luar negeri Indonesia hingga akhir triwulan I-2021 tercatat sebesar 415,6 miliar dolar AS atau turun 0,4 persen (qtq) dibandingkan posisi ULN triwulan IV-2020 sebesar 417,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, Utang Luar Negeri (ULN) triwulan I-2021 tumbuh 7 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,5 persen (yoy).

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021.

“Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan posisi utang luar negeri pemerintah,” katanya.

Sementara itu ULN pemerintah triwulan I-2021 mencapai 203,4 miliar dolar AS atau lebih rendah 1,4 persen (qtq) dibandingkan dengan posisi pada triwulan IV 2020, antara lain karena pelunasan atas pinjaman yang jatuh tempo selama periode Januari-Maret 2021 yang sebagian besar merupakan pinjaman bilateral.

Secara tahunan, ULN pemerintah triwulan I-2021 tumbuh 12,4 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan 3,3 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Hal ini didukung kepercayaan investor asing yang tetap terjaga sehingga mendorong aliran masuk modal di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

Selain itu pemerintah juga melakukan penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri baik dari bilateral, multilateral, maupun komersial sebagai upaya mendukung penanganan pandemi COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas,” ujarnya.

Hal itu antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 17,7 persen dari total ULN pemerintah.

Kemudian sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial 17,1 persen, sektor jasa pendidikan 16,2 persen, sektor konstruksi 15,3 persen, dan sektor keuangan dan asuransi 12,9 persen dari total ULN pemerintah.

Menurut BI, posisi ULN pemerintah triwulan I-2021 relatif aman mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.

Selanjutnya ULN swasta pada triwulan I 2021 tercatat 2,3 persen (yoy) atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya 3,8 persen (yoy).

Pelambatan ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 5,2 persen (yoy) yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,6 persen (yoy).

Selain itu pertumbuhan ULN lembaga keuangan juga terkontraksi semakin dalam menjadi minus 7,1 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya minus 5,7 persen (yoy).

Dengan perkembangan tersebut maka posisi ULN swasta triwulan I-2021 mencapai 209,4 miliar dolar AS atau lebih tinggi 0,6 persen (qtq) dibandingkan posisi pada triwulan IV-2020.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar dengan pangsa mencapai 77,4 persen dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 78,2 persen terhadap total ULN swasta.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan,” tegasnya.

ULN Indonesia pada triwulan I 2021 terkendali tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 39,1 persen atau menurun dibandingkan rasio triwulan sebelumnya sebesar 39,4 persen.

Selain itu, struktur kesehatan ULN Indonesia juga ditunjukkan oleh adanya dominasi ULN berjangka panjang dengan pangsa mencapai 89 persen dari total ULN. (red/pen)