Beranda blog Halaman 4357

INKA Raih Penghargaan dari Walikota Madiun Juara I Lomba Perusahaan Aman dan Sehat

SuaraPemerintah.idPT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) meraih penghargaan dari Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd atas keberhasilan meraih Juara I Lomba Perusahaan Aman dan Sehat Kategori Perusahaan Besar. Penyerahan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pekerja Internasional 1 Mei 2021 di Madiun.

Atas apresiasi yang diberikan, SM PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun atas apresiasi yang diberikan.

“Terima kasih kepada Pemkot Madiun atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan ini tidak lepas dari peran serta manajemen dan para karyawan PT INKA (Persero) dalam menjalankan seluruh prosedur keamanan dan kesehatan ditetapkan serta dengan menerapkan protokol kesehatan, standar pengawasan keamanan perusahaan, hingga keberadaan ruang terbuka hijau dan treatment kesehatan untuk karyawan” ujar Bambang.

Bambang juga menambahkan bahwa beberapa fasilitas di perusahaan juga telah sesuai standar mulai keberadaan kamera pengawas (CCTV), jumlah satpam, sertifikasi Garda Pratama, ruang terbuka hijau, fasilitas protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, keikutsertaan seluruh karyawan dalam BPJS hingga medical check up bagi karyawan yang rutin secara berkala.

Gelar Pasar Murah, Pengunjung Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

SuaraPemerintah.id – Menjelang Idulfitri 1442 Hijriah/ 2021, Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Operasi Pasar dan Pasar Murah. Pengunjung yang datang diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, dan membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Harga kebutuhan pokok masyarakat yang ditawarkan dalam kegiatan Pasar Murah ini di antaranya beras Rp42.500/pack lima kg, telur Rp20.000/kg, minyak goreng Rp13.400/liter, bawang merah Rp25.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg, serta gula pasir Rp12.200/kg.

“Tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di masa pandemi ini supaya bisa memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah daripada harga di pasaran. Karena barang tersebut langsung dari distributor,” jelas Basirul saat memantau kegiatan pasar murah di halaman Kantor Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Selasa (4/5/2021).

Ditambahkan, Pasar Murah diselenggarakan selama tiga hari pada 4-6 Mei 2021, pukul 09.00-12.00 WIB. Untuk menghindari penumoukan massa, Pasar Murah dibuka di tiga lokasi, yakni halaman Disdagkop UKM, GOR Gemilang Kompleks Setda Magelang, serta halaman Kantor Korpri depan Lapangan drh Soepardi Kota Mungkid.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 dalam kerumunan masyarakat, Basirul berpesan agar masyarakat yang akan membeli kebutuhan pokok di pasar murah ini harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Antara lain menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan, kemudian juga disediakan thermogun oleh petugas.

“Namun hari ini kita lihat masih agak lengang, tidak terjadi kerumunan dan menumpuk-numpuk,” ujar Basirul.

Terkait pemantauan Operasi Pasar di lapangan, Basirul mengatakan stok barang kebutuhan pokok masyarakat masih relatif aman. Operasi Pasar selama ini dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Mertoyudan, Borobudur, Kaliangkrik, Candimulyo, dan Ngluwar.

“Biasanya kami melakukan operasi pasar di 21 kecamatan karena keterbatasan anggaran (refocusing) maka operasi pasar dilaksanakan di lima kecamatan saja untuk tahun ini,” pungkas Basirul.

Sinergi Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Memperkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Sinergi Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Memperkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

SuaraPemerintah.id – Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan I 2021 berada dalam kondisi normal di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlanjut. Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan komitmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus memperkuat sinergi guna menjaga SSK dan momentum pemulihan ekonomi dalam Rapat Berkala KSSK II tahun 2021 pada Jumat (30/04) melalui konferensi video.  

Membaiknya prospek pemulihan ekonomi global dibayangi oleh meningkatnya kembali kasus Covid-19. Tren penguatan kinerja perekonomian global berlanjut di awal tahun 2021, tercermin dengan menguatnya Purchasing Managers Index (PMI) serta meningkatnya pertumbuhan volume perdagangan global dan harga komoditas.

Progres pelaksanaan vaksinasi global, khususnya di sejumlah negara maju juga mendorong optimisme pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

World Economic Outlook (WEO) IMF bulan April 2021 merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan global 2021 dari 5,5% menjadi 6,0%. Namun demikian, optimisme tersebut juga dibayangi dengan melonjaknya kembali kasus Covid-19 global.

Arah pemulihan ekonomi domestik terlihat sejalan dengan menurunnya kasus Covid-19 yang didukung oleh perkembangan program vaksinasi. Hingga Maret 2021, sejumlah indikator dini ekonomi menunjukkan arah perbaikan.

Data PMI yang telah berada pada zona ekspansi terus melanjutkan tren penguatan, sementara kinerja ekspor terus membaik, inflasi terkendali pada level yang relatif rendah, sedangkan cadangan devisa mencapai USD137,1 miliar atau setara dengan 10,1 bulan impor.

Progres vaksinasi juga berjalan cukup baik, dengan jumlah dosis vaksin yang diberikan mencapai 20 juta per 30 April 2021.

Momentum penguatan kinerja ekonomi domestik terutama ditopang oleh berlanjutnya kebijakan fiskal countercyclical dalam APBN 2021. Defisit APBN 2021 direncanakan pada level 5,70% PDB. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berlanjut di tahun 2021 dengan anggaran yang lebih besar mencapai Rp699,43 triliun dan penyempurnaan desain implementasi sejumlah program agar berjalan lebih cepat dan efektif dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Fokus utama tentu saja tetap pada penanganan kesehatan, termasuk untuk mendukung program vaksinasi. Selain itu, penguatan reformasi struktural juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan potensial jangka panjang yang berkelanjutan dan berdaya tahan.

Peran sentral APBN dalam mendorong pemulihan ekonomi tercermin dari kinerja APBN 2021. Realisasi belanja negara pada Q1 2021 tercatat tumbuh 15,61% (yoy), terutama didorong oleh kenaikan belanja barang untuk pelaksanaan vaksinasi dan bantuan pelaku usaha, belanja modal untuk infrastruktur dasar dan infrastruktur konektivitas, serta bantuan sosial dalam rangka program PEN.

Kinerja pendapatan negara tetap terjaga, tumbuh positif 0,64% (yoy). Defisit APBN tercatat sebesar Rp144,2 triliun atau 0,82% terhadap PDB.

Bank Indonesia melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi kebijakan moneter, BI mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 3,50%.

BI juga terus melakukan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar. Dari sisi kebijakan makroprudensial, BI mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar 0%, rasio Penyangga Likuiditas-Makroprudensial (PLM) sebesar 6% dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, serta rasio PLM Syariah sebesar 4,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5%. 

Disamping itu, untuk mendorong intermediasi perbankan, BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), melonggarkan ketentuan LTV untuk KPR  menjadi 100% dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor  menjadi 0%;  serta mendorong penurunan suku bunga kredit melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Dari sisi kebijakan Sistem Pembayaran, BI memperpanjang masa berlaku kebijakan pricing SKNBI, memperkuat kebijakan QRIS untuk akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, memastikan dukungan layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri; serta  memfasilitasi promosi perdagangan dan investasi serta sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS).

Di tengah pandemi yang masih berlanjut, rasio prudensial sektor keuangan yang berperan penting terhadap stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan baik. Hingga Maret 2021, perbankan masih menunjukkan kondisi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 24,18%, gearing ratio industri pembiayaan di level 2,03 kali, serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing jauh di atas threshold.

Kecukupan likuiditas perbankan juga terjaga tercermin dari AL/NCD dan AL/DPK per 21 April 2021 sebesar masing-masing 162,69% dan 35,17% yang berada di atas threshold. Dana Pihak Ketiga (DPK) masih menunjukkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,50% (yoy).

Kredit perbankan masih dalam zona kontraksi sebesar 3,77% (yoy) karena base effect yang tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun mulai menunjukkan pertumbuhan positif secara mtm sebesar 1,43% atau tumbuh sebesar 0,27% (ytd).

Risiko kredit Non-performing Loan (NPL) gross membaik menjadi 3,17% dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, Non-perfoming Financing (NPF) perusahaan pembiayaan juga membaik ke level 3,74%.

OJK tetap fokus memperkuat pengawasan dan surveillance secara terintegrasi guna mendeteksi potensi risiko terhadap stabilitas sistem keuangan dan terus mendorong upaya kebijakan yang preemptive dan forward looking untuk membantu percepatan pemulihan sektor riil dan perekonomian secara keseluruhan serta menjaga momentum penguatan ekonomi.  

Untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Per Maret 2021, penjaminan LPS mencakup 99,92% dari total rekening atau 50,15% dari total nominal simpanan. Pada tanggal 22 Februari 2021, LPS telah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan Rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing 25 bps menjadi 4,25% dan 6,75%.

TBP untuk simpanan valuta asing pada Bank Umum juga diturunkan sebesar 25 bps menjadi 0,75%. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong penurunan biaya dana (cost of fund) perbankan agar suku bunga kredit menjadi turun untuk mendorong pertumbuhan kredit.

Melanjutkan kebijakan relaksasi sebelumnya, seperti relaksasi pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran premi oleh bank peserta penjaminan untuk memberikan tambahan ruang likuiditas bagi bank serta relaksasi penyampaian laporan berkala bank untuk mengurangi beban pelaporan bank, LPS juga menerbitkan kebijakan relaksasi penyampaian laporan data Single Customer View.

Sebagai otoritas penjamin simpanan dan resolusi bank, LPS akan terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis melalui berbagai instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga SSK dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sinergi dan koordinasi yang kuat antarlembaga di KSSK menjadi kunci dalam menjaga SSK sekaligus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Langkah-langkah kebijakan yang terkoordinasi dengan baik diharapkan dapat efektif menjaga SSK. Selain itu, koordinasi yang kuat dalam hal monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK yang telah luncurkan pada awal Februari 2021 akan terus dilakukan guna menjamin efektivitas dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Inflasi April 2021 Terkendali di Angka 0,13%

SuaraPemerintah.idBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka inflasi April 2021 sebesar 0,13% yang cukup terkendali dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,29.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,20%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26%; kelompok kesehatan sebesar 0,18%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,20%; kelompok pendidikan sebesar 0,01%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29%. Sementara kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan.

Sebagai informasi, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,58% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,42%.

Kemudian, komponen inti pada April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,14%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,37% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,18%.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Nilai Tukar Petani April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen

SuaraPemerintah.idNilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

NTP nasional April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,25 persen.

Secara nasional, NTP Januari–April 2021 sebesar 103,15 dengan nilai It sebesar 110,85 sedangkan Ib sebesar 107,47.

Pada April 2021, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (2,15 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (2,26 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada April 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,27 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran, sedangkan satu kelompok lainnya yaitu Kelompok Pendidikan relatif stabil.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2021 sebesar 103,55 atau turun 0,31 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 2,51 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,60 persen

Dari 2.523 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama April 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 65,36 persen; gabah kering giling (GKG) 13,71 persen; dan gabah luar kualitas 20,93 persen.

Selama April 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.275,- per kg atau turun 2,51 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.398,- per kg atau turun 1,85 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp4.882,- per kg atau turun 6,36 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.994,- per kg atau turun 6,31 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp3.981,- per kg atau turun 1,54 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.084,- per kg atau turun 1,32 persen.

Dibandingkan April 2020, rata-rata harga gabah pada April 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,06 persen; 13,91 persen; dan 6,13 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada April 2021 dibandingkan dengan April 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 6,26 persen; 14,01 persen; dan 5,57 persen.

Selama April 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.195 observasi beras di penggilingan pada 896 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.

Pada April 2021, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.550,- per kg, turun sebesar 0,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.979,- per kg atau turun sebesar 1,91 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.675,- per kg atau turun sebesar 0,76 persen.

Dibandingkan dengan April 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 4,68 persen; 7,16 persen; dan 3,49 persen.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Maret 2021 Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Merosot Hingga 72,73 Persen

SuaraPemerintah.id – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Maret 2021 merosot tajam sebesar 72,73 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Maret 2020. Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Februari 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Maret 2021 justru meningkat sebesar 14,54 persen.

Secara kumulatif (Januari–Maret 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 385,59 ribu kunjungan atau turun sebesar 85,45 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,65 juta kunjungan.Sementara TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 36,07 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Maret 2021 mencapai rata-rata 36,07 persen atau meningkat 3,83 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 32,24 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Februari 2021, TPK bulan Maret 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,67 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Maret 2021 tercatat sebesar 1,65 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2020.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Harga Produsen pada Triwulan I-2021 Mengalami Inflasi 2,33 Persen

Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,33 Persen di Triwulan I-2021

SuaraPemerintah.id Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan I-2021 naik 2,33 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 3,05 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Pertanian triwulan I-2021 naik 1,17 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 1,44 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2021 naik 17,89 persen dibandingkan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 13,64 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2021 naik 0,71 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 2,13 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2021 naik 0,12 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,05 persen.

IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2021 naik 0,84 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 0,84 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2021 turun 0,50 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,38 persen.

IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan I-2021 naik 0,24 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 0,30 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2021 turun 0,08 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,13 persen.

IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2021 naik 0,41 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 1,74 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

Sumber: Badan Pusat Statistik

Tambah Luasan Lahan, PTPN X Kelola Lahan Milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

SuaraPemerintah.id – Guna menjamin pasok Bahan Baku Tebu pada setiap musim gilingnya, PT Perkebunan Nusantara/PTPN X menambah luasan lahan melalui kerjasama dengan KOPKARHUTAN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kerjasama ini terkait pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengamanan lahan hutan multiguna di daerah Penataran, Kab. Blitar. Penandatanganan kerjasama dilakukan secara langsung oleh Direktur PTPN X, Aris Toharisman bersama Ketua KOPKARHUTAN KLHK, Samidi, secara virtual, Senin (03/05).

“Kerjasama ini merupakan sinergi antara BUMN dengan Instansi Pemerintah guna bersama-sama bertujuan mewujudkan swasembada gula nasional,“ terang Aris Toharisman.

Lahan yang dikelola oleh PTPN X ini seluas 70 Ha dan akan diperuntukan budidaya tebu, mulai dari penyiapan lahan sampai pemanenan untuk Musim Tanam 2021/2022 hingga 2023/2024. Pola tanam yang akan diterapkan yaitu tumpangsari antara tanaman tebu dengan tanaman kehutanan dan tanaman buah-buahan.

Lahan ini ditargetkan mampu mencetak angka produktivitas sebesar 100 Ton/Ha. Jika nantinya angka produktivitas melebihi target, maka akan ada pembagian sisa hasil usaha dengan presentase 20% untuk KOPKARHUTAN dan 80% PTPN X.

Rencananya, penyerahan areal akan dilakukan secara bertahap. Tanggal 5 Mei mendatang akan dilakukan penyerahan lahan seluas 35 Ha. Selanjutnya tanggal 25 Mei 2021 juga akan diserahkan seluas 35 Ha.

Angka Stunting di NTT Turun, Menko PMK Apresiasi Partisipasi Penanganan

SuaraPemerintah.id – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menduduki peringkat stunting tertinggi se-Indonesia. Namun dalam kurun dua tahun terakhir, pemerintah daerah setempat telah berhasil membuktikan penurunan angka stunting yang signifikan dari 35,4% pada tahun 2018 menjadi 28,2% di 2020.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut keberhasilan penurunan angka stunting di NTT berkat kerja sama yang baik antar seluruh pemangku kepentingan. Mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat.

“Di NTT ini kerja sama penurunan angka stuntingnya sangat baik dari pemerintah daerah didukung oleh penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Pemerintah pusat hanya tinggal mendorong saja,” ujar saat dialog dengan tim penggerak PKK di Kantor Lurah Lasiana, Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Senin (3/5).

Muhadjir menekankan pentingnya peranan partisipasi dari kelompok masyarakat seperti tim penggerak PKK dalam menangani masalah stunting di daerah. Melalui ibu-ibu PKK, program intervensi dari pemerintah akan lebih mudah terimplementasi.

“Menurut laporan Ibu Penggerak PKK (Provinsi NTT), PKK-nya sangat agresif termasuk juga tenaga-tenaga di lapangan mulai dari PKH, tenaga gizinya, bidan juga bekerja dengan sangat agresif,” kata Menko PMK yang dalam acara itu hadir bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Puspayoga.

Lebih lanjut, kata Menko PMK, nantinya pemerintah akan menyalurkan bantuan dari pusat khusus untuk penanganan stunting. Akan tetapi, menunggu dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) khusus stunting yang hampir selesai. Yang akan jadi ujung tombak penanganan stunting adalah BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

Sementara, istri Gubernur NTT yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat menjelaskan bahwa tim penggerak PKK memiliki kepanjangan tangan sampai ke desa-desa. Dengan demikian, keterlibatan PKK dalam penanganan stunting sangat strategis.

“PKK di sini punya anggaran Rp30 miliar untuk 2020 dan Rp 30 miliar untuk 2021. Dana ini kita gunakan untuk intervensi stunting dan gizi buruk yang kita berikan selama setahun penuh dengan melibatkan PKK,” ungkapnya.

Keterlibatan PKK, tutur Julie, termasuk dalam pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Selain memperhatikan nilai gizi dalam asupan PMT tersebut, ibu-ibu PKK juga memikirkan tambahan pemasukan ekonomi bagi ibu-ibu yang memasak untuk penyiapan PMT.

“Dari seluruh kabupaten/kota yang ada di NTT, kita juga menginisiasi desa model PKK salah satunya di Lasiana ini. Kita harapkan desa-desa ini dapat menjadi contoh terutama dalam hal penanganan stunting dan gizi buruk,” tandasnya.

Ukur Lengan Balita

Dalam kesempatan dialog, bidan Yeni Haning meminta para Menteri dan tokoh yang peduli stunting untuk mengampanyekan pita lila. Yakni alat ukur lengan ibu hamil (bumil) dan bayi. Bila ukurang lengan itu menunjukkan warna kuning atau bahkan merah, maka itu jadi indikator si bumil atau bayi rawan gizi.

“Tolong Bapak dan Ibu Menteri mengampanyekan pita lila ini. Karena ini sangat penting dalam penanganan stunting,” kata Yeni.

Muhadjir Effendy langsung setuju dengan usulan Yeni. Bahkan, Muhadjir langsung mengukur lengan balita Yoshua Mesakh dengan dipandu Yeni. “Kami akan ajak untuk mengampanyekan pita lila ini,” kata Muhadjir sambil mengapresiasi kepedulian tinggi Bidan Yeni.

Prospek Ekonomi Asia Tumbuh Positif, HBA di Bulan Mei Sebesar USD89,74 per Ton

SuaraPemerintah.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan Harga Batu Acuan (HBA) sebesar USD89,74 per ton pada perdagangan sepanjang bulan Mei 2021. Besaran ini meningkat USD3,06 per ton dari bulan April sebelumnya, yakni USD86,68 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Asia menjadi faktor utama atas kenaikan HBA di bulan Mei. “Ekonomi Asia mulai membaik pada kuartal I tahun 2021. Perubahan pergerakan ini masih didominasi dari (ekonomi) Tiongkok,” kata Agung ditemui di Jakarta, Selasa (4/5).

Agung menambahkan, permintaan konsumsi batubara Tiongkok sepanjang periode tersebut mengalami lonjakan pesat. Hal ini tak sebanding dengan hasil produksi domestik yang terus menipis. “Permintaan batubara banyak datang guna memenuhi kebutuhan pembangkit Tiongkok,” jelasnya.

Tingginya kebutuhan batubara Tiongkok, sambung Agung, turut memengaruhi kebijakan impor negara tersebut. Pasalnya, China Electricity Council (CEC) memperkirakan konsumsi listrik tahun 2021 ini naik 7-8% dibanding tahun 2020. Selanjutnya pemerintah Tiongkok pun melakukan relaksasi impor sehingga turut mengerek harga batubara global.

Berdasarkan data Refinitiv, sepanjang minggu lalu harga kontrak batubara ICE Newcastle naik lebih dari 6%. Di akhir perdagangan pekan lalu, bahkan harga batubara thermal acuan semakin mendekati USD92 per ton.

Perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Sebagai catatan, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level USD75,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada bulan Februari USD87,79 per ton, sempat turun di Maret USD84,47 per ton, dan naik lagi pada April di angka USD86,68 per ton.

Nilai HBA bulan Mei ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.